• Tidak ada hasil yang ditemukan

serentak 2017, pada tanggal 15 Februari lalu yang berlangsung cukup kondusif. Kami meminta komite 1 untuk segera melaporkan hasil pengawasan Pilkada yang telah dilakukan dan segera memformulasi sebagai masukan kepada pemerintah untuk peningkatan Pelaksanaan Pilkada serentak selanjutnya. Diharapkan hal ini secara tidak langsung akan dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin yang mampu memberi dampak signifikan pada pembangunan daerahnya. Sidang dewan yang mulia, ini sudah hadir semua? Dihitung dulu, yang sudah di ruangan? Perlu saya sampaikan bahwa nanti saya jam 15.30 WIB harus meninggalkan ruang sidang, maka oleh karena itu mungkin agenda kita yang kita laksanakan sekarang adalah mendengarkan dan meminta pengesahan persetujuan dari seluruh anggota dewan berkenaan dengan pansus apa namanya, tata tertib DPD. Oleh karena itu, kepada ketua pansus Tatib dipersilakan.

PEMBICARA: Dr. H. AJIEP PADINDANG, S.E., M.M. (KETUA PANSUS TATIB DPD RI)

Bismilahirahmanirahim.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Om swastiastu.

Yang saya hormati, pimpinan Dewan Republik Indonesia selaku pimpinan sidang yang saya hormati Bapak Ibu senator para anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia hadirin yang berbahagia. Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat menghadiri sidang paripurna hari ini dalam keadaan sehat walafiat.

Sesuai dengan agenda sidang Paripurna hari ini diijinkan kami atas nama pimpinan dan anggota panitia khusus membahas peraturan tata tertib, menyampaikan pelaksanaan tugas dengan laporan sebagai berikut. Sebelum saya bacakan lebih lanjut, saya informasikan secara tertulis naskah sudah terbagi kepada bapak ibu mulai kemarin sore baik dengan soft copy maupun by mail yang punya dan tadi, disiapkan lagi sidang paripurna yang mulia.

Sebagaimana kita ketahui bersama, lembaga perwakilan kita tekah memutuskan membentuk panitia khusus untuk membahas dan merumuskan usulan perubahan tata tertib DPD yang tercantum dalam peraturan DPD yang tercantum dalam peraturan DPD Nomor 1 tahun 2016 pembentukan pansus tersebut sebagai respon dinamika kelembagaan kita sebelumnya, sekaligus menjadi ikhtiar kolektif kita bersama dalam mencapai solusi terbaik untuk kemajuan DPD, kemajuan kita di masa akan datang.

Panitia khusus mengenai peraturan tata tertib tersebut tercantum dalam keputusan DPD RI nomor 55 DPR RI V/ 2015-2016 menegaskan tugas Pansus.

a. Meneruskan ketentuan peralihan mengenai masa berlakunya jabatan pimpinan alat kelengkapan DPD RI sebagaimana diputuskan dalam Sidang Parupurna luar biasa ke-3 tanggal 15 Januari 2016 menyempurnakan

b. Menyempurnakan pasal pasal Peraturan tata tertib yang dianggap perlu dan c. Pasal- pasal yang dianggap perlu tersebut terutama terkait dengan materi masa

jabatan pimpinan DPD RI masa jabatan pimpinan alat kelengkapan, laporan kinerja pimpinan DPD RI, laporan kinerja pimpinan.

Alat kelengkapan, kami pimpinan dan anggota pansus menyadari sepenuhnya bahwa tugas ini amatlah berat, untuk itu pada awal pelaksanaan tugas pansus kami semua anggota dan pimpinan pansus telah berbicara dari hati ke hati, dan bertukar pikiran dengan mendalam, bagaimana dapat menunaikan tugas itu dengan sebaik-baiknya. Alhamdulillah dengan penuh kesadaran dan dilandasi niat tulus serta komitmen kebangsaan yang tinggi pada akhirnya kami semua Anggota dan pimpinan Pansus tentu didukung oleh bapak ibu

semua pimpinan alat kelengkapan DPD RI, dapat mengawali pelaksanaan tugas, dan telah memiliki kesepahaman yang kuat hingga sampai kepada kesepakatan-kesepakatan yang telah kami tetapkan, melalui finalisasi beberapa waktu yang lalu. Dengan prinsip menjunjung tinggi kebersamaan, kekeluargaan, menyampaikan sikap, dan pandangan secara arif dan bijaksana, mengedepankan musyawarah dalam upaya mencapai mufakat, dan mengutamakan kepentingan kelembagaan demi bangsa dan negara. Dengan prinsip kerja tersebut kami menyadari betul bahwa terlalu banyak harapan yang harus kami selesaikan, dan hanya seperti itulah yang nanti kami dapat persembahkan kepada Bapak-ibu sekalian. Selanjutnya pansus ini telah menunaikan tugas konstituen yang baik-baik dan tepat waktu secara bersama-sama bermusyawarah menyepakati tahapan jenis bentuk, serta jalur kegiatan pansus. Kami juga menyepakati agenda-agenda materi yang akan dibahas, kesemua itu kami susun dalam agenda kerja dan jadwal kerja pansus secara tersistematis, terencana, dan komprehensif.

Sidang paripurna yang kami hormati. Berbagai kegiatan telah diselenggarakan oleh pansus baik yang sifatnya internal maupun yang berkaitan dengan mengundang pihak luar, antara lain disebutkan, dapat disebutkan sebagai berikut;

a. Rapat Gabungan Pansus dengan pimpinan DPD dan pimpinan alat kelengkapan pada tanggal 25 Agustus 2016. Dalam forum permusyawaratan itu kami mendapat banyak masukan secara lisan maupun tertulis, serta usul-usul dari pimpinan DPD, pimpinan alat kelengkapan, yang semuanya sangat berguna dan menjadi acuan dalam bahan pertimbangan para anggota pansus dalam pembahasan-pembahasan selanjutnya.

b. Kami melaksanakan rapat dengar pendapat dengan berbagai pakar Bapak Dr.

Ramdan Zulfa, Bapak Dr. Freddy Rangkuti, Bapak Prof. Dr Muhammad Mahfud MD, auditur BPK, berbagai pemikiran para pakar yang mendalam dan memiliki bobot ilmiah tinggi tersebut, telah memperkaya wawasan dan memperluas perspektif Anggota dan Pimpinan Pansus, terhadap materi-materi yang menjadi agenda pembahasan Pansus.

c. Penyelenggaraan Focus Group Discussion dengan para akademisi dan tokoh masyarakat di tiga perguruan tinggi, yaitu Universitas Bengkulu di Bengkulu, Universitas Muslim Indonesia di Makassar, Universitas Brawijaya di Malang.

Melalui penyelenggaraan FGD tersebut, Pansus banyak menyerap aspirasi, pandangan dan pendapat dari para akademisi dan tokoh masyarakat.

d. Rapat gabungan kembali dengan Pimpinan DPD dan Pimpinan Alat Kelengkapan dalam bentuk FGD di Bali tanggal 2 sampai tanggal 4 Februari 2017. Dalam forum permusyawaratan ini kami kembali mendapat banyak masukan, saran dan usul serta tanggapan dari Pimpinan DPD, Pimpinan Alat Kelengkapan, yang sekali lagi sangat bermanfaat dalam upaya menyempurnakan rancangan hasil kerja Pansus pada saat itu.

e. Rapat-rapat pleno pansus tata tertib yang diselenggarakan di gedung DPD RI Senayan ini dan di tempat-tempat lain dalam wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Dalam forum permasyarakatan inilah kami anggota dan pimpinan pansus bertukar pimpinan beradu pendapat secara intensif dalam membahas materi, suasana pembahasan yang terbagun adalah suasana yang sangat dinamis, konsutif, dan produktif. Sehingga memperlancar ikhtiar kami secara kolektif, mencari dan menemukan pemikiran yang terbaik yang disepahami dan disepakati menjadi hasil kerja Pansus. Seiring dengan itu, perlu kami sampaikan juga bahwa Pansus Tata Tertib telah melakukan konsultasi dengan pimpinan mahkamah agung pada tanggal 16 Desember 2016 yang lalu. Dalam bentuk co- audiensi. Dalam audensi konsultasi tersebut telah dibahas berbagai kedudukan tata tertib dengan konteks

peraturan perundang-undangan, serta berkaitan dengan pelaksanaan tugas pansus, sebagaimana amanat keputusan DPD RI yang saya sebutkan di atas.

Sidang paripurna yang berbahagia. Dalam forum Sidang Paripurna ini kami perlu menyampaikan informasi, bahwa setelah bekerja selama 6 bulan, alhamdulillah Pansus Tatib dapat menyelesaikan tugasnya sesuai amanat yang ditugaskan dan diberikan kepada kami.

Pansus telah menghasilkan berbagai usulan perubahan tatib dengan mengacu kepada ruang lingkup tugas pansus, sebagaimana tercantum dalam keputusan DPD RI tersebut. Melalui hasil kerja ini, pansus berharap dapat diwujudkan Dalam Tata tertib DPD yang baru, yang lebih baik, lebih lengkap, lengkap sesuai dengan perkembangan pemikiran, mengenai hukum dan demokrasi, mengenai kebutuhan perlementer pada masa yang akan datang, sesuai dengan asprasi masyarakat dan daerah serta selaras dengan perkembangan zaman. Kami menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena dari berpuluh-puluh materi yang dibahas di tingkat Pansus Tatib, hampir seluruh materi dapat disepakati dalam satu rumusan norma. Hampir, hampir bersamaan hampir kecuali hanya terdapat satu materi yang terdapat dua rumusan opsi, dalam satu keputusan yaitu mengenai pemberlakuan masa jabatan Pimpinan DPD yang terdapat dalam bagian ketentuan peralihan.

Perkenankan pada kesempatan ini kami melaporkan hasil kerja pansus secara garis besar yang dibagi dalam empat cluster, cluster tentang alat kelengkapan DPD RI, tentang pimpinan DPD RI, tentang laporan kinerja alat kelengkapan, tentang ketentuan peralihan.

Adapun hasil lengkap kerja pansus dapat dibaca dalam naskah hasil kerja pansus pada tata tertib rancangan tata tertib yang ada.

Satu, tentang alat kelengkapan DPD RI. Perubahan-perubahan mendasar alat kelengkapan DPD RI adalah perubahan masa jabatan pimpinan alat kelengkapan, komite PPUU, BK, PURT BKSP, BAP dan BPKK, yang semula 2 Tahun 6 Bulan menjadi 1 Tahun Sidang sesudahnya dapat dipilih kembali sesuai dengan massa keanggotaan alat kelengkapan tersebut, kecuali pada tahun terakhir dari masa keanggotaan DPD. Pembidangan tugas komite disempurnakan. Komite I ditambahkan bidang aparatur sipil negara dan agrarian dan ada akata agraria. Komite II ditambahkan bidang BUMN sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya. Komite III ditambahkan dengan bidang ekonomi kreatif, dan komite IV ditambahkan dengan bidang BUMN yang berkaitan dengan keuangan. Komite IV yang semula melaksanakan fungsi representasi dan dalam rangka pemberian pertimbangan calon Anggota BPK, diusulkan yang berubah menjadi dengan menghilangkan fungsi representasi dan menggantinya dengan kata fungsi pertimbangan, karena rasanya ini lebih tepat.

a. Menegaskan penugasan alat kelengkapan dalam penanganan pengaduan masyarakat yang semula dan selama ini sering tumpang tindih penanganannya dikarenakan BAP dan komite terkadang menangani hal yang sama. Usulan perubahan, ini usulan perubahan yang kami rekomendasikan dalam pasal tersebut. Semua pengaduan masyarakat dialamatkan kepada Pimpinan DPD selanjutnya Pimpinan DPD mendistribusikan masalah yang langsung berkaitan dengan bidang tugas komite kepada komite yang bersangkutan. Adapun pengaduan masyarakat yang khususnya mempunyai dimensi, bidang tugas lintas komite atau lebih dari satu komite, oleh Pimpinan meneruskan dan menugaskan kepada BAP ini sekaligus memberikan tugas kepada pimpinan untuk lebih efektif kepada komite-komite dan alat kelengkapan.

b. Mengukuhkan tugas dan fungsi dari BKSP sebagai alat kelengkapan yang mengoordinasikan laporan pelaksanaan kunjungan kerja ke luar negeri yang dilaksanakan oleh semua alat kelengkapan.

c. Mengukuhkan posisi BPKK sebagai alat kelengkapan DPD RI dan kaitannya dengan Kelompok DPD sebagaimana dimaksudkan dalam ketentuan pasal sebagaimana diatur dalam ketentuan UU MD3. Selain itu diusulkan juga

penyempurnaan susunan kepengurusan kelompok DPD di MPR menjadi penasihat adalah pimpinan DPD dan pimpinan MPR yang berasal dari DPD. Pimpinan BPKK karena jabatannya adalah pimpinan kelompok Anggota DPD di MPR

d. Mereposisi tugas alat kelengkapan panitia khusus agar tidak tumpang tindih dengan alat kelengkapan lainnya. Usul perubahan tugas pansus pokusnya hanya menjalankan tugas yang diputuskan oleh sidang paripurna, argumennya supaya tidak terlalu mudah membentuk pansus

e. Menghapus alat kelengkapan panitia pengawas karena fungsi dan tugasnya sama dengan tugas-tuagas komite dan bidang pengawasan lainnya, yang kemungkinan juga di jalankan melalui bentuk pansus

f. Mengubah frasa dalam pemberhentian pimpinan alat kelengkapan yang semula tidak hadir dalam sidang rapat tanpa keterangan apapun selama 3 bulan dalam 1 tahun sidang diubah menjadi tidak hadir dalam sidang atau rapat tanpa keterangan apapun selama 2 bulan dalam 1 tahun siding. Perubahan komposisi keanggotaan dan kepemimpinan PURT anggota PURT yang berasal dari semua perwakilan provinsi, ditambah dengan perwakilan dari unsur pimpinan alat kelengkapan, pimpinan DPD RI karena jabatannya menjadi ketua PURT, dan 3 wakil ketua PURT dijabat oleh 3 wakil, wilayah dari seluruh anggota PURT. Untuk perwakilan dari unsur Pimpinan alat kelengkapan tidak diperbolehkan menjadi pimpinan di PURT, supaya tidak double jabatan, karena tunjangannya cuma satu. Dengan demikian pemilihan terhadap pimpinan PURT adalah pemilihan jabatan wakil ketua PURT. Ketua PURT dimusyawarakan oleh pimpinan DPD

g. Menyempurnakan penyebab pemberhentian pimpinan alat kelengkapan terkait tindak pidana dengan rumusan, berstatus tersangka dalam perkara pidana, yang diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih, dan atau tertangkap tangan dalam perkara pidana oleh aparat penegak hukum. Tentang Pimpinan DPD RI perubahan-perubahan dalam bagian Pimpinan DPD RI adalah

a. Masa jabatan Pimpinan DPD RI 2 tahun 6 bulan tetap sesuai dengan tata tertib DPD RI nomor 1 tahun 2016

b. Pemilihan Pimpinan DPD menganut model pemilihan mempertimbangkan aspek keterwakilan wilayah dan keterwakilan seluruh anggota pada tahap penjaringan bakal calon semua wilayah mengadakan rapat untuk menentukan 3 nama disetiap wilayah untuk dipilih menjadi calon pimpinan DPD RI.

Pemilihan dari 3 bakal calon menjadi 1 calon disetiap wilayah mengikutsertakan seluruh anggota DPD RI. Bakal calon yang mempunyai suara terbanyak ditetapkan menjadi calon pimpinan yang dipilih kembali oleh seluruh Anggota DPD RI menjadi unsur Pimpinan DPD RI dari 33 provinsi.

c. Pemberhentian sementara Pimpinan DPD RI dari jabatannya karena menjadi tersangka melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun. Apabila putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap menyatakan tidak terbukti melakukan tindak pidana maka Pimpinan DPD yang bersangkutan direhabilitasi dan melaksanakan kembali tugasnya sebagai Pimpinan DPD.

d. Waktu pelaksanaan Sidang Paripurna Luar Biasa untuk memiliha Ketua atau Wakil Ketua DPD yang kosong paling lama 40 hari setelah pemberhentian Ketua atau Wakil Ketua DPD ketentuan lama paling lama 3 hari.

e. Pimpinan Sidang Pemilihan Pimpinan DPD RI jika terjadi kekosongan hukum ditengah-tengah periode yang semula dijabat oleh Ketua BK, Ketua Komite I dan Ketua PPUU diubah menjadi dijabat oleh anggota tertua dan anggota termuda usianya seperti pada awal masa keanggotaan DPD RI 2014.

3. Kluster laporan kinerja alat kelengkapan.

Perubahan-perubahan dalam klaster laporan kinerja alat kelengkapan DPD adalah :

a. Laporan Kinerja Pimpinan DPD dan Pimpinan Alat Kelengkapan yang bersifat pertanggungjawaban yang dapat mengarah kepada Pimpinan Alat Kelengkapan, selanjutnya diubah laporan kinerja digunakan sebagai bahan evaluasi penyusunan rencana kerja alat kelengkapan pada tahun sidang berikutnya. Seiring dengan itu laporan kinerja DPD tidak lagi tercantum dalam setiap bagian alat kelengkapan. Namun disatukan dalam satu bagian yang direkomendasikan untuk segera disusun pedoman kinerja DPD RI.

Klaster tentang ketentuan peralihan. Perubahan-perubahan dalam klaster tentang ketentuan peralihan adalah:

a) Untuk menetapkan dan memutuskan di pansus ini, kami menggunakan pendekatan suasana kebatinan, suasana kebersamaan, suasana yang kami bangun berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, yang akhirnya agar terjadi suasana kebersamaan di tingkat pansus, dan toh akhirnya keputusan ada pada sidang paripurna yang terhormat ini maka memutuskan menjadi ada 2 pilihan atau 2 opsi.

Opsi pertama atau opsi A, masa jabatan Pimpinan DPD sebagai dimaksud dalam Pasal 47 Ayat 2 terhitung periode 2014-Maret 2017 yaitu periode 2014 sampai dengan Maret 2017 dan periode April 2017 sampai September 2019. Rumusan ini juga sekaligus sudah sesuai dengan Keputusan Badan Kehormatan DPD RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang masa jabatan Pimpinan DPD dan Pimpinan Alat Kelengkapan DPD RI. Banyak argumen baik lisan maupun tertulis digunakan dalam menentukan opsi ini.

Akan halnya opsi 2, masa jabatan Pimpinan DPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47 Ayat 2 berlaku untuk masa jabatan Pimpinan DPD peride masa kepemimpinan DPD RI 2009-2014. Opsi 2 inipun kami sepakati dengan berbagi argumen, berbagai pertimbangan baik lisan maupun tertulis dari Anggota Pansus b) Penetapan masa jabatan Pimpinan Alat Kelengkapan di luar Pimpinan DPD itu pada

saat tata tertib mulai berlaku maka Pimpinan Alat kecuali Pimpinan DPD ditetapkan masa jabatannya sesuai tahun sidang sebagaimana diatur dalam peraturan ini.

Seiring dengan itu kami sampaikan pula bahwa Pansus Tatib itu juga mengusulkan perubahan drafting yang sifatnya tenis redaksional tanpa mengubah substansi dalam bentuk yaitu menyesuaikan penomoran bab, pasal, ayat dan butir-butir sesuai usul perubahan. Menyesuaikan rujukan pasal atau ayat atau butir, hurup dalam norma sesuai usul perubahan, membetulkan kesalahan ketik, memperbaiki tata bahasa, tapi kalaupun masih ditemukan ada kesalahan-kesalahan mohon koreksian bersama.

Dengan nantinya berlaku tata tertib ini maka ada beberapa pedoman yang harus segera dibuat dan disusun oleh DPD sebagai berikut:

 Pertanggungjawaban Pengelolaan Anggaran DPD, Pasal 6 Ayat 4 perlu dibuatkan pedoman;

 Pedoman Kinerja Alat Kelengkapan DPD, Pasal 45;

 Pedoman Kegiatan Kunjungan Luar Negeri, tugas BKSP Pasal 1 dan 9 Hurup e.;

 Tata Beracara Badan Kehormatan, Pasal 283;

 Bentuk dan teknik penyusunan produk hukum DPD, Pasal 287 Ayat 6;

 Penyesuaian kode etik, Pasal 288;

 Pedoman Penyerapan Aspirasi Masyarakat, Pasal 292 Ayat 8 dan

 Tata cara penanganan pengaduan masyarakat dalam pelaksanaan wewenang dan tugas BAP, Pasal 29 Ayat 6.

Pimpinan dan Anggota DPD yang terhormat serta hadirin yang berbahagia, dengan selesainya tugas kami Anggota dan Pimpinan Pansus maka dengan mengucapkan bismilahirahmanirahim kami menyerahkan hasil kerja ini kepada Pimpinan DPD RI yang setelah mendapat persetujuan untuk diagendakan pada hari ini melalui Rapat Panitia Musyawarah kemarin. Kami menyadari bahwa hasil kerja ini masih terdapat kemungkinan kekurangan. Namun inilah yang dapat kami kerjakan, inilah yang dapat kami selesaikan dalam masa tugas yang diberikan kepada kami. Seiring sengan itu menjadi harapan Pansus Tatib kiranya hasil kerja yang dapat diputusan dalam forum Sidang Paripurna yang terhormat ini terkait dengan pengambilan keputusan hasil kerja Pansus Tatib ini, perkenankan kami mengajak hadirin semua untuk sekali lagi membangun kebersamaan, susasana kebersamaan diantara kita sesama Anggota DPD RI. Tidak ada satupun pandangan baik lisan maupun tertulis dari Pimpinan DPD, Pimpinan Alat Kelengkapan, dari Anggota Pansus yang tidak menjadi bagian dari diskusi para Anggota Pansus, namun tentu tidak semua bisa terserap menjadi norma, menjadi aturan dalam tata tertib ini, maka demikian, demikianlah laporan yang dapat kami sampaikan. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pimpinan DPD RI, kepada Pimpinan Alat Kelengkapan serta seluruh Anggota DPD RI yang terhormat.

Terima kasih dan mohon maaf kalau ada kekurangan dan sudah pasti banyak kekurangan dari kami Pimpinan dan Anggota Pansus. Terima kasih kepada Sekretariat Jenderal, Pak Sekjen beserta seluruh jajarannya atas supporting-nya sehingga Pansus ini dapat bekerja dengan baik. Sekian.

Wabilahitaufik walhidayah.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera untuk kita semua.

Shalom.

Om shanti shanti om.

Pimpinan Pansus, saya Ajiep Padindang, Ibu Fahira Idris, Ahmad Muqowam.

Anggota Pansus. Tadinya saya pikir gambar dilayar tapi saya kira bapak ibu semua sudah tahu. Saya undang Ibu Fahira bersama menyerahkan hasil ini kapada pimpinan rapat.

PIMPINAN SIDANG: H. MOHAMMAD SALEH, SE (KETUA DPD RI)

Sidang dewan yang kami muliakan, kita sudah mendengarkan semua isi dari Tata Tertib yang sudah dibuat oleh Pansus. Namun demikian masih ada menyisakan hal yang mesti diambil keputusan yaitu yang pertama soal opsi masa jabatan pimpinan. Ya di sini masih ada masa jabatan Pimpinan DPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47 terhitung periode Oktober 2014 sampai dengan Maret 2017 dan periode April 2017 sampai dengan September 2019. Opsi kedua, masa jabatan Pimpinan DPD RI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47 Ayat 2 terhitung berlaku untuk periode 2019-2024. Namun perlu kami sampaikan juga bahwa selain dilakukan upaya penyempurnaan Tatib melalui Pansus terkait materi tatib tersebut, telah dilakukan upaya hukum ya. Yang pertama tanggal 24 Maret 2016, Pimpinan DPD RI telah mengajukan permohonan keterangan pertimbangan dan nasihat hukum. Ini Maret, benar 24 Maret 2016? Nasihat hukum kepada Ketua Mahkamah Agung dengan Nomor surat : HM310/257/DPD/III/2016. Yang kedua, menanggapi permohonan pada butir 1, keterangan pertimbangan nasehat masalah hukum Mahkamah Agung Nomor 25/KMA/HK.01/IV/2016 tanggal 18 April 2016 menyatakan DPD RI dapat melakukan legislative review atas Peraturan DPD RI Nomor 1 tahun 2016 tentang peraturan tata tertib melalui Pansus Tata Tertib DPD RI, melaksanakan legislative review sejak 16 Agustus 2016.

Pada tanggal 10 Oktober 2016, 10 orang Anggota DPD RI telah mengajukan uji materil terhadap Peraturan DPD RI Nomor 1 tahun 2016 tentang tata tertib kepada Mahkamah

Agung dengan Surat Nomor REF01048/TSBP-UJI MATERI/X/16 pada tanggal 13 Oktober 2016 dengan Surat Nomor 318/PER-PSG/X/384P/HUM/2016 meminta jawaban DPD RI terkait permohonan uji materi yang diajukan oleh Anggota DPD RI pada butir 3. Yang kelima, pada tanggal 3 November 2016 DPD RI telah menyampaikan jawaban sebagai termohon atas permintaan Mahkamah Agung. Sehubungan dengan adanya permohonan uji materil Peraturan Tata Tertib DPD RI Nomor 1 Tahun 2016 yang diajukan oleh Anggota DPD RI. Pada tanggal 17 Febuari 2017 Ibu GKR Hemas dan Pak Farouk Muhammad telah menyampaikan surat kepada Mahkamah Agung untuk meminta pendapat terkait aturan tata tertib yang berlaku prospektif. Perlu disampaikan pula bahwa disamping pengajuan permohonan sebagaimana diuraikan di atas pada tanggal 16 Desember 2016 beberapa Anggota DPD RI juga mengajukan judicial review atas Undang-Undang Nomor 17 tahun 2014 tentang MD3 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 42 tahun 2014 tentang Undang-Undang MD3 terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 kepada Mahkamah Konstitusi khususnya terkait Pasal 260 Ayat 1 dan Pasal 300 Ayat 2. Putusan Mahkamah Konstitusi atas uji material tersebut dapat menjadi payung

Agung dengan Surat Nomor REF01048/TSBP-UJI MATERI/X/16 pada tanggal 13 Oktober 2016 dengan Surat Nomor 318/PER-PSG/X/384P/HUM/2016 meminta jawaban DPD RI terkait permohonan uji materi yang diajukan oleh Anggota DPD RI pada butir 3. Yang kelima, pada tanggal 3 November 2016 DPD RI telah menyampaikan jawaban sebagai termohon atas permintaan Mahkamah Agung. Sehubungan dengan adanya permohonan uji materil Peraturan Tata Tertib DPD RI Nomor 1 Tahun 2016 yang diajukan oleh Anggota DPD RI. Pada tanggal 17 Febuari 2017 Ibu GKR Hemas dan Pak Farouk Muhammad telah menyampaikan surat kepada Mahkamah Agung untuk meminta pendapat terkait aturan tata tertib yang berlaku prospektif. Perlu disampaikan pula bahwa disamping pengajuan permohonan sebagaimana diuraikan di atas pada tanggal 16 Desember 2016 beberapa Anggota DPD RI juga mengajukan judicial review atas Undang-Undang Nomor 17 tahun 2014 tentang MD3 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 42 tahun 2014 tentang Undang-Undang MD3 terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 kepada Mahkamah Konstitusi khususnya terkait Pasal 260 Ayat 1 dan Pasal 300 Ayat 2. Putusan Mahkamah Konstitusi atas uji material tersebut dapat menjadi payung

Dokumen terkait