BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
B. Pembahasan Hasil Penelitian
murid yang berada pada kategori sedang sudah berkurang. Hal ini menunjukkan bahwa Pendekatan Matematika Realistik dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar murid.
Diagram 4.1 Perbandingan Aktivitas Murid Kelas V Negeri 2 Sabilambo Kabupaten Kolaka Siklus I dan Siklus II
2. Hasil Belajar Murid Kelas V Negeri 2 Sabilambo Kabupaten Kolaka a. Perbandingan Nilai Statistik
Adapun perbandingan nilai statistik murid kedua siklus, dapat dilihat dari tabel dibawah ini
Tabel 4.10 Perbandingan Nilai Statistik Murid Kelas V Negeri 2 Sabilambo Kabupaten Kolaka pada Siklus I dan Siklus II
No Statistic Siklus I Siklus II
1 Jumlah murid 20 20
2 Nilai ideal 100 100
3 Nila maksimum 100 100
4 Nilai minimum 50 60
5 Rentang nilai 50 40
6 Nilai rata-rata 71,25 86,00
JUMLAH MURID YANG HADIR PADA SAAT KEGIATAN PEMBELAJARAN PERHATIAN DAN KEAKTIFAN DALAM MENERIMA PEMBELAJARAN KERJA SAMA DALAM KELOMPOK MURID YANG AKTIF MENGEMUKAKAN PENDAPAT MURID YANG AKTIF DALAM MENJAWAB PERTANYAAN MURID YANG MASIH PERLU BIMBINGAN DALAM PEMBELAJARAN TANGGUNG JAWAB MURID DAN KETERTIBAN
18.3 12.6 12 7 7 9 14
19.6 19 18 13.6 14.3 3.3 19
PERBANDINGAN AKTIVITAS MURID SIKLUS 1 DAN SIKLUS II
Rata-rata Siklus I Rata-rata Siklus II
Diagram 4.2 Perbandingan Nilai Statistik Murid Kelas V Negeri 2 Sabilambo Kabupaten Kolaka Siklus I dan Siklus II
b. Perbandingan Kategori Hasil Belajar
Adapun perbandingan kategori hasil belajar murid kedua siklus, dapat dilihat dari tabel dibawah ini :
Tabel 4. 11 Perbandingan Kategori Hasil Belajar Matematika Murid Kelas V Negeri 2 Sabilambo Kabupaten Kolaka pada Siklus I dan Siklus II
Skor Kategori Siklus I Siklus II
0 – 54 Sangat rendah 2 -
55 – 64 Rendah 4 1
65 – 79 Sedang 8 6
80 – 89 Tinggi 4 3
90 – 100 Sangat tinggi 2 10
Jumlah 20 20
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
JUMLAH MURID NILAI IDEAL NILAI MAKSIMUM NILAI MINUMUM RENTANG NILAI NILAI RATA-RATA
PERBANDINGAN NILAI STATISTIK SIKLUS I DAN SIKLUS II
SIKLUS I SIKLUS II
Diagram 4.3 Perbandingan Kategori Hasil Belajar Matematika Murid Kelas V Negeri 2 Sabilambo Kabupaten Kolaka Siklus I dan Siklus II
c. Perbandingan Tingkat Ketuntasan Hasil Belajar
Adapun perbandingan kategori hasil belajar murid kedua siklus, dapat dilihat dari tabel dibawah ini
Tabel 4.12 Perbandingan Hasil Belajar Matematika Murid Kelas V Negeri 2 Sabilambo Kabupaten Kolaka pada Siklus I dan Siklus II
Sik Nilai Perolehan dari 20 jumlah Murid Ketuntasan
Belajar Persentase (%) Ideal Maks Min Rentang Mean Tidak
tuntas Tuntas Tidak
tuntas Tuntas
I 100 100 50 50 71.25 6 14 30 70
II 100 100 60 40 86.00 1 19 5 95
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Sangat rendah 0 - 54
Renda 55 - 64
Sedang 65 - 79
Tinggi 80 - 89
Sangat Tinggi 90 - 100
SIKLUS I 2 4 8 4 2
SIKLUS II 0 1 6 3 10
Diagram 4.4 Perbandingan Hasil Belajar Matematika Murid Kelas V Negeri 2 Sabilambo Kabupaten Kolaka Siklus I dan Siklus II
Berdasarkan diagram diatas menunjukkan bahwa setelah dilaksanakan dua kali tes setiap akhir siklus dari 27 jumlah murid pada siklus I memperoleh nilai maksimal 100 dari skor ideal 100, nilai minimum 50 dari nilai ideal 100, rentang nilai 50 sehingga secara klasikal memperoleh nilai rata-rata 71.25 dari skor ideal 100, dan banyak murid yang tidak tuntas adalah 6 orang dengan persentase 30%
dan murid yang tuntas 14 orang dengan persentase 70%. Sedangkan pada siklus II dari 20 jumlah murid memperoleh nilai maksimal 100 dari nilai ideal 100, nilai minimum 60 dari nilai ideal 100, dari rentang nilai 40 sehingga secara klasikal pada siklus II meningkat memperoleh nilai rata-rata 86.00 dari nilai ideal 100, dan banyak murid yang tidak tuntas pada siklus II adalah 1 orang dengan persentase 5%, dan tuntas 20 dengan persentase 95%. Artinya dari siklus I ke Siklus II terjadi peningkatan hasil belajar matematika murid Kelas V Negeri 2
Ideal Maksi
mal Min Rentan
g Mean Tidak
Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas
Siklus I 100 100 50 50 71.25 6 14 30 70
Siklus II 100 100 60 40 86 1 19 5 95
0 20 40 60 80 100 120
Siklus I Siklus II
Sabilambo Kabupaten Kolaka setelah diterapkannya Pendekatan Matematika Realistik .
62 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar Matematika murid kelas V SD Negeri 2 Sabilambo Kabupaten Kolaka Tahun Ajaran 2014/2015 Semester Ganjil dapat mengalami peningkatan melalui pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan penerapan metode pendekatan matematika realistik.
Adapun hasil penelitian yang dilaksanakan selama dua siklus ini dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
1. Skor rata-rata hasil belajar Matematika murid kelas V SD Negeri 2 Sabilambo Kabupaten Kolaka pada akhir siklus I skor rata-rata hasil belajar sebesar 71.25 dari skor ideal yang mungkin dicapai murid yaitu 100 dan berada pada kategori sedang. Sedangkan pada akhir siklus II, skor rata-rata hasil belajar Matematika murid sebesar 86.00 dari skor ideal yang mungkin dicapai murid yaitu 100 dan berada pada kategori sangat tinggi. Adapun persentase ketuntasan belajar murid telah mencapai ketuntasan klasikal 95% atau 19 orang murid dari 20 orang murid termasuk dalam kategori tuntas dan persentase ketidaktuntasan belajar murid sebesar 5% atau 1 orang murid dari 20 murid termasuk dalam kategori tidak tuntas dan mengalami peningkatan dari nilai siklus I.
2. Terjadi peningkatan frekuensi kesungguhan murid (perhatian murid dalam mengikuti pelajaran, mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah) serta keaktifan
murid (bertanya pada saat pembelajaran berlangsung dan mengerjakan soal di kelas) dalam proses belajar mengajar sesuai dengan hasil observasi selama tindakan dilaksanakan maupun dari hasil refleksi murid.
B. Saran
Sehubungan dengan kesimpulan penelitian di atas, maka diajukan saran sebagai berikut:
1. Kepala sekolah hendaknya selalu memberikan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas mengajar guru, diantaranya dalam penggunaan metode penemuan terbimbing.
2. Guru hendaknya selalu menunjukkan keaktifan dalam proses pembelajaran dalam memecahkaan masalah Matematika sebagai peningkatan seperti dalam memecahkan masalah Matematika sebagai peningkatan kemampuan belajar murid.
3. Guru hendaknya dalam mengajarkan materi pelajaran Matematika berupaya agar murid dapat selalu aktif dalam proses pembelajaran dalam bentuk kerjasama secara kelompok, seperti memecahkan masalah Matematika dalam meningkatkan kemampuan belajar dan hasil belajar murid.
xviii
Arikunto, Suharsimi. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi aksara Jakarta.
Arsat. 2007. Meningkatkan Pemahaman Konsep Luas Bangun Datar Melalui Representasi Enaktif, Ikonik Dan Simbolik Pada Siswa Kelas V SD Negeri 8 Baruga Kendari.
Skripsi. Kendari: Universitas Haluoleo.
Asdar. 2002. Pembelajaran dalam upaya membantumengatasi kesulitan siswa menyelesaikan soal perkalian bentuk cerita di kelas III SDN Sumbersari IV kota Malang. Tesis.
Malang: Unifersitas Negeri Malang program pasca sarjana jurusan pendidikan matematika SD.
Baroody, A.J. & Niskayuna, R. T. C. 1993. Problem solving, reason and communicating, K-8. Helping children think mathematically . New York: Merril, an imprint of Macmillan Publishing Company.
Branca, N.A. 1980. Problem solving as a goal, process and basic skills. In S Krulik and R.E.
reys (eds). Problem solving in school mathematics. Washinting, DC : NCTM.
Cahya, Antonius. 2006 Pemahaman dan Penyajian Konsep Matematika Secara Benar dan Menarik. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
Cristou, C & Philipou, G. 1998. The Developmental Natural of Ability to Solve One-Step Word Problems. Journal For research in Mathemathics Education, 29 (4): 436-442 Depdikbud. 1992. Pendidikan Matematika 3. Jakarta: Depdikbud Proyek Pembinaan Tenaga
Kependidikan Pendidikan Tinggi.
Depdikbud. 1993. Pendidikan Matematika 1. Jakarta: Depdikbud Direktorat Jenderal Kependidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan
.
Depdiknas. Kurikulum tingkat satuan pendidikan ( KTSP ). 2006. Mata pelajaran matematika untuk tingkat SD/MI. Jakarta: Depdiknas.
Freudenthal, H. 1994. Mathemathics As An Education Reidel Publising, Dordrecht.
Haji, S. 1994. Diagnosis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal cerita di Kelas V SDN Percobaan Surabaya. Tesis. Malang: PPS IKIP Malang.
Hartaji, Nursyafi’i dan ma’nar. 2001. Laporan pengembangan dan Uji Coba Perangkat Contekstual teaching and Learning mata pelajaran matematika
xix
approach a’la Polya. The Mathematics Teacher journal. 88(7), 552-555.
NCTM (2000). Principle and Standards for School Mathematics. National Council of Teachers of Mathematics
Polya , G., 1985., How to Solve It: A new aspect of mathematics method (2nd ed). Princeton, N.J., PrincetonnUniversity Press.
Riyadi Akmad. 17.12 2012. Prinsip Pendekatan Matematika Realistik (RME).
riyadi.blogspot.com/2012/03/prinsip-pembelajaran-matematika.html?m=1. dakses 5 september 2014
Turmudi, dkk (2000). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. JICA, UPI. Bandung
E Lampiran I
PERANGKAT PEMBELAJARAN
( RPP , MATERI AJAR , LKS , TES EVALUASI
& KUNCI JAWABAN )
Lampiran II
DAFTAR HADIR MURID &
LEMBAR OBSERVASI
Lampiran III
LEMBAR HASIL OBSERVASI KEGIATAN GURU
PADA SIKLUS I & SIKLUS II
Lampiran IV
NILAI HASIL TES AWAL DAN
SIKLUS I & SIKLUS II
Lampiran V
DOKUMENTASI ( PROSES BELAJAR MENGAJAR MURID KELAS V SD NEGERI 2
SABILAMBO )
LAMPIRAN
KELAS :
Jawablah pertanyaan berikut !
1. Ubahlah pecahan biasa di bawah ini dala bentuk persen !
a.
b.
c.
d.
e.
2. Ubahlah menjadi bentuk pecahan biasa !
a. 12% b. 30% c. 65% d. 125% e. 200%
3. Hitunglah pecahan biasa dan campuran berpenyebut tidak sama di bawah ini ! a
. +
= . . . .b.
+
= . . . .4. Ibu membeli 2 bungkus gula pasir. Bungkus pertama beratnya kg dan bungkus
kedua beratnya kg. Berapa kilogram berat semua gula?
5. Ibu membeli 4 liter minyak tanah. Minyak itu digunakan untuk mengisi lampu sebanyak liter. Berapa liter sisa minyak tanah itu?
SELAMAT MENGERJAKAN
KELAS :
Jawablah pertanyaan berikut !
1. Hitunglah perkalian pecahan di bawah ini ! a. x = . . . . b. 2,3 x 0,8 = . . . . c. 0,2 x 0,6 x 0,25 = . . . . 2. Hitunglah pembagian pecahan di bawah ini !
a. : 4 = . . . .
b. : 10 = . . . .
c. 15 : = . . . .
3. Sebuah gedung terdiri atas 8 tingkat, tiap tingkat sama tingginya. Tinggi gedung itu 20,75 m. Berapa meter tinggi tiap tingkat gedung itu?
4. Separuh dari ladang Pak Minan telah ditanami. Seluas dari bagian yang ditanami itu terserang hama. Seperberapa dari ladang Pak Minan itu yang diserang hama?
5. Seorang penjahit menerima kain m yang harus dibuat baju bayi. Tiap baju memerlukan m Berapa baju bayi yang dapat dibuat dari bahan itu?
SELAMAT MENGERJAKAN
a.
=
=
=
8%b.
=
=
=
32%c.
=
=
=
35%d.
=
=
=
52%e.
=
=
=
80%2. Mengubah persen ke dalam bentuk pecahan biasa : a. 12% =
=
=
b. 30% =
=
=
c. 65% =
=
=
d. 125% =
=
=
e. 200% =
=
= =
2 3.1. Persentase
Kamu mungkin sudah sering mendengar tentang persen. Kamu juga pernah melihat bentuk persen, bukan? Tahukah kamu arti persen? Persen termasuk dalam pecahan. Lambang persen adalah %.
Persen (%) artinya perseratus.
3% dibaca tiga persen.
50% dibaca lima puluh persen.
Selanjutnya, perhatikan penjelasan berikut.
13% sama artinya dengan , atau sebaliknya.
37% sama artinya dengan , atau sebaliknya.
Selanjutnya akan dipelajari hal-hal yang berkaitan dengan persentase.
a. Menentukan persentase dari banyak benda atau kuantitas
Misal dari 50 buah mangga terdapat 4 buah di antaranya busuk. Dari keterangan di atas persentase buah mangga yang busuk sebagai berikut.
= = = 8%
Jadi, dapat dikatakan bahwa 8% dari buah mangga itu sudah busuk.
b. Mengubah desimal ke persen dan sebaliknya
Langkah-langkah mengubah pecahan desimal ke bentuk persen.
1) Ubahlah desimal ke bentuk pecahan berpenyebut 100.
2) Dari bentuk pecahan diubah ke bentuk persen.
Mereka akan berkunjung ke rumah kakek dan neneknya.
.
1. Menjumlah Pecahan
a. Menjumlahkan pecahan yang penyebutnya berbeda
Pada penjumlahan dua pecahan berpenyebut tidak sama, pengerjaannya dilakukan dengan cara menyamakan penyebutnya terlebih dahulu. Setelah itu, pembilangnya dijumlahkan.
+ = + = =
b. Menjumlahkan pecahan desimal 0,25 + 0,42 = 0,67
desimal desimal desimal
Menggunakan cara bersusun lebih mudah.
0,25 0,42 –––– + 0,67
1) Mengubah pecahan ke dalam bentuk yang sama atau satu jenis.
2) Menjumlah pecahan-pecahan yang sudah sejenis tersebut.
2. Mengurang Pecahan
Langkah dalam mengurangkan bilangan pecahan pada dasarnya sama dengan menjumlahkan.
a. Mengurang pecahan yang penyebutnya berbeda
Pada pengurangan dua pecahan berpenyebut tidak sama, kedua penyebut pecahan harus disamakan dahulu dengan cara mencari KPK penyebut-penyebut tersebut. Perhatikan contoh berikut.
- = - = =
b. Mengurang pecahan desimal dengan pecahan desimal Perhatikan pengerjaan di bawah ini.
1,75 – 0,23 = 1,52 desimal desimal decimal
c. Mengurangkan berbagai bentuk pecahan
Langkah-langkah mengurangkan berbagai bentuk pecahan hampir sama dengan penjumlahan.
Langkah-langkahnya sebagai berikut.
1) Mengubah pecahan ke dalam bentuk yang sama atau sejenis.
2) Mengurangkan pecahan-pecahan yang sejenis tersebut.
a. Mengalikan pecahan biasa
Perhatikan percakapan Wati dan ibunya di atas.
1) Berapa kilogram jeruk yang dibeli oleh Wati?
2) Berapa bagian dari seluruh jeruk yang akan diberikan kepada nenek? Berapa kilogramkah itu?
Mari menghitung berat jeruk yang akan diberikan Wati kepada neneknya.
3 x = + + = = 1
Jadi, buah jeruk yang diberikan Wati kepada nenek 1 kg b. Perkalian pecahan desimal
Perkalian pecahan desimal sama mudahnya dengan perkalian bilangan cacah. Cara mengalikan pecahan desimal ada dua cara, yaitu:
1) mengubah ke pecahan biasa dahulu, kemudian dikalikan, 2) langsung mengalikan pecahan desimal.
Contoh: 0,4 × 1,2 Cara 1:
0,4 × 1,2 = x = = 0,48 Cara 2:
0,4 → terdapat 1 angka di belakang tanda koma (,) 1,2 → terdapat 1 angka di belakang tanda koma (,) Pecahan desimal hasil perkaliannya mempunyai (1 + 1) angka di belakang tanda koma.
Berapa hasil pembagian berikut?
:
Perhatikan cara pengerjaan di bawah ini.
: dapat ditulis
Telah diketahui jika suatu bilangan dikalikan 1, hasilnya bilangan itu sendiri. Pembagian di atas dapat ditulis sebagai berikut.
Perhatikan bentuk ini.
: = x
Jadi, membagi suatu bilangan pecahan sama dengan mengalikan dengan kebalikan pembagi.
Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas / Semester : V/ I
Alokasi Waktu : 2 × 35 Menit
I. STANDAR KOMPETENSI
Menyelesaikan pecahan dalam bentuk pemecahan masalah II. KOMPETENSI DASAR
Menyelesaikan pecahan termasuk mengubah pecahan ke bentuk persen, desimal dan sebaliknya
III. INDIKATOR a. Kognitif
Proses :
Menjelaskan cara mengubah pecahan ke bentuk persen, desimal dan sebaliknya
Produk :
Menuliskan cara mengubah pecahan ke bentuk persen, desimal dan sebaliknya
b. Afektif
Karakter :
Aktif mempelajari cara mengubah pecahan ke bentuk persen,desimal dan sebaliknya
Sosial :
Membantu teman yang mengalami kesuliutan dalam belajar
IV. TUJUAN PEMBELAJARAN a. Kognitif
Proses :
Murid dapat menjelaskan cara mengubah pecahan ke bentuk persen, desimal dan sebaliknya
Produk :
Murid dapat menuliskan cara mengubah pecahan ke bentuk persen, desimal dan sebaliknya
b. Afektif
Karakter :
Murid dapat aktif mempelajari cara mengubah pecahan ke bentuk persen, desimal dan sebaliknya
Sosial :
Murid dapat membantu teman yang mengalami kesuliutan dalam belajar
c. Psikomotorik :
Murid dapat menunjukkan cara mengubah pecahan ke bentuk persen, desimal dan sebaliknya
V. MATERI POKOK
Mengubah bentuk pecahan ke bentuk persen, desimal dan sebaliknya VI. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
a. Model Pembelajaran : Pendekatan Matematika Realistik (PMR) b. Metode Pembelajaran :
Ceramah
Pemberian tugas
a. Kegiatan awal ± 15 menit
Rutinitas (salam, do’a, dan absensi).
Apersepsi (Memberi Stimulus).
Penyampaian tujuan pembelajaran.b. Kegiatan inti ± 40 menit
Guru mengarahkan siswa untuk melihat benda-benda atau melakukan aktivitas-ativitas yang berhubungan dengan materi pelajaran
Siswa memperhatikan dan mengamatinya
Guru memberikan soal LKS kepada siswa
Siswa dalam kelompok menyelesaikan soal LKS, baik melalui peragaan langsung maupun melalui alat peraga yang disediakan oleh guru.
Guru membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal LKS.
Siswa mempresentasekan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas dan kelompok lain diberikan kesempatan untuk melakukan presentase jika pekerjaannya berbeda.
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
Siswa diharapkan dapat menentukan apakah penyelesaian sudah benar atau belum, dengan memeriksa perhitungan kembali yang akhirnya dapat Guru mengevaluasi.
Guru memberikan tugas.
Guru memotivasi dan member pesan-pesan moral
Penutup pembelajaran dengan do’a.
VIII. ALAT DAN BAHAN :
Buku paket
Pengetahuan guru dari berbagai sumber
Benda – benda sekitar IX. PENILAIAN
a. Tekhnik penilaian : Tes perbuatan, tes lisan, dan tes tertulis.
b. Bentuk instrumen : Lembar Kerja Siswa.
c. Instrumen penilaian : Terlampir
FORMAT KRITERIA PENILAIANS
LEMBARPENILAIAN No Nama
Siswa
Performan
Produk Jumlah
Skor Nilai Pengetahuan Praktek Sikap
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas / Semester : V/ I
Alokasi Waktu : 2 × 35 Menit
I. STANDAR KOMPETENSI
Menyelesaikan pecahan dalam bentuk pemecahan masalah II. KOMPETENSI DASAR
Menyelesaikan pecahan termasuk menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan
III. INDIKATOR a. Kognitif
Proses :
Menjelaskan cara menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan
Produk :
Menuliskan cara menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan
b. Afektif
Karakter :
Aktif mempelajari cara menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan
Sosial :
Membantu teman yang mengalami kesuliutan dalam belajar
IV. TUJUAN PEMBELAJARAN a. Kognitif
Proses :
Murid dapat menjelaskan cara menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan
Produk :
Murid dapat menuliskan cara menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan
b. Afektif
Karakter :
Murid dapat aktif mempelajari cara menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan
Sosial :
Murid dapat membantu teman yang mengalami kesuliutan dalam belajar
c. Psikomotorik :
Murid dapat menunjukkan cara menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan
V. MATERI POKOK
Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan VI. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
a. Model Pembelajaran : Pendekatan Matematika Realistik (PMR) b. Metode Pembelajaran :
Ceramah
Pemberian tugas
a. Kegiatan awal ± 15 menit
Rutinitas (salam, do’a, dan absensi).
Apersepsi (Memberi Stimulus).
Penyampaian tujuan pembelajaran.b. Kegiatan inti ± 40 menit
Guru mengarahkan siswa untuk melihat benda-benda atau melakukan aktivitas-ativitas yang berhubungan dengan materi pelajaran
Siswa memperhatikan dan mengamatinya
Guru memberikan soal LKS kepada siswa
Siswa dalam kelompok menyelesaikan soal LKS, baik melalui peragaan langsung maupun melalui alat peraga yang disediakan oleh guru.
Guru membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal LKS.
Siswa mempresentasekan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas dan kelompok lain diberikan kesempatan untuk melakukan presentase jika pekerjaannya berbeda.
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
Siswa diharapkan dapat menentukan apakah penyelesaian sudah benar atau belum, dengan memeriksa perhitungan kembali yang akhirnya dapat Guru mengevaluasi.
Guru memberikan tugas.
Guru memotivasi dan member pesan-pesan moral
Penutup pembelajaran dengan do’a.
VIII. ALAT DAN BAHAN :
Buku paket
Pengetahuan guru dari berbagai sumber
Benda – benda sekitar IX. PENILAIAN
a. Tekhnik penilaian : Tes perbuatan, tes lisan, dan tes tertulis.
b. Bentuk instrumen : Lembar Kerja Siswa.
c. Instrumen penilaian : Terlampir
FORMAT KRITERIA PENILAIANS
LEMBARPENILAIAN No Nama
Siswa
Performan
Produk Jumlah
Skor Nilai Pengetahuan Praktek Sikap
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas / Semester : V/ I
Alokasi Waktu : 2 × 35 Menit
I. STANDAR KOMPETENSI
Menyelesaikan pecahan dalam bentuk pemecahan masalah II. KOMPETENSI DASAR
Menyelesaikan pecahan termasuk mengalikan berbagai bentuk pecahan III. INDIKATOR
a. Kognitif
Proses :
Menjelaskan cara mengalikan berbagai bentuk pecahan
Produk :
Menuliskan cara mengalikan berbagai bentuk pecahan b. Afektif
Karakter :
Aktif mempelajari cara mengalikan berbagai bentuk pecahan
Sosial :
Membantu teman yang mengalami kesuliutan dalam belajar c. Psikomotorik :
Menunjukkan cara mengalikan berbagai bentuk pecahan
Produk :
Murid dapat menuliskan cara mengalikan berbagai bentuk pecahan b. Afektif
Karakter :
Murid dapat aktif mempelajari cara mengalikan berbagai bentuk pecahan
Sosial :
Murid dapat membantu teman yang mengalami kesuliutan dalam belajar
c. Psikomotorik :
Murid dapat menunjukkan cara mengalikan berbagai bentuk pecahan V. MATERI POKOK
Mengalikan berbagai bentuk pecahan
VI. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
a. Model Pembelajaran : Pendekatan Matematika Realistik (PMR) b. Metode Pembelajaran :
Ceramah
Pemberian tugas
Tanya jawab
Kelompok
VII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN a. Kegiatan awal ± 15 menit
Rutinitas (salam, do’a, dan absensi).
Guru mengarahkan siswa untuk melihat benda-benda atau melakukan aktivitas-ativitas yang berhubungan dengan materi pelajaran
Siswa memperhatikan dan mengamatinya
Guru memberikan soal LKS kepada siswa
Siswa dalam kelompok menyelesaikan soal LKS, baik melalui peragaan langsung maupun melalui alat peraga yang disediakan oleh guru.
Guru membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal LKS.
Siswa mempresentasekan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas dan kelompok lain diberikan kesempatan untuk melakukan presentase jika pekerjaannya berbeda.
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
Siswa diharapkan dapat menentukan apakah penyelesaian sudah benar atau belum, dengan memeriksa perhitungan kembali yang akhirnya dapat menginterpretasikan penyelesaian tersebut terhadap permasalahan yang terdapat dalam soal penjumlahan bilangan bulatc. Kegiatan akhir ± 10 menit
Guru mengevaluasi.
Guru memberikan tugas.
Guru memotivasi dan member pesan-pesan moral
Buku paket
Pengetahuan guru dari berbagai sumber
Benda – benda sekitar
IX. PENILAIAN
a. Tekhnik penilaian : Tes perbuatan, tes lisan, dan tes tertulis.
b. Bentuk instrumen : Lembar Kerja Siswa.
c. Instrumen penilaian : Terlampir
FORMAT KRITERIA PENILAIAN
LEMBARPENILAIAN
No
Nama Siswa
Performan
Produk
Jumlah Skor
Nilai Pengetahuan Praktek Sikap
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
KELAS :
Jawablah pertanyaan berikut !
1. Ada 10 buah dalam satu keranjang. 6 dari buah tersebut adalah buah apel. Nyatakan dalam bentuk pecahan banyak apel terhadap satu keranjang adalah ….
2. Ubahlah pecahan biasa di bawah ini dala bentuk persen !
a.
b.
c.
d.
e.
3. Ubahlah menjadi bentuk persen pecahan dibawah ini :
a.
b.
c.
d
.
e.
4. Ubahlah menjadi bentuk pecahan biasa !
a. 12% b. 30% c. 65% d. 125% e. 200%
5. Ubahlah menjadi bentuk pecahan desimal !
a. 16% b. 70% c. 85% d. 155% e. 300%
SELAMAT MENGERJAKAN
NAMA : KELAS :
Jawablah pertanyaan berikut !
1. Hitunglah penjumlahan pecahan biasa di bawah ini ! a.
+
= . . . .
b.
+
= . . . .
2. Hitunglah penjumlahan pecahan biasa dan pecahan campuran di bawah ini ! a.
+
= . . . .
b
.
+
= . . . .
3. Hitunglah penjumlahan pecahan campuran di bawah ini ! a.
+
= . . . .
b. +
= . . . .
4. Hitunglah penjumlahan pecahan biasa berpenyebut tidak sama di bawah ini ! a .
+ = . . . .
b.
+ = . . . .
5. Hitunglah pecahan biasa dan campuran berpenyebut tidak sama di bawah ini ! a.
+ = . . . .
b.
+ = . . . .
SELAMAT MENGERJAKAN
NAMA : KELAS :
Jawablah pertanyaan berikut !
1. Ibu membeli 2 bungkus gula pasir. Bungkus pertama beratnya kg dan bungkus kedua beratnya kg. Berapa kilogram berat semua gula?
2. Dua buah kantung garam masing-masing beratnya kg dan kg. Berapa kilogram berat dua kantung garam itu semuanya?
3. Ibu membeli 4 liter minyak tanah. Minyak itu digunakan untuk mengisi lampu sebanyak liter. Berapa liter sisa minyak tanah itu?
4. Minah menyimpan 2 kg gula pasir. Ia mengambil gula itu untuk memasak. Berapa kilogram sisa gula Minah yang disimpan?
5. Agus mempunyai 5 buah coklat. Ketika ia pergi sekolah ternyata bagian dari sebuah coklat dimakan adiknya. Berapa coklat yang dimiliki Agus sekarang?
SELAMAT MENGERJAKAN
NAMA : KELAS :
Jawablah pertanyaan berikut !
Hitunglah perkalian pecahan di bawah ini ! 1. x = . . . .
2. x = . . . . 3. 0,15 x 0.7 = . . . . 4. 2,3 x 0,8 = . . . . 5. 0,2 x 0,6 x 0,25 = . . . .
SELAMAT MENGERJAKAN
KELAS :
Jawablah pertanyaan berikut !
Hitunglah pembagian pecahan di bawah ini !
1. : 4 = . . . .
2.
: 10 = . . . . 3. 15 : = . . . .
4. 6 : = . . . .
5. : 9 = . . . .
SELAMAT MENGERJAKAN
KELAS :
Jawablah pertanyaan berikut !
1. Separuh dari ladang Pak Minan telah ditanami. Seluas dari bagian yang ditanami itu terserang hama. Seperberapa dari ladang Pak Minan itu yang diserang hama?
2. Ibu membeli sebuah semangka. Separuh dari semangka itu disimpan. Separuh yang lain dibagikan kepada dua orang anaknya, Anto mendapat sepertiganya. Seperberapa dari seluruh semangka bagian Anto?
3. Sebuah gedung terdiri atas 8 tingkat, tiap tingkat sama tingginya. Tinggi gedung itu 20,75 m. Berapa meter tinggi tiap tingkat gedung itu?
4. Seorang penjahit menerima kain m yang harus dibuat baju bayi. Tiap baju memerlukan m Berapa baju bayi yang dapat dibuat dari bahan itu?
5. Untuk persediaan minum anaknya, seorang ibu telah membuat susu sebanyak l liter.
Agar diminum, susu itu harus dimasukkan ke dalam botol. Jika sebuah botol dapat memuat liter, ada berapa botol susu yang disiapkan oleh ibu tersebut?
SELAMAT MENGERJAKAN
Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas / Semester : V/ I
Alokasi Waktu : 2 × 35 Menit
I. STANDAR KOMPETENSI
Menyelesaikan pecahan dalam bentuk pemecahan masalah II. KOMPETENSI DASAR
Menyelesaikan pecahan termasuk membagikan berbagai bentuk pecahan III. INDIKATOR
a. Kognitif
Proses :
Menjelaskan cara membagikan berbagai bentuk pecahan
Produk :
Menuliskan cara membagikan berbagai bentuk pecahan b. Afektif
Karakter :
Aktif mempelajari cara membagikan berbagai bentuk pecahan
Sosial :
Membantu teman yang mengalami kesuliutan dalam belajar c. Psikomotorik :
Menunjukkan cara membagikan berbagai bentuk pecahan