• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerangka Konsep

Dalam dokumen SUDARIYATI /IKM (Halaman 63-0)

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.3. Kerangka Konsep

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan terarah alur penelitian ini digambarkan dalam rangka konsep seperti berikut.

Variabel Independen Variabel Dependen

• Pr

Bagan 2.3. Kerangka Konsep Karakteristik Psikologis :

1. Pengetahuan

Berdasarkan kerangka konsep di atas dapat dilihat bahwa pengetahuan, persepsi, sikap, dan motivasi ibu hamil berpengaruh terhadap deteksi dini preeklampsia di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat.

BAB 3

METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional (potong lintang) yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik ibu hamil terhadap deteksi dini preeklampsia di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat.

3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian 3.2.1 Lokasi penelitian

Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat. Alasan pemilihan lokasi ini adalah:

1. Rendahnya cakupan K1, hanya 75% sedangkan cakupan K1 nasional 95%.

2. Dari survei awal diperoleh bahwa ibu hamil tidak mengetahui kejadian preeklampsia dapat dideteksi dini dengan melakukan pemeriksaan kehamilan (ANC) ke petugas kesehatan (puskesmas).

3. Belum pernah dilakukan penelitian sebelumnya tentang pengaruh karakteristik ibu hamil terhadap deteksi dini preeklampsia di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat.

3.2.2 Waktu Penelitian

Waktu penelitian ini dilaksanakan pada Januari-Juni 2012.

3.3. Populasi dan Sampel 3.3.1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat pada Februari 2012 sebanyak 456 orang di 19 desa.

3.3.2. Sampel

Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan rumus dari Taro Yamane (Riduwan, 2008), sebagai berikut :

n = N.d2 +1

Dengan jumlah populasi sebesar 456 orang, maka diperoleh jumlah sampel sebagai berikut :

= Presisi atau tingkat kemaknaan yang ditetapkan (α=0,1)

n =

Pengambilan sampel di setiap Desa dilakukan dengan teknik acak sederhana (simple random sampling) yaitu pengambilan sampel dari anggota populasi secara acak dengan menggunakan undian. Kriteria inklusi penelitian ini yaitu :

1. Ibu hamil

2. Bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Pantai Cermin 3. Mengerti bahasa Indonesia dan dapat membaca dan menulis.

4. Bersedia menjadi responden penelitian

3.4. Metode Pengumpulan Data 3.4.1. Data Primer

Data yang diambil dari wawancara langsung dengan responden yang berpedoman pada kuesioner yang telah dipersiapkan.

3.4.2. Data Sekunder

Data sekunder diperoleh dari data yang tercatat di Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat, data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat, data dari Bidan Desa di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat yang relevan dengan tujuan penelitian.

3.4.3. Data Tertier

Data tertier diperoleh dari jurnal penelitian, makalah publikasi, hasil penelitian terdahulu, tesis, baik dari internet maupun perpustakaan yang bisa digunakan untuk mendukung pembahasan.

3.4.4. Uji Validitas dan Reliabilitas

Kuesioner yang telah disusun kemudian dilakukan pengujian untuk mengetahui kevalidan dan kehandalan data kepada 20 orang responden dengan karakteristik yang sama di Wilayah Kerja Puskesmas Sambirejo Kabupaten Langkat.

Uji validitas bertujuan untuk mengetahui sejauhmana suatu ukuran atau nilai yang menunjukkan tingkat kehandalan atau kesahihan suatu alat ukur dengan cara mengukur korelasi antara variabel atau item yang diperoleh dari nilai corrected item total correction, dengan ketentuan jika nilai r-hitung > r-tabel, maka dinyatakan valid dan sebaliknya bila r-hitung < r-tabel dinyatakan tidak valid (Riduwan, 2008).

Sedangkan reliabilitas data merupakan indeks yang menunjukkan sejauhmana suatu alat pengukur dapat dipercaya dan tepat dengan menggunakan metode Cronbach’s Alpha, dengan ketentuan jika nilai r-Alpha > 0,600 maka dinyatakan reliabel (Priyatno, 2009).

Berdasarkan hasil pengujian validitas dan reliabilitas data bahwa seluruh pertanyaan dinyatakan valid dan reliabel pada taraf signifikan 0,05 (lihat Lampiran Uji Validitas dan Reliabilitas).

3.5. Variabel dan Definisi Operasional 3.5.1. Variabel Penelitian

Variabel penelitian ini terdiri dari variabel independen (variabel bebas) yaitu karakteristik ibu hamil meliputi pengetahuan, persepsi, sikap, dan motivasi, sedangkan variabel dependen (variabel terikat) yaitu deteksi dini preeklampsia.

3.5.2. Definisi Operasional

1. Karakteristik ibu hamil adalah ciri khas yang mempunyai sifat khas dengan watak tertentu seperti tabiat, watak, sifat kejiwaan, akhlak budi pekerti yang dimiliki ibu hamil dan membedakan dengan orang lain.

a. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui ibu hamil tentang deteksi dini preeklampsia.

b. Persepsi adalah anggapan ibu hamil tentang deteksi dini preeklampsia oleh ibu hamil kepada tenaga kesehatan.

c. Sikap adalah respon atau tanggapan ibu hamil tentang deteksi dini preeklampsia oleh ibu hamil kepada tenaga kesehatan.

d. Motivasi adalah dorongan baik dari dalam maupun dari luar diri ibu hamil untuk melakukan deteksi dini preeklampsia.

2. Pemanfaatan ANC untuk deteksi dini preeklampsia adalah perilaku ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan sejak dini untuk mendeteksi apakah ibu mengalami preeklampsia atau tidak, baik menunjukkan tanda dan gejala atau tidak.

3.6. Metode Pengukuran

3.6.1. Pengukuran Variabel Bebas (Independen)

Aspek pengukuran variabel bebas adalah karakteristik ibu hamil meliputi pengetahuan, persepsi, sikap, dan motivasi. Masing-masing variabel terdiri dari 10 butir pertanyaan.

1. Pengetahuan

Untuk pernyataan pengetahuan dengan memberikan 10 butir pertanyaan menggunakan pilihan jawaban dengan skala Guttman yaitu “benar” dan “Salah”.

Untuk jawaban yang sesuai jawaban diberi skor 1, dan jawaban yang tidak sesuai jawaban diberi skor 0. Skor terendah adalah 0 (10 x 0) dan skor tertinggi adalah 10 (10 x1), sehingga rentang skor keseluruhan adalah 0-10. Kategori pengetahuan responden adalah sebagai berikut: (Hidayat, 2007)

a. Baik, mendapatkan skor 6-10.

b. Kurang Baik, mendapatkan skor 0-5.

2. Persepsi

Untuk pernyataan persepsi dengan memberikan 10 butir pertanyaan menggunakan pilihan jawaban dengan skala Likert yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Untuk pernyataan positif jawaban sangat setuju diberi skor 4, setuju diberi skor 3, tidak setuju diberi skor 2, dan sangat tidak setuju diberi skor 1. Untuk pernyataan negatif jawaban sangat setuju diberi skor 1, setuju diberi skor 2, tidak setuju diberi skor 3, dan sangat tidak setuju diberi skor 4. Skor terendah adalah 10 (10 x 1) dan skor tertinggi adalah 40 (10 x 4), sehingga rentang skor keseluruhan adalah 10-40. Kategori persepsi responden adalah sebagai berikut:

(Hidayat, 2007)

a. Baik, mendapatkan skor 26-40.

b. Kurang baik, mendapatkan skor 10-25.

3. Sikap

Untuk pernyataan sikap dengan memberikan 10 butir pertanyaan menggunakan pilihan jawaban dengan skala Likert yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Untuk pernyataan positif jawaban sangat setuju diberi skor 4, setuju diberi skor 3, tidak setuju diberi skor 2, dan sangat tidak setuju diberi skor 1. Untuk pernyataan negatif jawaban sangat setuju diberi skor 1, setuju diberi skor 2, tidak setuju diberi skor 3, dan sangat tidak setuju diberi skor 4. Skor terendah adalah 10 (10 x 1) dan skor tertinggi adalah 40 (10 x 4), sehingga rentang skor keseluruhan adalah 10-40. Kategori sikap responden adalah sebagai berikut:

(Walgito, 2008)

a. Positif, mendapatkan skor 26-40.

b. Negatif, mendapatkan skor 10-25.

4. Motivasi

Untuk pernyataan motivasi dengan memberikan 10 butir pertanyaan menggunakan pilihan jawaban dengan skala Guttman yaitu “ya” dan “tidak”.

Untuk jawaban “ya” jawaban diberi skor 1, dan jawaban “tidak” diberi skor 0.

Skor terendah adalah 0 (10 x 0) dan skor tertinggi adalah 10 (10 x1), sehingga rentang skor keseluruhan adalah 0-10. Kategori motivasi responden adalah sebagai berikut: (Hidayat, 2007)

a. Tinggi, mendapatkan skor 6-10.

b. Rendah, mendapatkan skor 0-5.

Lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel pengukuran variabel bebas.

Tabel 3.1. Pengukuran Variabel Bebas (Independen)

No Nama

3.6.2. Pengukuran Variabel Terikat (Dependen)

Aspek pengukuran variabel terikat adalah pemanfaatan ANC untuk deteksi dini preeklampsia dengan memberikan 5 butir pertanyaan tentang tindakan melakukan deteksi dini preeklampsia. Lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel pengukuran variabel terikat

Tabel 3.2. Pengukuran Variabel Terikat (Dependen)

No Nama Variabel Jumlah

Indikator Kategori Skor Alat Ukur Skala Ukur 1 Pemanfaatan ANC

untuk Deteksi dini

Kuesioner Nominal

3.7. Metode Analisis Data

Teknik analisis data yang dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Analisis univariat

Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi yang berkaitan

2. Analisis bivariat

Analisis bivariat dilakukan untuk melihat pengaruh masing-masing variabel independen dengan dependen menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji Chi-Square yang memiliki nilai signifikan <0,25 dijadikan kandidat model dalam uji regresi logistik.

3. Analisis multivariat

Analisis multivariat dilakukan dengan menggunakan uji regresi logistik. Uji regresi logistik ganda digunakan untuk melihat pengaruh satu atau beberapa variabel independen terhadap pemanfaatan ANC dalam deteksi preeklampsia.

Dalam uji regresi logistik ganda ini digunakan metode seleksi forward stepwise (conditional). Model persamaan regresi logistik ganda yang dapat digunakan untuk peramalan probabilitas individu untuk pemanfaatan ANC dalam deteksi preeklampsia yaitu :

γi 

Dimana : p = probabilitas ibu hamil yang memanfaatkan ANC

i

BAB 4

HASIL PENELITIAN

4.1. Deskripsi Lokasi Penelitian 4.1.1. Data Geografi Wilayah Penelitian

Puskesmas Pantai Cermin merupakan salah satu Puskesmas di Kabupaten Langkat yang terletak di Jalan Terusan No. 105 Desa Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura. Adapun batas-batas wilayah Puskesmas Pantai Cermin adalah sebagai berikut :

1. Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Secanggang.

2. Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Hinai dan Kecamatan Padang Tualang.

3. Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Gebang dan Kecamatan Padang Tualang.

4. Sebelah utara berbatasan dengan Selat Malaka / Sumatera

Daerah wilayah kerja Puskesmas Pantai Cermin sebagian besar adalah dataran rendah dan sebagian lainnya adalah pesisir pantai yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka. Puskesmas Pantai Cermin memiliki luas area ± 3.796 Ha, terdiri dari 19 desa, yang terbagi menjadi 131 dusun. Adapun nama-nama desa di wilayah kerja Puskesmas Pantai Cermin adalah sebagai berikut : Desa Serapuh Asli, Desa Pematang Tengah, Desa Paya Perupuk, Desa Pekan Tanjung Pura, Desa Lalang, Desa Pantai Cermin, Desa Pekubuan, Desa Teluk Bakung, Desa Pematang Serai, Desa Baja Kuning, Desa Pulau Banyak, Desa Pematang Cengal, Desa Pematang Cengal Barat, Desa Kwala Serapuh, Desa Kwala Langkat, Desa Kwala Bubun, Desa Tapak Kuda, Desa Karya Maju, Desa Suka Maju.

4.1.2. Data Demografi Wilayah Penelitian

Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat yaitu 62.917 jiwa. Perkembangan penduduk menurut rasio jenis kelamin pada tahun 2009 yaitu jumlah laki-laki 30.810 dan jumlah perempuan 32.107.

Jenis pekerjaan penduduk wilayah kerja Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat dikelompokkan berdasarkan atas PNS, TNI/POLRI, petani, wiraswasta, dan lain-lain. Secara terperinci jenis pekerjaan dimaksud adalah PNS ± 767 jiwa, TNI/POLRI ± 276 jiwa, petani ± 310 jiwa, karyawan ± 4.156 jiwa, dan wiraswasta ± 28.510 jiwa.

Berdasarkan tingkat pendidikan penduduk di wilayah Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat terdiri dari: belum sekolah yaitu 8.494 (13,5%), SD yaitu 15.918 (25,3%), SMP yaitu 13.275 (21,1%), SMA yaitu 9.626 (15,3%), Diploma yaitu 4.719 (7,5%), Perguruan Tinggi yaitu 3.020 (4,8%), dan tidak sekolah yaitu 7.865 (12,5%).

Berdasarkan agama yang dianut penduduk Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat mayoritas menganut agama Islam yaitu 50.267 jiwa, Kristen Protestan yaitu 6.325 jiwa, Kristen Katolik 1.292 jiwa, Buddha yaitu 3.146 jiwa dan Hindu yaitu 1.887 jiwa.

4.1.3. Fasilitas Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Cermin

Karena luasnya wilayah kerja Puskesmas Pantai Cermin maka untuk dapat menjangkau masyarakat yang tinggal di desa dan dusun yang berada jauh dari

puskesmas, Puskesmas Pantai Cermin dibantu oleh 7 Puskesmas Pembantu dan 12 Poliklinik Desa (polindes). Ketujuh pustu tersebut adalah Pustu Pematang Tengah, Pustu Pematang Serai, Pustu Pematang Cengal, Pustu K. Bubun, Pustu Tapak Kuda, Pustu Kwala Serapuh, Pustu Kwala Langkat. Sedangkan keduabelas polindes adalah sebagai berikut: Polindes Serapuh Asli, Polindes Pematang Tengah, Polindes Paya Perupuk, Polindes Teluk Bakung, Polindes Pematang Serai, Polindes Baja Kuning, Polindes Pulau Banyak, Polindes Desa Lalang, Polindes Suka Maju, Polindes Karya Maju, Polindes Pematang Cengal,. Polindes Lubuk Jaya.

Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat dalam melaksanakan kegiatannya didukung oleh berbagai fasilitas, antara lain:

1. Fasilitas Gedung Puskesmas Permanen a. Ruang Dokter Umum

b. Ruang Poliklinik Gigi c. Ruang Kepala Puskesmas d. Ruang Sanitasi

e. Ruang Rawat Inap

f. Ruang KIA, KB dan Imunisasi g. Kamar Gizi

h. Ruang Rapat

i. Ruang Laboratorium Sederhana j. Kamar UGD

k. Kamar Bersalin

l. Ruang Obat/ Apotek m. Ruang Tata Usaha

n. Ruang Pendaftaran dan Ruang Tunggu o. Kamar Mandi/ Toilet

2. Fasilitas Administrasi a. Meja

b. Kursi

c. Lemari Arsip d. Lemari Alat e. Buku Catatan f. Arsip

g. Kartu Berobat Pasien

h. Formulir Kegiatan Lapangan i. Kartu KIA/ KB

j. Buku Bendahara k. White Board 3. Fasilitas Imunisasi

Dalam peranannya sebagai wahana untuk program pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat mempunyai sarana:

a. Lemari Pendingin b. Alat-alat Imunisasi

c. Vaksin seperti: BCG, DPT, Polio, Campak, Hepatitis B 4. Fasilitas Alat-alat Kesehatan

Fasilitas alat-alat kesehatan yang dimiliki Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat untuk menunjang kegiatannya dalam usaha kesehatan, dilengkapi dengan alat-alat:

a. Stetoskop b. Stetoskop Janin c. Termometer d. Tensimeter e. Timbangan Bayi f. Timbangan Dewasa g. Pengukur Tinggi Badan h. Perlengkapan Ginekology i. Perlengkapan Gigi

j. Tempat Tidur k. Lemari Peralatan

l. Lemari Obat Ginekology Bed

Jumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat dapat dilihat sebagai berikut :

1. Jumlah tenaga dokter spesialis : - orang 2. Jumlah tenaga dokter umum : 4 orang

4. Jumlah tenaga perawat dan bidan : 19 orang

5. Jumlah tenaga farmasi : - orang

6. Jumlah tenaga gizi : 1 orang

7. Jumlah tenaga tehnisi medis : 1 orang

8. Jumlah tenaga sanitasi : 2 orang

9. Jumlah tenaga kesehatan masyarakat : 1 orang

4.2. Analisis Univariat 4.2.1. Identitas Responden

Identitas responden yang ditanyakan dalam penelitian ini meliputi umur, pendidikan terakhir, jumlah kehamilan, paritas, dan pendapatan. Berdasarkan hasil penelitian umur responden bahwa sebagian besar responden berumur 20-35 tahun sebanyak 70 orang (85,4%), paling sedikit berumur 20 tahun yaitu 3 orang (3,6%).

Berdasarkan pendidikan bahwa sebagian besar responden berpendidikan SMA yaitu 38 orang (46,3%), paling sedikit berpendidikan akademi yaitu 1 orang (1,2%).

Berdasarkan jumlah kehamilan, sebagian besar responden saat ini sedang hamil yang kedua yaitu 33 orang (40,2%), paling sedikit sedang hamil yang keenam yaitu 1 orang (1.2%). Berdasarkan paritas, sebagian besar responden mempunyai anak 1 orang yaitu 32 orang (39,0%), paling sedikit mempunyai anak 5 orang yaitu 1 orang (1,2%). Berdasarkan pendapatan bahwa sebagian besar responden mempunyai penghasilan kurang dari Rp.1.200.000.- yaitu 50 orang (61,0%), selebihnya mempunyai penghasilan lebih dari Rp.1.200.000.- yaitu 32 orang (39,0%).

Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.1. Distribusi Responden Berdasarkan Identitas di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat Tahun 2012

No Identitas Responden Jumlah (orang) Persentase (%) 1. Umur

No Identitas Responden Jumlah (orang) Persentase (%) 5. Penghasilan

< Rp.1.200.000.- 50 61,0

> Rp.1.200.000.- 32 39,0

Total 82 100,0

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 82 responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai pengetahuan yang baik yaitu 52 orang (63,4%), tetapi masih ditemukan sebanyak 30 orang responden (36,6%) responden yang berpengetahuan kurang baik. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.2. Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan di Kabupaten Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat Tahun 2012

No. Pengetahuan Jumlah Persentase

1. Baik 52 63,4

2. Kurang Baik 30 36,6

Jumlah 82 100,0

4.2.3. Persepsi

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai persepsi yang baik yaitu 59 orang (72,0%), dan ditemukan sebanyak 23 orang (28,0%) yang mempunyai persepsi kurang baik.

Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.3. Distribusi Responden Berdasarkan Persepsi di Kabupaten Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat Tahun 2012

No. Persepsi Jumlah Persentase

1. Baik 59 72,0

2. Kurang Baik 23 28,0

Jumlah 82 100,0

4.2.4. Sikap

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai sikap positif yaitu 60 orang (73,2%), dari masih ditemukan sebanyak 22 responden mempunyai sikap negatif (26,8%). Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.4. Distribusi Responden Berdasarkan Sikap di Kabupaten Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat Tahun 2012

No. Sikap Jumlah Persentase

1. Positif 60 73,2

2. Negatif 22 26,8

Jumlah 82 100,0

4.2.5. Motivasi

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai motivasi yang tinggi yaitu 54 orang (65,9%), dan masih ditemukan responden dengan motivasi rendah yaitu 28 orang (34,1%). Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.6. Distribusi Responden Berdasarkan Motivasi di Kabupaten Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat Tahun 2012

No. Motivasi Jumlah Persentase

1. Tinggi 54 65,9

2. Rendah 28 34,1

Jumlah 82 100,0

4.2.7. Pemanfaatan ANC untuk Deteksi Dini Preeklampsia

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa sebagian besar responden memanfaatkan pelayanan ANC untuk deteksi dini preeklampsia yaitu 52 orang (63,4%), dan masih ditemukan sebanyak 30 orang (36,6%) responden yang tidak memanfaatkan ANC untuk deteksi dini preeklampsia. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.7. Distribusi Responden Berdasarkan Pemanfaatan ANC untuk Deteksi Dini Preeklampsia di Kabupaten Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat Tahun 2012

No. Pemanfaatan ANC Untuk

Deteksi Dini Preeklampsia Jumlah Persentase

1. Baik 52 63,4

2. Tidak baik 30 36,6

Jumlah 82 100,0

4.3. Analisa Bivariat

Pada analisa bivariat ini dilakukan untuk menghubungkan masing-masing variabel independen dengan variabel dependen. Hasil pengolahan data disajikan pada tabel silang dan disertakan nilai dari uji chi-square.

4.3.1. Pengaruh Pengetahuan terhadap Pemanfaatan ANC untuk Deteksi Dini Preeklampsia

Berdasarkan hasil penelitian pengaruh pengetahuan terhadap pemanfaatan ANC untuk deteksi dini preeklampsia menunjukkan bahwa dari 52 responden yang berpengetahuan baik sebagian besar memanfaatkan ANC yaitu 42 orang (80,8%), sedangkan dari 30 responden yang berpengetahuan kurang baik, sebagian besar tidak memanfaatkan ANC untuk deteksi dini preeklampsia yaitu 20 orang (66,7%). Hasil uji statistik dengan uji Chi-Square menunjukkan ada pengaruh yang signifikan pengetahuan terhadap pemanfaatan ANC untuk deteksi dini preeklampsia, nilai probabilitas (p) = 0,000.

Tabel 4.8. Tabulasi Silang Pengaruh Pengetahuan terhadap Pemanfaatan ANC untuk Deteksi Dini Preeklampsia di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat Tahun 2012

Pengetahuan

Pemanfaatan ANC untuk

Deteksi Dini Preeklampsia Jumlah p

4.3.2. Pengaruh Persepsi terhadap Pemanfaatan ANC untuk Deteksi Dini Preeklampsia

Berdasarkan hasil penelitian pengaruh persepsi terhadap pemanfaatan ANC untuk deteksi dini preeklampsia menunjukkan bahwa dari 59 responden yang mempunyai persepsi baik sebagian besar memanfaatkan ANC yaitu 47 orang (79,7%), sedangkan dari 23 responden yang mempunyai persepsi kurang baik sebagian besar tidak memanfaatkan ANC untuk deteksi dini preeklampsia yaitu 18 orang (78,3%).

Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi ibu hamil terhadap pemanfaatan antenatal care (ANC) untuk deteksi dini preeklampsia dengan nilai probabilitas (p)=

0,000. Ibu hamil yang mempunyai persepsi baik cenderung melakukan pemanfaatan ANC dibandingkan dengan ibu hamil dengan persepsi yang kurang baik terhadap pemanfaatan ANC.

Tabel 4.9. Tabulasi Silang Pengaruh Persepsi terhadap Pemanfaatan ANC untuk Deteksi Dini Preeklampsia di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat Tahun 2012

Persepsi

Pemanfaatan ANC untuk

Deteksi Dini Preeklampsia Jumlah p Baik Tidak baik

Jlh % Jlh % Jlh %

Baik Kurang baik

47 5

79,7 21,7

12 18

20,3 78,3

59 23

100,0

100,0 0,000 Total 52 63.4 30 36.6 82 100,0

4.3.3. Pengaruh Sikap terhadap Pemanfaatan ANC untuk Deteksi Dini Preeklampsia

Berdasarkan hasil penelitian pengaruh sikap terhadap pemanfaatan ANC untuk deteksi dini preeklampsia menunjukkan bahwa dari 60 responden yang mempunyai sikap positif sebagian besar memanfaatkan ANC yaitu 45 orang (75,0%), sedangkan dari 22 responden yang mempunyai sikap negatif sebagian besar tidak memanfaatkan ANC untuk deteksi dini preeklampsia yaitu 15 orang (68,2%).

Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara sikap ibu hamil terhadap pemanfaatan antenatal care (ANC) untuk deteksi dini preeklampsia dengan nilai probabilitas (p)= 0,000.

Ibu hamil yang mempunyai sikap positif cenderung melakukan pemanfaatan ANC dibandingkan dengan ibu hamil dengan sikap yang negatif terhadap pemanfaatan ANC.

Tabel 4.10. Tabulasi Silang Pengaruh Sikap terhadap Pemanfaatan ANC untuk Deteksi Dini Preeklampsia di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat Tahun 2012

Sikap

Pemanfaatan ANC untuk

Deteksi Dini Preeklampsia Jumlah p

4.3.4. Pengaruh Motivasi terhadap Pemanfaatan ANC untuk Deteksi Dini Preeklampsia

Berdasarkan hasil penelitian pengaruh motivasi terhadap pemanfaatan ANC untuk deteksi dini preeklampsia menunjukkan bahwa dari 54 responden yang mempunyai motivasi tinggi sebagian besar memanfaatkan ANC yaitu 50 orang (92,6%), sedangkan dari 28 responden yang mempunyai motivasi rendah sebagian besar tidak memanfaatkan ANC untuk deteksi dini preeklampsia yaitu 26 orang (92,9%).

Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara motivasi ibu hamil terhadap pemanfaatan antenatal care (ANC) untuk deteksi dini preeklampsia dengan nilai probabilitas (p)=

0,000. Ibu hamil yang mempunyai motivasi tinggi cenderung melakukan pemanfaatan ANC dibandingkan dengan ibu hamil dengan motivasi yang rendah dalam pemanfaatan ANC.

Tabel 4.11. Tabulasi Silang Pengaruh Motivasi terhadap Pemanfaatan ANC untuk Deteksi Dini Preeklampsia di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat Tahun 2012

Motivasi

Pemanfaatan ANC untuk

Deteksi Dini Preeklampsia Jumlah p

4.4. Analisis Multivariat

Untuk mengetahui pengaruh variabel independen (pengetahuan, persepsi, sikap, dan motivasi) dengan variabel dependen (pemanfaatan ANC untuk deteksi dini preeklampsia) secara bersamaan dilakukan analisis multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik ganda (multiple logistic regression). Untuk mencari faktor yang paling dominan terhadap pemanfaatan ANC untuk deteksi dini preeklampsia, melalui beberapa langkah yaitu:

1. Melakukan pemilihan variabel yang potensial dimasukkan dalam model.

Variabel yang dipilih sebagai kandidat atau yang dianggap signifikan berdasarkan hasil uji bivariat (uji chi-square).

2. Pada uji regresi logistik berganda tahap pertama dipilih nilai signifikan (p) kurang dari 0,25 (p<0,25) pada uji bivariat (uji Chi-Square). Penggunaan kemaknaan statistik 0,25 untuk memungkinkan variabel-variabel yang secara terselubung sesungguhnya penting dimasukkan ke dalam model multivariat.

3. Selanjutnya dilakukan pengujian secara bersamaan dengan metode forward stepwise (conditional) untuk mengidentifikasi faktor paling berpengaruh terhadap pemanfaatan ANC untuk deteksi dini preeklampsia.

Dalam penelitian ini berdasarkan analisis bivariat dengan uji chi-Square bahwa seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap Pemanfaatan ANC untuk Deteksi Dini Preeklampsia karena seluruh variabel mempunyai nilai probabilitas (p) lebih kecil dari 0,05 (p<0,05) yaitu pengetahuan, persepsi, sikap, dan

motivasi. Tahap selanjutnya seluruh variabel dimasukkan sebagai kandidat model untuk dilakukan analisis multivariat dengan uji regresi logistik berganda.

Hasil analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda diperoleh hasil bahwa hanya satu variabel yang berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan ANC untuk deteksi dini preeklampsia yaitu variabel motivasi dengan koefisien regresi=

Hasil analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda diperoleh hasil bahwa hanya satu variabel yang berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan ANC untuk deteksi dini preeklampsia yaitu variabel motivasi dengan koefisien regresi=

Dalam dokumen SUDARIYATI /IKM (Halaman 63-0)

Dokumen terkait