BAB IV HASIL PENELITIAN
B. Uji Persyaratan Analisis
1. Uji Normalitas
Salah satu teknik dalam uji normalitas adalah teknik analisis Lilliefors, yaitu suatu teknik analisis uji persyaratan sebelum dilakukannya uji hipotesis. Berdasarkan sampel acak maka diuji hipotesis nol bahwa sampel berasal dari populasi berdistribusi normal dan hipotesis tandingan bahwa populasi
berdistribusi tidak normal. Menggunakan ketentuan, jika Lhitung< Ltabel maka sebaran data berdistribusi normal. Tetapi jika Lhitung> Ltabel maka sebaran data tidak berdistribusi normal. Hasil analisis normalitas untuk masing-masing sub kelompok dapat dijelaskan sebagai berikut:
a) Tingkat Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa yang Diajar dengan Strategi Pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair Share (A1B1)
Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas untuk sampel pada hasil kemampuan pemecahan masalah matematis yang diajar dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair share (A1B1) diperoleh nilai Lhitung = 0,095 dengan nilai Ltabel = 0,148. Karena Lhitung < Ltabel yakni 0,095 < 0,148 maka dapat disimpulkan hipotesis nol diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa: sampel pada hasil kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair share berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
b) Tingkat Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa yang Diajar dengan Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe Number Heads Together (A2B1)
Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas untuk sampel pada hasil kemampuan pemecahan masalah matematis yang diajar dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Number Heads Together (A2B1) diperoleh nilai Lhitung = 0,083 dengan nilai Ltabel = 0,148. Karena Lhitung < Ltabel yakni 0,083 < 0,148 maka dapat disimpulkan hipotesis nol diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa: sampel pada hasil kemampuan pemecahan masalah
matematis siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe
Number Heads Together berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
c) Tingkat Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa yang Diajar dengan Strategi Pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair Share (A1B2)
Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas untuk sampel pada hasil kemampuan komunikasi matematis yang diajar dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (A1B2) diperoleh nilai Lhitung = 0,072 dengan nilai Ltabel = 0,148. Karena Lhitung < Ltabel yakni 0,072 < 0,148 maka dapat disimpulkan hipotesis nol diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa: sampel pada hasil kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
d) Tingkat Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa yang Diajar dengan Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe Number Heads Together (A2B2)
Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas untuk sampel pada hasil kemampuan komunikasi matematis yang diajar dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Number Heads Together (A2B2) diperoleh nilai Lhitung = 0,072 dengan nilai Ltabel = 0,148. Karena Lhitung < Ltabel yakni 0,072 < 0,148 maka dapat disimpulkan hipotesis nol diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa: sampel pada hasil kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Number Heads Together berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
e) Tingkat Kemampuan Pemecahan Masalah dan Kemampuan Komunikasi Matematis yang Diajar dengan Strategi Pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair Share (A1)
Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas untuk sampel pada hasil kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan komunikasi matematis yang diajar dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (A1) diperoleh nilai Lhitung = 0,06 dengan nilai Ltabel = 0,104. Karena Lhitung < Ltabel yakni 0,06 < 0,104 maka dapat disimpulkan hipotesis nol diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa: sampel pada hasil kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
f) Tingkat Kemampuan Pemecahan Masalah dan Kemampuan Komunikasi Matematis yang Diajar dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe Number Heads Together (A2)
Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas untuk sampel pada hasil kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan komunikasi matematis yang diajar dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Number Heads Together (A2) diperoleh nilai Lhitung = 0,073 dengan nilai Ltabel = 0,104. Karena Lhitung < Ltabel yakni 0,073 < 0,104 maka dapat disimpulkan hipotesis nol diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa: sampel pada hasil kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Number Heads Together berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
g) Tingkat Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis yang Diajar dengan Strategi Pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair Share dan Tipe Number Heads Together (B1)
Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas untuk sampel pada hasil kemampuan pemecahan masalah matematis yang diajar dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan tipe Number Heads
Together (B1) diperoleh nilai Lhitung = 0,076 dengan nilai Ltabel = 0,104. Karena Lhitung < Ltabel yakni 0,076 < 0,104 maka dapat disimpulkan hipotesis nol diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa: sampel pada hasil kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan tipe
Number Heads Together berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
h) Tingkat Kemampuan Komunikasi Matematis yang Diajar dengan Strategi Pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair Share dan Tipe Number Heads Together (B2)
Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas untuk sampel pada hasil kemampuan komunikasi matematis yang diajar dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan tipe Number Heads Together (B2) diperoleh nilai Lhitung = 0,076 dengan nilai Ltabel = 0,104. Karena Lhitung < Ltabel
yakni 0,076 < 0,104 maka dapat disimpulkan hipotesis nol diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa: sampel pada hasil kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair
Share dan tipe Number Heads Together berasal dari populasi yang
Kesimpulan dari seluruh pengujian normalitas sub kelompok data, bahwa semua sampel berasal dari populasi berdistribusi normal. Rangkuman hasil analisis normalitas dari masing-masing kelompok dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.18
Rangkuman Hasil Uji Normalitas dari Masing-masing Sub Kelompok Kelompok Lhitung Ltabel Kesimpulan
A1B1 0,095 0,148 H0 : Diterima, Normal A1B2 0,072 A2B1 0,083 A2B2 0,072 A1 0,060 0,104 H0 : Diterima, Normal A2 0,073 B1 0,076 B2 0,072 Keterangan :
A1B1 : Kemampuan pemecahan masalah matematis yang diajar menggunakan Strategi Pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair Share.
A1B2 : Kemampuan komunikasi matematis yang diajar menggunakan Strategi Pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair Share.
A2B1 : Kemampuan pemecahan masalah matematis yang diajar menggunakan Strategi Pembelajaran Kooperatif tipe Number Heads
A2B2 : Kemampuan komunikasi matematis yang diajar menggunakan Strategi Pembelajaran Kooperatif tipe Number Heads Together.