• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Pergeseran Kata Sapaan Berdasarkan

BAB V PEMBAHASAN PAPARAN DATA DAN TEMUAN

5.2.13 Pembahasan Pergeseran Kata Sapaan Berdasarkan

Dari tabel berikut ini akan tampak apakah keragaman bahasa yang digunakan informan memiliki arti yang signifikan terhadap pergeseran kata sapaan dalam BMA. Tabel 5.30 Pergeseran Kata Sapaan Umum Berdasarkan Ranah Rumah

No Pemakaian Bahasa Jumlah Kata SapaanUmum= 19

Frek. Pergeseran

Kata Sapaan Umum

% dari Jumlah Kata Sapaan

1 BI, BMA pasif 12 63,16

2 BI 10 54,63

3 BI 12 63,16

4 BI, BMA pasif; aktif bila di kampung

17 90

5 BI, BMA, BC 6 31,58

6 BI, BMA, BC 4 21

7 BI, BMA pasif 15 79

8 BI, BMA pasif 14 73,68

Tabel 5.31 Rata-rata Pergeseran Kata Sapaan Umum Berdasarkan Ranah Rumah

No Pemakaian Bahasa Jumlah Kata Sapaan Umum = 19

Frekuensi

Pergeseran rata-rata

Persentase Pergeseran (%)

1 BI 11 (11/19) x 100 % = 57,89 %

2 BI, BMA pasif 13,66 (13,66/19) x 100 % = 71,92 % 3 BI, BMA pasif;

aktif bila di kampung

17 (17/19) x 100 % = 89,47 %

4 BI, BMA, BC 7,33 (7,33/19) x 100 % = 38,60 %

Berdasarkan data-data yang tersaji, tampak dengan jelas bahwa informan dalam hal ini anak dari masing-masing keluarga yang menggunakan bahasa lebih bervariasi artinya menggunakan tidak hanya bahasa Indonesia, tetapi juga bahasa Minangkabau dialek Agam, dan juga keduanya paling rendah melakukan pergeseran kata sapaan umum. Hal ini disebabkan karena yang bersangkutan tetap memelihara bahasa ibunya sesuai dengan situasi dan kondisi. Dan yang banyak melakukan pergeseran adalah informan yang menggunakan bahasa Indonesia, bahasa Minangkabau Dialek Agam secara pasif, dan aktif bila berada di kampung halamannya. Faktor penyebabnya setelah ditelusuri dari hasil wawancara yang mendalam ternyata informan ini sering melakukan perpindahan (urbanisasi) sejak kecil. Jadi seringnya berjumpa dengan beragam etnis menjadi penyebab informan ini melakukan pergeseran Kata Sapaan Umum tertinggi.

Tabel 5.32 Pergeseran Kata Sapaan Adat Berdasarkan Ranah Rumah No Pemakaian Bahasa Jumlah Kata Sapaan Adat = 8

Frek. Pergeseran

Kata Sapaan Adat

% dari Jumlah Kata Sapaan

1 BI, BMA pasif 8 100

2 BI 8 100

3 BI 8 100

4 BI, BMA pasif; aktif bila di kampung

8 100

5 BI, BMA, BC 4 50

6 BI, BMA, BC 8 100

7 BI, BMA pasif 8 100

8 BI, BMA pasif 8 100

9 BI, BMA, BC 7 87,5

Tabel 5.33 Rata-rata Pergeseran Kata Sapaan Adat Berdasarkan Ranah Rumah

No Pemakaian Bahasa Jumlah Kata Sapaan Adat = 8

Frekuensi

Pergeseran rata-rata

Persentase Pergeseran (%)

1 BI = 2 8 (8/8) x 100 % = 100 %

2 BI, BMA pasif = 3 8 (8/8) x 100 % = 100 % 3 BI, BMA pasif;

aktif bila di kampung = 1

8 (8/8) x 100 % = 100 %

Berdasarkan data-data yang tersaji, tampak dengan jelas bahwa informan dalam hal ini anak dari masing-masing keluarga yang menggunakan bahasa lebih bervariasi artinya menggunakan tidak hanya BI, tetapi juga BMA, dan juga keduanya (BC) terendah melakukan pergeseran kata sapaan adat. Pada umumnya faktor pergeseran untuk kata sapaan ini karena faktor antargenerasi. Anak karena usianya masih muda belum memliki keinginan untuk mengetahui Kata Sapaan dalam Adat ini. Faktor- faktor khusus lainnya dijabarkan sebagai berikut. Faktor penyebab informan yang menggunakan BI, BMA, dan BC melakukan pergeseran terendah adalah karena yang bersangkutan tetap memelihara bahasa ibunya sesuai dengan situasi dan kondisi, termasuk pengetahuan yang bersangkutan mengenai kata sapaan ini. Dan yang banyak melakukan pergeseran adalah informan yang menggunakan BI; BI dan BMA secara pasif, dan BI, BMA pasif; aktif bila berada di kampung halamannya. Faktor penyebab pergeseran Kata Sapaan Adat ini tertinggi untuk yang menggunakan BI karena informan-informan ini tidak pernah pulang kampung dan keluarganya tidak ikutserta dalam perkumpulan asal kampung halamannya. Faktor penyebab pergeseran Kata Sapaan Adat tertinggi untuk yang menggunakan BI, dan BMA secara pasif, dan aktif berada di kampung halamannya karena faktor-faktor sebagai berikut. Setelah ditelusuri dari hasil wawancara yang mendalam ternyata informan ini sering melakukan perpindahan (urbanisasi) sejak kecil. Jadi seringnya berjumpa dengan beragam etnis menjadi penyebab informan ini melakukan pergeseran Kata Sapaan Adat tertinggi.

Tabel 5.34 Pergeseran Kata Sapaan Agama Berdasarkan Ranah Rumah No Pemakaian Bahasa Jumlah Kata Sapaan Agama = 11

Frek. Pergeseran Kata Sapaan Agama

% dari Jumlah Kata Sapaan

1 BI, BMA pasif 5 45,46

2 BI 2 19

3 BI 10 90,1

4 BI, BMA pasif; aktif bila di kampung

5 45,46

5 BI, BMA, BC 6 54,54

6 BI, BMA, BC 11 100

7 BI, BMA pasif 3 27,27

8 BI, BMA pasif 6 54,54

9 BI, BMA, BC 0 0

Tabel 5.35 Rata-rata Pergeseran Kata Sapaan Agama Berdasarkan Ranah Rumah

No Pemakaian Bahasa Jumlah Kata Sapaan Agama = 11

Frekuensi Pergeseran rata-rata

Persentase Pergeseran (%)

1 BI = 2 6 (6/11) x 100 % = 54,55 % 2 BI, BMA pasif = 3 4,67 (4,67/11) x 100 % = 42,42 % 3 BI, BMA pasif; aktif

bila di kampung = 1

5 (5/11) x 100 % = 45,45 %

4 BI, BMA, BC = 3 5,66 (5,66/8) x 100 % = 70,83 %

Berdasarkan data-data yang tersaji, tampak dengan jelas bahwa informan dalam hal ini anak dari masing-masing keluarga yang menggunakan BI, BMA secara pasif

terendah melakukan pergeseran Kata Sapaan Agama, yaitu sebesar 42,42%. Faktor penyebabnya adalah sebagai berikut. Dari hasil wawancara mendalam diketahui bahwa para informan ini ternyata aktif dalam organisasi keislaman dari masa sekolah menengah atas. Dan sebagaimana diketahui kata sapaan dalam agama ini dalam berbagai BD untuk beberapa kata sapaannya sama sebagai contoh cara menyapa orang (1) yang memiliki pengetahuan agama Islam ustad, (2) petugas yang mengawinkan orang tuan kadi, dan kata sapaan lainnya. Dan yang tertinggi melakukan pergeseran kata sapaan ini adalah informan yang hanya menggunakan BI, yaitu sebesar 54,55%. Faktor penyebabnya adalah dari jawaban yang diberikan para informan ini terfokus pada kata dalam BMAnya, mereka tidak menganalogikannya istilah tersebut dengan agama Islam sehingga jawaban mereka pada pertanyaan tidak dijawabnya. Jadi pengetahuan mereka tentang kata sapaan ini yang rendah merupakan faktor penyebab pergeseran pada kata sapaan agama ini tertinggi.

Tabel 5.36 Pergeseran Kata Sapaan Jabatan Berdasarkan Ranah Rumah No Pemakaian Bahasa Jumlah Kata Sapaan Jabatan = 6

Frek. Pergeseran Kata Sapaan Jabatan

% dari Jumlah Kata Sapaan

1 BI, BMA pasif 6 100

2 BI 6 100

3 BI 6 100

4 BI, BMA pasif; aktif bila di kampung

2 33,33

5 BI, BMA, BC 5 83,33

6 BI, BMA, BC 6 100

7 BI, BMA pasif 3 50

8 BI, BMA pasif 6 100

9 BI, BMA, BC 0 0

Tabel 5.37 Rata-rata Pergeseran Kata Sapaan Jabatan Berdasarkan Ranah Rumah

No Pemakaian Bahasa Jumlah Kata Sapaan Jabatan = 6

Frekuensi

Pergeseran rata-rata

Persentase Pergeseran (%)

1 BI = 2 6 (6/6) x 100 % = 100 %

2 BI, BMA pasif = 3 5 (5/6) x 100 % = 83,33% 3 BI, BMA pasif;

aktif bila di kampung = 1

2 (2/6) x 100 % = 33,33 %

4 BI, BMA, BC = 3 3,67 (3,67/6) x 100 % = 61,11 %

Berdasarkan data-data yang tersaji, tampak dengan jelas bahwa informan yang menggunakan BI, BMA pasif; aktif bila berada di kampung halamannya terendah

melakukan pergeseran Kata Sapaan Jabatan. Faktor-faktor penyebabnya adalah dari hasil wawancara mendalam diketahui informan ini sering pulang kampung, tentu selama mereka berada di kampung terjadi interaksi dengan anggota masyarakat sekitar, dan secara tidak disadari mereka menggunakan kata sapaan jabatan ini. Dan yang tertinggi melakukan pergeseran kata sapaan ini adalah informan yang menggunakan BI saja. Faktor-faktor penyebabnya adalah karena para informan ini tidak pernah pulang kampung, sehingga mereka tidak pernah mendengar kata sapaan ini. Di samping itu keluarga –keluarga ini tidak ikutserta dalam perkumpulan asal kampung halamannya. Dari data yang diperoleh diketahui mereka masuk dalam kelompok keluarga dengan tingkat ekonomi rendah.

Berdasarkan data-data di atas dikelompokkan seperti tabel berikut ini. Tabel 5.38 Rata-rata Pergeseran Kata Sapaan Berdasarkan Ranah Rumah

No. Pemakaian Bahasa

Umum (%) Adat (%) Agama (%) Jabatan (%) 1. BI = 2 57,89 100 54,55 100 2. BI, BMA pasif = 3 71,92 100 42,42 83,33 3. BI, BMA pasif; aktif bila di kampung = 1 89,47 100 45,45 33,33 4. BI, BMA, BC = 3 38,60 79,17 70,83 61,11

Jadi anak dari masing-masing keluarga yang menggunakan bahasa lebih bervariasi artinya menggunakan tidak hanya BI, tetapi juga BMA, dan juga BC terendah

melakukan pergeseran kata sapaan umum dan adat. Sementara anak dalam masing- masing keluarga yang menggunakan BI, dan BMA secara pasif melakukan pergeseran kata sapaan agama terendah. Anak dalam keluarga yang menggunakan BI, BMA secara pasif; dan aktif bila berada di kampung halamannya melakukan pergeseran kata sapaan jabatan terendah.

Untuk kata sapaan umum yang tertinggi melakukan pergeseran adalah anak dalam keluarga yang menggunakan BI, BMA secara pasif; dan aktif bila berada di kampung halamannya. Anak dalam masing-masing keluarga yang menggunakan BI, BI, dan BMA secara pasif, dan BI, BMA secara pasif; dan aktif bila berada di kampung halamannya melakukan pergeseran kata sapaan adat tertinggi. Anak dalam masing- masing keluarga yang menggunakan BI, BMA, dan BC melakukan pergeseran kata sapaan agama tertinggi. Dan anak dalam masing-masing keluarga yang menggunakan BI melakukan pergeseran kata sapaan jabatan tertinggi.

5.2.14 Pembahasan Pergeseran Kata Sapaan Berdasarkan Ranah Masyarakat Dari tabel berikut ini akan tampak apakah keragaman bahasa yang digunakan informan dalam ranah masyarakat memiliki arti yang signifikan terhadap pergeseran kata sapaan dalam BMA.

Tabel 5.39 Pergeseran Kata Sapaan Umum Berdasarkan Ranah Masyarakat No Pemakaian Bahasa Jumlah Kata Sapaan Umum = 19

Frek. Pergeseran

Kata Sapaan Umum

% dari Jumlah Kata Sapaan

1 BI 12 63,16

2 BI 10 54,63

3 BI 12 63,16

4 BI, aktif bila di kampung 17 90

5 BI, BMA, BC 6 31,58

6 BI, BMA, BC 4 21

7 BI 15 79

8 BI 14 73,68

9 BI, BMA, BC 12 63,16

Tabel 5.40 Rata-rata Pergeseran Kata Sapaan Umum Berdasarkan Ranah Masyarakat

No Pemakaian Bahasa Jumlah Kata Sapaan Umum = 19 Frekuensi Pergeseran

rata-rata

Persentase Pergeseran (%)

1 BI = 5 12,6 (12,6/19) x 100 % = 63,32 % 2 BI, aktif bila di

kampung = 1

17 (17 /19) x 100 % = 89,47 %

Berdasarkan data-data yang tersaji, tampak dengan jelas bahwa informan dalam hal ini anak dari masing-masing keluarga yang menggunakan bahasa lebih bervariasi artinya menggunakan tidak hanya BI, tetapi juga BMA, dan juga BC terendah melakukan pergeseran kata sapaan umum. Hal ini disebabkan karena yang bersangkutan tetap memelihara bahasa ibunya sesuai dengan situasi dan kondisi. Dan yang banyak melakukan pergeseran adalah informan yang menggunakan BI, BMA secara pasif, dan aktif bila berada di kampung halamannya. Faktor penyebabnya setelah ditelusuri dari hasil wawancara yang mendalam ternyata informan ini sering melakukan perpindahan (urbanisasi) sejak kecil. Jadi seringnya berjumpa dengan beragam etnis menjadi penyebab informan ini melakukan pergeseran Kata Sapaan Umum tertinggi.

Tabel 5.41 Pergeseran Kata Sapaan Adat Berdasarkan Ranah Masyarakat No Pemakaian Bahasa Jumlah Kata Sapaan Adat = 8

Frek. Pergeseran

Kata Sapaan Adat

% dari Jumlah Kata Sapaan

1 BI 8 100

2 BI 8 100

3 BI 8 100

4 BI, aktif bila di kampung 8 100

5 BI, BMA, BC 4 50

6 BI, BMA, BC 8 100

7 BI 8 100

8 BI 8 100

Tabel 5.42 Rata-rata Pergeseran Kata Sapaan Adat Berdasarkan Ranah Masyarakat

No Pemakaian Bahasa Jumlah Kata Sapaan Adat = 8 Frekuensi. Pergeseran

rata-rata

Persentase Pergeseran (%)

1 BI = 5 8 (8/8) x 100 % = 100 %

2 BI, aktif bila di kampung = 1

8 (8/8) x 100 % = 100 %

3 BI, BMA, BC = 3 6,33 (6,33/8) x 100 % = 79,17 %

Berdasarkan data-data yang tersaji, tampak dengan jelas bahwa informan dalam hal ini anak dari masing-masing keluarga yang menggunakan bahasa lebih bervariasi artinya menggunakan tidak hanya BI, tetapi juga BMA, dan juga keduanya (BC) terendah melakukan pergeseran kata sapaan adat. Pada umumnya faktor pergeseran untuk kata sapaan ini karena faktor antargenerasi. Anak karena usianya masih muda belum memliki keinginan untuk mengetahui Kata Sapaan dalam Adat ini. Faktor- faktor khusus lainnya dijabarkan sebagai berikut. Faktor penyebab informan yang menggunakan BI, BMA, dan BC melakukan pergeseran terendah adalah karena yang bersangkutan tetap memelihara bahasa ibunya sesuai dengan situasi dan kondisi, termasuk pengetahuan yang bersangkutan mengenai kata sapaan ini. Dan yang banyak melakukan pergeseran adalah informan yang menggunakan BI; BI dan BMA secara pasif, dan BI, BMA pasif; aktif bila berada di kampung halamannya. Faktor penyebab pergeseran Kata Sapaan Adat ini tertinggi untuk yang menggunakan BI karena informan-informan ini tidak pernah pulang kampung dan keluarganya tidak

ikutserta dalam perkumpulan asal kampung halamannya. Faktor penyebab pergeseran Kata Sapaan Adat tertinggi untuk yang menggunakan BI, dan BMA secara pasif, dan aktif bila berada di kampung halamannya karena faktor-faktor sebagai berikut. Setelah ditelusuri dari hasil wawancara yang mendalam ternyata informan ini sering melakukan perpindahan (urbanisasi) sejak kecil. Jadi seringnya berjumpa dengan beragam etnis menjadi penyebab informan ini melakukan pergeseran Kata Sapaan Adat tertinggi.

Tabel 5.43 Pergeseran Kata Sapaan Agama Berdasarkan Ranah Masyarakat No Pemakaian Bahasa Jumlah Kata Sapaan Agama = 11

Frek. Pergeseran

Kata Sapaan Agama

% dari Jumlah Kata Sapaan

1 BI 5 45,46

2 BI 2 19

3 BI 10 90,1

4 BI, BMA aktif bila di kampung 5 45,46 5 BI, BMA, BC 6 54,54 6 BI, BMA, BC 11 100 7 BI 3 27,27 8 BI 6 54,54 9 BI, BMA, BC 0 0

Tabel 5.44 Rata-rata Pergeseran Kata Sapaan Agama Berdasarkan Ranah Masyarakat

No Pemakaian Bahasa Jumlah Kata Sapaan Agama = 11 Frekuensi Pergeseran

rata-rata

Persentase Pergeseran (%)

1 BI = 5 5,2 (5,2/11) x 100 % = 47,27 % 2 BI, BMA aktif bila di

kampung = 1

5 (5/11) x 100 % = 45,46 %

3 BI, BMA, BC = 3 5,67 (5,67/11) x 100 % = 51,52 %

Berdasarkan data-data yang tersaji, tampak dengan jelas bahwa informan dalam hal ini anak dari masing-masing keluarga yang menggunakan BI, BMA aktif bila berada di kampung halamannya terendah melakukan pergeseran Kata Sapaan Agama, yaitu sebesar 45,46%. Faktor penyebabnya adalah sebagai berikut. Dari hasil wawancara mendalam diketahui bahwa informan ini ternyata aktif dalam organisasi keislaman dari masa sekolah menengah atas. Dan sebagaimana diketahui kata sapaan dalam agama ini dalam berbagai BD untuk beberapa kata sapaannya sama sebagai contoh cara menyapa orang (1) yang memiliki pengetahuan agama Islam ustad, (2) petugas yang mengawinkan orang tuan kadi, dan kata sapaan lainnya. Dan yang tertinggi melakukan pergeseran kata sapaan ini adalah anak dalam masing-masing keluarga yang menggunakan BI, BMA, dan BC yaitu sebesar 51,52%. Faktor penyebabnya adalah ketidaktahuan dua anak dari tiga keluarga mengenai kata sapaan agama ini yang sebenarnya memiliki kesamaan dalam tiap-tiap BD, tetapi karena yang bersangkutan hanya memfokuskan kata sapaan tersebut dalam BMA menjadi penyebab pergeseran kata sapaan ini tertinggi dalam kelompok ini.

Tabel 5.45 Pergeseran Kata Sapaan Jabatan Berdasarkan Ranah Masyarakat

No Pemakaian Bahasa Jumlah Kata Sapaan Jabatan = 6

Frek. Pergeseran

Kata Sapaan Jabatan

% dari Jumlah Kata Sapaan

1 BI 6 100

2 BI 6 100

3 BI 6 100

4 BI, aktif bila di kampung 2 33,33

5 BI, BMA, BC 5 83,33

6 BI, BMA, BC 6 100

7 BI 3 50

8 BI 6 100

9 BI, BMA, BC 0 0

Tabel 5.46 Rata-rata Pergeseran Kata Sapaan Jabatan Berdasarkan Ranah Masyarakat

No Pemakaian Bahasa Jumlah Kata Sapaan Jabatan = 6 Frekuensi Pergeseran

rata-rata

Persentase Pergeseran (%)

1 BI = 5 5,4 (5,4/6) x 100 % = 90 % 2 BI, aktif bila di

kampung = 1

2 (2/6) x 100 % = 33,33 %

Berdasarkan data-data yang tersaji, tampak dengan jelas bahwa anak dalam keluarga yang menggunakan BI, BMA pasif; aktif bila berada di kampung halamannya terendah melakukan pergeseran Kata Sapaan Jabatan. Faktor-faktor penyebabnya adalah dari hasil wawancara mendalam diketahui informan ini sering pulang kampung, tentu selama berada di kampung terjadi interaksi dengan anggota masyarakat sekitar, dan secara tidak disadarinya menggunakan kata sapaan jabatan ini. Dan yang tertinggi melakukan pergeseran kata sapaan ini adalah informan yang menggunakan BI saja. Faktor-faktor penyebabnya adalah karena para informan ini tidak pernah pulang kampung, sehingga mereka tidak pernah mendengar kata sapaan ini. Di samping itu keluarga –keluarga ini tidak ikutserta dalam perkumpulan asal kampung halamannya. Dari data yang diperoleh diketahui mereka masuk dalam kelompok keluarga dengan tingkat ekonomi rendah.

Berdasarkan data-data terdahulu dikelompokkan seperti tabel berikut ini.

Tabel 5.47 Rata-rata Pergeseran Kata Sapaan Berdasarkan Ranah Masyarakat No. Pemakaian Bahasa Umum (%) Adat (%) Agama (%) Jabatan %) 1. BI = 5 63,32 100 47,27 90

2. BI, aktif bila di kampung = 1

89,47 100 45,46 33,33

3. BI, BMA, BC = 3

38,60 79,17 51,52 61,11

Berdasarkan data-data yang tersaji, tampak dengan jelas bahwa informan dalam hal ini anak dari masing-masing keluarga yang menggunakan bahasa lebih bervariasi

artinya menggunakan tidak hanya BI, tetapi juga BMA, dan juga keduanya (BC) terendah melakukan pergeseran kata sapaan, yaitu untuk kata sapaan umum, dan adat menurut kaum. Tetapi untuk kata sapaan jabatan ternyata yang terendah melakukan pergeseran adalah informan yang hanya menggunakan BI, dan BMA secara aktif ketika berada di kampung halamannya, tetapi yang bersangkutan juga membuat banyak pergeseran kata sapaan untuk kata sapaan umum. Dan informan yang hanya menggunakan BI saja melakukan pergeseran kata sapaan yang tertinggi, yaitu untuk kata sapaan adat menurut kaum, agama, dan jabatan. Perihal penggunaan bahasa bervariasi ini tidak ditemukan dalam teori Fishman yang dirujuk untuk penelitian ini.

Jadi dari hasil pembahasan dalam masing-masing keluarga informan dapat disimpulkan bahwa rata-rata kata sapaan yang terendah mengalami pergeseran secara berurutan adalah kata sapaan dalam agama, kata sapaan umum, kata sapaan dalam jabatan, dan kata sapaan adat menurut kaum. Dan faktor-faktor yang menyebabkan kata sapaan tersebut mengalami pergeseran adalah prestise, urbanisasi, peralihan antargenerasi, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, tingkat penghasilan, dan variasi pemakaian bahasa.

BAB VI

Dokumen terkait