HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan Hasil Penelitian
Hasil uji prasyarat analisis Pretest menunjukan bahwa data kedua kelas terdistribusi normal dan homogen, artinya kemampuan kedua kelas sama hal ini ditunjukan dengan rata-rata yang diperoleh yaitu 32,97 kelas kontrol dan 34,95 kelas eksperimen. Hasil pengujian hipotesis pretest mendapatkan nilai thitung
sebesar 0,75 sedangkan nilai ttabel sebesar 1,67, sehingga terlihat bahwa thitung < ttabel. Artinya adalah Ha ditolak, tidak terdapat perbedaan hasil pretest antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.
Hasil uji hipotesis Posttest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan nilai ttabel yaitu sebesar 1,67, sedangkan nilai thitung 1,72, sehingga terlihat thitung > ttabel Artinya Ha dapat diterima, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan LKS berbasis inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar siswa pada hukum Newton. Dilihat dari nilai rata-rata hasil belajar setelah kedua kelas diberikan perlakuan, didapati selisih nilai sebesar 6,44 lebih tinggi dikelas eksperimen.
Keadaan ini menunjukan bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran hukum Newton menggunakan LKS berbasis inkuiri terbimbing lebih baik, didukung dengan hasil angket respon siswa pada semua aspek berada pada kategori baik sekali yang memperoleh persentase 84,6 %. Siswa merespon positif pembelajaran hukum Newton mengguanakan LKS inkuiri terbimbing. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rehulina dalam penelitiannya yang berjudul. “Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Inquiry Untuk Pembelajaran Biologi SMA Kelas XII Semester I”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa yang menggunakan produk LKS. Hasil penelitian menunjukan, hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan LKS berbasis inkuiri lebih tinggi dari pada siswa yang dibelajarkan tanpa menggunakan produk LKS yang dikembangkan.1
1Rehulina. “Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Inquiry Untuk Pembelajaran Biologi SMA Kelas XII Semester I”. Tesis Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan, Juli 2013. Tidak dipublikasikan.
Hasil observasi menunjukan proses belajar menggunakan LKS berbasis inkuiri terbimbing sudah berjalan dengan baik. Pada pertemuan pertama sebesar 84,2 %, pertemuan ke dua 84,2% dan pertemuan ke tiga 85,0%, didapat rata-rata hasil observasi siswa setiap pertemuan 84,6%, observasi dilakukan oleh guru bidang studi fisika SMA N 1 Gegesik, Cirebon. Aktifitas pembelajaran sesuai dengan tahapan LKS inkuiri terbimbing siswa dalam setiap kelompoknya aktif menggunakan peralatan eksperimen yang disiapkan sesuai yang tertulis dalam LKS.
Peningkatan hasil pretest dan posttest menunjukkan bahwa LKS berbasis inkuiri terbimbing dapat meningkatan kemampuan posttest kelas eksperimen kemampuan mengingat (C1) sebesar 91%, memahami (C2) sebesar 59%, menerapkan (C3) sebesar 63%, dan menganalisis (C4) sebesar 84%. Dari jenjang kognitif LKS berbasis inkuiri terbimbing lebih unggul dalam meningkatkan hasil belajar pada jenjang kognitif C3 dan C4. LKS berbasis inkuiri terbimbing mampu meningkatkan kemampuan menganalisis (C4) dengan persentase nilai kemampuan analisis (C4) siswa kelas eksperimen hasil posttest yaitu meningkat 84%. Berbeda dengan kelas kontrol yang kenaikannya hanya sebesar 66%.
Penggunaan LKS berbasis inkuiri terbimbing dalam pembelajaran, memungkinkan guru sebagai fasilitator membimbing siswa aktif mengkonsepkan materi fisika yang dipelajari sendiri dengan berdiskusi. sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mulia Rusmawati dalam penelitian yang berjudul. “Pengaruh Penggunaan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Berbasis Penemuan Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa”. Skripsi Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2013.
Berdasarkan analisis data hasil penelitian diperoleh kesimpulan terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kedua kelas tersebut. Disimpulkan terdapat pengaruh penggunaan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis penemuan terbimbing terhadap hasil belajar fisika siswa. Pengaruh tersebut belum memberikan kontribusi yang maksimal terhadap hasil belajar fisika siswa. Pada kelas eksperimen nilai rata-rata N-gain lebih rendah dari kelas kontrol. Pengaruh
64
yang maksimal hanya terlihat pada jenjang kognitif C3 dimana kelas eksperimen lebih unggul dibanding kelas kontrol.2
LKS berbasis inkuiri terbimbing mampu meningkatkan kemampuan menganalisis (C4). LKS ini menuntut siswa untuk melakukan percobaan hukum Newton. Dalam hal ini kemampuan analisis siswa sangat diasah. Dan terbukti dengan persentase nilai kemampuan analisis (C4) siswa kelas eksperimen hasil posttest yaitu meningkat 84%. Berbeda dengan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran tanpa LKS inkuiri terbimbing persetase nilai kemampuan menganalisis (C4) siswa kenaikannya hanya sebesar 66%. Hal ini berarti pembelajaran LKS berbasis inkuiri terbimbing membantu siswa dalam menganalisis. Kemampuan menerapkan (C3) dalam penelitian ini meningkat dibandingkan kelas kontrol hal ini disebabkan siswa lebih memahami formulasi yang berhasil ditemukan melalui proses penemuan,
Secara keseluruhan pembelajaran LKS berbasis inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Ini terlihat dari aspek kognitif pada nilai rata-rata kelas eksperimen mengalami peningkatan, pada akspek psikomotor dapat dilihat dari hasil penilaian inkuiri terbimbing siswa yang setiap pertemuannya mengalami peningkatan, dan pada aspek afektif dapat dilihat dari hasil observasi aktivitas siswa yang dilakukan setiap pertemuannya oleh observer secara keseluruhan terlaksana sangat baik yaitu dengan nilai rata-rata 84,6%. Namun, LKS berbasis inkuiri terbimbing juga memiliki kelemahan. Kelemahan tersebut terlihat dari perbedaan hasil belajar kelas kontrol dan eksperimen saat posttest pada kemampuan mengingat (C1), dan memahami (C2) dimana kelas kontrol lebih tinggi nilainya. Hal tersebut terjadi karena LKS tidak disajikan bacaan untuk dapat menklarifikasi temuan siswa. Akan tetapi secara keseluruhan nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen setelah menggunakan LKS berbasis inkuiri terbimbing di atas kriteria ketuntasan minimum (KKM) dan lebih tinggi dari kelas kontrol.
2Mulia Rusmawati. “Pengaruh Penggunaan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Berbasis Penemuan Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa. Skripsi. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jakarta, 2013. tidak dipublikasikan.
65
Berdasarkan hasil uji t penelitian dengan jumlah responden N = 67 derajat kebebasan (dk) 65 pada taraf signifikansi 5 % didapat nilai ttabel 1,67, dan nilai thitung 1,70. Hal ini menunjukan bahwa thitung > ttabel, maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh penggunaan LKS berbasis inquiri terbimbing terhadap hasil belajar siswa. Respon siswa terhadap penggunaan LKS berbasis inquiri terbimbing dalam kategori baik sekali.
B. Saran
Berdasarkan temuan-temuan yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan, diajukan beberapa saran sebagai bahan pertimbangan di masa mendatang, antara lain:
1. Pembelajaran dengan menggunakan LKS berbasis inquiri terbimbing jarang dilakukan guru, sehingga siswa belum terbiasa dalam melakukan experimen.
Untuk itu diharapkan kepada guru lebih kreatif dalam proses pembelajaran, agar siswa dapat ikut aktif belajar tanpa dijejali dengan materi. Semakin banyak variasi media atau metode dalam kegiatan belajar-mengajar, siswa semakin termotivasi sehingga diharapkan hasil belajar siswa dapat lebih optimal.
2. Angket yang dibuat dalam penelitian ini jumlah pernyataan positif dan negatif belum seimbang, sebaiknya pernyataan positif dan negatif dibuat dalam jumlah yang sama.
3. Stakeholder diharapkan dapat mengembangkan keterampilan guru-guru dalam menerapkan LKS berbasis inquiri terbimbing pada konsep fisika yang lain dan mata pelajaran yang lain.
4. LKS berbasis inkuiri terbimbing belum dilengkapi soal-soal untuk mengkonfirmasi temuan siswa, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan LKS ini dengan menambahkan soal latihan..
66