• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan Aplikasi Pinterest untuk Meningkatkan Literasi Digital

Robiatul Adawiyah 1, Abdul Aziz, M.Pd. 2

1 Pendidikan Tata Busana Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung

2 Pendidikan Kewarganegaraan, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung

Pendahuluan

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini mempengaruhi banyak aspek kehidupan manusia. Penggunaan internet di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Tingginya tingkat kepemilikan perangkat dan kemudahan akses internet menjadi salah satu indikasi bahwa perangkat mobile sudah tersedia dan tersedia dengan harga murah. Di sisi lain aktivitas kehidupan, kemudahan keterbukaan juga sangat meningkatkan penggunaan media sosial. Media sosial telah menjadi "teman dekat" bagi penggunanya.

Seseorang harus mampu menguasai perangkat teknologi digital dengan harapan sudah memiliki keterampilan digital. Perangkat teknologi digital yang dikuasai tidak hanya internet, tetapi berbagai jenis teknologi digital, seperti yang dijelaskan oleh Bhatt, de Roock, dan Adams (2015), yaitu domain sistem komunikasi efektif. Salah satu ciri keterampilan literasi digital pada generasi digital native dikemukakan oleh Ng (2012): sebagai teknologi jejaring sosial (Web 2.0) dengan berbagai komunitas online yang mengelilinginya, maka dominasi perangkat komunikasi itu sendiri. teknologi. Menurut Ng (2012)), domain teknologi digital ini dianggap sebagai skenario yang jelas untuk persaingan digital.

Kompetensi digital di luar domain perangkat teknologi digital, menurut

ABSTRAK

Setiap tahunnya penggunaan internet di Indonesia semakin meningkat, terbukti dengan semakin mudahnya mengakses internet dan semakin terjangkaunya perangkat mobile dengan harga yang murah. Seseorang harus memiliki kemampuan dalam penguasaan perangkat teknologi digital, dengan harapan individu tersebut sudah memiliki keterampilam literasi digital. Perangkat teknologi digital yang dikuasai tidak hanya internet saja, tetapi berbagai tipe teknologi digital seperti yang dinyatakan Artikel ini akan membahas tentang penggunaan aplikasi Pinterest untuk meningkatkan literasi digital kepada peserta kursus payet di Kelas Jahit Bandung. Alasan mengapa aplikasi Pinterest sebagai alat untuk meningkatkan literasi digital karena sebagian besar masyarakat belum mengenal kegunaan dan manfaat aplikasi tersebut, terutama sangat bermanfaat dalam bidang kreatif.

Kata kunci : literasi, digital, Pinterest,

keterampilan digital berada pada sikap dan kesadaran seseorang ketika menggunakan perangkat ICT untuk komunikasi, kemampuan untuk terlibat dalam kegiatan sosial yang dinyatakan dalam rangka mencapai tujuan dalam berbagai situasi kehidupan orang yang bersangkutan. Kompetensi digital paling baik ketika dapat dikembangkan dalam situasi kehidupan nyata dan mampu memecahkan masalah. Kemampuan literasi digital memungkinkan seseorang untuk beralih aktivitas melalui penggunaan perangkat teknologi digital. Setiap orang harus sadar telah dididik secara digital dalam konteks kehidupan, pekerjaan dan studi. Memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari penting bagi generasi digital natives melalui penguasaan kompetensi digital.

Memecahkan masalah kehidupan termasuk menyelesaikan tugas kuliah bagi mahasiswa (Kenton & Blummer, 2010). Meskipun setiap negara memiliki definisi yang berbeda tentang literasi digital, karena berkaitan dengan sistem politik dan kemajuan teknologi, pada dasarnya memiliki konsep dasar yang sama, yaitu kemampuan untuk menggunakan dan memahami penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, misalnya untuk mendukung dunia. dari pendidikan dan ekonomi.

Dapat dikatakan bahwa definisi literasi digital belum dianggap final.

Dalam arti bahwa akan ada lebih banyak berita. Ada berbagai definisi literasi digital. Dalam pengertian ini, istilah-istilah tersebut biasanya dapat dipertukarkan; Misalnya, literasi, kelancaran, dan kompetensi dapat digunakan untuk menggambarkan kemampuan menavigasi jalan melalui lingkungan digital dan informasi untuk menemukan, mengevaluasi, dan menerima atau menolak informasi (Fieldhouse dan Nicholas, 2008 dalam Douglas Alan Jonathan Belshaw, 2011). . ). Salah satu tokoh yang mempopulerkan istilah literasi digital adalah Paul Gilster, yang menerbitkan bukunya yang berjudul Digital Literacy pada tahun 1997.

Media sosial mengacu pada penggunaan platform media baru yang membutuhkan kehadiran komponen dan saluran komunikasi publik yang ditandai dengan online. aktivitas. Media sosial mencakup struktur sosial di mana orang dapat berinteraksi dan bekerja sama.

Media komunikasi dan sumber belajar semakin beragam dan tidak hanya terbatas pada lingkungan alam, tetapi juga dunia maya di Internet (jaringan komputer global yang menawarkan berbagai pilihan informasi dan komunikasi).

Maka dari itu, tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini ialah memperkenalkan media sosial Pinterest kepada masyarakat, khususnya para peserta kursus payet di Kelas Jahit Bandung.

Metode

Kegiatan dilaksanakan setiap hari Rabu mulai anggal 25 Agustus 2021 sampai dengan 22 September 2021 secara luring di Kelas Jahit Bandung jln.

Kibagus Rangin Dipatiukur Bandung dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan COVID-19. Sasaran dari kegiatan ini ialah peserta kelas kursus payet.

Setelah diberikan materi pembelajaran tentang teknik-teknik dasar menghias

dengan payet, seluruh peserta diperkenalkan dengan media sosial Pinterest serta cara mengoperasikannya.

Hasil dan Pembahasan

Selama kegiatan, peserta mengaku bahwa media sosial Pinterest sangat membantu mereka dalam mencari sumber ide dan inspirasi dalam menghias payet. Bahkan tak jarang mereka dapat mengembangkan ide mereka sendiri hasil dari sumber ide yang diperoleh dari Piterest. Para peserta mengaku dengan menggunakan Pinterest mereka dapat memperoleh lebih banyak ide dan juga pengetahuan yang baru dibandingkan dengan cara mereka sebelumnya yang hanya mengandalkan media sosial llain seperti Facebook dan Google Image.

Hal ini disebabkan karena bayaknya sumber ide yang dapat diakses melalui Pinterest serta kemudahan-kemudahan di dalamnya.

Simpulan

Pemanfaatan Pinterest sangat efektif untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, terutama dalam bidang ekonomi kreatif. Diharapkan setelah ini masyarakat dapat meningkatkan kemampuan literasi digital sehingga mereka terinspirasi untuk menghasilkan ide-ide baru yang secara tidak langsung dapat mendongkrak kondisi ekonomi masyarakat dalam segala bidang.

Referensi

Agustini, R., & Sucihati, M. (2020, May). Penguatan pendidikan karakter melalui Literasi Digital Sebagai strategi Menuju Era Society 5.0. In Prosiding seminar nasional program pascasarjana universitas pgri palembang.

Al Mansyur, M. I. (2021). SOSIALISASI LITERASI MEDIA SOSIAL KEPADA MASYARAKAT WINONG BOYOLALI. KRIDA CENDEKIA, 1(03).

Asari, A., Kurniawan, T., Ansor, S., & Putra, A. B. N. R. (2019). Kompetensi literasi digital bagi guru dan pelajar di lingkungan sekolah kabupaten Malang. BIBLIOTIKA: Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi, 3(2), 98-104.

Authary, N. (2018, October). LITERASI DIGITAL: SUATU INVESTIGASI PADA TRANSFORMASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA ABAD 21. In PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN DASAR 2018. STKIP Bina Bangsa Getsempena.

A'yuni, Q. Q. (2015). Literasi Digital Remaja Di Kota Surabaya: Studi Deskriptif Tentang Tingkat Kompetensi Literasi Digital Pada Remaja Smp, Sma Dan Mahasiswa Di Kota Surabaya (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS AIRLANGGA).

A'yuni, Q. Q. (2015). Literasi Digital Remaja Di Kota Surabaya: Studi Deskriptif Tentang Tingkat Kompetensi Literasi Digital Pada Remaja SMP, SMA Dan Mahasiswa Di Kota Surabaya (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS AIRLANGGA).

Cindoswari, A. R., Syastra, M. T., Patli, M., & Putri, D. M. (2020). Peningkatan Kemampuan Literasi Media pada Warga Belajar PKBM Sumber Ilmu di Kota Batam. ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3(01), 1-8.

Dwiagmia, J. G., & Purwokob, G. H. PENGARUH MEDIA ONLINE PINTEREST DAN INSTAGRAM TERHADAP PEMBELAJARAN MAHASISWA DESAIN

ARSITEKTUR.

FEBIANKARA, R. (2015). ANALISIS PEMETAAN PERSEPSI PENGGUNA SITUS MEDIA SOSIAL DI KOTA BANDUNG (STUDI KASUS FACEBOOK. COM, TWITTER. COM, YOUTUBE. COM, TUMBLR. COM DAN PINTEREST. COM.

Hapsari, A., Novitasari, R., & Wahyuningsih, H. (2018). Pelatihan Literasi Sumber dan Bahan Belajar di Internet bagi Guru PAUD di Kecamatan Ngaglik, Sleman. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3(2), 135-140.

Kurnia, N., & Astuti, S. I. (2017). Peta gerakan literasi digital di Indonesia: studi tentang pelaku, ragam kegiatan, kelompok sasaran dan mitra. Informasi, 47(2), 149-166.

Limilia, P., & Aristi, N. (2019). Literasi Media dan Digital di Indonesia: Sebuah Tinjauan Sistematis. Jurnal KOMUNIKATIF Vol, 8(2), 205.

Mardina, R. (2017, May). Literasi digital bagi generasi digital natives. In Prosiding Conference Paper. May.

Masitoh, S. (2018). Blended Learning berwawasan literasi digital suatu upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan membangun generasi emas 2045. Proceedings of the ICECRS, 1(3).

Maulana, M. (2015). Definisi, Manfaat, dan Elemen Penting Literasi Digital. Seorang Pustakawan Blogger, 1-12.

Silvana, H., & Darmawan, C. (2018). Pendidikan literasi digital di kalangan usia muda di kota bandung. Pedagogia, 16(2), 146-156.

BAB 10

Pemanfaatan Infografis dalam Menguatkan Minat

Garis besar

Dokumen terkait