BAB III METODELOGI PENELITIAN
G. Teknik Analisis Data
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif, dimana metode ini berfungsi untuk mengumpulkan, menginterprestasikan, dan mengolah data yang diperoleh serta memberikan penjelasan yang lengkap. berikut analisis yang digunakan dalam penelitian ini:
1. Rasio Kemandirian Keuangan Desa
Rasio kemandirian keuangan desa merupakan kemampuan desa dalam membiayai sendiri kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat. Kemandirian keuangan desa dilihat pada besar kecilnya pendapatan asli desa (PADes) dibandingkan
25
dengan pendapatan desa yang berasal dari sumber lainnya seperti dana bagi hasil, bagian dana perimbangan pusat dan daerah, bantuan keuangan pemerintah/provinsi/kabupaten/desa, hibah, serta sumbangan dari pihak ketiga. Rasio kemandirian desa ditunjukkan dari besar kecilnya rasio kemandirian serta rasio ketergantungan desa terhadap sumbaer dana eksternal (dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota). Semakin tinggi rasio keuangan desa, maka tingkat ketergantungan terhadaap pihak eksternal (terutama pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan desa) semakin rendah dan sebaliknya (Sumarna, 2017).
Berikut rumus untuk menghitung raso kemandirian desa:
2. Rasio Efektivitas
Rasio ini menggambarkan kemampuan pemerintah desa dalam merealisasikan pendapatan asli desa (PADes) yang direncanakan dibandingkan dengan target yang ditetapkan berdasarkan potensi riil desa. Pemerintah desa dikatakan mampu menjalankan tugasnya apabila rasio yang dicapai minimal 1 sampai 100% akan tetapi semakin tinggi rasio ini maka itu menunjukkan bahwa kemampuan desa semakin baik (Sumarna, 2017).
Berikut rumus untuk menghitung rasio efektivitas:
3. Rasio Efisiensi
Rasio ini menggambarkan perbandingan antara besarnya biaya yang dikeluarkan dalam memperoleh pendapatan dengan realisasi pendapatan yang diterima. Pemerintah desa dikatan efisien apabila rasio yang dicapai kurang dari 1 atau dibawah 100%, maka semakin kecil rasio efisiensi maka berarti kinerja pemerintah desa semakin baik.
Kemudian pemerintah desa sangat perlu menghitung secara detail besarnya biaya yang dikeluarkan untuk merealisasikan semua pendapatan yang diterima. sehingga dapat diketahui cara memungut pendapatan yang efisien atau yang tidak efisien (Sumarna, 2017).
Berikut rumus untuk menghitung rasio efisiensi:
27 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian 1. Data Umum
a. Sejarah Desa
Bonto tengnga merupakan desa dari hasil pemekaran desa batu belerang pada tahun 2002 berdasarkan inisiatif BPD bersama tokoh masyarakat yaitu dengan bukti dibentuknya desa persiapan pada bulan april tahun 2002 yang diberi nama desa bonto tengnga dan resmi menjadi desa definitif pada bulan juni 2003, untuk pemberian nama bonto tengnga sendiri, menurut cerita tokoh masyarakat nama tersebut berasal dari salah satu kampung yang yang berada di dusun tajjuru yang dikenal dengan “kampung tengnga”, akhirnya pada saat dibentuknya desa semua masyarakat sepakat dengan nama desa bonto tengnga.
Setelah terbentuknya desa bonto tengnga sebagai desa persiapan pada tahun 2002, kemudian pada awal berdirinya desa bonto tengnga dipimpin oleh seorang kepala untuk pertama kalinya yaitu oleh bapak Syafaruddin sampai dengan tahun 2016, kemudian kepemimpinan selanjutnya digantikan oleh pabak Kaswan Mahmud sampai saat ini, sementara struktur pemerintahan desa bonto tengnga dalam menata pemerintahannhya dengan membagi 4 (empat) dusun yaitu: dusun Maccini, dusun Pattiroang, dusun Tajjuru, dan dusun Balantieng.
b. Kondisi Demokrafi
Desa bonto tengnga adalah salah satu desa di kecamatan sinjai borong yang mempunyai luas wilayah 693,84 Ha, jumlah penduduk desa bonto tengnga sebanyak 1714 jiwa yang terdiri dari 853 laki-laki dan 881 perempuan dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 456 KK. Sedangkan jumlah keluarga miskin 173 KK.
Batas-batas administratif pemerintah desa bonto tengnga kecamatan sinjai borong sebagai berikut:
Sebelah utara : Desa batu belerang Sebelah timur : Desa bonto sinala Sebelah selatan : Desa kassibuleng Sebelah barat : Kabupaten bulukumba
Dilihat dari topografi dan kontur tanah, desa bonto tengnga kecamatan sinjai borong secara umum berupa perkebunan dan perbukitan yang berada pada ketinggian antara 900 M sampai dengan 1400 M diatas permukaan laut dengan suhu rata-rata berkisar antara 20 celcius sampai dengan 30 celcius. Desa bonto tengnga yang terdiri dari 4 (empat) Dusun, 8 (delapan) RW, dan 16 (enam belas) RT. Orbitasi dan waktu tempuh dari ibukota kecamatan 4 km dengan waktu tempuh 15 menit sedangkan dari ibukota kabupaten 48 km dengan waktu tempuh 1,5 jam.
c. Visi dan Misi
1. Visi Desa Bonto Tengnga
Visi adalah rumusan ideal mengenai masa depan desa yang merupakan cita-cita pemerintah dan masyarakat desa
29
mengenai keinginan yang ingin diwujudkan.
Dalam perumusan visi desa bonto tengngauntuk jangka menengah 6 (enam) tahun kedepan harus memperhatikan visi kabupaten sinjai jangka menengah sebagaimana ditetapkan dalam peraturan daerah nomor 16 tahun 2013 tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah kabupaten sinjai tahun 2013 -2018 yaitu “Terwujudnya sinjai bersatu yang sejahtera, unggul dalam kualitas hidup, terdepan dalam pelayanan publik” juga memperhatikan potensi sumber daya yang ada di desa dan masalah yang dihadapi desa berdasarkan hasil kajian permasalahan dan prioritas tindakan yang layak sesuai dengan urutan peringkat dalam sketsa desa, kalender musim dan bagan kelembagaan. Maka berdasarkan pertimbangan diatas visi desa bonto tengnga adalah “Terwujudnya pemerintah desa yang akuntabel, transparan, pelayanan yang baik, serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam segala bidang”.
Penjelasan visi sebagai berikut:
a. Pemerintah Desa yang Akuntabel
Pemerintah desa merupakan ujung tombak dari pemerintahan nasional, dimana sebagai permasalahan dimulai dari desa. Untuk itu pemerintah desa harus solid, akuntabel, profesional, amanah serta ramah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
b. Transparan
Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, maka pemerintah desa dalam mengelola keuangan harus transparan. Yang dimaksud transparan adalah dimana pemerintah desa harus mengetahui sumber-sumber keuangan yang didapat dengan mengalokasikannya minimal satu kali dalam setahun dan membuat laporan kepada BPD serta disosialisasikan kepada masyarakat terkait penggunaan anggaran desa.
c. Pelayanan terbaik
Pelayanan kepada masyarakat perlu ditingkatkan sehingga masyarakat dengan mudah mendapatakan pelayanan sesuai kebutuhan dengan tidak membeda-bedakan satatus dalam masyarakat sepanjang pelayanan yang dibutuhkan serta tidak bertentangan dengan norma-norma dalam masyarakat dan hukum yang belaku.
d. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam segala bidang
Pemberdayaan masyarakat perlu ditingkatkan dalam segala bidang diantaranya bidang pembangunan, bidang keagamaan, dan bidang sosial kemasyarakatan.
2. Misi desa bonto tengnga
Selain penyusunan visi juga telah ditetapkam misi yang memuat suatu pernyataan yang harus dilakukan oleh desa tersebut. Visi berada diatas misi, pernyataan visi
31
kemudian dijabarkan kedalam misi agar dapat dioperasionalkan atau dikerjakan. Sebagaimana penyusunan visi, misipun dalam penyusunannya menggunakan pendekatan partisipatif dan pertimbangan potensi serta kebutuhan desa bonto tengnga, sebagaimana proses yang dilakukan maka misi desa bonto tengnga adalah:
a. Meningkatkan peran dan fungsi pemerintah desa serta lembaga-lembaga yang ada di desa.
b. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan dana desa.
c. Melibatkan masyarakat dalam rencana pembangunan, pelaksanaan pembangunan, serta pengawasan dan evaluasi.
d. Menfasilitasi masyarakat dalam memelihara dan mengamankan hasil-hasil pembangunan dengan mewujudkan ketertiban lingkungan.
d. Strategi pembangunan desa bonto tengnga 1. Strategi pembangunan
Untuk mewujudkan visi dan misi desa bonto tengnga maka ditetapkan strategi pembangunan desa bonto tengnga untuk enam tahun kedepannya yaitu:
a) Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan publik.
b) Memacu pemerataan dan pertumbuhan ekonomi.
c) Meningkatkan pembangunan dan pengembangan kawasan pedesaan secara partisipatif.
d) Meningkatkan sarana dan prasarana akses jalan pendidikan, kesehatan, dan keamanan.
e) Menggali dan meningkatkan seluruh potensi SDA dan SDM desa.
f) Meningkatkan kualitas dan kuantitas keagamaan dan kebudayaan.
g) Aktif melakukan program-program kemajuan desa dari pemerintah daerah, pusat, dan propinsi.
h) Mendorong partisipasi masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan demi kemajuan dan pembangunan desa.
i) Mensukseskan semua program-program pembangunan yang direncanakan oleh pemerintah.
2. Faktor-faktor kunci dan asumsi keberhasilan
Dalam rangka menunjang perwujudan visi dan misi serta melaksanakan strategi pembangunan desa bonto tengnga, maka diperlukan faktor-faktor kunci dan asumsi keberhasilan pembangunan, sebagai berikut:
a) Adanya situasi dan kondisi desa yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan.
b) Adanya konsistensi aparatur desa, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat yang berpihak pada masyarakat, khususnya kelompok yang kurang mampu.
c) Adanya dukungan dan komitmen yang utuh dari segenap pemangku kepentingan, terkait kebijakan hingga operasional dalam pengembangan wilayah/desa.
33
d) Adanya transparansi, komunikasi terbuka, kapasitas hukum, serta efisiensi dan efektivitas pemanfaatan anggaran.
e) Adanya dukungan swadaya masyarakat secara optimal.
f) Adanya dukungan anggaran dari pemerintah baik pemerintah pusat, propinsi maupun pemerintah kabupaten dalam proses pembangunan.
e. Arah kebijakan keuangan desa
Dalam struktur anggaran desa bonto tengnga memiliki 7 pos pendapatan desa yang merupakan sumber keuangan desa.
Dalam rangka mewujudkan visi dan misi desa enam tahun kedepan, maka pemerintah desa bonto tengnga akan berupaya untuk menggali potensi pendapatan desa, disamping meningkatkan swadaya masyarakat untuk membangun daerahnya sendiri.
Sumber-sumber pendapatan desa dalam rangka pelaksanaan kegiatan pembangunan di desa bonto tengnga terdiri dari:
1. Pendapatan asli desa (PADes) terdiri dari:
a) Tanah kas desa b) Pendapatan lain-lain 2. Bagi hasil pajak kabupaten 3. Bagian dari retribusi kabupaten 4. Alokasi dana desa (ADD)
5. Bantuan keuangan dari pemerintah pusat, pemerintah propinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah desa lainnya.
6. Hibah
7. Sumbangan pihak ketiga
Secara umum kebijakan keuangan desa diarahkan pada peningkatan pendapatan desa dan peningkatan swadaya masyarakat disertai dengan merealisasikan APBDes dalam kegiatan-kegiatan pembangunan baik secara fisik maupun non fisik guna untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat desa bonto tengnga pada khususnya, serta kemajuan pembangunan kabupaten sinjai pada umumnya.
Langkah-langkah dan arah kebijakan keuangan desa adalah sebagai berikut:
1. Mengoptimalisasikan sumber-sumber pendapatan desa terutama pengelolaan BUMDes.
2. Mengoptimalkan pemanfaatan pertanian, perkebunan, peternakan, dan perdagangan sebagai sumber dana desa.
3. Mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan lembaga pemerintah di kecamatan maupun kabupaten guna lebih mengoptimalkan pendapatan desa yang bersumber dari APBD kabupaten sinjai, APBD propinsi sulawesi selatan hingga ke pusat kementrian yang terkait terutama kementrian desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi.
4. Melakukan rembuk desa secara berkala, untuk merumuskan swadaya masyarakat dan mengintensifkan pendapatan yang bersumber dari pelayanan publik, yang tidak bertentangan dengan perundang-undangan.
35
f. Pengelolaan Keuangan Desa
Keuangan desa dalam peraturan Menteri dalam Negeri No. 113 Tahun 2014 tentang desa dan pengelolaan keuangan desa, dimana desa merupakan semua hak dan kewajiban desa yang dapat dinilai dengan uang, serta segala sesuatunya berupa uang dan barang yang berkaitan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban desa. Peraturan ini bertujuan untuk mempermudah pengelolaan keuangan desa sehingga tidak ada kesalahan dalam penerapannya. Dengan itu diharapkan dapat mewujudkan pengelolaan keuangan yang efisien dan efektif.
1. Pengelolaan keuangan desa
Pengelolaan keuangan desa di desa menjadi aspek yang sangat penting dan sangat mendasar serta harus dimiliki oleh para pemangku kepentingan di pemerintahan desa khususnya perangkat desa didalam mewujudkan trasnparansi dan akuntabilitas. Berikut siklus pengelolaan keungan desa:
Gambar 2
Siklus Pengelolaan Keuangan Desa
Keuangan desa dikelola sesuai dengan peraturan-peraturan pemerintahan yang baik serta asas-asas pengelolaan keuangan tertuang dalam Pemdagri nomor 113 tahun 2014
Perencanaan Pelaksanaa n
Penatausahaan
Pelaporan Pertanggung Jawaban Keuangan Desa
yang terdiri dari: transparan, akuntabel, partisipatif, dan disiplin anggaran. Pelaksanaan Teknis Pengelolaan Keuangan Desa (PTPKD) yaitu unsur perangkat desa yang bertugas membantu kepala desa dalam pengurusan pengelolaan keuangan desa serta PTPKD ditetapkan dengan keputusan kepala desa.
PTPKD terdiri dari Sekretaris Desa, Kepala Seksi, dan Bendahara. aparatur desa yang tercantum dalam PTPKD ini memiliki tugas sebagai berikut:
a. Tugas sekretaris desa dalam pengelolaan keuangan yaitu:
menyusun dan melaksanakan APBDes, menyusun reperdes APBDes, menyusun perubahan APBDes dan pertanggungjawaban APBDes, mengendalikan pelaksanaan kegiatan APBDes, menyusun pelaporan dan pertanggungjawaban APBDes, serta memferifikasi bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran APBDes.
b. Tugas kepala seksi dalam pengelolaan keuangan yaitu:
menyusun rencana kegiatan, melaksanakan kegiatan bersama lembaga kemasyarakatan desa, melakukan tindakan pengeluaran yang membebani anggaran belanja, mengendalikan dan melaporkan pelaksanaan kegiatan kepada kepala desa, serta menyiapkan dokumen anggaran atas pelaksanaan kegiatan.
c. Tugas bendahara dalam pengelolaan keuangan yaitu:
menerima, menyimpan, menyetorkan, membayar,
37
menatausahakan, serta mempertanggungjawabkan penerimaan dan pengeluaran APBDes.
g. Struktur Organisasi Pemerintah Desa Bonto Tengnga
Struktur Organisasi Pemerintah Desa Bonto Tengnga
Gambar 3 Bagan Struktur Organisasi
Sekretaris Desa
Kaur Keuangan Kasi
Pelayanan
Kadus Tajjuru Kaur
Umum & TU Kasi
Kesejahteraan
Kasi Pemerintahan
Kadus Pattiroang Kadus
Maccini
Kaur Perencanaan
Bendahara Kepala Desa
Kadus Balangtieng
39
Uraian tugas jabatan struktural pada kantor desa bonto tengnga kabupaten sinjai:
1. Kepala desa
Kepala desa mempunyai tugas pokok menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakan.
2. Sekretaris desa
Sekretaris mempunyai tugas pokok yaitu memberikan pelayanan teknis administratif dan fungsional kepada semua satuan organisasi dalam lingkup kantor desa dan bertanggung jawab langsung kepada kepala desa.
3. Kepala seksi pemerintahan
Kepala seksi pemerintahan mempunyai tugas pokok yaitu melakukan penyusunan rencana dan penyelenggaraan pembinaan ideologi negara dan kesatuan bangsa, pembinaan kerukunan hidup beragama, mengkoordinasi kegiatan instansi pemerintah, serta penyelenggaraan pembinaan ketentraman dan ketertiban kemasyarakatan.
4. Kepala seksi kesejahteraan
Kepala seksi kesejahteran mempunyai tugas yaitu melakukan penyusunan rencana dan penyelenggaraan pembinaan kemasyarakatan, fasilitas kegiatan organisasi sosial kemasyarakatan, penanggulanagan bencana alam, serta fasilitas penyelenggaraan pendidikan, kesehatan, generasi muda, keolahragaan, dan peranan wanita.
5. Kepala seksi pelayanan
Kepala seksi pelayanan mempunyai tugas membantu kepala desa dalam pelaksanaan tugas operasional.
6. Kepala urusan umum dan tata usaha
Kepala urusan umum dan tata usaha mempunyai tugas menyusun rencana kerja, melaksanakan tugas teknis ketatausahaan, mengelola dan administrasi kepegawaian.
7. Kepala urusan keuangan
Kepala urusan keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan meliputi: penyusunan anggaran, penggunaan anggaran, pembukuan, dan pertanggungjawaban.
8. Kepala urusan perencanaan
Kepala urusan perencanaan mempunyai tugas mempersiapkan bahan penyusunan dan pengendalian rencana/program kerja, menghimpun dan menyiapkan hasil pengolahan data, dan dokumentasi.
9. Kepala Dusun
Kepala dusun mempunyai tugas membantu kepala desa dalam menyelenggarakan pemerintahan, dan kemsayarakatan di wilayah kerjanya yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
41
2. Data Khusus
a. Anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) tahun anggaran 2016-2017
Tabel 6
Anggaran Pendapatan dan Anggaran Belanja Tahun 2016-2018 Tahun Anggaran
Pendapatan
Anggaran
Belanja Surplus/Devisit 2016 1.598.448.686 1.536.002.393 62.446.293 2017 1.756.316.591 1.673.396.522 82.963.039 2018 1.940.940.262 1.899.869.704 41.070.558 (Sumber: Laporan Realisasi Pelaksanaan APBDes Per Sumberdana Pemerintah Desa Bonto Tengnga Tahun Anggaran 2016-2018)
Baerdasarkan pada tabel 6 diatas menggambarkan bahwa pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2018 anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) Desa Bonto Tengnga Kabupaten Sinjai lebih meningkatkan atau mempertinggi anggaran pendapatannya dibandingkan dengan anggaran belanjanya.
Tabel 7
Realisasi Pendapatan dan Realisasi Belanja Tahun 2016-2018 Tahun Realisasi
Pendapatan
Realisasi Belanja
Surplus/Devisit 2016 1.609.493.851 1.439.415.300 170.078.551 2017 1.755.654.249 1.636.169.715 119.484.534 2018 1.941.262.828 1.772.328.758 168.934.070 (Sumber: Laporan Realisasi Pelaksanaan APBDes Per Sumberdana Pemerintah Desa Bonto Tengnga Tahun Anggaran 2016-2018)
Baerdasarkan pada tabel 7 diatas menggambarkan bahwa pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2018 realisasi pendapatan dan belanja desa di Desa Bonto Tengnga Kabupaten Sinjai lebih meningkatkan atau mempertinggi anggaran pendapatannya dibanding dengan anggaran belanjanya.
b. Pendapatan Desa
Pendapatan desa merupakan suatu penerimaan kas desa yang menabah ekuitas pada periode tahun anggaran yang bersangkutan dan menjadi hak pemerintah desa yang tidak perlu dibayar kemabli oleh pemerintah desa (Siregar, 2015:31).
Tabel 8
Pendapatan Desa Tahun 2016-2018 Tahun Pendapatan
Asli Desa
Pendapatan Transfer
Pendapatan Lain-lain 2016 15.000.000 920.544.529 2.000.000 2017 6.507.665 911.299.259 1.370.001 2018 16.427.000 892.904.704 16.427.000 Jumlah 37.934.664 2.706.748.492 19.797.164 (Sumber: Laporan Realisasi Pelaksanaan APBDes Per Sumberdana Pemerintah Desa Bonto Tengnga Tahun Anggaran 2016-2018) B. Deskripsi Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data realisasi anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) di Desa Bonto Tongnga Kabupaten Sinjai tahun anggaran 2016 sampai dengan tahun anggaran 2018.
Tabel 9
Anggaran Pendapatan Tahun 2016
No Pendapatan 2016 Surplus/Devisit Persentase (%) 1. Pendapatan
(Sumber: Laporan Realisasi Pelaksanaan APBDes Per Sumberdana Pemerintah Desa Bonto Tengnga Tahun Anggaran 2016)
43
Tabel 9 diatas menggambarkan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) tahun anggaran 2016, dimana tahun anggaran 2016 ini digunakan sebagai perbandingan dengan tahun anggaran selanjutnya yaitu tahun anggaran 2017.
Tabel 10
Perbandingan Anggaran Pendapatan Tahun 2016-2017 No Pendapat
920.544.529 911.299.259 9.245.270 0,01%
3. Pendapat an Lain-lain
2.000.000 1.370.165 629.835 0,45%
Jumlah 937.544.259 919.177.089 18.367.440 - (Sumber: Laporan Realisasi Pelaksanaan APBDes Per Sumberdana Pemerintah Desa Bonto Tengnga Tahun Anggaran 2016-2017)
Dilihat pada tabel 10 diatas menggambarkan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) tahun anggaran 2016 sampai dengan tahun anggaran 2017, pada tabel ini menjelsakan bahwa pendapatan asli desa mengalami penurunan di tahun 2017 dengan nilai 6.507.665 dari tahun 2016 dengan tingkat persentase 1,30%, pendapatan transfer juga mengalami penurunan dari nilai 920.544.529 tahun 2016 menjadi 911.299.259 di tahun 2017 dengan tingkat persentase 0,01%, kemudian pendapatan lain-lain mengalami peningkatan di tahun 2017 dengan nilai 1.370.165 dengan tingkat persentase 0,45%.
Tabel 11
Perbandingan Anggaran Pendapatan Tahun 2017-2018 No Pendapa
tan 2017 2018 Surplus/
Devisit
Perse ntase
(%) 1. Pendapa
tan Asli Desa
6.507.665 16.427.000 9.919.335 0,60%
2. Pendapa tan Transfer
911.299.259 892.904.704 18.394.555 0,20%
3. Pendapa tan Lain-lain
1.370.165 16.427.000 15.056.835 0,91%
Jumlah 919.107.089 925.758.704 43.370.725 - (Sumber: Laporan Realisasi Pelaksanaan APBDes Per Sumberdana Pemerintah Desa Bonto Tengnga Tahun Anggaran 2017-2018)
Pada tabel 11 diatas menggambarkan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) dari tahun anggaran 2017 sampai dengan tahun anggaran 2018, tabel ini menjelsakan bahwa pendapatan asli desa dari tahun anggaran 2016 sampai dengan tahun anggaran 2018 terus mengalami peningkatan, begitupun dengan pendapatan transfer dan pendapatan lain-lain juga mengalami peningkatan disetiap tahunnya. hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja desa berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
45
Tabel 12
Realisasi Pendapatan Tahun 2016 No Realisasi
Pendapatan 2016 Surplus/Devisit Persentase (%)
(Sumber: Laporan Realisasi Pelaksanaan APBDes Per Sumberdana Pemerintah Desa Bonto Tengnga Tahun Anggaran 2016)
Tabel 12 diatas menggambarkan realisasi pendapatan dan belanja desa tahun anggaran 2016, dimana tahun anggaran 2016 ini digunakan sebagai perbandingan dengan tahun anggaran selanjutnya yaitu tahun anggaran 2017.
Tabel 13
Perbandingan Realisasi Pendapatan Tahun 2016-2017
No
Jumlah 948.634.859 917.852.404 30.782.454 - (Sumber: Laporan Realisasi Pelaksanaan APBDes Per Sumberdana Pemerintah Desa Bonto Tengnga Tahun Anggaran 2016-2017)
Dilihat pada tabel 13 diatas menggambarkan realisasi pendapatan dan belanja desa tahun anggaran 2016 sampai dengan tahun anggaran 2017, pada tabel ini menjelsakan bahwa pendapatan asli desa mengalami
penurunan di tahun 2017 dengan nilai 5.845.322 dari tahun 2016 dengan tingkat persentase 3,45%, pendapatan transfer juga mengalami penurunan dari nilai 920.544.529 tahun 2016 menjadi 911.299.260 di tahun 2017 dengan tingkat persentase 0,10%, kemudian pendapatan lain-lain juga mengalami penurunan di tahun 2017 dengan nilai 707.822 dengan tingkat persentase 1,88%.
Tabel 14
Perbandingan Realisasi Pendapatan Tahun 2017-2018 No
Asli Desa 5.845.322 16.749.566 10.904.244 0,65%
2. Pendapatan
Transfer 911.299.260 892.904.704 18.394.556 0,20%
3. Pendapatan
Lain-lain 707.822 16.749.566 16.041.744 0,95%
Jumlah 917.852.404 925.803.836 7.951.432 - (Sumber: Laporan Realisasi Pelaksanaan APBDes Per Sumberdana Pemerintah Desa Bonto Tengnga Tahun Anggaran 2017-2018)
Pada tabel 14 diatas menggambarkan realisasi pendapatan dan belanja desa dari tahun anggaran 2017 sampai dengan tahun anggaran 2018, tabel ini menjelsakan bahwa pendapatan asli desa dari tahun anggaran 2017 sampai dengan tahun anggaran 2018 terus mengalami peningkatan, pendapatan transfer di tahun 2018 mengalami penurunan dari 911.299.260 menjadi 892.904.704 dengan tingkat persentase 0,20% dan pendapatan lain-lain juga mengalami peningkatan disetiap tahunnya. hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan realisasi pendapatan dan belanja desa berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
47
Tabel 15
Jumlah Anggaran Pendapatan dab Belanja tahun 2016-2018
Tahun Jumlah Anggaran
Pendapatan (Rp)
Jumlah Realisasi Pendapatan (Rp)
2016 937.544.259 948.634.858
2017 919.177.088 917.852.404
2018 925.758.704 925.803.836
(Sumber: Laporan Realisasi Pelaksanaan APBDes Per Sumberdana Pemerintah Desa Bonto Tengnga Tahun Anggaran 2016-2018)
Pada tabel 15 diatas menggambarkan realisasi anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) dari tahun anggaran 2016 sampai dengan tahun anggaran 2018, tabel ini menjelsakan bahwa anggaran pendapatan pada tahun 2016 dengan nilai Rp 937.544.259 megalami penurunan di tahun 2017 dengan jumlah nilai Rp 919.177.088, tapi di tahun selanjutnya anggaran pendapatan mengalami peningkatan sebesar Rp 925.758.704. kemudian realisasi pendapatan memiliki hal yang sama dengan anggaran pendapatan, dilihat dari jumlah anggaran dan realisasi dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2018, ini menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Bonto Tengga didalam mengelolah APBDes cukup baik atau sudah dapat memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
Tabel 16
Persentase Anggaran Pendapatan dan Belanja tahun 2016-2018
Tahun 2016 937.544.259 948.634.858 11.090.599 0,11%
2017 919.177.088 917.852.404 1.324.684 0,01%
2018 925.758.704 925.803.836 45.132 0,04%
(Sumber: Laporan Realisasi Pelaksanaan APBDes Per Sumberdana Pemerintah Desa Bonto Tengnga Tahun Anggaran 2016-2018)
Dilihat pada tabel 16 diatas menggambarkan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes), mengalami kenaikan dan penurunan disetiap tahunnya. tidak bisa dipungkiri walau bagaimanapun semua desa pasti akan mengalami hal tersebut. Dalam 3 periode ini APBDes mengalami penurunan mulai dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2018, pada tahun 2017 mengalami penurunan yang yaitu 919.177.088 dengan tingkat persentase 0,01%, kemudian di tahun selanjutnya mengalami peningkatan dengan jumlah nilai 925.758.704 dengan tingkat nilai persentase 0,04%.
Gambar 4
Jumlah Anggaran Pendapatan desa bonto tengnga tahun 2016-2018
(Sumber: Laporan Realisasi Pelaksanaan APBDes Per Sumberdana Pemerintah Desa Bonto Tengnga Tahun Anggaran 2016-2018)
Gambar 4 diatas merupakan diagram dari anggaran pendapatan dari 3 periode yaitu tahun anggaran 2016 sampai dengan tahun anggaran 2018, dimana dapat dilihat pada grafik diatas bahwa anggaran pendapatan dari 3 periode ini terus mengalami penurunan disetiap tahunnya.
905,000,000 910,000,000 915,000,000 920,000,000 925,000,000 930,000,000 935,000,000 940,000,000
2016 937.544.259
2017 919.177.087,5
2018 925.758.704 Jumlah Anggaran Pendapatan
49
Gambar 5
Jumlah Realisasi pendapatan desa bonto tengnga tahun 2016-2018
(Sumber: Laporan Realisasi Pelaksanaan APBDes Per Sumberdana Pemerintah Desa Bonto Tengnga Tahun Anggaran 2016-2018)
Begitupun pada gambar 5 diatas yaitu realisasi pendapatan dalam 3 periode yaitu tahun anggaran 2016 sampai dengan tahun anggaran 2018, dimana dapat juga dilihat bahwa disetiap tahunnya juga mangalami penurunan. Kesimpulan dari kedua diagram diatas yaitu dalam 3 periode yaitu tahun anggaran 2016-2018, ditahun 2017 realisasi mengalami penurunannamun di tahun berikutnya yaitu tahun 2018 kembali mengalami peningkatan.
900,000,000 905,000,000 910,000,000 915,000,000 920,000,000 925,000,000 930,000,000 935,000,000 940,000,000 945,000,000 950,000,000 955,000,000
2016 948.634.857,5
2017 917.852.404
2018 925.803.836 Jumlah RealisasiPendapatan
Tabel 17
Anggaran Belanja Desa Tahun 2016
No Belanja 2016 Surplus/
No Belanja 2016 Surplus/