BAB IV PENGOLAHAN DATA
4.3.4 Tahap Improve
4.3.4.5 Pemakaian Air Suling yang Belum Memenuhi Standar
Dalam melakukan kegiatan analisa di laboratorium menggunakan peralatan pendukung dan bahan kimia pendukung. Salah satu bahan kimia pendukung adalah air suling. Air suling digunakan sebagai faktor utama dalam analisis untuk membuat pereaksi, blanko, dan larutan pengenceran. Air suling didapatkan dari suatu proses pemurnian dan penjernihan air sesuai dengan peruntukannya sebagai air suling dalam proses analisis. Air suling yang digunakan harus memenuhi standar kualitas sesuai dengan Tabel 4.28, yaitu sebagai berikut:
Tabel 4.28 Tabel Standar Parameter Air Suling
No Deskripsi Nilai acuan Metode
1 Warna Tidak berwarna visual
2 Bau Tidak berbau organoleptik
3 DHL (Daya Hantar Listrik) < 2 mikro mhos SNI 6989.78:2011 Sumber : Prosedur Mutu PT Unilab Perdana
Dari beberapa parameter tersebut diatas maka untuk parameter DHL belum diterapkan prosedur mutu untuk kualitas air suling hasil pengolahan internal. DHL adalah parameter yang menyatakan kandungan jumlah anion dan kation yang terkandung di dalam air (APHA, 2012). Semakin besar nilai DHL maka semakin banyak kandungan anion dan kation yang berarti semakin besar mempengaruhi proses analisa. Jika parameter DHL tidak dilakukan pemeriksaan pada proses pengujian di laboratorium maka apabila konsentrasi DHL tinggi akan menambah konsentrasi dari sampel yang diperiksa.
Air suling yang digunakan PT. UP didapatkan dari sumber internal yaitu hasil penyulingan dari air PAM atau air tanah. Adapun alat yang digunakan adalah water purification type Milli-Q, dari brand Merck, kapasitas 16 liter/jam.
Berikut rekomendasi perbaikan untuk faktor-faktor tersebut diatas Tabel 4.29 Rekomendasi perbaikan dari 5 penyebab
Sumber : Hasil Perhitungan
A. Redesign ruangan analisa dengan mengacu pada PermenLH No. 6/2009 Tindakan perbaikan yang harus dilakukan untuk memperbaiki kekurangan kondisi pada laboratorium air adalah :
1. Perbaikan sistem penerangan dengan penambahan daya lampu sehingga memenuhi standar yaitu 300 Lux. Berikut adalah hasil pengukuran setelah dilakukan tindakan perbaikan.
II. Udara Lingkungan Kerja
No. identifikasi contoh : 0004-5/CH/09/2014
Uraian contoh : Cahaya Lingkungan Kerja **) Tanggal pengambilan : 9 September 2014
Tanggal diterima di Lab : 9 September 2014
Tanggal pengujian : 9 September 2014 sampai 2 Oktober 2014 2. Perbaikan jarak antar meja III dengan meja IV sehingga memenuhi standar
dengan cara merelokasi pintu akses antar ruang. Gambar lay out setelah akses pintu ditutup terdapat pada Gambar 4.12.
No Penyebab Kegagalan RPN Saran Tindakan perbaikan
1 Ruangan analisa kurang nyaman 600 Redesign ruangan analisa dengan mengacu ke Permen LH No 06/2009
2 Kekurangan peralatan (gelas ukur,
nesler, pipet) 500 Penambahan peralatan yang diperlukan
3 Beban kerja analis yang belum
merata 360 Pembagian kerja analis berdasarkan beban
kerja dan kapasitas 4
Belum memiliki standar CRM (Certified Reference Material) dengan fungsi trueness
280 Pengadaan Standar CRM dengan fungsi trueness
5
Pemakaian air suling yang tidak memenuhi standar daya hantar listrik (< 2 mikro mhos)
270
Terapkan sistem kualitas pengecekan untuk kedatangan air suling sesuai dengan standar ( <2 mikro mhos)
Tabel 4.30 Perbaikan Pencahayaan Udara Lingkungan Kerja
B. Penambahan peralatan yang diperlukan
Berdasarkan identifikasi dan input dari analis dan supervisor laboratorium, kekurangan peralatan pendukung dan gelas yang harus dipenuhi terdapat pada Tabel 4.31.
Tabel 4.31 List kekurangan peralatan pendukung analisa
No Nama Alat Aktual Qty Kekurangan Sumber : List Kebutuhan alat PT Unilab Perdana
Gambar 4.11 Usulan Lay Out Perbaikan Ruang Analisa Laboratorium Air
C. Pembagian kerja analis berdasarkan beban kerja dan kapasitas
Pembagian beban kerja analis yang belum merata perlu disesuaikan pembagian beban kerja berdasarkan waktu standar dan jumlah parameter yang akan dilakukan. Berikut usulan pembagian beban kerja dengan mangacu data tahun 2013.
1. Parameter TDS dipindah dari Sevi ke KIKI 2. Parameter FTU dipindah dari Dini ke Silvi 3. Parameter Fenol dipindah dari Abu ke Cici
Hasil simulasi beban kerjanya (berdasarkan data 2013) terdapat pada Tabel 4.32.
Tabel 4.32 Simulasi waktu beban kerja analis mengacu ke parameter tahun 2013
Sumber : Hasil Perhitungan
Terlihat bahwa beban kerja Sevi, Kiki, Dini, Cici, Irin, Milzam/Sherly masih overload, untuk itu dapat dilakukan usulan berikut:
a. Penambahan analis sejumlah 2 orang untuk menangani overload dari Sevi, Kiki, Dini, irin, dan Cici dengan total 282755 menit, atau dengan menambah jam kerja (overtime)
b. Untuk Sherly/milzam, dapat dilakukan overtime untuk menambah jam kerja dan tidak memungkinkan untuk penambahan analis dikarenakan keterbatasan alat, dimana perlu investasi yang besar untuk menambah alat
Hasil implementasi pembagian beban kerja analis laboratorium air selama 3 bulan (Agustus, September, Oktober 2014) terdapat pada Tabel 4.33.
No Analis
Beban kerja simulasi
(menit)
Waktu tersedia
selama 1 tahun Kurang/lebih
1 SEVI 311453 125280 -186173
2 KIKI 132724 125280 -7444
3 DINI 173556 125280 -48276
4 ABU 121568 125280 3712
5 SILVI 125171 125280 109
6 IRIN 159029 125280 -33749
7 CICI 132393 125280 -7113
8 REDA 120923 125280 4357
9 MILZAM/SHERLY 176935 125280 -51655
Tabel 4.33 Hasil implementasi waktu beban kerja analis dengan pembagian beban baru
Sumber : Hasil Perhitungan
Terlihat bahwa masih ada 4 analis dengan beban belebih yaitu Sevi, Irin, dan Mizam/Sherly. Untuk mengatasinya dilakukan overtime terhadap analis untuk menyelesaikan beban kerja tersebut tidak terbatas pada analis yang bersangkutan.
D. Pengadaan Standar CRM dengan fungsi Trueness
Untuk memperbaiki standar CRM dengan fungsi trueness maka PT. UP melakukan pengadaan CRM trueness terdapat pada Lampiran 7 dan 8 untuk CRM trueness parameter logam dan Total Suspended Solid (TSS).
E. Terapkan sistem kualitas pengecekan untuk air suling sesuai dengan standar ( <2 mikro mhos)
Perbaikan pemeriksaan air suling sebelum digunakan untuk proses analisis sangat penting dilakukan agar hasil pengujian yang didapatkan valid. Hasil catatan penerapan kontrol kualitas air suling yang dilakukan secara mingguan terdapat pada Tabel 4.35. Jika pemeriksaan air suling terhadap DHL tidak memenuhi standar kualitas maka pengecekan air baku dari air sumur dan perawatan alat penyulingan air harus dilakukan. Jika air bakunya tidak sesuai dengan persyaratan PERMENKES 416/1990 sebagai air bersih, maka sumber air
No Analis Beban kerja Implementasi (3 bulan)
tersebut dapat diganti atau dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum masuk kedalam alat penyulingan air suling. Jika penyebabnya dari alat penyulingan air maka harus dilakukan perawatan seperti penggantian resin, penggantian filter, pembersihan alat, dll.
Tabel 4.34 Catatan pemeriksaan air suling.
Sumber : Hasil analisa PT Unilab Perdana