BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3 Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa jenis konjungsi yang
digunakan oleh siswa dalam menulis karangan ada dua jenis yaitu konjungsi
intrakalimat dan konjungsi antarkalimat. Konjungsi intrakalimat meliputi
konjungsi koordinatif, subordinatif, dan korelatif. Konjungsi yang dipakai oleh
para siswa dalam menulis karangan hanyalah konjungsi koordinatif dan konjungsi
subordinatif. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemakaian konjungsi korelatif sangat
minim digunakan oleh siswa. Hal ini dapat terjadi kemungkinan karena guru
kurang memberikan informasi dan materi mengenai jenis-jenis konjungsi yang
terdapat dalam bahasa Indonesia, sehingga siswa sama sekali tidak menggunakan
konjungsi korelatif dalam menulis karangan.
Konjungsi koordinatif yang dipakai oleh siswa dalam menulis karangan
adalah konjungsi dan, kemudian, adalah, namun, tapi/tetapi, lalu, hanya, yaitu,
atau, sedangkan, dan ialah. Konjungsi koordinatif tersebut dipakai sebanyak 328
kali. Konjungsi yang sering digunakan adalah konjungsi dan yaitu sebanyak 251
kali. Siswa cenderung menggunakan konjungsi
dan
dalam kalimat untuk
menghubungkan kata dengan kata.
Konjungsi subordinatif yang digunakan oleh siswa dalam menulis
karangan adalah konjungsi
karena, sebelum, agar, setelah, meskipun, saat,
walaupun, ketika, supaya, sesudah, kalau, sehingga, seperti, hingga, dan untuk.
Konjungsi subordinatif tersebut dipakai sebanyak 192 kali. Konjungsi yang sering
digunakan adalah konjungsi
setelah sebanyak 74 kali dan konjungsi karena
sebanyak 65 kali. Siswa cenderung menggunakan konjungsi
setelah
dalam
kalimat untuk menghubungkan klausa dengan klausa. Konjungsi karena lebih
banyak digunakan dalam kalimat untuk menyatakan alasan.
Konjungsi antarkalimat yang digunakan oleh siswa dalam menulis
karangan adalah konjungsi setelah itu, selain itu, sesudah itu, dan jadi. Konjungsi
antarkalimat tersebut dipakai sebanyak 12 kali. Konjungsi antarkalimat yang
sering digunakan oleh siswa adalah konjungsi jadi sebanyak 4 kali dan konjungsi
setelah itu sebanyak 5 kali.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kesalahan penggunaan
konjungsi yang terdapat dalam karangan siswa sebanyak 33 kali. Kesalahan
penggunaan konjungsi tersebut terdapat pada konjungsi koordinatif yaitu dan,
tapi/tetapi, kemudian, lalu, dan sedangkan. Konjungsi dan, tapi/tetapi, kemudian,
lalu dan sedangkan pada umumnya salah digunakan karena siswa menempatkan
konjungsi tersebut pada awal kalimat, seharusnya konjungsi
dan, tapi/tetapi,
kemudian, lalu, dan sedangkan digunakan di antara kata dengan kata, kata dengan
frasa, klausa dengan klausa, klausa dengan frasa, atau klausa dengan kata.
Konjungsi yang sering salah digunakan di awal kalimat yaitu konjungsi
dan
sebanyak 16 kali dan konjungsi tapi/tetapi sebanyak 10 kali.
Jika dibandingkan dengan hasil penelitian Windri Astuti (2007), penelitian
ini mempunyai kesamaan yaitu data yang diteliti adalah konjungsi. Ada perbedaan
hasil antara penelitian ini dengan penelitian Windri Astuti (2007). Penelitian
kemampuan menggunakan konjungsi antarkalimat dalam paragraf yang dilakukan
oleh Windri Astuti (2007) pada siswa kelas VIII B dan VIII C SMP N Ngaglik
Sleman Yogyakarta termasuk dalam kategori sedang, sedangkan penelitian ini
kemampuan siswa dalam menggunakan konjungsi antarkalimat termasuk dalam
kategori baik dan siswa sangat menguasai penggunaan konjungsi antarkalimat.
Penelitian ini juga mempunyai kesamaan dengan penelitian Ade
Supriyanto (2015) yaitu data yang diteliti adalah konjungsi. Ada perbedaan hasil
antara penelitian ini dengan penelitian Ade Supriyanto (2015). Penelitian Ade
Supriyanto (2015) didapatkan bahwa pemakaian konjungsi dalam kalimat
majemuk pada tugas akhir mahasiswa Teknik Elektro lulusan tahun 2013 masih
terdapat kesalahan. Kesalahannya terdapat pada penggunaan konjungsi dalam
kalimat majemuk setara, majemuk bertingkat, dan majemuk campuran, sedangkan
penelitian ini hasil penelitian kesalahan penggunaan konjungsinya hanya terdapat
pada kesalahan konjungsi koordinatif.
Penelitian ini memberikan hasil yang sangat berbeda dari kedua penelitian
yang relevan. Siswa kelas X SMA Negeri 2 Maumere lebih banyak menggunakan
konjungsi koordinatif, subordinatif, dan konjungsi antarkalimat dalam menulis
karangan. Pada karangan siswa kelas X SMA Negeri 2 Maumere dari 33 siswa
tidak ditemukan adannya penggunaan konjungsi korelatif. Hal ini menunjukkan
bahwa pengetahuan dan penguasaan konjungsi korelatif oleh siswa kelas X SMA
Negeri 2 Maumere dapat dikatakan sangat kurang. Guru bahasa Indonesia harus
lebih sering menyampaikan materi mengenai konjungsi agar siswa tidak hanya
menggunakan konjungsi koordinatif, subordinatif, dan konjungsi antarkalimat
dalam menulis karangan. Selain itu, siswa SMA Negeri 2 Maumere juga
mempunyai kesalahan penggunaan konjungsi yang relatif sama yaitu kesalahan
penggunaan konjungsi dalam karangan dari 33 siswa hanya terjadi pada
penggunaan konjungsi koordinatif. Siswa SMA Negeri 2 Maumere sudah lebih
memahami mengenai penggunaan konjungsi subordinatif dan konjungsi
antarkalimat.
Hasil dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konjungsi yang
digunakan dan kesalahan penggunaan konjungsi yang terdapat dalam karangan
siswa. Penelitian ini berguna sebagai bahan acuan bagi para guru untuk
mengetahui seberapa jauh penguasaan penggunaan konjungsi para siswanya dan
mengatasi kesulitan yang dihadapi oleh siswanya dalam menggunakan konjungsi
ketika menulis karangan. Selain itu, hasil penelitiaan ini juga memberikan
informasi bagi masyarakat bahwa penggunaan konjungsi yang salah dapat
menyebabkan kalimat menjadi tidak efektif.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari hasil analisis data diperoleh bahwa pada karangan siswa kelas X
SMA Negeri 2 Maumere Tahun Ajaran 2016/2017 terdapat pemakaian konjungsi
dan kesalahan pemakaiannya. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan
yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan. Pertama, secara keseluruhan ada
30 konjungsi yang dipakai dalam karangan siswa dan 30 konjungsi tersebut
dipakai sebanyak 540 kali.
Pemakaian konjungsi koordinatif sebanyak 328 kali dengan rincian:
pemakaian konjungsi dan sebanyak 251 kali, konjungsi kemudian dipakai 1 kali,
konjungsi adalah sebanyak 18 kali, konjungsi namun dipakai 3 kali, konjungsi
tapi/tetapi sebanyak 21 kali, konjungsi lalu sebanyak 10 kali, konjungsi hanya
sebanyak 6 kali, konjungsi yaitu sebanyak 6 kali, konjungsi atau sebanyak 8 kali,
konjungsi sedangkan dipakai 3 kali, dan konjungsi ialah dipakai 1 kali.
Pemakaian konjungsi subordinatif dipakai sebanyak 192 kali dengan
rincian: konjungsi karena dipakai sebanyak 65 kali, konjungsi sebelum dipakai
sebanyak 11 kali, konjungsi
agar dipakai
5 kali, konjungsi
setelah
dipakai
sebanyak 74 kali, konjungsi meskipun dipakai 1 kali, konjungsi saat sebanyak 10
kali, konjungsi
walaupun
dipakai 2 kali, konjungsi
ketika
sebanyak 7 kali,
konjungsi supaya dipakai 2 kali, konjungsi sesudah dipakai 1 kali, konjungsi
kalau
sebanyak 5 kali, konjungsi
sehingga
dipakai 3 kali, konjungsi
seperti
dipakai 2 kali, konjungsi hingga dipakai 2 kali, dan konjungsi untuk dipakai 2
kali.
Pemakaian konjungsi antarkalimat dipakai sebanyak 12 kali dengan
rincian sebagai berikut: setelah itu
dipakai 4 kali, selain itu
dipakai 2 kali,
sesudah itu dipakai 1 kali, dan jadi dipakai 5 kali.
Kedua, terdapat 33 kesalahan pemakaian konjungsi dalam karangan siswa,
yang meliputi meliputi 16 kesalahan pada pemakaian konjungsi dan, 10 kesalahan
pemakaian konjungsi tapi/tetapi, 3 kesalahan pemakaian konjungsi kemudian, 3
kesalahan pemakaian konjungsi
lalu,
satu kesalahan pemakaian konjungsi
sedangkan. Kesalahan konjungsi yang terdapat dalam karangan siswa kelas X
SMA Negeri 2 Maumere disebabkan sebagian besar konjungsi tersebut dipakai
tidak sesuai dengan kaidahnya, konjungsi tersebut cenderung dipakai sebagai
penghubung antarkalimat atau antarparagraf, yang seharusnya digunakan sebagai
penghubung antarklausa atau antarfrasa.
5.2 Implikasi
Dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan hasil berupa informasi
bahwa konjungsi yang dipakai oleh siswa kelas X SMA Negeri 2 Maumere tahun
ajaran 2016/2017 cukup bervariasi dan dari keseluruhan pemakaian konjungsi
belum sepenuhnya benar, masih terdapat banyak kesalahan dalam penulisannya.
Kesalahan yang terdapat dalam penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan
bagi para siswa untuk dapat memilih dan memakai konjungsi yang tepat dalam
menulis sebuah karangan. Pemakaian konjungsi yang tidak tepat dapat
menjadikan tidak koherennya sebuah kalimat atau paragraf dalam sebuah
karangan.
Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh guru sebagai bahan koreksi agar
lebih teliti dalam mengoreksi pekerjaan siswa ketika siswa menggunakan
konjungsi dalam menulis karangan. Hasil penelitian ini juga memberikan manfaat
bagi masyarakat luas agar lebih teliti dalam menggunakan bahasa Indonesia
khususnya pada penggunaan konjungsi atau kata penghubung ketika menulis.
5.3Saran
Penelitian ini
tidak terlepas dari keterbatasan dan kekurangan. Walaupun
demikian, peneliti dengan segala kekurangannya memberikan saran kepada siswa
SMA Negeri 2 Maumere, guru bahasa Indonesia, dan peneliti lain. Siswa SMA
Negeri 2 Maumere diharapkan lebih menguasai jenis-jenis konjungsi yang ada
dalam bahasa Indonesia hal ini disebabkan karena siswa kelas X SMA Negeri 2
hanya mengetahui konjungsi koordinatif, subordinatif, dan
konjungsi
antarkalimat. Konjungsi korelatif belum begitu dikuasai oleh siswa sehingga
dalam menulis karangan siswa tidak menggunakan konjungsi korelatif. Selain itu,
siswa kelas X SMA Negeri 2 Maumere harus lebih teliti dalam menggunakan
konjungsi koordinatif sebagai konjungsi intrakalimat bukan konjungsi
antarparagraf.
Guru bahasa Indonesia sebaiknya lebih memperhatikan dan lebih teliti
dalam mengoreksi hasil karya siswa, khususnya penggunaan konjungsi dalam
menulis karangan. Guru bahasa Indonesia hendaknya memberikan latihan-latihan
yang cukup dalam membuat karangan sehingga siswa terbiasa menggunakan
konjungsi secara tepat dan siswa dapat membedakan jenis-jenis konjungsi sesuai
dengan fungsinya.
Penelitian ini masih terbatas pada penelitian penggunaan konjungsi dalam
karangan siswa kelas X SMA Negeri 2 Maumere tahun ajaran 2016/2017. Bagi
peneliti lain yang tertarik untuk melakukan penelitian sejenis, diharapkan dapat
menganalisis lebih detail lagi kesalahan-kesalahan penggunaan konjungsi dan
meneliti kesahahan pemilihan kata, serta kesalahan pemakaian tanda baca dalam
karangan siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2006.
Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta.
Astuti, Windri. 2007. Kemampuan Siswa kelas VIII SMP N Ngaglik, Sleman,
Yogyakarta dalam Menggunakan Konjungsi Antarkalimat dalam Paragraf
Tahun Ajaran 2005/2006. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan
Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.
Chaer, Abdul. 1990. Penggunaan Preposisi Dan Konjungsi Bahasa Indonesia.
Ende: Nusa Indah.
Chaer, Abdul. 2008. Morfologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, Abdul. 2009. Sintaksis Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses). Jakarta:
Rineka Cipta.
Chaer, Abdul. 2011. Ragam Bahasa Ilmiah. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Gianto, A.G. 1983. Konjungsi Dan, Atau, Tetapi. Yogyakarta: Yayasan Kanisius.
Keraf, Gorys. 1981. Eksposisi dan Deskripsi. Ende: Nusa Indah.
Keraf, Gorys. 2007. Argumentasi dan Narasi. Ende: Nusa Indah.
Kridalaksana, Harimumrti. 1994. Kelas Kata Dalam Bahasa Indonesia. Edisi
Kedua. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Mahsun. 2007.
Metode Penelitian Bahasa Tahapan Strategi, Metode, dan
Tekniknya. Edisi Revisi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Moleong, Lexy. 2007. Metodologi Penelitian Kualitiatif. Edisi Revisi. Bandung:
Remaja Rosdakarya.
Pranowo. 2014.
Teori Belajar Bahasa untuk Guru Bahasa dan Mahasiswa
Jurusan Bahasa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ramlan. 2008.
Kalimat, Konjungsi, dan Preposisi Bahasa Indonesia dalam
Penulisan Karangan Ilmiah. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitiatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Supiyanto, Ade. 2015. Jenis Kesalahan Penggunaan Konjungsi dalam Kalimat
Majemuk pada Tugas Akhir Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro
Lulusan Tahun 2013 Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Skripsi.
Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.
Syamsudin & Damaianti, Vismaia. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Tarigan, Henry Guntur. 1984. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
Bandung: Angkasa.
Tarigan, henry Guntur. 1998.
Pengajaran Pemerolehan Bahasa. Bandung:
Angkasa.
Umi Chulsum & Windy Novia. 2006. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Surabaya:
Kashiko.
LAMPIRAN 1: HASIL ANALISIS PENGGUNAAN
KONJUNGSI INTRAKALIMAT DAN ANTARKALIMAT
Tabel 1. Analisis Penggunaan Konjungsi Intrakalimat dan Antarkalimat
pada Karangan Siswa
Data (Kalimat) Kode Analisis Data Jarang sekali pulang untuk
ketemu dengan mereka dan
saya ingin sekali melihat wajah-wajah mereka.
01p1k3 Konjungsi dan menghubungkan klausa
„jarang sekali pulang untuk ketemu dengan mereka‟ dengan klausa „saya ingin sekali
melihat wajah-wajah mereka‟. Baru-baru ini telah menjadi
daya tarik populer digunakan wisata karenapanorama keunikan danspektakuler yang terletak di gunung Kelimutu, desa Kaenora, Wolowaru kecematan Ende.
01p3k2 Konjungsi karena digunakan untuk
menyatakan sebab pada klausa „baru-baru ini telah menjadi daya tarik populer
digunakan wisata‟, yakni „panorama
keunikan dan spektakuler yang terletak di gunung Kelimutu, desa Kaenora, Wolowaru
kecematan Ende‟.
Konjungsi dan menghubungkan kata
„keunikan‟ dengan kata „spektakuler‟.
Semoga saya dapat peringkat untuk membahagiakan kedua orang tuaku dan teman- teman semua yang selama ini sudah memberikan semangat belajar.
01p4k2 Konjungsi dan menghubungkan frasa
„kedua orang tuaku‟ dengan frasa „teman-
teman semua‟.
Kami berkumpul di sekolah berdoa terlebih dahulu
sebelumberangkat, agar
kami sampai tujuan dengan selamat.Setelah itu kami langsung naik ke dalam bus.
02p1k3 Konjungsi sebelum digunakan untuk menyatakan suatu tindakan kami berkumpul di sekolah berdoa terlebih
dahulu” sebelum terjadinya tindakan lain „berangkat‟. „
Konjungsi agar digunakan untuk
menyatakan tujuan yang menghubungkan klausa dan klausa.
Konjungsi setelah itu digunakan untuk menghubungkan dua buah kalimat dalam urutan waktu tertentu.
Kami melakukan perjalanan ke sana dengan mengendarai 2 bus karenajumlah kami yang terlalu banyak.
02p1k4 Konjungsi karena digunakan untuk
menyatakan alasan pada klausa “ kami
melakukan perjalanan ke sana dengan
mengendarai 2 bus‟, yakni „jumlah kami yang terlalu banyak‟.
Setelahkami masuk ke dalam kawasan Jatimpark I, kami langsung berpencar.
02p2k2 Konjungsi setelah digunakan untuk
menghubungkan hal terjadi „kami langsung berpencar‟ setelah terjadinya hal lain „kami
Pertama kali kami masuk rumah kaca kami bingung
karena semua bangunannya terbuat dari kaca.
02p3k1 Konjungsi karena digunakan untuk
menyatakan sebab pada klausa “Pertama kali kami masuk rumah kaca kami bingung‟ yakni „semua bangunannya terbuat dari kaca‟.
Setelah menemukan jalan keluarnya, saya danVivi melewati jembatan.
02p3k2 Konjungsi setelah digunakan untuk menghubungkan hal terjadi „saya dan vivi
melewati jembatan‟ setelah terjadinya hal lain „menemukan jalan keluarnya‟.
Konjungsi danmenghubungkan kata „saya‟
dengan kata „Vivi‟.
Saya takut jatuh karena di bawah jembatan ada kolam ikan.
02p3k5 Konjungsi karena digunakan untuk
menyatakan sebab pada klausa “saya takut jatuh” yakni „di bawah jembatan ada kolam ikan‟.
Setelah keluar dari rumah kaca, kami mencoba wahana yang lainnya di area tersebut.
02p3k7 Konjungsi setelah digunakan untuk
menghubungkan hal terjadi „kami mencoba wahana yang lainnya di area tersebut‟ setelah terjadinya hal lain „keluar dari rumah kaca‟.
Kemudian, kami mencari wahana lainnya di kawasan tersebut untuk melakukan rintangan yang kedua.
02p4k1 Salah penggunaan – konjungsi kemudian
tidak dapat diletakkan di awal kalimat. Konjungsi untuk digunakan untuk menyatakan tujuan ditempatkan di awal anak kalimat.
Rintangan tersebut adalah
dari wahana rumah hantu
02p4k2 Konjungsi adalah digunakan untuk menyatakan penyamaan yang
menghubungkan maujud pertama yang sama dengan maujud kedua.
Saya merasa takut karena
dalam rumah hantu tersebut sangat menyeramkan.
02p4k6 Konjungsi karena digunakan untuk
menyatakan alasan pada klausa “saya merasa takut”, yakni „dalam rumah hantu tersebut sangat menyeramkan‟.
Setelah melewati beberapa rintangan akhirnya kami menemukan jalan keluarnya,
tetapi perasaan saya masih sangat takut dangelisah.
02p4k7 Konjungsi setelah digunakan untuk
menghubungkan hal terjadi „sesudah melewati beberapa rintangan‟ setelah terjadinya hal lain „akhirnya kami menemukan jalan keluarnya‟.
Konjungsi tapi/tetapi digunakan untuk menyatakan pertentangan yang digunakan di antara klausa dan klausa yang subjeknya merujuk pada identitas yang berlainan. Konjungsi danmenghubungkan kata „takut‟
dengan kata „gelisah‟.
Setelah puas bermain-main di sana rombongan kami pulang karenahari sudah mulai gelap.
02p5k1 Konjungsi setelah digunakan untuk
menghubungkan hal terjadi „rombongan kami pulang‟ setelah terjadinya hal lain „puas bermain-main di sana‟.
Konjungsi karena digunakan untuk
menyatakan alasan pada klausa „setelah
puas bermain-main di sana rombongan
kami pulang‟ yakni „hari sudah mulai gelap‟.
Waktu liburan yang diberikan oleh sekolah
adalah selama 1 bulan dan
masuk kembali pada Tanggal 27.
03p1k3 Konjungsi adalah menyatakan penyamaan yang digunakan untuk menghubungkan dua bagian kalimat.
Konjungsi dan menghubungkan frasa
„selama 1 bulan‟ dengan frasa „masuk kembali pada tanggal 27‟.
Liburan ini saya isi dengan aktifitas-aktifitas yang bermanfaat danmenjadikan saya tetap Semangat.
03p2k2 Konjungsi dan menghubungkan kata
„bermanfaat‟ dengan kata „menjadikan‟.
Aktifitas yang saya lakukan itu adalah membantu ibu di rumah, dengan cara itu bisa meringankan beban
pekerjaan ibu saya.
03p2k3 Konjungsi adalah digunakan untuk menyatakan penyamaan yang
menghubungkan maujud pertama yang sama dengan maujud kedua.
Tapi hal ini menjadikan saya mandiri dandisiplin dalam menjalankan kehidupan yang saya Jalani
03p3k3 Salah penggunaan – Konjungsi tapi/tetapi
tidak tepat penggunaanya jika diletakkan di awal kalimat.
Konjungsi dan menghubungkan kata
„mandiri‟ dengan kata „disiplin‟.
Namun tidak selalu tugas yang saya kerjakan dapat selesai dengan baik.
03p4k3 Konjungsi namun digunakan untuk menyatakan pertentangan antara dua buah kalimat.
Ada saja tugas yang tidak selesai sepenuhnya saya kerjakan karena saya kadang suka tertidur atau malas
03p4k4 Konjungsi karena digunakan untuk
menyatakan alasan pada klausa „ada saja
tugas yang tidak selesai sepenuhnya saya
kerjakan‟ yakni „saya kadang suka tertidur atau malas‟.
Konjungsi atau digunakan untuk menyatakan pemilihan. Konjungsi ini
menghubungkan frasa „suka tertidur‟ dan kata „malas‟.
Ada saja Tugas yang tidak selesai sepenuhnya saya kerjakan karena saya kadang suka tertidur atau malas. Selain itu, apabila ada waktu kosong saya menghibur diri dengan menonton tv, bermain bersama adik-adik, smsan, dan melakukan hal- hal yang dapat membuat saya seperti sedang menjalankan liburan sekolah.
03p5k1 Konjungsi selain itu digunakan untuk menhubungkan dua buah kalimat. Kalimat pertama menyatakan suatu keadaan dan kalimat kedua menambahkan pengertian isi dari kalimat pertama.
Konjungsi dan menghubungkan kata
„smsan‟ dengan kata„melakukan‟.
Kami menyanyikan lagu-lagu gereja dengan baik dan
bagus.
04p1k2 Konjungsi danmenghubungkan kata „baik‟
dengan kata „bagus‟.
setelah selesai nyanyi, kami berfoto bersama
06p1k3 Konjungsi setelah digunakan untuk
menghubungkan hal terjadi „kami berfoto bersama‟ setelah terjadinya hal lain „selesai nyanyi‟.
Karenakami berhasil nyanyi dengan baik, ketua
lingkungan kami mengajak kami untuk rekreasi ke Tanjung
04p1k4 Konjungsi karena digunakan untuk menyatakan sebab pada klausa ketua lingkungan kami mengajak kami untuk
rekreasi ke Tanjung‟ yakni „kami berhasil nyanyi dengan baik‟.
Kami sangat senang setelah
mendengar ajakan tersebut.
04p1k5 Konjungsi setelah digunakan untuk menghubungkan hal terjadi „kami sangat
senang‟ setelah terjadinya hal lain „mendengar ajakan tersebut‟.
Kami sangat senang setelah
mendengar ajakan tersebut.
setelah itukami pulang ke rumah masing-masing untuk mempersiapkan barang- barang ke Tanjung.
04p1k6 Konjungsi setelah itu digunakan untuk menghubungkan dua buah kalimat. Kalimat pertama menyatakan kejadian dan kalimat kedua menyatakan kejadian lain dalam urutan waktu tertentu.
Selama perjalanan kami sangat senang dan bahagia, di atas mobil kami bercerita dengan teman-teman dan
mama-mama.
04p2k2 Konjungsi dan menghubungkan kata
„senang‟ dengan kata „bahagia‟.
Konjungsi dan menghubungkan frasa
„teman-teman‟ dengan kata„mama-mama‟. Rencananya sih kami akan
rekreasi ke Tanjung tapi tanjung satu dandua penuh, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami ke pantai Koro.
04p2k3 Konjungsi danmenghubungkan kata „satu‟
dengan kata „dua‟.
Konjungsi tapi/tetapi digunakan untuk menyatakan pertentangan yang digunakan di antara klausa dan klausa yang subjeknya merujuk pada identitas yang sama.
Selama perjalanan menuju ke pantai Koro saya sangat menikmati pemandangan mulai dari laut, sawah- sawah, danbukit-bukit yang hijau.
04p2k4 Konjungsi dan menghubungkan frasa
„sawah-sawah‟ dengan kata „bukit-bukit‟.
Setelah 1 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di pantai Koro.
04p3k1 Konjungsi setelah digunakan untuk
menghubungkan hal terjadi „akhirnya kami sampai di pantai Koro‟ setelah terjadinya hal lain „1 jam perjalan‟.
setelah mendapatkan tempat yang pas untukparkir, kami pun menurunkan barang- barang bawaan kami
04p3k2 Konjungsi setelah digunakan untuk
menghubungkan hal terjadi „kamipun
menurunkan barang-barang bawaaan kami‟
setelah terjadinya hal lain „mendapatkan tempat yang pas parkir‟.
Salah satu kakak langsung membuat arang untuk membakar pisang, ikan, dan
jagung.
04p3k4 Konjungsi danmenghubungkan kata „ikan‟
dengan kata „jagung‟.
Sementara itu adik-adik yang lain langsung mandi dan
bermain pasir
04p3k5 Konjungsi dan menghubungkan kata
„mandi‟ dengan frasa „bermain pasir‟.
Karenakeasikan bermain, tak terasa hari mulai siang kami pun di panggil oleh mama-mama untuk makan bersama.
04p3k6 Konjungsi karena digunakan untuk
menyatakan alasan pada klausa „tak terasa
hari mulai siang kami pun di panggil oleh mama-mama untuk makan bersama‟ yakni
„keasikan bermain‟.
Sebelum makan, kami berdoa dan doa dipimpin oleh Frater Edwin.
04p3k7 Konjungsi sebelum digunakan untuk
menghubungkan suatu tindakan „kami
berdoa dan doa dipimpin oleh Frater
Edwin‟ sebelum terjadinya tindakan lain „makan‟.
Konjungsi dan menghubungkan kata
„berdoa‟ dengan kata „doa‟.
Setelahselesai berdoa, kami pun menikmati bekal yang kami bawa.
04p4k1 Konjungsi setelah digunakan untuk
menghubungkan hal terjadi „kami pun
menikmati bekal yang kami bawa‟ setelah terjadinya hal lain „selesai berdoa‟.
Setelahkami menikmati makanan, kami pun berfoto- foto bersama teman-teman.
04p4k2 Konjungsi setelah digunakan untuk
menghubungkan hal terjadi „kami pun berfoto bersama teman-teman‟ setelah
terjadinya hal lain „kami menikmati makanan‟.
Karenatakut terjadi apa-apa jadi kami memutuskan untuk pulang.
04p4k7 Konjungsi karena digunakan untuk