• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendampingan Program Literasi Baca Tulis untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca & Menulis

bagi Siswa Kelas 1 di SDN 169 Pelita Kota Bandung

Brian Shena Indrajati 1, Abdul Azis 2

1 Pendidikan Teknik Bangunan, FPTK, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung

2 Pendidikan Sosiologi, FPIPS, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung

Pendahuluan

Salah satu di antara enam literasi dasar yang perlu kita kuasai adalah literasi baca-tulis. Membaca dan menulis merupakan literasi yang dikenal paling awal dalam sejarah peradaban manusia. Keduanya tergolong literasi fungsional dan berguna besar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memiliki kemampuan baca-tulis, seseorang dapat menjalani hidupnya dengan kualitas yang lebih baik.

Terlebih lagi di era yang semakin modern yang ditandai dengan persaingan yang ketat dan pergerakan yang cepat. Kompetensi individu sangat diperlukan agar dapat bertahan hidup dengan baik.

ABSTRAK

Sebelum memiliki minat pada bacaan, anak-anak pada umumnya akan lebih dahulu tertarik pada sebuah gambar, baru kemudian membaca. Maka dari itu penting untuk melatih kemampuan membaca dan menulis pada anak sejak dini.

Berdasarkan pengamatan di SD Negeri 169 Pelita, terlihat bahwa masih ada siswa yang belum mampu membaca, maupun menulis. Siswa keliru pada saat mengucapkan huruf serta kata. Dalam penulisan jurnal artikel ilmiah ini, digunakan metode penulisan artikel berbasis kajian pustaka dan analisis lapangan. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode kualitatif yang menitik beratkan pada penelitian kepustakaan atau library research, dan observasi pada peristiwa yang terjadi. Cara yang paling baik untuk dilakukan saat ini yaitu melakukan pendampingan dan penguatan belajar pada siswa secara terus-menerus hingga siswa kelas 1 SD tersebut lancar dalam membaca, menulis, dan berhitung. Dengan pendampingan seperti mengahafal huruf, angka, mengeja kata dan kalimat, serta menghitung dengan angka dibawah sepuluh. Efektivitas dari cara ini juga bergantung pada orang tua siswa dan bagaimana cara belajar siswa dirumah. Program pembelajaran yang telah dilakukan mahasiswa dalam program KKN Tematik ini menjadi pengalaman yang berharga bagi diri pribadi maupun pihak lain yang bersangkutan. Sehingga untuk kedepannya mitra yang bekerja sama ketika dalam program KKN ini meminta bantuan, dan sebisa mungkin akan dibantu secara maksimal dan optimal oleh mahasiswa.

Kata Kunci : KKN, Tematik Literasi, Membaca, Menulis, Kelas 1 SD

Membaca merupakan kunci untuk mempelajari segala ilmu pengetahuan, termasuk informasi dan petunjuk sehari-hari yang berdampak besar bagi kehidupan. Ketika menerima resep obat, dibutuhkan kemampuan untuk memahami petunjuk pemakaian yang diberikan oleh dokter. Jika salah, tentu akibatnya bisa fatal. Kemampuan membaca yang baik tidak sekadar bisa lancar membaca, tetapi juga bisa memahami isi teks yang dibaca. Teks yang dibaca pun tidak hanya katakata, tetapi juga bisa berupa simbol, angka, atau grafik

Salah satu faktor penting yang menjadi ciri khas suatu buku dan faktor yang dapat menarik minat banyak orang dalam membaca suatu buku adalah sampul buku. Sampul buku secara tidak langsung dapat dikatakan sebagai suatu ikhtisar tanpa tulisan.

Indonesia merupakan negara yang minat baca masyarakatnya dapat dikatakan sangat rendah. Minat baca masyarakat Indonesia sebagaimana dipaparkan dalam studi “Most Littered Nation in the World” oleh Central Connecticut State University pada bulan Maret tahun 2016 berada pada peringkat 60 dari 61 negara. Hal itu menunjukkan bahwa Indonesia berada pada peringkat kedua dengan minat baca terendah.

Menurut Permatasari (2015), kualitas suatu bangsa dipengaruhi oleh wawasan, mental, dan perilaku dari masyarakatnya yang mana hal-hal tersebut bergantung pada tingginya minat baca dari masyarakat itu sendiri. Generasi muda merupakan generasi kunci dalam menentukan menentukan masa depan suatu bangsa. Suatu generasi yang berkualitas adalah generasi yang memiliki wawasan luas sebagai salah satu indikatornya. Begitu juga wawasan luas yang tidak dapat dipisahkan dari kebiasaan membaca. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas generasi muda maka minat baca generasi itu sendiripun perlu ditingkatkan.

Sebelum memiliki minat pada bacaan, anak-anak pada umumnya akan lebih dahulu tertarik pada sebuah gambar, baru kemudian membaca. Maka dari itu penting untuh melatih kemampuan membaca dan menulis pada anak sejak dini. Dengan cara yang tepat, dan konsistensi dalam berlatih, anak-anak diharapkan dapat lancar dalam membaca, baik huruf maupun angka, juga menulis dengan benar. Hingga pada akhirnya memiliki ketertarikan pada bacaan dan menulis.

Berdasarkan pengamatan di SD Negeri 169 Pelita, terlihat bahwa masih ada siswa yang belum mampu membaca, maupun menulis. Siswa keliru pada saat mengucapkan huruf serta kata. Sehingga perlu dilakukan pendampingan dan penguatan dalam proses belajar untuk meningkatkan kemampuan belajar serta menulis.

Metode

Dalam penulisan jurnal artikel ilmiah ini, digunakan metode penulisan artikel berbasis kajian pustaka dan analisis lapangan. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode kualitatif yang menitik beratkan pada penelitian kepustakaan atau library research, dan observasi pada peristiwa yang terjadi.

Langkah kajian pustaka tersebut terdiri dari empat langkah, yaitu pemilihan

topik yang akan direview, mencari dan menyeleksi artikel yang berkaitan dengan topik, menganalisis dan mensintesis literatur, dan mengorganisasikan tulisan. Fokus topik pembahasan pada artikel ini terdiri dari kajian literatur mengenai program literasi baca tulis untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis bagi siswa sekolah dasar.

Hasil dan Pembahasan

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai wujud nyata dalam mengiplementasikan ilmu dan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ditujukan guna menumbuh kembangkan empati, kepekaan, dan kepedulian dari aktivitas akademik terhadap permasalahan nyata yang ada di masyarakat. KKN kali ini sedikit berbeda dengan pelaksanaan pada umunya, hal ini dikarenakan kegiatan KKN yang dilaksankan di tengah wabah pandemi Covid-19 sehingga dilaksanakan secara daring.

Sebagai perguruan tinggi yang ada di provinsi Jawa Barat, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dipilih untuk berkontribusi dalam pencegahan, penanganan, dan penganggulangan penyebaran virus Covid-19 yang sedang mewabah di masyarakat. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) yang ada di lingkungan UPI merumuskan kegiatan program Kuliah Kerja Nyata Tematik Literasi dalam rangka membangun desa melalui bidang pendidikan di masa pandemi Covid-19.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik adalah program KKN Tematik dengan fokus yang spesifik dengn ciri : (1) relevan dengan program pembangunan daerah dan pemerintah pusat; (2) relevan dengan kebutuhan masyarakat; (3) relevan dengan visi dan misi, renstra, kepakaran, dan IPTEKS yang dimiliki UPI.

Program KKN Tematik ini didasarkan kepada prinsip-prinsip pendidikan yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Maday Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani.

Kegiatan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang dilaksanakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia bertemakan Literasi pada situasi Pandemi Covid-19. Hal ini dilakukan sebagai upaya penanggulangan virus Covid-19 pada sektor pendidikan. Program unggulan yang dapat dilaksanakan pada kegiatan KKN kali ini mencakup enam bidang yaitu Literasi Baca Tulis, Literasi Numerasi, Literasi Sains, Literasi Digital, Literasi Finansial, serta Literasi Budaya dan Kewargaan yang semuanya dilaksanakan secara daring. Program unggulan yang mahasiswa laksanakan di SD Negeri 169 Kota Bandung yaitu Literasi Baca Tulis Secara Daring sejak 26 Agustus hingga 26 September 2021 yang selama kurang lebih satu bulan atau dengan total kegiatan selama 120 jam.

Panduan yang dibuat oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UPI, KKN Tematik Literasi Baca Tulis Secara Daring pada masa pandemic Covid-19 menggunakan beberapa pendekatan diantaranya :

1. Individual

Pendekatan individual yang dimaksud adalah mahasiswa melaksanakan program KKN Tematik secara individual dilokasi sekitar tempat tinggal dan

protokol kesehatan penanganan virus Covid-19. Pelaksanaan pendekatan individu yang dilakukan mahasiswa KKN di Kabupaten Cianjur ini dilakukan secara daring dan langsung menemui kepala sekolah dan dewan guru SD Negeri 169 Pelita Kota Bandung.

2. Kelompok

Pendekatan kelompok yang dimaksud adalah mahasiswa dalam melaksankan program KKN Tematik secara kelompok kecil berdasarkan lokasi tempat tinggal dan melaksanakan kegiatan menggunakan media online maupun secara langsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan virus Covid-19. Dalam pelaksanaan pendekatan kelompok ini dibentuk kelompok kecil yang terdiri dari 7 anggota berdomisili di Bandung.

3. Kelembagaan

Pendekatan yang dilakukan mahasiswa baik secara individu atau kelompok terbatas dengan tujuan untuk melakukan kerja sama atau kemitraan di dalam melaksanakan program KKN Tematik penanggulangan dampak Covid-19 pada bidang pendidikan. Lembaga yang dijadikan sebagai mitra kerja sama oleh mahasiswa pada bidang pendidikan pada penelitian ini adalah SD Negeri 169 Pelita Kota Bandung.

Pelaksanaan Kegiatan Program KKN Tematik Literasi

Kegiatan KKN Tematik pada tahap persiapan ini, dilakukan pengenalan atau sosialisasi terlebih dahulu mengenai Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi dan Rekognisi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka – Pusat Prestasi Nasional yang diadakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakt (LLPM) Universitas Pendidikan Indonesia. Dimulai dengan pembagian kelompok untuk pembagian Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Bapak Abdul Azis, M.Pd., di kelompok 17. Setelah pembagian kelompok dan DPL, mahasiswa membuat perencanaan dengan program pilihannya yang akan diimplemtasikan kepada masyarakat. Program tersebut bertujuan sebagai penanggulangan dan pencegahan penyebaran virus Covid-19 pada bidang pendidikan khususnya kegiatan literasi yang akan dimplementasikan kepada masyarakat. Dalam pembuatan perencanaan program ini mahasiswa menyusun kegiatan atau program apa saja yang akan dilaksanakan saat pelaksanaan KKN nanti.

Kegiatan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang dilaksanakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia bertemakan Literasi pada situasi Pandemi Covid-19. Hal ini dilakukan sebagai upaya penanggulangan virus Covid-19 pada sektor pendidikan. Program unggulan yang mahasiswa laksanakan di SD Negeri 169 Kota Bandung yaitu Literasi Baca Tulis Secara Daring sejak 26 Agustus hingga 26 September 2021 yang selama kurang lebih satu bulan atau dengan total kegiatan selama 120 jam.

Dalam pelaksanaan program KKN Tematik di masa pandemi Covid-19 ini mahasiswa melakukan pendamingan secara daring dengan guru, orang tua siswa, dan siswa kelas 1 SD Negeri 169 Pelita. Pembelajaran blended yaitu sistem kombinasi pembelajaran Daring dan Luring di SD Negeri 169 Pelita dilaksanakan pada tanggal 15 September 2021, maka sebelum pembelajaran blended dimulai

guru SD Negeri 169 Pelita melaksanakan pembelajaran secara Daring dan Door to Door, dengan menyambangi rumah peserta didik satu persatu atau di rumah secara berkelompok kecil. Guru merencakan, menyiapkan, dan bahan ajar yang disesuaikan dengan masa pandemi Covid-19. Guru dituntut lebih aktif dan kreatif dalam penyampaian suatu materi agar tetap bisa tersampaikan secara baik meski dimasa pandemi Covid-19 yang mengaruskan dilakukannya pembelajaran secara daring. Aplikasi yang sudah tersedia seperti WhatsApp, Telegram, Line, dll sebagai sarana komunikasi dan informasi, serta Google Classrom, Zoom Meeting, Google Meet, dll bisa digunakan untuk alat atau media penunjang pembelajaran secara daring.

Namun, berbeda dengan tingkatan sekolah lainnya seperti SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi bagi siswa SD pembelajaran daring memiliki tantangan dan kendala tersendiri. Kendala itu adalah kurangnya kesadaran pentingnya teknologi di masa pandemi Covid-19 ini, jadi tidak jarang siswa maupun orang tua yang masih banyak mengalami keterbatasan alat atau media penunjang pembelajaran secara daring. Sehingga hal tersebut masih menjadi batasan sehingga masih ada siswa yang kesulitan dan membaca maupun menulis. Maka meski pada masa pandemi Covid-19 metode pembelajaran dengan menghampiri siswa ke rumah atau membuat kelompok kecil tetap harus dilakukan. Hal ini guna menyamaratakan pembelajaran yang telah disampaikan oleh guru.

Dalam kesempatannya, Ibu Yuyun menjelaskan “Jarunjung itu guru memberikan bimbingan kepada siswa dalam bentuk kelompok, tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan”. Ibu Yuyun dan dewan guru lainnya mengharapkan kedatangan mahasiswa KKN Tematik UPI di SD Negeri 169 Pelita Kota Bandung dapat memberikan terobosan dalam proses pembelajaran daring. Sehingga dalam pelaksanaan program KKN Tematik 2021 dalam bidang pendidikan, untuk harapan besar dewan guru terhadap kedatangan kami di SD Negeri 169 Pelita.

Di hari pertama setelah memberikan surat pengantar pelakasanaan program KKN (01/09/2021), kami melanjutkan dengan kegiatan sosialisasi program KKN di SD Negeri 169 Pelita. Pada kegiatannya kami menjelaskan dan mendampingi guru dalam pembelajaran secara daring. Selanjutnya kami, melaksanakan program tersebut dengan membantu guru penguatan, pendampingan, merancang, menyiapkan, dan membuat media, alat, dan bahan pembelajaran blended dalam kegiatan belajar di setiap rombel jenjang kelas.

Karena melaksanakan kegiatan secara bersamaan sebanyak tujuh mahasiswa, maka setiap mahasiswa mendapat tugas untuk membantu setiap rombel mulai kelas 1 hingga kelas 6 SD. Sementara satu orang bertindak sebagai petugas administrasi di sekolah.

Kegiatan yang dilakukan mahasiswa diantaranya membantu kegiatan pembelajaran daring dan luring di sekolah dengan melakukan pendampingan kepada siswa dan orang tua siswa, serta penguatan pembelajaran kepada guru.

Mahasiswa juga membantu membuat media pembelajaran seperti materi dan video pembelajaran, pembuatan soal Penilaian Tengah Semestes (PTS),

rekapitulasi absen dan tugas siswa, serta membantu administrasi keuangan sekolah berupa dana sosial. Guru maupun siswa sudah diberikan arahan bagaimana menggunakan aplikasi yang sudah tersedia sebagai alat dan media pembelajaran daring. Sehingga pada saat pembelajaran luring di sekolah di mulai, guru tidak perlu lagi mendatangi siswa dan membuat kelompok kecil di rumah siswa, serta tidak ada lagi kesulitan untuk guru dalam proses pembelajaran daring ini kedepannya.

Setelah dimulainya pembelajaran blended berupa kegiatan luring di sekolah, dalam pembelajaran tersebut ditemukan beberapa siswa yang memiliki kendala atau kesulitan dalam membaca, berhitung, dan menulis baik angka maupun tulisan, sehingga diperlukan pendampingan secara khusus dengan lebih intens agar siswa-siswa kelas 1 SD tersebut terus mencoba dan berusaha hingga pembelajaran yang dilakukan selesai. Penulis sebagai mahasiswa mencoba membantu siswa mengeja kata dengan huruf satu persatu, namun ternyata masih ada siswa yang belum hafal akan huruf alfabet dengan baik.

Terkadang siswa telah hafal akan huruf alfabet tersebut, namun masih ragu untuk menyebutkannya, sehingga menulis huruf pun lebih sulit. Siswa seperti ini biasanya cenderung lebih hafal terhadap angka, baik bentuk maupun urutannya. Ketika mahasiswa minta siwa tersebut untuk menuliskan angka pun, mereka dapat menuliskannya meskipun sedikit lambat dan ragu. Cara yang paling baik untuk dilakukan saat ini yaitu melakukan pendampingan dan memperhatikan siswa secara terus-menerus hingga siswa kelas 1 SD tersebut lancar dalam membaca, menulis, dan berhitung. Dengan pendampingan seperti mengahafal huruf, angka, mengeja kata dan kalimat, serta menghitung dengan angka dibawah sepuluh diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membaca serta menulis, hingga berhitung. Efektivitas dari cara ini juga bergantung pada orang tua siswa dan bagaimana cara belajar siswa dirumah.

Bayangkan saja jika siswa kelas 1 SD dipaksa untuk mengetahui bahkan memahami materi pembelajaran dengan waktu yang sangat singkat di sekolah.

Saat ini dalam kegiatan pembelajaran Blendid di sekolah hanya menghabiskan waktu selama 1,5 hingga 2 jam saja. Berarti itu hanya sekitar 8% waktu yang digunakan untuk belajar dalam satu harinya. Belum jika anak tidak datang ke sekolah atau dalam keadaan kurang sehat, sehingga tidak dapat mengikuti pembelajaran. Maka dari itu di rumah, siswa dituntut untuk belajar kembali secara mandiri dengan orang tua.

Monitoring dan Evaluasi

Hasil pelaksanaan program KKN Tematik berupa penguatan dan pendampingan pembelajaran daring, pembuatan media pembelajaran daring, serta membantu adimintrasi guru kelas 1 SD Negeri 169 Pelita Kota Bandung.

Manfaat dari program KKN hasil monitoring dan evaluasi yaitu membantu guru dalam pelaksanaan pengajaran dan administrasi sekolah, dengan ini mahasiswa dapat pengalaman secara nyata pengajaran secara Blendid dan pengertian secara nyata dampat covid-19 untuk mahasiswa bisa bersosialisasi dengan masyarakat untuk saling membagi atau berkordinasi secara baik untuk pembelajaran pengalaman pribadi.

Pendapat mitra tentang KKN yang dilaksanakan mengungkap bahwa dengan adanya program KKN Tematik Literasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa UPI di sekolah membuat pekerjaan guru lebih ringan dalam membantu melaksanakan pembelajaran, pengecekan nilai, administrasi input data, serta pembelajaran daring yang kebetulan masih banyak guru yang masik kebingungan dalam menggunakan aplikasi online sebagai alat dan media pembelajaran. Dalam pelaksanaan tugas dan pemeriksaan tugas ada beberapa hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan secara daring ini yaitu masih banyak siswa yang mengerjakan tugas sekolahnya oleh orang tuanya, bukan oleh dirinya sendiri, dan orang tua bukan membantu mengerjakan jika siswa mendapat kesulitan saja melaikan mengambil alih peran siswa dalam mengerjakan tugasnya. Untuk selebihnya pihak sekolah sangat berterimakasih dengan adanya mahasiswa yang melaksanakan program KKN Tematik Literasi di SD Negeri 169 Pelita dapat membatu dan meringankan dewan guru dalam pelaksanaan pembelajaran secara daring.

Faktor Pendukung dan Kendala

Faktor pendukung dalam pelaksanaan program KKN Tematik UPI Tahun 2021 ini adalah kejelasan informasi yang diberikan oleh LPPM UPI, pembinaan dan bimbingan dari DPL Bapak Abdul Azis, M.Pd., lembaga sekolah yang menerima dengan baik mahasiswa UPI untuk melaksanakan program KKN Tematik Literasi, Antusiasme masyarakat maupun warga sekolah dalam dilaksanakannya program KKN Tematik UPI Literasi, peralatan pendukung yang cukup memadai, dan lingkungan yang mendukun dalam pelaksanaan program KKN Tematik UPI Tahun 2021.

Faktor yang menjadi kendala dalam pelaksanaan program KKN Tematik UPI Tahun 2021 ini adalah siswa dan orang tua siswa yang masih sama-sama membiasakan diri dengan kegiatan belajar selama Pandemi Covid-19, kurangnya antusias guru maupun siswa dalam kreatifitas dan inovasi dalam pembelajaran secara daring, tidak sama ratanya pembelajaran yang di dapatkan oleh siswa, keterlambatan dan kesalah pahaman informasi karena kurangnya literasi siswa dan orang tua siswa dalam menanggapi perintah dan informasi tugas. Sehingga tidak sedikit siswa maupun orang tua yang tidak tahu bahwa guru telah memberikan tugas dan materi pembelajaran pada hari tertentu.

Simpulan

Kegiatan Program KKN Tematik UPI 2021, dalam pelaksanaanya bekerja sama atau bermitra dengan lemaga Sekolah Dasar, beserta kepala sekolah dan dewan guru SD Negeri 169 Pelita Kota Bandung. Kegiatan ini merupakan implementasi dari Tri Darma Perguruan Tinggi salah satunya adalah pengabdian. Selain membantu pemerintah dalam upaya penanggulangan penyebaran virus Covid-19 dalam bidang pendidikan, program KKN ini dapat meningkatkan kemampuan serta budaya literasi pada pendidik maupun peserta didik khususnya literasi baca tulis, yang masih kesulitan dalam mengiplementasikan pembelajaran secara daring.

Metode pembelajaran secara daring melalui teknologi informasi sangat perlu dilakukan guna meningkatkan kualitas pendidikan selama masa pandemi Covid-19. Kendala kurangnya kesadaran akan pentingnya teknologi informasi dan fasilitas pendukung pembelajaran daring dimasa pandemic Covid-19 ini perlu adanya pertimbangan kembali agar sama rata dan kendala bisa diatasi atau diminimalisir. Maka pentingnya peran seorang guru dan pemerintah dalam menjadi fasilitator siswa berupaya meningkatkan minat dalam enam bidang literasi.

Program pembelajaran yang telah dilakukan mahasiswa dalam program KKN Tematik ini menjadi pengalaman yang berharga bagi diri pribadi maupun pihak lain yang bersangkutan. Sehingga untuk kedepannya mitra yang bekerja sama ketika dalam program KKN ini meminta bantuan, dan sebisa mungkin akan dibantu secara maksimal dan optimal oleh mahasiswa.

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih sebesar-besarnya penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan sehingga kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik Literasi ini dapat terlaksana dengan baik, yaitu kepada :

1. Bapak Abdul Azis, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Lapangan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik Literasi Universitas Pendidikan Indonesia.

2. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Pendidikan Indonesia.

3. Ibu Yuyum Yulianti, S.Pd., MM.Pd., selaku Kepala Sekolah SD Negeri 169 Pelita Kota Bandung.

4. Ibu Yuyun, S.Ag., M.Pd., selaku Guru Pembimbing/Pendamping Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik Literasi di SD Negeri 169 Pelita Kota Bandung.

5. Ibu Heni Yuana, S.Pd., selaku Wali Kelas 1A SD Negeri 169 Pelita Kota Bandung

6. Ibu Dedeh Kurniasih, S.Pd., selaku Wali Kelas 1B SD Negeri 169 Pelita Kota Bandung.

7. Ibu Fitri Wahdini, S.Pd., selaku Wali Kelas 1C SD Negeri 169 Pelita Kota Bandung.

Serta kepada Orang Tua penulis, dan semua Rekan seperjuangan yang sama-sama melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik Literasi Gelombang 2, Universitas Pendidikan Indonesia yang tidak dapat dituliskan satu-persatu, penulis mengucapkan Terimakasih banyak.

Referensi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Modul Literasi Baca Tulis Sekolah Dasar. Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Direktorat Sekolah Dasar. Jakarta.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Materi Pendukung Literasi Baca Tulis.

Jakarta.

Aprisyia, Olivia. (2020). Peningkatan Kemampuan Membaca Siswa Melalui Sumber Media yang Variatif Kelas 1B SDN 021 Balikpapan Utara. Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkatan VIII. Pusat Pelatihan dan Pengambangan, dan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah, Lembaga Administrasi Negara. Samarinda

Destian, Ilman Hanafi. (2021). Strategi dan Tantangan Guru dalam Meningkatkan

Destian, Ilman Hanafi. (2021). Strategi dan Tantangan Guru dalam Meningkatkan

Garis besar

Dokumen terkait