BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
1. Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Kinerja Keuangan Return On Asset (ROA)
Berdasarkan dari tabel 4.12 di atas, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) mempunyai dampak atau pengaruh signifikan positif terhadap kinerja keuangan yang diukur menggunakan Return On Asset (ROA). Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa data Corporate Social Responsibility (CSR) perpengaruh signifikan positif terhadap ROA dikarenakan nilai sig. pada tabel tersebut kurang dari 0,05 yaitu sebesar 0,001 (0,001<0,05).
Berdasarkan nilai t di atas, terrdapat t-hitung sebesar 3,478 yang artinya Corporate Social Responsibility (CSR) memiliki pengaruh terhadap ROA dikarenakan nilai t-tabel sebesar 1,67722. Dapat dikatakan demikian, dikarenakan semakin besar suatu perusahaan mengungkapkan Corporate Social Responsibility (CSR) maka akan dapat pula meningkatkan kinerja keuangan tersebut. Oleh karena itu, dapat dinyatakan bahwa hipotesis pertama diterima.
Perusahaan yang melakukan aktivitas tanggung jawab social dan lingkungan terbukti memilki dampak produktif yang signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa kegiatan perusahaan berupa tanggung jawab social terhadap lingkungan sekitarnya memberikan dampak positif, yang dalam jangka panjang akan tercermin pada keuntungan perusahaan dan peningkatan kinerja keuangan.
Pengungkapan tanggung jawab social perusahaan sangat diperlukan karena perusahaan selain memperoleh keuntungan juga memperoleh nilai tambah dari konstribusi masyarakat di sekitar perusahaan termasuk dari penggunaan sumber-sumber social (social resources). Apabila dalam menjalankan aktivitas perusahaan menyebabkan kerusakan sumber-sumber social, maka dapat timbul adanya biaya social (social cost) yang harus ditanggung oleh masyarakat, namun apabila perusahaan meningkatkan mutu social resources , maka akan menimbulkan manfaat social. Apabila perusahaan melaksanakan pengungkapan dengan baik, maka akan meningkatkan reputasi dan citra merek perusahaan di mata konsumen.
Dari sudut pandang konsumen apabila konsumen mengetahui adanya program-program CSR yang dilakukan oleh suatu perusahaan (misalnya pemberian beasiswa, reklamasi, dan sebagainya) akan merespon positif perusahaan tersebut. Konsumen yang termasuk atau berada dalam lingkup perusahaan tersebut akan menjadi lebih tertarik untuk membeli produk dari perusahaan tersebut dari pada produk perusahaan sejenis. Semakin banyak produk yang terjual kepada konsumen (penjualan meningkat), maka laba perusahaan juga akan meningkat. Hal ini mengakibatkan Return On Asset (ROA) semakin baik dan meningkat.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rilla Gantino (2016) bahwa pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) berpengaruh positif signifikan terhadap Return On Asset (ROA), I Gede Aditya Pramana dan I Ketut Yadnyana yang menyatakan bahwa
pengungkapan CSR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA dan penelitian yang dilakukan oleh Mustaruddin Saleh (2011) yang menyatakan bahwa CSR positif dan signifikan berkaitan dengan kinerja keuangan perusahaan yang diproksikan dengan ROA, perusahaan yang berinvestasi lebih banyak dalam praktik CSR akan meningkatkan kinerja keuangan mereka dan CSR dapat menciptakan loyalitas pelanggan dalam jangka panjang.
2. Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Kinerja Keuangan Return On Equity (ROE)
Berdasarkan dari tabel 4.13 di atas, dapat dikatakan bahwa data CSR perpengaruh signifikan positif terhadap ROE dikarenakan nilai sig.
pada tabel tersebut kurang dari 0,05 yaitu sebesar 0,000 (0,000<0,05).
Berdasarkan nilai t di atas, terdapat t-hitung sebesar 4,181 yang artinya CSR memiliki pengaruh signifikan positif terhadap terhadap kinerja keuangan yang diukur menggunakan ROE dikarenakan nilai t-tabel sebesar 1,67722. Hasil ini menunjukkan bahwa pengungkapan CSR perusahaan berpengaruh signifikan positif terhadap ROE. Hal ini berarti semakin tinggi pengungkapan CSR maka ROE akan semakin meningkat.
Pengungkapan yang semakin luas memberikan sinyal positif kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan maupun para pemegang saham perusahaan (shareholder). Oleh karena itu, dapat dinyatakan bahwa hipotesis kedua diterima.
Pengungkapan informasi CSR pada umumnya bersifat sukarela, yang diungkapkan perusahaan dalam laporan tahunannya dengan kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu bentuk pengungkapan
sukarela, yaitu pengungkapan butir-butir yang dilakukan secara sukarela oleh perusahaan tanpa diharuskan oleh peraturan yang berlaku. Dengan melakukan pengungkapan yang lebih luas, perusahaan dapat menarik perhatian lebih banyak investor, meningkatkan ekspektasi pasar, menurunkan ketidaksimetrisan informasi pasar dan dapat mengurangi biaya modal perusahaan. Hal ini tentunya akan dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan.
Tingginya kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dilakukan perusahaan, selain dapat meningkatkan nama baik perusahaan dan meningkatkan penjualan, juga dapat meningkatkan keuntungan lain yang didapat perusahaan. Dengan dilaksanakannya CSR dengan baik, maka dapat mendongkrak reputasi dan citra merk perusahaan di mata konsumen. Kebanyakan konsumen yang mengetahui adanya program CSR yang dilakukan oleh suatu perusahaan (misalnya pengembangan industri perumahan, reklamasi, dan sebagainya) akan merespon positif perusahaan tersebut. Konsumen akan menjadi lebih tertarik untuk membeli produk dari perusahaan tersebut dari pada produk perusahaan sejenis lainnya. Semkain banyak produk yang dibeli oleh konsumen (penjualan meningkat), maka laba perusahaan juga akan meningkat. Hal ini mengakibarkan ROE semakin baik dan meningkat.
Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Rilla Gantino (2016) yang menyatakan bahwa CSR berpengaruh positif signifikan terhadap ROE, Fadila dan Utiyati (2016) menyatakan bahwa CSR memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel terikat ROE pada perusahaan manufaktur yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
yang mempublikasikan laporan keuangan secara berturut-turut dan yang mempublikasikan laporan tahunan (Corporate Social Responsibility) secara berturut-turut selama tahun 2010-2014, namun bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Lindrawati, Felicia, dan Budianto (2008), hasil mereka menunjukkan bahwa CSR dengan ROE berpengaruh positif tidak signifikan.
3. Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Kinerja keuangan Current Ratio (CR)
Berdasarkan dari tabel 4.14 di atas, dapat dikatakan bahwa data CSR perpengaruh signifikan negatif terhadap terhadap kinerja keuangan yang diukur menggunakan Current Ratio (CR) dikarenakan nilai sig. pada tabel tersebut kurang dari 0,05 yaitu sebesar 0,025 (0,025<0,05).
Berdasarkan nilai t di atas, terrdapat t-hitung sebesar -2,311 yang artinya CSR memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap CR dikarenakan nilai t-tabel sebesar 1,67722. Oleh karena itu dapat dinyatakan bahwa hipotesis ketiga ditolak. Current Ratio (CR) merupakan cerminan dari perusahaan untuk menyatakan bahwa perusahaan berada pada posisi yang likuid atau perusahaan memiliki kemampuan yang baik dalam melunasi hutang-hutang jangka pendeknya. Perusahaan dikatakan mampu melunasi hutang-hutang jangka pendeknya dengan baik apabila perolehan aktiva lancar yang diperoleh perusahaan tersebut besar.
Perusahaan diharuskan mampu memberikan kontribusi dan tanggung jawabnya pada para stakeholder dan shareholder seperti yang diungkapkan teori legitimasi. Tanggung jawab yang diberikan harus dapat menuju kearah sosial kemasyarakatan yang disebut dengan Corporate
Social Responsibility (CSR). Dengan adanya pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) yang merupakan keinginan stakeholder untuk meminimalisir kerugian dan meningkatkan aktivitasnya serta sebagai wujud tanggung jawab kepada para stakeholder, maka reputasi perusahaan akan terlindungi dihadapan stakeholdernya dan lebih mengenal perusahaan sebagai perusahaan dengan nilai yang baik.
Penelitian yang mendukung ialah Fadila dan Utiyati (2016) yang menyatakan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel terikat Current Ratio (CR) pada perusahaan manufaktur yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang mempublikasikan laporan keuangan secara berturut-turut dan yang mempublikasikan laporan tahunan (Corporate Social Responsibility) secara berturut-turut selama tahun 2010-2014).
74 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Pengungkapan Responsibility Corporate Social (CSR) berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja keuangan yang diukur menggunakan Return On Asset (ROA) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2018 dikarenakan memiliki nilai sig. pada tabel tersebut kurang dari 0,05 yaitu sebesar 0,001 (0,001<0,05).
2. Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja keuangan yang diukur menggunakan Return On Asset (ROE) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2018 dikarenakan memiliki nilai sig. pada tabel tersebut kurang dari 0,05 yaitu sebesar 0,000 (0,000<0,05).
3. Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) berpengaruh sifnifikan negatif terhadap kinerja keuangan yang diukur menggunakan Current Ratio (CR) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2018 dikarenakan memiliki nilai sig.
pada tabel tersebut kurang dari 0,05 yaitu sebesar 0,025 (0,025<0,05).
B. Saran
1. Bagi investor maupun calon investor yang ingin menginvestasikan sahamnya pada suatu perusahaan sebaiknya melihat terlebih dahulu kondisi perusahaan yang akan dipilih. Dalam hal ini investor harus menanamkan sahamnya pada perusahaan yang tepat. Para investor
pundiharapkan sebelum memilih saham yang akan dibelinya terlebih dahulu mengetahui dan menganalisis kondisi keuangan perusahaan tersebut, terutama menilai pos-pos keuangan yang memungkinkan akan mepengaruhi pergerakan harga saham seperti seberapa besar dividen yang akan dibagikan, investasi yang dijalankan oleh perusahaan tersebut, dan tingkat profitabilitas yang diperoleh perusahaan tersebut.
2. Bagi manajemen perusahaan, diharapkan agar selalu memberikan informasi keuangan yang bersifat objektif, relevan dan dapat diuji keabsahannya sehingga dapat meyakinkan pihak investor dalam pengambilan keputusan untuk menilai suatu perusahaan.
3. Sampel dalam penelitian ini hanya terbatas meneliti pada salah satu sektor saja sehingga hasil penelitian tidak dapat digeneralisir untuk sector-sektor lainnya. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti pengaruh pengungkapan CSR pada sector yang lainnya sehingga didapatkan hasil yang relevan dengan sector tersebut. Penelitian ini hanya menguji pengaruh pengungkapan CSR terhadap kinerja keuangan perusahaan manufaktur yang diukur dengan ROA, ROE dan CR. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan ukuran kinerja keuangan perusahaan yang lain seperti PBV, NPM & EPS.
DAFTAR PUSTAKA
Anatan, L. (2010). Corporate Social Responsibility.Jurnal
Azheri, B. (2012). Corporate Social Responsibility Dari Voluntary Menjadi Mandatory. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Fahmi. (2011). Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Alfabeta.
Gantino, R. (2016). Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek. Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis, 3(2), 19-32.
Hadi, N. (2011). Corporate Social Responsibility. Yagyakarta: Graha Ilmu.
Harmono. (2009). Manajemen Keuangan Berbasis Balanced Scorecard (Pendekatan Teori, Kasus, Dan Riset Bisnis). Jakarta: Bumi Aksara.
Imam, G. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.Edisi Ketujuh. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Judy, G. (2010). The Icca Handbook On Corporate Social Responsibility.
England: John & Sons.
Kartini. (2009). Corporate Social Responsibility (Transfomasi Konsep Sustainability management dan Implementasi di Indonesia). Bandung:
Refika Aditama.
Kasmir. (2014). Analisis laporan Keuangan. Depok: Raja Grafindo.
Lako. (2011). Dekontruksi CSR dan Reformasi Paradigma Bisnis dan Akuntansi.
Jakarta: Erlangga.
Luh Putri Wedayanti, I. G. (2018). Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility Pada Nilai Perusahaan Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 3.
Prasetio, d. (2017). Pengaruh corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2013-2015. Jurnal Akuntansi, 3, 6.
Rahayu. (2010). Pengaruh Ujuran, Pertumbuhan dan Profitabilitas Perusahaan Terhadap Koefisien Respon Laba Pada Emitmen Manufaktur di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Telaah dan Riset Akuntansi, 1(1), 50-64.
Rosiliana, K. (2014). Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Jurnal Akuntansi, 2(1).
Said, A. (2015). Corporate Social Responsibility Dalam Perspektif Govermance.Edisi Pertama. Yogyakarta: Deepublish.
Sartono, A. (2012). Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Anjar Wibisono.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian. Jakarta: Grasindo.
Sujarweni, d. (2017). Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Widaryanti. (2007). Analisis Pengaruh Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan (Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdafar di Bursa Efek Indonesia).STIE Pelita Nusantara: Semarang
Undang-Undang Dasar Pasal 33 Ayat 3 Tahun 1945 Tentang Kakayaan Alam Indonesia
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas
78
LAMPIRAN
KATEGORI: EKONOMI 2014 2015 2016 2017 2018 EC Kinerja Ekonomi
1. EC1 Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan didistribusikan
2. EC2 Implikasi finansial dan resiko serta peluang lainnya kepada kegiatan organisasi karena perubahan iklim 3. EC3 Cakupan kewajiban organisasi atas program imbalan pasti
4. EC4 Bantuan finansialyang diterima dari pemerintah EC Keberadaan Pasar
5. EC5 Rasio upah standar pegawai pemula (entry level) menurut gender dibandingkan dengan upah minimum regional di lokasi-lokasi operasional yang disignifikan
6. EC6 Perbandingan manajemen senior yang dipekerjakan dari masyarakat lokal di lokasi operasi yang disignifikan
EC Dampak Ekonomi Tidak Langsung
7. EC7 Pembangunan dan dampak dari investasi infrastruktur danjasa yang diberikan 8. EC8 Dampakekonomi tidak langsung yang signifikan, termasuk besarnya dampak
EC Praktik Pengadaan
9. EC9 Perbandinganpembelian dari pemasok lokal di lokasi operasional yang signifikan KATEGORI: LINGKUNGAN
EN Bahan
10. EN1 Bahan yang digunakan berdasarkan berat atau volume
11. EN2 Presentase bahan yang digunakan yang merupakan bahan input daur ulang EN Energi
12. EN3 Konsumsi energi dalam organisasi 13. EN4 Konsumsi energi di luar organisasi 14. EN5 Intersitas energy
15. EN6 Pengurangan konsumsi energy
16. EN7 Pengurangan kebutuhan energi pada produk dan jasa EN Air
17. EN8 Total pengambilan air berdasarkan sumber
18. EN9 Sumber air yang secara signifikan dipengaruhi oleh pengambilan air 19. EN10 Presentase dan total volume air yang diatur ulang dan digunakan kembali
EN Keanekaragaman Hayati
20. EN11 Lokasi-lokasi yang dimiliki, disewa, dikelola di dalam atau yang berdekatan dengan kawasan
lindung
22. EN13 Habitat yang dilindungi dan dipulihkan
23. EN14 Jumlah total spesies dalam iucn red list dan spesies dalam daftar spesies yang dilindungi nasional dengan habitat di tempat yang dipengaruhi operasional, berdasarkan tingkat resiko kepunahan
EN Emisi
24. EN15 Emisi gas rumah kaca (grk) langsung (cakupan 1)
25. EN16 Emisi gas rumah kaca (grk) energi tidak langsung (cakupan 2) 26. EN17 Emisi gas rumah kaca (grk) tidak langsung lainnya (cakupan 3) 27. EN18 Intensitas emisi gas rumah kaca (grk)
28. EN19 Pengurangan emisi gas rumah kaca (grk) 29. EN20 Misi bahan perusak ozon (bpo)
30. EN21 Nox, sox, dan emisi udara signifikan lainnya EN Efluen dan limbah
31. EN22 Total air yang dibuang berdasarkan kualitas dan tujuan 32. EN23 Bobot total limbah berdasarkan jenis dan metode pembuangan 33. EN24 Jumlah dan volume total tumpahan signifikan
34. EN25 Bobot limbah yang dianggap berbahaya menurut ketentuan konvensi basel2 lampiran I, ii, iii, dan vii yang diangkut, diimpor, diekspor atau diolah, dan presentase limbah yang diangkut untuk pengiriman internasional
35. EN26 Identitas, ukuran, status lindung, dan nilai keanekaragaman hayati dari badan air dan habitat terkait yang secara signifikan terkena dampak dari air buangan dan limpasan dari organisasi EN Produk dan jasa
36. EN27 Tingkat mitigasi dampak terhadap dampak lingkungan produk dan jasa
37. EN28 Presentase produk yang terjual dan kemasannya yang direklamasi menurut kategori EN Kepatuhan
38. EN29 Nilai moneter denda signifikan dan jumlah total sanksi non moneter karena ketidakpatuhan terhadap undang-undang dan peraturan lingkungan
EN Transportasi
39. EN30 Dampak lingkungan signifikan dari pengangkutan produk dan barang lain serta bahan untuk operasional organisasi, dan pengangkutan tenaga kerja
EN Lain-lain
42. EN33 Dampak lingkungan negatif signifikan aktual dan potensial dalam rantai pasokan dan tindakan yang diambil
EN Mekanisme Pengaduan Masalah Lingkungan
43. EN34 Jumlah pengaduan tentang dampak lingkungan yang diajukan, ditangani, dan diselesaikan melalui mekanisme pengaduan resmi
KATEGORI: SOSIAL
SUB-KATEGORI: PRAKTIK KETENAGAKERJAAN DAN KENYAMAN BEKERJA LA Kepegawaian
44. LA1 Jumlah total dan tingkat perekrutan karyawan baru dan turnover karyawan menurut kelompok umur, gender, dan wilayah
45. LA2 Tunjangan yang diberikan bagi karyawan purnawaktu yang tidak diberikan bagi karyawan sementara atau paruh waktu, berdasarkan lokasi operasi yang signifikan
46. LA3 Tingkat kembali bekerja dan tingkat retensi setelah cuti melahirkan,menurut gender LA Hubungan Industrial
47. LA3 Jangka waktu minimum pemberitahuan mengenai perubahan operasional, termasuk apakah hal tersebuit tercantum dalam perjanjian bersama
LA Kesehatan Keselamatan Kerja
48. LA5 Presentase total tenaga kerja yang diwakili dalam komite bersama formal manajemen-pekerja membantu mengawasi dan memberikan saran program kesehatan dan keselamatan kerja 49. LA6 Jenis dan tingkat cedera, penyakit akibat kerja, hari hilang, dan kemangkiran, serta jumlah total
kematian akibat kerja,menurut daerah dan gender
50. LA7 Pekerja yang sering terkena dan beresiko tinggi terkena penyakit yang terkait dengan pekerjaan mereka
51. LA8 Topik kesehatan dan keselamatan yang tercakup dalam perjanjian formal dengan serikat pekerja
LA Pelatihan dan Pendidikan
52. LA9 Jam pelatihan rata-rata per tahun per karyawan menurut gender dan menurut kategori karyawan
53. LA10 Program untuk manajemen ketrampilan dan pembelajaran seumur hidup yang mendukung keberlanjutan kerja karyawan dan membantu mereka mengelola purna bakti
54. LA11 Presentase karyawan yang menerima reviu kinerja dan pengembangan karier secara reguler,
kelompok usia, keanggotaan kelompok minoritas, dan indikator keberagaman lainnya LA Kesetaraan Remunerasi Perempuan dan Laki-Laki
56. LA13 Rasio gaji pokok dan remunerasi bagi perempuan terhadap laki-laki menurut kategori karyawan, berdasarkan lokasi operasional yang signifikan
LA Asesmen Pemasok atas Praktik Ketenagakerjaan
57. LA14 Persentase penapisan pemasok baru menggunakan kriteria praktik ketenagakerjaan
58. LA15 Dampak negatif aktual dan pontensial yang signifikan terhadap praktik ketenagakerjaan dalam rantai pasokan dan tindakan yang diambil
LA Mekanisme Pengaduan Masalah Ketenagakerjaan
59. LA16 Jumlah pengaduan tentang praktik ketenagakerjaan yang diajukan, ditangani, dan diselesaikan melalui mekanisme pengaduan resmi
KATEGORI: SOSIAL
SUB-KATEGORI: HAK ASASI MANUSIA HR Investasi
60. HR1 Jumlah total dan presentase perjanjian dan kontrak investasi yang signifikan yang menyertai klausul terkait hak asasi manusia atau penapisan berdasarkan hak asasi manusia
61. HR2 Jumlah waktu pelatihan karyawan tentang kebijakan atau prosedur hak asasi manusia terkait dengan aspek hak asasi manusia yang relevan dengan operasi, termasuk persentase karyawan yang dilatih.
HR Non-diskriminasi
62. HR3 Jumlah total insiden diskriminasi dan tindakan perbaikan yang diambil HR Kebebasan berserikat dan Perjanjian Kerja Bersama
63. HR4 Operasi dan pemasok terindentifikasi yang mungkin melanggar atau beresiko tinggi melanggar hak untuk melaksanakan kebebasan berserikat dan perjanjian kerja bersama, dan tindakan yang diambil untuk mendukung hak-hak tersebut
HR Pekerja Anak
64. HR5 Operasi dan pemasok yang diindentifikasi beresiko tinggi melakukan eksploitasi pekerja anak dan tindakan yang diambil untuk berkontribusi dalam penghapusan pekerja anak yang efektif HR Pekerja Paksa atau Wajib Kerja
65. HR6 Operasi dan pemasok yang diidentifikasi beresiko tinggi melakukan pekerja paksa atau wajib kerja dan tindakan untuk berkontribusi dalam penghapusan segala bentuk pekerja paksa atau
di organisasi yang relevan dengan operasi HR Hak Adat
67. HR8 Jumlah total insiden pelanggaran yang melibatkan hak-hak masyarakat adat dan tindakan yang diambil
HR Asesmen
68. HR9 Jumlah total dan presentase operasi yang telah melakukan revie atau asesmen dampakhak asasi manusia
HR Asesmen Pemasok atas Hak Asasi Manusia
69. HR10 Persentase penapisan pemasok baru menggunakan kriteria hak asasi manusia
70. HR11 Dampak negatif aktual dan pontesial yang signifikan terhadap hak asasi manusia dalam rantai pasokan dan tindakan yang diambil
HR Mekanisme Pengaduan Masalah Hak Asasi Manusia
71. HR12 Jumlah pengaduan tentang dampak terhadap hak asasi manusia yang diajukan, ditangani dan diselesaikan melalui mekanisme pengaduan formal
KATEGORI: SOSIAL SUB-KATEGORI: MASYARAKAT SO Masyarakat Lokal
72. SO1 Persentase operasi dengan perlibatan masyarakat lokal, asesmen dampak, dan program pengembangan yang diterapkan
73. SO2 Operasi dengan dampak negatif aktual dan potensial yang signifikan terhadap masyrakat lokal SO Anti-korupsi
74. SO3 Jumlah total persentase operasi yang dinilai terhadap risiko terkait dengan korupsi dan risiko signifikan yang teridentifikasi
75. SO4 Komunikasi dan pelatihan mengenai kebijakan dan prosedur anti-korupsi 76. SO5 Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan yang diambil
SO Kebijakan Publik
77. SO6 Nilai total kontribusi politik berdasarkan negara dan penerima/penerima manfaat SO Anti Persaingan
78. SO7 Jumlah total tindakan hukum terkait anti persaingan, anti-trust, serta prsktik monopoli dan hasilnya
SO Kepatuhan
80. SO9 Persentase penapisan pemasok baru menggunakan kriteria dampak terhadap masyarakat 81. SO10 Dampak negatif aktual dan potensial yang signifikan terhadap masyrakat dalam rantai pasokan
dan tindakan yang diambil
SO Mekanisme Pengaduan Dampak Terhadap Masyarakat
82. SO11 Jumlah pengaduan tentang dampak terhadap masyarakat yang diajukan, ditangani, dan diselesaikan melalui mekanisme pengaduan resmi
KATEGORI: SOSIAL
SUB-KATEGORI: TANGGUNG JAWAB ATAS PRODUK PR Kesehatan Keselamatan Pelanggan
83. PR1 Pesentase kategori produk danjasa yang signifikan yang dampaknya terhadap kesehatan dan keselamatan yang dinilai untuk peningkatan
84. PR2 total jumlah insiden ketidakpatuhan terhadap peraturan dan koda sukarela terkait dampak kesehatan dan keselamatan dari produk dan jasa sepanjang daur hidup, menurut jenis hasil PR Pelabelan produk dan Jasa
85. PR3 Jenis informasi produk dan jasa yang diharuskan oleh prosedur organisasi terkait dengan informasi dan pelabelan produk dan jasa, serta persentase kategori produk dan jasa yang signifikan harus mengikuti persyaratan informasi sejenis
86. PR4 Jumlah total insiden ketidakpatuhanterhadap peraturan dan koda sukarela terkait dengan informasi dan pelabelan produk dan jasa, menurut jenis hasil
87. PR5 Hasil survei untuk mengukur kepuasaan pelangan PR Komunikasi Pemasaran
88. PR6 Penjualan produk yang dilarang atau disengketakan
89. PR7 jumlah total insiden ketidakpatuhan terhadap peraturan dan koda sukarela tentang komunikasi pemasaran, termasukiklan, promosi, dan sponsor, menurut jenis hasil
PR Privasi Pelanggan
90. PR8 Jumlah total keluhan yang terbukti terkait dengan pelanggaran privasi pelanggan dan hilangnya data pelanggan
PR Kepatuhan
91. PR9 Nilai moneter denda yang disignifikan atas ketidakpatuhan terhadap undan-undang dan peraturan terkait penyediaan dan penggunaan produk dan jasa
1 AMFG
4,217,446,692 894,782,284,487 117,864,137,423 92,278,911,362
36,447,174,515 923,360,433,799 87,485,419,125 69,114,997,789 31,524,743,067 0.04 0.42 2.19 0,66
3 BTON
6,523,778,025 183,116,245,288 149,104,593,069 136,555,010,564 31,337,185,002 0.04 0.04 4.36 0,44
2016
5,974,757,984 177,290,628,918 143,533,430,069 128,801,476,086 30,523,107,064 0.03 0.04 4.22 0,44
2017
11,370,927,212 183,501,650,442 154,638,932,325 138,161,399,969 25,235,541,036 0.06 0.07 5.47 0,44
2018
27,812,712,161 217,362,960,011 185,155,288,930 176,074,193,688 30,419,618,514 0.13 0.15 5.79 0,45
4 GDST
2014
(13,938,294,977) 1,354,622,569,945 870,447,715,291
650,517,689,794 462,845,556,161 -0.01 -0.02 1.41 0,59
2015
(55,212,703,852) 1,183,934,183,257 804,409,999,977 414,761,913,939 341,082,784,842 -0.05 -0.07 1.22 0,59
2016
31,704,557,018 1,257,699,869,910 832,122,960,120 467,637,658,247 377,013,051,111 0.03 0.04 1.24 0,62
2017
10,287,697,314 1,286,954,720,465 845,279,412,176 452,019,244,440 392,632,933,617 0.01 0.01 1.15 0,60
5 JAPFA
293,804,908,949 2,027,288,693,578 1,231,192,522,624 1,115,004,308,039 528,814,814,904 0.14 0.24 2.11 0,62
2015
2,581,440,938,262 1,523,874,519,542 1,290,208,433,386 589,149,809,544 0.07 0.11 2.19 0,69
2017
278,935,804,544
2,826,490,815,501 1,693,791,596,547 1,316,631,634,008 573,582,902,438 0.10 0.16 2.30 0,69
2018
348,692,796,102 2,897,119,790,044 1,929,477,152,737 1,339,048,037,128 453,374,610,070 0.12 0.18 2.95 0,71
9 SIPD
2,871,157,276 2,679,112,246,776 1,296,176,347,193 1,680,114,516,367 1,117,187,467,876 0.00 0.00 1.50 0,63
2016
13,048,780,927 22,567,211,193,256 1,142,830,772,003 1,498,156,764,347 1,075,374,955,578 0.00 0.01 1.39 0,69 2017
359,920 2,239,699 791,321 1,168,670 1,072,809 0.16 0.45 1.09 0,73
2018
259,340 2,187,874 840,488 1,154,203 1,047,350 0.12 0.31 1.10 0,74
10 LMSH
2014
7,403,115,436
139,915,598,255 115,951,209,812 107,779,916,138 19,357,303,490 0.05 0.06 5.57 0,41
2015
1,944,443,395 133,782,751,041 112,441,377,144 89,126,109,044 11,018,274,023 0.01 0.02 8.09 0,44
2016
6,252,514,811 162,828,169,250 117,316,469,122 98,274,709,046 35,476,763,264 0.04 0.05 2.77 0,33
2017
12,967,113,850
161,163,246,840 129,622,003,077
89,570,023,525 20,918,453,456 0.08 0.10 4.28 0,32
2018
2,886,727,390 162,828,169,250 117,316,469,112 91,588,263,964 27,335,071,863 0.02 0.02 3.35 0,37
NO NAMA PERUSAHAAN TAHUN
8 TOTO 2016 0,69 0.07 0.11 2.19
LAMPIRAN 4: Hasil Uji SPSS Analisis deskriptif
Descriptive Statistics
LAMPIRAN 5: Hasil Uji Heteroskedastisitas ROA
LAMPIRAN 6: Uji Heteroskedastisitas ROE
LAMPIRAN 7: Uji Heteroskedastisitas CR