• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.4 Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka peneliti menghubungkan antara fokus masalah yang diangkat dengan hasil pengamatan yang dilakukan di Radio Prambors Jakarta. Peneliti mengamati semua strategi dan kegiatan yang berlandaskan teori dan konsep yang telah dipilih dan digunakan, yaitu Tiga Strategi Marketing Public Relation

(Three Ways Strategy) dan Model Empat Tahapan dalam Proses Public

Relations (Four Step of Public Relations).

Radio Prambors Jakarta menerapkan Tiga Taktik atau Strategi

Marketing Public Relations (Three Ways Strategy), di antaranya pull strategy (strategi menarik), push strategy (strategi mendorong), dan pass strategy (strategi memengaruhi). Ketiga strategi tersebut dilakukan

bertujuan untuk meciptakan opini publik yang dapat merangsang para pendengar dalam mempertahankan loyalitas mereka terhadap Radio Prambors Jakarta.

Pull strategy yang dilakukan oleh Radio Prambors Jakarta adalah

dalam menarik perhatian para pendengar terhadap program-program stasiun radio tersebut, dengan menggunakan tiga senjata andalan mereka. Tiga senjata tersebut, di antaranya on air, off air, dan digital. Hal itu diakui oleh Assistant Manager Marketing and Promotion Radio Prambors Jakarta. On air merupakan kegiatan utama yang Radio Prambors Jakarta lakukan, karena merupakan industri media penyiaran. Sedangkan off air yang dimaksud adalah pelaksanaan event-event yang diselenggarakan oleh Prambors. Di samping itu, Radio Prambors Jakarta menggandeng digital untuk dimanfaatkan sebagai pendukung antara kegiatan on air dan off air nya. Hal itu sangat sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini, yang bahkan disebut sebagai massanya era digital. Prambors memanfaatkan digital dalam melakukan

publikasinya. Digital tersebut berupa media sosial yang Prambors miliki, seperti Instagram, Twitter, dan Line.

Tidak hanya menggunakan digital, publikasi tersebut juga berbentuk

press release yang dibuat oleh Public Relations. Kemudian, press release tersebut diolah menjadi suatu artikel berita oleh media-media

yang bekerja sama dengan Radio Prambors. Publikasi tersebut bertujuan untuk mempromosikan dan memberikan informasi kepada para pendengar mengenai program-program yang diselenggarakan oleh Prambors. Beberapa contoh kegiatan yang dipromosikan melalui bentuk publikasi tersebut yaitu konser musik Youth Fest dan Kumpul Kamu (Kumpul Kawula Muda). Youth Fest merupakan salah satu

special event yang diselenggarakan oleh Radio Prambors Jakarta.

Youth Fest merupakan konser musik yang baru pertama kalinya diselenggarakan oleh stasiun radio yang memanggil para pendengarnya Kawula Muda itu.

Strategi selanjutnya yang digunakan oleh Radio Prambors Jakarta adalah push strategy. Push strategy yang dilakukan Prambors pertama yaitu mencari tahu dan mengetahui apa yang diinginkan dan dibutuhkan para pendengar saat ini. Untuk mengatahui apa yang para pendengar mau, Prambors mengadakan survei melalui media sosial, seperti twitter

polling, instagram polling dan sebagainya. Hal itu adalah langkah yang

mudah untuk dilakukan, sekaligus berinteraksi dengan para pendengar. Selain itu, Prambors melakukan promosi kepada para pendengar

dengan membagikan saldo gopay secara gratis dengan jumlah 150 atau 200 ribu. Hadiah tersebut bisa didapatkan, jika para pendengar melakukan blast email terkait dengan acara Youth Fest, seperti menjawab dan melakukan voting siapa artis yang ingin diundang, di mana lokasinya diselenggarakan dan sebagainya. Tidak hanya itu, dalam upaya medekatkan diri dengan Kawula Muda, Prambors memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkunjung ke Radio Prambors Jakarta, melihat proses on air secara langsung.

Strategi lain yang digunakan oleh Radio Prambors Jakarta adalah

pass strategy. Strategi ini dilakukan untuk memengaruhi opini publik

yang menguntungkan bagi perusahaan.Assistant Manager Marketing

and Promotion Radio Prambors Jakarta Kurniawan Dwi Prasetyo

mengakui, citra positif dan opini publik terhadap Prambors sudah terbentuk dari dulu, karena memang usia stasiun radio ini terbilang cukup tua. Prambors hanya butuh ruang untuk tetap menjadi trend

center di dunia penyiaran radio. Di samping itu, secara tidak langsung

Prambors memang melakukan kegiatan yang dapat memengaruhi opini publik terhadap mereka. Kegiatan tersebut yaitu SUNMORIDE (Sunday

Morning Ride). SUNMORIDE merupakan kegiatan yang diadakan Radio

Prambors dengan mengikutsertakan berbagai komunitas. Kegiatan ini dilakukan dengan konvoi keliling kota menggunakan motor, bersama para penyiar Radio Prambors. Kegiatan selanjutnya yaitu Kumpul Kamu (Kumpul Kawula Muda) yang merupakan bentuk kegiatan sharing

session. Tidak hanya itu, Radio Prambors Jakarta juga melakukan

kegiatan CSR dengan menggandeng komunitas SUNMORIDE. Pada kegiatan tersebut, Prambors dan komunitas tersebut memberi bantuan dan hiburan kepada para anak yatim yang diayomi oleh suatu komunitas juga dan kegiatan tersebut dinamakan Sabtu Baik.

Dalam suatu strategi Marketing Public Relations tentunya terdapat suatu kendala, dari tiap perusahaan, begitu pun dengan Radio Prambors Jakarta.Saat pelaksanaan event Youth Fest, Radio Prambors mengalami beberapa hambatan atau kendala. Kendala yang utama adalah koordinasi antar divisi, kemudian budget dan mengenai lokasi diselenggarakannya acara. Meskipun Prambors mengalami kendala

tersebut, mereka memiliki cara untuk mengatasi dan

mengantisipasinya. Cara tersebut yaitu dengan menerima insight dari pihak lain, sehingga dapat memperluas wawasan. Kemudian terkait dengan koordinasi, Prambors mengantisipasinya dengan rasa kepercayaan satu sama lain antar divisi dan anggota. Sedangkan untuk masalah budget, Prambors mengatasi dengan memaksimalkan sistem

full barter terhadap partner. Tidak hanya kendala, terdapat pula faktor

pendukung yang dialami oleh Radio Prambors Jakarta. Faktor pendukung yang pertama adalah cara menjalin hubungan baik dengan semua pihak, seperti pemerintah, pihak label dan terutama dengan media-media yang diajak kerja sama dengan Prambors. Kemudian Prambors memiliki banyak followers di Instagram, banyak teman di

Line, serta memiliki 80 ribu subscribers di Youtube. Selain itu, Prambors memiliki penyiar-penyiar artis yang memang sudah dikenal oleh banyak orang.

Dalam mendukung keberhasilan dari strategi Marketing Public

Relations yang dilakukan oleh Radio Prambors Jakarta, mereka

melakukan empat tahapan dalam proses Public Relations. Empat tahapan tersebut yaitu research (penelitian), planning and programming (perencanaan dan pemograman), action and communicating (aksi dan komunikasi), serta evaluating (evaluasi).

Tahap pertama yang dilakukan oleh Radio Prambors Jakarta yaitu research (penelitian), dengan melakukan penelitian dan riset terhadap apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh para pendengar. Prambors juga memiliki divisi R&D (Research & Development) dalam medukung pelasksanaan penelitian dan riset. Prambors juga memanfaatkan media sosial sebagai wadah untuk melakukan survei apa yang disukai oleh para pendengar saat ini.

Tahapan selanjutnya yaitu planning and programming (perencanaan dan pemograman). Diskusi adalah salah satu proses perencanaan dalam pembuatan program yang dilakukan oleh Radio Prambors Jakarta. Langkah ini dilakukan sebelum dilaksanakannya kegiatan-kegiatan Prambors seperti Youth Fest, Kumpul Kamu, SUNMORIDE, kuis dan sebagainya.

Tahapan yang ketiga yaitu action and communicating (aksi dan komunikasi). PR Prambors membuat publikasi dan menjalin kerja sama dengan media-media, untuk menyebarluaskan informasi kepada para pendengar mengenai program atau event yang akan diselenggarakan. Tidak hanya itu, dalam mempertahankan loyalitas para pendengar, Prambors berkomunikasi dan berinteraksi dengan Kawula Muda melalui media sosial. Hal tersebut juga merupakan bentuk upaya Prambors mendekatkan diri dengan para pendengar.

Tahap terakhir yang dilakukan oleh Radio Prambors Jakarta dengan

evaluating (evaluasi), guna mengetahui berhasil atau tidaknya program

yang sudah dilaksanakan. Evaluasi tersebut dilakukan secara rutin tiap minggunya oleh Prambors. Menurut PR Radio Prambors Jakarta Jabbar Avian, evaluasi dilaksanakan dengan tujuan untuk sebagai pembelajaran kedepannya menjadi lebih baik. Tolak ukur keberhasilan dari Radio Prambors Jakarta dalam menyelenggarakan event nya yaitu Youth Fest 2019, terlihat dari banyaknya Kawula Muda yang hadir. Terdapat puluhan ribu Kawula Muda yang mengikuti event tersebut. Hal itu merupakan bentuk pencapaian yang diinginkan oleh Radio Prambors Jakarta dan membuktikan dengan pelaksanaan beberapa strategi

Marketing Public Relations yang dilakukan dapat mempertahankan

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Berdasarkan hasil temuan penelitian yang diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap narasumber serta hasil pembahasan, maka peneliti menyimpulkan bahwa strategi yang dilakukan Radio Prambors Jakarta dalam mempertahankan loyalitas pendengar adalah dengan menggunakan Three Ways

Strategy dan model Four Step of Public Relations. Berikut

penjabaran penarikan hasil temuan dari penelitian ini:

1. Three Ways Strategy yang paling kuat yang dilakukan Radio Prambors Jakarta adalah pull strategy (strategi menarik) yang diimplementasikan melalui kegiatan Marketing Public Relations meliputi publikasi dan event (acara). Kemudian, Push strategy yang dilakukan dengan melakukan promosi yaitu memberikan saldo gopay gratis kepada para pendengar yang beruntung. Sedangkan Pass strategy yang merupakan strategi ketiga dari

Three Ways Strategy, yaitu menjalankan kegiatan CSR dan

2. Dalam melaksanakan strategi Marketing Public Relations, terdapat hambatan serta dukungan yang dialami oleh Radio Prambors Jakarta. Hambatan tersebut di antaranya koordinasi antar divisi, kendala budget dan masalah tempat penyelenggaraan event. Selain itu, terdapat hal yang mendukung pelaksanaan Marketing Pubic Relations, yaitu Radio Prambors Jakarta mendapat dukungan dari berbagai pihak. Dukungan tersebut didapat karena mereka menjalin hubungan baik dengan beberapa pihak, seperti partnership, media, label musik, pemerintah, dan terutama Kawula Muda.

3. Radio Prambors Jakarta melakukan model four step Public Relations dalam mendukung pelaksanaan strategi Marketing Public Relations, di antaranya research, planning and programming, action and communicating, dan evaluating.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil temuan dilapangan serta analisis yang dilakukan terhadap strategi Marketing Public Relations yang di implementasikan Three Ways Strategy Marketing Public Relations maka peneliti memberikan saran yang ditujukan untuk pihak Radio Prambors Jakarta. Berikut beberapa saran yang ditujukan kepada Radio Prambors Jakarta :

1. Prambors perlu meningkatkan push strategy nya dengan membuat promo-promo yang lain yang dapat mendorong para pendengar untuk tetap setia terhadap Radio Prambors Jakarta. 2. Selain itu pula perlu fokus terhadap pass strategy, karena untuk membentuk opini dan mempertahankan citra dari suatu perusahaan, kegiatan yang mendukung tersebut harus dilakukan secara berkelanjutan dan terus-menerus. Sehingga, loyalitas dari para pendengar dapat dipertahankan.

3. Radio Prambors Jakarta perlu mencari banyak informasi dan melakukan perbandingan terhadap para kompetitor dalam proses penelitian atau research. Sehingga dapat membuat inovasi terbaru dan menjadi lebih unggul dari para kompetitor.

5.3 Saran Bagi Peneliti Selanjutnya

1. Peneliti yang akan melakukan penelitian selanjutnya, disarankan untuk mencari dan membaca referensi lain lebih banyak lagi, serta melakukan observasi lebih mendalam dan secara luas sehingga hasil penelitian selanjutnya akan semakin baik serta memperoleh ilmu pengetahuan yang baru.

2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan rujukan bagi peneliti selanjutnya, yakni dalam program studi ilmu komunikasi.

Alifahmi, Hifni. 2005. Sinergi Komunikasi Pemasaran: Integrasi Iklan, Public

Relations, dan Promosi. Jakarta: Quantum.

Anggoro, Linggar. 2005. Teori dan Profesi Kehumasan Serta Aplikasinya di

Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara

---. 2000. Teori & Profesi Kehumasan. Jakarta: PT Bumi Aksara

Ardianto, Elvinaro. 2009. Public Relations Praktis. Edisi Pertama. Jakarta: Widya Padjajaran

Cutlip, Scott M., et al. 2000. Effective Public Relations. New Jersey: Prentice Hall.

David, Fred. 2002. Manajemen Strategis Konsep. Edisi Ketujuh. Jakarta: PT Prenhallindo.

Effendy, Onong Uchjana. 2006. Hubungan Masyarakat: Suatu Studi

Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

---. 2017. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rodakarya.

Idrus, Muhammad. 2009. Metode Penelitian Ilmu Sosial: Pendekatan Kualitatif

dan Kuantitatif. Jakarta: Erlangga.

Iriantara, Yosal. 2004. Manajemen Strategis Public Relations. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Kotler, Philip. 2006. Manajemen Pemasaran. Edisi Kesebelas. Jakarta: PT Indeks Gramedia.

Kriyantono. Rachmat. 2008. PR Writing: Teknik Produksi Media Public

Relations dan Publisitas Korporat. Jakarta: Kencana

---.2009. Teknis Praktis Riset Komunikasi: Disertai Contoh

Praktis Riset Media, Public Relations, Advertising, Komunikasi

Organisasi, Komunikasi Pemasaran. Jakarta: Prenada Media Group.

---. 2012. Teknis Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana.

Laksana, Fajar. 2008. Manajemen Pemasaran: Pendekatan Praktis. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Moleong, Lexi J. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif: Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

---. 2011. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Rosdakarya.

Mulyana, Deddy. 2005. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nova, Firsan. 2011. Crisis Public Relations: Bagaimana PR Menangani Krisis

Perusahaan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Nurjaman, Kadar dan Khaerul Umam. 2012. Komunikasi & Public Relation. Bandung: CV Pustaka Setia.

Riswandi. 2009. Ilmu Komunikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Ruslan, Rosady. 2002. Kiat dan Strategi Public Relations. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

---. 2006. Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

---. 2010. Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers.

---. 2014. Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi. Cetakan Kedua Belas. Jakarta: Rajawali Pers.

Salim. Agus. 2006. Teori dan Paradigma Penelitian Sosial. Yoyakarta: Tiara Wacana

Sukristono. 1995. Perencanaan Strategis Bank. Jakarta: Institut Bankir Indonesia.

Sulaksana. Uyung. 2003. Integrated Marketing Communications. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Bisnis. Bandung; Alfabeta.

---. 2011. Metode Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. ---. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantiatatif,

Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

---. 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantiatatif,

Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

---. 2015. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantiatatif,

Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

---.2017. Metode Penelitian Kualitatif Edisi ke-3. Bandung: Alfabeta Suryati, Lili. 2015. Manajemen Pemasaran: Suatu Strategi dalam

Meningkatkan Loyalitas Pelanggan. Yogyakarta: Deepublish.

Tjiptono, Fandy. 2000. Manajemen Jasa Edisi Kedua. Yogyakarta: ANDI. Usman, Husaini dan Purnomo Setiady Akbar. 2011. Metode Penelitian Sosial.

Jakarta: PT Bumi Aksara.

Jurnal:

Widayawati. 2016. Strategi Marketing Public Relations Swiss Bell Hotel Borneo Samarinda Dalam Meningkatkan Jumlah Pelanggan. eJournal Ilmu Komunikasi Volume 4, Nomor 3, 2016: 510-519.

Rahmah, Dhiah Ayu, dkk. 2019. Peran Marketing Public Relations Dalam Customer Loyalty Program Kerjasama Operasi Terminal Petikemas Koja Untuk Mempertahankan Loyalitas Pelanggan. Kalbisocio,Volume 6 No. 1 Februari 2019: 39-47.

Almira, Septika Khairunnisa, dkk. 2014. Implementasi Strategi Marketing Public Relations Dalam Pengelolaan Citra Merek. Journal Communication Spectrum, Vol. 4 No. 1 Februari 2014 – Juli 2014

Wiwitan, Tresna, dkk. 2017. Strategi ‘Marketing Public Relations’ Perguruan Tinggi Islam Swasta: Peluang dan Tantangan di Era MEA. MediaTor, Vol 10 (1), Juni 2017, 1-10.

Internet:

https://setara.net/nasib-radio-di-indonesia/ diakses pada tanggal 30 April 2019, pukul 11:05 WIB

https://www.briteindonesia.com/index.php/component/content/article/99-from-radio/153-gen-fm?Itemid=435 diakses pada tanggal 1 Mei 2019, pada pukul 09:00 WIB.

https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/0k8YGAPK-peringati-hari-batik-prambors-gelar-sunmoride-part-iv diakses pada tanggal 1 Mei 2019, pada pukul 10:00 WIB.

https://biz.kompas.com/read/2019/07/02/154202828/sebanyak-10000-kawula-muda-berkaraoke-bersama-di-youth-fest-2019?page=all diakses pada tanggal 5 Agustus 2019, pukul 21:21 WIB

SURAT PERNYATAAN

(145-1278-060819)

Tanggal : 6 Agustus 2019

Kepada : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Dari : Prambors Radio Jakarta

Tembusan : Public Relation Perihal : Penelitian Skripsi

Dengan Hormat,

Radio Prambors Jakarta menyatakan adanya penelitian skripsi dari mahasiswi komunikasi bernama Annisa Yulita pada tanggal 15 Juli 2019. Wawancara dilakukan dengan Kurniawan Dwi Prasetyo selaku Assistant

Manager Marketing and Promotion dan Jabbar Avian selaku PR dan Brand Promotion.

Demikian surat pernyataan ini disampaikan untuk diketahui dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Terimakasih,

Jabbar Avian

Assistant Manager Marketing and Promotion 12 Juli 2019

N : Okay nama saya adalah Kurniawan Dwi Prasetyo, biasa dipanggil Awan. Di sini saya sebagai assistant manager marketing and promotion dari Radio Prambors.

P : Untuk di Prambors ini, seberapa besar peran PR dalam kegiatan marketing public relations nya?

N : Peran PR penting banget. Karena salah satu tools PR itu event-event, kayak nobar, press conference. Yang paling penting perannya, kemarin kita mengadakan event besar yang dinamakan Youth Fest. Nah PR sangat membantu di situ. Mereka membantu untuk membuat yang namanya press release. Karena di prambors ini, mengadakan kerja sama tiap tahunan dengan media-media, sama kumparan, brilio, dan lain-lain. Nah di sini prambors memposisikan diri sebagai anak SMA lagi, yang nyari-nyari media partner lagi. Nah setelah itu press release yang dibuat, dinaikkan di media-media yang diajak kerja sama. Press release itu terbagi menjadi pre promo, promo dan post promo. Pre promo katakanlah adalah masa-masa teasernya. Lalu, sebulan atau dua bulan kemudian tim PR nyebar press release lagi, di situ baru tuh lengkap formasinya, menjelaskan ada 18 artis dengan temanya the biggest karaoke land in Indonesia. Pas lengkap ini kita menyebutnya adalah di bagian promonya. Nah pas di hari H nya ada yang namanya undangan media. Itu tim PR pasti ngajak2 media untuk liputan acara tersebut. setelah hari H, selesai semuanya, kontennya sudah diliput nah PR membuat dan mengirim lagi

apa saja yang dilaksanakan. Hal kecil yang lainnya yaitu menginfokan event prambors di email blast.

P : Bagaimana cara prambors menarik perhatian para pendengar terhadap program siaran prambors, baik program baru maupun yang sudah ada? N : Basic nya itu kalau radio kita punya tiga senjata, ada on air, off air dan

digital. Jadi kalau ngomongin promo, radio itu sekarang tuh mungkin orang perlu di reminder terus. Cara kita memperkenalkan dan mepromosikan adalah yang pertama kita manfaatin digital. Sekarang ini digital udah maju banget dan udah keren banget. Perannya radio itu menggandeng digital untuk mempromosikan radio. Jadi, Prambors punya instagram, twitter, facebook, line, youtube dan semuanya kita pakai. Jadi setiap harinya kalau ngomongin program pagi, kita ada daily content. Daily content ini, setiap mereka siaran mereka membuat video untuk di publish di sosial media. Misalnya kita ada penyiar baru, itu di promosiinnya ke all platform sosial media. Kalau memang ditanya apa yang kita manfaatin? Ya digital, gitu. Sebenernya digital itu kita gandeng. Namun adanya spotify dan yang lainnya jujur sebenarnya itu ancaman buat Pambors, buat radio. Namun ketika kita bisa menggandeng si spotify, kita jadinya temenan gitu. Spotify punya podcast dan radio pun punya rekaman, sekarang itu radio2 juga punya podcast. Lalu, kita punya off air. Off air itu event paling jelasnya ya. Di situ kita biasanya memperkenalkan penyiar2 kita melalui MC. Jadi penyiar di sini didorong untuk keluar, untuk event, untuk menjadi MC.

mau. Kita melihat dari listeners side namanya. jadi kita selalu menyajikan konten, musik, event itu berdasarkan apa yang pendengar mau. Biasanya kita ngadain riset dulu tuh, survey kecil-kecilan. Sekarang kan kita punya twitter polling, instagram polling dan di sini juga ada divisi R&D (Research & Development). Misalkan seperti acara kemarin itu tentang Youth Fest, sebelum itu dibuat kita ada survei dulu. Mereka ngeblast email, kita kasih hadiah misalnya gopay 150 ribu atau 200 ribu itu untuk ya mancing/mentrigger. Artis siapa yang mau diundang, tempatnya di mana, harga tiketnya berapa sih, gitu-gitu itu semua ada risetnya. Ya Alhamdulillah kita tetep jadi trend center selama 48 tahun dan kuncinya ya ikuti perkembangan zaman dan ikut yangi audiens mau.

P : Bagaimana upaya Prambors dalam memengaruhi atau menciptakan opini publik yang menguntungkan?

N : Sebenarnya citra positif dan opini publik terhadap Pramabors dari dulu sudah terbentuk. Radio sekarang itu ibaratnya menjadi secondary media. Orang yang mendengar radio itu, ga benar-benar serius pantengin. Prambors cuma butuh tempat untuk membuktikan kalau Prambors masih jadi trend center, that’s why itu udah dibuktikan dalam acara Youth Fest kemarin. Nah dalam membentuk opini, selama 6 tahun ke belakang ini kita gak membentuk opini, karena opini itu sudah terbentuk.

P : Bagaiamana tahapan dalam penyusunan kegiatan atau program marketing public relations?

setelah itu jadilah proposal dan itu kita serahkan ke tim sales, untuk jualan mencari sponsor. Kemudian PR juga akan mencari media partner. Kemudian kita eksekusi di hari H. setelah event selesai, kita melakukan evaluasi.

P : Kendala atau hambatan apa saja yang dialami saat

mengimplementasikan kegiatan atau program tersebut?

N : Kendala yang paling utama yaitu koordinasi, koordinasi antar divisi gitu. Kendala budget juga, seminimal mungkin kita menggunakan yang namanya full barter. Terus kendalanya juga masalah tempat sih.

P : Nah cara mengantisipasi hambatan-hambatan tersebut bagaimana mas? N : Cara ngantisipasinya itu kita harus punya insight dari orang lain sih, itu

penting. Dengan begitu wawasan kita terbuka lebar. Si prambors ini memiliki meeting rutin gitu untuk acara Youth Fest kemarin, kadang-kadang kita ngundang orang luar buat kasih insight. Nah kalau hambatan dalam koordinasi, cara antisipasinya ya saling percaya.

P : Faktor apa yang menjadi pendukung dalam mengimplementasikan kegiatan atau progam tersebut?

N : Faktor yang mendukung ketika prambors akan mengadakan sesuatu adalah beruntungnya kita sudah jadi radio tua, sudah 48 tahun. Kalau ngomongin prambors dari dulu juga sudah terkenal. Faktor pendukunya sekarang kita punya aset-aset pendukung, instagram followernya banyak, line temannya banyak, youtube subscriber kita punya 80 ribu, paling banyak juga itu di radio. Kita punya aset-aset yang udah ada. Ditambah

yang pertama adalah gimana kita menjalin hubungan baik dengan semuanya. Jadi, itu yang membuat ketika kita punya sesuatu gampang.

Dokumen terkait