BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Pembahasan
Sesuai dengan hasil anaisis yang telah dilaksanakan diatas maka kinerja keuangan Pemerintah Desa Bonto Tengnga tahun anggaran 2016-2018 yang telah dianalisis dengan menggunakan tiga analisis rasio yaitu:
rasio kemandirian desa, rasio efektivitas, dan rasio efisiensi yaitu:
1. Rasio Kemandirian Desa
Sesuai dengan analisis rasio kemandirian desa dalam mengukur kinerja keuangan Pemerintah Desa Bonto Tengnga Kabupaten Sinjai tahun anggaran 2016-2018 termasuk dalam kategori tingkat cukup mendiri, dimana hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa analisis kemandirian desa ini dalam mengukur kinerja keuangan Pemerintah Desa Bonto Tengnga pada 3 periode yaitu pada tahun 2016 menunjukkan tingkat mandiri sedang dimana tingkat persentase rasio kemandirian desa sebesar 75%, di tahun 2017 tingkat rasio kemandirian desa mengalami peningkatan yang sangat drastis dengan jumlah persentase sebesar 93%, kemudian di tahun anggaran selanjutnya juga mengalami peningkatan yaitu dengan tingkat rasio kemandirian desa yang berada pada tingkat rasio dengan nilai
persentase rasio kemandirian sebesar 100%. Kategori tingkat rasio kemandirian desa berada pada tingkat rasio tinggi diasebabkan karena tingkat jumlah realisasi yang tinggi karena adanya SILPA pada tahun 2016 seniali Rp 123.586.629 yang dialokasikan pada realisasi anggaran belanja periode berikutnya yaitu tahun 2017, dan adanya beberapa kegiatan yang tidak terealisasi yaitu kegiatan pembinaan kader pemberdayaan masyarakat dengan jumlah anggaran sebesar Rp 20.500.000, peningkatan SDM petani dengan jumlah anggaran sebesar Rp 2.500.000, pembinaan TK/TPA dengan jumlah anggaran sebesar Rp 2.500.000, pembinaan generasi muda dengan jumlah anggaran sebesar Rp 3.539.500, dan peningkatan kapasitas pengurus BUMDes dengan jumlah anggaran sebesar Rp 5.000.000. sehingga mengakibatkan jumlah anggaran meningkat diperiode selanjutnya serta berpengaruh pada realisasi belanja yang juga mengalami peningkatan. Hal ini menunjukka bahwa perbandingan tingkat realisasi pendapatan terhadap tingkat realisasi belanja berada pada tingkat kurang dari atau dibawah 95%.
2. Rasio Efektivitas
Sesuai dengan analisis rasio efektivitas dalam mengukur kinerja keuangan Pemerintah Desa Bonto Tengnga Kabupaten Sinjai tahun anggaran 2016-2018 termasuk dalam kategori tingkat efektif, dimana hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa analisis rasio efektivitas ini dalam mengukur kinerja keuangan pemerintah desa bonto tengnga pada 3 periode yaitu pada tahun 2016-2018 sudah cukup baik, karena disetiap tahunnya yaitu dari tahuin anggaran 2016-2018
67
terus mengalami peningkatan yang sangat drastis. Dimana pada tahun anggaran 2016 tingkat rasio bearada pada tingkat rasio tidak efektif dengan nilai rasio 20%, kemudian di tahun selantutnya atau tahun 2017 mengalami peningkatan yang sangat drastis yaitu berada pada tingkat rasio cukup efektif dengan nilai rasio 90%, dan di tahun 2018 berada pada tingkat rasio efektif dengan nilai tingkat rasio 100%. Dapat disimpulkan bahwa pemerintah desa didalam menjalankan tugasnya ditinjau dari rasio efektivitasnya sudah efektif atau sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
3. Rasio Efisiensi
Sesuai dengan analisis rasio efisiensi dalam mengukur kinerja keuangan Pemerintah Desa Bonto Tengnga Kabupaten Sinjai tahun anggaran 2016-2018 termasuk dalam kategori tingkat sangat efisien, dimana hasil analisis menunjukka tingkat rasio yang diperoleh pada tahun 2018 sebesar 49%, pada tahun 2016 tingkat rasio yang diperoleh sebesar 31%, dan pada tahun 2017 tingkat rasio yang diperoleh sebesar 15%, hasil rasio efektif didalam mengukur kinerja keuangan Pemerintah Desa Bonto Tengnga dalam 3 periode yaitu tahun anggaran 2016-2018 berada pada tingkat rasio sangat efisien karena rata-rata dibawah 60%.
Sesuai dari hasil ke tiga analisis diatas dapat diketahui bahwa kinerja keuangan Pemerintah Desa Bonto Tengnga Kabupaten Sinjai dari tahun anggaran 2016 sampai dengan tahun anggaran 2018 dari sisi tingkat rasio kemandirian desa berada pada tingkat cukup mandiri, dari sisi tingkat rasio efektivitas berada pada tingkat efektif, dan dari sisi tingkat rasio efisiensi berada pada tingkat rasio sangat efisien.
Berdasarkan hasil penelitian terhadap analisis kinerja keuangan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) di desa bonto tengnga kabupaten sinjai dapat disimpulkan pada prinsip berdasarkan dalam kriteria kemandirian desa 75% s/d 100% digolongkan dalam kategori mandiri, kriteria efektivitas 90% s/d 100% digolongkan dalam kategori efektif dan kriteria efisiensi 60% s/d 80% digolongkan dalam kategori efisien .Hasil penelitian ini mendukung peneliti Soeharso (2017) yang mendapatai hasil penelitian Yogyakarta sudah mandiri, efektif dan efisien. Tapi berbeda dengan hasil penelitian Arifiyanto (2016), Iqsan (2016), Puspa Wardani (2017) dan Gimon (2018).
69 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah melakukan penelitian, maka peneliti dapat menyimpulkan beberapa kesimpulan untuk menjawab untuk menjawab masalah yang diangkat dalam penelitian ini, kesimpulan yang dapat ditarik yaitu:
1. Dikatakan mandiri, karena mengalami peningkatan rasio dari periode 2016 tingkat rasio 75%, periode 2017 berada pada tingkat rasio 93%
dan pada periode 2018 tingkat rasionya 100%. Peningkatan rasio disetiap tahunnya mengartikan bahwa Pemerintah Desa Bonto Tengnga Kabupaten Sinjai sudah cukup baik didalam mengelola keuangan desanya.
2. Pemerintah sudah efektif dalam menjalankan tugasnya terutama dalam pengelola keuangan desa. Karena rasio efektivitas ini disetiap tahunnya mengalami peningkatan, meskipun di tahun 2016 sempat berada pada tingkat rasio tidak efektif namun di tahun selanjutnya terus mengalami peningkatan.
3. Kinerja keuangan Pemerintah Desa Bonto Tengnga Kabupaten Sinjai periode 2016 dan periode 2018 dapat dikatakan sangat efisien, karena menghasilkan tingkat rasio kurang dari 60%. Ini mengartikan bahwa Pemerintah Desa Bonto Tengnga Kabupaten Sinjai telah mampu merealisasikan pendapatan dan penerimaan dengan baik.
B. Saran
Sesuai dengan hasil penelitian dan hal-hal yang terkait mengenai keterbatasan penelitian maka peneliti memberikan saran sebagai berikut:
1. Bagi Pemerintah Desa Bonto Tengnga
a. Pemerintah Desa Bonto Tengga perlu meningkatkan PAD dengan cara peningkatan efisiensi dari beberapa bidang yang berhubungan dengan PAD. dan efisiensi akan meningkat apabila Pemerintah Desa Bonto Tengnga dapat melaukan secara lebih optimal pemungutan pajak dan retribusi desa yang masih memiliki kontribusi kecil dalam PAD.
b. Diharapka kepada pemerintah desa bonto tengga dapat terus mempertahnkan kemandirian desa serta meningkatkan efektivitas desanya.
c. Dalam meuwjudka suatu desa yang akuntabilitas dan transparansi sangat dibutuhkan partisipasi masyarakat desa untuk meningkatkan APBDes yang telah ditetapkan oleh kepala desa sesuai denga aspirasi masyarakat di desa bonto tengnga kabupaten sinjai.
d. Dalam pembangunan dan pemberdayaan serta mewujudkan desa agar lebih maju dan menonjol serta pemasukan sumber dana APBDes harus tepat waktu sesuai dengan peraturan pemerintah diperlukan sosialisasi yang lebih efisien dari partisipasi masyarakat.
2. Bagi peneliti selanjutnya
a. Diharapkan agar dapat lebih meningkatkan penelitian yang berkaitan dengan penilaian kinerja keuangan pemerintah desa serta
71
lebih menambah rasio-rasio keuangan yang digunakan dalam menganalisis APBDes.
b. Dalam penelitian selanjutnya diharapka dapat menambah tahun anggaran pada penelitian ini agar penelitian ini lebih akurat.
DAFTAR PUSTAKA
Arifiyanto, D. F., & Kurrohan , T. (2014). Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa di Kecamatan Jember. Jurnal Risek Akuntansi dan Keuangan, (Online), Vol. 2, No. 3, (http://ejournal.upi.ac. id/index.php/JRAK/article/, diakses 28 April 2019).
Gimon, H. P., Tinagon, J. J., & Affandi, D. (2018). Analisis Sistem Akuntansi Pelaksanaan APBDes pada Pemerintah Desa Kopandakan I Kecamatan Kotamobagu Selatan Kota Kotamobagu. Jurnal Riset Akuntansi Going Concern, (Online), Vol. 13, No. 2, (http://ejournal.unsurat.ac.id/index.
php/gc/article/, diakses 28 April 2019).
Gramini, M., Kasim, M.Y., & Bidin, C.R. (2017). Analisis Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Morowali pada Periode 2011-1015. Jurnal Ilmu Manajemen, (Online), Vol. 3, No. 1, (http://jurnal.
untad.ac.id/jurnal/indeks/, diakses 16 Maret 2019).
Iqsan. (2016). Transparansi Pemerintah Desa dalam Penyusunan APBDes di Desa Long Nah Kecamatan Muara Ancalong Kabupaten Kutai Timur.
Jurnal Ilmu Pemerintahan, (Online), Vol. 4, No. 1, (http://ejournal. IP.
FISIP-unmul.ac.id/, diakses 28 April 2019).
Kusumadewi, W.N., & Ilat, V. (2016). Analisis Kinerja Keuangan Pada Pemerintah Kabupaten Minahasa UtaraTahun 2012-2014. Jurnal EMBA, (Online), Vol. 4, No. 1, (http://ejournal.unsurat.ac.id/indeks/emba/, diakses 6 Maret 2019).
Mardiasmo. (2010). Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Andi.
Puspawardani, W. (2017). Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa oleh Pemerintah Desa di Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi Kabupaten Pengandaran. Dipetik April 28, 2019. Jurnal Dinamika, (Online), Vol. 4, No. 1, (http://jurnal.unigal.ac.id/index.php/ dinamika/
article/, diakses 28 April 2019).
Rantebalik, B., Tawakkal, & Sutrisna , A.S. (2016). Analisis Kinerja Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten Tana Toraja. Jurnal Riset Akuntansi Terpadu, (Online), Vol. 9.
No. 2, (http://jurnal.untirta.ac.id/indeks/jrat/, diakses 6 Maret 2019).
Siregar, B. (2015). Akuntansi Sektor Publik (Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah Berbasis Akrual). Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Soeharjo, E. D. (2017). Akuntabilitas Pemerintah Desa dalam Pengelolaan APBDes Tahun 2015 berdasarkan Pemdagri No. 113 Tahun 2014 di Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul Yogyakarta. Jurnal Of Governance and Public Policy, (Online), Vol. 4, No. 3, (http://journal.
umy.ac.id/index.php/article/, diakses 28 April 2019).
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kombinasi (mixed method). Cetakan Kedua. Bandung. Alfabeta.
73
Sumarna , A. (2017). Analisis Laporan Keuangan Desa Ciburial Tahun Anggaran 2013-2014. (Online), (http://ciburial-desa-id.cdn.approject.org/, diakses 28 April 2019).
Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa.
Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2014 Tentang pemerintahan Daerah.
Undang-Undang Republik Indonesia No. 113 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1
Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) di Desa Bonto Tengnga Kabupaten Sinjai
1. Laporan Realisasi Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Per Sumber Dana Desa Bonto Tengnga Tahun Anggaran 2016
2. Laporan Realisasi Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Per Sumber Dana Desa Bonto Tengnga Tahun Anggaran 2017
3. Laporan Realisasi Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Per Sumber Dana Desa Bonto Tengnga Tahun Anggaran 2018
LAMPIRAN 2
Analisis Perhitungan APBDes desa bonto tengnga kabupaten sinjai tahun anggaran 2016-2018
1. Perhitungan Rasio Kemandirian Desa APBDes Desa Bonto Tengnga Kabupaten Sinjai Tahun Anggaran 2016-2018
Tahun PAD Lain-lain
(Sumber: Laporan Realisasi Pelaksanaan APBDes Per Sumberdana Pemerintah Desa Bonto Tengnga Tahun Anggaran 2016-2018) 2. Perhitungan Rasio Efektivitas APBDes Desa Bonto Tengnga Kabupaten
Sinjai Tahun Anggaran 2016-2018 Tahun 2016 26.045.165 15.000.000 20% Tidak efektif 2017 5.845.322 6.507.165 90% Cukup efektif 2018 16.427.000 16.749.566 100% Sangat efektif (Sumber: Laporan Realisasi Pelaksanaan APBDes Per Sumberdana Pemerintah Desa Bonto Tengnga Tahun Anggaran 2016-2018 3. Perhitungan Rasio Efisiensi APBDes Desa Bonto Tengnga Kabupaten Sinjai
Tahun Anggaran 2016-2018 2016 796.957.900 26.045.165 30% Sangat efisien 2017 874.072.452 5.845.322 15% Sangat efisien 2018 801.227.726 16.427.000 49% Sangat efisien (Sumber: Laporan Realisasi Pelaksanaan APBDes Per Sumberdana Pemerintah Desa Bonto Tengnga Tahun Anggaran 2016-2018)
LAMPIRAN 3
Wawancara
ANALISIS KINERJA KEUANGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA (APBDES) DI DESA BONTO TENGNGA KABUPATEN SINJAI
Daftar pertanyaan serta hasil atau jawaban dari tiap-tiap pertanyaan:
1. Bagaimana kondisi kemandirian Desa Bonto Tengnga dari tahun anggaran 2016-2018, apakah sudah mencapai tingkat mandiri yang diharapakan?
Jawab:
Kondisi kemandirian Desa Bonto Tengnga disetiap tahunnya pasti mengalami surplus ataupun defisit dan setiap desa pasti mengalami hal tersebut. Bisa dikatakan tingkan kemandirian Desa Bonto Tengnga ini berada pada tingkat mandiri, karena pendapatan desa semakin meningkat disetiap tahunnya disebabkan oleh adanya tempat wisata serta adanya beberapa usaha yang dijalanka oleh masyarakat desa yang memberikan pengaruh positif terhadapa desa. Dimana kemandirian suatu desa tidak bisa lepas dari partisipasi ataupun dukungan dari masyarakat desa itu sendiri.
2. Apakah tingkat efektivitas Desa Bonto Tengnga dari tahun anggaran 2016-2018 sudah sesuai dengan standar atau ketentuan yang telah ditetapkan?
Jawab:
Tingkat efektivitas Desa Bonto Tengnga dari tahun anggaran 2016-2018 berada pada tingkat efektif. Dimana anggaran pendapatan dan realisasi pendapatan dari 3 periode ini berada pada tingkat posisi tidak efektif di tahun anggaran 2016, namaun di tahun selanjutnya mengalami peningkatan yang cukup baik, karena pada tahun anggaran selanjutnya yaitu tahun anggaran
2017 berada pada tingkat cukup efektif dan tahun anggaran 2018 berada pada tingkat sangat efektif. Ini membuktikan bahwa pemerintah Desa Bonto Tengnga didalam mengelola realisasinya cukup efektif.
3. Bagaimana perkembangan tingkat efisien Desa Bonto Tengnga dari tahun anggaran 2016-2018?
Jawab:
Tingkat efisien dalam 3 periode ini Desa Bonto Tengnga berada pada tingkat sangat efisien karena anggaran belanja sangat perpengaruh terhadap perealisasian belanja.
RIWAYAT HIDUP
Nurhayati, panggilan Tati/Lilu lahir di Sinjai pada tanggal 16 juni 1995 anak ke lima dari dari pasangan suami istri bapak Juma dan Ibu Bau. Penulis menempuh pendidikan pertama di sekolah dasar di SD Negeri 187 Maccini mulai tahun 2003 sampai dengan tahun 2009, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Sinjai Borong pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2012, kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Sinjai Borong pada tahun 2012 sampai dengan tahun 2015, kemudian melanjutkan keperguruan tinggi dengan mengambil jurusan/program studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
Berkat rahmat dan karunia Allah SWT, dan iringan doa dari kedua orang tua serta saudara-saudara dan orang-orang terkasih hingga dapat menyelesaikan studi di Universitas Muhammadiyah Makassar dengan tersusunnya skripsi yang berjudul “Analisis Kinerja Keuangan Anggaran Pandapatan dan Belanja Desa (APBDes) di Desa Bonto Tengnga Kabupaten