• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan mengenal bentuk geometri melalui bermain konstruktif pada anak didik kelompok B2 TK Kartika Jaya XX-34 Kabupaten Gowa, dpat di tingkatkan melalui kegiatan bermain konstruktif dengan menggunakan balok geometri. Meningkatnya kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak didik dapat dilihat dari rata-rata hasil observasi kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak didik, pada siklus I mencapai 50.2% dan padaa siklus II mencapai 80.1%. Jadi, pada persentase 80.1% telah mencapai target dengan kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB).

Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tindakan yaitu perencanaa, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, hasil observasi yang berupa data kemampuan anak digunakan peneliti untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak. Pada kegiatan ini ada tiga indikator yang akan dicapai yaitu, mengelompokkan, membandingkan, dan mengurutkan bentuk geometri.

Pada penelitian ini media yang digunakan adalah balok geometri.

Kegiatan mengenal bentuk geometri melalui bermain konstruktif, keaktifan anak terlihat saat membangun dan menyusun balok geometri. Suasana hati anak yang berubah-ubah membuat penelitian ini sedikit terhambat.

Pembelajaran tersebut merangsang berpikir anak untuk memecahkan masalah dan menemukan jawaban sendiri. Dengan pegalaman langsung tersebut maka pemahaman anak dalam menyebutkan bentuk geometri dapat optimal.

Penelitian mengenal bentuk geometri melalui bermain konstruktif ini dipilih berdasarkan prinsip-prinsip belajar melalui permainan. Secara tidak langsung anak-anak belajar dalam suatu permainan, tetapi juga bermain ketika belajar. Teori yang diungkapkan oleh pendapat

Triharso (20013:1) mengemukakan bahwa,

Bermain dapat dilakukan dengan atau tanpa menggunakan alat, yang mengahsilkan pengertian dan memberikan kesenangan maupun mengembangkan imajinasi anak.

Bermain konstruktif sendiri merupakan salah satu tahapan dari bermain kognitif Hurlock (2005) (dalam Mutiara Nursinta,dkk 2014:2) menjelaskan bahwa bermain konstruktif adalah bentuk bermain dimana anak-anak menggunakan bahan untuk membuat sesuatu yang bukan untuk tujuan bermanfaaat melainkan lebih ditujukan bagi kegembiraan yang diperolehnya dari membuat. pendapat

Piaget (dalam Mutiah 2010:102) menyatakan bahwa,

saat bermain anak tidak belajar sesuatu yang baru, tetapi mereka belajar mempraktikkan dan mensolidasikan keterampilan baru yang diperolehnya. Melalui permainan tersebut anak-anak mudah belajar mulai dari mengetahui, memahami, dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari karena antara belajar dan bermain sama-sama menyenangkan.

74

Berdasarkan haasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak didik kelompok B2 TK Kartika Jaya XX-34 Kabupaten Gowa dapat ditingkatkan melalui kegiatan bermain konstruktif.

75

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan melalui penerapan permainan konstruktif dapat meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak didik kelompok B2 di TK Kartika Jaya XX-34 Kabupaten Gowa, dapat di simpulkan sebagai berikut:

1. Anak sudah mampu melakukan kegiatan mengenal bentuk geometri melalui bermain konstruktif sesuai dengan indikator yaitu, mengelompokkan, membandingkan, dan mengurutkan bentuk geometri.

2. Pada hasil observasi dari siklus I, anak yang memiliki kriteria Mulai Berkembang (MB) sebanayak 6 anak dengan persentase yang diperoleh 46.2%, dan kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dengan persentase yang diperoleh yaitu 53.8% dengan rata-rata perkembangan yang diperoleh ialah 50.2% dengan kriteria Mulai Berkembang (MB)

3. Pada hasil observasi dari siklus II, anak yang memiliki kriteria Berkembang Sesuai harapan (BSH) sebanyak 4 anak dengan persentase yang diporoleh 30.8%, dan pada kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB) terdapat 9 anak dengan persentase yang diproleh 69.2%, dengan rata-rata perkembangan yang diproleh ialah 80.1% dengan kriteria Berkembang Sangat Baik.

Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, kinerja guru selama proses pembelajaran sangat baik. Jadi dengan penerapan bermain konstruktif dapat

76

meningkatkan kemapuan mengenal bentuk geometri pada anak didik kelompok B2 TK Kartika Jaya XX-34 Kabupaten Gowa.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas maka dapat disarankan agar kegiatan mengenal bentuk-bentuk geometri melalui bermain konstruktif dapat berhasil dengan baik, sebaiknya dilakuakan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Bagi Guru

a. Guru hendaknya menggunakan permainan konstruktif sebagai media untuk pembelajaran dalam mengenal bentuk geometri

b. Guru hendaknya memperhatikan alokasi waktu dakam penerapan permainan konstruktif.

2. Bagi kepala sekolah

a. kepala sekolah hendaknya memotivasi guru dalam menerapkan permainan konstruktif khususnya untuk pembelajaran mengenal bentuk.

b. Kepala sekolah hendaknya memfasilitasi guru menerapkan kegiatan bermain permainan konstruktif

3. Bagi peneliti lain

Diharapkan peneliti menggunakan permainan konstruktif untuk mengembangkan lebih lanjut pengenalan bentuk geometri yang lebih bervariasi.

77

Adriana,Elga,dkk.2003.Perilaku Anak Usia Dini Kasus Dan Pemecahannya.Yogyakarta.Kanisus

Aisyah, sitti dkk. 2007. Perkembangan dan konsep dasar perkembangan anak usia dini. Jakarta. Universitas terbuka.

Antonius. C. Prihandoko. (2006). Memahami Konsep Matematika Secara Benar Dan Mejajikannya Dengan Menarik. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan Dan Ketenagaan Perguruaan Tinggi.

Ardi, Susanti, 2014. Peningkatan Kreatifitas Anak Melalui Bermain Geometri Di Kelompok B TK Rahmat Harapan Tahun Pelajaran 2013/2014.Wahana Inovasi., 3(2): 336-339 (online) http://www.penelitian.uisu.ac.id/wp-contect/uploads/2017/05/ARDI.pdf (diakses pada tanggal 17 Mei 2019) Hurlock, E.B. 2005. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga

Marifah, anti. 2018. Peningkatan kemampuan kognitif dalam mengenal bentuk geometri melalui permain konstruktif pada kelompok A di TK Hikari.

Skripsi tidak diterbitkan. Jakarta. UIN Syarif Hidayatullah online) http://www.Repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/43552/2/A NTIMARIFAH_FITK (diakses pada tanggal 17 Mei 2019)

Montalulu,dkk (2007). Bermain Dan Permainan Anak. Jakarta: Universitas Terbuka

Musfiroh,Tadkiroatun,dkk.2015. Bermain dan Permainan Anak. Banten.

Universitas Terbuka

Mutiah, Diana. 2012. Psikologi Bermain Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana Penada Media Group.

Arum Asmarani.2016. Peningkatan Kemampuan Anak Kelompok A1 Dalam Mengenal Bentuk Geometri Melalui Bermain KOnstruktif di TK Jember Permai I Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Skripsi tidak diterbitkan. Jember. Universitas Jember (diakses pada tanggal 03 Desember 2019)

Pitadjeng.2006. Pembelajaran Matematika Yang Menyenangkan. Jakarta:

Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

78

Prasetya, Desita, 2017.Peningkatan Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Melalui Permainan Konstruktif Bagi Siswa Autis Kelas VI SLB Autis Mitra Ananda, Colomandu, Karanganyar, Jawa Tengah. Skripsi tidak diterbitkan.

Yogyakarta.UNY. (online) http://www.Eprints.uny.ac.id/52780/1/DesitaPra setyaningGalih_131032 (diakses pada tanggal 20 Mei 2019)

Runtukahu,dkk.2014.Pembelajaran Matematika Dasar Bagi Anak Bekesulitan Belajar.Yogyakarta:Ar-ruz Media

Safrina, Khusnul, dkk. 2014. Peningkatan Kemampuan Peemecahan Masalah Geometri Melalui Pembelajaran Kooperatif Berbasis Teori Van Hiele.

Didaktik

Matematika. 1(1); 9 11.(online) www.jurnal.unsyiah.ac.id/DM/article/downl oad/1333/1214 (diakses pada tanggal 26 Mei 2019)

Sanjaya, Wina. 2013. “Penelitian Pendidikan, Jenis, Metode Dan Prosedur Pendidikan”. Bandung:Kencana

Sujiono, Yuliani N, dkk, 2004. Metode pengembangan kognitif. Jakarta:

Universitas Terbuka

Sukarno, dkk, 2014. Peningkatan Kemampuan Mengenal Bentuk geometri Melalui Bermain Konstruktif.Pada Anak Kelompok A Di TK Negeri

Pembina Surakarta

Tahun Ajaran 2013/2014. 13.(online) www.jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/p aud/article/view/5873 (diakses pada tanggal 17 Mei 2019)

Susanto, Ahmad. (2011). Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Susanto, Ahmad. (2017). Pendidikan Anak Usia Dini (Konsep dan Teori).

Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Suwardi, surwiji. 2011. Penelitian tindakan kelas (PTK) dan penulisan karya ilmiah. Surakarta. Yuma pustaka.

L A M P I R A N

80

L A M P I R A N I

(Instrumen Penilaian Guru dan Anak)

Instrument Penelitian (Lembar Observasi Anak) Nama anak :

Jenis kegiatan : Hari/Tanggal :

Petunjuk : Berilah tanda cek (√) pada kolom penilaian sesuai dengan hasil pengamatan

No. Aspek yang

diamati Indikator Penelitian

1 2 3 4

1. Mengelompokkan Anak dapat

mengelompokkan bentuk geometri sesuai dengan bentuknya

2. Membandingkan Anak dapat

membandingkan ukuran besar atau kecil, panjang atau pendek bentuk geometri

3. Mengurutkan Anak dapat mengurutkan bentuk geometri

berdasarkan ukurannya

Mengelompokkan :

1 : Anak belum mampu mengelompokkan bentuk geometri berdasarkan bentuknya

2 : Anak sudah mampu mengelompokkan beberapa bentuk geometri dengan bantuan guru

3 : Anak sudah mampu mengelompokkan bentuk geometri

4 :Anak sudah mampu mengelompokkan bentuk geometri dan sudah tahu bentuk geometri berdasarkan ukuran (missal: besar-kecil, panjang-pendek, Tebal-tipis, berat-ringan)

82

Membandingkan :

1 : Anak belum mampu membandingkan ukuran besar kecil panjang dan pendek bentuk geometri

2 : Anak sudah mampu mengelompokkan beberapa bentuk geometri dengan bantuan guru

3 : Anak sudah mampu membandingkan ukuran bentuk geometri 4 : Anak sudah mampu membandingkan konsep besar-kecil,

panjang-pendek,berat-ringan, tinggi-rendah Mengurutkan :

1 : Anak belum belum mampu mengurutkan bentuk geometri berdasarkan ukurannya

2 : Anak sudah mampu mengelompokkan beberapa bentuk geometri dengan bantuan guru

3 : Anak sudah mampu mengurutkan ukuran bentuk geometri 4 : Anak sudah mampu mengurutkan benda berdasarkan ukuran dari

yang terpendek sampai yang terpanjang, terkecil-terbesar

L A M P I R A N II

(Penilaian Hasi Observasi Guru dan Anak)

84

HASIL OBSERVASI PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI MELALUI BERMAIN KONSTRUKTIF DI TK KARTIKA JAYA XX-34 KABUPATEN GOWA

Pertemuan : Siklus I Pertemuan I Hari/Tanggah : Senin, 14 Oktober 2019

Dokumen terkait