• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

D. Pembahasan Hasil Penelitian

Penelitian ini dilakukan di MA Al-jam’iyatul Washliyah Tembung yang melibatkan dua kelas yaitu kelas eksperimen I dimana kelas XI-MIA A yang bejumlah 36 siswa dan kelas eksperimen II dimana kelas XI-MIA B yang berjumlah 36 siswa. Pembelajaran yang diberikan pada kelas eksperimen I yaitu strategi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan pada kelas eksperimen II yaitu strategi pembelajaran kooperatif tipe Number Heads Together. Pada bagian ini akan diuraikan deskripsi data hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar

melalui strategi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan tipe Number

Heads Together.

Pelaksanaan penelitian ini dilakukan selama 2 kali pertemuan pada masing-masing kelas eksperimen. Materi yang diajarkan adalah program linier (pertidaksamaan linier). Penelitian ini menggunakan uji ANAVA dengan bantuan

software Ms. Excel. Sesuai dengan data yang diperoleh, nilai rata-rata test

kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswa kelas eksperimen I dan kelas eksperimen II memiliki kondisi yang hampir sama. Dimana nilai rata-rata

test kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas eksperimen I yaitu 70,72

dan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas eksperimen I yaitu 74,05. Untuk kelas eksperimen II, kemampuan pemecahan masalah matematis yaitu 78,33 dan kemampuan komunikasi matematis yaitu 74,17. Sehingga dapat disimpulkan bahwa antara nilai rata-rata test kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan komunikasi matematis pada kelas eksperimen I dan eksperimen II tidak jauh berbeda.

Berdasarkan data hasil penelitian dan pengujian hipotesis, berikut ini adalah pembahasan dari keempat hipotesis penelitian tersebut.

1. Hipotesis Pertama

Berdasarkan uji ANAVA terhadap nilai test kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan komunikasi matematis yang diajarkan dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan tipe Number Heads Together menghasilkan nilai signifikan yang di dapat kurang dari nilai alpha yang telah di tetapkan, sehingga H0

dan kemampuan komunikasi matematis yang diajarkan dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan tipe Number Heads Together.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Fatia Fatimah yang berjudul “Kemampuan Komunikasi Matematis dan Pemecahan Masalah Melalui

Problem Based Learning” bahwa untuk meningkatkan kemampuan pemecahan

masalah dan kurang tepat untuk kemampuan komunikasi matematis.

Berdasarkan hal itu, maka siswa yang mendapatkan strategi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan tipe Number Heads Together menghasilkan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan komunikasi matematis yang mempunyai perbedaan yang signifikan. Hal ini disebabkan karena ilmu yang dimiliki siswa masing-masing berbeda dan proses pembelajaran yang berbeda. Proses pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share meliputi diskusi kelompok tentang materi yang sedang dipelajari dan saling berinteraksi antar kelompok dan membangun kerjasama antara siswa. Dan proses pada strategi pembelajaran kooperatif tipe Number Heads Together merupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah nyata sebagai saran dalam diskusi kelompok untuk mengembangkan pribadi siswa masing-masing dalam keterampilan berpikir dan bekerja sama serta bertanggung jawab agar dapat menyelesaikan masalah yang diberikan.

2. Hipotesis Kedua

Berdasarkan uji ANAVA terhadap nilai test kemampuan pemecahan masalah matematis yang diajarkan dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair

kurang dari nilai alpha yang telah di tetapkan, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis yang diajarkan dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan tipe Number

Heads Together.

Berdasarkan hal itu, maka siswa yang mendapatkan strategi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan tipe Number Heads Together menghasilkan kemampuan pemecahan masalah matematis yang berbeda. Maka dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan tipe Number Heads

Together mempunyai perbedaan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis

siswa. Hal ini disebabkan oleh kemampuan atau ilmu matematika yang dimiliki seseorang itu berbeda-beda, jika dalam kehidupan sehari-hari konsep atau aturan matematika yang ia pahami digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pemecahan masalah maupun hanya untuk pengaplikasian dalam soal saja. Sehingga ketika diberikan pembelajaran dengan Think Pair Share, tidak hanya terfokus pada kemampuan pemecahan masalah siswa saja namun karena proses pembelajaran di tuntut untuk bisa mengkomunikasikannya. Tetapi untuk kelas yang diberikan pembelajaran dengan Number Heads Together yang menerapkan belajar merupakan proses dari suatu permasalahan yang diberikan kemudian menyimpulkan informasi dari masalah yang ada kemudian dicari solusi dari permasalahan tersebut dan dapat dipertanggung jawabkan oleh setiap siswa sehingga hasil kemampuan pemecahan masalah yang diperoleh berbeda dari model kooperatif tipe Think Pair share.

3. Hipotesis Ketiga

Berdasarkan uji ANAVA terhadap nilai test kemampuan komunikasi matematis yang diajarkan dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan tipe Number Heads Together menghasilkan nilai signifikan yang di dapat lebih dari nilai alpha yang telah di tetapkan, sehingga Ha ditolak dan H0 diterima bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis yang diajarkan dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan tipe Number Heads

Together.

Berdasarkan hal itu, pada penelitian terdahulu telah menghasilkan kemampuan komunikasi siswa yang terpengaruh setelah diajarkan dengan kedua model tersebut, namun pada hasil penelitian ini nilai kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan strategi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan tipe Number

Heads Together tidak mempunyai perbedaan yang signifikan. Maka dapat

disimpulkan bahwa strategi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan tipe

Number Heads Together tidak mempunyai perbedaan terhadap kemampuan

komunikasi matematis siswa.

Hal ini disebabkan bahwa dalam proses pembelajaran kooperatif tipe Think Pair

Share dan tipe Number Heads Together memuat kegiatan yang melibatkan keaktifan

siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Kegiatan tersebut meliputi diskusi dalam kelompok mengenai materi yang sedang dipelajari dan menyampaikannya kepada seluruh siswa, sehingga siswa mampu menarik kesimpulan dengan bahasa sendiri.

Dokumen terkait