• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

1.5 Signifikansi Penelitian

2.2.3 Public Relations

2.2.3.1 Definisi Public Relations

DeFleur dan Dennis (1998:297) mengutip Scott Cutlip dan Allan Center dalam mendefinisikan public relations sebagai “…upaya terencana guna memengaruhi opini publik melalui karakter yang baik dan kinerja yang bertanggung jawab, yang didasarkan pada komunikasi dua arah yang memuaskan kedua belah pihak.”Kedua ahli komunikasi itu pun mengutip definisi pelopor profesi public relations Bernays, yang menyatakan bahwa public relations merupakan “Sebuah profesi yang berkenaan dengan relasi-relasi sebuah unit dengan publik atau publik-publiknya yang merupakan relasi yang menjadi dasar berlangsungnya kehidupan.”

Menurut Harlow dalam bukunya “Effective Public Relations”,

Public Relations adalah fungsi manajemen yang khas yang membantu

pembentukan dan pemeliharaan garis komunikasi dua arah, saling pengertian, penerimaan, dan kerjasama antara organisasi dan masyarakatnya yang terlibat dalam masalah manajemen, membantu manajemen untuk selalu mendapatkan informasi dan merespon pendapat umum, mendefinisikan dan menekankan tanggung jawab manajemen dalam melayani kepentingan masyarakat, membantu

manajemen mengikuti dan memanfaatkan perubahan dengan efektif, berfungsi sebagai sistem peringatan awal untuk membantu antisipasi kecenderungan dan menggunakan riset serta komunikasi yang masuk akal dan etis sebagai sasaran utamanya. Tampak bahwa definisi tersebut terdapat aspek penting dalam public relations yaitu komunikasi yang bertujuan untuk menciptakan saling pengertian dan kerjasama antara organisasi dengan publik. Selain itu, yang lebih ditekankan dalam definisi tersebut adalah komunikasi yang masuk akal dan etis sebagai sasaran kegiatannya. (Nova, 2011:44)

Dengan demikin, pengertian public relations secara umum yaitu fungsi manajamen yang bertujuan untuk membentuk pemahaman dan opini publik terhadap organisasi. Sehingga dapat terjalin hubungan yang baik antara organisasi dengan publiknya, lalu menumbuhkan citra dan reputasi organisasi yang baik.

2.2.3.2 Ruang Lingkup Public Relations

Public Relations Menurut Cutlip Center dan Broom dalam bukunya Effective Public Relations perkembangan muktahir humas mencakup tujuh kegiatan, yaitu publisitas, pemasaran, public affairs, manajemen isu, lobi, dan hubungan investor.

1. Publisitas

Publisitas adalah informasi yang berasal dari sumber luar yang digunakan media massa karena informasi itu memiliki nilai berita. 2. Pemasaran

Bagian pemasaran bertugas untuk melakukan promosi dan distribusi produk yang karena itu bagian pemasaran membutuhkan fungsi humas untuk melaksanakan hal ini karena biasanya orang

humas lebih mengetahui bagaimana menulis untuk media massa dan mengetahui bagaimana menangani wartawan daripada orang pemasaran.

3. Public Affairs

Public affairs dapat didefinisikan sebagai bidang khusus Public Relations yang membangun dan mempertahankan hubungan

dengan pemerintah dan komunitas lokal agar dapat memengaruhi kebijakan publik.

4. Manajemen Isu

Manajemen isu merupakan upaya organisasi atau perusahaan untuk melihat kecenderungan isu atau opini publik yang muncul di tengah masyarakat dalam upaya organisasi atau perusahaan untuk memberikan tanggapan atau respon yang sebaik-baiknya. 5. Lobi

Lobi merupakan bidang khusus humas yang membangun dan memelihara hubungan dengan pemerintah utamanya untuk tujuan memengaruhi peraturan dan perundang-undangan.

6. Hubungan Investor

Hubungan investor merupakan bidang khusus dari humas korporat yang membangun dan mempertahankan hubungan yang saling menguntungkan dengan pemegang saham dan pihak lainnya dalam masyarakat untuk memaksimalkan nilai pasar. (Morissan, 2010:14-31)

Sedangkan Ruslan (2010:22-23) menjabarkan ruang lingkup tugas Public Relations dalam sebuah organisasi/lembaga antara lain meliputi aktivitas sebagai berikut.

1. Membina hubungan ke dalam (publik internal)

Publik internal adalah publik yang menjadi bagian dari unit/badan/perusahaan atau organisasi itu sendiri. Seorang PR harus mampu mengidentifikasi atau mengenali hal-hal yang menimbulkan gambaran negatif di dalam masyarakat, sebelum kebijakan itu dijalankan oleh organisasi.

2. Membina hubungan ke luar (publik eksternal)

Publik eksternal adalah publik umum (masyarakat). Mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran publik yang positif terhadap lembaga yang diwakilnya.

Menurut Effendy (2006:107) publik sasaran dari kegiatan humas terbagi menjadi dua jenis kelompok besar, yakni publik intern dan publik ekstern. Penjelasannya adalah sebagai berikut.

1. Hubungan dengan publik intern

Publik intern sebagai sasaran humas terdiri atas orang-orang yang bergiat di dalam organisasi (perusahaan, instansi, lembaga, badan, dan sebagainya) dan yang secara fungsional mempunyai tugas dan pekerjaan serta hak dan kewajiban tertentu.

2. Hubungan dengan publik ekstern

Publik ekstern sebagai sasaran kegiatan humas terdiri atas orang-orang atau anggota-anggota masyarakat di luar organisasi, baik yang ada kaitannya dengan organisasi maupun yang diharapkan atau diduga ada kaitannya dengan organisasi. Ruang lingkup Public Relations dalam menjalankan tugas-tugasnya beragam. PR menjalin hubungan dengan publiknya, baik itu publik internal maupun publik eksternal. Praktisi PR melakukan kegiatan publisitas yang berisikan informasi yang berkaitan dengan suatu perusahaan atau organisasi. Kegiatan tersebut sekaligus untuk menjalin hubungan dengan pihak media atau wartawan, dalam menyebarkan informasi tersebut. Tidak hanya itu, praktisi PR perlu membangun hubungan dengan masyarakat, pemerintah, maupun komunitas-komunitas melalui berbagai event yang diadakan oleh perusahaan atau organisasi.

2.2.3.3 Fungsi Public Relations

Menurut Maria (2002:31) yang dikutip oleh Kadar Nurjaman dan Khaerul Umam dalam bukunya Komunikasi dan Public Relations, “Public Relations merupakan satu bagian dari satu napas yang sama dalam organisasi tersebut, dan harus memberi identitas organisasinya dengan tepat dan benar serta mampu mengomunikasikannya sehingga publik menaruh kepercayaan dan mempunyai pengertian

yang jelas dan benar terhadap organisasi tersebut.” Berikut ini sekadar memberikan gambaran tentang fungsi public relations, yaitu sebagai berikut.

1. Kegiatan yang bertujuan memperoleh itikad baik, kepercayaan, saling pengertian, dan citra yang baik dari publik atau masyarakat pada umumnya.

2. Memiliki sasaran untuk menciptakan opini publik yang bisa diterima dan menguntungkan semua pihak.

3. Unsur penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik, sesuai harapan publik, tetapi merupakan kekhasan organisasi atau perusahaan. Organisasi memiliki warna, budaya, citra, suasana, yang kondusif dan menyenangkan, kinerja meningkat, dan produktivitas yang bisa dicapai secara optimal.

4. Usaha menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi atau perusahaan dengan publiknya, sekaligus menciptakan opini publik sebagai efeknya, yang sangat berguna sebagai input bagi organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.

Sementara fungsi Public Relations menurut Cutlip dan Center, Canfield yang dikutip oleh Ruslan sebagai berikut.

1. Menunjang aktivitas utama manajemen dalam mencapai tujuan bersama (fungsi melekat pada manajemen lembaga/ organisasi).

2. Membina hubungan harmonis kedalam (internal relations) maupun keluar (external relations).

3. Mengidentifikasi segala sesuatu yang berkaitan dengan opini, persepsi dan tanggapan masyarakat terhadap badan atau organisasi yang diwakilinya.

4. Melayani publik sebaik mungkin dan memberikan advice (nasehat) kepada pimpinan organisasi dengan tidak mengabaikan kepentingan umum.

5. Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik dan mengatur arus informasi, publiknya atau sebaliknya, demi tercapainya citra positif bagi kedua belah pihak. (Ruslan, 2002:19)

Dalam suatu perusahaan, Public Relations berperan penting dalam membentuk citra dan reputasi. Berbagai macam fungsi dan

peran yang PR miliki demi tercapainya tujuan dari suatu perusahaan. PR juga dikatakan sebagai jembatan, serta berperan penting membangun hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan publiknya.

Dokumen terkait