• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran

Dalam dokumen SUDARIYATI /IKM (Halaman 107-0)

BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN

6.2. Saran

1. Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat untuk melakukan kerjasama lintas sektor untuk peningkatan kesehatan masyarakat terutama ibu hamil dan melaksanakan kegiatan supervisi ke daerah-daerah dengan cakupan ANC yang masih rendah.

2. Kepala puskesmas pantai Cermin diharapkan membuat kebijakan dengan mengintensifkan kegiatan penjaringan bumil risiko tinggi dan melakukan evaluasi terhadap kinerja bidan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Cermin dalam pelaksanaan pelayanan antenatal care (ANC) untuk deteksi dini preeklampsia.

3. Tenaga kesehatan di Puskesmas Pantai Cermin dan bidan desa diharapkan memberikan penyuluhan (pendidikan kesehatan) kepada setiap ibu hamil yang melakukan pemeriksaan serta memberi motivasi untuk melakukan pemeriksaan kehamilan guna mendeteksi dini gangguan-gangguan kehamilan seperti preeklampsia.

4. Disarankan kepada ibu hamil dengan motivasi rendah dan ibu hamil yang berusia di atas 35 tahun agar melakukan pemeriksaan lebih intensif dan setelah melahirkan diharapkan mengikuti program KB.

5. Peneliti selanjutnya, diharapkan untuk melakukan penelitian lanjutan mengenai pemanfaatan ANC guna mendeteksi penyakit yang menyertai kehamilan lainnya untuk melengkapi hasil penelitian yang telah ada.

DAFTAR PUSTAKA

Adri. 2008. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cakupan Program Pemeriksaan Kehamilan (K1 dan K4) di Puskesmas Runding Kota Subulussalam Provinsi NAD. Tesis. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Ahmadi, A. 2007. Psikologi Sosial, Edisi Revisi, Cetakan Kedua, Jakarta : Rineka Cipta.

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Cetakan II, Edisi 4, Rineka Cipta Jakarta.

Bahari, J. 2009. Hubungan usia dan Paritas Terhadap Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Bersalin. Buletin Penelitian RSUD Dr. Soetomo, Vol. 11 No. 4, Desember 2009.

Cunningham, F. Gary. 2005. Obstetri Williams, Edisi 21, Jakarta : EGC.

Daryanto, 2010. Belajar dan Mengajar, Cetakan Pertama, Bandung: Yrama Widya.

Depdiknas. 2003. Undang-Undang No. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Depkes RI. 2009. Pedoman Pemantauan Wilayah Setempat kesehatan Ibu dan Anak (PWS-KIA), Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat direktorat Bina Kesehatan Ibu.

Djamarah, S.B. 2008. Psikologi Belajar. Cetakan Kedua, Edisi Kedua, Jakarta:

Rineka Cipta.

Ginting, I. 2001. Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Oleh Ibu Hamil Yang Memiliki Faktor Resiko di Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan Tahun 2001. Tesis. Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Hidayat, A.A.A. 2007. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data, Edisi Pertama, Jakarta : Salemba Medika.

HKFM (Himpunan Kedokteran Fetomaternal). 2010. Panduan Penatalaksanaan Kasus Obstetri, Jakarta: Himpunan Kedokteran Fetomaternal Indonesia.

Indiarti. M.T. 2009. Panduan Lengkap, Kehamilan, Persalinan dan Perawatan Bayi.

Bahagia Menyambut si Buah Hati. Cetakan X, Yogyakarta: Diglossia Media.

Jones, D.L. 2005. Setiap Wanita. Jakarta: Delapratasa Publishing.

Kemenkes RI, 2011. Profil Kesehatan Indonesia 2010. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Kusmiyati Y., Heni P.W. dan Sujiyatini. 2009. Perawatan Ibu Hamil (Asuhan Ibu Hamil). Cetakan Kelima, Yogyakarta: Fitramaya.

Manuaba, I.B.G. 2008. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & keluarga berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC.

_______. IAC. Ida BGF Manuaba, Ida BG Manuaba. 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB Untuk Pendidikan Bidan. Edisi 2, Jakarta:

EGC.

Meilani, N., Nanik S., Dwiana E., Sumarah. 2009. Kebidanan Komunitas. Cetakan I.

Yogyakarta: Fitramaya.

Mochtar, R. 2008. Sinopsis Obstetri, Jakarta : Buku Kedokteran EGC.

Ndama, M. 2002. Analisis Hubungan Karakteristik Sosiodemografi dan Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal di Dua Wilayah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2001. Tesis. Jakarta:

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Notoatmodjo, S. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Cetakan Pertama.

Jakarta: Rineka Cipta.

_______.2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Cetakan I, Jakarta : Rineka Cipta.

_______. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan, Cetakan II, Edisi Revisi, Jakarta : Rineka Cipta.

Nugroho, B.A. 2005. Strategi Jitu Memilih Metode Statistik Penelitian dengan SPSS. Yogyakarta: Andi Offset.

Nursalam, 2007. Manajemen Keperawatan, Aplikasi Praktik Keperawatan Profesional, Cetakan Kesatu. Jakarta: Salemba Medika.

Priyatno, D. 2009. Mandiri Belajar SPSS. Cetakan Ketiga, Yogyakarta: MediaKom.

Pusdiknakes, 2003, Buku 2 Asuhan Antenatal, Pusdiknakes-WHO-JHPIEGO, Jakarta.

Riduwan. 2005. Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Cetakan 3.

Bandung: Alfabeta.

_______. 2008. Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Cetakan Keempat. Bandung:

Alfabeta.

Pengamenan, W.T. 2008. Pencegahan Preeklampsia. Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang.

Rambulangi, J. 2003. Analisis : Beberapa Cara Prediksi Hipertensi dalam Kehamilan.

Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar. Cermin Dunia Kedokteran No. 139.

Rismanto. 2009. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Dalam Kunjungan Antenatal Empat Kali (K4) Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”.

Roeshadi, R.H. 2006. Upaya Menurunkan Angka Kesakitan dan Angka Kematian Ibu pada Penderita Preeklampsia dan Eklampsia. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Medan, 29 April 2006.

Rozikhan. 2007. Faktor-Faktor Risiko Terjadinya Preeklampsia Berat Di Rumah Sakit dr. H. Soewondo Kendal. Program Magister Epidemiologi Universitas Diponegoro Semarang. Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro.

Rukiyah, A.Y. dan Lia Y. 2011. Asuhan Kebidanan VI (Patologi Kebidanan).

Cetakan Kedua. Jakarta: Trans Info Media.

Saifuddin, A.B. 2006. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: JNPKKR – POGI bekerjasama dengan Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Sudjana. 2002. Metode Statistika. Cetakan Kedua, Edisi Keenam, Bandung: Tarsito.

Syafrudin, Siti Masitoh, dan Taty R. 2011. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan Untuk Bidan. Cetakan Pertama, Jakarta: Trans Info Media.

Taufik, M. 2007. Prinsip-Prinsip Promosi Kesehatan Dalam Bidang Keperawatan, Untuk Perawat dan Mahasiswa Keperawatan, Cetakan Pertama, Jakarta :

Walgito, B. 2008. Psikologi Sosial (Suatu Pengantar), Edisi Revisi, Yogyakarta : Andi.

Wiknjosastro, H. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka – Sarwono Prawirohardjo.

Yulfar, A. 2003.

Zachri, S. 2002. Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Rujukan Persalinan Ibu Hamil Risiko Tinggi oleh Puskesmas ke Rumah Sakit Umum Pusat dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2001. Tesis. Jakarta:

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Selpanas Kota Batam Tahun 2003. Tesis. Jak: Program Pascasarjana Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

KUESIONER PENELITIAN

PENGARUH KARAKTERISTIK IBU HAMIL TERHADAP PEMANFAATAN ANC UNTUK DETEKSI DINI PREEKLAMPSIA DI

WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTAI CERMIN KECAMATAN TANJUNG PURA KABUPATEN LANGKAT TAHUN 2012

No. Responden : ...

(Diisi oleh peneliti)

IDENTITAS RESPONDEN Petunjuk:

Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan identitas anda yang sebenarnya.

Untuk nama, anda hanya perlu menuliskan inisial nama Anda dan kami menjaga kerahasiaan jawaban Anda.

Inisial : ...

Umur : ... Tahun

Pendidikan terakhir : ...

Jumlah kehamilan : ...

Jumlah Paritas : ...

Pendapatan per bulan : ...

PENGETAHUAN

Jawablah pernyataan di bawah ini dengan memberi tanda contreng () pada pilihan jawaban yang anda anggap paling tepat, pada kolom yang telah disediakan.

No Pernyataan Jawaban

Skor Benar Salah

1 Antenatal care (asuhan kehamilan) adalah asuhan untuk ibu hamil (sebelum persalinan).

1 0

2 Kunjungan ke petugas kesehatan selama hamil minimal 2 kali.

0 1

3 Kunjungan kehamilan ke petugas kesehatan mulai dilakukan sejak triwulan kedua kehamilan (bulan 4-6 kehamilan).

0 1

4 Asuhan kehamilan untuk mendeteksi dini gangguan-gangguan selama kehamilan.

1 0

5 Hipertensi dalam kehamilan selalu muncul pada triwulan kehamilan I (3 bulan kehamilan pertama)

0 1

6 Untuk mendeteksi hipertensi dalam kehamilan dalam asuhan antenatal dilakukan pengukuran tekanan darah.

1 0

7 Untuk menurunkan tekanan darah pada masa kehamilan dengan mengonsumsi tablet besi (tablet tambah darah)

0 1

8 Pada kunjungan ulang (trimester kedua) yang harus diwaspadai tentang tanda bahaya yaitu perdarahan, preeklampsia, eklampsia, gangguan pertumbuhan janin.

1 0

9 Untuk mendeteksi dini hipertensi dalam kehamilan dengan melakukan timbang berat badan dan ukur tinggi badan.

0 1

10 Pencegahan hipertensi dalam kehamilan dengan cukup istirahat.

1 0

SIKAP

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memberi tanda contreng () pada pilihan jawaban yang anda anggap paling tepat, dengan pilihan jawaban sebagai berikut : SS = Sangat Setuju, S = Setuju, TS = Tidak Setuju, STS = Sangat Tidak Setuju

No Pernyataan Pilihan Jawaban

Skor SS S TS STS

1 Jika mengalami hal-hal sedikit saja yang mengganggu kehamilan, ibu hamil perlu memeriksakan diri ke petugas kesehatan.

4 3 2 1

2 Ibu hamil selalu waspada terhadap perubahan tekanan darah selama kehamilan.

4 3 2 1

3 Ibu hamil mendatangi petugas kesehatan jika muncul gejala pusing, nyeri kepala, dan pandangan kabur.

4 3 2 1

4 Semakin tua umur kehamilan, ibu hamil harus semakin sering berkunjung ke tenaga kesehatan.

4 3 2 1

5 Bidan yang seharusnya lebih aktif mendatangi ibu hamil dibandingkan ibu hamil yang mendatangi bidan.

1 2 3 4

6 Ibu hamil perlu melakukan pemeriksaan ke tenaga kesehatan walaupun tidak ada gangguan yang dirasakan selama hamil.

4 3 2 1

7 Ibu hamil seharusnya mendatangi bidan atau tenaga kesehatan jika mengalami gejala pusing-pusing.

4 3 2 1

8 Jika tekanan darah berada pada angka 140/90 mmHg pada saat hamil, segera melakukan pemeriksaan ke tenaga kesehatan.

4 3 2 1

9 Ibu hamil perlu menanyakan kepada bidan hal-hal yang kurang dipahami tentang gangguan kehamilan seperti terjadinya peningkatan tekanan darah.

4 3 2 1

10 Jika ibu hamil mengalami gangguan pada masa kehamilan seperti tekanan darah yang meningkat maka ibu hamil harus lebih sering berkunjung ke tenaga kesehatan.

4 3 2 1

MOTIVASI

Jawablah pernyataan di bawah ini dengan memberi tanda contreng () pada pilihan jawaban yang anda anggap paling tepat, pada kolom yang telah disediakan.

No Pernyataan Jawaban

Skor Ya Tidak

1 Ibu termotivasi melakukan pemeriksaan kesehatan kepada tenaga kesehatan karena ibu ingin hamil berjalan dengan baik.

1 0

2 Ibu termotivasi melakukan kunjungan ke tenaga kesehatan karena khawatir dengan gangguan kehamilan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

1 0

3 Ibu termotivasi melakukan kunjungan ke tenaga kesehatan karena takut bayinya mengalami kecacatan.

1 0

4 Ibu termotivasi memeriksa kehamilannya karena tekanan darah ibu hamil yang tinggi dapat membahayakan ibu dan janin.

1 0

5 Ibu termotivasi memeriksa kehamilannya karena ingin proses persalinan dapat berjalan lancar

1 0

6 Ibu termotivasi memeriksa kehamilannya karena didukung oleh suami.

1 0

7 Ibu termotivasi memeriksa kehamilannya karena mendapatkan dukungan dari keluarga.

1 0

8 Ibu termotivasi memeriksa kehamilannya karena didukung oleh saudara.

1 0

9 Ibu termotivasi memeriksa kehamilannya karena diajak dan diberi informasi oleh tetangga.

1 0

10 Ibu termotivasi memeriksa kehamilannya karena mendapatkan informasi dari tenaga kesehatan.

1 0

PEMANFAATAN ANC UNTUK DETEKSI DINI PREEKLAMPSIA

1.a. Jika ibu hamil dalam trimester I (usia kehamilan 1-3 bulan), apakah ibu sudah pernah 1 kali melakukan pemeriksaan kehamilan ke tenaga kesehatan?

a. Ya (1) b. Tidak (0)

b. Jika ibu hamil dalam trimester II (usia kehamilan 4-6 bulan), apakah ibu sudah 2 kali melakukan pemeriksaan kehamilan ke tenaga kesehatan?

a. Ya (1) b. Tidak (0)

c. Jika ibu hamil dalam trimester II (usia kehamilan 7-9 bulan), apakah ibu sudah 3-4 kali melakukan pemeriksaan kehamilan ke tenaga kesehatan?

a. Ya (1) b. Tidak (0)

2. Ketika Anda mengalami pusing dan nyeri di kepala anda segera mendatangi petugas kesehatan (bidan, dokter).

a. Ya (1) b. Tidak (0)

3. Anda lebih memilih memeriksa kehamilan kepada dukun bayi dibanding ke tenaga kesehatan.

a. Ya (0) b. Tidak (1)

4. Apakah jika kehamilan Anda tidak mengalami gangguan, anda tetap melakukan pemeriksaan kehamilan ke tenaga kesehatan (bidan, dokter)?

a. Ya (1) b. Tidak(0)

5. Setiap melakukan pemeriksaan kehamilan ke tenaga kesehatan, Anda meminta untuk dilakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin?

a. Ya (1) b. Tidak (0)

Uji Validitas Data

Uji Validitas Variabel Pengetahuan

pengetahuan_total pengetahuan-01 Pearson Correlation .447*

Sig. (2-tailed) .048

N 20

pengetahuan-02 Pearson Correlation .595**

Sig. (2-tailed) .006

N 20

pengetahuan-03 Pearson Correlation .514**

Sig. (2-tailed) .007

N 20

pengetahuan-04 Pearson Correlation .655**

Sig. (2-tailed) .000

N 20

pengetahuan-05 Pearson Correlation .796**

Sig. (2-tailed) .000

N 20

pengetahuan-06 Pearson Correlation .727**

Sig. (2-tailed) .000

N 20

pengetahuan-07 Pearson Correlation .820**

Sig. (2-tailed) .000

N 20

pengetahuan-08 Pearson Correlation .447*

Sig. (2-tailed) .048

N 20

pengetahuan-09 Pearson Correlation .725**

Sig. (2-tailed) .000

N 20

pengetahuan-10 Pearson Correlation .778**

Sig. (2-tailed) .000

N 20

pengetahuan-total Pearson Correlation 1

Sig. (2-tailed)

N 20

Uji Validitas Variabel Persepsi

persepsi_total persepsi-01 Pearson Correlation .624**

Sig. (2-tailed) .003

N 20

persepsi-02 Pearson Correlation .603**

Sig. (2-tailed) .005

N 20

persepsi-03 Pearson Correlation .740**

Sig. (2-tailed) .000

N 20

persepsi-04 Pearson Correlation .489*

Sig. (2-tailed) .029

N 20

persepsi-05 Pearson Correlation .641**

Sig. (2-tailed) .002

N 20

persepsi-06 Pearson Correlation .813**

Sig. (2-tailed) .000

N 20

persepsi-07 Pearson Correlation .644**

Sig. (2-tailed) .002

N 20

persepsi-08 Pearson Correlation .863**

Sig. (2-tailed) .000

N 20

persepsi-09 Pearson Correlation .704**

Sig. (2-tailed) .001

N 20

persepsi-10 Pearson Correlation .797**

Sig. (2-tailed) .000

N 20

persepsi-total Pearson Correlation 1

Sig. (2-tailed)

N 20

Uji Validitas Variabel Sikap

sikap-total

sikap-01 Pearson Correlation .733**

Sig. (2-tailed) .000

N 20

sikap-02 Pearson Correlation .603**

Sig. (2-tailed) .005

N 20

sikap-03 Pearson Correlation .610**

Sig. (2-tailed) .004

N 20

sikap-04 Pearson Correlation .475*

Sig. (2-tailed) .034

N 20

sikap-05 Pearson Correlation .464*

Sig. (2-tailed) .039

N 20

sikap-06 Pearson Correlation .680**

Sig. (2-tailed) .001

N 20

sikap-07 Pearson Correlation .509*

Sig. (2-tailed) .022

N 20

sikap-08 Pearson Correlation .757**

Sig. (2-tailed) .000

N 20

sikap-09 Pearson Correlation .507*

Sig. (2-tailed) .022

N 20

sikap-10 Pearson Correlation .759**

Sig. (2-tailed) .000

N 20

sikap- total Pearson Correlation 1

Sig. (2-tailed)

N 20

Uji Validitas Variabel Motivasi

motivasi-total motivasi-1 Pearson Correlation .524*

Sig. (2-tailed) .018

N 20

motivasi-2 Pearson Correlation .480*

Sig. (2-tailed) .032

N 20

motivasi-3 Pearson Correlation .622**

Sig. (2-tailed) .000

N 20

motivasi-4 Pearson Correlation .736*

Sig. (2-tailed) .000

N 20

motivasi-5 Pearson Correlation .637**

Sig. (2-tailed) .003

N 20

motivasi-6 Pearson Correlation .685**

Sig. (2-tailed) .000

N 20

motivasi-7 Pearson Correlation .685**

Sig. (2-tailed) .000

N 20

motivasi-8 Pearson Correlation .651**

Sig. (2-tailed) .000

N 20

motivasi-9 Pearson Correlation .706**

Sig. (2-tailed) .000

N 20

motivasi-10 Pearson Correlation .590**

Sig. (2-tailed) .006

N 20

motivasi-total Pearson Correlation 1 Sig. (2-tailed)

N 20

Uji Validitas Variabel Pemanfaatan ANC

anc-total

anc1 Pearson Correlation .658**

Sig. (2-tailed) .002

N 20

anc2 Pearson Correlation .608**

Sig. (2-tailed) .004

N 20

anc3 Pearson Correlation .858**

Sig. (2-tailed) .000

N 20

anc4 Pearson Correlation .572**

Sig. (2-tailed) .008

N 20

anc5 Pearson Correlation .774**

Sig. (2-tailed) .000

N 20

anctotal Pearson Correlation 1

Sig. (2-tailed)

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics Cronbach's

Alpha N of Items

.830 45

Keluaran (output) SPSS Tabel Frekuensi

umur

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

paritas

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid tinggi 54 65.9 65.9 65.9

rendah 28 34.1 34.1 100.0

Total 82 100.0 100.0

pemanfaatan ANC

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

pengetahuan * pemanfaatan ANC

Crosstab

Continuity Correctionb 16.463 1 .000

Likelihood Ratio 18.597 1 .000

Fisher's Exact Test .000 .000

Linear-by-Linear Association 18.226 1 .000

N of Valid Cases 82

a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 10.98.

b. Computed only for a 2x2 table

persepsi * pemanfaatan ANC

Continuity Correctionb 21.499 1 .000

Likelihood Ratio 24.018 1 .000

Fisher's Exact Test .000 .000

Linear-by-Linear Association 23.639 1 .000

N of Valid Cases 82

a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 8.41.

b. Computed only for a 2x2 table

sikap * pemanfaatan ANC

Continuity Correctionb 11.144 1 .001

Likelihood Ratio 12.699 1 .000

Fisher's Exact Test .001 .000

Linear-by-Linear Association 12.780 1 .000

N of Valid Cases 82

a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 8.05.

b. Computed only for a 2x2 table

motivasi * pemanfaatan ANC

Continuity Correctionb 54.407 1 .000

Likelihood Ratio 64.773 1 .000

Fisher's Exact Test .000 .000

Linear-by-Linear Association 57.324 1 .000

N of Valid Cases 82

a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 10.24.

b. Computed only for a 2x2 table

Logistic Regression

Case Processing Summary

Unweighted Casesa N Percent

Selected Cases Included in Analysis 82 100.0

Missing Cases 0 .0

Total 82 100.0

Unselected Cases 0 .0

Total 82 100.0

a. If weight is in effect, see classification table for the total number of cases.

Dependent Variable Encoding Original Value Internal Value

baik 0

tidak baik 1

Block 0: Beginning Block

Classification Tablea,b

Overall Percentage 63.4

a. Constant is included in the model.

b. The cut value is .500

Variables in the Equation

B S.E. Wald df Sig. Exp(B)

Step 0 Constant -.550 .229 5.756 1 .016 .577

Variables not in the Equation

Score df Sig.

Block 1: Method = Forward Stepwise (Conditional)

Omnibus Tests of Model Coefficients

Chi-square df Sig.

Step 1 Step 64.773 1 .000

Block 64.773 1 .000

Model 64.773 1 .000

Model Summary Step -2 Log likelihood

Cox & Snell R Square

Nagelkerke R Square

1 42.927a .546 .747

a. Estimation terminated at iteration number 5 because parameter estimates changed by less than .001.

Classification Tablea

Overall Percentage 92.7

a. The cut value is .500

Variables in the Equation

B S.E. Wald df Sig. Exp(B)

95% C.I.for EXP(B) Lower Upper Step 1a motivasi 5.091 .899 32.055 1 .000 62.500 27.893 246.688

Constant -2.526 .520 23.627 1 .000 .080 a. Variable(s) entered on step 1: motivasi.

Model if Term Removeda Variable

Model Log Likelihood

Change in -2

Log Likelihood df

Sig. of the Change

Step 1 motivasi -54.553 66.179 1 .000

a. Based on conditional parameter estimates

Variables not in the Equation

Score df Sig.

Step 1 Variables pengetahuan .504 1 .478

persepsi 1.136 1 .287

sikap .347 1 .556

Overall Statistics 1.221 3 .748

Dalam dokumen SUDARIYATI /IKM (Halaman 107-0)

Dokumen terkait