BAB III METODE PENELITIAN
4.6. Pembahasan Hasil Penelitian
t Ratio, Total Assets Turnover, Inventory Turnover, Net Profit Margin dan Return On Assets tidak dapat digunakan sebagai dasar dalam
n bahwa hipotesis penelitian ini yang menyatakan bahwa “diduga Current Ratio (X1),
Total Ass 2 3 4
5
mendatang pada perusahaan otomotif”, tidak teruji kebenarannya.
0,217, tingkat signifikan pada Return On Assets (X5) sebesar 0,075.
Hasil uji secara parsial menunjukkan bahwa variabel Current Ratio, Total Assets Turnover, Inventory Turnover, Net Profit Margin dan Return On Assets secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel pertumbuhan laba. Sedangkan hasil uji kesesuaian model menunjukkan bahwa model regresi linier berganda tidak sesuai untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama. Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa variabel Curren
memprediksi pertumbuhan laba dimasa yang akan datang. Hanya 20,7% variabel ini mempenngaruhi pertumbuhan laba. Sedangkan 79,3% dipengaruhi oleh variabel lain.
Berdasarkan hasil uji t tersebut diatas, dapat disimpulka
ets Turnover (X ), Inventory Turnover (X ) , Net Profit Margin (X ) dan Return On Assets (X ) dapat mempengaruhi pertumbuhan laba dimasa
83
Berikut ini pembahasan tidak berpenngaruhnya Current Ratio, Total
Assets Turnover, Inventory Turnover, Net Profit Margin dan Return On Assets terhadap pertumbuhan laba:
Current Ratio
signifikan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan otomotif yang go public di BEI. Karena current ratio merupakan rasio likuiditas yang digunakan untuk menilai berapa besar kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban lancarnya dengan aktiva yang dapat dijadikan uang dalam jangka waktu yang sama dengan waktu jatuh tempo hutang. Hal ini bisa disebabkan oleh rendahnya rasio lancar sehingga perusahaan-perusahaan di Indonesia banyak menggunakan dana yang berasal dari kewajiban jangka panjang (rasio solvabilitas)(Meythi,
Variabel secara parsial tidak memilki pengaruh yang
2005). Hasil penelitian tidak mampu menduk
tertentu, namun rasio ini hanya menunjukkan hubungan antara penghasilan ung penelitian yang dilakukan oleh Tulasi (2006) yang menunjukkan bahwa Current Ratio berpengaruh terhadaap kinerja keuangan (pertumbuhan laba).
Menurut Munawir (2002: 88), total assets turnover merupakan ukuran tentang sampai seberapa jauh aktiva ini telah dipergunakan didalam kegiatan perusahaan atau menunjukkan berapakali asset berputar dalam suatu periode
dengan aktiva yang dipergunakan dan tidak memberi gambaran tentang laba yang diperoleh. Menurut (Moeljadi, 2006: 50), total assets turnover
menunjukkan bagaimana efektifitas perusahaan menggunakan keseluruhan aktiva untuk menciptakan penjualan dan mendapatkan laba. Total assets turnover yang tinggi dapat disebabkan oleh aktiva perusahaan yang sudah tua dan sudah habis susut, jadi total assets turnover yang tinggi ini karena keadaan perusahaan. Hal ini menjelaskan bahwa total assets turnover belum cukup memberikan gambaran yang yang pasti tentang keefektifan kegiatan perusahaan,
tinggi, memberikan indikasi bahwa perusahaan tersebut makin efisien dalam Uraian tersebut tidak sesuai dengan penelitian yang dihasilkan Meriewaty dan Setyani (2005) yaitu variabel total assets turnover memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja (untuk earning after tax).
Variabel inventory turnover tidak memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap pertumbuhan laba perusahaan otomotif yang go public di BEI. Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian suprihatmi dan wahyudin (2005)
bahwa inventory turnover mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan laba.
Hal ini berarti perusahaan belum efektif dan efisien dalam menggunakan persediaan yang ada sesuai dengan kebijakan persediaan, persediaan yang ada terlalu banyak menumpuk diperusahaan karena permintaan konsumen yang menurun akan produk dari perusahaan sehingga menyebabkan persediaan yang ada terus bertambah. Dengan menumpuknya persediaan maka barang yang dijual sedikit maka pendapatan yang didapatkan akan sedikit pula. Menurut Lukviarman (2006: 29) perusahaan yang perputaran persediaan lebih
85
mengelola persediaan. Upaya yang dapat dilakukan agar hasil yang diperoleh sesuai dengan teori tersebut adalah memperhatikan keseimbangan perputaran persediaan didalam
g penelitian Suprihatmi dan wahyudin (2005) yang membuktikan bahwa NPM tidak berp
uhan laba. Hasil ini tidak perusahaan, dan meningkatkan pemeliharaan persediaan agar tidak terjadi kehabisan persediaan.
Variabel Net Profit Margin tidak memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap pertumbuhan laba perusahaan otomotif yang go public di BEI. Hal ini disebabkan dari faktor luar, karena kondisi ekonomi yang tidak stabil, sehingga meskipun penjualan mengalami peningkatan tapi tidak diimbangi dengan penurunan biaya, maka laba akan mengalami penurunan. Kemampuan Net Profit Margin dalam memprediksi pertumbuhan laba sangat dimungkinkan karena beberapa hal seperti apakah harga jual yang terlalu rendah meskipun volume penjualan meningkat. Atau volume penjualan menurun karena harga jual yang terlalu tinggi. Hal seperti ini yang menyebabkan laba perusahaan tidak maksimal. Hasil penelitian ini sesuai dan mampu mendukun
engaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba.
Variabel Return On Assets tidak memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap pertumbuhan laba perusahaan otomotif yang go public di BEI. Hal ini disebabkan karena kurangnya memaksimalkan aktiva yang dimiliki sehingga tidak memiliki pengaruh terhadap pertumb
mampu
mempengaruhi pertumbuhan laba. Faktor tersebut berasal dari kondisi
f
.6.1.
Berikut perbedaan penelitian sekarang
T el 4
No eneliti
mendukung penelitian Meythi (2005) yang membuktikan bahwa ROA berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba.
Berdasarkan pengamatan yang ada, ada faktor lain yang
eksternal perusahaan yaitu opini masyarakat tentang perusahaan tersebut, orce majeur, kondisi politik dan sosial yang terjadi.
4 Perbedaan Hasil Penelitian Sekarang dengan Penelitian-Penelitian Terdahulu
dengan penelitian-penelitian terdahulu:
ab .16 : Perbedaan Pen
Nama P
elitian
Variabel Penelitian Hasil Penelitian
1 Suprihatmi dan
Wahyudin (2005)
r, total asset turnover, return on investment, dan return on equity
n la debt to equity, leverage
ratio, gross profit margin, net profit margin, inventory turnove
Gross profit margin, inventory turnover, return on investment, dan return on equity berpengaruh terhadap
perubaha ba. Dari
hasil uji t tersebut ditunjukkan bahwa
variabel inventory
turnover turnover dan return on unvestment
87
mempunyai pengaruh positif sedangkan untuk varibel gross profit margin, dan return on equity mempunyai pengaruh negatif terhadap perubahan laba. 2 Meythi (2005) erage collection period, fixed asset turnover, total asset turnover), dan rasio pertumbuhan laba.
laba.
haan
rasio likuiditas (current
ratio, quick ratio), rasio
solvabilitas (debt ratio,
equity to total asset, equity to total liabilities, equity to fixed asset), rasio profitabilitas (profit margin, return on asset, return on equity), rasio
aktivitas (inventory
turnover, av
Bahwa untuk semua rasio keuangan yaitu current ratio, quick ratio, rasio debt ratio, equity to total asset, equity to total liabilities, equity to fixed asset, profit margin, return on asset, return on equity, inventory turnover, average collection period, fixed asset turnover, total asset turnover, dan rasio pertumbuhan
ROA yang paling baik dalam memprediksi pertumbuhan laba perusa
manufaktur sector basic and chemical untuk periode 2000-2003.
3 Meriewaty dan
Astuti (2005)
Turnover Ratio, terhadap perubahan Current Ratio, Quick
Ratio, Working Capital to Total Assets Ratio, Total Debt to Equity Ratio, Total Debt to Total Capital Assets Ratio, Long Term Debt to Equity Ratio, Total Assets Turnover Ratio, Inventory Turnover Ratio, Average Day”s Inventory Ratio, Working Capital
Gross Profit Margin, Net Profit Margin, Return On Investment, Return On Equity.
Bahwa rasio keuangan yang berpengaruh terhadap perubahan kinerja (untuk earning after tax) adalah rasio Total debt to capital assets, Total assets turnover dan Return on investment. Sedangkan rasio keuangan yang berpengaruh signifikan kinerja (untuk operating profit) adalah current ratio.
89
4 Tulasi (2006) Current Ratio, Fixed
Assets Turnover, Gross Profit Margin, Market to book ratio. l a Efek akarta, variabel-r dan (GPM) bahwa rasio keuangan dan ukuran perusahaan mampu menjelaskan secara signifikan probabi itas kinerja keuangan perusahaan tekstil dan industri tekstil yang terdaftar pada Burs J variabel yang signifikan dalam menguku memprediksi kinerja keuangan perusahaan
adalah current ratio
(CR), gross profit margin dan ukuran perusahaan (firm’s size) 5 Rizkiyah Eny (2010)
Current Ratio, Total Assets Turnover, Inventory Turnover, Net
Profit Margin, Return On Assets
bahwa
variabel Current
Ratio, Total Assets Turnover, Inventory Turnover, Net Profit Margin, Return On Hasil uji penelitian menunjukkan
Assets tidak berpengaruh terhadap
laba baik secara bersama-sama maupun variabel pertumbuhan
secara parsial. Sumber : Peneliti
4.6.2. Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini memiliki keterbatasan yang dapat diperbaiki pada penelitian berikutnya yaitu:
1. Sampel penelitian relatif kecil hanya perusahaan otomotif yang go public di
Bursa Efek Indonesia yang berjumlah delapan perusahaan.
2. Periode pengamatan relatif singkat yaitu lima tahun pengamatan yaitu tahun
2005-2009.
3. Jenis rasio keuangan yang digunakan hanya rasio likuiditas, rasio aktifitas,
rasio profitabilitas, sehingga penelitian yang akan datang hendaknya menambah variabel penelitian ini, seperti rasio leverage.
91
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan
Penelitian ini membahas mengenai faktor-faktor yang memppengaruhi pertumbuhan laba pada perusahaan otomotif yang go public di Bursa Efek Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Sedangkan berdasarkan hasil uji kesesuaian model menunjukkan bahwa model regresi linier berganda yang dihasilkan adalah tidak sesuai untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama variabel Current Ratio, Total Assets Turnover, Inventory Turnover, Net Profit Margin dan Return On Assets terhadap pertumbuhan laba.
Berdasarkan hasil uji secara parsial bahwa variabel Current Ratio, Total Assets Turnover, Inventory Turnover, Net Profit Margin dan Return On Assets tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba, sehingga hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa “diduga Current Ratio, Total Assets Turnover, Inventory Turnover, Net Profit Margin dan Return On Assets dapat mempengaruhi pertumbuhan laba dimasa mendatang pada perusahaan otomotif “, tidak teruji kebenarannya.
91
92
5.2. Saran
Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian yang diperoleh diatas, maka beberapa saran yang dapat diberikan untuk dijadikan sebagai pertimbangan dalam melakukan penelitian selanjutnya, yaitu:
1. Diharapkan peneliti selanjutnya mempertimbangkan variabel yang lain yang berkaitan dengan rasio keuangan yang kemungkinan berpengaruh terhadap pertumbuhan laba.
2. Cakupan objek penelitian dapat diperluas dengan menambah perusahaan lain sehingga diperoleh hasil penelitian yang lebih baik.
3. Periode pengamatan perlu diperpanjang untuk dapat memberikan gambaran apakah hasil yang didapat akan tetap konsisten dengan penelitian-penelitian terdahulu.
”Veteran” Jawa Timur.
Baridwan, Zaki, 2000, Intermediate Accounting, Edisi ke Tujuh, Penerbit BPFE, Yogyakarta.
Ghozali, Imam, 2006, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Edisi Ke Tiga, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
Harahap, Sofyan Syafri, 2009, Analisa Kritis atas Laporan Keuangan, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Harahap, Sofyan Syafri, 2007, Teori Akuntansi, Edisi Revisi, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Ikatan Akuntan Indonesia, 2007, Standart Akuntansi Keuangan, Buku Satu, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Kieso, Donald, E, 2002, Akuntansi Intermediate, Penerbit Erlangga, Jakarta. Lukviarman, Niki, 2006, Dasar-dasar Manajemen Keuangan, Penerbit Andalas
University, Padang.
Moeljadi, 2006, Manejemen Keuangan, Edisi Pertama, Penerbit Bayumedia, Malang-Jatim.
Munawir, 2004, Analisa Laporan Keuangan, Penerbit Liberty, Yogyakarta Prastowo, Dwi, 2005, Analisa Laporan Keuangan, Konsep dan Aplikasi, Edisi
ke Dua, Akademi Manajemen Perusahaan YKPN, Yogyakarta.
Riyanto, Bambang, 2001, Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi Ke Empat, Penerbit BPFE_UGM, Yogyakarta.
Santoso, Singgih, 2001, Buku Latihan SPSS Statistik Non Parametrik. Cetakan Pertama. Penerbit PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.
Sawir, Agnes, 2005, Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Sumarsono, 2004, Metode Penelitian Akuntansi, Edisi Revisi, Penerbit FE _UPN ”Veteran” Jawa Timur, Surabaya.
Syamsuddin, Lukman, 1998, Manajemen Keuangan Perusahaan, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Astuti, Dewi, 2004, Manajemen Keuangan Perusahaan, PT. Ghalia, Bogor. Warren et. All, 2005, Pengantar Akuntansi, Edisi Ke Dua Puluh Satu, Salemba
Empat, Jakarta.
Will, John J, Subramanyan, K.R, and Halsey, Robert F, 2005, Analisis Laporan Keuangan, Edisi Ke Delapan, Terjemahan Yanivi dan Nurwahyu, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Meythi, 2005,”Rasio Keuangan Yang Paling Baik Untuk Memprediksi Pertumbuhan Laba : Suatu Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta”. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol.XI No.2, September 2005, hal. 254-271.
Suprihatmi dan Wahyudin, 2005, ”Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Kemampuan Memprediksi Perubahan Laba Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di PT. Bursa Efek Jakarta”, http: www. Google.com
Zainuddin, 1999,”Manfaat Rasio Keuangan dalam Memprediksi Pertumbuhan Laba : Suatu Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta”. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia Vol.2 No,1, Januari.
Tulasi, Daniel, 2006, ” Kemampuan Rasio Keuangan dan Ukuran Perusahaan dalam Memprediksi Kinerja Keuangan ( studi perusahaan tekstil yang tercatat di Bursa Efek Jakarta)”. Jurnal Widya Manajemen dan Akuntansi, Volume 6, Nomor 3, Desember 2006, hal. 366-384.