G. Keabsahan Data
3) Upaya Kepala Sekolah dalam
pemanfaatan perpustakaan, pemberian motivasi kepada siswa, bekerjasama dengan pustakawan dan dengan menanamkan kebiasaan membaca pada siswa. Upaya guru tersebut akan sangat berguna bagi peneliti sebagai sumber pengetahuan yang dijadikan sebagai acuan dalam melakukan penelitian pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa.
3. Upaya Kepala Sekolah dalam Mengoptimalkan Pemanfaatan Perpustakaan
Kepala sekolah sebagai pemegang kebijakan di sekolah, tentunya memiliki peran yang besar. Kepala sekolah dapat membuat kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan perpustakaan sekolah sehingga perpustakaan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. Berdasarkan pedoman minat baca (Perpustakaan Nasional RI, 2005: 26) kepala sekolah secara aktif dapat menjadi pendukung utama terselenggaranya perpustakaan dengan cara:
a. Mewajibkan guru membimbing siswa untuk membaca di perpustakaan.
b. Mewajibkan siswa untuk membaca di perpustakaan setiap hari kurang lebih 15 menit.
c. Mempunyai program pengembangan minat baca.
d. Mengadakan rapat evaluasi pembinaan perpustakaan secara berkala. e. Mengadakan pemantauan rutin terhadap kegiatan-kegiatan perpustakaan.
34
f. Merencanakan dan melaksanakan berbagai lomba yang berkaitan dengan peningkatan minat baca dan kegemaran membaca.
g. Mengusahakan dana untuk mengadakan koleksi perpustakaan. h. Memantau pelaksanaan wajib kunjung perpustakaan.
Sedangkan menurut Sudarsana dan Bastiano (2010: 6.28), dalam penyelengaraan perpustakaan sekolah, kepala sekolah bertanggung jawab dalam: pemenuhan fasilitas perpustakaan, kerjasama, evaluasi terhadap efisiensi dan efektivitas pelayanan perpustakaan dan mendorong guru-guru untuk memanfaatkan koleksi perpustakaan dalam proses belajar mengajar.
Dapat disimpulkan bahwa upaya kepala sekolah dalam mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan dengan program pengembagan minat baca, rapat evaluasi pembinaan perpustakaan, pemantauan rutin kegiatan perpustakaan, melaksanakan lomba minat baca, dan mengusahakan dana perpustakaan. Upaya kepala sekolah tersebut akan sangat berguna bagi peneliti sebagai sumber pengetahuan yang dijadikan sebagai acuan dalam melakukan penelitian pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa.
4. Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Upaya Mengoptimalkan Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah
Dalam pemanfaatan perpustakaan sekolah tentunya terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi. Faktor tersebut dapat saja mendukung dalam upaya pemanfaatan perpustakaan maupun sebaliknya. Menurut Hartono (2016: 275-276)
35
dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah terdapat faktor pendukung dan penghambat yaitu:
1. Faktor Pendukung a. Otomasi Perpustakaan
Otomasi perpustakaan akan memperingan pekerjaan staf perpustakaan dan memudahkan pemustaka dalam memanfaatkan perpustakaan. Otomasi perpustakaan akan menjadikan pekerjaan dan layanan perpustakaan dilaksanakan secara cepat, tepat, dan akurat. Menurut Hartono (2016: 226), otomasi perpustakaan dapat memudahkan dalam pembuatan katalog, memudahkan dalam layanan sirkulasi, dan memudahkan dalam penelusuran melalui katalog.
b. Manajemen Perpustakaan
Manajemen perpustakaan yang baik mampu menyeleksi, menghimpun, mengolah, memelihara sumber informasi, dan memberikan layanan serta nilai tambah dengan baik dalam upaya mengoptimalakan pemanfaatan perpustakaan. Menurut Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008 tentang standar tenaga perpustakaan sekolah/madrasah dijelaskan bahwa kepala perpustakaan sekolah/madrasah yang melalui jalur tenaga kependidikan harus memenuhi syarat sebagai berikut.
Berkualifikasi diploma dua (D2) ilmu perpustakaan dan infromasi bagi pustakawan dengan masa kerja minimal 4 tahun, atau berkualifikasi diploma dua (D2) non ilmu perpustakaan dan inromasi dengans ertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah dengan masa kerja minimal 4 tahun di perpustakaan sekolah/madrasah.
36 c. Sumber Dana
Anggaran atau dana merupakan aspek penting untuk kelangsungan perpustakaan. Pendanaan dan anggaran perpustakaan sekolah sangat penting, yaitu untuk menjamin agar perpustakaan memperoleh bagian yang adil dari anggaran sekolah. Sebagai ketentuan umum, anggaran material perpustakaan sekolah paling sedikit adalah 5% untuk biaya per siswa dalam sistem persekolahan, tidak termasuk belanja gaji dan upah, transportasi, serta perbaikan gedung. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan Pasal 3 Ayat 6 menyatakan bahwa sekolah/madrasah mengalokasikan dana paling sedikit 5% dari anggaran belanja operasional sekolah/madrasah atau belanja diluar belanja pegawai dan belanja modal untuk pengembangan perpustakaan.
2. Faktor Penghambat
a. Lemahnya sarana prasarana
Salah satu kelemahan dalam perpustakaan adalah kurang tersedianya sarana dan prasarana yang baik dalam menunjang upaya pengoptimalan pemanfaatan perpustakaan.
Menurut Prastowo (2013: 308) berdasarkan Buku Pedoman Pembakuan Pembangunan Sekolah yang dikeluarkan oleh Proyek Pembakuan Sarana Pendidikan Depdikbud RI, dijelaskan bahwa ukuran gedung atau ruang perpustakaan sekolah untuk masing-masing tipe sekolah bisa dilihat pada tabel berikut.
37
Tabel 1. Pedoman luas ruangan perpustakaan sekolah menurut tipe sekolah
Jenjang Pendidikan Tipe Sekolah Luas Ruangan Perpustakaan (m2) SD A (360-480) siswa 56 SD B (180-360) siswa 56 SD C (91-180) siswa 56 SD D (60-90) siswa - SMP A (1200-1400) siswa 400 SMP B (800-900) siswa 300 SMP C (400-480) siswa 200 SMP D (250-280) siswa 100 SMA A (850-1150) siswa 300 SMA B (400-850) siswa 200 SMA C (250-400) siswa 100 b. Lemah koleksi
Dana yang terbatas, membuat perpustakaan tak dapat menyediakan koleksi yang memadai.
c. Lemah ketenagaan
Kurangnya tenaga profesional baik dalam keahlian maupun sikap dapat menghambat jalannya upaya pengoptimalan pemanfaatan perpustakaan.
d. Dana
Dana yang terbatas dan tidak menentu menjadi suatu masalah yang utama di antara banyak perpustakaan, terutama di Indonesia. Dengan demikian, perpustakaan tidak dapat mengoptimalkan program-programnya.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan terdapat faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan yaitu dengan adanya otomasi perpustakaan, manajemen perpustakaan yang baik serta dana yang mencukupi kebutuhan pengelolaan perpustakaan. Sedangkan faktor penghambat
38
yaitu lemahnya sarana prasarana, lemahnya koleksi, lemahnya ketenagaan, dan dana yang tidak menentu. Faktor pendukung dan penghambat yang telah diuraikan di atas, menjadi sangat bermanfaat bagi peneliti untuk dijadikan dasar pengetahuan dalam melakukan penelitian. Faktor pendukung dan penghambat ini juga dijadikan dasar pedoman bagi peneliti untuk mengetahui pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa.
E. Pertanyaan Penelitian
Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah sebagai berikut.
1. Bagaimana pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa di Sekolah Dasar Negeri Golo?
Dilihat dari segi: a. Pemanfaatan koleksi b. Jenis Kegiatan
2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa di Sekolah Dasar Negeri Golo?
3. Upaya apa yang dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah di Sekolah Dasar Negeri Golo?
Dilihat dari: a. Upaya pustakawan b. Upaya guru
39
4. Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah di Sekolah Dasar Negeri Golo?
40 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Peneltian
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif karena peneliti mendeskripsikan suatu fenomena secara apa adanya sesuai yang dialami oleh subjek penelitian tanpa memberikan perlakuan dan penyajian data tersebut dalam bentuk kata-kata dan bahasa. Alasan lain peneliti memilih pendekatan penelitian ini, karena peneliti ingin meneliti kondisi objek yang alamiah berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, dengan peneliti sebagai instrumen kunci. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Moleong (2015: 6), bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif karena peneliti mendeskripsikan suatu fenomena atau suatu keadaan yang sebenarnya dialami oleh subjek penelitian. Peneliti mendeskripsikan pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa di Sekolah Dasar Negeri Golo Yogyakarta. Data yang diperoleh didapat berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, dengan peneliti sendiri sebagai instrumen kunci. Data yang dikumpulkan yaitu data mengenai pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa, faktor yang mempengaruhi pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa, upaya mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah, serta faktor pendukung dan
41
penghambat dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah, kemudian data tersebut disajikan dalam bentuk kata-kata.
B. Subjek dan Objek Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan subjek dan objek yang digunakan untuk memperoleh data. Subjek dan objek dalam penelitian ini sebagai berikut.
1. Subjek Penelitian
Subjek penelitian merupakan sumber utama data penelitian, yaitu orang atau informan yang akan diperoleh datanya untuk keperluan penelitian. Penentuan subjek penelitian dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive. Hal tersebut sesuai dengan penjelasan dari Sugiyono (2013: 300) bahwa purposive adalah teknik pengambilan sumber data dengan pertimbangan tertentu. Penentuan sumber data dalam penelitian ini menggunakan pertimbangan untuk mendapatkan data yang valid tentang pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa di Sekolah Dasar Negeri Golo. Subjek dari penelitian ini adalah pustakawan; guru kelas II, III, IV dan V; siswa kelas II, III, IV, V masing-masing kelas tiga siswa; dan kepala SDN Golo yang diuraikan sebagai berikut.
a. Pustakawan sebagai informan utama untuk mengetahui apa saja yang dilakukan dalam pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa.
b. Guru kelas II, III, IV, dan V dipilih sebagai sumber data penelitian dengan pertimbangan bahwa guru sebagai orang yang paling dekat dan dapat menggerakan siswa untuk memanfaatkan perpustakaan guna membantu dalam
42
pengoptimalan salah satu fungsi perpustakaan yaitu sebagai sumber belajar. Peneliti menetapkan guru tersebut berdasarkan rekomendasi dari pustakawan. c. Siswa kelas II, III, IV, V masing-masing kelas tiga siswa dipilih sebagai
sumber data penelitian dengan pertimbangan bahwa siswa sebagai sasaran dalam pemanfaatan perpustakaan sekolah. Peneliti menetapkan siswa tersebut berdasarkan kemampuan siswa dalam menjawab, yang dinilai mampu memberikan jawaban atau pendapat berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan wawancara.
d. Kepala sekolah sebagai orang yang memiliki otoritas dalam lingkup sekolah yang mengorganisasi semua sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2. Objek Penelitian
Objek penelitian adalah informasi yang didapatkan dari subjek peneliti. Objek dari penelitian ini antara lain:
a. Pemanfaatan koleksi perpustakaan sekolah.
b. Jenis kegiatan pemanfaatan fasilitas perpustakaan sekolah.
c. Faktor yang mempengaruhi pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa. d. Upaya pustakawan dalam mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan
sekolah.
e. Upaya guru dalam mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah. f. Upaya kepala sekolah dalam mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan
43
g. Faktor pendukung dan penghambat dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah.
C. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Mei 2017. Penelitian dimulai dengan penyusunan proposal, penelitian di lapangan, analisis data, dan penyusunan laporan.
2. Tempat Penelitian
Penelitian ini mengambil lokasi di Sekolah Dasar Negeri Golo yang terletak di Jl. Golo UH 3/855, Tahunan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Provinsi D.I.Yogyakarta. Peneliti menentukan lokasi di SDN Golo untuk penelitian ini adalah perpustakaan. Alasan peneliti mengambil lokasi penelitian tersebut antara lain:
a. Perpustakaan SDN Golo sudah memiliki bangunan atau gedung perpustakaan sendiri.
b. Pada tahun 2015/2016 perpustakaan SDN Golo pernah mengikuti lomba perpustakaan sekolah yang diadakan oleh pemerintah Kota Yogyakarta dan memperoleh juara I.
c. Perpustakaan SDN Golo belum pernah digunakan sebagai lokasi penelitian tentang pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa.
44 D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah cara yang dilakukan peneliti dalam memperoleh data dari lapangan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini akan dijelaskan sebagai berikut.
1. Observasi
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini salah satunya adalah teknik observasi, tepatnya teknik observasi non partisipatif. Menurut Sukmadinata (2015: 220), dalam observasi non partisipatif peneliti tidak ikut dalam kegiatan, kegiatan yang dilakukan peneliti hanya mengamati, mencatat, dan membuat kesimpulan tentang apa yang dilakukan narasumber. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data observasi non partisipatif untuk mengamati dan mengumpulkan data mengenai pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa di SDN Golo.
2. Wawancara
Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur. Teknik ini dilakukan agar subjek penelitian lebih terbuka dalam memberikan data. Seperti yang dijelaskan oleh Esterberg (dalam Sugiyono, 2012: 73), tujuan dari wawancara jenis ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka sehingga peneliti dapat menambah pertanyaan diluar pedoman wawancara untuk menangkap pendapat dan ide-ide dari responden. Wawancara dalam penelitian ini ditujukan kepada siswa dan pustakawan untuk memperoleh data mengenai pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa. Selain
45
itu wawancara ditujukan kepada siswa dan pustakawan untuk memperoleh data mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa. Serta ditujukan kepada pustakawan, guru, dan kepala sekolah untuk memperoleh data mengenai upaya dalam mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah, dan faktor pendukung dan penghambat dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah.
3. Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Studi dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan dokumen. Dokumentasi (Arikunto, 2002: 206) adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, rapat agenda dan sebagainya. Studi dokumentasi dalam penelitian ini dilakukan untuk memperoleh data mengenai pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa. Studi dokumentasi mengenai pamanfaatan perpustakaan sekolah ditujukan untuk memperoleh data berupa tata tertib perpustakaan, struktur organisasi, koleksi bahan pustaka, kondisi fisik perpustakaan, sarana prasarana perpustakaan, daftar kunjung pemustaka, dan daftar peminjaman bahan pustaka.
E. Instrumen Penelitian
Dalam penelitian kualitatif yang menjadi instrumen penelitian untuk memperoleh data lapangan adalah peneliti itu sendiri. Hal ini senada dengan pendapat Sugiyono (2013: 305), bahwa dalam penelitian kualitatif yang menjadi
46
instrumen penelitian adalah peneliti itu sendiri. Peneliti merupakan perencana, pelaksana pengumpulan data, analisis, penafsir data, dan pelapor hasil penelitiannya. Penelitian ini menggunakan peneliti sebagai instrumen utama dan menggunakan instrumen tambahan. Instrumen tambahan ini digunakan sebagai alat bantu untuk memperoleh data lapangan. Alat bantu instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, dan pedoman dokumentasi.
1. Pedoman Observasi
Dalam penelitian ini, teknik observasi digunakan untuk memperoleh data tentang pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa dan upaya mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah. Observasi ini dilakukan di dalam ruang perpustakaan. Peneliti mengamati kegiatan yang dilakukan siswa ketika sedang berada dalam perpustakaan serta upaya pustakawan, guru, kepala sekolah dalam mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah. Pedoman observasi yang digunakan peneliti yaitu pedoman observasi pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa dan pedoman observasi upaya mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah. Pedoman observasi dapat dilihat pada lampiran halaman 112.
2. Pedoman Wawancara
Dalam penelitian ini, wawancara digunakan untuk memperoleh data tentang pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa, faktor yang mempengaruhi pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa, upaya dalam mengoptimalkan
47
pemanfaatan perpustakaan sekolah, serta faktor pendukung dan penghambat dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah. Pedoman wawancara dapat dilihat pada lampiran halaman 163. Pedoman wawancara yang digunakan peneliti yaitu:
a. Pedoman wawancara siswa dan pustakawan tentang pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa.
b. Pedoman wawancara siswa dan pustakawan tentang faktor yang mempengaruhi pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa.
c. Pedoman wawancara pustakawan, guru, dan kepala sekolah tentang upaya dalam mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah.
d. Pedoman wawancara pustakawan, guru dan kepala sekolah tentang faktor pendukung dan penghambat dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah.
3. Pedoman Studi Dokumentasi
Dalam penelitian ini, studi dokumentasi digunakan sebagai acuan pengumpulan dokumen-dokumen terkait dengan pemanfaatan perpustakaan oleh siswa di SDN Golo. Adapun dokumen yang dianalisis berupa dokumen kelembagaan dan dokumen keterlaksanaan kegiatan perpustakaan. Pedoman studi dokumentasi dapat dilihat pada lampiran halaman 159.
48 F. Teknik Analisis Data
Data dalam penelitian kualitatif diperoleh dari berbagai macam sumber dan teknik pengumpulan data. Setelah data diperoleh, maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisis data. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Miles and Huberman (2009: 15-21) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Aktivitas analisis data ditunjukkan pada gambar berikut.
Gambar 1: Komponen-komponen Analisis Data Miles dan Huberman (Sumber: Miles dan Huberman, 2009: 20)
1. Reduksi Data
Reduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal penting dicari tema dan polanya. Hal ini perlu dilakukan karena semakin lama peneliti di lapangan, maka akan semakin banyak, kompleks, dan rumit data yang diperoleh.
Dalam mereduksi data, penelitian ini memfokuskan pada pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa, faktor yang mempengaruhi pemanfaatan
49
perpustakaan sekolah oleh siswa, upaya dalam mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah, faktor pendukung dan penghambat dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah.
2. Penyajian Data
Setelah data direduksi, langkah selanjutnya adalah display data/penyajian data. Melalui penyajian data tersebut, maka data terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan mudah dipahami. Dalam penelitian ini, peneliti menyajikan data mengenai pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa, faktor yang mempengaruhi pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa, upaya dalam mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah, faktor pendukung dan penghambat dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah dalam bentuk teks yang bersifat deskriptif. Data tersebut berasal dari hasil observasi, wawancara dengan siswa, guru, pustakawan, dan kepala sekolah, serta hasil dari studi dokumentas.
3. Penarikan Kesimpulan/Verifikasi
Langkah ke tiga dalam analisis data kualitatif adalah menarik kesimpulan dari apa yang diteliti. Dalam penelitian ini, data mengenai pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa, faktor yang mempengaruhi pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa, upaya dalam mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah, faktor pendukung dan penghambat dalam upaya
50
mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah yang telah tertulis dalam penyajian data, dianalisis untuk memperoleh kesimpulan.
G. Keabsahan Data
Penarikan keabsahan data dalam penelitian ini diperoleh dari uji kredibilitas yang dilakukan dengan menggunakan member check dengan cara subjek penelitian menandatangani hasil wawancara, serta triangulasi sumber dan teknik. Triangulasi dalam pengujian kredibilitas menurut Sugiyono (2013: 372) adalah pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu. Dimana triangulasi sumber merupakan cara untuk menguji kredibilitas data dengan cara mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber yaitu pustakawan; guru kelas II, III, IV, dan V; siswa dari kelas II, III, IV, V dengan tiga orang siswa dari masing-masing kelas; serta kepala sekolah. Triangulasi teknik adalah cara menguji kredibilitas data melalui pengecekan data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda-beda. Triangulasi teknik dalam penelitian ini yaitu data hasil wawancara dibandingkan dengan hasil observasi dan juga dokumentasi.
51 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Lokasi Penelitian a. Identitas Sekolah
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Golo, Kelurahan Tahunan, Kecamatan Umbulharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekolah Dasar Negeri Golo beralamat di Jl.Golo, Batikan Baru UH 3 No. 855. Berikut ini adalah batas- batas SDN Golo.
Utara : Kampus Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Timur : Sungai kali mambu
Selatan : Desa Batikan Barat : Jalan Taman Siswa
Sekolah Dasar Negeri Golo memiliki letak yang cukup strategis dengan luas tanah 1.830 m2. Sekolah Dasar Negeri Golo mempunyai 33 orang tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, dan 332 siswa. Sekolah ini membuka dua rombongan belajar pada setiap tingkat kelas. Bangunan di sekolah ini terdiri atas 12 ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, mushola, ruang laboratorium IPA dan komputer, ruang UKS, gudang, koperasi sekolah, toilet, ruang parkir dan kantin.
52
b. Profil Perpustakaan Sekolah Dasar Negeri Golo Yogyakarta
Perpustakaan Bugenfil SDN Golo berdiri seiring dengan berdirinya sekolah SDN Golo yaitu pada tahun 1976. Perpustakaan “Bugenfil” memiliki arti Buku Untuk Generasi & Fondasinya Ilmuwan. Pada tahun 2008/2009 perpustakaan memiliki luas ruangan 3x6x1 m2. Perpustakaan belum memiliki gedung sendiri dan digabung dengan ruang UKS tanpa sekat. Sirkulasi dikelola oleh guru Bahasa Inggris dan pengelolaan belum sistematis dan belum teradministrasi sesuai dengan aturan pustaka, karena keterbatasan waktu, tenaga, biaya, dan SDM.
Pada tahun 2013 perpustakaan dikelola oleh pustakawan baru. Pada bulan Februari 2014 sampai bulan Agustus 2014 perpustakaan Bugenfil vakum untuk sementara waktu karena sedang dalam pembuatan gedung perpustakaan yang baru bantuan dari Dinas Pendidikan Yogyakarta. Pada bulan September 2014 perpustakaan Bugenfil menempati perpustakaan yang baru hingga sekarang. Luas ruangan perpustakaan pada tahun 2014 adalah 7x9 m2. Visi Misi perpustakaan Bugenfil sebagai berikut.
1) Visi
Terwujudnya perpustakaan sebagai pusat informasi yang nyaman dan jantungnya sekolah serta terjalin hubungan yang erat dengan pemustaka.
2) Misi
a) Memberikan layanan terbaik untuk kepuasan seluruh pemustaka b) Menjaga kondisi perpustakaan tetap bersih, rapi, dan indah
c) Menyediakan sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang dapat menunjang proses pembelajaran dan pendidikan sekolah
53
d) Mengupayakan sarana dan prasarana perpustakaan untuk lebih memadai sesuai perkembangan teknologi.
2. Deskripsi Hasil Penelitian
Pengambilan data yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 17 Februari 2017 sampai 20 Maret 2017 menghasilkan beberapa data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi mengenai pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa. Hasil penelitian dipaparkan sebagai berikut.
a. Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Oleh Siswa 1) Pemanfaatan Koleksi
Dalam pemanfaatan perpustakaan sekolah, banyak hal yang dapat dilakukan oleh siswa sebagai pemustaka. Perpustakaan sangat identik dengan koleksi pustakannya. Oleh karena itu sebelum mereka memperoleh koleksi pustaka yang mereka butuhkan, mereka dapat memanfaatkan koleksi pustaka dengan cara dibaca dan dipinjam. Berdasarkan hasil wawancara dengan pustakawan OM pada hari Senin tanggal 20 Februari 2017.
Peneliti: “Bagaimana cara siswa memanfaatkan koleksi bahan pustaka?” OM: “Kalau untuk siswa itu sebenernya sama untuk kalau dikasih tugas sama gurunya, terus untuk terutama buku-buku cerita yang paling banyak dipinjam dan dibaca karena di kelas kan udah mumet jadi di perpus