• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. LANDASAN TEORI

A. Tijauan Pustaka

2. Pemanfaatan Media Pembelajaran

a. Hakikat Media Pembelajaran

Media merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan yang pada umumnya dan tujuan pembelajaran disekolah pada khususnya. Media disebut juga sebagai alat penyampaian yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan serta untuk mempermudah memahami isi dari pesan yang disampaikan bagi penerima pesan tersebut. Makna media itu sendiri sangat beragam tergantung sudut pandang masing-masing individu yang telah memaknainya.

Menurut Ashar Arsyad (2005:3) dalam Media Pembelajaran, kata media

berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti „tengah‟, „perantara‟ atau „pengantar‟. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach & Ely (1971) dalam Ashar Arsyad (2005:3) mengatakan bahwa:

“media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media, secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informsi visual atau verbal.”

commit to user

Di lain pihak, National Education Association memberikan definisi media sebagai bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio-visual dan peralatanya; dengan demikian, media dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, atau dibaca. Dengan demikian, dari berbagai pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa media adalah alat baik fisik maupun nonfisik yang digunakan untuk menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan pengajaran.

Di era sekarang ini media banyak digunakan disekolah-sekolah untuk mendukung kegiatan pembelajaran, suatu media dikatakan sebagai media pembelajaran jika media tersebut mengantarkan pesan-pesan pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan menggunakan media tersebut.

Menurut Henich dan kawan-kawan (1982) dalam Ashar Arsyad (2005:4) mengemukakan:

“medium/media sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima. Jadi, televisi, film, foto, radio, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan, bahan-bahan cetakan, dan sejenisnya adalah media komunikasi, apabila media itu membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut media pembelajaran.”

Sementara itu Gagne dan Briggs (1975) dalam Ashar Arsyad (2005:4) secara implisit mengatakan bahwa “media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran, yang terdiri dari antara lain buku, tape recorder, kaset, video kamera, film, slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer.”

Berdasarkan uraian beberapa batasan tentang media pembelajaran diatas, berikut dikemukakan ciri-ciri umum yang terkandung pada setiap batasan itu :

1. Media penbelajaran memiliki pengertian fisik yang dewasa ini dikenal sebagai hardware (perangkat keras), yaitu sesuatu benda yang dapat dilihat, didengar, atau diraba dengan pancaindera.

2. Media pembelajaran memiliki pengertian non fisik yang dikenal sebagai software (perangkat lunak), yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada siswa. 3. Penekanan media pembelajaran terdapat pada visual dan audio.

commit to user

4. Media pembelajaran memiliki pengertian alat bantu pada proses belajar baik didalam maupun diluar kelas.

5. Media pembelajaran digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi guru dengan siswa dalam proses pembelajaran.

6. Media pembelajaran dapat digunakan secara massal (misalnya : radio, televisi), kelompok besar dan kelompok kecil (misalnya: film, slide, video, OHP), atau peroarangan (misalnya: modul, komputer, radio tape/kaset, video recorder).

7. Sikap, perbuatan, organisasi, strategi, dan manajemen yang berhubungan dengan penerapan suatu ilmu.

Sehingga dari berbagai pendapat yang telah diuraikan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar serta dapat membantu menyampaikan pesan-pesan pengajaran atau pembelajaran yang diharapkan.

b. Fungsi Media Pembelajaran

Seperti yang telah diketahui pada uraian sebelumnya bahwa media pembelajaran merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi belajar individu. Maka media pembelajaran memiliki fungsi untuk menumbuhkan atau mempengaruhi motivasi belajar individu, fungsi dari media pembelajaranpun sangat beragam salah satunya adalah fungsi media pembelajaran seperti yang dikemukakan Levie & Lentz (1982) dalam Ashar Arsyad (2005:16-17) yang mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu:

a. Fungsi Atensi

Media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. Seringkali pada wal pelajaran siswa tidak tertarik dengan materi pelajaran atau mata pelajaran itu merupakan salah satu pelajaran yang tidak disenangi oleh mereka sehingga mereka tidak memperhatikan. Media gambar, khususnya gambar yang diproyeksikan melalui overhead projector dapat menenangkan dan mengarahkan perhatian mereka kepada

commit to user

pelajaran yang akan mereka terima, dengan demikian, kemungkinan untuk memperoleh dan mengingat isi pelajaran semakin besar.

b. Fungsi Afektif

Media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang tergambar. Gambar atau lambang visual dapat mengugah emosi dan sikap siswa, misalnya informasi yang menyangkut masalah sosial atau ras.

c. Fungsi Kognitif

Media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.

d. Fungsi Kompensatoris

Media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami serta membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam suatu teks dan mengingatnya kembali. Dengan kata lain media pembelajaran berfungsi untuk mengakomodasikan siswa yang lemah dan lambat menerima maupun memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.

Fungsi media pembelajaran juga dikemukakan oleh Sadiman, dkk (1990) secara umum adalah sebagai berikut: (i) memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat visual; (ii) mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, misal objek yang terlalu besar untuk dibawa ke kelas dapat diganti dengan gambar, slide, dsb., peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat film, video, foto atau film bingkai; (iii) meningkatkan kegairahan belajar, memungkinkan siswa belajar sendiri berdasarkan minat dan kemampuannya, dan mengatasi sikap pasif siswa; dan (iv) memberikan rangsangan yang sama, dapat menyamakan pengalaman dan persepsi siswa terhadap isi pelajaran.

Sejalan dengan pendapat diatas, Sudjana dan Rivai (1992) mengemukakan beberapa manfaat media dalam proses belajar siswa, yaitu:

“(i) dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa karena pengajaran akan lebih menarik perhatian mereka; (ii) makna bahan pengajaran akan menjadi lebih jelas sehingga dapat dipahami siswa dan memungkinkan terjadinya penguasaan serta pencapaian tujuan pengajaran; (iii) metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata didasarkan atas komunikasi verbal melalui kata-kata; dan (iv) siswa lebih banyak melakukan aktivitas selama kegiatan belajar, tidak hanya mendengarkan tetapi juga mengamati, mendemonstrasikan, melakukan langsung, dan memerankan.”

commit to user

Dari beberapa pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa fungsi media pembelajaran antara menumbuhkan motivasi belajar, memperjelas makna bahan pengajaran, memudahkan pemahaman, metode pengajaran lebih bervariasi, dan siswa dapat melakukan kegiatan belajar lebih banyak.

c. Pemanfaatan Media Pembelajaran

Tersedianya media pembelajaran disuatu sekolah tidak menjamin tercapainya proses pembelajaran yang diharapkan jika media tersebut tidak dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan media pembelajaran dengan baik adalah memanfaatkan media pembelajaran secara efektif dan efisien, sesuai dengan materi yang akan di ajarkan, dan sesuai dengan kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran tersebut. Hal ini sesuai dengan pendapat Rossi dalam Hamalik (1986) yang menyebutkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Media yang akan digunakan oleh guru harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran

2. Media yang akan digunakan harus sesuai dengan materi pembelajaran. 3. Media pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan, dan kondisi

siswa.

4. Media yang akan digunakan harus memerhatikan efektivitas dan efisiensi. 5. Media yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan guru dalam

mengoperasikannya.

Sejalan dengan pendapat diatas, menurut Wilkinson pemanfaatan media pembelajaran yang baik harus memperhatikan hal-hal seperti berikut:

1. Tujuan, media yang dipilih hendaknya menunjang tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Tujuan yang dirumuskan ini adalah kriteria yang paling cocok, sedangkan tujuan pembelajaran yang lain merupakan kelengkapan dari kriteria utama.

2. Ketepatgunaan, jika materi yang akan dipelajari adalah bagian-bagian yang penting dari benda, maka gambar seperti bagan dan slide dapat digunakan. Apabila yang dipelajarai adalah aspek-aspek yang menyakut gerak, maka media film atau video akan lebih tepat. Wilkinson menyatakan bahwa penggunaan bahan-bahan yang bervariasi menghasilkan dan meningkatkan pencapain akademik.

3. Keadaan siswa, media akan efektif digunakan apabila tidak tergantung dari beda interindividual antara siswa. Msialnya kalau siswa tergolong tipe auditif/visual maka siswa yang tergolong auditif dapat belajar dengan

commit to user

media visual dari siswa yang tergolong visual dapat juga belajar dengan menggunakan media auditif.

4. Ketersediaan, walaupun suatu media dinilai sangat tepat untuk mencapai tuuan pembelajaran, media tersebut tidak dapat digunakan jika tidak tersedia.

5. Biaya, biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan menggunakan media, hendaknya benar-benar seimbang dengan hasil-hasil yang akan dicapai.

Jadi, adanya pemanfaatan media pembelajaran secara efektif dan efisien dalam suatu proses pembelajaran maka akan menumbuhkan minat serta membantu tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan. Begitu pula dalam proses pembelajaran akuntansi dikelas XII IPS SMA Al ISLAM 1 Surakarta, dengan adanya pemanfaatan media pembelajaran dalam KBM maka akan dapat menumbuhkan motivasi pada masing-masing siswa sehingga tujuan pembelajaran akuntansi yang di inginkan dapat tercapai. Sejalan dengan uraian diatas, Hamalik (1986) dalam Ashar Arsyad (2005:15) mengemukakan bahwa “pemakaian atau pemanfaatan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa”.

Sedangkan menurut Kemp & Dayton (1985:28) dalam Ashar Aryad (2005:19) bahwa:

“media pembelajaran dapat memenuhi 3 fungsi utamanya apabila media itu digunakan atau dimanfaatkan untuk perorangan, kelompok, atau kelompok pendengar yang besar jumlahnya, yaitu (1) memotivasi minat atau tindakan, (2) menyajikan informasi, dan (3) memberi instruksi.”

Pemanfaatan media pembelajaran pada tahap orientasi pengajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan serta isi pelajaran pada saat itu, dengan adanya pemanfaatan media pembelajaran dapat membantu siswa dalam memahami, mempermudah, memperjelas materi yang disajikan, memperlancar komunikasi siswa dengan guru serta menarik minat siswa untuk memperhatikan pelajaran. Sejalan dengan pendapat Kemp & Dayton (1985:3-4) dalam Ashar Arsyad (2005:21-22), manfaat media pembelajaran antara lain sebagai berikut :

1. Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku. 2. Pengajaran bisa lebih menarik.

commit to user

3. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan prinsip-prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi siswa, umpan balik, dan penguatan.

4. Lama waktu pengajaran yang diperlukan dapat dipersingkat karena kebanyakan media hanya memerlukan waktu singkat untuk mengantarkan pesan-pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang cukup banyak dan kemungkinanya dapat diserap oleh siswa.

5. Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan.

6. Pengajaran dapat diberikan kapan dan dimana diinginkan atau diperlukan. 7. Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses

belajar yang ditingkatkan.

8. Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif.

Sejalan dengan pendapat tersebut, Sudjana & Rivai (1992:2) dalam Ashar Arsyad (2005:24-25) mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa, yaitu:

1. Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.

2. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya. 3. Metode mengajar akan lebih bervariasi.

4. Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lain-lain.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran adalah suatu kegiatan menggunakan atau memanfaatkan media dalam kegiatan belajar-mengajar yang bertujuan mempermudah pemahaman siswa, memperjelas materi yang disajikan, memperlancar komunikasi siswa dengan guru, menarik minat siswa untuk memperhatikan pelajaran serta menumbuhkan gairah dalam belajar.

Dokumen terkait