BAB III : METODE PENELITIAN
B. Pembahasan
1. Siklus Akuntansi pada Konveksi Jilbab Dayasa SAK-EMKM a. Tahap Pengidentifikasian (Identification)
Tahap pengidentifikasian adalah cara mengidentifikasi transaksi-transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas dalam periode tertentu. Pengidentifikasian bukti transaksi juga merupakan salah satu langkah awal dari perancangan jurnal.
Adapun tahapan pengidentifikasian transaksi ke dalam jurnal meliputi:
1) Mengidentifikasi transaksi berdasarkan bukti transaksi yang ada.
2) Menentukan masing-masing akun yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut dan diklasifikasikan berdasarkan jenisnya.
3) Menetapkan apakah akun-akun tersebut mengalami penambahan atau pengurangan yang disebabkan oleh transaksi yang ada.
4) Menetapkan apakah akun-akun tersebut diletakkan di posisi debit ataupun kredit.
5) Memasukkan transaksi ke dalam buku jurnal.
Fungsi dari tahap pengidentifikasian adalah untuk mengidentifikasi transaksi dari bukti transaksi yang ada..
b. Tahap Pencatatan
Pengidentifikasian atas transaksi yang telah dilakukan kemudian dicatat ke dalam jurnal umum. Jurnal umum merupakan catatan akuntansi yang pertama dalam siklus akuntansi. Di dalam jurnal
semua transaksi dicatat sehingga dari jurnal kita dapat mengetahui semua transaksi yang terjadi di dalam suatu perusahaan selama periode tertentu. Pada tahap penjurnalan, Konveksi Jilbab Dayasa selama ini belum melakukan pencatatan atas transaksi dengan pembuatan jurnal dalam proses penyusunan laporan keuangannya.
Pencatatan transaksi dan kegiatan akuntansi pada Konveksi Jilbab Dayasa menggunakan metode cash basis (dicatat saat menerima atau mengeluarkan kas saja), sehingga membuat laporan keuangan mengalami kesalahan nilai nominal dari beberapa akun-akun yang ada. Sedangkan berdasarkan SAK EMKM dijelaskan bahwa metode pengakuan yang harus dipakai yaitu menggunakan metode Accrual Basis (dicatat saat terjadinya transaksi). Berikut rekomendasi penulis dalam proses penjurnalan atas transaksi yang terjadi dalam Konveksi Jilbab Dayasa sesuai dengan SAK EMKM.
Tabel 4.1
KONVEKSI JILBAB DAYASA JURNAL PENJUALAN JANUARI-MARET 2017
Tanggal Keterangan
Debit Kredit
Piutang Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Jadi
06/01/2017 penjualan 12 kodi Rp 10.000.000 Rp 7.200.000 Rp 10.000.000 Rp 7.200.000 06/01/2017 penjualan 10 kodi Rp 8.000.000 Rp 6.000.000 Rp 8.000.000 Rp 6.000.000 09/01/2017 penjualan 6 kodi Rp 5.000.000 Rp 3.600.000 Rp 5.000.000 Rp 3.600.000 25/01/2017 penjualan 4 kodi Rp 3.000.000 Rp 2.400.000 Rp 3.000.000 Rp 2.400.000 07/02/2017 penjualan 2 kodi Rp 2.000.000 Rp 1.200.000 Rp 2.000.000 Rp 1.200.000 19/02/2017 penjualan 6 kodi Rp 5.000.000 Rp 3.600.000 Rp 5.000.000 Rp 3.600.000 Total Rp 33.000.000 Rp 24.000.000 Rp 33.000.000 Rp 24.000.000
Tabel 4.2
KONVEKSI JILBAB DAYASA JURNAL PENERIMAAN KAS
JANUARI-MARET 2017 Tanggal Keterangan
Debit Kredit
Kas Harga Pokok Produksi
Piutang Penjualan Persedian Barang Jadi 02/01/2017 Penjualan 3 kodi Rp 2.400.000 Rp 1.800.000 Rp 2.400.000
Tanggal Keterangan
Debit
Kredit Kas Harga Pokok
Produksi Piutang Penjualan Persedian Barang Jadi
Tanggal Keterangan
Debit
Kredit Kas Harga Pokok
Produksi Piutang Penjualan Persedian Barang Jadi 01/03/2017 Penjualan 25 kodi Rp 20.000.000 Rp 15.000.000 Rp 20.000.000
04/03/2017 Penjualan 5 kodi Rp 4.000.000 Rp 3.000.000 Rp 4.000.000 Rp 3.000.000 07/03/2017 Penjualan 10 kodi Rp 8.000.000 Rp 6.000.000 Rp 8.000.000 Rp 6.000.000 09/03/2017 Penjualan 12 kodi Rp 9.000.000 Rp 7.200.000 Rp 9.000.000 Rp 7.200.000 15/03/2017 Penjualan 15 kodi Rp 12.000.000 Rp 9.000.000 Rp 12.000.000 Rp 9.000.000 18/03/2017 Penjualan 10 kodi Rp 8.000.000 Rp 6.000.000 Rp 8.000.000 Rp 6.000.000 24/03/2017 Penjualan 25kodi Rp 20.000.000 Rp 15.000.000 Rp 20.000.000 Rp 20.000.000 26/03/2017 Penjualan 10 kodi Rp 8.000.000 Rp 6.000.000 Rp 8.000.000 Rp 6.000.000 26/03/2017 Penjualan 12 kodi Rp 9.000.000 Rp 7.200.000 Rp 9.000.000 Rp 7.200.000 27/03/2017 Penjualan 10 kodi Rp 8.000.000 Rp 6.000.000 Rp 8.000.000 Rp 6.000.000 30/01/2017 Penjualan 12 kodi Rp 9.600.000 Rp 7.200.000 Rp 9.600.000 Rp 7.200.000 Jumlah R 307.600.000 Rp 205.800.000 Rp 33.000.000 Rp 274.600.000 Rp 210.800.000
Rp 518.400.000 Rp 518.400.000
TABEL 4.3
KONVEKSI JILBAB DAYASA JURNAL PENGELUARAN KAS
JANUARI-MARET 2017 Tanggal Keterangan
Debit Kredit
Utang Bahan Baku Barang Dalam Proses
Biaya 0vehed
Pabrik Lain-Lain Kas
03/01/2017 Pembelian benang 10 Rp 500.000 Rp 500.000
Tanggal Keterangan
Debit Kredit
Utang Bahan Baku Barang Dalam Proses
Biaya 0vehed
Pabrik Lain-Lain Kas
03/01/2017 Pembelian plastik Rp 150.000 Rp 150.000
04/01/2017 Pembelian pet jilbab Rp1.500.000 Rp 1.500.000
15/01/2017 Bayar listrik Rp 1.200.000 Rp 1.200.000
15/01/2017 Gaji karyawan Rp12.600.000 Rp 1.400.000 Rp 14.000.000
22/01/2017 Bayar utang bank Rp 1.800.000 Rp 1.800.000
03/02/2017 Gaji karyawan Rp 12.600.000 Rp 1.400.000 Rp 14.000.000
05/02/2017
Bembelian bahan
penolong Rp15.000.000 Rp 15.000.000
10/02/2017 Pembelian bahan baku R32.000.000 Rp 32.000.000
15/02/2017 Bayar listrik Rp 1.000.000 Rp 1.000.000
19/02/2017 Pembelian bahan baku Rp 400.000 Rp 400.000
20/02/2017 Pembelian plsatik Rp 150.000 Rp 150.000
23/02/2017 Pembelian pet jilbab Rp1.800.000 Rp 1.800.000
27/02/2017 Gaji karyawan Rp12.600.000 Rp 1.400.000 Rp14.000.000
28/02/2017 Bayar utang bank
- Rp 1.800.000 Rp 1.800.000
09/03/2017
Pembelian bahan
penolong Rp150.000.000 Rp150.000.000
10/03/2017 Pembelian bahan baku Rp64.000.000 Rp 64.000.000
15/03/2017 Bayar listrik Rp 1.100.000 Rp 1.100.000
15/03/2017 Gaji karyawan Rp 12.600.000 Rp 12.600.000
22/03/2017 Bayar utang bank Rp 1.800.000 Rp 1.800.000
25/03/2017 Gaji karyawan Rp 12.600.000 Rp 1.400.000 Rp 14.000.000
Tanggal Keterangan
Tanggal Keterangan
Debit Kredit
Barang Dalam Proses
Biaya Overhed
Pabrik Bahan Baku Bahan
Penolong 25/03/2017 Pemakaian bahan baku untuk proses produksi Rp 25.000.000 Rp 10.000.000 Rp 25.000.000 Rp 10.000.000
Jumlah Rp 190.000.000 Rp 39.000.000 Rp 190.000.000 Rp 39.000.000 TABEL 4.5
KONVEKSI JILBAB DAYASA JURNAL UMUM
JANUARI-MARET 2017
Tanggal keterangan Debet Kredit
20/01/2017 barang jadi 60.000.000
barang dalam proses 60.000.000 28/02/2018 barang jadi 70.000.000
barang dalam proses 70.000.000 31/03/2017 barang jadi 70.000.000
barang dalam proses 70.000.000
c. Tahap Penggolongan
Tahap penggolongan merupakan tahap pencatatan yang dilakukan setelah pembuatan jurnal dan di posting kedalam buku besar dalam satu periode. Digolongkan berdasarkan jenis-jenisnya menjadi berurutan agar memudahkan dalam penyajian datanya.
Salah satu cara yang dapat dijadikan pedoman untuk mencatat transaksi dari jurnal umum ke dalam buku besar adalah sebagai berikut :
1) Untuk semua akun yang termasuk dalam kelompok akun aset, jika akun tersebut bertambah nilainya, di cantumkan pada sisi debit, sedangkan jika berkurang nilainya, di cantumkan pada sisi kredit.
2) Untuk semua akun yang termasuk dalam kelompok akun liabilitas, jika akun tersebut bertambah nilainya di cantumkan pada sisi kredit, sedangkan jika berkurang nilainya di cantumkan pada sisi debit.
3) Untuk semua akun yang termasuk dalam kelompok akun ekuitas, jika akun tersebut bertambah nilainya di cantumkan pada sisi kredit, sedangkan jika berkurang nilainya di cantumkan pada sisi debit.
4) Akun pendapatan/penjualan, jika bertambah nilainya di cantumkan pada sisi kredit, sementara jika berkurang nilainya di cantumkan pada sisi debit.
5) Untuk semua akun yang termasuk dalam kelompok akun beban, jika bertambah nilainya di cantumkan pada sisi debit, sementara jika berkurangnya nilainya di cantumkan pada sisi kredit.
Berdasarkan penjelasan di atas, pembuatan buku besar belum ada pada Konveksi Jilbab Dayasa. Maka dalam hal ini, penulis merekomendasikan pembuatan buku besar berdasarkan SAK EMKM sebagai berikut:
Tabel 4.6
Konveksi Jilbab Dayasa Buku Besar Januari-Maret 2017
Kas No Akun 111
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
01/01/2017 Saldo Awal Rp 129.600.000 Rp 129.600.000 31/03/2017 Jurnal Penerimaan Kas Rp 307.600.000 Rp 437.200.000 31/03/2017 Jurnal Pengeluaran Kas Rp 344.350.000 Rp 92.850.000
Piutang No Akun 112
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
31/03/2017 Jurnal Penjualan Rp 33.000.000 Rp 33.000.000 31/03/2017 Jurnal Penerimaan Kas Rp 33.000.000 Rp
-
Bahan Baku No Akun 113
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
01/01/2017 Saldo Awal Rp 96.000.000 Rp 96.000.000 31/03/2017 Jurnal Pengeluaran Kas Rp 102.050.000 Rp 198.050.000 31/03/2017 Jurnal Pemakaian Bahan Rp 190.000.000 Rp 8.050.000
Baku
Barang Dalam Proses No Akun 114
Tanggal Keterangan Debet Kredit
Saldo
Debet Kredit
31/03/2017 Jurnal Pengeluaran Kas Rp 63.000.000 Rp 63.000.000 31/03/2017 Jurnal Pemakaian Bahan Baku Rp 190.000.000 Rp 253.000.000 31/03/2017 Jurnal Umum Rp 200.000.000 Rp 53.000.000
Barang Penolong No Akun 115
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
01/01/2017 Saldo Awal Rp 20.000.000 Rp 20.000.000 05/02/2017 Pembelian Bahan Penolong Rp 15.000.000 Rp 35.000.000 09/03/2017 Pembelian Bahan Penolong Rp 150.000.000 Rp 185.000.000 31/03/2017 Pemakaian Bahan Penolong Rp 39.000.000 Rp 146.000.000
Persedian Barang Jadi No Akun 116
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
01/01/2017 Saldo Awal Rp 64.000.000 Rp 64.000.000 31/03/2017 Jurnal Umum Rp 200.000.000 Rp 264.000.000 31/03/2017 Jurnal Penerimaan Kas Rp 210.800.000 Rp 53.200.000 Jurnal Penjualan Rp 24.000.000 Rp 29.200.000 Mesin Jahit 2010 No Akun 117
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
01/01/2017 Mesin Jahit 2010 Rp 4.000.000 Rp 4.000.000
Mesin Jahit 2013 No Akun 118
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
01/01/2017 Mesin Jahitn2013 Rp 15.000.000 Rp 15.000.000
Mesin Obras No Akun 119
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
01/01/2017 Mesin Obras Rp 5.000.000 Rp 5.000.000
Mesin Pres No Akun 120
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
01/01/2017 Mesin Pres Rp 6.000.000 Rp 6.000.000 01/01/2017 Mesin Pres Rp 6.000.000 Rp 12.000.000
Mobil No Akun 121
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
01/01/2017 Mobil Rp 30.000.000 Rp 30.000.000
Hutang Bank No Akun 215
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
01/01/2017 Saldo Awal Rp 57.600.000 Rp 57.600.000
22/01/2017 Pembayaran Hutang Rp 1.800.000 Rp 55.800.000
28/02/2017 Pembayaran Hutang Rp 1.800.000 Rp 54.000.000
22/03/2017 Pembayaran Hutang Rp 1.800.000 Rp 52.200.000
Penjualan No Akun 411
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
31/03/2017 Jurnal Penerimaan Kas Rp 274.600.000 Rp 274.600.000
31/03/2017 Jurnal Penjualan Rp 33.000.000 Rp 307.600.000
Modal No Akun 412
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
01/01/2017 Saldo Awal Rp 307.600.000 Rp 307.600.000
Beban
Listrik No Akun 500
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
15/01/2017 Beban Listrik Rp 1.200.000 Rp 1.200.000 15/02/2017 Biaya Listrik Rp 1.000.000 Rp 2.200.000 15/03/2017 Biaya Listrik Rp 1.100.000 Rp 3.300.000
Beban Gaji No Akun 501
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
15/01/2017 Beban Karyawan Rp 14.000.000 Rp 14.000.000 03/02/1017 Beban Gaji Rp 14.000.000 Rp 28.000.000 27/02/2017 Biaya Gaji Rp 14.000.000 Rp 42.000.000 07/03/2018 Beban Gaji Rp 12.600.000 Rp 12.600.000 15/03/2017 Beban Gaji Rp 12.600.000 Rp 25.200.000 25/03/2017 Beban Gaji Rp 14.000.000 Rp 39.200.000
Harga Pokok Produksi No Akun 611
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
31/03/2017 Jurnal Penerimaan Kas Rp 205.800.000 Rp 205.800.000 31/03/2017 Jurnal Penjualan Rp 24.000.000 Rp 229.800.000
d. Tahap Pengikhtisaran (Summarizing)
Setelah melalui proses pencatatan transaksi di dalam jurnal umum dan melakukan posting ke buku besar, maka tahap selanjutnya adalah tahap pengikhtisaran, yaitu:
1) Menyusun Neraca Saldo
Neraca saldo adalah daftar rekening-rekening beserta saldo-saldo yang menyertainya. Tujuan dari penyusunan neraca saldo adalah untuk menguji kesaman jumlah kolom debit dan kredit. Dalam penyusunan neraca saldo pada Konveksi Jilbab Dayasa tidak ada menyusun neraca saldo, maka dalam hal ini penulis merekomendasikan pembuatan neraca saldo berdasarkan SAK-EMKM yaitu sebagai berikut:
2) Jurnal Penyesuaian
Penyesuaian untuk aset konveksi jilbab dayasa pada 31 Maret 2017 dengan menggunakan metode garis lurus. Dalam melakukan penyesuaian Konveksi Jilbab Dayasa melakukan penyesuaian terhadap mesin jahit 2010 dengan umur ekonomis 8 tahun.
Metode garis lurus=Harga perolehan-Nilai sisa Umur ekonomis
=Rp. 4.000.000-0 8
=Rp. 500,000.00 berarti penyusutan mesin jahit tahun 2010 adalah sebesar Rp 500.000 pertahun dan penyusutan sejak perolehan adalah =Rp. 500.000 X 6 = Rp. 3.000.0000. Di kali 6 karna perolehanya pada tahun 2010 dan sudah terpakai selama 6 tahun.
Beban penyusutan selama 3 bulan adalah
=Rp. 500,000.00 x 3 = Rp. 125.000.00 12
Maka beban penyusutan 3 bulan adalah Rp.125.000.00 Konveksi Jilbab Dayasa melakukan penyesuaian terhadap mesin jahit 2013 dengan harga perolehan sebesar Rp.
15,000,000.00 dan tahun perolehan 2013. Penyesuaian dilakukan pada 31 Maret 2017 dengan menggunakan metode garis lurus.
Dalam melakukan penyesuaian Konveksi Jilbab Dayasa melakukan penyesuaian terhadap mesin jahit 2010dengan umur ekonomis 8 tahun.
Metode garis lurus=Harga perolehan-Nilai sisa Umur ekonomis
=Rp. 15.000.000-0 8
=Rp.1.875.000 berarti penyusutan mesin jahit tahun 2013 adalah sebesar Rp. 1.875.000 pertahun dan penyusutan sejak perolehan adalah = Rp.1.875.000 X 4 = Rp. 7.500.000 . Di kali 4 karna perolehanya pada tahun 2013 dan sudah terpakai selama 4 tahun.
Beban penyusutan selama 3 bulan adalah
=Rp.1.875,000.00 x 3 = Rp. 468.7500 12
Maka beban penyusutan 3 bulan adalah Rp. 468.7500
Konveksi Jilbab Dayasa melakukan penyesuaian terhadap mesin jahit obras dengan harga perolehan sebesar Rp. 5,000,000.00 dan tahun perolehan 2010. Penyesuaian dilakukan pada 31 Maret 2017 dengan menggunakan metode garis lurus. Dalam melakukan penyesuaian Konveksi Jilbab Dayasa melakukan penyesuaian terhadap mesin jahit 2010 dengan umur ekonomis 8 tahun.
Metode garis lurus=Harga perolehan-Nilai sisa Umur ekonomis
=Rp. 5.000.000-0 8
=Rp. 625.000 berarti penyusutan mesin obras adalah sebesar Rp. 625.000 pertahun dan penyusutan sejak perolehan adalah
= Rp. 625.000 X 6 = Rp. 3.750.000. Di kali 6 karna perolehanya pada tahun 2010 dan sudah terpakai selama 6 tahun.
Beban penyusutan selama 3 bulan adalah
=Rp.625,000.00 x 3 = Rp. 156.000 12
Maka beban penyusutan 3 bulan adalah Rp. 156.000
Konveksi Jilbab Dayasa melakukan penyesuaian terhadap mesin jahit pres dengan harga perolehan sebesar Rp. 12,000,000.00 dan tahun perolehan 2016. Penyesuaian dilakukan pada 31 Maret
2017 dengan menggunakan metode garis lurus. Dalam melakukan penyesuaian Konveksi Jilbab Dayasa melakukan penyesuaian terhadap mesin jahit dengan umur ekonomis 8 tahun.
Metode garis lurus=Harga perolehan-Nilai sisa Umur ekonomis
=Rp. 12.000.000-0 8
=Rp. 1.500.000 berarti penyusutan mesin Pres adalah sebesar Rp. 1.500.000 pertahun dan penyusutan sejak perolehan adalah
= Rp. 1.500.000 X 1 = Rp. 1.500.000 di kali 1 karna perolehanya pada tahun 2016 dan sudah terpakai selama 1 tahun.
Beban penyusutan selama 3 bulan adalah
=Rp.1,500,000.00 x 3 = Rp. 375.000 12
Maka beban penyusutan 3 bulan adalah Rp. 375.000
Konveksi Jilbab Dayasa melakukan penyesuaian terhadap mobil dengan harga perolehan sebesar Rp. 30,000,000.00 dan tahun perolehan 2011. Penyesuaian dilakukan pada 31 Maret 2017 dengan menggunakan metode garis lurus. Dalam melakukan penyesuaian Konveksi Jilbab Dayasa melakukan penyesuaian terhadap mobil dengan umur ekonomis 8 tahun.
Metode garis lurus=Harga perolehan-Nilai siasa Umur ekonomis
=Rp. 30.000.000-0 8
=Rp. 3.750.000 berarti penyusutan mobil adalah sebesar Rp.
3.750.000 pertahun dan penyusutan sejak perolehan adalah Rp.
3.750.000 X 5 = Rp. Rp. 18.750.000. Di kali 5 karna
perolehanya pada tahun 2011 dan sudah terpakai selama 5 tahun.
Beban penyusutan selama 3 bulan adalah
=Rp.3,750,000.00 x 3 = Rp. 937.500 12
Maka beban penyusutan 3 bulan adalah Rp. 937.500
Tabel 4.8
KONVEKSI JILBAB DAYASA AYAT JURNAL PENYESUAIAN
JANUARI-MARET 2017
Tanggal Keterangan Debet Kredit
31/03/2017 Beban Penyusutan Peralatan (Mesin jahit 2010) Rp 125.000
Akumulasi penyusutan Peralatan (Mesin Jahit 2010) Rp 125.000 31/03/2017 beban penyusutan peralatan (Mesin jahit 2013) Rp 468.750
Akumulasi penyusutan Peralatan (Mesin Jahit 2013) Rp 468.750 31/03/2017 Beban penyustan Peralatan (Mesin Obras) Rp 156.250
Akumulasi Penyusutan Peralatan (Mesin Obras) Rp 156.250
31/03/2017 Beban Penyusutan Peralatan (Mesin Pres) Rp 375.000
Akumulasi Penyusutan Peralatan (Mesin Pres) Rp 375.000
31/03/2017 Beban Penyusutan Mobil Rp 937.500
Akumulasi penyusutan mobil Rp 937.500
JUMLAH Rp 2.062.500 Rp 2.062.500
Tabel 4.9
KOVEKSI JILBAB DAYASA BUKU BESAR
JANUAR-MARET 2017 Akumulasi Penyusutan Mesin Jahit 2010 No Akun 123
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
31/03/2017
Akumulasi Penyusutan Peralatan (Mesin Jahit
2010) Rp 125.000 Rp 125.000
Akumulasi penyusutan Peralatan (Mesin Jahit 2013) No Akun124
tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
31/03/2017
Akumulasi penyusutan Peralatan (Mesin Jahit
2013) Rp 468.750 Rp 468.750
Akumulasi penyusutan mesin obras No Akun125
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
31/03/2017 Akumulasi Penyusutan Peralatan (Mesin Obras) Rp 156.250 Rp 156.250
Akumulasi penyusutan mesin pres No Akun126
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
31/03/2017 Akumulasi Penyusutan Peralatan (Mesin Pres) Rp 375.000 Rp 375.000
akumulasi penyusutan peralatan No Akun127
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
31/03/2017 Akumulasi penyusutan Peralatan Rp 937.500 Rp 937.500
Beban penyusutan peralatan mesin jahit 2010 No Akun 511
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
31/03/2017 Beban Penyusutan Peralatan (Mesin jahit 2010) Rp 125.000 Rp 125.000 Beban penyusutan peralatan mesin jahit 2010 No Akun 512
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
31/03/2017 beban penyusutan peralatan (Mesin jahit 2013) Rp 468.750 Rp 468.750 beban penyusutan peralatan peralatan mesin obras No Akun 513
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
31/03/2017 Beban penyustan Peralatan (Mesin Obras) Rp 156.250 Rp 156.250 Beban penyusutan peralatan mesin pres No Akun 514
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
31/03/2017 Beban Penyusutan Peralatan (Mesin Pres) Rp 375.000 Rp 375.000
Beban Penyusutan Mobil No Aku 515
Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
31/03/2017 Beban Penyusutan Mobil Rp 937.500 Rp 937.500
3) Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
Neraca saldo Setelah Penyesuaian adalah kolom yang berisi tentang nilai sisa dari akun yang telah di sesuiakan. Nilai ini di peroleh dari penggabungan nilai akun pada neraca saldo.
Tabel 4.10
156.250
26 Beban Penyusutan Peralatan (Mesin Pres) Rp 375.000 27 Beban Penyusutan Mobil Rp 937.500
JUMLAH Rp 669.462.500 Rp 669.462.500
Rp -
2. Kebijakan Akuntansi Konveksi Jilbab Dayasa Berdasarkan SAK-EMKM
a. Pengakuan
Pada SAK EMKM bahwa entitas harus menyusun laporan keuangan, dengan menggunakan dasar akrual. Dalam dasar akrual, pos-pos diakui sebagai aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban (unsur-unsur laporan keuangan) ketika memenuhi definisi dan kriteria pengakuan untuk pos-pos tersebut.
b. Pengukuran
Pada SAK EMKM dijelaskan tentang dasar pengukuran yang umum digunakan dalam mengukur aset adalah beban historis dan nilai wajar. Aset didefinisikan sebagai jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar dari pembayaran yang diberikan untuk memperoleh aset pada saat perolehan. Liabilitas dicatat sebesar kas atau setara kas yang diterima atau sebesar nilai wajar dari aset non-kas yang diterima sebagai penukar dari kewajiban pada saat terjadinya liabilitas. Nilai wajar adalah jumlah yang dipakai untuk mempertukarkan suatu aset, atau untuk menyelesaikan suatu kewajiban, antara pihak-pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan memadai dalam suatu transaksi dengan wajar.
c. Penyajian
Tahap penyajian merupakan tahap terakhir dalam siklus akuntansi. Pada tahap ini dituntut untuk dapat melaporkan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM yang berupa laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, serta catatan atas laporan keuangan (CALK) dalam satu periode. Laporan keuangan menyajikan dengan wajar posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas suatu entitas.
Penyajian wajar mensyaratkan penyajian jujur atas pengaruh transaksi, peristiwa dan kondisi lain yang sesuai dengan definisi dan kriteria pengakuan aset, kewajiban, penghasilan dan beban. Konveksi Jilbab Dayasa tidak menyajikan laporan keuangan, hanya berupa catatan uang masuk dan uang keluar.
.
Tabel 4.11
KONVEKSI JILBAB DAYASA LAPORAN POSISI KEUANGAN
JANUARI-MARET 2017
ASET
Aset Lancar
Kas Rp 92.850.000
piutang Rp -
persedian bahan baku Rp 8.050.000
pesedian bahan jadi Rp 29.200.000
persedian barang dalam proses Rp 53.000.000
persedian bahan penolong Rp 146.000.000
Jumlah Aset Lancar
Rp 329.100.000 Aset Tetap
Mesin jahit 2010 Rp 4.000.000
akumulasi penyusutan mesin jahit 2010 -Rp 125.000
mesin jahit 2013 Rp 15.000.000
akumulasi penyusutan mesin jahit 2013 -Rp 468.750
mesin obras Rp 5.000.000
akumulasi penyusutan mesin obras -Rp 156.250
mesin pres Rp 12.000.000
akumulasi penyusutan mesin pres -Rp 375.000
mobil Rp 30.000.000
akumuslasi penyusutan mobil -Rp 937.500
Jumlah Aset tetap
Rp 63.937.500 JUMLAH ASET
Rp 393.037.500
LIABILITAS
Hutang Usaha Rp 52.200.000
Jumlah Liabilitas
Rp 52.200.000
EKUITAS
Modal Rp 307.600.000
Saldo Laba Rp 33.237.500
Jumlah Ekuitas
Rp 340.837.500 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
Rp 393.037.500
Tabel 4.12
KONVEKSI JILBAB DAYASA LAPORAN LABA RUGI JANUARI-MARET 2017
Penjualan
Penjualan Usaha Rp 307.600.000
Harga Pokok Penjualan Rp 229.800.000
JUMLAH PENDAPATAN Rp 77.800.000
BEBAN
-Rp 3.300.000
beban Gaji -Rp 39.200.000
beban penyusutan peralatan (mesin jahit 2010) -Rp 125.000
beban penyusutan peralatan (mesin jahit 2013) -Rp 468.750
beban penyusutan peralatan (mesin obras) -Rp 156.250
beban penyusutan peralatan (mesin pres) -Rp 375.000
beban penyusutan mobil -Rp 937.500
-Rp 44.562.500
LABA BERSIH Rp 33.237.500
Tabel 4.13
KONVEKSI JILBAB DAYASA HARGA POKOK PRODUKSI
JANUARI-MARET 2017
Rp 190.000.000
Bahan Baku Rp 63.000.000
Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp 39.050.000
Biaya Overhed Pabrik Rp 292.050.000
Persedian Barang Dalam Proses Awal Rp -
Persedian Barang Dalam Proses Akhir Rp 53.000.000
Rp 53.000.000
Harga Pokok Produksi Rp 239.050.000
Tabel 4.13
KONVEKSI JILBAB DAYASA
CATATAN ATAS LAOPOSRAN KEUANGAN JANUARI-MARET 2017
keterangan Tahun 2017
Kas Rp 92.850.000
Piutang Usaha Rp - Beban (Rp 44.562.500)
Utang Rp 52.200.000 Penjualan Rp 307.600.000
71 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan pada konveksi jilbab Dayasa, maka penulis dapat memberi kesimpulan sebagai berikut:
1. Konveksi jilbab Dayasa tidak melakukan identifikasi terhadap transaksi yang telah dilakukan dan tidak mencatat kedalam buku kas.
2. Penyajian yang dilakukan konveksi jilbab Dayasa hanya sebatas menyajikan uang masuk dan uang keluar. Sedangkan berdasarkan SAK-EMKM yaitu harus menyajikan tiga komponen laporan keuangan yang terdiri dari, laporan posisi keuangan dengan jumlah aset Rp 393.037.000 dan jumlah liabilitas dan ekuitas Rp3 93.037.000 , laporan laba rugi dengan laba bersih sebesar Rp 33.237.500 dan catatan atas laporan keuangan.
3. Pada konveksi jilbab Dayasa tidak melakukan pengungkapan yang diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. Sedangkan menurut SAK-EMKM catatan atas laporan keuangan itu termasuk salah satu komponen laporan keuangan yang harus disajikan oleh UMKM.
B. Saran
Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan, penulis memberikan saran sebagai berikut:
1. Konveksi jilbab Dayasa seharusnya melakukan pencatatan siklus akuntansi yang lengkap mulai dari tahap pengidentifikasian, pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran dan pelaporan berdasarkan standar akuntansi yang berlaku yaitu SAK-EMKM, dan konveksi jilbab Dayasa seharusnya melaksanakan kebijakan akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan mulai dari pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan berdasarkan SAK-EMKM.
2. Konveksi jilbab Dayasa seharusnya dapat menyajikan laporan keuangan yang lengkap terdiri dari laporan posisi keuangan , laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan sesuai dengan SAK-EMKM.
3. Konveksi jilbab Dayasa seharusnya dapat memilih sumber daya manusia yang baik dalam melakukan pencatan akuntansi yang paham dan mengerti terhadap SAK-EMKM, agar SAK-EMKM dapat diterapkan pada periode-periode berikutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Bahri, S. 2016. Pengantar Akuntansi Berdasarkan SAK ETAP dan IFRS.
Yogyakarta: CV.ANDI OFFSET/
Harahap Sofyan Syafni, (2011). Teori Akuntansi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Hardjono, D. 2012. Pengaruh Perpajakan Pada Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Tanpa Akuntabilitas Publik. Yogyakarta: CV.ANDI OFFSET.
Hutauruk, M. R. (2017:6). Akuntansi Perusahaan Jasa Aplikasi Zahir Accounting Versi 6 Berbasis PSAK Terbaru dan IFRS. Jakarta: Indeks Permata Puri Media.
Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). 2009. Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik. Dewan Standar Akuntansi Keuangan, Jakarta.
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). (2016). Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah. Jakarta.
Ikhsan, A. 2012. Pengantar Praktis Akuntansi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Ikhsan, A., & Suprasto, H. B. 2008. Teori Akuntansi & Riset Multiparadigma.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Kasmir. 2010. Pengantar Manajemen Keuangan. Jakarta: Kencana
Najmudin. 2011. Manajemen Keuangan dan Akuntansi Syar’iyyah Modern.
Yogyakarta: CV.ANDI OFFSET.
M.Sadeli, L. 2011. Dasar-Dasar Akuntasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Pura, R. 2013. Pengantar Akuntansi I Pendekatan Siklus Akuntansi. Makassar:
Erlangga.
Puspitawati, L.,& Anggadini, S. D. 2014. Sistem Informasi Akuntansi.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Priyanti Novi. 2011. Pengantar Akuntansi. Jakarta: Indeks Permata Puri Media.
Samrin, L. 2012. Pengantar Akuntansi: Mudah Membuat Jurnal dengan Pendekatan Siklus. Jakarta: Rajawali Pers.
Sudarwanto, A. 2013. Akuntansi Koperasi Pendekatan Praktis Penyusunan Laporan Keuangan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Surya, R. 2012. Akuntansi Keuangan Versi IFRS+. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Syaukani, I. A. (2009:203). Tafsir Fathul Qadir. Jakarta: PUSTAKA AZZAM
Waluyo, 2016. Akutansi Pajak. Jakarta: Selemba Empat
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah.
alfitri Arrif. 2014. Penerapan Standar Akutansi Keuangan Entitas Tampaakuntabilitas (SAK-ETAP) Pada Usaha Mikro Kecil Menengah Perajin Mebel. Jurnal akuntansi. 2:2
Eni minarni. 2014. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Implementasi Standar (Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik. Jurnal Umum.
2.1