• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

1. Bagi investor maupun calon investor yang ingin menginvestasikan sahamnya pada suatu perusahaan sebaiknya melihat terlebih dahulu kondisi perusahaan yang akan dipilih. Dalam hal ini investor harus menanamkan sahamnya pada perusahaan yang tepat. Para investor

pundiharapkan sebelum memilih saham yang akan dibelinya terlebih dahulu mengetahui dan menganalisis kondisi keuangan perusahaan tersebut, terutama menilai pos-pos keuangan yang memungkinkan akan mepengaruhi pergerakan harga saham seperti seberapa besar dividen yang akan dibagikan, investasi yang dijalankan oleh perusahaan tersebut, dan tingkat profitabilitas yang diperoleh perusahaan tersebut.

2. Bagi manajemen perusahaan, diharapkan agar selalu memberikan informasi keuangan yang bersifat objektif, relevan dan dapat diuji keabsahannya sehingga dapat meyakinkan pihak investor dalam pengambilan keputusan untuk menilai suatu perusahaan.

3. Sampel dalam penelitian ini hanya terbatas meneliti pada salah satu sektor saja sehingga hasil penelitian tidak dapat digeneralisir untuk sector-sektor lainnya. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti pengaruh pengungkapan CSR pada sector yang lainnya sehingga didapatkan hasil yang relevan dengan sector tersebut. Penelitian ini hanya menguji pengaruh pengungkapan CSR terhadap kinerja keuangan perusahaan manufaktur yang diukur dengan ROA, ROE dan CR. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan ukuran kinerja keuangan perusahaan yang lain seperti PBV, NPM & EPS.

DAFTAR PUSTAKA

Anatan, L. (2010). Corporate Social Responsibility.Jurnal

Azheri, B. (2012). Corporate Social Responsibility Dari Voluntary Menjadi Mandatory. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Fahmi. (2011). Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Alfabeta.

Gantino, R. (2016). Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek. Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis, 3(2), 19-32.

Hadi, N. (2011). Corporate Social Responsibility. Yagyakarta: Graha Ilmu.

Harmono. (2009). Manajemen Keuangan Berbasis Balanced Scorecard (Pendekatan Teori, Kasus, Dan Riset Bisnis). Jakarta: Bumi Aksara.

Imam, G. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.Edisi Ketujuh. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Judy, G. (2010). The Icca Handbook On Corporate Social Responsibility.

England: John & Sons.

Kartini. (2009). Corporate Social Responsibility (Transfomasi Konsep Sustainability management dan Implementasi di Indonesia). Bandung:

Refika Aditama.

Kasmir. (2014). Analisis laporan Keuangan. Depok: Raja Grafindo.

Lako. (2011). Dekontruksi CSR dan Reformasi Paradigma Bisnis dan Akuntansi.

Jakarta: Erlangga.

Luh Putri Wedayanti, I. G. (2018). Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility Pada Nilai Perusahaan Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 3.

Prasetio, d. (2017). Pengaruh corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2013-2015. Jurnal Akuntansi, 3, 6.

Rahayu. (2010). Pengaruh Ujuran, Pertumbuhan dan Profitabilitas Perusahaan Terhadap Koefisien Respon Laba Pada Emitmen Manufaktur di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Telaah dan Riset Akuntansi, 1(1), 50-64.

Rosiliana, K. (2014). Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Jurnal Akuntansi, 2(1).

Said, A. (2015). Corporate Social Responsibility Dalam Perspektif Govermance.Edisi Pertama. Yogyakarta: Deepublish.

Sartono, A. (2012). Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Anjar Wibisono.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian. Jakarta: Grasindo.

Sujarweni, d. (2017). Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Widaryanti. (2007). Analisis Pengaruh Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan (Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdafar di Bursa Efek Indonesia).STIE Pelita Nusantara: Semarang

Undang-Undang Dasar Pasal 33 Ayat 3 Tahun 1945 Tentang Kakayaan Alam Indonesia

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas

78

LAMPIRAN

KATEGORI: EKONOMI 2014 2015 2016 2017 2018 EC Kinerja Ekonomi

1. EC1 Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan didistribusikan

2. EC2 Implikasi finansial dan resiko serta peluang lainnya kepada kegiatan organisasi karena perubahan iklim 3. EC3 Cakupan kewajiban organisasi atas program imbalan pasti

4. EC4 Bantuan finansialyang diterima dari pemerintah EC Keberadaan Pasar

5. EC5 Rasio upah standar pegawai pemula (entry level) menurut gender dibandingkan dengan upah minimum regional di lokasi-lokasi operasional yang disignifikan

6. EC6 Perbandingan manajemen senior yang dipekerjakan dari masyarakat lokal di lokasi operasi yang disignifikan

EC Dampak Ekonomi Tidak Langsung

7. EC7 Pembangunan dan dampak dari investasi infrastruktur danjasa yang diberikan 8. EC8 Dampakekonomi tidak langsung yang signifikan, termasuk besarnya dampak

EC Praktik Pengadaan

9. EC9 Perbandinganpembelian dari pemasok lokal di lokasi operasional yang signifikan KATEGORI: LINGKUNGAN

EN Bahan

10. EN1 Bahan yang digunakan berdasarkan berat atau volume

11. EN2 Presentase bahan yang digunakan yang merupakan bahan input daur ulang EN Energi

12. EN3 Konsumsi energi dalam organisasi 13. EN4 Konsumsi energi di luar organisasi 14. EN5 Intersitas energy

15. EN6 Pengurangan konsumsi energy

16. EN7 Pengurangan kebutuhan energi pada produk dan jasa EN Air

17. EN8 Total pengambilan air berdasarkan sumber

18. EN9 Sumber air yang secara signifikan dipengaruhi oleh pengambilan air 19. EN10 Presentase dan total volume air yang diatur ulang dan digunakan kembali

EN Keanekaragaman Hayati

20. EN11 Lokasi-lokasi yang dimiliki, disewa, dikelola di dalam atau yang berdekatan dengan kawasan

lindung

22. EN13 Habitat yang dilindungi dan dipulihkan

23. EN14 Jumlah total spesies dalam iucn red list dan spesies dalam daftar spesies yang dilindungi nasional dengan habitat di tempat yang dipengaruhi operasional, berdasarkan tingkat resiko kepunahan

EN Emisi

24. EN15 Emisi gas rumah kaca (grk) langsung (cakupan 1)

25. EN16 Emisi gas rumah kaca (grk) energi tidak langsung (cakupan 2) 26. EN17 Emisi gas rumah kaca (grk) tidak langsung lainnya (cakupan 3) 27. EN18 Intensitas emisi gas rumah kaca (grk)

28. EN19 Pengurangan emisi gas rumah kaca (grk) 29. EN20 Misi bahan perusak ozon (bpo)

30. EN21 Nox, sox, dan emisi udara signifikan lainnya EN Efluen dan limbah

31. EN22 Total air yang dibuang berdasarkan kualitas dan tujuan 32. EN23 Bobot total limbah berdasarkan jenis dan metode pembuangan 33. EN24 Jumlah dan volume total tumpahan signifikan

34. EN25 Bobot limbah yang dianggap berbahaya menurut ketentuan konvensi basel2 lampiran I, ii, iii, dan vii yang diangkut, diimpor, diekspor atau diolah, dan presentase limbah yang diangkut untuk pengiriman internasional

35. EN26 Identitas, ukuran, status lindung, dan nilai keanekaragaman hayati dari badan air dan habitat terkait yang secara signifikan terkena dampak dari air buangan dan limpasan dari organisasi EN Produk dan jasa

36. EN27 Tingkat mitigasi dampak terhadap dampak lingkungan produk dan jasa

37. EN28 Presentase produk yang terjual dan kemasannya yang direklamasi menurut kategori EN Kepatuhan

38. EN29 Nilai moneter denda signifikan dan jumlah total sanksi non moneter karena ketidakpatuhan terhadap undang-undang dan peraturan lingkungan

EN Transportasi

39. EN30 Dampak lingkungan signifikan dari pengangkutan produk dan barang lain serta bahan untuk operasional organisasi, dan pengangkutan tenaga kerja

EN Lain-lain

42. EN33 Dampak lingkungan negatif signifikan aktual dan potensial dalam rantai pasokan dan tindakan yang diambil

EN Mekanisme Pengaduan Masalah Lingkungan

43. EN34 Jumlah pengaduan tentang dampak lingkungan yang diajukan, ditangani, dan diselesaikan melalui mekanisme pengaduan resmi

KATEGORI: SOSIAL

SUB-KATEGORI: PRAKTIK KETENAGAKERJAAN DAN KENYAMAN BEKERJA LA Kepegawaian

44. LA1 Jumlah total dan tingkat perekrutan karyawan baru dan turnover karyawan menurut kelompok umur, gender, dan wilayah

45. LA2 Tunjangan yang diberikan bagi karyawan purnawaktu yang tidak diberikan bagi karyawan sementara atau paruh waktu, berdasarkan lokasi operasi yang signifikan

46. LA3 Tingkat kembali bekerja dan tingkat retensi setelah cuti melahirkan,menurut gender LA Hubungan Industrial

47. LA3 Jangka waktu minimum pemberitahuan mengenai perubahan operasional, termasuk apakah hal tersebuit tercantum dalam perjanjian bersama

LA Kesehatan Keselamatan Kerja

48. LA5 Presentase total tenaga kerja yang diwakili dalam komite bersama formal manajemen-pekerja membantu mengawasi dan memberikan saran program kesehatan dan keselamatan kerja 49. LA6 Jenis dan tingkat cedera, penyakit akibat kerja, hari hilang, dan kemangkiran, serta jumlah total

kematian akibat kerja,menurut daerah dan gender

50. LA7 Pekerja yang sering terkena dan beresiko tinggi terkena penyakit yang terkait dengan pekerjaan mereka

51. LA8 Topik kesehatan dan keselamatan yang tercakup dalam perjanjian formal dengan serikat pekerja

LA Pelatihan dan Pendidikan

52. LA9 Jam pelatihan rata-rata per tahun per karyawan menurut gender dan menurut kategori karyawan

53. LA10 Program untuk manajemen ketrampilan dan pembelajaran seumur hidup yang mendukung keberlanjutan kerja karyawan dan membantu mereka mengelola purna bakti

54. LA11 Presentase karyawan yang menerima reviu kinerja dan pengembangan karier secara reguler,

kelompok usia, keanggotaan kelompok minoritas, dan indikator keberagaman lainnya LA Kesetaraan Remunerasi Perempuan dan Laki-Laki

56. LA13 Rasio gaji pokok dan remunerasi bagi perempuan terhadap laki-laki menurut kategori karyawan, berdasarkan lokasi operasional yang signifikan

LA Asesmen Pemasok atas Praktik Ketenagakerjaan

57. LA14 Persentase penapisan pemasok baru menggunakan kriteria praktik ketenagakerjaan

58. LA15 Dampak negatif aktual dan pontensial yang signifikan terhadap praktik ketenagakerjaan dalam rantai pasokan dan tindakan yang diambil

LA Mekanisme Pengaduan Masalah Ketenagakerjaan

59. LA16 Jumlah pengaduan tentang praktik ketenagakerjaan yang diajukan, ditangani, dan diselesaikan melalui mekanisme pengaduan resmi

KATEGORI: SOSIAL

SUB-KATEGORI: HAK ASASI MANUSIA HR Investasi

60. HR1 Jumlah total dan presentase perjanjian dan kontrak investasi yang signifikan yang menyertai klausul terkait hak asasi manusia atau penapisan berdasarkan hak asasi manusia

61. HR2 Jumlah waktu pelatihan karyawan tentang kebijakan atau prosedur hak asasi manusia terkait dengan aspek hak asasi manusia yang relevan dengan operasi, termasuk persentase karyawan yang dilatih.

HR Non-diskriminasi

62. HR3 Jumlah total insiden diskriminasi dan tindakan perbaikan yang diambil HR Kebebasan berserikat dan Perjanjian Kerja Bersama

63. HR4 Operasi dan pemasok terindentifikasi yang mungkin melanggar atau beresiko tinggi melanggar hak untuk melaksanakan kebebasan berserikat dan perjanjian kerja bersama, dan tindakan yang diambil untuk mendukung hak-hak tersebut

HR Pekerja Anak

64. HR5 Operasi dan pemasok yang diindentifikasi beresiko tinggi melakukan eksploitasi pekerja anak dan tindakan yang diambil untuk berkontribusi dalam penghapusan pekerja anak yang efektif HR Pekerja Paksa atau Wajib Kerja

65. HR6 Operasi dan pemasok yang diidentifikasi beresiko tinggi melakukan pekerja paksa atau wajib kerja dan tindakan untuk berkontribusi dalam penghapusan segala bentuk pekerja paksa atau

di organisasi yang relevan dengan operasi HR Hak Adat

67. HR8 Jumlah total insiden pelanggaran yang melibatkan hak-hak masyarakat adat dan tindakan yang diambil

HR Asesmen

68. HR9 Jumlah total dan presentase operasi yang telah melakukan revie atau asesmen dampakhak asasi manusia

HR Asesmen Pemasok atas Hak Asasi Manusia

69. HR10 Persentase penapisan pemasok baru menggunakan kriteria hak asasi manusia

70. HR11 Dampak negatif aktual dan pontesial yang signifikan terhadap hak asasi manusia dalam rantai pasokan dan tindakan yang diambil

HR Mekanisme Pengaduan Masalah Hak Asasi Manusia

71. HR12 Jumlah pengaduan tentang dampak terhadap hak asasi manusia yang diajukan, ditangani dan diselesaikan melalui mekanisme pengaduan formal

KATEGORI: SOSIAL SUB-KATEGORI: MASYARAKAT SO Masyarakat Lokal

72. SO1 Persentase operasi dengan perlibatan masyarakat lokal, asesmen dampak, dan program pengembangan yang diterapkan

73. SO2 Operasi dengan dampak negatif aktual dan potensial yang signifikan terhadap masyrakat lokal SO Anti-korupsi

74. SO3 Jumlah total persentase operasi yang dinilai terhadap risiko terkait dengan korupsi dan risiko signifikan yang teridentifikasi

75. SO4 Komunikasi dan pelatihan mengenai kebijakan dan prosedur anti-korupsi 76. SO5 Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan yang diambil

SO Kebijakan Publik

77. SO6 Nilai total kontribusi politik berdasarkan negara dan penerima/penerima manfaat SO Anti Persaingan

78. SO7 Jumlah total tindakan hukum terkait anti persaingan, anti-trust, serta prsktik monopoli dan hasilnya

SO Kepatuhan

80. SO9 Persentase penapisan pemasok baru menggunakan kriteria dampak terhadap masyarakat 81. SO10 Dampak negatif aktual dan potensial yang signifikan terhadap masyrakat dalam rantai pasokan

dan tindakan yang diambil

SO Mekanisme Pengaduan Dampak Terhadap Masyarakat

82. SO11 Jumlah pengaduan tentang dampak terhadap masyarakat yang diajukan, ditangani, dan diselesaikan melalui mekanisme pengaduan resmi

KATEGORI: SOSIAL

SUB-KATEGORI: TANGGUNG JAWAB ATAS PRODUK PR Kesehatan Keselamatan Pelanggan

83. PR1 Pesentase kategori produk danjasa yang signifikan yang dampaknya terhadap kesehatan dan keselamatan yang dinilai untuk peningkatan

84. PR2 total jumlah insiden ketidakpatuhan terhadap peraturan dan koda sukarela terkait dampak kesehatan dan keselamatan dari produk dan jasa sepanjang daur hidup, menurut jenis hasil PR Pelabelan produk dan Jasa

85. PR3 Jenis informasi produk dan jasa yang diharuskan oleh prosedur organisasi terkait dengan informasi dan pelabelan produk dan jasa, serta persentase kategori produk dan jasa yang signifikan harus mengikuti persyaratan informasi sejenis

86. PR4 Jumlah total insiden ketidakpatuhanterhadap peraturan dan koda sukarela terkait dengan informasi dan pelabelan produk dan jasa, menurut jenis hasil

87. PR5 Hasil survei untuk mengukur kepuasaan pelangan PR Komunikasi Pemasaran

88. PR6 Penjualan produk yang dilarang atau disengketakan

89. PR7 jumlah total insiden ketidakpatuhan terhadap peraturan dan koda sukarela tentang komunikasi pemasaran, termasukiklan, promosi, dan sponsor, menurut jenis hasil

PR Privasi Pelanggan

90. PR8 Jumlah total keluhan yang terbukti terkait dengan pelanggaran privasi pelanggan dan hilangnya data pelanggan

PR Kepatuhan

91. PR9 Nilai moneter denda yang disignifikan atas ketidakpatuhan terhadap undan-undang dan peraturan terkait penyediaan dan penggunaan produk dan jasa

1 AMFG

4,217,446,692 894,782,284,487 117,864,137,423 92,278,911,362

36,447,174,515 923,360,433,799 87,485,419,125 69,114,997,789 31,524,743,067 0.04 0.42 2.19 0,66

3 BTON

6,523,778,025 183,116,245,288 149,104,593,069 136,555,010,564 31,337,185,002 0.04 0.04 4.36 0,44

2016

5,974,757,984 177,290,628,918 143,533,430,069 128,801,476,086 30,523,107,064 0.03 0.04 4.22 0,44

2017

11,370,927,212 183,501,650,442 154,638,932,325 138,161,399,969 25,235,541,036 0.06 0.07 5.47 0,44

2018

27,812,712,161 217,362,960,011 185,155,288,930 176,074,193,688 30,419,618,514 0.13 0.15 5.79 0,45

4 GDST

2014

(13,938,294,977) 1,354,622,569,945 870,447,715,291

650,517,689,794 462,845,556,161 -0.01 -0.02 1.41 0,59

2015

(55,212,703,852) 1,183,934,183,257 804,409,999,977 414,761,913,939 341,082,784,842 -0.05 -0.07 1.22 0,59

2016

31,704,557,018 1,257,699,869,910 832,122,960,120 467,637,658,247 377,013,051,111 0.03 0.04 1.24 0,62

2017

10,287,697,314 1,286,954,720,465 845,279,412,176 452,019,244,440 392,632,933,617 0.01 0.01 1.15 0,60

5 JAPFA

293,804,908,949 2,027,288,693,578 1,231,192,522,624 1,115,004,308,039 528,814,814,904 0.14 0.24 2.11 0,62

2015

2,581,440,938,262 1,523,874,519,542 1,290,208,433,386 589,149,809,544 0.07 0.11 2.19 0,69

2017

278,935,804,544

2,826,490,815,501 1,693,791,596,547 1,316,631,634,008 573,582,902,438 0.10 0.16 2.30 0,69

2018

348,692,796,102 2,897,119,790,044 1,929,477,152,737 1,339,048,037,128 453,374,610,070 0.12 0.18 2.95 0,71

9 SIPD

2,871,157,276 2,679,112,246,776 1,296,176,347,193 1,680,114,516,367 1,117,187,467,876 0.00 0.00 1.50 0,63

2016

13,048,780,927 22,567,211,193,256 1,142,830,772,003 1,498,156,764,347 1,075,374,955,578 0.00 0.01 1.39 0,69 2017

359,920 2,239,699 791,321 1,168,670 1,072,809 0.16 0.45 1.09 0,73

2018

259,340 2,187,874 840,488 1,154,203 1,047,350 0.12 0.31 1.10 0,74

10 LMSH

2014

7,403,115,436

139,915,598,255 115,951,209,812 107,779,916,138 19,357,303,490 0.05 0.06 5.57 0,41

2015

1,944,443,395 133,782,751,041 112,441,377,144 89,126,109,044 11,018,274,023 0.01 0.02 8.09 0,44

2016

6,252,514,811 162,828,169,250 117,316,469,122 98,274,709,046 35,476,763,264 0.04 0.05 2.77 0,33

2017

12,967,113,850

161,163,246,840 129,622,003,077

89,570,023,525 20,918,453,456 0.08 0.10 4.28 0,32

2018

2,886,727,390 162,828,169,250 117,316,469,112 91,588,263,964 27,335,071,863 0.02 0.02 3.35 0,37

NO NAMA PERUSAHAAN TAHUN

8 TOTO 2016 0,69 0.07 0.11 2.19

LAMPIRAN 4: Hasil Uji SPSS Analisis deskriptif

Descriptive Statistics

LAMPIRAN 5: Hasil Uji Heteroskedastisitas ROA

LAMPIRAN 6: Uji Heteroskedastisitas ROE

LAMPIRAN 7: Uji Heteroskedastisitas CR

LAMPIRAN 8: Hasil Uji Multikolinearitas ROA

t Sig. Collinearity Statistics

B Std.

a. Dependent Variable: ROA

LAMPIRAN 9: Uji Multikolinearitas ROE

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Toleran

Model Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

Normal Parametersa,b Mean ,0000000 ,0000000 ,0000000

Std. Deviation ,04786786 ,07258591 1,59276765

Most Extreme Differences

Absolute ,064 ,062 ,150

Positive ,064 ,062 ,150

Negative -,060 -,050 -,108

Kolmogorov-Smirnov Z ,439 ,425 1,027

Asymp. Sig. (2-tailed) ,991 ,994 ,242

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

LAMPIRAN 12: Uji Autokorelasi

Runs Test

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

LAMPIRAN 14: Uji t Terhadap ROE

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients

a. Dependent Variable: ROE

LAMPIRAN 15: Uji t Terhadap CR

Coefficientsa

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the

LAMPIRAN 17: Analisis Regresi Sederhana Terhadap ROA

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1

(Constant) -,047 ,032 -1,457 ,152

CSR ,175 ,050 ,460 3,478 ,001 1,000 1,000

a. Dependent Variable: ROA

LAMPIRAN 18: Analisis Regresi Sederhana Terhadao ROE

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1

(Constant) -,099 ,049 -2,044 ,047

CSR ,319 ,076 ,529 4,181 ,000 1,000 1,000

a. Dependent Variable: ROE

LAMPIRAN 19: Analisis Regresi Sederhana Terhadap CR

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1

(Constant) 5,273 1,065 4,952 ,000

CSR -3,871 1,675 -,326 -2,311 ,025 1,000 1,000

a. Dependent Variable: CR

Jeneponto pada tanggal 19 April 1997 dari pasangan Bapak Mustajab dan Ibu Jumaintang. Penulis merupakan anak pertama (1) dari Tiga (3) orang bersaudara, satu adik perempuan dan satu lagi seorang adik laki-laki. Penulis sendiri berasal dari Pannara, Kel. Empoang Selatan, Kec. Binamu, Kab. Jeneponto dan selamat menempuh pendidikan di perguruan tinggi, penulis bertempat tinggal ini Jl. Mannuruki 2, Kec.

Tamalate, Kota Makassar. Adapun jenjang pendidikan yang telah penulis tempuh hingga sejauh ini, yaitu SD Inpres No. 142 Pannara Kab. Jeneponto lulus pada tahun 2009, SMP Neg. 1 Binamu Kab. Jeneponto lulus pada tahun 2012, SMA Neg.1 Binamu Jeneponto lulus pada tahun 2015. Setelah menempuh pendidikan selama 12 tahun, penulis kemudian melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi dengan Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Muhammdiyah Makassar. Selama menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar, penulis juga aktif mengikuti beberapa lembaga ke-mahasiswa-an baik internal maupun eksternal kampus, diantaranya IMM Fakultas Ekonomi & Bisnis, HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi dan HPMT Kab. Jeneponto.

Dokumen terkait