• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran -saran

Dari hasil penelitian dan kesimpulan diatas maka peneliti memberikan saran-saran :

1. Dalam pengedaran suatu produk pelaku usaha harus memerhatikan hak-hak dan kewajiban sebagai pelaku usaha yang telah ditetapkan UUPK, dan pelaku usaha dalam menjalankan usahanya sebaiknya menunjukkan itikad baik dengan memberikan informasi yang jelas dan jujur tentang produk kosmetika yang diperjual belikan.

2. Konsumen sendiri jangan mudah tergoda terhadap produk yang abal-abal dengan harga tawaran yang lebih murah, konsumen lebih hati-hati dan lebih kritis dalam memilih suatu produk kosmetika dengan memerhatikan informasi dalam kemasan kosmetika, apakah produk tersebut ilegal apa sudah mendapatkan izin edar dari bpom.

3. Pemerintah khususnya Badan Pengawas Obat dan Makanan dapat lebih meningkatkan pengawasan dan penyuluhan dikalangan masyarakat mengenai produk kosmetik, sehinggga menimalisir kerugian-kerugian yang diterima masyarakat khususnya konsumen, karena masyarakat banyak yang tidak mengetahui adanya undang-undang perlindungan konsumen, sehingga masyarakat mengetahui apa yang dapat dilakukan apabila hak-haknya telah dilanggar.

DAFTAR PUSTAKA A. Buku

Al Fauzan, perbedaan antara jual beli dan riba Salih Fauzan : Solo : Attibian, 2022

Qaradhawi. Yusuf, 7kaidah utama fiqih muamalat , Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2014

Daud. Mohammad Ali, Hukum Islam Pengantar Ilmu Hukum dan tata Hukum Islam di Indonesia, Jakarta: Raja Grafido Persada, 2012

Djuwaini. Dimmyauddin, Penghantar Fiqih Muamalah, Yogyakarta Pustaka Pelajar. 2010

Haroen. Nasrun. Fiqh Muamalah, Jakarta:Gaya Media Pratama,2000

Iswari. RetnoTrianggono dan Fatma Latifah, 2007 Buku Pegangan ilmu pengetahuan kosmetik, Gramedia Pustaka, Jakarta.

Mahkamah Agung Republik Indonesia, Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah, Jakarta :Dirjen Badan Peradilan Agama, 2011.

Miru. Ahmad dan Sutarman Yodo, Hukum Perlindungan Konsumen, cet.IX ; Jakarta; PT. Raja Grapindo Persada, 2015

Nasution. A.Z ,hukum perlindungan konsumen suatu pengantar Jakarta:

Diadit Media,2021

Rahman. Abdul Ghazaly, Fiqih Muamalat.Jakarta: Prenada Media Grup,2010 Saeban. Beni Ahmad,, Metode Peneliti Hukum, Bandung: CV Pustaka Setia,

2008

Sohari. Sahrani, Fikih Muamalah Bogor : Ghalia Indonesia, 2011 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta, 2018

Suharismi. Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta:

Rineka Cipta,2002

Suhendi. Hendi, Fiqih Muamalah, Bandung : Gunung Djati Press, 1997 Syafe‟i. Rachmat Fiqih Muamalah, Bandung:Pustaka Setia,2004

Syarif M. Wasitaatmadja, penuntun Ilmu Kosmetik Medik,, Depok: UI Press, 1997

Tim Penyusun. Pedoman Karya Tulis Ilmiah. Jember: UIN Jember Press,2021 Tri. Celina Siwi Kristianti, Hukum Perlindungan Konsumen, Cet 1, Jakarta:

sinar Grafika 2008

Usman Husain dan Purnomo Setiady Akbar, Metodologi Penelitian Sosial, Jakarta: PT.Bumi Aksara,2001

B. Peraturan Perundang-undangan

Sekertaris Negara Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2017 Tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sekertaris Negara Republik Indonesia, Peraturan Mentri Kesehatan RI Nomor 1174/MENKES/PER/VIII/2010 Tentang Izin produksi Kosmetik.

Sekertaris Negara Republik Indonesia, Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen,

Sekertaris Negara Undang- undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen

C. Skripsi

Rosa. Elfina, Peran Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam menanggulangi peredaran kosmetik ilegal (studi di BPOM Bandar Lampung), 2012

Mahardika. Zhafran Pratama, Hukum islam Tentang Jual Beli Handbody Tanpa Label BPOM (Studi Kasus Transaksi Online produk Kyantik Skincare) Universitas Intan Lampung Tahun 2019.

Lidya Wati, Peran Badan Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Jambi dalam Mengatasi Peredaran Kosmetik yang Mengandung Zat Berbahaya (Prespektif Hukum Islam dan Undang-Undang

perlindungan Konsumen. Universitas Islam Negri Shulthan Thaha Saifudun Jambi Tahun 2019

D. Jurnal

Nur. Rezky Amelia, Peran Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam pengawasan kosmetik tanpa izin edar, (Makasar: UNM, 2018) Ramadhan, Tinjauan Kriminologis Terhadap Kejahatan yang terjadi di

wilayah Pertambanagan Poboya. Jurnal Ilmu Hukum Legal Opinion Edisi 6, Volume 2, tahun 2019

Lestari. Elina, Pertanggung jawaban pidana bagi pelaku usaha yang menjual kosmetik pemutih wajah mengandung bahan kimia berbahaya (studi di Bpom Surabaya), Jurnal fakultas Hukum Universitas Brawjaya, 2015.

Riski. Miftahur, ”Jual Beli Plat Nomor Kendaraan Bermotor Perspektif Fiqh Muamalah dan Undang-undang LLAJ di Bondowoso Vol. I No 1

“Rechenstudent Journal Fakultas Syariah (Jember 2020) E. Internet

Badan POM RI, (On-line), http://www.pom.go.id

Grid.id. diakses pada 2022. Kaum hawa sampingkan keamanan dan aturan BPOM kala beli produk pemutih wajah di online shop, seberapa bahayanya. https://www.grid.id/read/041816486/kaum-hawa- sampingkan-keamanan-dan-aturan-bpom-kala-beli-produk-pemutih-wajah-di-online-shop-seberapa-besar-bahayanya?page=all

,

LAMPIRAN – LAMPIRAN

DAFTAR INFORMAN

No Nama Status Tanggal Penelitian

1 Firliyana Penjual kosmetik 06 Oktober 2022

2 Alfina Pembeli kosmetik 12 Oktober 2022

3 Risky Amalia Pembeli kosmetik 13 Oktober 2022

4 Ely Pembeli kosmetik 13 Oktober 2022

5 Defi Reseller kosmetik 15 Oktober 2022

PEDOMAN WAWANCARA A. Pedagang

1. Sudah berapa lama berjualan disini?

2. Alasan membuka usaha disini ?

3. Kisaran berapa modal awal membuka usaha ini ? 4. Berapakah pendapatan perhari atau perbulannya?

5. Ambil produk dari mana?

6. Berapa harga kosmetik khususnya krim HN ke konsumen?

7. Berapa Harga kosmetik dari distributor ?

8. Bagaimana proses pemesanan produk melalui distributor ?

9. Apakah penjual mengetahui mengenai barang yang dilarang diperjual belikan ?

10. Apakah pernah menjual secara online ?

11. Apakah disini pernah ada sosialisi dari pemerintah mengenai barang mana yang boleh diperjual belikan dan mana yang tidak boleh?

12. Apakah pernah ada pemeriksaan dari pemerintah di toko ini?

13. Mengapa masih menjual produk tanpa label Bpom?

14.

Apa pernah ada konsumen yang komplain mengenai pemakaian produk tanpa label Bpom?

B. Pembeli

1. Namanya siapa ? 2. Ummur berapa?

3. Pekerjaan apa ?

4. Tau toko firliyana dari mana?

5. Sudah berapa kali membeli kosmetik ditoko Firliyana?

6. Alasannya membeli kosmetik di toko Firliyana?

7. Biasanya beli kosmetik untuk digunakan sendiri apa diperjual belikan lagi?

8. Pernah ada rasa khawatir tidak beli produk tanpa label bpom ? 9. Bagaiman efek pemakaian produk tersebut?

10. Apakah sudah tau kalau produk tersebut belum teruji keamanannya?

11. Apa yang anda tau mengenai hukum perlindungan konsumen?

SURAT IZIN PENELITIAN

LABORATORIUM PRODUK

DOKUMENTASI

Satu paket produk

skincare HN tanpa BPOM Sabun wajah HN tanpa BPOM

Toner HN tanpa BPOM Krim siang HN tanpa BPOM

promosi di grub reseller wawancara dengan kak Firliyana selaku penjual

penjualan kosmetik toko firliyana di shopee

wawancara dengan kak alfina selaku pembeli dan pengguna produk HN

wawancara dengan kak rizky selaku pembeli dan pengguna Produk HN

wawancara dengan kak Defi selaku reseller ditoko firliyana

Dokumen terkait