• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembelajaran Al-Qur’an Hadits Siswa

Dalam dokumen AYU INDAH PRATIWI NIM. (Halaman 50-0)

BAB IV HASIL PENELITIAN

B. Pembelajaran Al-Qur’an Hadits Siswa

Pembelajaran al-Qur‟an hadis diarahkan untuk menumbuh kembangkan pengetahuan siswa terhadap al-Qur‟an dan hadis, sehingga memperoleh pengetahuan mengenai keduanya dengan baik dan benar.

Muwahidah Idrus (Guru Al-Qur‟an Hadis), mengatakan bahwa:

Dalam Pembelajaran al-Qur‟an hadis di Madrasah Tsanawiyah Aisyiyah, menekankan proses kegiatan belajar yang berorientasi pada kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang muslim terhadap kedua sumber ajaran tersebut. Di antaranya adalah kemampuan dalam membaca, menulis, menghafal, memahami, dan mengamalkan al-Qur‟an hadis. Metode yang digunakan dalam pembelajaran al-Qur‟an hadis bermacam-macam seperti Ceramah sambil Tanya jawab, demontrasi, hafalan, . (Wawancara, di Ruang Guru tanggal, 19 Juli 2016)

Lebih jelasnya dapat di perhatikan jawaban responden dengan melalui tabel berikut :

Tabel 7

Tanggapan Responden Belajar Membaca Al-Qur‟an sesuai dengan Hukum Tajwid di Sekolah

No. Kategori Jawaban Frekuensi Presentase %

1 Ya 33 100%

2 kadang-kadang - -

3 Tidak - -

Jumlah 33 100%

Sumber data : Dari angket item 1

Dari tabel di atas diketahui bahwa semua siswa belajar membaca al-Qur‟an sesuai dengan hukum tajwid. ini terbukti semuanya siswa yang menjawab Ya sebanyak 33 siswa (100%) dari jumlah sampel 33 orang.

Tabel 8

Tanggapan Responden Belajar tentang Unsur-unsur Hadis seperti sanad, perawi, matan pada Mata Pelajaran Al-Qur‟an Hadis

No. Kategori Jawaban Frekuensi Presentase %

1 Ya - -

2 kadang-kadang - -

3 Tidak 33 100%

Jumlah 33 100%

Sumber data : Dari angket item 2

Dari tabel di atas diketahui bahwa Semua siswa menjawab Tidak Belajar Unsur-unsur Hadis seperti sanad, perawi, matan pada mata pelajaran Al-Qur‟an dengan persentase (100%). Ini menujukkan bahwa siswa MTS Aisyiyah Tidak mempelajari unsur-unsur hadis.

Penulis berkesimpulan bahwa siswa semua belajar membaca al-qur‟an sesuai dengan hukum tajwid tetapi Tidak Belajar tentang Unsur-unsur Hadis seperti sanad, perawi, matan. Dalam hal ini dapat memberi siswa pengetahuan serta dapat lebih belajar dalam memahami, dan membaca al-Qur‟an hadis dengan baik.

C. Kemampuan membaca Al-Qur‟an Siswa Madrasah Tsanawiyah Aisyiyah Sungguminasa

Kemampuan membaca al-Qur‟an harus dimulai dari mengenal, membaca dan melafadzkan jumlah huruf dalam al-Qur‟an dengan baik dan benar. Dalam hal ini pentingnya belajar membaca al-Qur‟an, karena al-Qur‟an merupakan pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari serta merupakan ibadah bagi orang yang membacanya. Pelajaran al-Qur‟an hadis dapat menunjang mata pelajaran lainnya, selain itu dapat menunjang dalam acara perlombaan antar sekolah, dengan seperti itu akan mendorong siswa untuk belajar khususnya dalam belajar membaca al-Quran sehingga tidak ada lagi siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca al-Quran.

Peneliti melakukan wawancara dengan ibu Muwahidah Idrus (Guru Al-Qur‟an Hadis) yang mengatakan bahwa :

Siswa MTS Aisyiyah 85% yang sudah mampu membaca al-qur‟an, dan masih banyak juga yang belum mampu dalam mengetahui ilmu tajwidnya, oleh karna itu kami sebagai guru al-qur‟an hadits memberi jam tambahan khusus membaca al-Qur‟an melalui Tutor Sebaya. (Wawancara, di Ruang Guru tanggal, 19 Juli 2016)

Lebih jelasnya dapat di perhatikan jawaban responden dengan melalui tabel berikut

Tabel 9

Tanggapan Responden Yang Sudah Mengenal dan Hafal Huruf Hijaiyah

No. Kategori Jawaban Frekuensi Presentase %

1 Sangat 26 78.78%

2 Kurang 7 21.21%

3 Tidak -

Jumlah 33 100%

Sumber data : Dari angket item 3

Dari tabel di atas diketahui bahwa Yang sudah mengenal dan hafal huruf hijaiyah sebanyak 26 siswa Yang menjawab sangat mengenal dan hafal (78.78%) dan Yang Kurang Mengenal dan hafal Huruf Hijaiyah sebanyak 7 siswa (21.21%) dari jumlah sampel 33 orang

Tabel 10

Tanggapan Responden Dalam mampu membaca al-Qur‟an sesuai dengan Hukum Tajwid

No. Kategori Jawaban Frekuensi Presentase %

1 Sangat Mampu 9 27.27%

2 Kurang Mampu 24 72.72%

3 Tidak Mampu - -

Jumlah 33 100%

Sumber data : Dari angket item 4

Dari tabel di atas diketahui bahwa yang Sangat Mampu dalam membaca al-Qur‟an sesuai dengan tajwid sebanyak 9 siswa (27.27%) dan yang Kurang Mampu sebanyak 24 siswa (72.72%) dari jumlah sampel 33 orang.

Adapun Peneliti melakukan wawancara dengan Riswan Majid (Guru Al-Qur‟an Hadis) yang mengatakan bahwa :

Masih banyak siswa yang belum mampu membaca al-Qur‟an sesuai dengan tajwid, maka dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa saya selaku guru mengidintifikasi siswa kurang mampu atau yang sudah lancar membaca al-Qur‟an setelah mengidintifikasi maka saya melakukan pembinaan baca tulis alqur‟an secara langsung perorangan. (Wawancara, di Ruang Guru tanggal, 20 Juli 2016)

Selanjutnya peneliti melakukan wawancara dengan Muwahidah Idrus (Guru Al-Qur‟an Hadis) yang mengatakan bahwa :

Adapun siswa yang sudah dapat mengenal huruf hijaiyah dan hafal, serta sudah dapat membaca al-QUr‟an sesuai dengan hukum tajwid sekitar 75% siswa. (Wawancara di Ruang Guru tanggal 25 Juli 2016)

Tabel 11

Tanggapan Responden Sudah Lancar Membaca al-Qur‟an dengan Baik

No. Kategori Jawaban Frekuensi Presentase %

1 Lancar 22 66.66%

2 Kurang Lancar 11 33.33%

3 Tidak Lancar - -

Jumlah 33 100%

Sumber data : Dari angket item 5

Dari tabel di atas diketahui bahwa yang Lancar Dalam membaca al-Qur‟an dengan lancar sebanyak 22 (66.66%) dan yang kurang sebanyak 11 siswa (33.33%) dari jumlah sampel 33 orang

Penulis berkesimpulan bahwa Kemampuan membaca al-Qur‟an Siswa MTS Aisyiyah sebagian besar sudah dapat mengenal dan Hafal

Huruf Hijaiyah, Namum Banyak Siswa yang kurang Mampu dalam membaca al-Qur‟an sesuai dengan hukum tajwid, dan sebagian besar siswa di MTS Aisyiyah Sungguminasa sudah dapat membaca al-Qur‟an dengan lancar.

D. Pengaruh Pembelajaran Al-Qur‟an Hadits Terhadap Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Qur‟an Siswa MTS Aisyiyah Sungguminasa

Guru Al-Qur‟an Hadis selalu berusaha menarik perhatian siswa agar pelajaran yang akan disampaikan dapat dipahami dengan baik.

Dengan melalui beberapa metode seperti Tanya jawab, ceramah, demonstrasi dan hafalan dalam pembelajaran al-Qur‟an hadis, dan guru selalu memberi solusi agar peningkatan kemampuan membaca al-qur‟an siswa dapat meningkat dengan mengidintifikasi siswa yang mampu dalam membaca al-qur‟an dan penguasaan tajwidnya, dan yang belum mampu mereka akan dibimbing secara perorangan dengan memberi jam tambahan khusus dalam membaca al-Qur‟an.

Lebih jelasnya dapat di perhatikan jawaban responden dengan melalui tabel berikut :

Tabel 12

Tanggapan Responden Guru Memberi jam Tambahan Khusus Dalam Hal belajar Membaca Al-Qur‟an di Luar jam Pelajaran

No. Kategori Jawaban Frekuensi Presentase %

1 Ya 27 81.81%

2 Kadang-kadang - -

3 Tidak 6 18.18%

Jumlah 33 100%

Sumber Data : Dari Angket Item 6

Dari tabel di atas diketahui bahwa siswa yang menjawab Ya sebanyak 27 siswa (81,81%) itu menunjukkan bahwa banyak siswa yang mendapatkan Jam Tambahan Khusus Dalam Hal belajar Membaca Al-Qur‟an di Luar jam Pelajaran, semantara yang menjawab Tidak sebanyak 6 siswa ini menunjukkan bahwa (18.18%) siswa itu sudah dianggap lancar atau mampu oleh gurunya dari jumlah sampel 33 orang.

Tabel 13

Tanggapan Responden Setelah Mendapatkan Materi Pelajaran Al-Qur‟an Hadis Kemampuan Membaca Al-Al-Qur‟an Meningkat

No. Kategori Jawaban Frekuensi Presentase %

1 Sangat Meningkat 27 81.81%

2 Kurang Meningkat 6 18.18%

3 Tidak Meningkat - -

Jumlah 33 100%

Sumber data : Dari angket item 7

Dari tabel di atas diketahui bahwa setelah Mendapatkan Materi Pelajaran Al-Qur‟an Hadis Kemampuan membaca Al-Qur‟an Sangat

Meningkat sebanyak 27 (81.81%) dan yang Kurang Meningkat sebanyak 6 siswa (18.18%) dari jumlah sampel 33 orang.

Setelah mencermati pembahasan di atas, maka penulis berkesimpulan setelah mendapatkan pelajaran al-Qur‟an hadis kemampuan membaca al-Qur‟an siswa mengalami peningkatan dan dengan diberi tambahan khusus dalam membaca al-Qur‟an siswa dapat lebih berperan aktif dalam kegiatan proses belajar dan dapat lebih meningkatkan kemampuan dalam hal membaca Al-Qur‟an.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian di MTS Aisyiyah Sungguminasa Kabupaten Gowa dengan judul Pengaruh Pembelajaran Al-Qur‟an Hadits Terhadap Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Qur‟an Siswa di Madrasah Tsanawiyah Aisyiyah Sungguminasa Kabupaten Gowa yang telah dilakukan, maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Secara umum Guru dalam Pembelajaran Al-Qur‟an Hadis melakukan

beberapa metode pembelajaran yang kategori cukup baik, hal ini terlihat dari guru dalam menyampaikan pelajaran sampai memberikan motivasi dan bimbingan kepada siswa untuk mampu membaca Alquran dengan baik dan benar.

2. Tingkat kemampuan membaca Alquran siswa di Madrasah Tsanawiyah Aisyiyah Sungguminasa, tergolong Cukup baik karena dari 33 responden 1) Yang sudah mengenal dan hafal huruf hijaiyah berdasarkan jumlah persentase 78.78%. 2). yang tergolong Sangat Mampu dalam membaca al-Qur‟an sesuai dengan tajwid sebanyak 9 siswa dengan persentase 27.27%, yang tergolong Kurang Mampu sebanyak 24 siswa dengan persentase 72.72%. 3). yang Lancar Dalam membaca al-Qur‟an dengan persentase 66.66%. Dalam hal ini secara umum atau rata-rata sudah bisa membaca al-qur‟an dengan lancar.

46

3.Pengaruh pembelajaran al-Qur‟an Hadis terhadap peningkatan kemampuan membaca al-Qur‟an siswa di Madrasah Tsanawiyah Aisyiyah Sungguminasa setelah Mendapatkan Materi Pelajaran Al-Qur‟an Hadis, Kemampuan membaca Al-Al-Qur‟an Meningkat dengan persentase 81.81% .

B. Saran

Sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, maka peneliti memberikan saran:

1. Bagi Guru

Hendaknya selalu mengingatkan orang tua juga siswa agar aktif dalam pembelajaran Al-Qur‟an Hadis dan kegiatan membaca al-Qur‟an, karena memang dirasa sangat besar manfaatnya bagi siswa terutama mendukung dalam peningkatan kemampuan membaca al-Qur‟an.

2. Bagi Siswa

Dalam pembelajaran siswa harus lebih berani, aktif, selalu mendengarkan, serta memahami dengan serius dalam pembelajaran, hingga mampu bersaing secara sehat dengan temannya untuk memperoleh nilai terbaik dalam pembelajaran khusunya dalam belajar membaca Alquran.Tidak boleh malas dan tidak boleh bermain ketika guru sedang menjelaskan.

DAFTAR PUSTAKA Alquran Karim

Abu „Abdu al-Rahman, „Abdu, Abu. 1997. Pedoman Menghayati dan Menghafal Al-Qur’an, Jakarta: Hadi Press, Cet. I

Arikunto, Suharsimi.1993. Prosedur Penelitian, Jakarta: Edisi Revisi II, cet.

IX, Rineka Cipta.

Darajat, Zakiah. 2008. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta : PT. Bumi Aksara Departemen Agama RI tahun 2010, al-Quran Mushaf & Terjemah.

Departemen Agama RI, Tajwid dan Ilmu al-Quran, Jakarta: Proyek pengadaan Kitab Suci Al-Qur‟an

Al-Ghozali, Imam. 1995. Adab Membaca Al-Qur’an, Penerjemah : A. Hufaf Ibriy, Surabaya : Tiga Dara

Hafidz Al W Ahsin. 2008. Bimbingan Praktis Menghafal Al-Qur’an, Jakarta:

Bumi Aksara

Himpunan Lengkap Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. 2014.

Jakarta: Saufa

M.A, Shomad, A Idris, M. 2005. Al-Qur’an sebagai Wahyu Ilahi Dalam Jurnal Kajian Islam Al-Insan Nomor I Vol.I, .

Muhaimin. 1994. Dimensi-Dimensi Studi Islam, Surabaya: Karya Abditama al-Munawar, Hsin, Agil, Said. 2007. Al-Qur’an Membangun Tradisi

Kesalehan Hakiki .

Nawawi, Syauqi, Rif‟at dan Hasan, Ali M. 1992. Pengantar Ilmu Tafsir, Jakarta: Bulan Bintang.

Purwanto, Ngalim. 2007. Psikologi Pendidikan, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.cet, ke. 23

al-Qattan, Khalil, Manna. Mabahist.1987. Fi Ulum al-Qur‟an, diterjemahkan oleh Drs, Muzdakkir As dalam “Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an” Jakarta:

Litera Antar Nusa,

48

al-Qaththan, Manna, Syaikh. el- Mazni, Rafiq, Annur H, Lc.(penerjemah).

2009. Pengantar Stuudi Islam Al-Qur’an, Jakarta: Pustaka al-Kautsar. cet. Ke 4

Sagala, Syaiful. 2009. Konsep dan Makna pembelajaran. Bandung : Alfabeta.

Shihab, Quraish. 1996. Membumikan Al-Qur’an, Bandung: Mizan.

Shiddieqy, Ash, Hasbi M. 1991. Membahas Ilmu-ilmu Hadits. Jakarta:

Bulan Bintang

Syah, Muhibbin. 2006. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.

Bandung : Rosda.

Syamsuddin, Sahiron, 2007. Metodologi Penelitian Living Qur’an dan Hadits. Yogyakarta : TERAS

Sugiyono, 2014. Metode Penelitian kuantitatif, kualitatif dan R & D, Bandung : Alfabeta.

Sugiono. 2003. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tim Badan Litbang dan Diklat Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur‟an, Tafsir al-Qur‟an. 2008. Tematik: Al-Qur’an dan Pemberdayaan Kaum Duafa, diterbitkan oleh Departemen Agama RI,

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Tohirin. 2011. Psikologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.Cetakan IV. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada.

Zuhairini. 1993, Metodologi Pendidikan Agama. Solo: Madhani.

Yang di wawancarai : Riswan Majid, S.Pd. I & Muwahidah Idrus, S.Ag Jabatan : Guru Al-quran Hadits

Pertanyaan yang diajukan adalah sebagai berikut :

1. Metode apa saja yang digunakan oleh ibu dalam pembelajaran al-Qur’an hadist

2. Bagaimana proses belajar mengajar dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an ?

3. Bagaimana kemampuan membaca al-Qur’an siswa di MTS Aisyiyah Sungguminasa ?

4. Apa saja bentuk usaha dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an siswa ?

pertanyaan yang ada

2. Daftar pertanyaan ini diajukan untuk diisi dengan pendapat siswa secara jujur dan objektif

3. Berilah tanda (X) pada jawaban a, b atau c sesuai dengan pengalaman anda

4. Tulislah nama anda pada tempat yang telah disediakan 5. Atas bantuan dan partisipasinya saya ucapkan terima kasih

B. Identitas Responden

Nama : Jenis Kelamin :

Umur : Kelas :

C. Pertanyaan

1. Apakah anda belajar membaca al-Qur’an sesuai dengan Hukum Tajwid di sekolah ?

a. Ya b. Kadang-kadang c. Tidak

2. Apakah anda belajar tentang unsur-unsur hadis seperti sanad, perawi, matan pada mata pelajaran al-Qur’an Hadis?

a. Ya b. Kadang-kadang c. Tidak 3. Apakah anda sudah mengenal dan hafal Huruf Hijaiyah ?

a. Sangat Mampu b. Kurang Mampu c. Tidak Mampu 5. Apakah anda sudah lancar membaca al-Qur’an dengan baik?

a. Lancar b. Kurang Lancar c. Tidak Lancar

6. Apakah Guru anda memberi jam tambahan khusus dalam hal belajar membaca al-Qur’an diluar jam pelajaran?

a. Ya b. Kadang-kadang c. Tidak

7. Apakah setelah anda mendapatkan materi pelajaran al-Qur’an Hadits kemampuan membaca al-Qur’an anda meningkat ?

a. Sangat Meningkat b. Kurang Meningkat c. Tidak Meningkat

Dalam dokumen AYU INDAH PRATIWI NIM. (Halaman 50-0)

Dokumen terkait