3.9 Metode Analisis Data .1Analisis Data Awal .1Analisis Data Awal
4.1.2 Pembelajaran Kelas Eksperimen 2
Pembelajaran kelas eksperimen 2 terdiri atas pertemuan pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Selain itu, dua pertemuan sebelum pertemuan pertama diadakan pretes kemampuan berpikir kreatif dan penggalian kemampuan prasyarat secara berurutan pada tanggal 29 April 2013 dan 4 Mei 2013. Setelah pertemuan keempat, diadakan postes kemampuan berpikir kreatif pada tanggal 20 Mei 2013. 4.1.2.1Pertemuan Pertama
Pertemuan pertama di kelas VIID sebagai kelas eksperimen 2 dengan model pembelajaran Taba dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 6 Mei 2013. Guru membuka kegiatan pembelajaran dan dilanjutkan dengan kegiatan awal. Sesuai dengan RPP yang disusun (Lampiran 24), pembelajaran dimulai dengan
mengingat kembali materi prasyarat diantaranya adalah dalil Pythagoras dan jenis-jenis bangun datar. Setelah itu guru menyampaikan judul materi yang akan dipelajari pada hari itu, yakni pengertian dan sifat-sifat segiempat. Guru juga menyampaikan tujuan pembelajaran, manfaat, dan prolog yang memotivasi siswa.
Kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan sintaks model pembelajaran Taba. Langkah pertama dalam model Taba adalah listing, yaitu siswa diminta menyebutkan satu pesatu nama bangun datar yang termasuk segiempat. Guru menggambar macam-macam bangun datar di papan tulis kemudian siswa diminta untuk menyebutkan manakah yang merupakan segiempat. Setelah itu dilanjutkan pada langkah kedua yaitu grouping. Siswa diminta untuk mengelompokkan jenis-jenis segiempat berdasarkan kreativitas mereka secara spontan. Pada tahap ini, tidak ada siswa yang secara inisiatif menyebutkan pengelompokan tersebut. Perlu rangsangan lebih dari guru agar siswa dapat mengemukakan pendapatnya.
Langkah ketiga adalah labelling, yaitu siswa diarahkan untuk menyebutkan kategori yang dijadikan dasar pengelompokan segiempat pada sajian gambar yang dibuat guru di papan tulis. Pada akhirnya siswa dapat menemukan bahwa pengelompokan tersebut didasarkan pada banyaknya pasangan sisi sejajar yang dimiliki segiempat. Guru menyampaikan bahwa materi yang dipelajari pada pertemuan pertama adalah pengertian dan sifat-sifat dari kelompok segiempat yang memiliki sepasang-sepasang sisi-sisi berhadapan sejajar yaitu jajargenjang, persegi panjang, belah ketupat, dan persegi.
Langkah lanjutan dari langkah ketiga adalah data collection. Pada langkah ini siswa dibagi dalam kelompok yang masing-masing beranggotakan 4-5 anak.
Siswa diminta untuk mengerjakan LDS 01 (Lampiran 37) seperti pertemuan pertama kelas eksperimen 1 mengenai pengertian dan sifat-sifat dari jajargenjang, persegi panjang, belah ketupat, dan persegi. Siswa secara berkelompok diminta untuk berdiskusi menemukan pengertian dan sifat-sifat dari keempat bangun segiempat tersebut. Suasana diskusi pada pertemuan pertama kelas eksperimen 2 belum berjalan sesuai dengan harapan. Beberapa siswa tidak setuju akan pembagian kelompok yang secara acak. Untuk mengatasi hal tersebut guru bertindak tegas, namun tidak ada hasil. Sehingga di kelas eksperimen 2 terdiri atas beberapa kelompok yang masing-masing beranggotakan 3-6 siswa. Pembagian kelompok tersebut menyita waktu terlalu lama sehingga guru memutuskan untuk melanjutkan pembelajaran meskipun pembagian kelompok tidak sesuai dengan rencana. Antusiasme siswa terlihat dengan keseriusan dalam berdiskusi. Hasil akhir langkah ini adalah data. Setelah diskusi kelompok selesai, dilanjutkan diskusi kelas dipandu oleh guru. Diskusi kelas memuat langkah generalizing dan comparing. Langkah empat dan lima tersebut mengajak siswa mendiskusikan mengenai data yang telah dikumpulkan bersama-sama. Ketika diskusi kelas, beberapa siswa berani mengemukakan pendapatnya dengan bersemangat. Suasana kelas terkendali meskipun sesekali gaduh. LDS 01 dapat didiskusikan dengan baik hingga selesai meskipun memakan waktu lama. Ketiadaan media pada kelas eksperimen 2 membuat kegiatan pembelajaran semakin lama.
Langkah keenam adalah explaining. Pada tahap ini siswa diminta berdiskusi kembali dengan kelompok untuk mengerjakan LDS 02 (Lampiran 39). Soal-soal yang diberikan berupa pertanyaan yang membutuhkan pemahaman
mendalam dan kemampuan berpikir kreatif. Setelah itu, beberapa kelompok diminta untuk menjelaskan mengenai hasil diskusi yang telah dilakukan. Pada tahap ini LDS 02 terdiri atas dua soal, tetapi hingga batas waktu tertentu siswa belum menyelesaikan LDS 02. Guru memutuskan untuk menjadikan Soal LDS 02 sebagai tugas diskusi di rumah.
Langkah ketujuh adalah predicting. Siswa diminta untuk menemukan jawaban dari pertanyaan Latihan Soal 01 yang dibacakan oleh guru. Siswa diminta untuk menjawab dan mendiskusikan mengenai jawaban tersebut. Siswa terlihat antusias dan dari kegiatan ini terlihat siswa manakah yang aktif dan menonjol. Hanya terdapat beberapa siswa yang tidak mau ketika diminta untuk mengemukakan pendapatnya.
Langkah lanjutan dari langkah ketujuh adalah kesimpulan. Siswa diminta untuk merenungkan, kemudian menyimpulkan mengenai materi yang telah dipelajari. Pertemuan pertama diakhiri dengan evaluasi siswa yakni siswa diberi Soal Kuis 01/E (Lampiran 59). Siswa dapat menyelesaikan Soal Kuis 01/E dengan tepat waktu. Siswa diberi PR soal nomor 3,4, dan 5 pada Latihan 1, Latihan 3, dan Latihan 5, dan Latihan 7 di LKS Lotus. Siswa juga diberi informasi mengenai rencana kegiatan pembelajaran pada pertemuan kedua. Setelah itu, guru mengakhiri pertemuan pertama.
Secara umum pertemuan pertama di kelas eksperimen 2 belum sesuai dengan harapan. Hal-hal yang perlu diperbaiki adalah pembagian waktu, kontrol kelas, dan pembagian kelompok. Waktu diskusi LDS 02 masih kurang sehingga siswa belum dapat menyelesaikan LDS 02 dengan tepat waktu. Kegaduhan kelas
terjadi ketika pembagian kelompok dan sesekali ketika diskusi kelompok. Siswa menyatakan tidak puas mengenai pembagian kelompok secara acak. Siswa meminta untuk berkelompok dengan teman yang diinginkan. Namun guru menegaskan kepada siswa untuk menerima pembagian kelompok. Ketidak puasan tersebut ternyata berakibat pada kurang aktifnya diskusi kelompok. Siswa cenderung mengerjakan sendiri-sendiri mengenai tugas kelompok yang diberikan. Guru perlu mengingatkan berkali-kali untuk mengkondisikan kelas. Guru menyampaikan pertemuan yang akan datang, siswa dapat berpindah kelompok sesuai keinginan dan menugasi ketua kelas untuk memandu pembagian kelompok. Ada target materi yang belum tercapai, yaitu pendalaman yang termuat pada LDS 02. Target materi tersebut dijadikan tugas diskusi di rumah dan dibahas pada pertemuan kedua kelas eksperimen 2.
4.1.2.2Pertemuan Kedua
Pertemuan kedua di kelas VIID sebagai kelas eksperimen 2 dengan model pembelajaran Taba dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 11 Mei 2013. Guru membuka kegiatan pembelajaran dan dilanjutkan dengan kegiatan awal. Sebelumnya, guru membahas mengenai PR yang diberikan pada pertemuan pertama. Selanjutnya, sesuai dengan RPP yang disusun (Lampiran 25), pembelajaran dimulai dengan mengingat kembali mengenai pengelompokan segiempat berdasarkan banyaknya pasangan sisi sejajar yang dimiliki. Setelah itu guru menyampaikan judul materi yang akan dipelajari pada hari itu, yakni pengertian dan sifat-sifat dari trapesium dan layang-layang. Guru juga menyampaikan tujuan pembelajaran, manfaat, dan prolog yang memotivasi siswa.
Kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan sintaks model pembelajaran Taba. Langkah pertama dalam model Taba adalah listing, yaitu siswa diminta menyebutkan satu pesatu nama-nama segiempat yang digambar guru di papan tulis. Setelah itu dilanjutkan pada langkah kedua yaitu grouping. Siswa diminta untuk mengelompokkan jenis-jenis segiempat berdasarkan kreativitas mereka secara spontan.
Langkah ketiga adalah labelling, yaitu siswa diarahkan untuk menyebutkan kategori yang dijadikan dasar pengelompokan segiempat yang digambarkan guru di papan tulis. Pada akhirnya siswa dapat menemukan bahwa pengelompokan tersebut didasarkan pada banyaknya pasangan sisi sejajar yang dimiliki segiempat. Guru menyampaikan bahwa materi yang dipelajari pada pertemuan kedua adalah pengertian dan sifat-sifat dari kelompok segiempat yang memiliki sepasang sisi berhadapan sejajar yaitu trapesium beserta jenisnya dan layang-layang.
Langkah lanjutan dari langkah ketiga adalah data collection. Pada langkah ini siswa dibagi dalam kelompok yang masing-masing beranggotakan 4-5 anak. Siswa diminta untuk mengerjakan LDS 03 (Lampiran 41) mengenai pengertian dan sifat-sifat dari trapesium sembarang, trapesium siku-siku, trapesium sama kaki, dan layang-layang. Siswa secara berkelompok diminta untuk berdiskusi menemukan pengertian dan sifat-sifat dari keempat bangun segiempat tersebut. Suasana diskusi pada pertemuan kedua kelas eksperimen 2 berjalan sesuai harapan meskipun belum maksimal. Siswa terlihat lebih antusian dibandingkan dengan pertemuan pertama. Hasil akhir langkah ini adalah data. Setelah diskusi
kelompok selesai, dilanjutkan diskusi kelas dipandu oleh guru. Diskusi kelas memuat langkah generalizing dan comparing. Langkah empat dan lima tersebut mengajak siswa mendiskusikan mengenai data yang telah dikumpulkan bersama-sama. Ketika diskusi kelas, beberapa siswa berani mengemukakan pendapatnya. Suasana kelas terkendali meskipun sesekali gaduh. LDS 03 dapat didiskusikan dengan baik hingga selesai.
Langkah keenam adalah explaining. Pada tahap ini siswa diminta berdiskusi kembali dengan kelompok untuk mengerjakan LDS 04 (Lampiran 43). Soal-soal yang diberikan berupa pertanyaan yang membutuhkan pemahaman mendalam dan kemampuan berpikir kreatif. Setelah itu, beberapa kelompok diminta untuk menjelaskan mengenai hasil diskusi yang telah dilakukan. Pada tahap ini LDS 04 terdiri atas tiga soal, tetapi yang dapat diselesaikan dan didiskusikan adalah soal nomor 1. Soal LDS 04 nomor 2 dan 3 dijadikan tugas diskusi di rumah.
Langkah ketujuh adalah predicting. Siswa diminta untuk menemukan jawaban dari pertanyaan Latihan Soal 02 yang diberikan oleh guru. Siswa diminta untuk menjawab dan mendiskusikan mengenai jawaban tersebut. Siswa terlihat antusias dan dari kegiatan ini terlihat siswa manakah yang aktif dan menonjol. Namun masih terdapat siswa yang tidak mau ketika diminta untuk mengemukakan pendapatnya.
Langkah lanjutan dari langkah ketujuh adalah kesimpulan. Siswa diminta untuk merenungkan, kemudian menyimpulkan mengenai materi yang telah dipelajari. Pertemuan pertama diakhiri dengan evaluasi siswa yakni siswa diberi
Soal Kuis 02/E (Lampiran 61). Dalam mengerjakan Soal Kuis, siswa kekurangan waktu sehingga butuh perpanjangan waktu melebihi jam pulang sekolah. Siswa diberi PR soal nomor 3,4, dan 5 pada Latihan 11 dan Latihan 9 pada LKS Lotus. Siswa juga diberi PR LDS 05 (Lampiran 45) mengenai keliling segiempat. Siswa diberi informasi mengenai rencana kegiatan pembelajaran pada pertemuan ketiga. Setelah itu, guru mengakhiri pertemuan kedua.
Secara umum pertemuan kedua di kelas eksperimen 2 sudah sesuai dengan harapan. Hal-hal yang perlu diperbaiki adalah pembagian waktu dan kontrol kelas. Suasana kelas lebih kondusif dibandingkan dengan pertemuan pertama pada kelas tersebut. Penentuan anggota kelompok diatur ulang sehingga tidak ada lagi siswa yang tidak setuju dengan pengelompokan tersebut. Waktu diskusi LDS 04 masih kurang sehingga siswa hanya dapat mendiskusikan nomor satu. Waktu untuk mengerjakan Soal Kuis 02/E juga kurang. Kegaduhan kelas terjadi ketika diskusi. Guru perlu mengingatkan berkali-kali untuk mengkondisikan kelas. Namun demikian, target materi dapat tecapai sesuai dengan rencana.
4.1.2.3Pertemuan Ketiga
Pertemuan ketiga di kelas VIID sebagai kelas eksperimen 2 dengan model pembelajaran Taba berbantuan GSP dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 13 Mei 2013. Guru membuka kegiatan pembelajaran dan dilanjutkan dengan kegiatan awal. Guru menyampaikan menyampaikan judul materi yang akan dipelajari pada hari itu, yakni mengenai menemukan rumus keliling dan rumus luas segiempat Sebelumnya, guru membahas mengenai PR yang diberikan pada pertemuan kedua yaitu PR LDS 05. PR tersebut mengenai bagaimana menemukan rumus luas
segiempat. PR dibahas dengan berbantuan GSP. Setelah membahas LDS 05, pembelajaran dilanjutkan dengan mengingat kembali konsep luas persegi panjang sesuai dengan RPP yang disusun (Lampiran 26).
Kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan sintaks model pembelajaran Taba. Langkah pertama dalam model Taba adalah listing, yaitu siswa diminta menyebutkan satu pesatu nama-nama segiempat yang digambarkan oleh guru di papan tulis. Setelah itu dilanjutkan pada langkah kedua yaitu grouping. Siswa diminta untuk mengelompokkan jenis-jenis segiempat berdasarkan kreativitas mereka secara spontan.
Langkah ketiga adalah labelling, yaitu siswa diarahkan untuk mengelompokkan segiempat berdasarkan segiempat mana saja yang dapat langsung ditemukan luasnya dengan menggunakan petak dan mana yang bukan. Langkah lanjutan dari langkah ketiga adalah data collection. Pada langkah ini siswa dibagi dalam kelompok yang masing-masing beranggotakan 4-5 anak. Siswa diminta untuk mengerjakan LDS 06 (Lampirran 47) mengenai menurunkan rumus luas segiempat. Siswa secara berkelompok diminta untuk berdiskusi membahas LDS 06 tersebut. Suasana diskusi pada pertemuan ketiga kelas eksperimen 2 berjalan sesuai harapan. Antusiasme siswa terlihat dengan keseriusan dalam berdiskusi. Hasil akhir langkah ini adalah data. Setelah diskusi kelompok selesai, dilanjutkan diskusi kelas dipandu oleh guru. Diskusi kelas memuat langkah generalizing dan comparing. Langkah empat dan lima tersebut mengajak siswa mendiskusikan mengenai data yang telah dikumpulkan bersama-sama. Ketika diskusi kelas, beberapa siswa berani mengemukakan pendapatnya.
Suasana kelas terkendali meskipun sesekali gaduh. LDS 06 dapat didiskusikan dengan baik hingga selesai.
Langkah keenam adalah explaining. Pada tahap ini siswa diminta berdiskusi kembali dengan kelompok untuk mengerjakan LDS 07 (Lampiran 49). Soal-soal yang diberikan berupa pertanyaan yang membutuhkan pemahaman mendalam dan kemampuan berpikir kreatif. Pada tahap ini LDS 07 terdiri atas tiga soal, tetapi tidak ada soal yang dapat dibahas dikarenakan siswa belum selesai mengerjakan. Sehingga Soal LDS 07 dijadikan tugas diskusi di rumah.
Langkah ketujuh adalah predicting. Siswa diminta untuk menemukan jawaban dari pertanyaan Latihan Soal 03 yang diberikan oleh guru. Siswa diminta untuk menjawab dan mendiskusikan mengenai jawaban tersebut. Siswa terlihat antusias dan dari kegiatan ini terlihat siswa manakah yang aktif dan menonjol. Namun masih terdapat siswa yang tidak mau ketika diminta untuk mengemukakan pendapatnya.
Langkah lanjutan dari langkah ketujuh adalah kesimpulan. Siswa diminta untuk merenungkan, kemudian menyimpulkan mengenai materi yang telah dipelajari. Pertemuan ketiga diakhiri dengan evaluasi siswa yakni siswa diberi Soal Kuis 03/E (Lampiran 63). Dalam mengerjakan Soal Kuis, siswa kekurangan waktu sehingga butuh perpanjangan waktu melebihi jam pulang sekolah. Siswa diberi PR soal nomor 3,4, dan 5 pada Latihan 6, latihan 2, Latihan 8, Latihan 4, Latihan 12, dan Latihan 10 pada LKS Lotus. Siswa juga diberi informasi mengenai rencana kegiatan pembelajaran pada pertemuan keempat. Setelah itu, guru mengakhiri pertemuan ketiga.
Secara umum pertemuan ketiga di kelas eksperimen 2 berjalan sesuai dengan harapan. Hal-hal yang perlu diperbaiki adalah pembagian waktu dan kontrol kelas. Suasana kelas gaduh namun masih dapat dikendalikan. Waktu diskusi LDS 07 masih kurang sehingga dijadikan PR. Waktu untuk mengerjakan Soal Kuis 03/E juga kurang. Target materi dapat tecapai sesuai dengan rencana. 4.1.2.4Pertemuan Keempat
Pertemuan keempat di kelas VIID sebagai kelas eksperimen 2 dengan model pembelajaran Taba berbantuan GSP dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 18 Mei 2013. Guru membuka kegiatan pembelajaran dan dilanjutkan dengan kegiatan awal. Sesuai dengan RPP yang disusun (Lampian 27), pembelajaran dimulai dengan mengingat kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan pertama, kedua, dan ketiga. Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan keempat siswa mempelajari tentang menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan segiempat. Guru juga menyampaikan tujuan pembelajaran, manfaat, dan prolog yang memotivasi siswa.
Kegiatan pembelajaran pada pertemuan empat adalah permainan matematika. Pada awal kegiatan inti, siswa diminta mengerjakan Latihan Soal 04 (Lampiran 57). Selanjutnya, siswa bersama-sama menyanyikan lagu gubahan berlirikkan segiempat. Lagu-lagu ini dibuat dimaksudkan agar memudahkan siswa dalam mempelajari pengertian, sifat-sifat, rumus keliling, dan rumus luas dari jajargenjang, persegi panjang, belah ketupat, persegi, trapesium, dan layang-layang.
Selanjutnya, siswa dibagi dalam kelompok yang masing-masing beranggotakan 4-5 siswa. Pembagian kelompok tersebut ditujukan untuk melakukan permainan kelompok. Guru menjelaskan aturan permainan. Guru menampilkan tayangan GSP yang berisi soal demi soal. Tiap kelompok yang berhasil menemukan jawaban boleh menjawab. Setiap jawaban yang benar akan diberi skor sesuai dengan tingkat kesulitan soal. Setiap jawaban yang salah skor akan dikurangi 5. Kelompok yang berhasil mengumpulkan skor terbanyak akan mendapatkan hadiah.
Permainan berjalan dengan lancar. Siswa dengan penuh semangat mengikuti permainan dan berusaha agar mendapatkan poin terbanyak. Juara pertama diraih oleh kelompok C dengan skor 300, sedangkan juara kedua diraih oleh kelompok F dengan skor 200.
Pada kegiatan penutup, siswa diminta membuat kesimpulan. Siswa diminta untuk merenungkan, kemudian menyimpulkan mengenai materi yang telah dipelajari. Pertemuan keempat diakhiri dengan evaluasi siswa yakni siswa diberi Soal Kuis 04/E (Lampirran 65). Setelah itu, siswa juga diberi informasi mengenai rencana kegiatan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya, yaitu postes kemampuan berpikir kreatif. Guru mengakhiri pertemuan Keempat dan berpesan agar siswa mempersiapkan diri untuk mengahadapi postes kemampuan berpikir kreatif.