• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan dan Analisa Manajemen Management Discussions and Analysis

PT. Pindo Deli Pulp And Paper Mills (”Pindo Deli” atau ”

Perseroan”) dan anak perusahaan, PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry (”Lontar Papyrus”) bergerak dalam bidang usaha industri pulp, kertas, tissue dan kertas kemasan (packaging). Saat ini, Perseroan memiliki fasilitas produksi di Karawang, propinsi Jawa Barat dan di Perawang, propinsi Riau, sedangkan Lontar Papyrus memiliki fasilitas produksi di Desa Tebing Tinggi, Tungkal Ulu, propinsi Jambi. Total kapasitas produksi Perseroan dan anak perusahaan adalah pulp sebesar 1.020.800 ton per tahun, kertas 913.000 ton per tahun, tissue 545.000 ton per tahun dan kertas kemasan 96.000 ton per tahun.

Pendapatan Perseroan dan anak perusahaan terutama diperoleh dari penjualan produk pulp, kertas, tissue, dan kertas kemasan baik domestik (43,5%) maupun ekspor (56,5%). Pasar ekspor Perseroan terutama ke negara-negara di Asia, Timur Tengah dan Amerika.

Kinerja Perseroan sensitif terhadap fluktuasi harga pulp dan kertas yang berlaku di pasaran dunia yang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran di tingkat regional dan internasional. Dengan pertumbuhan ekonomi kawasan Asia-Pasifik yang baik, Perseroan berharap permintaan atas produk Perseroan dan harga produk Perseroan dapat terus meningkat.

Berikut adalah tinjauan kinerja operasional konsolidasi dan kondisi keuangan Perseroan pada tahun 2010 dibandingkan dengan tahun 2009:

Penjualan Bersih Konsolidasi

Penjualan terdiri dari penjualan pulp, kertas, tissue, kertas kemasan dan produk lainnya. Penjualan bersih konsolidasi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebesar US$ 1.597,5 juta, naik sebesar 25,8% dibandingkan dengan tahun 2009 sebesar US$ 1.269,7 juta. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh naiknya harga dan volume penjualan produk Perseroan.

The core business of PT. Pindo Deli Pulp And Paper Mills (”Pindo Deli” or the “Company”) and its subsidiary, PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry (“Lontar Papyrus”) is pulp, paper, tissue and packaging manufacturing. Currently, the Company has production facilities in Karawang–West Java province and in Perawang–Riau province while Lontar Papyrus has production facilities in Desa Tebing Tinggi, Tungkul Ulu, Jambi province. The total annual production capacity of the Company and subsidiary was 1,020,800 tons for pulp, 913,000 tons for paper, 545,000 tons for tissue, and 96,000 tons for packaging.

The Revenue of the Company and subsidiary are mainly generated from the local (43,5%) and export (56,5%) sales of pulp, paper, tissue, and packaging. The Company exports its products to countries in Asia, Middle East, and America.

The Company’s performance is highly affected by the fluctuations in world prices of pulp and paper which are affected by the regional and international demand and supply. With a better economic growth in Asia Pacific region, the Company expects the demand and price of the Company’s products will also increase.

The following are the Company’s consolidated operational review and financial condition in 2010 compared to 2009:

Consolidated Net Sales

Company’s sales are derived from sales of pulp, paper, tissue, packaging and other products. The consolidated net sales of the Company for the year ended December 31, 2010, were US$ 1,597.5 million, an increase of 25.8% compared to the consolidated net sales of US$ 1,269.7 million in 2009. This was mainly due to the increase in the sales volume and selling price of the Company’s products.

Pembahasan dan Analisa Manajemen

Management Discussions and Analysis

bekas. Biaya tidak langsung lainnya terutama terdiri dari biaya

kemasan, biaya reparasi dan pemeliharaan, penyusutan aset tetap, biaya energi, biaya transportasi, biaya listrik dan air. Beban pokok penjualan naik sebesar 23,4% dibandingkan dengan tahun lalu menjadi US$ 1.269,2 juta, yang terutama disebabkan oleh naiknya harga sebagian bahan baku, bahan penolong dan kenaikan volume penjualan.

Laba Kotor Konsolidasi

Laba kotor konsolidasi Perseroan mengalami peningkatan dari US$ 241,2 juta pada tahun 2009 menjadi US$ 328,3 juta pada tahun 2010 atau mengalami kenaikan sebesar 36,1%. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh naiknya penjualan bersih Perseroan. Margin laba kotor konsolidasi mengalami peningkatan dari 19,0% menjadi 20,6%.

Beban Usaha

Beban usaha terdiri dari beban penjualan dan beban administrasi dan umum. Beban penjualan terutama terdiri dari beban pengangkutan, beban ekspor, komisi, iklan dan promosi. Beban administrasi dan umum terutama terdiri dari jasa profesional, beban gaji dan beban penyusutan aset tetap. Beban usaha mengalami peningkatan sebesar 25,0% dibandingkan tahun 2009. Peningkatan ini sebanding dengan meningkatnya penjualan Perseroan, yang terutama mempengaruhi kenaikan beban pengangkutan dan ekspor.

Laba Usaha Konsolidasi

Laba usaha konsolidasi Perseroan mengalami peningkatan dari US$ 124,2 juta pada tahun 2009 menjadi sebesar US$ 182,0 juta pada tahun 2010 atau kenaikan sebesar 46,5%. Hal ini disebabkan karena meningkatnya laba kotor konsolidasi yang lebih besar dibandingkan dengan kenaikan beban usaha Perseroan.

Pendapatan (Beban) Lain-lain

Pada tahun 2010, beban lain-lain mengalami penurunan sebesar 18,4% dibanding tahun 2009. Hal ini terutama karena meningkatnya penghasilan bunga menjadi sebesar US$ 13,3 juta pada tahun 2010 dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar US$ 5,4 juta serta menurunnya rugi kurs dibanding tahun 2009

mainly consist of packaging, repairs and maintenance expenses, depreciation of fixed assets, energy expenses, transportation expenses, water and electricity expenses. Costs of goods sold increased by 23.4% compared to previous year amounted to US$ 1,269.2 million, this was mainly due to the increase in price of some raw materials, and increase in sales volume.

Consolidated Gross Profit

The consolidated gross profit of the Company decreased from US$ 241.2 million in 2009 to US$ 328.3 million in 2010, an increase of 36.1%. This was mainly due to the increase of net sales of the Company. The consolidated gross profit margin increased from 19.0% to 20.6 %.

Operating Expenses

Operating expenses consist of selling expenses and general and administrative expenses. Selling expenses mainly consist of freight expense, export expenses, commission, advertising and promotion expenses. General and administrative expenses mainly consist of professional fees, salaries and depreciation of fixed assets. Operating expenses increased by 25.0% compared to previous year. This was in line with the increase in net sales of the Company that primarily affected the increase of transportation and export charges.

Consolidated Operating Income

The consolidated operating income of the Company increased from US$ 124.2 million in 2009 to US$ 182.0 million in 2010 or an increase of 46.5%. The increase was due to the increase of gross profit was greater than the increase of operating expenses in the Company.

Other Income (Expenses)

Other expenses decreased by 18.4% in 2010 compared to other expenses in 2009. This decrease was mainly due to an increase in interest income amounted to US$ 13.3 million in 2010 compared to previous year amounted to US$ 5.4 million as well as decrease in forex loss amounting to US$ 11 Million compared with year

Pembahasan dan Analisa Manajemen

Management Discussions and Analysis

Laba Bersih Konsolidasi

Laba bersih konsolidasi Perseroan naik sebesar 161,0% dari US$ 32,8 juta pada tahun 2009 menjadi US$ 85,6 juta pada tahun 2010. Kenaikan laba bersih tersebut sejalan dengan meningkatnya penjualan bersih dan laba usaha Perseroan.

Jumlah Aset dan Jumlah Ekuitas

Pada tanggal 31 Desember 2010, jumlah aset konsolidasi Perseroan tercatat sebesar US$ 3.346,4 juta, meningkat sebesar 10,0% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 3.043,5 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan pada aset lancar, khususnya pada kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan, biaya dibayar di muka, dan aset lancar lainnya.

Jumlah Ekuitas pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebesar US$ 701,2 juta, naik sebesar 12,0% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 625,8 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh berkurangnya defisit sebesar US$ 75,4 juta sejalan dengan perolehan laba bersih tahun 2010.

Likuiditas

Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban lancar, yang tercermin dalam rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar perusahaan. Tingkat likuiditas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing adalah sebesar 80,0% dan 71,3%. Peningkatan likuiditas pada tahun 2010 terutama disebabkan karena meningkatnya aset lancar, khususnya pada kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan, biaya dibayar di muka, dan aset lancar lainnya.

Solvabilitas

Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya, yang dihitung dari rasio jumlah seluruh

Consolidated Net Income

The consolidated net income of the Company increased from US$ 32.8 million in 2009 to US$ 85.6 million in 2010, or increased by 161.0%. The increase was in line with an increase in net sales and consolidated operating income of the Company.

Total Assets and Total Equity

On December 31, 2010, the consolidated total assets of the Company stood at US$ 3,346.4 million; an increase of 10.0% compared to the year 2009 amounted to US$ 3,043.5 million. This was mainly due to an increase in current assets, especially in cash and cash equivalents, account receivables, inventories, advances and prepaid expenses, as well as others current assets.

As of December 31, 2010, total equity amounted to US$ 701.2 million; an increase of 12.0% compared to the year 2009 amounted to US$ 625.8 million. This was mainly caused by a decrease in deficit of US$ 75.4 million in line with net income achievement in 2010.

Liquidity

Liquidity is the company’s ability to fulfill its current liabilities, as reflected in the ratio of current assets to current liabilities. The Company’s level of liquidity as of December 31, 2010 and 2009 was 80.0% and 71.3%, respectively. The increase of liquidity was mainly due to an increase in cash and cash equivalents, account receivables, inventories, advances and prepaid expenses, as well as others current assets.

Solvability

Solvability is the company’s ability to accomplish all of its liabilities, which is measured by the debt to assets ratio and

Pembahasan dan Analisa Manajemen

Management Discussions and Analysis

Imbal Hasil Investasi

Imbal Hasil Investasi adalah kemampuan aset produktif perusahaan untuk menghasilkan laba bersih, yang dihitung dari laba bersih dibagi dengan jumlah aset perusahaan. Imbal Hasil Investasi Perseroan pada tahun 2010 adalah sebesar 2,6%, sedangkan pada tahun 2009 adalah sebesar 1,1%. Peningkatan Imbal Hasil Investasi pada tahun 2010 sebanding dengan perolehan laba bersih pada tahun 2010 dibandingkan dengan tahun 2009.

Imbal Hasil Ekuitas

Imbal Hasil Ekuitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih, yang dihitung dari laba bersih dibagi dengan ekuitas. Imbal Hasil Ekuitas Perseroan pada tahun 2010 adalah sebesar 12,2%, sedangkan pada tahun 2009 adalah sebesar 5,2%. Peningkatan Imbal Hasil Ekuitas pada tahun 2010 terutama karena meningkatnya perolehan laba bersih pada tahun 2010 dibandingkan dengan tahun 2009.

Return on Investment

Return on Investment is the company’s ability to use assets to generate net income, which is measured by dividing the net income to total assets of the Company. The Company’s Return on Investment was 2.6% in 2010 and 1.1% in 2009. The increase of Return on Investment in 2010 was in line with the net income in 2010 compared to 2009.

Return on Equity

Return on Equity is the company’s ability to generate a net income, which is calculated from net income to total equity. The Company’s Return on Equity was 12.2% in 2010 and 5.2% in 2009. The increase of Return on Equity was mainly due to an increase in net income in 2010 compared to 2009.

Tata Kelola Perusahaan