Individu Diadik
PEMELIHARAAN JERUK PAMELO
Proses diseminasi informasi mengenai aspek penanaman jeruk pamelo pada masing-masing kelompok tani memiliki dinamika komunikasi yang berbeda, sehingga struktur jaringan komunikasi yang terbentuk beragam. Kelompok Tani Sekar Mulyo dan Sumber Mas memiliki struktur jaringan komunikasi yang ideal, yakni pola bintang. Pada struktur bintang keterlibatan anggota kelompok dalam proses komunikasi lebih besar dibandingkan struktur roda, Y, atau rantai. Tingkat kepadatan jaringan kelompok (densitas) Poktan Sekar Mulyo dan Sumber Mas pun cukup tinggi dibandingkan kelompok tani lainnya, hal tersebut menggambarkan frekuensi interaksi dan kohesivitas kelompok yang cukup baik.
Efektivitas diseminasi informasi penanaman jeruk pamelo yang diukur menggunakan indikator tingkat kognitif petani menunjukkan rata-rata skor yang beragam, dimana Kelompok Tani Mekar Sari dan Sumber Mas memiliki skor tingkat kognitif tertinggi, sedangkan Kelompok Tani Sekar Mulyo dan Tawang Rejo memiliki skor yang lebih rendah dibandingkan kelompok lainnya. Tabel 39 menunjukkan bahwa, Kelompok Tani Sekar Mulyo memiliki struktur jaringan komunikasi yang ideal dan densitas yang cukup tinggi, namun hal tersebut tidak berhubungan dengan tingat kognitif petani anggota kelompok mengenai aspek penanaman jeruk pamelo yang cenderung rendah dibanding kelompok lainnya. Kelompok Tani Mekar Sari memiliki struktur jaringan roda, dimana terdapat satu aktor yang berperan sentral dalam mendiseminasikan informasi penanaman kepada anggota lainnya, memiliki rata-rata skor tingkat kognitif anggota yang tinggi yakni 86,67.
Tabel 39 Hubungan analisis jaringan komunikasi kelompok tani dengan efektivitas diseminasi informasi penanaman jeruk pamelo No. Kelompok tani Struktur jaringan
komunikasi Densitas
Efektivitas diseminasi informasi (skor kognitif)
1. Sekar Mulyo Bintang 0,13 80,13
2. Sumber Mas Bintang 0,11 86,67
3. Tani Rukun Roda dan Rantai 0,05 82,58
4. Gotong Royong Rantai 0,10 82,29
5. Tawang Rejo Rantai 0,16 80,56
6. Mekar Sari Roda 0,07 86,67
Hal ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara variabel analisis jaringan komunikasi kelompok dengan efektivitas diseminasi informasi penanaman (skor kognitif petani). Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut, yakni keberadaan aktor sentral/pemimpin dalam kelompok yang memiliki pengaruh kuat dan mampu mendiseminasikan informasi penanaman
jeruk pamelo langsung kepada masing-masing anggota tanpa melalui perantara. Jumlah anggota Kelompok Tani Mekar Sari yang lebih sedikit, dapat mempermudah proses diseminasi informasi kepada petani anggota kelompok. Selain itu, tingkat kognitif petani mengenai aspek penanaman jeruk pamelo lebih dipengaruhi oleh pengalaman usahatani di lapangan. Sebesar 90 persen anggota Kelompok Tani Mekar Sari memiliki pengalaman usahatani jeruk pamelo lebih dari 25 tahun, selain itu petani mengandalkan pengetahuan yang diperoleh secara turun-temurun sehingga tingginya rata-rata skor kognitif petani belum tentu disebabkan oleh proses komunikasi dalam kelompok.
Hubungan analisis jaringan komunikasi kelompok dengan efektivitas diseminasi informasi pemeliharaan jeruk pamelo dapat terlihat pada Tabel 40. Kelompok tani Sekar Mulyo, Sumber Mas, dan Tani Rukun memiliki struktur jaringan komunikasi kelompok yang ideal, yakni pola bintang (semua saluran). Struktur tersebut menggambarkan masing-masing anggota kelompok memiliki posisi yang sama dan terlibat dalam proses komunikasi mengenai pemeliharaan jeruk pamelo.
Tingkat kepadatan jaringan (densitas) kelompok pun cukup tinggi dibandingkan Kelompok Tani Gotong Royong dan Tawang Rejo. Namun, rata- rata skor kognitif anggota Kelompok Tani Sekar Mulyo dan Tani Rukun cenderung lebih rendah dibandingkan Kelompok Tani Tawang Rejo yang memiliki struktur jaringan komunikasi dengan pola Y. Kondisi tersebut menggambarkan tidak terdapat hubungan secara langsung antara analisis jaringan kelompok (struktur komunikasi dan densitas) dengan tingkat kognitif kelompok tani mengenai aspek pemeliharaan jeruk pamelo. tingginya tingkat kognitif anggota lebih dipengaruhi oleh tingkat pengalaman usahatani jeruk pamelo, dimana seluruh anggota Poktan Tawang Rejo memiliki pengalaman usahatani jeruk pamelo diatas dua puluh lima tahun, sehingga sudah cukup memahami seluk beluk aspek pemeliharaan jeruk pamelo.
Tabel 40 Hubungan analisis jaringan komunikasi kelompok tani dengan efektivitas diseminasi informasi pemeliharaan jeruk pamelo
No. Kelompok tani Struktur jaringan
komunikasi Densitas Efektivitas diseminasi informasi (Skor kognitif)
1. Sekar Mulyo Bintang 0,46 76,92
2. Sumber Mas Bintang 0,25 86,19
3. Tani Rukun Bintang 0,13 78,35
4. Gotong Royong Y 0,20 74,40
5. Tawang Rejo Y 0,16 84,92
6. Mekar Sari Bintang 0,30 80,95
Pada diseminasi informasi pemasaran jeruk pamelo sebagian besar kelompok tani, yakni Poktan Sumber Mas, Tani Rukun, Gotong Royong, dan Tawang Rejo membentuk struktur roda, dimana anggota kelompok yang berprofesi sebagai tengkulak berperan aktor sentral dalam jaringan. Pada struktur roda, bentuk komunikasi partisipatif sulit terjadi, karena anggota kelompok akan
bertanya langsung kepada aktor sentral, tanpa berdiskusi dengan anggota kelompok lainnya.
Tabel 41 Hubungan analisis jaringan komunikasi kelompok tani dengan efektivitas diseminasi informasi pemasaran jeruk pamelo
No. Kelompok tani Struktur jaringan
komunikasi Densitas Efektivitas diseminasi informasi (Skor kognitif) 1. Sekar Mulyo Y 0,06 47,44
2. Sumber Mas Roda 0,06 55
3. Tani Rukun Roda 0,10 48,78
4. Gotong Royong Roda 0,20 51,87
5. Tawang Rejo Roda 0,20 84,92
6. Mekar Sari - - 80,95
Struktur jaringan komunikasi pada kelompok tani Sekar Mulyo, Sumber Mas, Tani Rukun, Gotong Royong tidak berhubungan dengan tingkat kognitif anggota kelompok yang sebagian besar terkategori rendah, dibandingkan tingkat kognitif petani mengenai aspek penanaman dan pemeliharaan jeruk pamelo. Pada Poktan Tawang Rejo rata-rata tingkat kognitif petani mengenai aspek pemasaran tergolong tinggi, yakni 84,92 karena terdapat anggota yang menjadi tengkulak berskala besar di Desa Tambak Mas. Aktor tersebut cukup aktif dalam kegiatan kelompok tani dan menjadi rujukan bagi anggota kelompok untuk bertanya mengenai aspek pemasaran jeruk pamelo, sehingga dapat disimpulkan tingkat kognitif anggota kelompok tani mengenai aspek pemasaran lebih dipengaruhi oleh keberadaan tengkulak dalam kelompok. Kelompok Tani Sekar Mulyo memiliki skor tingkat kognitif terendah mengenai aspek pemasaran, hal ini karena tidak terdapat anggota kelompok yang berperan sebagai tengkulak.