Jadi Fraksi PDIP tadi bisik-bisik katanya sudah paham Pak.
KETUA RAPAT:
Atau nanti penjelasannya di Panja sajaPak.
Baik, kalau begitu ya bisa disetujui? Atau sekarang? Daripada di Panja sekarang saj a kalau begitu.
Baik, saya langsung saja ke DIM No.76 "Tata cara pembukaan dan pengelolaan rekening sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1) ditetapkan oleh Menteri".
FPDIP, "tetap".
FPG,
''tetap',.FPPP, tidak ada pendapat.
FKB, ''tetap".
Fraksi Reformasi, tidak ada pendapat.
Fraksi 1NI/POLRijuga minta penjelasan Pasal. Perlu dijelaskan pokok-pokok yang akan dimuat dalam ketetapan Menteri.
FPBB, tidak memberikan pendapat.
FKKI, "tetap".
FPDU, "tetap".
Apakah ini juga karena sama dengan yang di atas, ini kita setujui dulu DIM No.76. Nanti penjelasannya di dalam Panja saja. Dengan catatan penjelasan ini di Panja.
Bagaimana Fraksi TNI/POLRI?
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
ANGGOTA F.TNIIPOLRI (Drs. SUDIRMAN, SE., MSi.):
J adi maksud dari Fraksi lNIIPOLRI itu jangan sampai "membeli kucing di dalam karung". Jadi dalam Undan~-Undang itu perlu ada pokok-pokok daripada yang ditetapkan Menteri itu apa. ltu maksudnya, dicantumkan pada ·
"Penjelasan".
Terima kasih.
KETUA RAPAT:
J adi memang "'Penjelasan" nanti dibahas di dalam Panja. J
adi
kita setujui ini dengan catatan bahwa pembahasan Penjelasan atas materi substansi ayat (2), DIM 76 ini kita bahas di Panja.Baik kalau begitu kita "setujui DIM 76 ayat (2)'' ini dan dengan catatan bahwa perlu ada pembahasan lebih lanjut di dalam Panja atas "substansi ayat (2) DIM 7 6".
Bisa disetujui ya?
(RAPAT SETUJU) INTER UPS I:
ANGGOTA F.PDIP (WILLEIM M. TUTUARIMA, SH.):
Ini menyangkut DIM yang lalu Pak, DIM 7 5. Sebetulnya kesalahan kita tadi kita ketukdulu. Sebaiknya kalau belumada "penjelasan" itukitajangan ketuk dulu. Karena tadi ini "membeli kucing dalam karung" temyata. Karen a dari pihak Pemerintah ternyata juga tidak bisamenjelaskan. Tetapi ini sudah lewat, hanya sebagai catatan nanti yang akan datang pada Pimpinan.
Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Tadi saya lupa bahwa ini dengan catatan ''penjelasannya" itu akan dijelaskan oleh Pemerintah di dalam pembahasan Panja, itu catatannya.
ANGGOTA F.PDIP (WILLEIM M. TUTUARIMA, SH.):
Bukan
begitu.Ini
kan
persoalannya sebenamya belum selesai. Karena pihak.Pemerintah yang mengajukan sendiri belum bisa menjawab. Tetapi kita sudah ketok tadi.Itu kesalahan kita. Besok pengalaman ini hendaknya untuk yang akan datang kitajanganketuk dulu sebelum Pemerintah memberikan penjelasan.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Terima kasih Pimpinan.
KETUA RAPAT:
Betul.
Saya terima koreksinya, lain
kali
sayadiinterupsi.Baik, ke Pasal
11,
DIM No.77,
bunyinya "Setiap Surat Utang Negara mencantumkan sekurang-kurangnya".FPD
IP, "Pasal11
tetap".FPG, "tetap".
FPPP tidak memberikan pendapat.
FKB,
"Pasalll" berubah menjadi "Pasall2". Pasalll ditambah dengan 1 butir baru yaitu butira
perubahan susunan hurufbutir sehingga menjadititik-titik.
Fraksi Reformasi tidak memberikan pendapat.
FTNI!POLRI, ''tetap".
FPBB tidak memberikan pendapat.
FKKI, Pasal 11. Jadi mungkin maksudnya sama dengan usulan Pemerintah.
FPDU, "tetap".
Ini Pasal
11
berubah menj adi Pasal12, PKB.
Ini didrop ya?Baik, karena semua Fraksi mengusulkan "tetap" danjugaFKB ''mendrop"
usulan-usulan perubahannya, maka
"Pasal11 DIM No. 77"
inibisa
kita setujui.Setuju?
(RAPAT SETUJU)
DIM No. 78. Ini ada usulan FKB tentang nom or seri utang. Saya rasa ini perlu dijelaskan usulan
ini
olehFKB,
silakan.Karena pengusul minta "dicabuf', maka tidak ada alasan untuk Fraksi-fraksi lain membahasnya. Jadi bisa kita setujui?
(RAPAT SETUJU)
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
DIM No.79 ayat adariPasalll, "nilai nominal".
FPDIP, "tetap''.
FPG, ''tetap".
FPPP tidak memberikan pendapat.
FKB, mengusulkan b "nilai nominal".
Raker SUN, 9 Sept. 2002
Fraksi Reformasi tidak memberikan pendapat.
FTNIIPOLRI, ''tetap".
FBB tidak. memberikan pendapat.
FPDU, ~'tetap".
Artinya saya persilakanjuga FKB bagaimana, mau didrop?
Baik, karena inijuga
FKB
"didrop'', otomatis kita tidak ada pembahasan.Baik, bisa kita setujui?
(RAPAT SETUJU) DIM No. SO tentang ayat b ''tanggaljatuh tempo".
FPDIP, "tetap".
FPG, ''tetap".
FPPP tidak memberikan pendapat.
FK.B, c ''tanggaljatuh tempo". "Substansinya" tidak berubah.
Fraksi Reformasi tidak memberikan pendapat.
FTNIIPOLRI, ''tetap".
FPBB, "tetap".
FKKI, ''tetap".
FPDU, ''tetap".
Saya persilakan
FKB, tetapi
substansinya tidakberubah.
J adi usulannya ''tetap" ya.Baik, ini bisa kita setujui'?
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
(RAPAT SETUJU)
DIM No.8 I, tentang''tanggal pembayaran", ayat c.
FPDIP, "tetap".
FP~ ''tetap".
FPPP, tidak memberikan pendapat.
FKB, tanggal pembayaran bunga ini tidak, substansinya tetap. Hanya berubah d, karena usulannya sudah "dicabut", sehingga ini "tetap".
Fraksi Reformasi, ini di dalam Penjelasan tentunya. Tadi sebagaimana yang lalu. Jadi ini kita bicarakan di Penjelasan saja, nanti tanggal pembayaran bunga, nanti kita bahas di "Penjelasan".
FTNIIPOLRI, ''tetap".
FPBB, tidak memberikan pendapat.
FKKI, ''tetap''.
FPDU, ''tetap".
Jadi usulan FKB "substansinya" tidak berubah karena yang di atasnya sudah "didrop" dan juga Fraksi Refomasi ini minta penjelasan, itu nanti di Penjelasan Pasal. Itu kita bahas nanti di Panja.
Jadi DIM No.81 ini bisakita "setujui" dengan catatan bahwa penjelasannya nanti akan dibahas di dalam Panja. Bisa disetujui ya?
(RAPAT SETUJU) DIM No.82 d "tingkat bunga kupon".
FPDIP, "tetap".
FP~ ''tetap''.
FPPP, tidak memberikan pendapat.
FKB, tingkat bunga kupon. Ini juga saya rasa hanya "substansinya" tidak berubah. Hanya ayatnya yang berubah. Saya rasa sama dengan yang di atas, disesuaikan.
Fraksi Reformasi usul, d ''tingkat bunga.fix rate". Penjelasan "perlufix rate dalam tingkat bunga, sehingga resiko semakin bisa diatasi.
Fraksi 1NIIPOLRI, tidak memberikan pendapat.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
FPBB, tidak memberikan pendapa1.
FKKl, ''1etap".
FPDU, ''tetap".
Saya persilakan Fraksi Reformasi untuk memberikan argumentatifnya.
ANGGOTA F.REFORMASI (H. SYAMSUL BALDA,SE., MBA., MM., MSc.):
Jadi ini usul Pimpinan, bahwa nanti daJam "Penjelasan" ito dicantumkan bahwa tingkat bunga ini hendaknya/o: rate dalamrangkameminirnalisir resiko.
Sebab pengalaman yang sudah-sudah itu, variable rate itujustru menjadi be ban yang sangat besar bagi kita terutama di APBN.
Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Jadi dari Fraksi pengusul setuju di dalam "Penjelasan" nanti untuk dibahas di Panja. Sedangkan pada "substansinya" usulannya tidak ada niasalah.
Baik, dengan demikian DIM No.82 bisa kita "setujur' dengan catatan bahwa "Penjelasan" atas Pasal ini akan dibahas di Panja.
Pemerintah bagaimana, bisa setuj u? Penjelasan Pasal ini nanti akan dibahas di Panja. Sedangkan substansinyakitaketuk sekarang. Bisa disetujui ya?
(RAPAT SETUJU) DIMNo.83, e "Frekuensi pembayaran bunga".
FPDIP, ''tetap". Hanya saja PDIP ketemngan Fraksi di sini "hanya berlaku untuk surat perbendaharaan negara''. Ini mungkin perlu nanti sebelum kita ketuk, dildarifikasi dulu oleh Pemerintah. Ini harusnya diinterupsi Pak Willi em.
FPG; "1etap".
FPPP juga tidak memberikan pendapat.
FKB, "substansinya" sama, hurufhya f. Jadi ini humfurutannya didrop.
Fraksi Refonnasi, "Penjelasan". Ini nanti dengan catatan dibahas di dalam pembahasan Penjelasan di Panja.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
TNIIPOLRI, "tetap".
FPBB tidak memberikan pendapat.
FKKI, "tetap".
FPDU, "tetap".
Saya persilakan sebelum saya ketuk Pak Menteri bisa memberikan penjelasan terlebih dahulu tentang keterangan Fraksi PDTP, "hanya berlaku untuk surat perbendaharaan negara".
Tetapi saya rasa untuk lebih jelasnya kepada Fraksi PDIP dulu untuk menjelaskan selengkapnya, supaya dipahami.
Saya persilakan.
ANGGOTA F.PDIP (WILLEIM M. TUTUARIMA, SH.):
Begini, kamijustru ingin penjelasan dari Pemerintah karena persoalannya ini dulu yang menyelesaikan Pak Trisno.
KETUA RAPAT:
Baik, mudah-mudahan Pemerintah bisa menangkapnya, apa yang dimaksud oleh Fraksi PDIP tentang ''hanya berlaku untuk surat perbendaharaan negara". "Frekuensi pembayaran bunga ini", mungkin bisa saya bantu "hanya berlaku untuk surat perbendaharaan negara".
PEMERINTAH/MENTERI KEUANGAN:
Secara tekhnis Pak Darmin. Kami mohon ij in minta Pak Darmin untuk menjelaskan.
PEMERINTAHIDIRJEN LK (DARMIN NASUTION):
Terima kasih Pak Menteri.
Bapak Ketua, Bapak-bapak yang terhonnat.
Sebetulnya menyangkut juga ini nanti yang DIM No.82 dan 81 yang untungnya akan dibahas di Panja. Jadi pada waktu membicarakan Pasal 3 dahulu itu kita telah menyetujui bahwa Surat Perbendaharaan Negara itu misalnya pembayaran bunganya secara diskonto. Sedangkan obligasi negara yang lebih dari 12 bulan, ada yang dengan kupon artinya bunganya tertera secara tegas, adayangdengan.diskonto. Jadi baik DIM 81,82,83, ini khusus untuk yang secara tegas kuponnya ditetapkan, bunganya ditetapkan. Karena dalam hal nanti surat utangnya disk onto. Diskonto itu begini loh Pak, misalnya
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
nilainya Rp.l 000, nanti pada waktujatuh tempo 3 bulan lagi T-Bills ioi J.q,mya Rp.l 000 dibayar Pemerintah. Kemudian dilelang dia, adadiskon eli sini
DaJam
hitung-hitungan di pembeli, dia sebetulnya memasukkan tingkatbu.Bgasa:ara implisit. Mungkin Rp.900 diamau bayar, hasillelang. Nantipadawaktujalah tempo kita bayar Rp.l 000, berarti bunganya Rp.l 00 selama 3 bulan itu. ltD namanya diskonto.Untuk DIM 83 ini tidak akan tercantum untuk surat perbenctaltaraa negara, karena dia diskonto. Dia juga tidak berlalru untuk oblW9 Began~
yang sifatnya diskonto, tetapi yang sifatnya kupon, DIM 82 pasti dicauttuubn seperti sekarang dia akan dibayar kalau/a; rate, 6bulan-6 bulanan daadisebot tanggalnya. Kalau variable rate seperti yang sekarang ini, 4 bJi dihayar setahun, tanggalnya juga disebut. Jadi untuk yang Surat Utangyaag sifid:nya kupon disebutkan bunganya pasti harus disebutkan frekuensinya. Setiaptanegal berapa dia dibayar bunganya. Tidak akan boleh meleset tanggal itu.. Tetapi khusus yang untuk diskonto Pak, ini tidak muncul.
Jadi mohon dimengerti nanti di dalam Panja akan kami ajukan lagi persoalan ini untukDIM 81 dan 82, di dalam Penjelasannya akan ditamhalabn
"khusus untuk Surat Utang Negara yang pakai bunga atau kupoa". Kala11 yang sifatnya diskonto, maka DIM 81,82,83 tidakmuncul.
Demikian Pak, Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Jadi itu penjelasan dari Pemerintah Pak Williem. Nanti di dalam Panja akan muncul permasalahan ini sehubungan dengan pembahasan nanti DIM 81 dan 82, di dalam "Penjelasan".
ANGGOTA F.PDIP (WILLEIM M. TUTUARIMA, SR.):
Kalau begitu apakah tidak sekalian kita, misalnya Pasal-pasal iDi tadi kita bawa ke Panja?
KETUA RAPAT:
Itu tadi yang di atas ini kita bawa ke Panja, tetapi ini sudah cliketuk semua. Tetapi ada catatan bahwa tentang Penjelasan itu akan dibahas di Panja. Dan ini saya rasa apa yang dimaksud di dalam klariflkasi PDJP, ioikita bahas di "Penjelasan" saja nanti diuraikan. Karena ini yang di atas sudah diketuk, tetapi dengan penj elasannya itu akan dibahas di Panja, terhadap