• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pak Ketua iya saya sudah angkat tangan dari tadi antri setelah Pak Pasek, kemudian Pak Ketua mengabaikan, kemudian menyerahkan kesempatan kepada Pak John tapi tidak apa-apa Pak Jhon senior saya saya menghormati kesempatan lebih awal dan juga pendapatnya begini Ketua saya ingin mengingatkan kita semua seolah olah di ruangan ini.

Kita terkaget-kaget seperti orang yang sedang tertidur kemudian dibangunkan karena muka kita disiram air oleh Pak Gede Pasek seolah-olah persoalan MD3 itu adalah persoalan yang hari ini sedang dibahas oleh DPR dan pemerintah, seolah olah berkaitan dengan Ruu Penyelenggaran Pemilu itu juga adalah persoalan yang hari ini sedang dibahas, padahal ketidakpatuhan DPR teman kita di sebelah itu sudah berlangsung sejak tahun 2012. Saya ingin mengingatkan ketika Mahkamah Konstitusi ya mengeluarkan putusan Nomor 92 /PUU/X ya yang bersifat final and binding yang itu tidak dilaksanakan hingga hari ini kalau bicara 2012 kan belum periode dimana saya menjadi Anggota DPD, mohon maaf Pak John.

Jadi seolah-olah kita ini kaget bahwa ada sebuah sikap pembangkangan yang dilakukan oleh teman sebelah yang pembangkangan ini jelas jelas merendahkan derajat lembaga DPD ya yang kemudian kita harus mengambil sikap hari ini saran saya tidak lagi konsultasi ya. Saya yakin DPD ini dihuni oleh orang orang pemberani bukan ayam sayur. Jadi lembaga ini adalah lembaga yang dihuni oleh pemberani yang diberikan legitimasi politik oleh rakyat yang jumlah mereka yang mendukung itu bahkan lebih banyak setiap Anggota DPR RI ya maka marwah ini harus kita jaga, dan kaitannya dengan kewenangan yang menjadi milik kita itu sudah perintah mahkamah konstitusi tidak harus kita peroleh dengan cara mengemis tidak perlu kita dapatkan dengan cara konsultasi dengan siapapun yang dibutuhkan publik hari ini yang dibutuhkan oleh saya mewakili Sulawesi Utara adalah keberanian lembaga ini yang dimotori oleh 3 jenderal yang terhormat ada depan saya mohon maaf iya Pak Farouk Jenderal beneran, kemudian Pak Soleh jenderal yang baru terpilih kemudian juga Ibu Hemas jenderal sekian 3 periode di lembaga ini. Kita butuh strong leader untuk betul betul membawa marwah dan hak derajat lembaga ini.

Jadi saya setuju dengan yang diusulkan oleh Pak Gede Pasek langkah kita bukan forum konsultatif lagi tetapi membawa masalah ini sengketa antar lembaga dan tentu butuh keputusan politik seperti yang disampaikan oleh Pak John berani tidak hari ini kita mengambil keputusan politik itu. Berani tidak setelah keputusan politik ini diambil kemudian kita melakukan konprensi pers diwakili oleh jendral yang terhormat yang dalam tata tertib disebut sebagai speaker lembaga, speaker lembaga sekali lagi sebagai speaker lembaga. Ya mumpung masih ada waktu hingga tanggal 31 Maret maksud saya itu, mumpung masih ada waktu sampai 31 Maret berikan yang terbaik sejarah yang terbaik untuk rakyat ini saya ingatkan yang terakhir Pak Ketua, Pak Farouk Ibu Hemas pembahasan RUU penyelenggaraan pilkada itu akan diputuskan menjadi undang-undang bulan April kita tidak punya kesempatan apapun untuk menyuarakan pendapat kita atas nama rakyat kita. Komite I membentuk Timja saya ingin laporkan kepada ketua di forum ini karena forumnya sudah dibahas tadi ya itu pun hanya bentuk formalitas kita hanya dijebak dan digiring pada sebuah forum-forum yang bersifat dimensi prosudural bukan subtansial. Saya salut dan bangga perlu saya laporkan kepada pimpinan pak muqoam selaku ketua komite 1 karena melihat proses pembahasan yang serba seremonial iya kemudian juga prosedural tidak subtansial serba seolah-olah maka kunjungan kerja Pak Djasarmen kita diajak kunjungan kerja oleh Panja RUU Pak Muqoam mengambil keputusan atas nama harga diri Panja Komite untuk menolak kunjungan kerja berkaitan dengan pembahasan RUU Penyelenggaraan Pemilu dengan DPR

RI. Ada Pak Muqoam atas nama lembaga merasa acara-acara seperti itu seremonial hanya untuk sekedar menyenangkan orang-orang DPD keberanian politik yang kami tunggu mumpung masih ada waktu terima kasih pimpinan

PEMBICARA: INTSIAWATI AYUS, S.H., M.H. (WAKIL KETUA BPKK DPD RI) Pimpinan,

PIMPINAN SIDANG: H. MOHAMMAD SALEH, S.E. (KETUA DPD RI) Iya silakan Ibu Iin.

PEMBICARA: INTSIAWATI AYUS, S.H., M.H. (WAKIL KETUA BPKK DPD RI) Terima kasih Pimpinan.

Kita menyimak sejarah panjang ya kita DPD untuk di posisi fungsi dan kewenangan peran kita pasti kita juga mencapai tujuan kita pada fungsi dan peran yang maksimal itu pasti menjadi cita-cita dan tujuan kita. Untuk itu kan banyak hal singkat kata untuk di paripurna ini kita mengeluarkan sikap DPD terhadap proses paket undang-undang politik yang setiap periode pasti akan dilakukan revisi. Saya dukung namun saya keberatan jika disanggah dan di hentikan langkah pimpinan dan semua kita secara personal untuk melakukan komunikasi konsultasi itu adalah cara itu adalah cara. Saya tidak bisa mau maen mau pake langsung ekstrim tidak ini politik, politik itu pemahaman saya tidak ada pakai kata mati semua cara harus dijalankan kemudian dengan demikian ada cara komunikasi dalam konsultasi ada sikap silakan untuk dinyatakan dan disepakati.

Demikian Pimpinan, terima kasih.

PEMBICARA: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI)

Baik. Saya coba sharing. Saya rasa aspirasi semangat itu tidak ada yang berbeda ada semanagat kita memang perlu kita tunjukkan sikap hanya sekarang memang permasalahannya kalau saja isu ini tadi diangkat oleh komite untuk diambil keputusan untuk itu diputuskan nah kita sudah mulai menyepakati setiap pengambilan keputusan harus teragendakan nah untuk menghindari itu bagaimana kita akomodir semua aspirasi tapi didalam surat kemarin itu dengan MK, MK akan membuat surat karena kita sudah pernah buat surat. Nah sekarang yang berikut dengan menampung aspirasi yang berkembang dalam sidang Paripurna ini pimpinan membuat surat lagi kepada Presiden yang isinya sudah ... apa yang disampaikan oleh Pak Pasek itu dengan fakta fakta begini kami sudah ini kalau ini tidak jadi juga maka DPD akan mengambil sikap.

Jadi saya coba tawarkan aspirasi semangat kita akomodir tapi mekanisme kita coba dulu mengingatkan peristiwa karena baru satu kali kita menghadap presiden tanggal 16 disambut oleh beliau baik saya tampung dan saya bicarakan dengan pejabat staf saya. Nah sekarang tidak ada kabar jadi wajarlah kita surati lagi beliau. Kita minta merujuk kepada hasil pertemuan dengan MK merujuk kepada aspirasi ini kita bunyi agak lebih keras apa esensi yang disampaikan Pak Pasek tadi kita tamping. Kita kasih tembusan kepada saudara kita disebelah supaya mereka tahu juga. Saya harapkan mudah-mudahan itu jalan tengah yang bisa kita terima kasih.

PEMBICARA: GEDE PASEK SUARDIKA, S.H., M.H. (BALI)

Pimpinan, interupsi pimpinan. Jadi yang pertama begini pimpinan saya kira tadi PPUU itu sudah menyampaikan itu juga aspirasinya terkait dengan hal ini dimana ada beberapa masalah yang meminta kepada pimpinan untuk mencari jalan keluar agar segera dibahas sebenarnya sudah ada muncul dia itu satu, yang kedua menjadi tidak elok anggota menyampaikan aspirasi kepada pimpinan ini kan kita sama-sama pemegang amanat aspirasi jadi jangan ada wakil diantara wakil lagi memang kita mengambil keputusan sekarang sikap ini apa, di Paripurna tempatnya, jangan lagi diputar. Menurut saya, saya kira satu suara kalau memang kita ingin penguatan lembaga cukup dari awal saya masuk DPD yang mencoba berjuang dengan cara begitu beberapa kali mental. Oh kita mau lembut lagi mau selesai 5 tahun tidak ada apa-apa paling tidak selesai jabatan kita ada sisa sejarahlah di era kita ini DPD menjadi lebih kuat terukur secara yuridis sehingga periode berikutnya menjadi lebih baik. Menurut saya momentum sekarang aspirasi dari PPUU ada tadi komite I juga ada sedikit menyampaikan ini dikontruksikan saja menjadi sebuah keputusan bersama yah kalau memang harus ada pola komunikasi politik yang melibatkan antarlembaga negara bagus sebagai bagian prosedur mediasi awal yah itu juga biasa di dalam lembaga peradilan juga selalu mediasi dulu dan kalau di media oleh MK saya kira cukup bagus tetapi bahwa ada langkah kedua yang memang harus membuktikan bahwa kita bukan ayam sayur istilahnya Pak Benny itu biar kita tidak gampang dimasak di dalam kuali yah kita buktikan kalau kita juga pertarung juga dan jelas kita menang kok pasti memang sengketa karena sengketanya ke MK basisnya putusan MK. Tidak mungkin MK memakan, mengabaikan keputusannya sendiri, itu logika kita. Jadi saya kira itu sekalian ini kita uji lah bahwa DPD setelah menang gugatan MK tidak di perhatikan kita ambil sengketa, kalau sengketa akibatnya apa, semua Undang-Undang yang pernah disahkan oleh DPR tidak melibatkan DPD batal itu dan biaya itu kerugian negara nanti dan pemerintah akan berhitung dengan DPD setiap membahas Undang-Undang yang terkait dengan daerah dia akan hati-hati melibatkan DPD kalau tidak begitu dia tidak mau ikut membahas dengan DPR itu kelebihan secara politiknya. Jadi sekalian saja ada tarung pemanasan juga gitu lho.

PEMBICARA: AJI MUHAMMAD MIRZA WARDANA, S.T. (WAKIL KOMITE II DPD RI)

Pimpinan, pimpinan.

PEMBICARA: INTSIAWATI AYUS, S.H., M.H. (WAKIL KETUA BPKK DPD RI) Ketua.

PEMBICARA: ADRIANUS GARU, S.E., M.Si. (NTT) Saya pimpinan, pimpinan saya dulu.

PIMPINAN SIDANG: H. MOHAMMAD SALEH, S.E. (KETUA DPD RI) Pak Aji Mirza dulu

PEMBICARA: ADRIANUS GARU, S.E., M.Si. (NTT) Oke, kedua pimpinan.

PEMBICARA: AJI MUHAMMAD MIRZA WARDANA, S.T. (WAKIL KOMITE II DPD RI)

Terima kasih Pimpinan

PIMPINAN SIDANG: H. MOHAMMAD SALEH, S.E. (KETUA DPD RI) Silakan

PEMBICARA: AJI MUHAMMAD MIRZA WARDANA, S.T. (WAKIL KOMITE II DPD RI)

Pimpinan saya rasa, saat ini memang kita memang harus mengeluarkan sikap dari Paripurna ini. Tidak lagi kemudian aspirasi ditampung, kemudian digodok dan kita tidak tahu itu kapan keluarnya. Jadi saya pikir teman-teman Bapak-ibu Senator semua sepakat seharusnya bahwa kita harus bersikap mungkin dalam sikap itu ada tahapan-tahapan cara-cara yang terangkum di situ, ada target waktu yang terangkum di situ. Intinya kemudian itu, menjadi satu sikap bersama yang disuarakan oleh paripurna ini. Jangan lagi kemudian ditunda, di lain waktu. Jadi intinya pimpinan kalau memang harus dirangkumkan sekarang atau dikonsepkan sekarang, kita bisa minta kesekjenan begitukan saya kira. Kita suarakan, kita tetapkan di paripurna ini sikap kita terima kasih pimpinan.

PEMBICARA: ADRIANUS GARU, S.E., M.Si. (NTT) Pimpinan.

PEMBICARA: INTSIAWATI AYUS, S.H., M.H. (WAKIL KETUA BPKK DPD RI) Ketua.

PIMPINAN SIDANG: H. MOHAMMAD SALEH, S.E. (KETUA DPD RI)

Sebentar-sebentar Pak Andre, sebentar. Saya kira begini saja kita mengambil jalan tengah yang lebih elegan, dan itu juga akan masuk kepada intinya. Biarkan kami dalam waktu singkat ini bersurat kepada pemerintah DPR dan Mahkamah Konstitusi untuk melakukan konsultasi apa namanya yang isinya mematuhi keputusan judicial review DPD terhadap Undang-undang MD3 apabila dalam waktu tertentu yang kita tetapkan tidak terakomodir, maka kita langsung ambil sikap yang kedua, dan PPUU siapkan gugatan untuk itu. Nah setuju tidak?

KETOK 2X PEMBICARA: ADRIANUS GARU, S.E., M.Si. (NTT)

Terima kasih pimpinan.

PIMPINAN SIDANG: H. MOHAMMAD SALEH, S.E. (KETUA DPD RI) Kita putuskan dulu setuju tidak begitu, setuju?

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Dokumen terkait