• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

1. Interpersonal Skills Guru dalam proses pembelajaran PPKn di SMP Negeri 2 Bissappu Kabupaten Bantaeng

43

Berdasarkan hasil penelitian diatas penulis dapat mengemukakan bahwa Interpersonal Skills guru memang dianggap sangat penting oleh karena guru merupakan sosok sentral ketika proses pembelajaran sedang berlangsung dalam hal ini untuk penulis telah merangkum Interpersonal Skills Guru dalam proses pembelajaran PPKn di SMP Negeri 2 Bissappu yang dapat diukur dan dilihat dari keterampilan-keterampilan yang dimiliki oleh guru itu sendiri.

Keterampilan bertanya, dalam hal ini Interpersonal Skills yang dimiliki oleh guru sudah dinilai baik atau cukup mumpuni hal ini dapat penulis lihat dari hasil olahan wawancara secara eksklusif dengan beberapa guru kemudian dibandingkan dengan hasil observasi langsung penulis dilapangan yang menemukan bahwa setelah memberikan materi pembelajaran kepada siswa guru secara aktif memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa berupa quis yang mana guru akan memberikan kesempatan kepada siswa yang menawarkan diri untuk menjawab pertayaan tersebut atau secara langsung menunjuk siswa menjawab secara bergiliran hal ini juga menjadi bahan pertimbangan guru untuk memberikan nilan atau untuk mengukur sejauh mana tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah diberikan.

Selain itu keterampilan guru dalam menjelasakan materi kepada siswa juga merupakan kunci keberhasilan seorang guru, oleh karena tingkat pemahaman peserta didik yang berbeda-beda membuat guru dituntut untuk memiliki Interpersonal Skills yang memadai dalam menghadapi proses pembelajaran dalam hal ini guru Di SMP Negeri 2 Bissappu mempunyai beberapa metode dalam menyampaikan materi pembelajaran; ada yang

menggunakan metode ceramah, diskusi, bahkan interaksi langsung seperti tanya jawab kepada siswa selai itu guru juga biasanya memberikan contoh kepada siswa yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari baik itu kehidupan dalam masyarakat maupun di lingkungan sekolah itu sendiri jadi siswa dapat memahami dan langsung dipraktekkan.

Selain memberikan materi seorang guru juga harus menjadi pendengar yang baik hal ini penulis dapat melihat respon guru terhadap murid yang mengemukakan pendapatnya selain itu guru juga akhirnya meluruskan kembali materi yang diberikan disertai dengan contoh yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa dapat mengerti dan langsung mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Syaefuddin (2010: 212) mengatakan bahwa ”sering terjadi komunikasi hanya satu arah yaitu antara guru ke siswa dengan metode ceramah sebagai andalan dalam metode penyampaian materi” sehubungan dengan hal tersebut, ditegaskan bahwa kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh efektifitas komunikasi yang didalamnya terjadi proses transformasi pesan atau informasi dimana peserta didik mampu memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, sehingga menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menimbulkan perubahan tingkah laku menjadi lebih baik.

2. Faktor yang mempengaruhi perkembangan Interpersonal Skills Guru dalam proses pembelajaran PPKn di SMP Negeri 2 Bissappu Kabupaten Bantaeng.

45

Interpersonal Skills Guru memang harus sering di asah dengan memperbanyak interaksi dengan siswa yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Hal ini karena Interpersonal Skills yang terasah membutuhkan suatu proses dan waktu yang panjang sehingga harus sering dilatih.

Interpersonal Skills yang dimiliki guru di SMP Negeri 2 Bissappu ini memang sudah baik akan tetapi melihat kenyataan dilapangan memang masih perlu diasah, temuan ini penulis dapatkan setelah melakukan observasi dilapangan dan mendapati ada beberapa karakter guru yang masih perlu untuk ditingkatkan misalnya pemahaman akan karakter siswa yang berbeda-beda sehingga kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran bisa di minimalkan.

Faktor Situasional dimana Interpersonal Skills Guru dalam proses pembelajaran dapat diukur dari fokus belajar siswa dalam menghadapi proses pembelajaran yang ada dan dalam hal ini guru di SMP Negeri 2 Bissappu dapat membuat suasana belajar yang nyaman dalam kelas dengan adanya variasi belajar yang baik seperti pelajaran yang diselingi dengan games, motivasi, quis hingga yel-yel yang membuat siswa nyaman dan fokus dalam proses pembelajaran.

Selanjutnya dari Faktor Personal guru itu sendiri guru secara aktif melakukan pendekatan-pendekatan secara pribadi kepada siswa sehingga masalah-masalah yang dapat mengganggu fokus siswa dalam menghadapi proses pembelajaran dapat diberikan solusi berupa arahan-arahan atau nasehat sehingga siswa bisa kembali fokus.

Sedangkan dari Faktor Hubungan Interpersonal juga memberikan pengaruh terhadap perkembangan Interpersonal skills guru dalam proses pembelajaran oleh karena guru membangun tingkat kepercayaan kepada siswa melalui serangkaian materi yang disertai motivasi sehingga siswa dapat belajar dan menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru sehingga siswa merasa percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran.

47 BAB V

PENUTUP

1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian kualitatif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Bissappu tentang interpersonal skills guru dalam proses pembelajaran PPKn di SMP Negeri 2 Bissappu, dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan interpersonal skills guru dalam proses pembelajaran PPKn telah memiliki interpersonal skills yang Pertama keterampilan menjelaskan, dalam hal ini guru menggunakan metode ceramah, diskusi, bahkan interaksi langsung. Kedua keterampilan bertanya, setelah guru memberikan materi guru memberi pertanyaan-pertanyaan kepada siswa, disinilah terjalin komunikasi antara siswa dan guru.

Ketiga keterampilan mendengarkan dimana guru merespon siswa yang mengemukakan pendapatnya.

2. Saran

Keterampilan interpersonal yang dimiliki guru tidak akan terbentuk secara instan, melainkan melalui proses pembelajaran dan pengalaman di lapangan yang mumpuni dan faktor yang sangat mempengaruhi hal tersebut adalah situasi dan kondisi di sekolah, kebijakan yang memberikan kebebasan berekspresi kepada guru. Setelah penulis membahas, menganalisa informasi serta menarik kesimpulan dari hasil riset penulis ingin memberikan saran :

1. Guru mata pelajaran PPKn untuk meningkatkan keterampilan Interpersonal Skillnya dalam proses pembelajaran yang dapat dilakukan antara lain;

a. Materi yang dijelaskan dapat berkaitan dengan permasalahan yang ada di sekolah maupun di rumah sehingga anak didik tidak sulit mengerti bahan modul yang dibagikan oleh tenaga pendidik.

b. Salah satu kelemahan guru aalah menggunakan metode dengan cara mendikte atau menggunakan cara yang lama dengan itu saya menyanrakan menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi supaya siswa lebih mudah memahami materi pebelajaran

4. Kepala Sekolah/Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng harus memberikan pelatihan guru secara berkala tentang kualitas pendidikan dan pemecahan masalah dalam situasi yang dihadapu guru dalam proses pembelajaran di sekolah

49

DAFTAR PUSTAKA

Aini, N. (2019). Komunikasi Interpersonal Pekerjaan Sosial Terhadap Lansia.

Miyah: Jurnal Studi Islam, 12(2), 154-174.

Amalia, A., & Suwatno, S. Komunikasi interpersonal guru sebagai determinan efektivitas pembelajaran siswa kelas x administrasi perkantoran di sekolah menengah kejuruan. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 4(1), 134-142.

Amri, A. (2018). Strategi Komunikasi Interpersonal Guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Dalam Pembentukan Moral Siswa Di SMP Negeri 1 Kuta Baro Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial &

Ilmu Politik, 3(1).

Amri, A. (2018). Strategi Komunikasi Interpersonal Guru Dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Butar Aceh Singkil.Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik,3(2).

Arifin, M. (2013). Kemampuan Interpersonal Skills Mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Niaga Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya.

Jurnal Pendidikan Tata Niaga (JPTN), 1(3).

Budinugroho, A. (2010). Pelaksanaan Ketentuan PPh Final Atas Pengalihan Hak Atas Tanah dan atau Bangunan Bagi Wajib Pajak yang Usaha Pokoknya Melakukan Pengalihan Hak Atas Tanah dan atau Bangunan oleh PT X.

FISIP, UI, Jakarta.

Creswell, J. W. (2018). Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kurnia Kasih, D. (2018). Komunikasi Interpersonal Guru Dan Murid SLB E Prayuwana Surakarta (Studi Deskriptif Kualitatif Komunikasi Interpersonal Guru dan Murid SLB E Prayuwana Dalam Meningkatkan Kemandirian Siswa Berkebutuhan Khusus) (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Mariana, M. (2019). Peningkatan Pembelajaran PPKn Materi Persiapan Kemerdekaan Indonesia Melalui Pendekatan Contextual Teaching And Learning (Ctl) Pada Siswa Kelas Vi Sd Negeri Muka Blang. Jurnal Sains Riset, 9(1), 29-42.

Perangin-angin, R. B. B. (2017). Pengembangan Pembelajaran PPKn Berbasis Kearifan Lokal dalam Meningkatkan Kompetensi Civic Skill Mahasiswa Jurusan PPKn UNIMED. JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL, 9(2), 151-160.

Pratiwi, N. (2017). Pola Komunikasi Interpersonal Guru Dengan Siswa Dalam Membentuk Kemandirian Siswa Sekolah Luar Biasa Pondok Kasih Medan.

Rachmadtullah, R., & Wardani, P. A. (2016). Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Melalui Metode Pembelajaran Contexstual and Learning. Jurnal Pendidikan Dasar, 7(1), 116-127.

51

Rianto, H. (2019). Analisis Interpersonal Skills Guru Dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan,2(2).

Silvianetri, S. (2019). Interpersonal Skill Dalam Kajian Neurosains. Alfuad:

Jurnal Sosial Keagamaan, 3(1), 74-81.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan Kualitatif: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Syamsu, Y. (2015). MUTU KINERJA PENGAWAS SEKOLAH MENENGAH:

Studi tentang Pengaruh rekrutmen, Kompetensi, Motivasi, dan Kepuasan kerja terhadap Kinerja Pengawas Sekolah Menengah di Priangan Timur (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Indonesia).

Windiyani, T., & Lestari, Y. T. (2018). Hubungan Komunikasi Interpersonal Dengan Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Di Kelas V SDN Ciluar 2 Kecamatan Bogor Utara. JPPGuseda Jurnal Pendidikan & Pengajaran Guru Sekolah Dasar, 1(01), 26-30.

L

A

M

P

I

R

A

N

PEDOMAN OBSERVASI

Nama : Sri Wahyuni

Nim : 105430011615

Judul Penelitian : Analisis Interpersonal Skills Guru Dalam Proses Pembelajaran PPKn di SMP Negeri 2 Bissappu

No Indikator Indikator yang

diamati Y T Keterangan

pendapat guru biasanya mencatat apa yang di sampaikan oleh siswa

2

a. Faktor situasional

pembelajaran proses pembelajaran b. Siswa kurang disampaikan oleh guru

b. Faktor ada siswa yang jenuh atau bosan

Apabila ada siswa yang melanggar guru

menghukum dengan cara siswa tersebut berdiri di depan kelas

LEMBAR INSTRUMEN WAWANCARA GURU Nama : Dra. ST Madina

No Pertanyaan Jawaban

1 Apakah guru memberikan pertanyaan secara hangat dan antusias kepada peserta didik?

Iya saya mengajar ppkn biasanya saya memberikan pertanyaan anak didik untuk mengetahui sebaik-baiknya bagaimana di apakah dia memahami apa yang saya berikan atau tidak itu dengan adanya bertanya yang dapat saya nilai

2 Apakah guru memberikan waktu berpikir untuk menjawab

pertanyaan?

Iya, kadang saya berikan waktu untuk berpikir untuk menjawab pertanyaan supaya bisa lebih menjawab dengan baik 3 Apakah guru memberikan

kesempatan kepada yang bersedia menjawab terlebih dahulu?

Iya biasanya saya memberikan kesempatan siapa yang

menjawab terlebih dahulu karena supaya yang lain bisa lebih berfikir dan bisa juga menjawab

4 Apakah guru menunjuk peserta didik untuk menjawab setelah diberikan waktu untuk berpikir?

Iya kadang saya menunjuk peserta didik kadang juga siapa yang bisa langsung menjawab itu saya menilai dengan bagaimana situasi yang saya berikan pada hari itu

5 Apakah penjelasan yang diberikan guru bisa menarik perhatian peserta didik ?

Iya kita sebagai guru

bagaimana cara memberikan penjelasan yang lebih bisa dipahami anak didik supaya anak didik bisa memahami apa yang kita kemukakan di materi itu

6 Apakah materi yang dijelaskan guru sudah sesuai dengan materi standar dan kompetensi dasar ?

iya harus sesuai dengan materi standar dan kompetensi dasar

7 Apakah penjelasan guru sudah relevan dengan tujuan

pembelajaran yang hendak

Iya kadang itu harus ki relevan dengan tujuan yang hendak dicapai

8 Apakah guru mendengarkan peserta didik dengan penuh konsentrasi?

Iya kita harus mendengarkan peserta didik dengan penuh konsentrasi dan apabila ada kesalahan atau kejanggalan yang dia kemukakan bisa kita berikan arahan supaya dia lebih memahami apa yang kita berikan kepadanya

9 Apakah guru menangkap pesan-pesan yang penting atau inti pembicaraan?

Iya kadang kita menanggapi kalau benar kita jempol kalau tidak sesuai kita berikan arahan bagaimana supaya siswa bisa lebih memahami apa

sebenarnya isi materi 10 Apakah guru mencatat hal yang

dirasa penting?

Iya bagian penting di materi itu kita catat dan kadang kita kemukakan, kita jelaskan supaya siswa lebih memahami

11 Bagaimana cara guru agar siswa bisa fokus dalam proses

pembelajaran?

Itu barangkali dari bagaimana cara kita sebagai guru

mengambil hati dari siswa supaya dia bisa fokus dan memberikan arahan-arahan saya rasa itu arahan arahan yang paling penting

dikemukakan tentang kebaikan-kebaikan bagaimana siswa dapat berhasil dengan baik

12 Bagaimana cara guru dalam menghadapi siswa yang kurang fokus dalam proses pembelajar?

Kalau saya kadang saya berikan soal-soal saya berikan

pertanyaan kemudian saya suruh berpikir dan saya beri waktu berpikir kemudian saya beri jempol bagi yang bisa menjawab dengan baik supaya yang lain bisa juga memahami dirinya saya juga akan bisa begitu

13 Bagaimana pendekatan personal guru dengan siswa?

Saya dengan pendekatan yang lebih santai tapi bersahabat kadang saya berikan dengan betul-betul kita tidak terlalu

menekan dan kita berikan kebebasan dalam menghadapi segala sesuatu di dalam kelas 14 Bagaimana cara guru agar siswa

termotivasi dalam proses pembelajaran?

Cara saya kadang kita sebagai guru karena anak-anak berbeda-beda karakternya jadi kita arahkan lian terbaiklah bagaimana menasehati

memberikan arahan yang baik di situlah bisa termotivasi anak-anak saya rasa dengan

memperhatikan apa yang kita berikan kepadanya

15 Bagaimana cara guru agar siswa tidak jenuh dalam pembelajaran?

Kalau saya sebagai guru saya rasa beda-beda guru dalam memberikan materi yang bagaimana siswa tidak jenuh kalau saya itu saya kadang suruh membaca suruh

berdiskusi kalau saya lihat itu yang cocok itu lagi yang saya kemukakan saya arahkan saya kadang menjelaskan kadang membuat pertanyaan itulah yang saya lakukan kalau yang satunya saya liat tidak terlalu antusias anak menghadapi atau tidak terlalu tertarik saya mencoba lagi metode lain 16 Bagaimana cara guru memberi

ganjaran kepada siswa yang melanggar?

Kalau saya saya hukum bukan dengan kekerasan saya kasi berdiri di depan kelas supaya dia ada rasa malu supaya minggu berikutnya bisa perbaiki diri dengan adanya hukuman

17 Bagaimana cara guru agar siswa lebih aktif dalam pembelajaran?

Kalau saya punya cara memberikan soal-soal supaya dia bisa dan saya suruh berpikir kadang juga secara individu kadang kelompok dan saya suruh presentasikan di atas supaya semua dapat melihat temannyabagus dan dia juga termotivasi dan dia bisa lebih bangkit dengan adanya contoh yang dikemukakan temennya saya rasa kita sebagai guru kita percaya siswa tapi

katakan saya tidak percaya lagi kalau kau tidak kerjakan dengan baik ini maka saya akan kurangi nilai mu karena anak yang jujurdapat

mengerjakan apa yang kita berikan dengan tepat waktu itu yang saya berikan supaya lebih percaya diri

18 Bagaimana tingkat kepercayaan guru terhadap siswa?

Saya rasa kita sebagai guru kita percaya siswa tapi kalau

kadang diberi tugas tapi dia tidak laksanakan itu saya katakan saya tidak percaya lagi kalau kau tidak kerjakan dengan baik ini maka saya akan kurangi nilai mu karena anak yang jujurdapat

mengerjakan apa yang kita berikan dengan tepat waktu itu yang saya berikan supaya lebih percaya diri

19 Bagaimana cara guru

meningkatkan sikap suportif persatu atau perkelompok di depan kelas

LEMBAR INSTRUMEN WAWANCARA GURU

Nama : Julmi

No Pertanyaan Jawaban

1 Apakah guru memberikan pertanyaan secara hangat dan antusias kepada peserta didik?

Setiap mengajar itu pasti memberikan pertanyaan kepada siswa itu mengetahui sejauh mana siswa merespon apa yang diajarkan oleh seorang guru kemudian tentu cara bertanya nya juga secara hangat dan situasinya

jugasupaya anak-anak tertarik menjawab pertanyaan

2 Apakah guru memberikan waktu berpikir untuk menjawab

pertanyaan?

Iya biasanya pertanyaan itu kalau saya saya tujukan kepada siswa jadi setelah saya tujukan kepada siswa saya memberi beberapa kesempatan atau beberapa menit untuk siswa berpikir jadi tetap diberikan kesempatan siswa untuk berpikir dulu menjawab dulu pertanyaan tidak langsung begitu diajukan pertanyaan langsung siswa menjawab

3 Apakah guru memberikan

kesempatan kepada yang bersedia menjawab terlebih dahulu?

Iya saya memberi kesempatan kepada siswa yang mau dulu menjawab tidak dengan menunjuk karena belum tentu yang ditunjuk itu sudah siap menjawab jadi siapa saja siswa karena biasanya pertanyaan itu saya lempar secara umum jadi siapa saja siswa yang dahulu menuju tangan saya beri kesempatan untuk lebih dahulu menjawab

4 Apakah guru menunjuk peserta didik untuk menjawab setelah diberikan waktu untuk berpikir?

Kadang saya menunjuk dan kadang juga siapa saja yang mau menjawab itu yang saya dahulukan

5 Apakah penjelasan yang diberikan guru bisa menarik perhatian peserta didik ?

Pada saat menjelaskan materi saya akan berusaha dengan segala macam cara atau metode untuk menarik perhatian siswa

dahulu apersepsi supaya siswa fokus atau tertarik pada apa yang disampaikan oleh guru 6 Apakah materi yang dijelaskan

guru sudah sesuai dengan materi standar dan kompetensi dasar ?

Iya tentu harus sesuai dengan materi-materi yang dijelaskan harus sesuai dengan standar dan kompetensi dasar karena itulah yang menjadi penuntun menjadi petunjuk bagi seorang guru untuk menjelaskan materi jadi harus sesuai dengan standar kompetensi biasanya itu disampaikan sebelum menjelaskan materi 7 Apakah penjelasan guru sudah

relevan dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai?

Iya tentu sebagai seorang guru harus berusaha untuk

merelevankan tujuan pembelajaran dengan penjelasan yang diberikan kepada siswa supaya tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan betul-betul bisa terlaksana jadi diusahakan pasti harus relevan dengan materi pembelajaran 8 Apakah guru mendengarkan

peserta didik dengan penuh konsentrasi?

Iya sebagai guru pada saat mengajar tentu kita menguasai kelas jadi kita berharap semua siswa konsentrasi pada saat pembelajarandan kalaupun ada siswa yang tidak konsentrasi bagaimana lah seorang guru menarik perhatian siswa tersebut supaya siswa itu kembali memperhatikan atau penuh konsentrasi

memperhatikan pembelajaran 9 Apakah guru menangkap

pesan-pesan yang penting atau inti pembicaraan?

Iya jadi setiap pembelajaran itu namanya refleksi di akhir pembelajaran biasanya ada refleksi jadi disitulah guru menyampaikan hal hal yang penting apa yang harus diperhatikan siswa dari hasil pembelajaran hari itu jadi di akhir pembelajaran guru selalu memberikan refleksi atau

kesan pesan penting yang menyangkut kehidupan yang ada hubungannya dengan materi pembelajaran pada saat itu

10 Apakah guru mencatat hal yang dirasa penting?

Iya saya selalu mencatat hal-hal yang penting baik itu saya catat di papan tulis atau saya catat di buku catatan saya sendiri bahkan kalau itu sangat penting bagi siswa saya akan menyuruh siswa untuk mencatat nya di buku catatan siswa

11 Bagaimana cara guru agar siswa bisa fokus dalam proses

pembelajaran?

Yang pertama dulu pada saat mulai pembelajaran tentu kita mulai dengan persepsi ya bagaimana caranya menarik perhatian siswa untuk fokus pada pelajaran jadi mungkin bisa dalam bentuk menyanyi lagu nasional bisa dalam bentuk yel-yel bisa dalam bentuk tayangan tayangan dan banyak cara supaya betul-betul siswa fokus kepada materi pembelajaran

12 Bagaimana cara guru dalam menghadapi siswa yang kurang fokus dalam proses pembelajar?

Iya pasti ada siswa yang tidak fokus nah kalau ada siswa yang tidak fokus saya akan

melakukan pendekatan secara saya langsung mendekati siswa tersebut kemudian menanyakan kenapa dia tidak fokus atau mungkin ada masalahnya dan kembali mengingatkan supaya dia kembali perhatian pada pelajaran saya hanya

mengingatkan kembali materi pembelajaran yang sedang berlangsung

13 Bagaimana pendekatan personal guru dengan siswa?

Kalau pendekatan saya saya biasanya saya memanggil siswa yang bersangkutan kalau ada masalahnya secara face to face iya jadi bukan di saat belajar kadang itu sebelum belajar atau setelah

pembelajaran kemudian saya

bagaimana mengatasi masalahnya supaya siswa tersebut kembali boleh fokus belajar jadi pendekatan itu saya lakukan setelah atau sebelum pembelajaran bukan pada saat pembelajaran

14 Bagaimana cara guru agar siswa termotivasi dalam proses

pembelajaran?

Sambil mengajar saya biasa cellini dengan memberikan semacam ceramah atau berbicara tentang kehidupan sehari-hari dalam keluarganya atau yang mereka lihat di lingkungan sekolah atau mungkin di lingkungan masyarakat nah itu bisa menjadi pembelajaran bagi mereka supaya pengalaman pengalaman hidup di rumah di sekolah di masyarakat

berhubungan dengan pembelajaran yang saat itu mereka pelajari

15 Bagaimana cara guru agar siswa tidak jenuh dalam pembelajaran?

Iya supaya tidak jenuh ya itulah bagaimana cara guru apa itu tadi ibu katakan diselingi dan kadang tanya jawab kemudian itu tadi kalo anak-anak sudah seperti kayak sudah bosan coba kita menyanyi dulu apakah menyanyi lagu nasional atau lagu daerah menyanyi atau adakah yel-yel atau kadang biasa saya sering kepada siswa misalnya ada yang saya lihat di media sosial kemudian saya kadang tampilkan saya perlihatkan kepada siswa kemudian kita diskusikan bersama siswa

16 Bagaimana cara guru memberi ganjaran kepada siswa yang melanggar?

Kalau mengenai ganjaran biasanya saya hanya memberi motivasi kepada siswa untuk tidak lagi mengulangi hal tersebut kalaupun sudah terlalu berat kadang biasa pada saat

proses belajar saya meminta

proses belajar saya meminta

Dokumen terkait