BAB III METODE PENELITIAN
3.4. Teknik Analisis dan Uji Hipotesis
3.4.4. Uji Hipotesis
Prosedur pengujian yang dilakukan untuk masing-masing uji hipotesis antara lain sebagai berikut :
49
a. Uji F ( Uji Kesesuaian model )
Untuk mengetahui kesesuaian atau kecocokan model terhadap variabel terikat, maka digunakan uji F, dengan prosedur sebagai berikut (Anonim, 2009: L-22) :
Hipotesis
1. H0 : β1,β2,β3,β4,β5= 0 (X1X2X3X4X5 tidak berpengaruh terhadap Y).
. .
H1 : β1,β2,β3,β4,β5 ≠ 0 (X1X2X3X4X5 berpengaruh terhadap Y).
2. Dalam penelitian ini digunakan tingkat signifikan 0,05 dengan derajat
bebas (n-k), dimana n : jumlah pengamatan, dan k : jumlah variabel. Ketentuan pengujian (Sulaiman, 2004: 81):
a. Jika tingkat signifikan (p-value) ≥ 0.05 maka H0 diterima dan H1
ditolak.
b. Jika tingkat signifikan (p-value) < 0,05 maka H0 ditolak dan H1
diterima. b. Uji t ( Uji parsial )
Uji t digunakan untuk menguji seberapa besar tingkat pengaruh beberapa variabel bebas terhadap variabel persial. Dengan menggunakan langkah-langkah (Anonim, 2009: L21)
Hipotesis
1. H0 : βj = 0, (X1 X2 X3X4X5 tidak berpengaruh terhadap Y)
H1 : βj ≠ 0 (X1 X2 X3 X4 X5 berpengaruh terhadap Y)
di
b. Jika tingkat signifikan (p-value) < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima
2. Dalam penelitian ini digunakan tingkat signifikan 0,05 dengan
derajat bebas (n-k), dimana n : jumlah pengamatan dan k : jumlah variabel.
Ketentuan Pengujian (Sulaiman, 2004: 81-82) :
a. Jika tingkat signifikan (p-value) ≥ 0,05 maka H0 diterima dan H1
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Deskripsi Obyek Penelitian 4.1.1. PT. Astra Otoparts Tbk
PT. Astra Otoparts Tbk didirikan berdasarkan akta notaris No.50 tanggal 20 September 1991 dari Rukmasanti Hardjasatya, S.H., notaris di Jakarta, dengan nama PT. Federal Adiweraserasi. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-1326.HT.01.01.TH.92 tanggal 11 Februari 1992 serta diumumkan dalam Berita Negara No. 39 tambahan No. 2208 tanggal 15 Mei 1992.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir diubah dengan akta notaries No. 37 tanggal 26 Oktober 2005 dibuat dihadapan Pahala Sutrisno Amijoyo Tampubolon, S.H.,M.kn.,notaries di Jakarta, mengenai pengeluaran saham dan efek ekuitas. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah memperolrh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-29815HT. 01.01.TH.2005 pada tanggal 27 Oktober 2005 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 101 Tambahan No. 1193 tanggal 20 Desember 2005.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan perusahaan terutama bergerak dalam perdagangan suku cadang
51
kendaraan bermotor baik lokal maupun ekspor dan menjalankan usaha dalam bidang industry logam, suku cadang kendaraan bermotor dan industri plastik.
Perusahaan memulai kegiatan komersialnya pada tahun 1991. Saat ini kegiatan pemasaran perusahaan meliputi dalam negeri dan luar negeri termasuk Asia, Timur Tengah dan Afrika, dan memiliki divisi perdagangan yang beroperasi di Singapura dan anak perusahaan di Australia. Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha Astra Grup. Pabrik Perusahaan beralamat di Jalan Raya Pegangsaan dua Km. 2,2, Kelapa Gading, Jakarta.
4.1.2. PT. Selamat Sempurna Tbk
PT. Selamat Sempurna Tbk (“Perusahaan”) adalah sebuah perusahaan suku cadang mobil yang didirikan pada tanggal 19 januari 1976 berdasarkan akta Notaris Ridwan Suselo, S.H., No.207. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/96/5 tanggal 22 Maret 1976.
Anggaran dasar perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta Notaris Frans Elsius Muliawan, S.H., No.22 tanggal 23 Mei 2008 sehubungan dengan perubahan seluruh anggaran dasar perusahaan untuk disesuaikan dengan Undang- Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 mengenai “Perseroan Terbatas” . Akta perubahan tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-76189.A.H.01.02.Tahun 2008 tanggal 21 Oktober 2008.
53
Sesuai anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan perusahaan
terutama adalah bergerak dalam bidang industry alat-alat perlengkapan (suku cadang) dari berbagai macam alat-alat mesin pabrik dan kendaraan, dan sejenisnya.
Perusahaan berkedudukan di Jakarta, dengan kantor pusat di Wisma
ADR, Jalan Pluit Raya I No. 1, Jakarta Utara Utara, sedangkan pabriknnya berlokasi di Jakarta dan Tangerang. Perusahaan memulai kegiatan operasi komersialnya sejak tahun 1980.
4.1.3. PT. Astra International Tbk
PT. Astra International tbk (“Perseroan”) didirikan pada tahun 1957
dengan nama PT. Astra International Incorporated. Pada tahun 1990, perseroan mengubah namanya menjadi PT. Astra International Tbk. Perseroan berdomisili di Jakarta, Indonesia, dengan kantor pusat di Jl. Gaya Motor Raya No. 8, Sunter II, Lakarta.
Perseroan didirikan dengan Akta Notaris Sie Khwan Djioe No. 67 tanggal 20 februari 1957 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. J.A.5/53/5 tanggal 1 juli 1957. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir dilakukan dengan Akta Notaris P.S.A. Tampubolon, S.H. No. 30 tanggal 25 Maret 1999 yang memberikan wewenang kepada direksi untuk melakukan penerbitan saham tanpa memberikan hak untuk memesan terlebih dahulu kepada para pemegang saham yang ada pada saat itu dengan ketentuan bahwa
penerbitan saham harus memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Perubahan Anggaran Dasar ini telah dicatat oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-5625.HT.01.04.Th.99 tanggal 30 Maret 1999 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 45 tanggal 4 September 1999 Tambahan No. 143.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, kegiatan utama dari
group otomotif ini adalah perdagangan umum, perindustrian, jasa pertambangan, pengangkutan, pertanian, pembangunan, jasa konsultasi, industry peralatan berat, industry kayu, agribisnis, peralatan elektronik, industry dasar dan jasa keuangan. Perusahaan merupakan produsen otomotif terbesar, diantaranya Toyota yang ada di Indonesia. Ruang lingkup kegiatan utama anak perusahaan meliputi perakitan dan penyaluran mobil, sepeda motor berikut suku cadangnya, penjualan dan penyewaan alat-alat berat, pertambangan dan jasa terkait, pengembangan perkebunan, jasa keuangan, dan teknologi informasi.
Pada bulan November 1992, pemilik saham mayoritas, William
Sperydjaya menjual 100 juta saham perusahaan pada beberapa perusahaan dan perorangan seperti PT. Danareksa Fund Management, Oykel Limited, PT. Delta Mustika, Prajogo Pangestu and Henry Pribadi. Pada bulan juni 1993, Oykel LTd menjual keseluruhan kepemilikan perusahaan motor Toyota
55
Jepang. Perusahaan memiliki 73 perusahaan penyalur 40 perusahaan adalah pemilik modal langsung dan 33 pemilik modal tidak langsung.
Tahun 1996, perusahaan merencanakan untuk membangun sebuah
pabrik geothermal di Palembang dengan biaya Rp. 350 juta. Perusahaan akan dibeli oleh PLN dan akan menghasilkan kapasitas sebesar 130 MW. Perusahaan akan dibanngun oleh perusahaan afiliasi yaitu PT. Astrated Nusantara dan akan beroperasi tahun 1999.
Tahun 1998, perusahaan akan meluncurkan mobil terbarunya yang
diisukan lebih murah harganya dari Kijang (mobil keluarga favorit) dan mungkin akan menjadi pesaing yang potensial bagi mobil nasional yaitu Timor.
4.1.4. PT. Intraco Penta Tbk
PT Intraco Penta Tbk (Perusahaan atau Induk Perusahaan) didirikan
berdasarkan Akta No. 13 tanggal 10 Mei 1975 dari Milly Karmila Sareal, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/199/15 tanggal 10 Juni 1975 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 38 tanggal 11 Mei 1993, Tambahan No. 2084. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 7 tanggal 16 Desember 2005 dari Fathiah Helmi, S.H., notaris di Jakarta mengenai perubahan nilai nominal saham. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah diterima dan dicatat oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dengan
registrasi No. C-00101.HT.01.04.TH.2006, tanggal 3 Januari 2006. Sesuai dengan pasal 3 dari Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama meliputi bidang perdagangan dan penyewaan alat-alat berat dan suku cadang, serta memberikan jasa pelayanan yang berkenaan dengan perakitan dan perbengkelan. Perusahaan memulai usahanya secara komersial pada tahun 1975. Kantor pusat perusahaan terletak di Jl. Pangeran Jayakarta No.115, Blok C1-2-3, Jakarta 10730, sedangkan cabang-cabang Perusahaan terletak di beberapa kota di Indonesia.
4.1.5. PT. Branta Mulia Tbk
PT. Branta Mulia Tbk (“perseroan”) didirikan dalam rangka penanaman modal dalam negeri berdasarkan Undang-Undang No. 6 Tahun 1968, dengan akte notaries Ridwan Suselo tanggal 8 Juli 1981 No. 83, diubah dengan akte-akte notaries yang sama tanggal 27 Nopember 1981 No. 288 dan 28 Januari 1981 No. 261; akte-akte ini disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan No. 795, 796 dan 797 tanggal 4 Maret 1982, dan diumumkan dalam tambahan No. 771 pada Berita Negara No. 50 tanggal 22 Juni 1982. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 1 April 1987.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasarnya, perseroan bergerak dalam
bidang industri pembuatan dan pemasar5an ban, filament tarn (serat-serat nylon, polyster, rayon), nylon tire cord (benang nylon untuk ban) dan bahan baku polyster (purified terepthalic acid). Saat ini, kegiatan usaha utama
57
perseroan adalah memproduksi dan memasarkan tire cord fabric (kain ban) dan benang ban nylon.
4.1.6. PT. Multistrada Arah Sarana Tbk
PT. Multi Strada Arah Sarana Tbk (Perusahaan) didirikan di Republik
Indonesia pada tanggal 20 Juni 1988 dengan nama PT. Oroban Perkasa dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal dalam Negeri No.6 Tahun 1968, yang diubah dengan Undang-Undang No. 12 Tahun 1970, berdasarkan akta notaris Lukman Kirana, S.H., No. 63. Akta pendirian disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. 8932.HT.01.01.-TH.88 tanggal 20 September 1988, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 41, Tambahan No. 1877, tanggal 22 Mei 1990. Anggaran dasar perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Benny Kristianto, SH. No 18 tanggal 5 April 2007 antara lain, mengenai peningkatan modal dasar perusahaan. Perubahan ini telah diterima dan disetujui oleh Mentri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia berdasarkan surat keputusan No. w7-04176 HT.01-04-TH 2007. Tanggal 16 April 2007, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No 26, tambahan No 62, Tambahan No 7828 tanggal 3 Agustus 2007 sampai dengan tanggal 19 Maret 2008. Perusahaan masih dalam proses pengajuan untuk mendapatkan persetujuan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sehubungan dengan perubahan ini.
Sebagaimana dinyatakan dalam pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan perusahaan adalah menjalankan usaha dibidang industry ban yang mencakup usaha pembuatan ban untuk semua jenis kendaraan bermotor. Saat ini perusahaan bergerak dalam bidang industry, pembuatan ban luar kendaraan bermotor.
Perusahaan dan pabriknya yang memiliki kapasitas produksi normal
4.431.000 ban mobil dan 237.000 ban motor per tahun per 31 Desember 2007 dan 3.209.000 ban mobil per tahun per 31 Desember 2006, berdomisili dan berlokasi di Cikarang Timur dengan alamat kantor di Jl. Raya Lemahabang, Cikarang Timur, Jawa Barat. Perusahaan mulai beroprasi secara komersial pada bulan Agustus 1995. Hasil produksi perusahaan dipasarkan di dalam dan diluar negri, termasuk ke Timur Tengah, Eropa,Australia, Afrika, Asia dan Amerika.
4.1.7. PT. United Tractor Tbk
PT. United Tractors Tbk (Perusahaan) didirikan di Indonesia pada
tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama PT. Inter Astra Motor Works, berdasarkan akta pendirian No. 69, oleh notaries Djojo Muljadi, S.H. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5?34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan telah diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.
59
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan yang terakhir dilakukan dengan Akta No. 25 tanggal 16 Agustus 2000 oleh Refizal, S.H.,notaris di Jakarta, berkaitan dengan peningkatan modal dasar Perusahaan dari sejumlah Rp 500 miliar menjadi Rp 1.500 miliar. Perubahan tersebut telah mendapatkan persetujuan Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. C-16066.HT.01.04.Th.2000 tanggal 2 Agustus 2000 dan telah diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 51 tanggal 26 Juni 2001, Tambahan No. 249. Ruang lingkup kegiatan Perusahaan dan anak perusahaan (bersama-sama disebut “Grup”) meliputi penjualan dan penyewaan alat berat beserta pelayanan purna jual, penambangan dan kontraktor penambangan. Perusahaan memulai kegiatan operasinya pada tahun 1973.
Perusahaan berkedudukan di Jakarta dan mempunyai 18 cabang, 15
kantor lokasi (site offices) dan 12 kantor perwakilan yang tersebar diseluruh
Indonesia. Kantor pusat berlokasi di Jalan Raya Bekasi Km. 22, Cakung, Jakarta. Pada tahun 1989, Perusahaan melakukan Penawaran Umum Perdana pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (sekarang BursaEfek Indonesia) dengan menawarkan sejumlah 2,7 juta lembar saham dengan nilai nominal Rp 1.000 (Rupiah penuh) per lembar saham, dengan harga penawaran sebesar Rp 7.250 (Rupiah penuh) perlembar saham. Pada bulan April 2000, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal saham ditempatkan dari Rp 138 miliar menjadi Rp 386,4 miliar. Peningkatan ini dilakukan dengan
kapitalisasi selisih penilaian kembali aktiva tetap sejumlah Rp.248,4 miliar, dimana setiap pemilik lima lembar saham menerima sembilan lembar saham baru.
4.1.8. PT. Tunas Ridean Tbk
PT. Tunas Ridean Tbk (“Perseroan”) didirikan pada tahun 1967
sebagai perusahaan keluarga dengan nama Tunas Indonesia Motor, importer dan penyalur resmi Marcedes-Benz, Fiat dan Holden. Pada tahun 1980, unit usaha grup dikonsolidasikan kedalam satu perusahaan induk, PT. Tunas Ridean Tbk. Perusahaan ini terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1995. Pada tahun yang sama, Jardine Motors Group ( yang sekarang menjadi Jardine Cycle and Carriage Ltd).
Untuk dapat melayani konsumen, Grup mengoperasikan jaringan
outlet penjualan dan purnajual. Melalui jaringan ini, pada tahun 2009, grop menguasai 4,3% pangsa pasar nasional mobil baru dan 1,8% sepeda motor baru. Lima merek otomotif utamanya adalah Toyota, Daihatsu, BMW, Peugeot dan sepada motor Honda, yang semuanya merupakan merek internasional terkemuka yang telah sangat diterima oleh konsumen Indonesia.
Perusahaan asosiasi yang dimiliki 49% sahamnya oleh Grup, PT. Mandiri Tunas Finance (dahulu PT. Tunas Financindo Sarana) mengoperasikan jaringan pusat pembiayaan konsumen yang ekstensif di kota-kota besar Indonesia, untuk membiayai pembelian mobil baru dan bekas. Selain itu, melalui anak perusahaan grup, PT. Surya Sudeco, grup
61
menyediakan layanan penyewaan kendaraan dan pengelolaan armada untuk jangka panjang dan pendek bagi klien korporasi. Sebagai bagian dari komitmennnya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, grup juga mengoperasikan TUNASFRIEND layanan darurat dan Derek 24 jam.
Dengan komitmen Grup kepada pelayanan konsumen yang terbaik dan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan konsumen Indonesia, Grup Tunas Ridean berada pada posisi yang tepat untuk mewujudkan visinya menjadi penyedia solusi otomotif terpadu yang terbaik di Indonesia.