Pemanfaatan adalah suatu upaya mendayagunakan atau membuat suatu objek memberikan keuntungan atau faedah tertentu. Menurut Sutarno (2006: 215), pendayagunaan perpustakaan adalah suatu istilah tentang suatu upaya bagaimana memanfaatkan perpustakaan dan segala fasilitas yang tersedia, baik oleh penyelenggara atau pemakainya secara maksimal dan optimal. Pemanfaatan yang penulis maksud disini adalah proses menggunakan perpustakaan untuk mengambil keuntungan mendapatkan informasi yang dibutuhkan pemustaka agar terpenuhi sumber belajarnya serta memberikan dasar kearah studi mandiri. Pemanfaatan yang efektif dan efisien terhadap perpustakaan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar.
Idealnya perpustakaan dapat dijadikan tempat atau sarana menggairahkan semangat belajar, menumbuhkan minat baca dan mendorong membiasakan siswa belajar secara mandiri. Mengingat fungsi perpustakaan sebagai sarana edukatif, informatif, riset, dan rekreaatif perlu ada kebijakan-kebijakan yang perlu dilakukan pada tingkat sekolah. Menurut Darmono (2007: 7-9) kebijakan- kebijakan tersebut antara lain:
a. Perlu adanya pemberdayaan sarana prasarana perpustakaan sekolah, misalnya mudah diakses keberadaannya, mengatur ruangan menjadi nyaman, menambah jam buka, menambah koleksi buku, membuat kartu anggota yang menarik, siswa boleh aktif melayani sendiri dan mengalokasikan dana untuk kebutuhan perpustakaan.
25
b. Perlu adanya pemberdayaan pengelola perpustakaan, misalnya mengadakan acara mengenal perpustakaan, menerbitkan daftar buku secara berkala, bekerjasama dengan guru untuk mengadakan kegiatan promosi minat baca, menjalin kerjasama antar perpustakaan, menerbitkan majalah dinding.
c. Perlu pemberdayaan guru dan siswa dalam pemanfaatan perpustakaan, misalnya memilih siswa teladan yang telah membaca buku terbanyak dan dapat menceritakan isinya, melaksanakan program wajib baca pada siswa, memberikan tugas baca kepada siswa, menugaskan/memotivasi siswa untuk membaca di perpustakaan bila ada waktu luang, mengubah sistem belajar mengajar yang dapat mendorong siswa banyak membaca, memberikan waktu khusus kepada siswa untuk membaca di perpustakaan, memberi tugas membaca buku tertentu kepada siswa dan memberikan bimbingan membaca pada para siswa.
Pemanfaatan perpustakaan sekolah untuk memenuhi kebutuhan baik dalam belajar maupun kebutuhan minat-minatnya. Pemanfaatan perpustakaan sekolah meliputi meminjam atau membaca-baca buku, bahan-bahan yang diwajibkan atau dianjurkan bagi penyelesaian pelajaran, mencari keterangan dan bahan-bahan yang diperlukan di perpustakaan.
Menurut Lasa (2009: 186) jam wajib belajar di perpustakaan perlu diterapkan di sekolah untuk mendorong peningkatan minat baca dan kesadaran berilmu. Pelaksanaan jam wajib belajar ini akan efektif apabila dengan kegiatan antara lain:
26 b. Menyelenggarakan lomba meringkas buku.
c. Penyelengaraan lomba baca karya sastra: puisi, novel, drama, pantun dan lainnya.
d. Penugasan kepada siswa untuk membaca buku di kelas selama 15 menit dengan pengawasan guru.
e. Penugasan kepada siswa untuk menjawab soal-soal yang bersumber dari buku-buku yang dibaca di perpustakaan.
f. Secara bergantian siswa diminta untuk membaca buku bidang tertentu di depan kelas dengan pengawasan guru.
Oleh karena itu perpustakaan yang ada tersebut harus dimaksimalkan penggunaannya. Koleksi bahan pustaka yang berada di dalam perpustakaan tersebut bukan hanya sebagai hiasan saja. Agar peranan perpustakaan dalam pembelajaran dapat diaktifkan. Menurut Soedibyo (1987: 69-70), ada dua jalan supaya buku-buku itu dapat dimanfaatkan untuk dibaca:
a. Secara force, misalnya memberikan tugas-tugas bacaan halaman-halaman tertentu, bab-bab tertentu kepada pelajar-pelajar, sehingga mereka merasa mempunyai keperluan yang mendesak untuk mengunjungi perpustakaan. b. Secara persuasive, bahwa perpustakaan, baik gedungnya, ruang-ruangannya,
susunan shelves/rak hendaknya merupakan suatu tempat yang menarik. Mungkin berupa display buku-buku baru yang menonjol, mungkin berupa bulletin board, lukisan-lukisan yang indah di dinding dan lain sebagainya.
Menurut Sutarno (2006: 220), ukuran pendayagunaan koleksi dapat dilihat pada volume dan intensitas pengunjung dan transaksi informasi untuk jangka
27
pendek. Sedangkan bentuk riil pendayagunaan koleksi bahan pustaka adalah dibaca, dipinjam, diteliti, dikaji, dianalisis, dan dikembangkan untuk berbagai keperluan. Sedangkan menurut IFLA (2006: 21), empat aktivitas siswa dalam hal memanfaatkan perpustakaan yaitu dengan mengerjakan pekerjaan rumah (PR), mengerjakan tugas, pekerjaan proyek, dan membuat karya tulis.
Jadi, pemanfaatan perpustakaan sebagai organisasi dalam lembaga induknya yaitu sekolah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Perpustakaan dapat memperlihatkan peran dan manfaatnya dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah sebagai sumber belajar yang didayagunakan guru untuk menunjang dan mengasah kemampuan siswa. Cara memanfaatkan perpustakaan sekolah ini akan sangat berguna bagi peneliti sebagai sumber pengetahuan yang dijadikan sebagai dasar dalam melakukan penelitian pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa.
2. Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Oleh Siswa
Dalam pemanfaatan perpustakaan sekolah terdapat berbagai faktor dari berbagai komponen pendidikan. Menurut Handoko dalam Wahdah (2011: 23-24), pemanfaatan perpustakaan dilihat dari segi pengguna untuk memanfaatkan koleksi perpustakaan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:
a. Faktor Internal 1) Kebutuhan Pengguna
Kebutuhan yang dimaksud adalah kebutuhan akan informasi dan koleksi bahan pustaka sebagai sumber informasi dan pengembagan pengetahuan.
28 2) Motivasi
Motivasi yang dimaksud adalah dorongan untuk memanfaatkan fasilitas dan koleksi bahan pustaka dalam memenuhi kebutuhannya. Selain itu seorang petugas perpustakaan dan guru harus bisa memotivasi para siswannya supaya memanfaatkan perpustakaan.
b. Faktor Eksternal
1) Jenis dan Jumlah Bacaan yang Dimiliki dan Diminati
Perpustakaan harus menyediakan koleksi atau buku yang berkualitas, dalam hal ini adanya kesesuaian kandungan informasi dengan kurikulum sekolah serta kebutuhan siswa.
2) Kelengkapan Koleksi
Perpustakaan harus memiliki koleksi bahan pustaka yang lengkap yang digunakan sebagai penunjang dalam pengajaran baik berupa book materials maupun non book materials. Selain itu dalam pengadaan koleksi bahan pustaka, petugas perpustakaan harus mempertimbangkan relevansi buku dengan kurikulum yang berlaku di sekolah serta sesuai dengan selera pembaca.
3) Fasilitas Perpustakaan
Fasilitas perpustakaan sekolah harus memenuhi standar yang ada mulai dari letak, bangunan, tatanan ruangan, karena fasilitas perpustakaan ini mendukung penyelenggaraan perpustakaan sekolah.
29 4) Pustakawan Profesional
Pustakawan profesional ini bisa dilihat dari sikap, kecepatan, kecermatan, dan ketepatan dalam melayani pengguna dan dalam melakukan pengelolaan perpustakaan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan perpustakaan sekolah bagi siswa dijadikan pedoman oleh peneliti dalam melakukan penelitian tentang pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa.