BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3 Pembahasan Hasil Penelitian
Setelah melakukan pengolahan data dan analisis data hasil penelitian, pada bagian ini dikemukakan pembahasan penelitian. Pembahasan ini difokuskan pada hasil analisis dan instrumen tes mencakup pretest dan posttest kemampuan pemecahan masalah peserta didik, serta analisis kegiatan pelaksanaan pembelajaran.
4.3.1 Pembahasan Hasil Analisis Data Kemampuan Pemecahan Masalah
Berdasarkan hasil pengolahan statistik data pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh nilai Zhitung = −3,22 dan −Ztabel = −1,65 sehingga Zhitung
< −Ztabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Ini menunjukkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas eksperimen lebih rendah dibandingkan kelas kontrol. Kemudian setelah diberikan perlakuan pada kelas eksperimen dengan model pembelajaran kooperatif berbasis teori Van Hiele diperoleh hasil analisis data posttest bahwa nilai Zhitung = 0,92 dan −Ztabel = −1,65 sehingga Zhitung > −Ztabel, maka H1 ditolak dan H0 diterima. Ini berarti kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan model pembelajaran kooperatif berbasis teori Van Hiele lebih tinggi daripada pembelajaran konvensional. Dengan kata lain, terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Kuala Cenaku.
51 Selanjutnya, dilihat dari rata-rata nilai peserta didik terdapat kenaikan setelah diberikan perlakuan pada kelas eksperimen yang sebelumnya adalah 35,04.
Setelah diberi perlakuan nilai rata-rata naik sebesar 33,5 yaitu menjadi 66,54.
Sedangkan untuk kelas kontrol dimana nilai pretest adalah 48,68 yang naik sebesar 15,24 yaitu menjadi 61,92. Dapat dilihat ternyata rata-rata nilai pretest kelas eksperimen lebih rendah daripada kelas kontrol. Namun setelah diberikan perlakuan diperoleh bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah kelas kontrol.
Hal ini berarti terdapat pengaruh yang lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.
Berdasarkan hasil yang diperoleh peneliti selama dilakukan pembelajaran kooperatif berbasis teori Van Hiele di kelas eksperimen terjadi peningkatan terhadap aktivitas belajar peserta didik di kelas. Pada awalnya peserta didik semangat dengan adanya model pembelajaran yang baru dan berbeda dari biasanya, walaupun peserta didik mengalami kesulitan untuk beradaptasi, namun pertemuan-pertemuan selanjutnya peserta didik sudah membiasakan diri. Peserta didik sering bertanya kepada guru dan guru harus membimbing agar peserta didik paham.
Pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif berbasis teori Van Hiele ini mengharuskan peserta didik dapat bekerja sama di dalam kelompoknya yang bermaksud agar peserta didik dapat mengetahui dan memahami jawaban dari hasil diskusi kelompoknya, karena tidak menutup kemungkinan siapa saja peserta didik yang dapat terpanggil untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Hal ini membuat setiap peserta didik merasa memiliki tanggung jawab terhadap kelompoknya, sehingga di dalam kelompok tidak ada peserta didik yang hanya menerima jawaban dari temannya, ini berarti semua peserta didik memiliki peranan di dalam kelompoknya. Sementara itu, pada kelas kontrol yang menerapkan model pembelajaran konvensional, peran aktif guru lebih dominan daripada peserta didik atau bisa dikatakan bahwa pembelajaran lebih berpusat pada guru.
52 Sehingga dari analisis data dapat disimpulkan ternyata hipotesis dapat diterima yaitu terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran kooperatif berbasis teori Van Hiele terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Kuala Cenaku tahun pembelajaran 2019/2020.
Berikut akan disajikan cuplikan jawaban peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam menjawab soal pretest kemampuan pemecahan masalah nomor 1, yang berbunyi: Sebuah jam dinding berbentuk persegi memiliki luas 784 𝑐𝑚2. Berapa keliling jam dinding tersebut?
Gambar 1. Cuplikan Jawaban Pretest Peserta Didik Kelas Eksperimen Soal No. 1
Gambar 2. Cuplikan Jawaban Pretest Peserta Didik Kelas Kontrol Soal No. 1
53 Pada gambar di atas, terlihat bahwa peserta didik kelas eksperimen menjawab soal menggunakan langkah-langkah strategi pemecahan masalah dengan benar.
Peserta didik menjawab dengan membuat unsur diketahui dan ditanya. Namun belum mampu menyelesaikan soal dengan sempurna. Sedangkan peserta didik kelaas kontrol dapat menyelesaikan soal dan menemukan jawabannya. Namun peserta didik tidak menggunakan langkah-langkah strategi pemecahan masalah berupa tidak adanya unsur diketahui dan ditanya, serta tidak lengkapnya rumus penyelesaian. Jawaban yang diberikan oleh peserta didik dalam menjawab soal kemampuan pemecahan masalah cenderung sama, baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol.
Rata-rata hasil posttest kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang mendapat pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif berbasis teori Van Hiele lebih tinggi dari pada peserta didik yang mendapat pembelajaran dengan pemelajaran konvensional seperti telah diuraikan sebelum-sebelumnya. Hal ini tentunya disebabkan oleh perbedaan perlakuan yang diberikan guru. Berikut akan disajikan cuplikan jawaban peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam menjawab soal posttest kemampuan pemecahan masalah nomor 1, yang berbunyi: Taman berbentuk persegi dengan panjang sisi 20 m. Taman tersebut dikelilingi lampu taman dengan jarak antar lampu 2,5 m. Berapakah banyak lampu taman yang mengelilingi taman tersebut?
Gambar 3. Cuplikan Jawaban Posttest Peserta Didik Kelas Eksperimen Soal No. 1
54 Gambar 4. Cuplikan Jawaban Posttest Peserta Didik Kelas Kontrol
Soal No. 1
Pada gambar di atas, terlihat bahwa peserta didik kelas eksperimen sudah mampu menyelesaikan soal dengan benar dengan menggunakan strategi pemecahan masalah yang benar dengan membuat unsur diketahui dan ditanya serta penyelesaiannya dengan lengkap. Kemudian peserta didik kelas kontrol juga sudah mampu menyelesaikan soal dengan benar namun belum membuat unsur diketahui dan ditanya serta penyelesaiannya dengan lengkap.
Selanjutnya akan disajikan cuplikan jawaban peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam menjawab soal posttest kemampuan pemecahan masalah nomor 4, yang berbunyi: Tentukan luas jajargenjang 𝐴𝐵𝐶𝐷 dengan 𝐴𝐷 = 5 𝑐𝑚, 𝐴𝐵 = (3𝑥 + 2) 𝑐𝑚 dan 𝐶𝐷 = (𝑥 + 18) 𝑐𝑚.
Gambar 5. Cuplikan Jawaban Posttest Peserta Didik Kelas Eksperimen Soal No. 4
55 Gambar 6. Cuplikan Jawaban Posttest Peserta Didik Kelas Kontrol
Soal No. 4
Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa peserta didik kelas eksperimen dapat menyelesaikan soal dengan benar. Hal itu dapat dilihat dari unsur yng diketahui dan ditanya, serta penyelesaian dengan lengkap dan benar. Sedangkan peserta didik kelas kontrol tidak membuat unsur yang diketahui dan ditanya, serta penyelesaian masalahnya juga salah. Sehingga dapat dilihat bahwa peserta didik eksperimen dapat menyelesaikan soal lebih baik daripada peserta didik kelas kontrol.
Berdasarkan hal di atas, tidak heran jika peningkatan kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang mendapat pembelajaran model pembelajaran kooperatif berbasis teori Van Hiele lebih baik dari pada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional.