BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
B. Pembahasan
Penerapan pembelajaran fiqih dengan menggunakan metode information search
dan role play pada konsep shalat berjamaah dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Sebelum pelaksanaan pembelajaran dengan metode information search dan role play
pembelajaran banyak didominasai oleh guru dengan menggunakan metode ceramah, sehingga siswa banyak yang kurang memperhatikan penjelasan guru. Setelah penerapan pembelajaran dengan menggunakan metode information search dan role play, kegiatan pembelajaran tidak lagi didominasi oleh guru, siswa lebih banyak berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
,susunan shaf dan ma’mum masbuq, mencapai ketuntasan mencapai 72% dengan kriteria baik, dan yang tidak mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebanyak 28%. Hal ini menunjukkan siswa telah mulai mampu memahami konsep yang diberikan melalui metode information search dan role play, walaupun masih ada beberapa siswa yang belum mencapai ketuntasan minimal yang diberikan yaitu 70. Keaktifan juga mulai terlihat tampak, walaupun masih ada beberapa siswa yang kurang kompak saat pembagian kelompok, serta masih ragu- ragu disaat menyampaikan pendapatnya, karena mereka belum terbiasa menggunakan metode information search dan role play.
Pada saat siklus II, setelah pelaksanaan metode information search dan role play
pada subkonsep shalat berjamaah tentang mengingatkan imam yang lupa dan cara menggantikan imam yang batal, dalam proses ini diperoleh ketuntasan hasil belajar mencapai 100% dengan kriteria baik sekali. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan metode information search dan role play pada konsep shalat berjamaah yang diberikan dapat membantu siswa untuk dapat memahami konsep yang diberikan sehingga mampu meningkatkan hasil belajar siswa.
Dari sisi keaktifan siswa juga dapat dilihat bahwa ada peningkatan keaktifan siswa dari siklus I sampai pada siklus II, siswa terlihat lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapatnya dan saat mereview pelajaran siswa terlihat lebih aktif dan berani memberikan pendapat, hal ini menunjukkan bahwa siswa menyimak pelajaran dari awal sampai akhir sehingga siswa mampu mereview materi yang telah diterima dan sudah mulai terbiasa dengan pembelajaran menggunakan metode information search dan role play. Proses pembelajaran menggunakan metode information search dan role play
menjadikan kegiatan belajar mengajar tidak membosankan, mampu membuat siswa lebih aktif, hal sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Melvin L. Silberman9 dan Hisyam Zaini10 bahwa metode information search dan role play dapat membuat siswa lebi aktif dalam proses pembelajaran, karena siswa ikut berpartisipasi aktif langsung dalam proses
9 Melvin L. Silberman, Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif, (Bandung: NUSAMEDIA, 2011) Cet. IV , h.55 dan 164.
pelajaran yang akan disampaikan, sehingga siswa terlihat lebih siap dalam mengikuti proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. Kemudian pada akhirnya siswa diberikan kesempatan untuk dapat mendemostrasikan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang diperolehnya melalui pemainan peran secara aktif.
Dilihat dari respon siswa terhadap penerapan metode information search dan role play sebagian besar hasilnya positif. Siswa merasa senang dengan kegiatan pembelajaran menggunakan metode information search dan role play dan mereka lebih termotivasi dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dilakukan. Hal ini membuat siswa mampu mengikuti pelajaran dengan lebih baik sehingga hasil belajar siswa mengalami peningkatan.
Berdasarkan hasil tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi yang telah peneliti laksanakan diatas diperoleh gambaran bahwa penggunaan metode information search dan role play pada materi fiqih (konsep shalat berjamaah) yang diberikan dapat meningkatkan hasil belajarsiswa dari 72% meningkat menjadi 100% di kelas 7-2 di MTs Muhammadiyah I Ciputat dan sebagian besar siswa memberikan respon yang positif . Hal ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan telah berhasil dilaksanakan.
67
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya maka peneliti dapat meyimpulkan mengenai penerapan strategi pembelajaran aktifmetode information search dan role play pada mata pelajaran fiqih di MTs Muhammadiyah I Ciputat, adalah sebagai berikut:
1. Terdapat peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan strategi pembelajaran aktifmetode information search dan role play pada konsep shalat berjamaah. Hal diketahui pada siklus I ketercapaian ketuntasan belajar siswa mencapai 72% dan rata-rata nilai N-gain 0,34 termaksuk kategori sedang. Dilihat dari respon siswa pada siklus I terdapat 84,38% dari data siswa respon positif terhadap penerapan metode Information Search dan Role Play. Pada siklus II ketuntasan belajar siswa mencapai 100%. Selain itu terdapat 97,65% respon positif dari siswa terhadap penerapan metode Information Search dan Role Play pada mata pelajaran fiqih dan rata-rata nilai N-gain = 0,32 yang menunjukkan kategori sedang pada penerapan tindakan yang telah dilakukan. Dengan melihat perhitungan tersebut maka dapat dikatakan bahwa strategi pembelajaran aktifmetode Information Search dan Role Play dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta mendapatkan respon yang sangat baik dari siswa pada mata pelajaran fiqih materi shalat berjamaah di MTs Muhammadiyah I Ciputat.
B. Saran
Sebagai tindak lanjut hasil penelitian ini, maka dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut;
1. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran aktif metode
2. Perlunya guru memperkaya pengetahuannya tentang teknik-teknik pembelajaran aktif, karena masih banyak teknik pembelajaran aktif yang dapat meningkatkan kompetensi siswa.
3. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk melakukan penelitian selanjutnya, dengan materi dan pelajaran yang berbeda.
69
Rineka Cipta, 1999.
Ahmadi, Abu dan Joko Tri Prasetya, SBM (Strategi Belajar Mengajar) untuk fakultas tarbiyah komponen MKDK. Bandung, Pustaka Setia, 2005.
Arifin, Muzayyin. Filsafat Pendidikan Islam , Jakarta: PT Bumi Aksara, , Cet.V. Arifin, Zainal. Evaluasi pembelajaran, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, Cet.III,2011. Arikunto, Suharsimi. dkk, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara, 2009. Baslemen , Anisah dan Syamsu Mappa, Teori Belajar Orang Dewasa, Bandung: PT
Rosda Karya, Cet.I, 2011
Hamalik, Oemar Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2005, Cet.IV.
Herlanti, Yanti. Tanya Jawab Seputar Penelitian Dalam Pendidikan Sains, Jakarta: Fitk, 2006.
Hisyam Zaini, Strategi Pembelajaran Aktif, Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2008. http://kemenag.go.id/file/dokumen/02LAMPIRANPERMENAG.pdf, 12oktober2013, 12:32 http://sahabatguru.wordpress.com/2012/08/29/fakta-minat-baca-di-indonesia/ 27/09/2013 ;13:37 http://www.kajianpustaka.com/2013/03/pembelajaran-aktif.html#ixzz2hUGZZLt0, 12 oktober 2013, 13:39
L. Silberman, Melvin. Active Learning 101 cara belajar siswa aktif .Bandung: Nuansa, 2012), cet.VII, h.28.
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jakarta: Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, t.d, 2011
Mulyasa, E, Penelitian Tindakan Sekolah, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, Cet. II, 2010
Mulyasa, E. Menjadi Guru Professional Menciptakan Pembelajaran Kreatif Dan Meyenangkan, Bandung : Rosda, 2006.
Nasution,S. Asas-Asas Kurikulum. Bandung: Jemmars,1986.
Perangkat Pembelajaran Madrasah Tsanawiyah / MTs Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)
Purwanto. Evaluasi hasil belajar .Yogyakarta: Pustaka pelajar, 2010.
Rasyad, Aminudin. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: UHAMKA Press, 2003 Rusman, Model-Model Pembelajaran; Mengembangkan Profesionlisme Guru, Jakarta:
PT Grafindo Persada, Cet. 3. 2011.
Sabri, M.Alisuf. Psikologi Pendidikan Berdasarkan Kurikulum Nasional IAIN Fakultas Tarbiyah .Jakarta: CV. Pedoman Ilmu Jaya, 2010.
Samadhi, Ari. TMMA. Pembelajaran Aktif (active learning). dari engineering education development project.
Saputra, Adang. “Penerapan Metode Role Playing (Bermain Peran) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKN”. Skripsi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, (Jakarta: Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, t.d ,2012.
Sudijono, Anas. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo, Cet.12, 2012.
Suprijono, Agus, Cooperative Learning; Teori dan Aplikasi PAIKEM, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, Cet.VII, 2012.
Ar-Ruzz Media, Cet.I, 2011.
Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, Jakarta: Kencana, Cet. III, 2010
Usman, Basyiruddin , Metologi Pembelajaran Agama Islam, Jakarta: Ciputat Pers, Cet.I, 2002
Usman, Moh. Uzer. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011.
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorentasi Standar Proses Pendidikan,
Jakarta: Kencana, Cet.8, 2008.
72
Hasil wawancara dengan guru bidang studi fiqih (Ibu Icih Herawati, BA) di MTs Muhammadiyah I Ciputat
1. Guru masih menggunakan metode ceramah dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini disebabkan karena guru telah terbiasa sejak lama menggunakan metode ceramah dan hal itu telah dianggap biasa, serta lebih mudah untuk dilaksanakan.
2. Keterbatasan kemampuan guru dalam menggunakan alat media elektronik; seperti proyektor dan laptop atau media lainnya menjadikan guru lebih memilih gaya mengajar yang klasik, guru menulis didepan, sedangkan siswa mencatat penjelasan yang ditulis guru dipapan tulis.
3. Kurangnya fasilitas yang ada disekolah menjadikan guru bidang studi menjadi kurang kreatif dalam kegiatan pembelajaran.
4. Alat-alat peraga yang ada tidak lagi digunakan karena jarang digunakan dan tidak ada perawatan yang khusus, sehingga menjadi terlihat usang dan berdebu.
5. Fasilitas ruang baca /perpustakaan di sekolah kurang diminati oleh siswa, perpustakaan terlihat kurang terawat ,hal ini dikarenakan tidak ada petugas khusus yang menangani masalah perpustakaan sekolah.
6. Kurangnya sumber infomasi atau bahan pelajaran menjadikan siswa hanya menggunakan buku wajib berupa LKS yang berisi materi-materi singkat tentang pelajaran fiqih, sehingga hal ini kurang menunjang kreativitas siswa. Guru bidang studi demikian hanya menggunakan satu buku paket fiqih dan LKS untuk penugasan bagi siswa.
Catatan lapangan
Siklus I dimulai pada tanggal 15April 2014, pembelajaran menggunakan metode
information search dan role play diperoleh pengamatan sebagai berikut:
Tindakan Kondisi Siswa
Mencari informasi dari sumber bacaan Siswa mulai dapat dikondisikan
Beberapa siswa masih kurang serius dalam membaca dan mencari informasi yang diinginkan
Beberapa siswa masih ada yang membaca sambil berbicara dengan teman sebelahnya
Menjawab pertayaan yang diajukan Masih ada beberapa siswa yang belum fokus dalam menjawab pertayaan.
Didominasi oleh siswa yang lebih pintar
Pelaksanaan peran (role play) Dalam penentuan tugas kelompok masih ada yang pilih-pilih.
Siswa masih malu untuk maju kedepan
Masih ada siswa yang bercanda dalam pelaksanaan peran
Siswa belum terbiasa menggunakan metode role play (bermain peran) Diskusi dan mereview pelajaran yang
didapat
Lebih didominasi oleh siswa yang pintar.
Siswa merasa malu untuk bertanya dan mengajukan pertayaan.
ditunjuk.
Siswa masih ragu-ragu dalam menyampaikan pendapatnya.
Siklus II dimulai pada tanggal 5 Mai 2014, pembelajaran menggunakan metode
information search dan role play diperoleh pengamatan sebagai berikut:
No Tindakan Kondisi Siswa
1. Mencari informasi dari sumber bacaan
Siswa sudah dapat dikondisikan dengan baik
Para siswa terlihat lebih siap dan konsentrasi dalam membaca sumber bacaan
Siswa terlihat lebih mandiri dalam mengerjakan tugas yang diberikan 2. Menjawab pertayaan yang diajukan Siswa terlihat berantusias
mengajukan pertayaan.
Setiap siswa terlihat lebih aktif bertanya dan menjawab pertayaan 3. Pelaksanaan peran Pembagian kelompok terlihat lebih
teratur
setiap kelompok terlihat kompak dalam pelaksanaan peran.
4. Diskusi dan mereview pelajaran yang didapat
siswa terlihat tenang dalam kegiatan diskusi.
Siswa terlihat lebih percaya diri dalam mengemukakan pendapat.
Presentase Kuesioner Siklus I
N0 Pertayaan Ya Tidak
1. Apakah kamu menyukai pembelajaran fiqih dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search
dan role play?
29 / 90,63%
3/ 9,37%
2. Apakah kamu lebih mudah memahami materi dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search
dan role play?
29/ 90,63%
3/ 9,37%
3. Apakah pembelajaran pembelajaran fiqih dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search dan
role play meyenangkan bagi kamu?
28/ 87,5%
4/ 12,5%
4. Apakah pembelajaran materi dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search dan role play
membuat kamu bersemangat belajar fiqih?
29/ 90,63%
3/ 9,37%
5. Apakah pembelajaran dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search dan role play
menghambat pemahaman kamu?
8/ 21,87%
25/ 78,13%
6. Apakah pembelajaran materi dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search dan role play
membuat kamu termotivasi untuk belajar?
29/ 90,63%
3/ 9,37%
7. Apakah penggunaan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search dan role play membuat kamu merasa jenuh?
8/ 21,87%
25/ 78,13%
8. Apakah penggunaan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search dan role role play lebih baik dan menyenangkan dibandingkan dengan metode biasa?
27/ 84,38%
5/ 15.62%
Hasil kuesioner dihitung dengan : P=
Presentase Kuesioner Siklus II
N0 Pertayaan Ya Tidak
1. Apakah kamu menyukai pembelajaran fiqih dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search
dan role play?
32/ 100%
0
2. Apakah kamu lebih mudah memahami materi dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search
dan role play?
32/ 100%
0
3. Apakah pembelajaran pembelajaran fiqih dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search dan
role play meyenangkan bagi kamu?
32/ 100%
0
4. Apakah pembelajaran materi dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search dan role play
membuat kamu bersemangat belajar fiqih?
32/ 100%
0
5. Apakah pembelajaran dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search dan role play
menghambat pemahaman kamu?
2/ 6,25%
30/ 93.75%
6. Apakah pembelajaran materi dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search dan role play
membuat kamu termotivasi untuk belajar?
32/ 100%
0
7. Apakah penggunaan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search dan role play membuat kamu merasa jenuh?
3/ 9.37%
29/ 90.63%
8. Apakah penggunaan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search dan role role play lebih baik dan menyenangkan dibandingkan dengan metode biasa?
31/ 96,88%
1/ 3,13%
No Siswa Pre-test Post test N-Gain 1 Afif Rifqi Nofriansyah 60 65 0.13
2 Anggi Nur Fadila 60 65 0.13
3 Arief Ardianto 65 60 -0.14
4 Deni Rizkiasyah 60 70 0.25
5 Dinar Ayu Rahma.I 70 85 0.50
6 Faidhil Akbar 45 65 0.36
7 Farinaz Mutiara Karim 60 65 0.13
8 Hadi Sampurno 40 80 0.67
9 Izzudin Fauzul Aslam 63 75 0.32
10 Jango Agesta 60 75 0.38
11 Lola Anggita Putri 73 75 0.07
12 Meila Putri Alkarimah 65 90 0.71
13 Muhammad Aldino 60 80 0.50
14 Muhammad Fahry 45 55 0.18
15 Muhammad Fawwaz 40 60 0.33
16 Naufal surya Anggana 45 80 0.64
17 Febri widia Yulianti 70 70 0.00
18 Renata Wulan Zahara 70 85 0.50
19 Risma Amelia 70 80 0.33
20 Risma Dwi Lolita 60 80 0.50
21 Salma Ramadhaniati 70 80 0.33
22 Salasadila Ardiyanti 60 70 0.25
23 Saskya Angelina mawardi 70 75 0.17
24 Selvina Ruliagustin 65 70 0.14
25 Sonia nur Azzizah 50 90 0.80
26 Sovi nur Ajijah 65 85 0.57
27 Syam Maulana 40 65 0.42
28 Tarisa Apriliani 65 80 0.43
29 Tri Mulyawan 40 75 0.58
30 Windi Camalla Suaebeni 60 70 0.25
31 Wirananda Nur Nusa 65 65 0.00
32 Zakiyah Aulia Fakhiroh 40 75 0.58
Rata-Rata 58.47 73.75 0.34
No Siswa Siklus II
1 Afif Rifqi Nofriansyah Pre-Test Postest N-Gain
2 Anggi Nur Fadila 65 75 0.29
3 Arief Ardianto 60 75 0.38
4 Deni Rizkiasyah 65 80 0.43
5 Dinar Ayu Rahma.I 65 75 0.29
6 Faidhil Akbar 70 75 0.17
7 Farinaz Mutiara Karim 60 75 0.38
8 Hadi Sampurno 70 85 0.50
9 Izzudin Fauzul Aslam 70 75 0.17
10 Jango Agesta 65 75 0.29
11 Lola Anggita Putri 70 80 0.33
12 Meila Putri Alkarimah 65 75 0.29
13 Muhammad Aldino 80 95 0.75
14 Muhammad Fahry 75 90 0.60
15 Muhammad Fawwaz 60 70 0.25
16 Naufal surya Anggana 65 70 0.14
17 Febri widia Yulianti 60 75 0.38
18 Renata Wulan Zahara 65 75 0.29
19 Risma Amelia 80 95 0.75
20 Risma Dwi Lolita 75 80 0.20
21 Salma Ramadhaniati 70 80 0.33
22 Salasadila Ardiyanti 80 90 0.50
23 Saskya Angelina mawardi 70 75 0.17
24 Selvina Ruliagustin 70 75 0.17
25 Sonia nur Azzizah 75 75 0.00
26 Sovi nur Ajijah 75 85 0.40
27 Syam Maulana 75 90 0.60
28 Tarisa Apriliani 70 75 0.17
29 Tri Mulyawan 70 75 0.17
30 Windi Camalla Suaebeni 65 75 0.29
31 Wirananda Nur Nusa 70 75 0.17
32 Zakiyah Aulia Fakhiroh 75 80 0.17
Rata-Rata 69.37 78.75 0.32
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN OLEH: FAUZUL AZIM :1110011000026
Madrasah : MTs Muhammadiyah I Ciputat
Mata Pelajaran : Fiqih
Kelas : VII
Standar Kompetensi : Melaksanakan tata cara azan, iqamah dan shalat berjamaah
Kompetensi Dasar : Menjelaskan ketentuan shalat berjamaah
Menjelaskan ketentuan ma’mum dan masbuq Alokasi Waktu : 2 x 40 menit
A. Indikator
Menjelaskan pengertian shalat berjamaah
Menjelaskan sejarah singkat shalat berjamaah
Menjelaskan hukum shalat berjamaah
Menjelaskan syarat menjadi imam
Menjelaskan syarat menjadi makmum
Mengetahui susunan shaf dalam shalat berjamaah
Menjelaskan pengertian ma’mum masbuq
Menjelaskan cara shalat ma’mum masbuq
B. Materi Ajar
kelompok atau kumpulan. Jadi shalat jamaah secara bahasa adalah shalat bersama-sama atau shalat berkelompok.
Menurut istilah Syara’, shalat berjamaah adalah shalat yang dikerjakan bersama-sama oleh dua orang atau lebih dan salah satu dari mereka adalah sebagai imam (berada di didepan) dan yang lainnya sebagai ma’mum (berada dibelakang).
2. Sejarah Singkat Shalat Berjamaah
Pada awal pelaksanaan perintah shalat, Nabi Muhammad berada di Mekkah, namun Rasullullah dan para sahabat belum melaksanakan shalat berjamaah secara terang-terangan. Nabi melaksanakan shalat berjamaah bersama istrinya dan para sahabat lainnya di dalam rumah. Hal ini bertujuan menghindari tindakan kekerasan terhadap kaum muslimin, yang dilakukan oleh orang kafir Quraisy pada saat itu.
Shalat berjamaah baru dilakukan secara terang-terangan disaat Nabi hijrah ke Madinah. Nabi dan sahabat mendirikan tempat shalat (masjid), yang sampai saat ini dikenal dengan Masjid Nabawi.
3. Hukum Shalat Berjamaah
Ulama berbeda pendapat dalam menentukan hukum shlat berjmaah. Sebagian ulama mengatakan ialah Fardhu’ain, sebagian lagi mengatkan Fardhu Kifayah. Namun pendapat yang dipandang paling kuat ialah Sunnah Muakkad.
4. Syarat Menjadi Imam
Adapun syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi imam adalah sebagi berikut: a. Imam hendaklah lebih fasih bacaannya. Dalam hal ini termaksuk
diutamakan mempunyai hafalan al-Qur’an dan hadis yang lebih banyak. b. Laki-laki dewasa lebih diutamakan. Sedangkan untuk perempuan hanya
diperbolehkan hanya untuk imam perempuan, jika ditempat shalat tersebut tidak ada imam laki-laki.
yang menjadi musafir, sekalipun mempunyai kriteria yang sama.
5. Syarat menjadi ma’mum
a. Ma’mum berniat mengikuti imam b. Ma’mum hendaklah mengikuti imam
c. Mengikuti gerak-gerik imam, dengan melihat langsung ataupun melihat barisan yang didepannya.
d. Berada dalam satu tempat.
e. Makmum berada dibelakang imam.
6. Susunan shaf
a. Apabila ma’mum hanya seorang imam maka ia berdiri disebelah kanan imam. Apabila datang satu orang lagi maka langsung berdiri disebelah kiri imam. Setelah takbir imam hendaklah maju sedikit atau kedua makmum tersebut mundur.
b. Apabila makmum terdiri atas beberapa orang maka susunan shafnya adalah: a. Dibelakang imam laki-laki adalah shaf laki-laki dewasa.
b. Dibelakang shaf laki-laki dewasa adalah shaf anak laki-laki c. Dibelakang shaf anak laki-laki adalah shaf perempuan dewasa. d. Selanjutnya anak perempuan.
C. Metode Pembelajaran
1. Information Search (mencari informasi)
2. Role play
D. Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Karakter yang
Diharapkan
Time
1. Kegiatan Pendahuluan; Apersepsi dan Motivasi:
akan dicapai siswa. Sekaligus memberikan motivasi yang berhubungan dengan indikator pembelajaran. - - Menanyakan sekilas
tentang materi sebelum- nya.
-Menjawab pertayaan guru Responsibility
2. Kegiatan Inti Eksplorasi;
-Bertanya kepada siswa tentang pengetahuan mereka mengenai materi yang akan diajarkan mengenai shalat berjamaah.
Para siswa menjawab berdasarkan pengetahuannya masing-masing.
-Confidence-
Siswa Percaya diri dengan kemampuan yang ia miliki. 10 Elaborasi -Memberikan waktu kepada siswa untuk membaca mengenai materi shalat berjamaah. -Memberikan intruksi
kepada siswa untuk membagi kelompok untuk bermain peran tentang pelaksanaan shalat berjamaah.
-Membaca materi shalat berjamaah
- Memerankan pelaksanaan shalat berjamaah.
Tekun
Tanggung jawab
E. Sumber Belajar
1. Buku Fiqih Mts kelas VII 2. Lks Untuk MTs VII 3. Fiqih Islam
4. Internet
F. Instrumen Penilaian
Indikator pencapaian Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen/soal
1. Menjelaskan pengertian Verbal Test Tes uraian Jelaskan pengertian shalat berjamaah secara bahasa dan istilah!
2. Menjelaskan sejarah shalat berjamaah
Verbal Test Tanya jawab Dimanakah shalat berjamah pertama kali dilaksanakan secara terang-terangan?
-Guru bertanya tentang hal-hal yang belum diketahui siswa.
-Memberikan penguatan
3. Kegiatan Penutup -Evaluasi komprehensif Memberikan kesempatan
kepada para siswa untuk menyimpulkan materi Fiqih, sesuai dengan indikator yang ada.
Para siswa menyimpulkan tentang materi puasa wajib dan sunnah.
4. Menjelaskan syarat menjadi Imam
Verbal test Tes uraian Syarat menjadi imam adalah…
5. Menjelaskan syarat menjadi ma’mum
Verbal test Tes uraian Untuk menjadi ma’mum shalat berjamaah, syarat yang harus dipenuhi adalah…
6. Menjelaskan susunan shaf shalat berjamaah
Non-verbal test
Praktek
.
1. Keutamaan shalat berjamaah bila dibandingkan dengan shalat sendirian sebanyak… derajat
a. 26 b. 27 c. 72 d. 100
2. Seruan yang ditunjukkan kepada umat islam, agar segera melaksanakan shalat adalah..
a. Tahlil b. takbir c. adzan d. Iqomah
3. Dalil tentang shalat berjamaah terdapat dalam surat…
a. an-nisa’: 10 b. al-maidah: 60 c. al-Maidah: 16 d. an-nisa’: 102
4. Adzan dan Iqamah hukumnya…
11. Dikumandangkannya Iqomah sebagai tanda…
a. akan dimulainya shalat
b.sudah hadirnya imam shalat berjamaah c. masuknya waktu shalat
d. telah selesainya Adzan
12. Hal yang disunahkan saat shalat berjamaah..
a. baju putih b. Adzan c. makan d. pakai peci
13. Berikut yang bukan termaksuk syarat menjadi imam…
a. orang dewasa boleh menjadi imam untuk mumayiz
b. kemampuan membaca al-qur’an yang baik
c.perempuan yang menjadi imam untuk anak perempuan
c. wajib d. mubah
5. Shalat berjamaah hukumnya.. a. Sunnah
b. Mubah
c. Sunnah Muakkad d. Makruh
6. Muadzin yang kita kenal pertama kali pada zaman kholifah abu bakar..
a. Umar b. Ali c. Bilal d. Ustman
7. shalat berjamaah dilaksanakan minimal dikerjakan oleh… orang
a. 1 b. 2 c. 3 d. 4
8. Syarat menjadi imam adalah.. a. laki-laki dewasa fasih bacaan b. perempuan
c. berwibawa d. Guru
9. Berikut ini susunan yang benar adalah… a. Imam didepan, makmum perempuan dan
anak laki-laki.
b. Laki-laki dewasa, Imam dan anak laki-laki
c. Imam, laki dewasa dan anak laki-laki
d. Imam, perempuan dewasa dan laki-laki. 10. Orang yang terlambat shalat
berjamaah disebut.. a. makmum
b. Imam
c. ma’mum sah d. Makmum masbuq
imam telah sujud… a. mengikuti imam b. membaca subhanallah
c. melanjutkan shalat yang tertinggal d. Melakukan dzikir dan do’a
15. Berikut ini yang bukan menjadi syarat menjadi makmum ..
a. berniat mengikuti imam b. mengikuti imam
c. berada dibelakang imam d. berniat shalat sendiri
16. Hal yang disunahkan dilakukan saat muadzin mengumandangkan adzan.. a. menjawab bacaan Adzan
b. bershalawat c. berdiri d. bersujud
17. Kata berjamaah berasal dari Kata “jama’ah” secara bahasa berarti… a. berbondong
b. barisan c. sendiri d. kelompok
18. Posisi makmum saat makmum hanya berdua, yaitu…
a. berada sejajar imam
b. sebelah kanan imam, agak mundur c. sebelah kiri
d. disebelah kiri agak mundur 19. Keutamaan shalat berjamaah… a. Agenda berkumpul bersama sesama muslim
b. memperat silahturahmi c. mengumpulkan teman d. melaksanakan kewajiban
20. Makmum perempuan dewasa posisi shafnya berada di…