SDN Nata Endah 01 Bandung
Ranny Ramadhanti Anindya1, Abdul Azis, M.Pd2
1 Pendidikan Bahasa Korea Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung
2 Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung
Pendahuluan
Tahun 2020 menjadi tahun yang bisa dibilang kelam bagi sebagian besar negara di dunia, pasalnya dunia dikejutkan dengan wabah yang tingkat penyebarannya tinggi dan penularannya relatif cepat yang bernama Corona Virus Diseases atau bisa disebut dengan Covid-19. Kemunculan pertama dari virus ini diduga di Wuhan, Provinsi Hubei pada akhir tahun 2019. Virus ini kemudian terus menyebar, menginfeksi hingga akhirnya menyelimuti hampir seluruh negara di dunia. Menurut Syafrizal (2020), Covid-19 ini ternyata bukan wabah pertama yang menyelimuti negara-negara di dunia. Tercatat dalam sejarah bahwa sebelumnya pernah juga muncul beberapa virus menular yang jika tidak segera diatasi bisa sangat mematikan. Virus-virus tersebut ialah H5N1 atau Flu Burung, HIV, Ebola, SARS, MERS, dan lainnya.
WHO kemudian menetapkan virus Covid-19 ini sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD). Hal ini tentu bukan tanpa alasan, melihat jumlah kasus terinfeksi Covid-19 yang terus meningkat dan berlangsung cepat serta menyebar ke negara lain dalam kurun waktu yang relatif singkat dan cepat. Dalam 6 bulan, sudah ada 216 negara di dunia yang terkonfirmasi terjangkit virus ini. Seperti yang dimuat dalam laman WHO bahwa jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia hingga 27 September 2021
ABSTRAK
Pandemi COVID-19 menyebabkan kegiatan belajar mengajar terpaksa harus dilakukan secara daring sehingga siswa dituntut untuk bisa menguasai penggunaan teknologi digital seperti gawai. Seiring berjalannya pembelajaran daring, siswa menjadi terbiasa dalam mengakses dan mengolah informasi yang mana dapat dikatakan sebagai salah satu kegiatan literasi. Namun meskipun begitu, minat membaca siswa masih rendah sehingga melalui penelitian ini siswa dikenalkan dengan teknik mereview buku yang bertujuan untuk menumbuhkan minat baca siswa. Teknik review buku yang dikenalkan yaitu, teknik AIH, Y Chart dan Ishikawa Fishbone. Melalui review buku, siswa dapat memahami isi teks yang dibaca dan secara langsung siswa melakukan kegiatan literasi baca tulis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan tugas review buku siswa kelas 6A SDN Nata Endah 01 Bandung sebagai data.
Kata Kunci : Literasi, Baca Tulis, Review Buku
mencapai 4.216.728, dan dikatakan juga bahwa jumlah angka kematian telah mencapai 142.026 jiwa.
Virus ini tentu sangat meresahkan dan memberi dampak yang signifikan pada seluruh negara di dunia. Seperti yang dikatakan Zahrotunni’mah (2020), bahwa dampak dari Covid-19 ini Indonesia sendiri bisa dilihat dari merosotnya perekonomian di Indonesia, nilai tukar rupiah yang otomatis turun, dan naiknya harga-harga barang, khususnya harga alat kesehatan seperti masker dan hand sanitizer.
Selain dalam bidang ekonomi, virus ini tentunya memberi dampak kepada sebagian besar bidang yang ada di negeri ini, termasuk dalam bidang pendidikan. Salah satu dampak terbesar yang terjadi di bidang pendidikan adalah tidak diadakannya sekolah secara tatap muka sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan secara daring yang bagi sebagian siswa hal itu bisa saja menjadi sebuah tantangan. Tidak hanya tantangan untuk siswa, tapi guru maupun orang tua juga dituntut bisa menyesuaikan diri untuk menguasai teknologi digital. Namun tantangan tersebut setidaknya membawa pengaruh positif bagi siswa, guru maupun orang tua selama melakukan pembelajaran daring. Bagi siswa misalnya, melalui pembelajaran daring, siswa secara langsung belajar bagaimana menggunakan gawai, termotivasi untuk lebih mahir menggunakan gawai dan terbiasa dalam mengakses dan mengolah informasi yang mana dapat dikatakan sebagai salah satu kegiatan literasi.
Literasi sendiri menurut Kuder & Hasit (2002), merupakan semua proses pembelajaran baca tulis yang dipelajari seseorang termasuk di dalamnya empat keterampilan berbahasa (mendengar, berbicara, membaca, dan menulis).
Selain itu, PIRLS (Amariana, 2012) mendefinisikan literasi merupakan informasi yang diperoleh dari aktivitas membaca dan menulis tersebut.
Literasi baca tulis merupakan salah satu di antara enam literasi dasar yang perlu kita pelajari dan kuasai. Dalam awal sejarah peradaban manusia membaca dan menulis merupakan literasi yang paling awal dikenal. Dalam kehidupan sehari-hari keduanya termasuk literasi fungsional dan bermanfaat. Kemampuan baca tulis yang dimiliki seseorang dapat membantu individu tersebut menjalani hidupnya dengan kualitas yang lebih baik dan memiliki kompetensi individu.
Mengingat di zaman yang semakin maju, tingkat persaingan individu pun semakin tinggi.
Melalui membaca kita dapat mempelajari segala ilmu pengetahuan termasuk informasi dan petunjuk sehari-hari yang berguna bagi kehidupan.
Misalnya saat akan memasak makanan yang belum pernah kita coba buat sebelumnya tentunya kita otomatis membaca buku resep masakan dan tentunya diperlukan kemampuan untuk memahami petunjuk dari buku resep tersebut.
Seseorang dapat dikatakan memiliki kemampuan membaca yang baik ialah jika ia bisa memahami isi teks yang dibaca, tidak hanya sekedar lancar membaca.
Teks tersebut bisa berupa simbol, angka, atau grafik, tidak hanya sekedar kata-kata.
Dan untuk mengetahui apakah orang tersebut memahami isi teks yang dibaca, salah satunya dengan cara mereview buku. Kegiatan mereview buku dapat dilakukan dengan beberapa teknik, yaitu dengan teknik AIH, Y-Chart, dan Ishikawa Fishbone. Selain meningkatkan pemahaman mengenai isi teks bacaan, kegiatan mereview buku juga dapat membuat seseorang mampu mengolah informasi dengan baik dan mengasah kreatifitas.
Oleh karenanya peneliti hendak mengenalkan teknik mereview buku melalui zoom meeting kepada siswa kelas 6A SDN Nata Endah 01 Bandung sebagai bentuk literasi baca tulis.
Metode
Dalam memecahkan masalah yang ada pada penelitian, Sudaryanto, (dalam Sutedi, 2011: 53) mengungkapkan bahwa metode merupakan cara yang harus dilaksanakan. Sedangkan metode merupakan cara dalam melaksanakan metode, dan instrumen merupakan alat yang digunakannya. Sutedi (2011: 53) juga mengatakan bahwa cara atau prosedur yang harus ditempuh untuk menjawab masalah penelitian disebut penelitian metode. Prosedur ini juga merupakan langkah kerja yang bersifat sistematis, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengambilan kesimpulan. Selain itu, fungsi metode adalah untuk melancarkan pencapaian tujuan secara lebih efektif dan efisien (Sutedi, 2011: 53).
Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), deskriptif dapat diartikan sebagai bersifat deskripsi dan bersifat menggambarkan apa adanya. Itu artinya penelitian ini akan mendeskripsikan, menggambarkan, atau menjabarkan suatu fenomena secara apa adanya. Hal ini sesuai dengan fungsi metode penelitian deskriptif itu sendiri. Dari segi pendekatan, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.
Creswell (2010: 4) mengungkapkan bahwa penelitian kualitatif merupakan metode-metode untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan. Sutedi (2011: 23) juga mengungkapkan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang datanya bukan berupa angka-angka dan tidak perlu diolah dengan menggunakan metode statistik. Kalimat, rekaman, atau bentuk lainnya dapat dijadikan data untuk penelitian ini.
Selain itu peneliti melakukan pengamatan langsung ke lapangan melalui grup whatsapp dan pertemuan zoom meeting. Pertama-tama, peneliti meminta izin untuk masuk ke grup kelas 6A kepada wali kelas dan koordinator kelas. Setelah peneliti masuk grup, peneliti langsung memberikan pengumuman mengenai program yang akan dijalankan. Kemudian, peneliti menyusun materi sesuai dengan kebutuhan. Dalam zoom meeting, peneliti berperan sebagai pemateri dan
berlangsung. Selain itu, peneliti juga mengamati aktifitas siswa di grup whatsapp seperti ketika mengumpulkan tugas atau bertanya mengenai tugas.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengenalkan dan mendeskripsikan tentang teknik mereview buku sebagai bentuk literasi baca tulis kepada siswa kelas 6A SDN Nata Endah 01 Bandung serta menumbuhkan ketertarikan atau minat baca siswa.
Hasil dan Pembahasan
Pertama, peneliti melakukan pendekatan terlebih dahulu dengan guru wali kelas dan koordinator kelas yang mana merupakan orang tua siswa. Pendekatan dilakukan untuk meminta izin untuk masuk ke grup whatsapp kelas 6A dan mendiskusikan soal jadwal KBM dan les siswa. Setelah berdiskusi, peneliti diberi waktu satu minggu sekali untuk melakukan pertemuan tatap maya dengan siswa, dan diluar dari jadwal KBM sekolah maupun jadwal les siswa. Setelah itu peneliti masuk grup whatsapp dan memberikan pengumuman mengenai program yang akan dijalankan, jadwal pertemuan dan link zoom meeting.
Zoom meeting perdana dengan siswa kelas 6A dilakukan pada tanggal 6 September 2021. Kegiatan yang dilakukan di pertemuan pertama ini adalah pengenalan sekaligus mensosialisasikan kegiatan KKN Tematik Literasi yang akan dilakukan. Kemudian membahas tentang literasi secara umum dari mulai pengertian, hingga manfaat dan ditutup dengan bermain permainan yang berkaitan dengan literasi baca tulis dan literasi sains.
Permainan yang diberikan berupa tebak lagu nasional, sambung cerita dan mitos atau fakta. Pada sesi tebak lagu nasional, siswa diperdengarkan instrumen lagu wajib nasional dan lagu daerah lalu siswa dipersilahkan untuk menebak judul lagu tersebut. Kemudian pada sesi sambung cerita, peneliti menyuguhkan dua tema untuk dipilih oleh siswa. Tema tersebut ialah “sekolah online/daring”
dan “jika aku menjadi binatang”. Teknis dari permainan ini adalah, peneliti memberi contoh satu kalimat kemudian siswa dipersilahkan untuk menyambung kalimat tersebut hingga menjadi sebuah cerita. Permainan ini dapat mengasah kreatifitas siswa dalam mengemukakan ide-ide dan menuangkannya ke dalam cerita, hal tersebut tentunya masih berkaitan dengan literasi baca tulis.
Gambar 1. “Sekolah daring” karya siswa 6A
Dari hasil cerita yang dibuat oleh siswa kelas 6A terdapat keluh kesah dari siswa selama sekolah daring. Awalnya siswa merasa ragu untuk mengemukakan pendapatnya dan cenderung merasa takut salah akan apa yang mereka kemukakan, namun setekah peniliti memancing siswa untuk mengemukakan idenya dengan meminta siswa untuk mengutarakan perasaan mereka yang sebenarnya tentang sekolah daring, siswa menjadi sangat semangat dan bersahutan mengutarakan perasaan mereka secara jujur.
Setelah sambung cerita, dilanjut dengan permainan penutup yaitu mitos atau fakta. Dalam permainan ini siswa disajikan pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan pengetahuan umum dan sains yang nantinya kemudian harus ditebak oleh siswa, apakah pernyataan tersebut mitos ataukah fakta. Saat permainan berlangsung ternyata kebanyakan siswa dapat menjawab dengan benar dan bahkan ada beberapa siswa yang tanpa diminta, menjelaskan alasan dari semua pernyataan yang ada.
Pada pertemuan pertama ini ternyata masih banyak siswa yang baru mendengar tentang istilah literasi. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan melalui zoom meeting dengan siswa, ternyata minat membaca siswa masih rendah. Dan bahkan saat ditanya mengenai minat membaca diluar membaca buku pelajaran, beberapa siswa menjawab jujur bahwa mereka tidak suka membaca. Mereka mengatakan bahwa membaca adalah kegiatan yang membosankan. Namun setelah diberi ice breaking berupa permainan tersebut diatas siswa menjadi sangat antusias dan semangat dalam mengikuti zoom meeting hingga akhir. Terlihat dari respon yang diberikan siswa kepada peniliti dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada.
Selanjutnya pada tanggal 11 September 2021, zoom meeting kembali dengan siswa 6A. Pada pertemuan ini membahas tentang teknik/cara mereview buku bacaan. Review buku merupakan aktifitas untuk mengulas buku yang telah dibaca, seperti perasaan atau hikmah apa yang kita dapatkan setelah membaca kemudian dibagikan kepada orang lain agar orang lain juga tertarik untuk membaca buku atau bacaan yang telah kita baca. Teknik mereview yang
dikenalkan pada siswa 6A adalah dengan menggunakan teknik AIH, Y-Chart, dan Ishikawa Fishbone.
Teknik review buku AIH disajikan dalam bentuk paragraf dan isinya terdiri dari Alasan memilih buku, Isi dari buku yang dibaca dan Hikmah atau pesan moral yang terdapat dalam buku yang telah dibaca. Selanjutnya teknik review buku Y Chart, disajikan dalam bentuk bagan yang menyerupai huruf Y.
Dalam bagan Y itu terdapat 3 komponen penting yang harus diulas oleh pereview, yaitu “Terasa”, maksudnya hikmah yang terasa pada bacaan, kemudian “Terlihat”, yaitu hal berkesan yang terlihat pada bacaan, dan
“Terdengar”, yaitu hal yang terdengar pada bacaan. Dan yang terakhir yaitu teknik review buku Ishikawa Fishbone, teknik review buku ini sama seperti namanya yaitu fishbone dari bahasa Inggris yang artinya tulang ikan, sehingga teknik ini bentuknya seperti tulang ikan. Teknik ini diciptakan oleh Kaoru Ishikawa, seorang profesor di Universitas Tokyo, Jepang. Dalam Ishikawa Fishbone ini terdapat 5W 1H atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan ADIKSIMBA (Apa, Dimana, Kapan, Siapa, Mengapa, dan Bagaimana) serta hikmah dalam bacaan.
Pada pertemuan kedua ini ada beberapa siswa yang mengaku pernah mendengar tentang kegiatan mereview buku. Namun kebanyakan dari mereka baru pertama kali mendengar tentang AIH, Y Chart dan Ishikawa Fishbone dan hampir semua siswa belum pernah mereview buku. Setelah pertemuan selesai, peneliti kemudian mengirim powerpoint berisi materi yang telah dijelaskan agar dapat dibaca dan dipahami kembali oleh siswa, serta mengirim bahan bacaan melalui grup whatsapp.
Gambar 2. Buku “Kalarahu: Kumpulan Cerita Rakyat Jawa" yang diberikan pada siswa
Buku bacaan yang diberikan merupakan buku kumpulan cerita rakyat, yang berjudul “Kalarahu: Kumpulan Cerita Rakyat Jawa". Jadi dalam buku tersebut terdapat 10 judul cerita rakyat yang dapat dipilih oleh siswa. Alasan
peniliti memilih buku tersebut adalah karena cerita rakyat memiliki alur dan kisah yang menarik dan agar siswa dapat mengenal cerita rakyat yang ada di Indonesia. Setidaknya cerita rakyat dapat membuat siswa tertarik untuk membaca. Kemudian di akhir pertemuan kedua, peniliti memberikan tugas pada siswa kelas 6A untuk mereview bacaan, dengan memilih terlebih dahulu satu judul bacaan yang mereka suka dari buku tersebut, lalu mereview hasil bacaan mereka menggunakan salah satu teknik review yang telah dijelaskan. Siswa dapat mengerjakan tugas tersebut dengan cara tulis tangan maupun melalui gawai. Siswa diberi waktu untuk mengerjakan tugas tersebut selama satu minggu, yaitu hingga tanggal 18 September 2021. Kemudian siswa mengumpulkan tugas langsung kepada peneliti melalui personal chat whatsapp.
Gambar 3. Hasil review buku siswa 6A dengan teknik AIH
Dari hasil review buku siswa dengan teknik AIH, siswa sudah paham akan teknik ini dan mampu mengutarakan dengan baik alasan mereka memilih judul bacaan, meringkas atau merangkum isi cerita, menulis bagian atau hal yang dirasa menarik, serta sudah bisa menyebutkan hikmah apa yang mereka dapat setelah membaca. Tiap siswa menunjukkan kreatifitasnya dalam mengerjakan review buku dengan teknik ini, seperti pemilihan warna tulisan dan susunan paragraf, namun masih tetap berbentuk paragraf AIH.
Gambar 4. Hasil review buku siswa 6A dengan teknik Y Chart
Dari hasil review buku siswa dengan teknik Y Chart, sebelumnya masih ada siswa yang bertanya mengenai ketiga komponen penting yang harus diulas dalam bagan Y, yaitu “Terasa”, maksudnya hikmah yang terasa pada bacaan, kemudian “Terlihat”, yaitu hal berkesan yang terlihat pada bacaan, dan
“Terdengar”, yaitu hal yang terdengar pada bacaan.
Gambar 5. Hasil review buku siswa 6A dengan teknik Ishikawa Fishbone
Dan dari hasil review buku siswa dengan teknik Fishbone, terlihat siswa mengerjakan review tersebut persis seperti contoh, seperti bentuk, warna dan polanya. Namun sudah benar dalam mengisi poin pertanyaan seperti 5W1H, hikmah, judul buku, nama pengarang, penerbit dll.
Hingga tanggal 18 September 2021 siswa yang mengumpulkan berjumlah 20 orang. 17 siswa mengerjakan review buku dengan menggunakan teknik AIH, 2 diantaranya mengerjakan dengan menggunakan teknik Y Chart dan hanya 1 siswa yang mengerjakan dengan menggunakan teknik Ishikawa Fishbone. Dapat ditarik kesimpulan bahwa teknik review buku yang ramah untuk setingkat kelas 6 SD adalah teknik AIH. Karena memang teknik AIH merupakan teknik yang
paling mudah, sederhana, dan mudah dipahami ketimbang teknik Y Chart dan Ishikawa Fishbone yang cenderung lebih rumit dan kompleks.
Kemudian dari 10 judul yang tersedia dalam buku bacaan yang diberikan, 12 diantaranya memilih judul cerita “Bawang Merah dan Bawang Putih” karena dirasa sudah familiar dengan cerita tersebut. Meskipun judul dan teknik review yang digunakan beberapa siswa sama, hasil reviewnya pasti akan berbeda.
Karena kegiatan mereview buku adalah tentang perasaan, jadi tentu saja hasil review dari tiap individu akan berbeda. Dan hasil dari review buku bukanlah tentang benar atau salah melainkan tentang perasaan tiap individu setelah membaca buku tersebut.
Pada pertemuan ketiga di tanggal 18 September 2021, zoom meeting diadakan dengan agenda pengenalan budaya Korea dan Jepang kepada siswa.
Hal ini bertujuan agar siswa tidak hanya belajar tentang literasi baca tulis tapi juga belajar literasi budaya. Terlihat siswa kelas 6A antusias saat sedang membahas budaya Korea dan Jepang berupa makanan, bahasa, baju tradisional hingga kebiasaan-kebiasaan masyarakat Korea dan Jepang. Banyak siswa yang tertarik dan mengajukan pertanyaan bahkan sampai ada siswa yang tertarik untuk belajar bahasanya, sehingga peneliti mengenalkan ungkapan dan sapaan sehari-hari dalam bahasa Korea dan Jepang.
Di pertemuan terakhir dengan siswa tepatnya pada tanggal 24 September 2021, siswa belajar tentang literasi numerasi dan sekilas tentang literasi sains.
Untuk literasi numerasi, siswa diberikan contoh soal cerita dan untuk literasi sains, siswa diedukasi tentang cara pengolahan dan pemilahan sampah.
Simpulan
Pandemi COVID-19 menyebabkan kegiatan belajar mengajar terpaksa harus dilakukan secara daring sehingga siswa, guru hingga orang tua dituntut untuk bisa menyesuaikan diri untuk menguasai penggunaan teknologi digital seperti gawai. Seiring berjalannya pembelajaran daring, siswa menjadi terbiasa dalam mengakses dan mengolah informasi yang mana dapat dikatakan sebagai salah satu kegiatan literasi. Pada awalnya siswa awam tentang istilah literasi dan minat membaca siswa masih rendah, namun bisa diatasi dengan diberi pendekatan, pengenalan dan bacaan yang menarik dan menyenangkan. Seperti misalnya mengenalkan literasi melalui permainan. Setelah minat membaca mulai tumbuh, alangkah lebih baik bila bisa memahami isi teks yang dibaca. Hal ini bisa dilakukan melalui review buku. Mereview buku dapat dilakukan dengan beberapa teknik seperti teknik AIH, Y Chart dan Ishikawa Fishbone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengenalkan teknik review buku pada siswa dapat menumbuhkan minat membaca. Melalui review buku, siswa melakukan kegiatan membaca sekaligus juga menulis. Selain itu kegiatan mereview juga dapat meningkatkan kreatifitas, nalar dan kemampuan berpikir kritis siswa. Dari tiga teknik review yang dikenalkan pada siswa, 17 siswa mengerjakan review buku dengan menggunakan teknik AIH, 2 diantaranya mengerjakan dengan menggunakan teknik Y Chart dan hanya 1 siswa yang mengerjakan dengan
teknik review buku yang ramah untuk setingkat kelas 6 SD adalah teknik AIH.
Karena memang teknik AIH merupakan teknik yang paling mudah, sederhana, dan mudah dipahami ketimbang teknik Y Chart dan Ishikawa Fishbone yang cenderung lebih rumit dan kompleks.
Ucapan Terima Kasih
Dalam pelaksanaan KKN ini tentu saja peneliti tidak bekerja sendiri.
Banyak sekali pihak yang memberikan peneliti dukungan baik secara moral, tenaga, maupun material. Untuk itu peneliti mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada :
1. Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nya, peneliti dapat melaksanakan KKN dengan baik dan dapat menyelesaikannya tanpa hambatan apapun.
2. Orang tua yang senantiasa mendukung peneliti baik secara moral, tenaga, dan finansial.
3. LPPM Universitas Pendidikan Indonesia selaku penyelenggara kegiatan KKN Tematik Literasi.
4. Ibu Lilis Nurhalimah, S.Pd.,M.M.Pd., selaku Kepala Sekolah SDN Nata Endah 01 Bandung.
5. Bapak Drs. Aep Setiawan selaku wali kelas 6A SDN Nata Endah 01 Bandung.
6. Siswa-siswa kelas 6A SDN Nata Endah 01 Bandung yang telah berpartisipasi dan banyak membantu peneliti dalam pelaksanaan KKN.
7. Bapak Abdul Azis, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Lapangan yang selalu memberikan dukungan kepada peneliti dalam pelaksanaan KKN.
8. Kelompok S.Bad yang selalu memberikan peneliti dukungan, selalu bekerja sama baik suka maupun duka, dan selalu ada disisi peneliti.
9. Kelompok 17 KKN Tematik UPI yang selalu memberikan nasihat serta membantu dalam pelaksanaan KKN.
Referensi
Amariana, A. (2012). Keterlibatan Orangtua dalam Perkembangan Literasi Anak Usia Dini. Skripsi Universitas Muhamadiyah Surakarta.
Kemdikbud. (n.d.). Buku Literasi Baca Tulis | Gerakan Literasi Nasional. Retrieved from Kemdikbud: https://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/buku-literasi-baca-tulis/
Kuder, S. J., & Hasit, C. (2002). Enhancing Literacy for All Students. USA: Pearson Education Inc.
Musthafa, B. (2014). Literasi Dini dan Literasi Remaja: Teori, Konsep, dan Praktik. Bandung:
CREST.
Sutedi, D. (2011). Penelitian Pendidikan Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora Utama Press.
Syafrizal. (2020). Pedoman Umum menghadapi Pandemi COVID-19 Bagi Pemerintah Daerah, Pencegahan, Pengendalian, Diagnosis dan Manajemen. Retrieved from
https://www.kemendagri.go.id/documents/COVID-19/BUKU_PEDOMAN_COVID-19_KEMENDAGRI.pdf
WHO. (2020, November). Coronavirus disease (COVID-19) outbreak situation. Retrieved from WHO: https://Covid19.who.int/
Zahrotunni'mah. (2020). Langkah Taktis Pemerintah Daerah Dalam Pencegahan
Penyebaran Virus Corona COVID-19 di Indonesia. Jurnal Soial dan Budaya Syar'i, Vol 7 No 3, 247-260. Retrieved from
http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/salam/article/view/15103