• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

2. Siklus II

2. Uji Reabilitas Alat Ukur

Reabilitas bermakna kepercayaan keterandalan, keajengan, kestabilan atau kosistensi dapat diartikan seajauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya dan konsisten. Untuk mengetahui reabilitas instrument tes hasil belajar siswa digunakan rumus kuder- Richarson (K-Rson) dengan rumus sebagai berikut:

=

[

]

Keterangan:

rii = koefisien reabilitas tes

n = banyak butir item 1 = bilangan konstan S = standar deviasi

p = proporsi testee yang menjawab item soal dengan benar

q = proporsi testee yang menjawab item soal dengan salah (q=1-p)8

Tabel 3.1 Berikut Klasifikasi Guilford untuk derajat reliabilitas9

Nilai Koefisien Keterangan

<0,20 Derajat reliabilitas hampir ada, hubungan lemah sekali

0,21-0,40 Derajat reliabilitas rendah, hubungan cukup berarti

0,41- 0,70 Derajat reliabilitas sedang, hubungan cukup berarti

8

Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, h.253.

9

0,71-0,90 Derajat reliabilitas tinggi, hubungan tinggi

0,91-1,00 Derajat reliabilitas tinggi sekali, hubungan tinggi sekali

1,00 Derajat reliabilitas dan hubungan

sempurna

Berdasarkan perhitungan menggunakan Software ANATES 4.0 didapatkan hasil sebagai berikut;

No Jenis Tes Reliabilitas Kategori

1 Siklus I 0,51 Sedang

2 Siklus II 0,72 Tinggi

(Adapun untuk perhitungan lebih lanjut ada di lampiran 8 dan 9)

K. Analisis Data dan Interpretasi Hasil Analisis

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, hasil observasi dan catatan lapangan. Setelah data terkumpul maka dilakukan teknik analisis data yaitu memberi uraian mengenai hasil penelitian.

Analisis data dalam penelitian tindakan kelas ini mengunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Untuk melihat minat belajar siswa dilakukan analisis kualitatif, sedangkan untuk melihat hasil belajar siswa dilakukan analisis secara kuatitatif.

Untuk menganalis peningkatan minat belajar siswa setelah pembelajaran diperoleh melalui data kuesioner. Setiap lembar peryataan dalam kuesioner menggunakan dua pilihan jawaban. Yaitu berupa peryataan setuju dan tidak setuju.

Untuk mengetahui presentase untuk masing-masing kategori yang telah diperoleh digunakan rumus berikut:

P=

Ket:

P = Persentase F = Frekuensi

N = Number of cases

Data hasil angket dibuat kualifikasi dengan kriteria sebagai berikut: Kriteria angket Prosentase Kriteria 75%- 100% Sangat tinggi 50%-74,9 % Tinggi 25%- 49,9% Sedang 0%-24,9% Rendah

Cara menghitung prosentase respon sebagai berikut: Prosentase =

x 100%

Data-data tersebut dianalisis dari siklus satu dan siklus dua pada hasil belajar mengunakan Gain Skor. Gain adalah selisih antara nilai postes dan pretes, gain juga menunjukan penguasaan siswa setelah pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Untuk mengetahui selisih nilai tersebut, mengunakan rumus Normalized Gain:10

G =

Tafsiran efektivitas dari Ngain tersebut dapat dilihat dari tabel berikut: Tabel 3.2 pedoman penafsiran presentase hasil belajar11

10

Yanti Herlanti, Tanya Jawab Seputar Penelitian Dalam Pendidikan Sains, (Jakarta: Fitk,

2006), h.71.

Presentase (%) Tafsiran

<40 Tidak efektif

40-55 Kurang efektif

56-75 Cukup efektif

>76 Efektif

Tabel 3.3 Klasifikasi Normal Gain12

g < 0,3 Rendah

0,3 ≤ g < 0,7 Sedang

g ≥ 0,7 Tinggi

L. Pengembangan Perencanaan Tindakan

Tindakan yang dikembangkan dalam penelitian ini, dilakukan dengan berdasarkan analisis reflektif pada siklus yang telah dilaksanakan untuk mengetahui keberhasilan dan kekurangan yang terjadi, selanjutnya disusun strategi-strategi dalam upaya perbaikan dalam upaya perbaikan pada siklus berikutnya.

Tahapan yang akan dilaksanakan pada siklus berikutnya yaitu: 1. Perencanaan

Identifikasi permasalahan yang dijumpai pada siklus yang telah dilaksanakan. Kemudian melakukan perbaiakan tindakan dan perencanaan pembelajaran untuk siklus berikutnya.

2. Pelaksanaan tindakan

Pelaksanaan tindakan sesuai dengan rencana pembelajaran yang ada. 3. Observasi

12 Tomi Tridaya Putra, Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Dengan Pembelajaran

Observasi dilakukan selama pelaksanaan tindakan untuk mengumpulkan data-data penelitian dengan menggunakan instrumen yang telah dibuat.

4. Refleksi

Menganalisa, mengevaluasi dan refleksi data hasil penelitian untuk mengetahui apakah tindakan yang telah dilakukan menghasilkan suatu perubahan kearah yang lebih baik dari siklus sebelumnya. Jika hasil penelitian telah mencapai indikator keberhasilan, maka penelitian dicukupkan dan dianggap penelitian tindakan kelas berhasil dilaksanakan.

Untuk memproleh pemahaman lebih lanjut tentang pengembangan tindakan sebagaimana diuraikan diatas, dapat dilihat dari tabel berikut:

Bagan kedudukan rencana tindakan dalam siklus PTS13

Penelitian berakhir, apabila peneliti menyadari bahwa penelitian menggunakan metode information search dan Role Play pada mata pelajaran fiqih telah berhasil dicapai.

13 E. Mulyasa, Penelitian Tindakan Sekolah, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010), Cet. II, h. 152. Refleksi awal Revisi tindakan 1 Revisi tindakan 2 Perencanaan tindakan 1 Pelaksanaan tindakan 1 observasi Pelaksanaan tindakan 2

Refleksi & evaluasi I

Perencanaan Tindakan 2

observasi Refleksi & evaluasi 2

52

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Temuan Hasil Penelitian

1. Siklus I

a. Hasil observasi

Berdasarkan pengamatan selama proses pembelajaran menggunakan metode

information search dan role play,diperoleh catatan lapangan sebagai berikut:

Tabel 4.1 Hasil hasil observasi siklus I1

No Tindakan Kondisi Siswa

1. Mencari informasi dari sumber bacaan

Siswa mulai dapat dikondisikan

Beberapa siswa masih kurang serius dalam membaca dan mencari informasi yang diinginkan

Beberapa siswa masih ada yang membaca sambil berbicara dengan teman sebelahnya

2. Menjawab pertayaan yang diajukan Masih ada beberapa siswa yang belum fokus dalam menjawab pertayaan.

Didominasi oleh siswa yang lebih pintar

3. Pelaksanaan peran (role play) Dalam penentuan tugas kelompok masih ada yang pilih-pilih.

Siswa masih malu untuk maju

dalam pelaksanaan peran

Siswa belum terbiasa menggunakan metode role play (bermain peran) 4. Diskusi dan mereview pelajaran yang

didapat

Lebih didominasi oleh siswa yang pintar.

Siswa merasa malu untuk bertanya dan mengajukan pertayaan.

5. Mereview pelajaran yang didapat Belum ada yang berani merivew materi yang didapat apabila tidak ditunjuk.

Siswa masih ragu-ragu dalam menyampaikan pendapatnya.

Pada pelaksanaan siklus I siswa terlihat lebih aktif dalam mengikuti pelajaran dibanding pelajaran sebelumnya. Para siswa juga terlihat lebih terarah dan bersemangat dalam mengikuti pelajaran. Walaupun masih ada beberapa siswa yang berbicara disaat disuruh membaca sumber bacaan yang diberikan, kemudian telihat pula siswa masih ada yang bingung dalam pelaksanaan peran dikarenakan belum terbiasa mengunakan metode role play.

Kemudian pada saat penugasan mereview pelajaran yang telah dipelajari. Tidak ada siswa yang mau mengajukan pendapatnya, baru setelah ditunjuk dan diberi stimulus baru mau mengajukan pendapatnya, walaupun masih terlihat ragu-ragu dan penyampaian review belum mencakup keseluruhan materi yang telah dipelajari. Hal ini disebabkan karena siswa belum terbiasa dan kurang menyimak dalam penjelasan pelajaran.

Berdasarkan data kuesioner yang telah dibagikan pada siswa pada siklus I diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 4.2 Presentase Kuesioner Siklus I2

N0 Pertayaan Ya Tidak

1. Apakah kamu menyukai pembelajaran fiqih dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search

dan role play?

90,63% 9,37%

2. Apakah kamu lebih mudah memahami materi dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search

dan role play?

90,63% 9,37%

3. Apakah pembelajaran pembelajaran fiqih dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search

dan role play meyenangkan bagi kamu?

87.5% 12,5%

4. Apakah pembelajaran materi dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search dan role play

membuat kamu bersemangat belajar fiqih?

90,63% 9,37%

5. Apakah pembelajaran dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search dan role play

menghambat pemahaman kamu?

21,87% 78,13%

6. Apakah pembelajaran materi dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search dan role play

membuat kamu termotivasi untuk belajar?

90,63% 9,37%

7. Apakah penggunaan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search dan role play membuat kamu merasa jenuh?

21,87% 78,13%

8. Apakah penggunaan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search dan role play lebih baik dan

84,38% 15,62%

Berdasarkan table 4.2 terlihat bahwa tanggapan siswa mengenai pembelajaran menggunakan metode information search dan role play sangat baik. Dari presentase kuesioner diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa lebih senang dan mudah memahami materi pelajaran fiqih mengunakan metode information search dan role play, walaupun ada beberapa siswa yang kurang senang dengan pembelajaran tersebut.

c. Hasil Belajar

Untuk mengetahui efektivitas tindakan yang telah dilakukan pada tindakan siklus I maka data hasil belajar dianalisis menggunakan Normal Gain terhadap skor rerata tes awal (pretest) dan tes akhir (post test) kemampuan siswa.

Adapun hasil N- Gain tersebut adalah sebagai berikut

Tabel 4.3 Data Hasil Pretest dan Post test siklus I3

No Siswa Pre-test Post test N-Gain

1 Afif Rifqi Nofriansyah 60 65 0.13

2 Anggi Nur Fadila 60 65 0.13

3 Arief Ardianto 65 60 -0.14

4 Deni Rizkiasyah 60 70 0.25

5 Dinar Ayu Rahma.I 70 85 0.50

6 Faidhil Akbar 45 65 0.36

7 Farinaz Mutiara Karim 60 65 0.13

8 Hadi Sampurno 40 80 0.67

9 Izzudin Fauzul Aslam 63 75 0.32

10 Jango Agesta 60 75 0.38

11 Lola Anggita Putri 73 75 0.07

12 Meila Putri Alkarimah 65 90 0.71

13 Muhammad Aldino 60 80 0.50

14 Muhammad Fahry 45 55 0.18

15 Muhammad Fawwaz 40 60 0.33

16 Naufal surya Anggana 45 80 0.64

19 Risma Amelia 70 80 0.33

20 Risma Dwi Lolita 60 80 0.50

21 Salma Ramadhaniati 70 80 0.33

22 Salasadila Ardiyanti 60 70 0.25

23 Saskya Angelina mawardi 70 75 0.17

24 Selvina Ruliagustin 65 70 0.14

25 Sonia nur Azzizah 50 90 0.80

26 Sovi nur Ajijah 65 85 0.57

27 Syam Maulana 40 65 0.42

28 Tarisa Apriliani 65 80 0.43

29 Tri Mulyawan 40 75 0.58

30 Windi Camalla Suaebeni 60 70 0.25

31 Wirananda Nur Nusa 65 65 0.00

32 Zakiyah Aulia Fakhiroh 40 75 0.58

Rata-Rata 58.47 73.75 0.34

Ketuntasan (T/TT) 72%/ 28%

Tabel 4.4 Perbandingan Rata-Rata Siklus I4

Berdasarkan kategori perolehan rata-rata tes hasil belajar pada siklus I ini ada peningkatan rata-rata dari 58,47 saat pretest dan 73,75 pada saat pelaksanaan post test.

4Hasil pengolahan data primer siklus I, perbandingan tes hasil belajar siswa . 0,00 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00 60,00 70,00 80,00 1 2 Series1 58,47 73,75 N il ai R ata -r ata

dengan menggunakan strategi pembelajaran metode information search dan role play

pada konsep shalat berjamaah (persiapan sebelum shalat berjamaah, tata susunan shaf, ma’mum masbuq(.

Pada pelaksanaan siklus I, pembelajaran menggunakan metode information search

dan role play masih menemukan hasil yang rendah, berdasarkan kemampuan yang telah dilaksanakan, masih ada beberapa siswa yang memperoleh nilai dibawah rata-rata yaitu 70. Ketuntasan hasil mencapai 72% pada siklus I ini, sedangkan yang tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebanyak 28% dari data yang ada. Hal ini jelas belum memenuhi target yang diharapkan yaitu ketuntasan belajar siswa mencapai 100%, dilihat dari segi keaktifan juga masih banyak siswa yang belum aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, hasil belajar harus ditingkatkan melalui perbaikan tindakan yang telah dilaksanakan untuk diterapkan pada siklus II. Adapun perbaikan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

Tabel 4.5 Tindakan Perbaikan untuk Pelaksanaan Siklus II

No Tindakan Perbaikan

1. Pencarian informasi  Lebih memperjelas perintah yang diberikan.

 Memberikan instruksi yang lebih tegas agar setiap siswa harus mencari informasi yang dibutuhkan dengan membaca sumber informasi yang ada.

 Memberitahukan kepada siswa agar dalam pertemuan selanjutnya siswa diharapkan membaca materi pelajaran terlebih dahulu.

2. Pembagian kelompok

 Guru membagi kelompok secara acak dengan membuat kartu-kartu pembagian kelompok, beserta tugas saat pelaksanaan peran.

5

Tomi Tridaya Putra, Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Dengan Pembelajaran Berbasis Masalah Vol. 1 No. 1, Jurnal Pendidikan Matematika Part 3 , h. 22-26.

3. Pelaksanaan peran  Setiap siswa harus melaksanakan peran sesuai dengan instruksi yang ada.

 Setiap peran dilakukan secara bergantian, sedangkan kelompok lain menilai pelaksanaan peran.

 Pelaksanaan peran dilaksanakan ditempat yang lebih luas dan aman, dalam hal ini dilakukan dimushala. 4. Diskusi mengenai pelaksanaan pembelajaran (mereview dan menyimpulkan pelajaran yang didapat)

 Setiap kelompok dipersilahkan memberikan saran terhadap pelaksanaan peran yang dilakukan kelompok lain.

 Penyampaian pendapat harus lebih tenang dan setiap orang harus menghargai pendapat yang lainnya.

 Setiap siswa harus lebih percaya diri dalam mengajukan pendapatnya.

 Menunjuk siswa untuk mengemukakan pendapat.

 Guru memberikan stimulus agar siswa mau mengemukan pendapatnya.

d. Keputusan

Berdasarkan hasil refleksi siklus I, diketahui bahwa hasil belajar yang didapat belum mencapai kriteria ketuntasan yang diharapkan. Oleh karena itu dilaksanakan tindakan pembelajaran yang telah dilakukan pada siklus I sehingga perlu dilanjutkan pada tindakan pembelajaran siklus II.

a. Hasil Observasi

Tabel 4.6 Hasil Observasi siklus II

No Tindakan Kondisi Siswa

1. Mencari informasi dari sumber bacaan

Siswa sudah dapat dikondisikan dengan baik

 Para siswa terlihat lebih siap dan konsentrasi dalam membaca sumber bacaan

Siswa terlihat lebih mandiri dalam mengerjakan tugas yang diberikan 2. Menjawab pertayaan yang diajukan Siswa terlihat berantusias

mengajukan pertayaan.

Setiap siswa terlihat lebih aktif bertanya dan menjawab pertayaan 3. Pelaksanaan peran Pembagian kelompok terlihat lebih

teratur

setiap kelompok terlihat kompak dalam pelaksanaan peran.

4. Diskusi dan mereview pelajaran yang didapat

siswa terlihat tenang dalam kegiatan diskusi.

Siswa terlihat lebih percaya diri dalam mengemukakan pendapat.

Pada pelaksanaan siklus II, proses pembelajaran dapat berjalan lebih baik dari sebelumnya. Para siswa terlihat lebih siap dalam mengikuti pelajaran. Siswa terlihat sudah terbiasa mengikuti pembelajaran menggunakan metode information search dan

b) Kuesioner

Tabel 4.7 Presentase Kuesioner Siklus II6

N0 Pertayaan Ya Tidak

1. Apakah kamu menyukai pembelajaran fiqih dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search

dan role play?

100% -

2. Apakah kamu lebih mudah memahami materi dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search

dan role play?

100% -

3. Apakah pembelajaran pembelajaran fiqih dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search dan

role play meyenangkan bagi kamu?

100% -

4. Apakah pembelajaran materi dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search dan role play

membuat kamu bersemangat belajar fiqih?

100% -

5. Apakah pembelajaran dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search dan role play

menghambat pemahaman kamu?

6,25% 93,75%

6. Apakah pembelajaran materi dengan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search dan role play

membuat kamu termotivasi untuk belajar?

100%

7. Apakah penggunaan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search dan role play membuat kamu merasa jenuh?

9,37% 90,63%

8. Apakah penggunaan metode pembelajaran aktif menggunakan teknik information search dan role role play lebih baik dan

96,88% 3,12%

Berdasarkan tabel 4.7 terlihat bahwa tanggapan siswa mengenai pembelajaran menggunakan metode information search dan role role play lebih baik dari siklus sebelumnya. Dari presentase kuesioner diatas dapat diketahui 97,65 % dari data siswa, sebagian siswa lebih senang dan mudah memahami materi pelajaran fiqih mengunakan metode information search dan role play.

c) Hasil Belajar

Untuk mengetahui efektivitas tindakan yang telah dilakukan pada tindakan siklus II maka data hasil belajar dianalisis menggunakan Normal Gain terhadap skor rerata tes awal dan tes akhir kemampuan siswa.

Adapun hasil N- Gain tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 4.8 Hasil Pretest dan Postest Pada Siklus II7

No Siswa Siklus II

1 Afif Rifqi Nofriansyah Pre-Test Postest N-Gain

2 Anggi Nur Fadila 65 75 0.29

3 Arief Ardianto 60 75 0.38

4 Deni Rizkiasyah 65 80 0.43

5 Dinar Ayu Rahma.I 65 75 0.29

6 Faidhil Akbar 70 75 0.17

7 Farinaz Mutiara Karim 60 75 0.38

8 Hadi Sampurno 70 85 0.50

9 Izzudin Fauzul Aslam 70 75 0.17

10 Jango Agesta 65 75 0.29

11 Lola Anggita Putri 70 80 0.33

12 Meila Putri Alkarimah 65 75 0.29

13 Muhammad Aldino 80 95 0.75

14 Muhammad Fahry 75 90 0.60

15 Muhammad Fawwaz 60 70 0.25

16 Naufal surya Anggana 65 70 0.14

19 Risma Amelia 80 95 0.75

20 Risma Dwi Lolita 75 80 0.20

21 Salma Ramadhaniati 70 80 0.33

22 Salasadila Ardiyanti 80 90 0.50

23 Saskya Angelina mawardi 70 75 0.17

24 Selvina Ruliagustin 70 75 0.17

25 Sonia nur Azzizah 75 75 0.00

26 Sovi nur Ajijah 75 85 0.40

27 Syam Maulana 75 90 0.60

28 Tarisa Apriliani 70 75 0.17

29 Tri Mulyawan 70 75 0.17

30 Windi Camalla Suaebeni 65 75 0.29

31 Wirananda Nur Nusa 70 75 0.17

32 Zakiyah Aulia Fakhiroh 75 80 0.20

Rata-Rata 69.375 78.75 0.32

Ketuntasan(T/TT) 100% /-

Berdasarkan rata-rata perolehan N-gain = 0,32 , hal ini menunjukkan kategori N-gain Sedang8. hal ini berarti tingkat pemahaman atau penguasaan siswa atas perlakuan tindakan pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif metode

information search dan role playpada konsep shalat berjamaah adalah “sedang”.

Tabel 4.9 Perbandingan Nilai Rata-Rata Pretest dan Posttest Pada Siklus II

8 Tomi tridaya putra, Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Dengan Pembelajaran Berbasis Masalah Vol. 1 No. 1, Jurnal Pendidikan Matematika Part 3 , h. 22-26.

Dari tabel 4.9 tentang rata-rata hasil belajar siswa, diketahui bahwa ada peningkatan rata-rata hasil belajar siswa pada saat pelaksanaan prestes 69,38 menjadi 78,78 pada saat setelah pelaksanaan posttest.

Tabel 4.10 Presetase Ketuntasan Pada Siklus I dan II

Dari tabel 4.10 diatas dapat diketahui bahwa pada siklus II ini tes akhir (Post Test) yang dilakukan telah memenuhi ketuntasan belajar. dengan batas ketuntasan minimal yaitu 70. Pada siklus II ini ketuntasan belajar mencapai 100%. Pada siklus II ini terdapat peningkatan hasil belajar dari 72%pada siklus Imenjadi 100% pada siklus II.

64,00 66,00 68,00 70,00 72,00 74,00 76,00 78,00 80,00 1 2 Series1 69,38 78,75 N il ai 0% 20% 40% 60% 80% 100% 1 2 KETUNTASAN 72% 100% P er sen tase

mengikuti proses pembelajaran, setiap siswa terlihat bisa mengikuti setiap tahapan proses pembelajaran dengan baik, dengan adanya perbaikan yang telah dilakukan dengan melihat kekurangan yang terjadi pada siklus sebelumnya.

Metode information search dan role play juga memberikan kemudahan kepada guru dalam proses pembelajaran, karena guru tidak lagi harus mencapai materi dengan berceramah dan menjelaskan secara panjang lebar di depan kelas, sehingga setiap tindakan siswa dapat dipantau oleh guru dan pada akhirnya tujuan pembelajaran akan mudah dicapai oleh guru.

Pada pelaksanaan siklus II pembelajaran fiqih menggunakan metode information search dan role play diperoleh hasil yang memuaskan, dengan capaian ketuntasan mencapai 100%. Hal ini sesuai dengan kriteria yang diharapkan dan menunjukkan tindakan yang dilakukan telah berhasil disajikan dan lebih jelas penyampaianya.

Berdasarkan refleksi siklus II diperoleh bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I. Siswa lebih mampu belajar aktif selama proses pembelajaran. Ketuntasan belajar siswa telah mencapai kriteria yang diharapkan yaitu 100% sehingga tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa telah berhasil.

Dokumen terkait