RISALAH
RAPAT KERJA KOMISI IX DPR-RI DENGAN
MENTERI KEUANGAN
:2002-2003 : I
: Senin, 3 September 2002
: Pembahasan
RUU tentang Surat Utang Negua : RM. PASKAH SUZETTA, MBS: USUANA, S.H.
: (Lihat Daftar Hadir)
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
KETUA RAPAT (DRS. H.M. PASKAH SUZETIA, MBA):
Selamat malam dan salam sejahtera bagi kita semua.
Bapak-bapak, Ibu-ibu, ParaAnggota Dewanyangterhormat serta Bapak Menteri Keuangan beserta seluruh jaj aran Departemen Keuangan yang mewakili Pemerintah dalam rangka Pembahasan RUU Surat Hutang Negara.
Bapak dan Ibo Para Anggota Dewan yang terhormat, baiklah kita akan memulai kembali Pembahasan Rancangan Undang-Undang Surat Hutang Negara yang pada hari Kamis yang lalu kita skors, dan pada mala.m ini skors dengan ucapan bismillahirrahmannirrahim saya bub kembali.
(SKORS DICABUT DAN RAPAT DIBUKA) Yang terhonnat Para Anggota Dewan serta
Bapak: Menteri Keuangan,
Baiklah kami ingin menyampaikan bahwa pada walctu skorsing hari Kamis kemarin, kita telah berada pada DlM Nomor 55 dan kita akan melanj utkan pada DIM 56. N a.mun demikian, sebagaimana kesepakatan kita pada waktu yang lalu, bilamana Wakil Fraksi yang menyampaikan usul-usul perubahan atas Rancangan Undang-U ndang yang disampaikan oleh Pemerintah, maka kesepakatan kita langsung tidak dibahas, karena kalau melihat Ketentuan Tata Tertib bahwa kehadiran itu hams secara fisik.
Baiklah saya mulai dengan DIM 56.
Usulan Pemerintah bunyinya: "Pemerintah wajib membayar bunga dan pokok dari setiap Surat Utang Negara pada saat jatuh tempo".
F. PDIP, "tetap".
F. P~ kata "dari'' dihapus, dan setelah perubahan bllByinya: "Pemerintah wajib membayar bunga dan pokok setiap Surat Utang Negara pada saat j atuh tempo".
F. PPP, tidak memberikan pendapat.
F. KB, "tetap".
F. Reformasi, penjelasan kepastian hukum sangat penting karena time in consistency di masa lalu.
F.
TN1J
POLRI, '~etap".F. PBB, tidak memberikan pendapat.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
F. Kia, "tetap".
F. PDU, "telap".
Ada 2 Ftalsi yang meny:aJilpiikan usulan perubahan, Fraksi Partai GOLKAitbla •dafi" chllgt§dan Fraksi Reformasi "Penjelasan". Akan tetapi, kepada Frabi Refonnasi sayamohon ldarifikasi, Penjelasan ini disampaikan dalam DIM ini abuJ Penjelasan
itu
disimpan di dalam "Penjelasan Umum".SayalBSl perlu diklarifikasi.
Baik, saya mohon dari Fraksi Partai GOLKAR untuk menyampaikan arganCiilasi atas
usu.lan
perubahan ini.Pak.Aritonang.
ANGCOTA
1".
I'G (DRS. BABARUDDIN ARITONANG):Kala •dari" ini ,aclihapus, inikan seperti bahasa 45 itu di Undang-Undang Dasar, Gam-garis Besar daripada Haluan Negara. Itu bahasa lama pakai
·dan~, 1aaptbta ·dan~ pun sudabjelasmaksudnya bahwa bunga dan pokok setiap Sand
U1ang
Negara.Ito~ begitu Ketua. lni hanya soal etimonologi, soal tata . . . saja
sehaauya.
Terima bsilt..
KJ:'I'UA RAPAT :
Baik,
1DJ1118tin
adausuJan.
Silakan Pak Tanto.ANCGOTA
:1'.
PDIP (DRS. SlJTANTO PRANOTO, MM):SayalllellCOha untuk mencennati ini.
Bag;rimana
blau
pada saat jatub tempo, Pemerintah tidak mempunyaidana.
jdim.melbikcnsnat<i>li]asiham, jrlirole over, istilahnya kan tidak membayar. Tetapieli
sini, di Undang-undang ini dikatakan Pemerintah wajib JDelllbayar. Sedangbn padasaatjatuh tempo bisa saja Pemerintah menerbitkan sund: obligasi baru artinya role over, Pak.Terinabsib..
DTUA RAPAT :
ltu nan1i diklarifikasi olehBapakMenteri.
Inikhusuoyabta
•cJari". Apakah kata "dari" ini dihapus, bagaimana?BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Saya mohon mungkin melalui BapakMenteri membawaAhli Bahasanya mungkin minta penjelasan lebih lanjut.
PEMERINTAHIMENTERI KEUANGAN (DR. BOEDIONO):
lya, Pak.
i<.ami serahkan saja kepada Ahli Bahasa kami.
AHLI BAHASA:
Terima kasih, Pak.
Memang kata "dari" dalam kalimat ini tidak diper1ukan lagi, karena sudah jelas. Jadi memang sebaiknya "dihilangkan" saja. Terima kasih.
KETUA RAPAT :
Bapak Menteri bagaimana?
PEMERINTAHIMENTERI KEUANGAN :
Ikuti.
KETUA RAPAT:
Jadi baik.
Kata "dari" kita setujui untuk dihapus ya.
Setuju?
( RAPAT SETUJU )
Namun demikian, sebelum nanti ke Fraksi Refonnasi atau nanti sekaligus, sekarang yang tadi dipertanyakan oleh Pak Tanto mohon nanti diklariilkasi oleh Pak Menteri, tetapi sebelumnya say a persilakan Fraksi Reformasi untuk menyampaikan apa usulan di dalam penjelasan inidan sayamohon diklariflkasi
· dimana penjelasan ini dicantumkan.
Baik katni persilakan.
ANGGOTA F. REFORMASI (H. SYAMSUL BALD A, S.E., MBA, M.M., MSc):
Terima kasih Pimpinan.
Jadi usulan dari Fraksi Reformasi ini hanya menambahkan di Penjelasan Umum tentang perlunya kepastian hukum, karena ketidak-konsistenan waktu di masa yang lalu. Jadi ada "Penjelasan Umum" saja. Terima kasih.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
XEI'UA :RAPAT :
Baikblau hegito Slldahada klarifikasi dari Fraksi Reformasi, penjelasan ito anti clisimpan di "Paljelasan Umum", artinya itu ke Panja.
Baik
lila
"seajlli DIM 36" dengan catatan bahwa penjelasan Fraksi ltefilmlasi mmli dibabas eli Panja untuk dimasukkan ke Penjelasan Umum.Bisadisebgui,a.
Sequ?
(RAPAT SETUJU )
Pak ~ walavpuo ini pasal sudah disetujui, akan tetapi tadi ada yugmintaklarifikasi pergelasandari Pak Sutanto. Kami persilakan.
PEMERINTABIMENTERI KEUANGAN : Terinaabsih SaudaraPimpinan.
Pal
Taato, Pc:n:riDtah berpendapat bahwa, dan ini saya kira sejaJandalpn,_,..wgan
Fraksi Refonnasi kepastian hukum dari surat berhargaini.Armyablaakila ~ Surat Utang, itu sebenarnyaadaJah semacam jaoji kila aba ~ pada suatu saat dalam bentuk tunai. Nah apakah besok
Jaarin.Ja
ki1a meogisu lagi Sumt Utang dan sebetulnya itu sama saja deupnmle DR~; hadalah choice kita, plihan dati Pemerintah. Dan ini saya kirasanpt paiagbtena iDi terbit dengan nilai atau barga atau biaya dari Stnt U1ang ini.. Kala kila JDeDjual Surat Utang atau mengelualbn SuratUtag
yang DlCilpndnng ke6dakpastian hukum atau ketidakpastian dalam~ untioya pembelinya ito tanya:
'c;akan
bayartunaiatankertas lagi. nanti'r, iai abnmmimbulkan suatu biaya bunga yang luar biasa.Jadi SBJ8 kim
:yang
piling baik, yang paling murah bagi Pemerintah ito .wahjanji 1111111k~ bunga dan pokok pada saat jatuh waktu dalam beDtut. tu.nai. Dan ini bisa kita manage, tergantung pada kapan kita~laan)a
Jniblurasalab peogelolaa utang ito, tetapi kepastian untuk dibayardalam baiiDk taaai ini saya
lira
sangat penting karena mempengaruhi harga dari Surat Utagtila .ini Kalau tanpa itu saya kira harganya itu jatoh.Jadi artiJrJp biaya bunga yang akan dibebankan kepadaAPBN itu sangat
~
])emjlcin peajelasan dari
bmi
Pak Sutanto.BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
KETUA RAPAT : Silakan.
ANGGOTA F. PDIP (DRS. SUTANTO PRANOTO, MM):
Saya ingin mempertegas sekali lagi Pak Menteri.
Kalau demikian, berarti setiap jatuh tempo pada tahun anggaran itu, di
RAPBN
akan dicermikan di RAPBN bahwa ada pembayaran dan ada isu lagi baru. Terima kasih.KETUA RAPAT : Cukup Pak Tanto.
Baik kita langsung ke DIM 57 ayat (3): "Dana untuk membayar bunga dan pokok sebagaimana dimaksud dalam ayat(2), disediakan dalamAnggaran Pendapatan dan Belanja Negara setiap tahun sampai dengan berakhirnya kewajiban tersebuf'.
Mungkin Pak Tanto ini terkait dengan
DJM 56.
F.
PDIP, ''tetap".F.
P~ "tetap".F.
PPP, tidak mempunyai pendapat.F. KB,
''tetap".F.
Reformasi, tidak mempunyai pendapat F. 1NII POLRI, "tetap".F. PB B, tidak mempunyai pendapat.
F. KKI,
"te1ap". F.PDU,
''tetap".Jadi artinya bahwa DIM ini bisa kita setujui.
Setuju?
( RAPAT S:ETUJU )
DlM Nomor 58 ayat ( 4): '~Dalam hal pembayaran kewajiban bunga dan pokok dimaksud melebihi perkiraan dana sebagaimana dimaksud dalam ayat (3), Menteri melakukan pembayaran dan melaporkan realisasi ~mbayaran
terselmt kepada Dewan Perwakilan Rakyat dalam Pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara".
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Fraksi PDIP,
Rsul
perubahan "ayat ( 4)". Kalimat "dan melaporkan reati:sasi pembayaran tersebut kepada" dihapus, diganti kalimat: "setelah mendapatbn persetuj'uan~'.Seltingganmusaooya berbunyi sebagai
berikut:
"Dalam hal pembayarankewajib'an bunga dan pokok dimaksud
melebihi perkiraan dana sebagaimana dimaksud dalamayat
(3), Menteri melakukan pembayaran setelah mendapatkan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dalam Pembahasan PembabanAnggaran
Pendapatan dan Belanja Negara".ayat(4) setelah pembahan bunyinya: "Dalam hal pembayaran kewajiban bunga dan pokok dimaksud..;melebihi perkiraan dana sebagaimana dimaksud dalam ayat (3), Menteri melakukan pembayaran setelah mendapatkan persetujuan Dewu Perwakilan Rakyat dalam Pembahasan APBN".
F.
PO, "tetap''.F. PPP,
tidakmemberikan
pendapat.F~ ~
•'tetap".
F.Reformasi,
tidak mernberikan pendapat.F .. "'NII POLRI, ~'tetap".
F. PBB,
tidakmemberikan pendapat.
F.
KKI, "tetap".FJ>DU_,
"tetap".Dalam hal usulan perubahan ini saya persilakan Fraksi PDIP untuk
~Denyampaibnargumentasinya.
Pak Tanto
atau
Pak Willeim.Pak Tanto dulu, Silakan.
ANGGOTA F. PDIP (DRS. SUTANTO PRANOTO, MM):
Menurut kami,jadi bukan me1aporkan realisasi pembayarannya setelah dilakukan, tetapi sebelumnya dimintakan persetujuan ke DPR dulu, karena RAPBN itu sebetulnya dimintakan persetujuan ada perubahan, ada ini, dimintakan ke DPR.
Terima
kasih.BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
KETUA RAPAT : Pak Willeim.
Itu argumentatif dari Fraksi PDIP. Sebelum nanti ke Pemerintah, sebagai pengusul rumusan, saya mohon dari Fraksi Partai Golkar, saya putar mulai dari Fraksi Partai Golkar. Sebentar Pak Zainie.
INTERUPSI:
ANGGOTA F. PDIP (WILLEIM M. TUTUARIMA, S.H):
Jadi ini kaitan dengan yang pasal di depannya Pasal55.
Jadi ini sebetulnya harusnya masuk ke Panja. Ini kan dipermasalahkan, ini kan kaitannya semua ke belakang. Saya kira itu.
KETUA RAPAT :
Akan tetapi mari kita dengar dulu dari Fraksi-fraksi lain. Silakan F. PG.
ANGGOTA F. PG (H. ABDULLAH ZAINIE, S.R):
F. PG setuju diteruskan ke Panja.
KETUA RAPAT :
F.
PPP.ANGGOTA F. PPP (H.M. DANIAL TANDJUNG):
Saya kira bisa kita putuskan, tetapi pengertiannya begini. Dikatakan tadi, bahwa pada setiap jatuh tempo, itu harus dibayar bunga. Tetapi di kalimat ini, kalau ada yang melebihi daripada taksiran, tetapi sudahjatuh tempo. Kalau minta persetujuan dengan DPR dulu, itu sudah lewat. Jadi tidak terpenuhi
"ayat" yang di atas, bahwa setiap jatuh tempo Pemerintah harus membayar.
Makanya dikatakan di sini, diberikan klausul ini walaupun tidak ada di dalam APBN, karena salah perkiraan, mesti dibayar. Tetapi kemudian minta persetujuannya pada APBN yang akan datang.
Jadi saya kira sudah bisa kita putuskan, Pak.
KETUA RAPAT : Saya persilakan F. KB.
Pak Mukhtar, bukan Pak Aris.
ANGGOTA F. KB (H.M:MUKHTAR NOERJAYA, Msi):
Saya minta supaya di Panja.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
KETUA RAPAT :
Fraksi Kebangkitan Bangsa minta ke Panja. Fraksi Reformasi saya persilakan.
ANGGOTA
F.
REFORMASI (DRS. RIZAL DJALIL, M.M.):Terima kasih Saudara Ketua.
Pada prinsipnya kami dapat memahami apa yang disampaikan ternan- ternan Fraksi PDIP ini, tetapijangan sampai nanti setelah kita dukung malah Fraksi PDIP-nya lari ini. Mudah-mudahan istiqomah ya, Pak.
Ini ada hal yang prinsip, dalam arti kata bahwa apa yang mau dibayar itl1,--- ..
itu dimintakan persetujuan terlebih dahulu kepada DPR. Nah apa yang disampaikan Pak Danial tadi benar juga, tetapi kan kita bisa memprediksi, setahun lagi atau 6 bulan lagi kita minta persetujuan dulu bahwa ini akan ada yangjatuh tempo.
Jadi menurut saya tidak ada persoalan dan ini bagus-bagus usul Fraksi PDIPini.
Terima kasih.
KETUA RAPAT : Fraksi 1NII POLRI.
ANGGOTA F. TNII POLRI (DRS. SUDIRMAN, S.E., Msi):
Bila kita melihat kepada pasal yang sebelumnya, ini menggambarkan kepada kita bahwasanya paket Surat Utang Negara itu masuk kepada paket APBN. Jadi berarti kita mengikuti alur dari APBN itu sendiri, dimana ada APBN pokoknya, kemudian ada perubahan daripada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Jadi alur begitu.
Jadi jangan sampai kita nanti tercampur dengan minta persetujuan DPR, dimana dalam Tata Tertib, itu persetujuan dengan pasangan kerja, itu jatuh ke Komisi IX. Jadi rancu jadinya, antara Komisi IX dengan APBN dengan Panitia Anggaran, rancu. Sedangkan polanya dari yang pasal-pasal yang lalu itu, itu polanya ke Panitia Anggaran.
Jadi ini sudah benar kalau kita akui kalau ini adalah kewenangan Panitia Anggaran, bukan kewenangan Komisi IX dan lain sebagainya itu menurut kami sudah benar, sehingga tetap.
Terima kasih.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
KETUA RAPAT :
F. PBB
sudah ada?F. KKI
sudah ada?F.
PDU silakan.ANGGOTA F. PDU (DRS. H. ABDULLAH AL WARDI):
Terima kasih Saudara Ketua.
DIM 58 menurut kami, konsep Pemerintah ini sudahjelas, sudah benar, jadi tidak perlu melampaikan kepada persetujuan Dewan, persetujuan Dewan itu kepada siapa, Dewan secara Paripurna atau kepada Komisi IX. Yang jelas, di sini mengenai bahwa Pembahasan PerubahanAnggaran Pendapatan dan Belanja Negaramelalui PanitiaAnggaran tentunya sebagai dari perwakilan daripada Dewan
secara
keseluruhan.Oleh karena itu
maka
kami berpendapat bahwa DlM 58 ini konsep Pemerintah (rekaman tidak jelas) kami tetap kepada prinsip itu, tidak perlu kepada Panja, bisa diputuskan sekarang.KETUA RAPAT :
Silakan Pemerintah mungkin.
PEMERINTABIMENTERI KEUANGAN:
Terima kasih Saudara Pimpinan.
Kami ingin menjelaskan, apabila prinsip bahwa Pemerintah wajib membayar bunga pada saat jatuh tempo Surat Utang itu dan ini merupakan prinsip dasardari valuasi atau penilaiandarisumtbedlargaini di pasarnantinya, maka "pasal a tau ayat ( 4 )" ini memang harus ada, Pak. Itu yang pertama.
Yang kedua, ini adalah apa yang sekarang
kita
praktekkan, Pak. J adi ada asumsi dasar mengenai suku bunga misalnya, untuk menghitung rencana pembayaran pos bunga kita untuk tahun 2002 misalnya. Kita memakai angka pada saat itu 14%. Tetapi kenyataannya, tentunya dari bulan ke bulan temyata bunga obligasi yang jatuh tempo itu atau yang harus dibayar itu tidak 14%tetapi
15,
7o/o, tadikami
sampaikanjugakepadaPanitiaAnggaran
untukpeOOraan
kami tahun 2002. Dan ini harus kita bayar, dan memang prakteknya demikian, nanti kita laporkan dalam mekanisme Panitia Anggaran pada tahap APBNP.Dan say a kira sangat mudah untuk dikontrol masalah ini. Dan kalau itu saja di stop, saya kira nanti proses pelaksanaanAPBN akan sangat sulit, bukan hanya untuk Pemerintah sekarang, Pemerintah yang
akan
datang.lni saya kira sangat prinsip, Pak.BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Demikian.
Terima kasih.
KETUA RAPAT : Baik.
Sebelum perlu atau tidaknya diputar, saya ingin menyampaikan, sebetulnya secara pelan tadi pengusul Fraksi PDIP mengatakan ke Panja kan saja, itu kalau tidak salah tadi ya, Pak.
Terus juga Fraksi Partai Golkar minta di ke Panjakan.
F. PPP, minta diputus sekarang.
F.
Kebangkitan Bangsa minta di Panja kan.F.
1NI/ POLRl, minta diputus sekarang.F.
PDU, minta diputus sekarang.Jadi ini ada pendapat yang sama kuatnya, dan saya rasa kalau diputar nanti akan sama masing-masing bertahan pada argumentatifnya. Lebih baik saya usulkan ke Panja saja ya.
Ke Panja setuju ya.
Setuju?
( RAPAT SETUJU )
Baik, selanjutnya DIM Nomor 59, Bah V tentang "Pengelolaan Surat Utang Negara".
F.
PDIP, "tetap".F.
PG, "tetap". F. PPP, ''tetap".F. KB,
ini sama dengan di atas, pasti ini minta didrop. karena ini hanya perubahan bah saja, yang usulannya tdah diminta untuk "didrop". F. Reformasi tidak mempunyai pendapat.F. 1NII
POLRI, "tetap".F.
PBB, tidak mempunyai pendapat.F. KKI,
tidak mempunyai pendapat. F. PDU, "tetap". Mohon maaf tadi saya kelewat, F. PPP, juga tidak mempunyai pendapat. Artinya ini bisa kita setujui. Setuju?( RAPAT SETUJU )
, DIM Nomor 60 Pasal 9 ay at ( 1) "Pengelolaan Surat Utang Negara diselenggarakan oleh Menteri".
Fraksi PDIP, usulan perubahan. ayat (1) dipecah menjadi "2 ayat baru"
untuk lebih memperjelas aspek kelembagaan dalam pengelolaan Surat Utang
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Negara. Sedangkan ayat (2) dalam Naskah RUU menjadi ayat (3).
Setelah perubahan: "Pengelolaan Surat Utang Negara dilakukan berdasarkan prinsip dan praktek manajemen utang yang terbaik oleh suatu lembaga tersendiri. Keterangan dari Fraksi PDIP, harus tetap memperhatikan asas kepentingan dan perlindungan".
F. PG; ''tetap".
F. PPP, tidak memberikan pendapat.
F. KB, "Pasal 9 berubah menjadi Pasall 0", ini menyangkut nomor saja, artinya didrop.
F. Reformasi, tidak mempunyai pendapat.
F.
TNIJ
POLRI, ''tetap".F. PBB, tidak mempunyai pendapat.
F. KKI, ''tetap".
F. PDU, "tetap".
Dengan demikian saya persilakan Fraksi PDIP untuk menyampaikan argumentasinya.
ANGGOTA F. PDIP (WILLEIM M. TUTUARIMA, s.H):
Mungkin argumentasi kami sudah cukup jelas yaitu adalah sebagaimana dimuat dalam DIM ini adalah guna memperhatikan asas kepentingan dalam perlindungan. Itu saja.
KETUA RAPAT :
Sebelum ke Pemerintah, saya persila.kan Fraksi Partai Golkar.
ANGGOTA F. PG (H. ABDULLAH ZAINIE, S.H.):
Saya kira Fraksi PDIP di sini Pasal 9 ayat (1) itu tetap, yang
Jainnya
minta supaya ada perhatian terhadap adanya asas kepentingan dan perlindungan. Jadi saya kira tidak ada masalah ini, Ketua. Terima kasih.KETUA RAPAT :
Jadi tetap kepada usulan Pemerintah.
Jadi Fraksi PDIP meminta ayat (1) dipecah menjadi 2 ayat.
Justru di Pasal9 ini Pak Zainie.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
ANGGOTA F. PG (B. ABDULLAH ZAINIE, S.H.):
Nanti DIM 61 baru kita bicara lagi.
KETUA RAPAT :
Saya klarifikasi ke Fraksi PDlP bagaimana?
ANGGOTA F. PDIP (WILLEIM M. TUTUARIMA, S.H.):
Saya kira betul, karena kita tam bah ayat. Jadi di ayat (2)-nya itu KETUA RAPAT :
Okelah kalau begitu. Silakan Fraksi PPP.
ANGGOTA F. PPP (B.M. DANIAL TANDJUNG):
Saya hanya menanyakan saja, itu apa yang disebut praktek manajemen utang yang terbaik itu bagaimana, ukuran apa yang dipakai?
Terima kasih.
KETUA RAPAT :
Baik, nanti pada waktunya pengusul akan menjawab.
Fraksi Kebangkitan Bangsa silakan.
Bukan, yang usulan Fraksi Kebangkitan Bangsa-nya memang sudah didrop, hanya saya persilakan untuk menanggapi usulan dari Fraksi PDIP.
Jadi Fraksi Kebangkitan Bangsa tidak memberikan argumentatif, tetap pada usulan Pemerintah. Fraksi Reformasi.
DIM 60 menanggapi usulan Fraksi PDIP.
Lewat saja ya,jadi tetap pada usulanPemerintah.
Fraksi INI/ POLRI saya persilakan.
ANGGOTA F. TNIJ POLRI (DRS. SUDIRMAN, S.E., Msi):
lya, dari surat Pemerintah'ini radajelas,jadi "tetap".
KETUA RAPAT : F. PBB tidak ada.
F. PDU.
ANGGOTA F. PDU (DRS. H. ABDULLAH AL WAHDI):
Saya pikir bahwa usulan daripada Fraksi PDIP ini karena ayat (1) tidak
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
ada perubaban, saya pikir tetap tepada apa yang dikoosep di .dalam Pasal9 ayat (I) tadi, bam nanti dalam pembabasan selanjulnya banmgbli
demikian.
Terima kasih.
KETUA RA¥AT :
Pemerintah, Fraksi PDIP di ayat(l),
usuJan
perubahannyadllnintadipecah 2. Setelahperubahan
ayat (1)-Bya bunyinya: "Pengelolaan Sural UtangNegara dilakukan berdasarlmn prinsip dan pmktek manajemen utang yang terbaik oleh suatu lembaga tersendiri". lni usulan pecubahan pada ayat (1}Saya persilakan mungkin Pak Menteri.
PEMERINTAIIIMENTERI KEUANGAN:
Terima kasih Saudant Pimpioan.
Pemikiran awal dari Pemerintah memang ingin nanti membentuksuato lembaga atau unit kerja yaag menaaggani khusus utang Pemerintah.
Pemikirannya sekarang masih berjalan, apahh itu mencakup hanya ubm,g
dalam negeri atau dua-duanya, kareoa iDi ada iuteraksi k:e depaB nantinya perbedaan antara utang luar uegeri. daa daJam aegeri itu
abn
makia bbur~Karena ada kemungkinan
di
masa depan Pemeriatah sendiri aka11 mengeluarkan, menjual Smat Utang Negantda.1am
dinominasi sm.g asi~Itu sudah mengbamburbn deDgan ubmg yang Jaugst~ dikeluadam di
mar
negeri dalam mala uaag asing.
Jadi kami masib memikUbn ini, Pak. Lemhaga ini metmtllg haroso.ya lembaga khusus, tetapi apabb iai pedu kitapatok sehnmg. Ini kaoti .·~
melihat praktek-praktek. in1anasioDal mana yangt=baik ~ bisa kita pak.ai, tetapi spirit-nya memang bmi bisa menangkap dan
terlalu
tidak sejalan denganpandangan
dari Reba-rebA Frabi PDIP..Jadi kalau memangdiperkertankan, apatidak lebih baik dt'"berikan rung bagi kami di sini untuk membemuk nanti suatu unit ketja yang bemlr-benar pas untuk keadaan kita,
set.elalt
kita melihat pengalaman-pengalaman di berbagai negara.Demikian
pendapat kami KETUA RAPAT :Mungkin saya ada usulan ke Fraksi PDIP, di Pasal9 ini teta.p bunyinya, akan tetapi yang dimaksud oleh Fraksi PDIP baik di perubahan nomor 1 dan us ulan tambahan nomor 2, ini dimasukkan ke "Penjelasan Umum" yang akan kita bahas di Panja.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Silakan Pak.
INTERUPSI:
ANGGOTA F. PDIP (MATHEOS FORMES):
Terima kasih.
J adi persoalan Pasal 9 ini kenapa kami minta dipecah 2 dan demikian bunyinya, karena ini menyangkut pengelolaan. Di sini menjelaskan:
"pengelolaan SUN diselenggarakan oleh Menteri". Nab kita mengharapkan bahwa ada satu badan atau suatu lembaga yang menangani secara profesional, sehingga pengelolaan itu berjalan dengan baik. Yang kita bayangkan sekarang, utang ini akan bertambah terus dan pada suatu saat mungk.in tidak terkontrol atau tersistematika dalam pengelolaannya. Sehingga sebaiknya dibuat suatu unit atau suatu lembaga untuk menangani khusus. Kalau dikatakan pengelolaan terbaik seperti apa, saya kira di DIM 62 ada penjelasan kami secara lengkap tentang terbaik.
Yang kami khawatirkan pada suatu saat nanti kalau kita sudah menghadapi berbagai masalah, akan timbul kondisi seperti BI membentuk BPPN yang tidakjelas dasar hukumnya pada saat sekarang ini. Nab kalau suatu saat kondisinya seperti itu, apa salahnya kalau memang ada ruang dalam Undang-undang ini untukmemberikanPemerintahmembentuk suatu lembaga yang profesional dan itu bertanggung-jawab ke Menteri Keuangan tentunya, tidak berj alan sendiri.
Saya kira demikian penjelasan tambahan kami.
Terima kasih.
KETUA RAPAT :
Begini, mungk.in tadi saya usulkan bahwa yang dimaksud oleh Fraksi PDIP diperubahan Pasal 9 dan minta dipecah ditambah ayat (2), ini kita masukkan kePenjelasan Umum, nanti kita bahas di Panja.
Nab soal BPPN saya ambil contoh, di Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998, itu adalah dasar hukum BPPN, itu penjelasan tentang pembentukkan BPPN itu ada di Penjelasan Umum-nya untuk mengklarifikasi Pasal 33 a dari Undang-UndangNomor lOtahun 1998.
Jadi bagaimana kalau usulan Fraksi PDIP yang menyangk:ut perubahan Pasal 9 ayat (1) dan tambahan ayat (1) yang meminta ada semacam lembaga yang melakukan pengelolaan Surat Utang ini, itu dibuat dan dibahas nanti di dalam Penjelasan Umum, dibahas di dalam Panja.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Bagaimana bisa disetujui atau tidak?
INTERUPSI:
ANGGOTA F. PDIP (WILLEIM M. TUTUARIMA, S.U.):
Sedikit saya dulu.
Jadi begini, kalau dilihat tadi tanggapan dati Pemerintah bahwa.IIIICJI,_tg pada saatnya nanti Pemerintah memerlukan
itu,
mengapakitatidakmanldra peluang di sini sekalian, ayat (2)kita
tambahi bahwa untuk pela~akan dibentuk suatu lembaga tersendiri yangmengatur mengemi ld;mg11qp13..
Kemudian pelaksanaannya besok seperti apa, itu bisa nanti bailwlnya dilaksanakan dengan Peraturan Pemerintah ata.u apa, tetapi dasar pjakm aturannya sudah ada.
Kalau saya ideenya seperti itu.
Terima kasih.
KETUA RAPAT : Satu kali putar lagi saja.
Silakan mulai dari Fraksi Parta.i Golkar PakZainie mungtin pedadililat dulu setelah perubahan pada Pasal9 ini sebelum dipecah ke
DIMNonlor61.
ANGGOTA F. PG (H. ABDULLAH ZAINIE. S.D.): II Jadi karru' mengemukakan bahwa Fraksi Partai Golkar bapcodiriaD tetap sesuai dengan rumusan yang ada di sini, sebab saya tim
masaJah
pengelolaan SUN itu kalau kita sudah tetapkan dalam satu Unclang-undatts ini diselenggarakan oleh Menteri, saya kira itu sudah cukup JIICID8Cbi Sehah nanti kalau umpamanya kita bentuk suatu lembaga te~ ito lata tidak tahu persis lembaganya seperti apa. Tentu dari sekarang sudah ada dalan.back mind dari Fraksi PDIP, lembaganya itu seperti apa lellllap J3DJJ mengelola ini. Lalu kemudian, lembaga ini terdiri dari siapa
s9t
UIISUI'-11DS11ryang ada di dalamnya, lalu tugas pengelolaannya itu apa.
Jadi saya kira di sini nanti memerlukan sesuatu yang lebih nunit lagi daripada apa yang sudah ditetapkan oleh apa yang sudah baja1ao daa sebagaimana yang ditetapkan di dalam rumusan Pasal9 ayat(l)
ini
Juga yang dikatakan oleh Pak Danial tadi, itu juga sesuato yang
saop
tidak jelas masalah "berdasarkan prinsip dan praktek manajemeo ldaDg,aog terbaik". Jadi ini tidak begitujelas apamaksudnya ini.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Saya kira ya,
INTERUPSI: KETUA RAPAT:
Bukan Pak Daniel, Pak Willeim mungkin, Pak.
ANGGOTA F. PG (H. ABDULLAH ZAINIE, S.H.):
Pak Danial ada bertanya tadi.
J adi kami menggaris-bawahi itu.
Saya sudah hilang konsentrasi kalau diputus begitu.
Terima kasih.
KETUA RAPAT :
Pak Danial Tandjung Fraksi PPP, tadi Ternan-ternan dari Fraksi PDIP mungkin sudah memberikan penjelasan, akan tetapi sekali lagi saya putar.
Silakan Pale Danial.
ANGGOTA F. PPP (H.M. DANIAL TANDJUNG):
Jadi pertama dulu, tadi kita sudah terima ayat ( 1 ), kalau tidak salah sudah diterima tadi itu bahwa "pengelolaan Surat Utang Negara diselenggarakan oleh Menteri".
INTERUPSI: KETUA RAPAT : Belum Pak, belum diterima.
ANGGOTA F. PPP (H.M. DANIAL TANDJUNG):
Ohbelum.
Tetapi kalau saya ikuti tadi sudah sampai ke situ, mungkin hanya tinggal Fraksi PDIP.
Yang kedua, ini apa yang dikatakan oleh Ketua itu, kita buka nanti kesempatan itu dalam penjelasan. Jadi Menteri bisa saja membentuk suatu badan yang mengelola Surat Utang Negara ini secara khusus. Jadi
di
bawah, ya karena Menteri Keuangan yang membentuk.Jadi kalau ini kita buat di sini, 2 orang yang bertanggung-jawab, sama- sama kekuatannya, Menteri Keuangan dan lembaga ini. Tetapi iya, kalau kita tidak ingin itu bahwa yang bertmlggungjawab itu satu, tetapi Menteri Keuangan nanti bisa·saja membentuk suatu lembaga baru yang bertanggung-jawab l<epada , Menteri. N ah itu nanti yang kata Saudara Ketua kita pertimbangkan pada waktu kita memasuki "Penjelasan Umum".
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Begitu Saudara Ketua.
Terima kasih.
KETUA RAPAT :
Fraksi Kebangkitan Bangsa saya persilabo..
ANGGOTA F. KB (H.M. MUK1ITAR NODUAYA, Msi):
"Tetap", seperti Pemerintah.
KETUA RAPAT :
F. Reformasi, kami persilakan.
ANGGOTA F. REFORMASI (DRS. B.
RJZAI.
DIALIL, M..M..):Saudara K.etua, kalau bisa Pemerintah menjelasbn dulu kqwla kita, bagaimana proses pengelolaan itu secara institusional se1arang.. Nah kalau itu sudah dijelaskao, tentu
kita
melihat apabh iDi dianggaJ» kutaug alk.up.Sebenarnyakalimat "dikelola oleb Menten.,
itusudlh
mkup, tasaah.Mcami nanti mau bentuk apa. Tetapi saya kira tidak ada sala1ulyalila 1ahu sebrang itu bagaimana bentuk pengelolaannya di Dq&tanea K••P'*Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Nanti saya akan minta Pemerintah. Silakan Fnbi TNII POLRL ANGGOTA F. TNII POLRI (DRS. SUDJRMAN,
S.J:.,
Msi):Kalau
kita
munculkan lagi lembaga, a1au juga len . . . ilu ll8ldi ayat (2)- nya dibentukberdasarkan
K.eputusan PresideD dan bealwtggt"tg-jawab keptda Menteri, ini kan menambah, perpanjangbirobasiyaagbnmgefektif.
KalaB menurut kami, apalagi hila itu dicantumkan dalam Uudang-onclug. KareDa kan nanti akan rancu, saat Menteri menyatabn tm1aag Sand Utag Negaraini
di Panitia Anggaran dengan keberadaan daripada ada lagi lembaga yang diamanatkan oleh Undang-undangini, yang
lembagaitu
abn nanti memperpanjang debat lagi di situ menyangkut l:epadasiapaoraag.onagnya, dimana lingkup tugasnya, dan lain-lain sebagainya.Jadi kalau ito sudah bisa dikerjakan oleh Meateri,
ya
lrenapa 1agi kita harus memperpanjang birokrasi. Kecuali kalau misa1nya Menteri, apalcah kewalahan atau memang merasa perlu, itu lain lagi. Tetapi selama Menteri dapat menangani ini, menurut kami tidak pertu Jembag;wJain
yang abn memperpanjang birokrasi dengan ketentuan-ketent yang sudah ada.BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Terima kasih.
Jadi, "tetap".
KETUA RAPAT :
Pak H. Kahan dari Fraksi PBB.
ANGGOTA F. PBB (H.M.S. KABAN, S.E., Msi):
Terim~ kasih Pimpinan.
Untuk tidak memperpanjang kalam, tetap.
KETUA RAPAT :
Fraksi PDU saya persilakan.
ANGGOTA F. PDU (DRS. H. ABDULLAH AL WAHDI):
Terima kasih, Saudara Ketua.
Dalam Pasal9 ini saya mengusulkan tetap, adapun artinya Menteri tadi ada satu keinginan, ada semangat untuk membentuk institusi baru, tidak dituangkan di dalam Undang-undang. Sebagaimana usul Saudara Pimpinan tadi, masukkan di dalam Penjelasan atau Aturan Peralihan atau Aturan Pelaksanaan.
Terima kasih.
KETUA RAPAT :
Pak Menterl, tadi ada yang meminta penjelasan, walaupun tadi Pak Menteri sudah menunjukkan atau menyampaikan beberapa hal kemungkinan ke depan ada suatu badan yang mengelola, akan tetapi pada saat ini ada yang meminta penjelasan, bagaimana cara pengelolaan Surat Utang itu sendiri dalam rangka penerbitan tentunya maupun pengelolaannya.
Saya persilakan.
PEMERINTAHIMENTERI KEUANGAN:
Terima kasih, Saudara Pimpinan.
Saya kira langsung menjawab, menjelaskan masalah yang ada saat ini . kepada Bapak Rizal yaitu sekarang ini ada dua unit Tingkat Eselon ll di dalam
lingkup Departemen Keuangan yang menangani m~alah utang.
Yang satu adalah Direktorat Dana Luar Negeri, ini yang menangani utang
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
kita dengan luar negeri. Jadi semua traosaksi dan IKimiDislrasi dan bahlnm
mulai dari penanda-tanganan kontrak dan sebagaioya ini dilalg*an oleh Direktorat Dana Luar Negeri.
Sedangkan yang utang dalam negeri yang DlCI1Ip8bo fmomena bam_
setelah krisis, ini ditangani oleh satu unit, juga bam
dibeotaksdd•h
timbul.utang dalam negeri ini, namanya adalah PAYMON.IIn singbbm dari Pout Menajemen Obligasi Negara. Ini khusus untuk.meJ.,...U Sural Uf1algdalam.
negeri kita, baik kepada BI maupun di luar BL Nab. ini sedaagada
pemikila
untuk membentuk, tetapi masih kita mencari COIJiob..conloh pmgaJaman eli berbagai negara yangkita lihatrelevan bagitita. Dan iai...-.,..kita IIIO«Btg memikirkan suatu IembagakaJaumungkinsalualap,dalaol~ lu.-aqpi menjadi satu atap, tetapi ini pun belum pasti, Pat..Jadi makanya kami tidak benmi metmndt . . _ bealuk
yang
lebih kongkrit, tetapi arah pikirannya memaog kes.a
Pak Rizal kita ingin membentuk suatu date IIUliiiJgemenl ail yang terpadu.Terima kasih.
KETUA RAPAT :
Pak
Ri7.a1
mungkin berubah pik:iJao.ANGGOTA F. REFORMASI (DRS. B. :RIZAL DIALR, MM.):
Saya pikir cukup jelas,
bagainlana
ke depa••nyaJB tcqgM•-.•WP1anpn•
ke depan dan ito sudah menjadi opsi Menteri saya lira ya.
TeaM• •-.-..
KETUA RAPAT :
Fmksi PDIPbagaimanaseb.li lagikaJausa_yaqsalbn t.ltwaisidaipMia yang dimaksud Fraksi PDIP ini kita
tamh
di ~-, d;m....ai
isinya kita bahas di Panja, nantikita
lihat perkembanpn dariP.P.
Bagaimana bisa dike Panja-bn?
ANGGOTA F. PDJP (WILLDM M. TO'I'OAIOMA,
S.IL):
Sedikit
dulu,llustrasi saja sedikit.
Begini, seperti kita lihat di depan, bahwa hesok i1u Surat-sunt U1angini tidak hanya Surat Utang untuk menutup APBN, 1etapi kemungkinannya
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
akan lebih luas lagi. Kemudian kita lihat lagi dari Pemerintah sendiri bahwa memangharus suatu saat itu diperlukan nanti akan ada suatu 1embaga tersendiri yang bertujuan mengelola, sedangkan BI sendiri sudah mempunyai lembaga sqmiitu.
Sebetolnya mengapa
kita
tidakmembuka
peluang, persoalannya itu nanti ditentukan oleh Menteri tidakada ~ bagi kami bisa, tetapi yangpenting lembaga itu untuk transparansi dan kelancaran tugas itu sendiri, kalau menurut saya begitu. Kenapa sekarang tidak, kebetulan Pemerintah juga sudah menyatakan kenapa kita tidak bub saja di sini kesempatan, sehingga besok kalau ada itu sudah tidak ada persoalanlagi
Itu saja. Tetapi kalau toh keputusannya memang te1ap dikehendaki bahwa ini dimasukkan dalam "Penjelasan". Kami usul mengapa tidak sebaiknyakita bicara lagi sambil memikir kita bawa ke Panja. Terima
kasih.
KETUA RAPAT :
Kalan begitulah kita nanti Panja-kan saj~ soal nanti ditempatbn dimana, itu bagaimana pembahasan di Panja. Bisa setuju ya, Pemerintah bagaimana? Setuju?
( RAPAT SETUJU ) Baik, ke DIM 61.
Ini juga saya rasa ke Panja-kan saja ya.
~ .. ; ?
~u.
( RAPAT S:ETUJU )
Selanjutnya DIM 62. Ini ke Panja juga~ Bisa disetujui, Pemerintah ya.
Setuju?
( RAPAT SETUID)
DIM 63 ayat a, usulan Pemerintah: "Penetapan strategi dan k:ebijakan pengelolaan Surat Utang Negara tennasuk kebijakan pengendalian resikon.
F. PDIP huruf ~ '~tap".
F. PG, ''tetap".
F. PPP, tidak memberikan pendapat.
F. KB, setelah kata '•penetapan" ditambah dengan kata "sistem".
Sehingga menjadi: a. ''Penetapan sistem strategi dan kebijakan pengeloJaan
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Surat Utang Negara termasuk kebijaba pengmdalin msiko".
F. Reformasi, tidak memberikan pendapat..
F. TNII POLRI, "tetap".
-, ,_ · -_,",,~c.:~"'-,--ce·:--F. PBB, tidak memberikan pendapat.
F. KKI, "tetap".
F. PDU, "tetap".
Saya persilakan Fraksi KebangJdtan Bangsa 1IObJk memberikaB argumentatif atas usulannya ini.
ANGGOTA F. KB (DRS. B. AMIN SAID~
Terimakasih Pimpinan.
Di sini Fraksi Kebangkitan Bangsa menpsulbn agar setclala. bla ''penetapan" itu ditambahkan dengan "sistem" sehillgga selenghpoJa berbunyi: a. "Penetapansistem strategi dankebijabapea&elolaao Slot UJtaog Negara termasuk kebijakan pengendalian resiko".
Di sini tambab bta "sistem" untukmeleogkapi..,a y;mg.-..clia•&m oleh Pemerin• karena bagi Fraksi Kebangkitan Bnp~ "'petuap.nsisleld"
di samping "s1rategi dankebijakan pengeloJaan", ibtjup1e.r~Basakdai bagim yang dipandangperlu untukdirnasukkan di siDi
Demikian.
Terima kasih.
KETUA RAPAT : Baik.
Sebaiknya saya minta pendapat Frabi-fnlbi Saya persilakan Fraksi PDIP terlebih
dahula.
ANGGOTA F. PDIP (WILLEIM
M.
"l'UTIJARIMA, s..JL):Mungkin kami mohon penjelasan
clari Penaiatalt
dulu 1eldaa&''perencanaan dan penetapan strubur-struktur portotOiio"" ita tliwnabWI bagaimana?
Terima
kasih.KETUA RAPAT :
Nanti munglin pada waktunyalitakemhalibnnp.laPaaerinlah.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Sekarang ini dulu saja, dari Fraksi-fraksi. Nanti pada waktunya Pemerintab akan mendapatkan kesempatan. Silakan Fraksi PDIP.
ANGGOTA F. PDIP (DRS. SUTANTO PRANOTO, MM):
Saya pikir sebelum mendapat penjelasan, karena saya kebetulan di sini baru Pak, belum ada koordinasi.
KETUA RAPAT :
Usulan Fraksi PDIP di sini "tetap", artinya Fraksi PDIP setuju apa yang disampaikan oleh usulan Pemerintah. Akan tetapi sekarang ada usulan dari Fraksi Kebangkitan Bangsa yang diminta
untuk
ditambah "penetapan sistem".Jadi ditambah kata "sistem". Nab apakah ini bisa disetujui tidak usulan dari Fraksi Kebangkitan Bangsa ini. Itu substansinya
ANGGOTA F. PDIP (MATHEOS FORMES):
Pak Ketua, saya kira kami tetap dengan usulan ini karena k.alau "sistem"
mungkin akan terkait dengan usulan kami yang pertama, soal lembaga, kelembagaan itu. Saya kirakalau itu belum
putus,
kami belum bisa ini. Terima kasih.KETUA RAPAT : Baik,
Saya persilakan dari Fraksi Partai Golkar.
ANGGOTA F. PG (H. ABDULLAH ZAINIE, S.H.):
Jadi saya begini
Pak
Ketua.Sayajustru ingjn sekali supaya Pemerintah langsungjawab ini, karena Fraksi Partai Golkar tidak mempunyai pendapat. Tetapi saya kira kalau mau diberikan pendapat begini.
KETUA RAPAT : Sebentar Pak.
Kalau saya koreksi, Fraksi Partai Golkar di sini "tetap''. Jadi artinya punya pendapat Pak.
ANGGOTA F. PG (B. ABDULLAH ZAINIE, S.R):
lya, pendapatnya ''tetap" artinya seperti apa yang dirumuskan Pemerintah itu. Untuk "Penetapan sistem strategi dan kebijakan pengelolaan Surat Utang
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Negara'', saya kim sudah cukupblukh10en1uatdidalam ~
ini bahwa yaogditetapbndidaJampengeloJaao SuratUtangNepmiai ~
. "strategi dan kebijakan" ~a. Jadi gpsa)alt sislan saya ~ • ..._ .utii dia sudah, apakah peogelolaan ito saiD s~ tretapi blau "mdegi dan kebijakan pengelolaan Sural: Utang ~ sayalila lebih tepat iln..
Jadi tidak perlu memabi "sisb:ot~ di situ..
Terima kasih..
KETUA RAPAT :
Frabi PPP saya persi1abD Pak Danial.
ANGGOTA F. PPP (H. M.. DANIAL TANDJUNG):
Karenatidakdijelasbnapa yangditnaksnd ~'"-yasaya usuaku supaya "tetap", sajadeh..
KETUA RAPAT : Fraksi Refonnasi.
ANGGOTA F'. REFORMASI (RSYAMSUL BALD~ MBA, M.M., MSc):
Iya,
Terima kasih Pimpinan.
Jadi "sistem" ito kan di dalamnya 1elmasuk "'strategi
du
kebijablllr"" ~Kalau digunabn kata "sistem""' mab blimataya mungkin mea.jadii :
"Penetapan sistmt pengelolaan Sural Utang Nepra'"4 Tetapi blaB sudsab ada "strategi dankebijakan"', "sistan~ -nyaticlakpedu.. IDi lebih,blm~~
lebih luas, Pak.
Jadi blau kita iogin fobs kepada ~etapaa strak:gi dan ~jakm~.,
sistem ttu u UICilidiM*'AaJL
" . ., . tidak perl ..1:- .___
Terima kasih.
DTUARAPAT:
Saya persilabn Fraksi TNII POLRl
ANGGOTA F. TNII POLRI (DRS. SUDIRMAN, ~ Msi):
1ya bJau kita berbicam sis1an, Wah saiD pendekatan
siaa
ilaiDCUIIIl1llt input dan ou1put sisternita
dalam1Nmtuk
block btD: yang menrJapatbn d.:iiBIDANG ARSIP DAN MUSEUM
lingkungan strategi dan lain-lain sebagainya itu, mengeluarkan output yang dikehendaki melalui metode manajemen, kemudian material, row materialnya, itu mengeluarkan output dari sesuatu yang diinginkan.
Jadi di situ terlihat bahwasanya dia itu tersendiri, berbeda dia dengan ini kan mengacu kepad ayat (2) Pasal 9. Jadi bagian-bagian daripada ayat {2).
Sehingga kurang logis kalau menurut kami, yang seharusnya "sistem" itu lebih besar, kemudian di bawahnya itu "pengelolaan dan lain sebagainya", di bawah
"pengelolaan" -nya itu ada lagi anaknya, "penetapan strategi" dan lain sebagainya.
Jadi itu kurang mengena. Apalagi kalau kita nanti cantumkan "sistem"
itu kita beragumentasi dengan macam-macam pandangan, pendapat-pendapat, itu akan makin complecatedlagi. Sedangkan di sini, itu sudahjelas bahwasanya
"penetapan strategi, kebijakan dan lain sebagainya''.
Sehingga dengan demikian, kami menganggap ini ''tetap".
Terima kasih.
KETUA RAPAT : Fraksi PBB Pak Kahan.
ANGGOTA F. PBB (H. M. S. KABAN, S.E., Msi):
Iya,
Terima kasih.
Di dalam DIM ini kami tidak berpendapat, tetapi sesuai dengan kondisi yang berkembang, sebenarnya tambahan usulan kata-kata ''sistem", itu sebenarnya sifatnya penegasan saja.
Jadi artinya bisa diterima, bisa juga tidak diterima, jadi tergantung kepada kita ini mau yang mana. Ini menyangkut masalah penyempurnaan kalimat saja. Malah sebenarnya cukup kalau menurut kami kalaupun memang mau dikembangkan, kata-kata "penetapan" itu juga tidak perlu.
Jadi "Strategi dan kebijakan pengelolaan Surat Utang Negara termasuk kebijakan pengendalian resiko", itu sudah cukup. Tetapi kalau memang kita tidak ingin apa, ya tetap seperti ini juga tidak apa-apa.
Jadi kami moderat saja dalam hal ini.
Terima kasih.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
KETUA RAPAT :
Fraksi PDU saya penilakm.
ANGGOTA
i..
PDU (DitS. ABDULLAH AL WAHDI):Terima bsib SaJdam KelDa.
Kami berpeadapathallwa ~serategidaobbijaba"' hadalah bagian daripadasBtan,llaaya lebihtObs, &si&Wm' ada lehih Ius lagi.
Oleh kareDaitu, bmi IDED§"'tl,8PW.wa ~stralegi dan ~ebjalat'" sudah cukup ditempatba di dalam DJM ini Jaditidak perlu memahi (G:sisliem"'~
Demikiaa.
Terima kasih..
KETUA RAPAT :
Fraksi Kebangkitan Baagsa sebelum ke Pem.eri~ttah., saya iagin sampaikan, Fraksi PDIP '"letap"' dan juga ingin mendengatbn ldarifikasi dari Pemerintah.
F. ~ "tetap".
F. PPP, juga "tetap~.
F. Refo~jugaminta ~'tetap".
F. TNIIPOL~jugamilda~" ..
F. PBB,juga walau.puo ke sanal.e marl tetapi akbimyamimta ~'~.
F. PDU, minta "tetap·~
Apakah sebelmn saya kembalikan ke Pem~ sa)B rasa pedu Pemerintah memberibD. peajeJasan supaya kita pas :semua.
Silabn Pemerintalt..
P:EMERlNTAII/ MENTERI KEIJAXGAN:
Terima kasih, Saudam Pimpioa.
Kamisebagai peogusulmemangtea1Dnyabamsnya posisi bnai ~'"~
yaitu bahwa juduiDya adalah "Peogelolaan Surat Utang Negani" daD
sebagainya,
sekumng-btanga.yameliputihethapi
aspek iDi. Da iRi dimulai dengan suatu kata ~ yai1u "penelapao" ataB ita '"lan,gkah tertentli'_,jadi melalrukan sesuatu. Dan ini kila buat konsisten sampai ke yang h.BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Mengenai yang a ini Pak, DIM 63 ini memang
kalau
pendapatPemerintab,"strategi dan kebijakan" ini yang saya kira merupakan aspek yang operasional dan fokus. dalam hal pengelolaan Surat Utang Negara ini.
Mengenai "sistem" -nya, saya kira memang itu mencakup sebetulnya semua yang kita bahas mengenai Surat Utang ini adalah suatu sistem yang menyeluruh yang saya kira dicakup dalam pembahasan dari berbagai segi lebih dari soal pengelolaan saja. Ini kami ingin menyampaikan bahwa dalam hal ini barangkali "sistem" ini terlalu besar untuk ditampung dalam ayat (2) a di sini, Pak.
Demikian pendapat kami.
KETUA RAPAT :
Bagaimana Fraksi Kebangkitan Bangsa?
ANGGOTA F. KB (H. ARIS AZHARI SIAGIAN, S.H.):
Iya itu, tadi kan sebelum ke Menteri supaya hemat waktu, sudah dicabut tidak usah diserahkan ke sana. Jadi Ian jut.
KETUA RAPAT : Ada tambahan?
ANGGOTA F. KB (H. M. MUKHTAR NOERJAYA, Msi):
Jadi sebenarnya kami mau bertahan Pak, cuma karena mayoritas minta, di voting pun kalah saya kalah, jadi saya tarik saja.
KETUA RAPAT : Baik,
Karena dari pihak pengusul "ditarik kembali", dan kembali kepada usulan Pemerintah, maka bisa kita setujui ya.
Setuju?
( RAPAT SETUJU )
Baik, DIM 64 ayat b: "Perencanaan dan penetapan struktur portofolio utang negara".
F. PDIP, huruf b dihapus.
F. PG, "tetap".
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
F. PPP, tidak memberikan pendapat.
F. KB, setelah kata "perencanaan" ditambah dengan kata
"pengendalian". Sehingga menjadi b: "Perencanaan pengendalian dan penetapan struktur porto folio utang negara".
F.
Reformasi, tidak mernberikan pendapat.F.
1NII POLRI, "tetap".F.
PBB, tidak rnemberikan pendapat.F.
K.KI, (i'tetap".F.
PDU, "tetap".Saya persilakan Fraksi PDIP untuk memberikan argumentatifnya sehubungan dengan huruf b dihapus, apak.ah a dan b disatukan ke a.
Saya persilakan.
ANGGOTA F. PDIP (WILLEIM M. TUTUARIMA, S.H):
Terima kasih, Ketua Pimpinan Rapat.
Kami ini, komitmen kami dengan DIM 43. Di sini menyangkut portofolio Surat Utang Negara di sini kami juga menghendaki dihapus dan putusannya kemarin ada di Panja. Sehingga, kami sepakat bahwa
ini
perlakuannya adalah kaitannya dengan DIM 43, maka inikita bawa ke Panja saja nanti, selesaikan tuntas di sana.Terima kasih.
KETUA RAPAT :
Fraksi PDIPbetul, itu DIM 64 kaitannya erat dengan Panja. Akan tetapi Fraksi Kebangkitan Bangsa saya persilakan apakah mau dicabut atau di Panj a kan. Silakan.
ANGGOTA F. KB (H. M. MUKHTAR NOERJAYA, Msi):
Saya kira setelah saya pelajari, mencermati dengan seksama, maka saya
"tarik" Pak.
KETUA RAPAT : Baik,
Karena pengusul menarik usulan di DIM 64, dan ini erat kaitannya betul apa yang disampaikan Fraksi PDIPbahwa ini terkait dengan DIM Nomor 43,
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
DJab saya usnlbn ini di ke Panja bn.
Bisa diselujui?
Pemeriotah bisa ya Se11gu?
( RAPAT SETUJU)
Saya JDaSUk ke DIM 65 "Penerbitan Surat Utang Negara", saya ingin sampaikan semoa fiaksi mengusulkan tetap, jadi tidak ada perubahan. Bisa
~ft..ah,; n Setu. '
~·~- gu.
DIM 66 juga "te1ap".
Sequ?
(RAPAT SETUJU )
(RAPAT SETUJU)_
DIM 67 juga tidak ada usulan perubahan. Setuj u?
( RAP AT SETUJU )
DIM 61 jugademikian, tidak ada usulan perubahan. Setuju?
( RAPAT SETUJU )
DIM 69. Usulan Pemerintah: "Penanaman dana pada investasi jangka pa.dek yang berresiko rendah".
F. PDJP, lnuaf
g
"dihapus".F.
P<i
"dihapus".F.
PPP~uslllu
perubahannya: "Dana yang belum terpakai dapat dimmfaattan 1lll1ul investasijangb pendek yang berresil;o rendah atau untuk llallaio seperti yug1elab disetujui oleh DPR dalam persetujuan RAPBN".F. :KB, "tetap".
F. ~ penjelasan perlu diminimalkan resiko dan diharapkan dibindadcan speblasi Pemerintah di masa datang. Ini masuk "Penjelasan UmUDl"' atau
bag;tn•uma.
F.
TNIJPOLlti~ "tetap~.F. PBB, tidal. mempunyai pendapat.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
F.
KKI, "tetap"'.F.
PDU, "tetap".Akan tetapi Fraksi PDIP saya tadi lupa membacakan dalam keterangannya, fraksi tidak sesuai dengan Pasal4 Undang-undang ini dalam haltujuan.
Fraksi TNII POLRI
juga
memberikan keterangan. Pada penjelasan perlu penjelasan terhadap yang berresikorendah.
Inisama
dengan Fraksi Reformasi.Saya
persilakan
Fraksi PDIP duluuntuk
menjelaskan penggantian atau huruf g dihapus dengan keterangan tidak sesuai dengan Pasal 4 Undang- undangini.Saya
persilakan
Fraksi PDIP.ANGGOTA F. PDIP (WILLEIM M. TUTUARIMA, MM):
Terima kasih.
Sebagaimana
kita ketahui bahwa salah satudiantaranya untuk Pemerintah
itu membuat SuratUtang N
egara adalah untuk membiayai APBN. Sehingga menjadi pemikiran kami, mengapa hasil dari utang negaraini
masih harus diinvestasikan kepadasatu
badan lain. Kemudian badan ini juga termasuk dengan istilahnya "dengan berresilco rendah",padahal
ini kan sudah jelas penggunaannya. Yang kami khawatirkan jangan
sarnpai justru di belakang hari terjadi diinvestasikan kemudian bangkrut, yang investasi tanggung- jawabnya kemana lagi.Saya kira inti persoalannya adalah di situ saja.
KETUA RAPAT :
J adi Fraksi PDIP menjelaskan bahwa DIM ini bertentangan dengan Pasal
4
di tuj uan. Say a persilakan Fraksi PartaiGolkar.
ANGGOTA F. PG (H. ABDULLAH
ZAINIE,
S.R):Fraksi Partai Golkar juga minta ayat ini supaya dihapus, atau huruf g ini supaya dihapus.
Saya kira alasannya hampir sama dengan Fraksi PDIP. Pasal 4 tujuan daripada diterbitkannya Surat Utang Negara, tidak ada menyebutkan sama sekali bahwa dana yang diperoleh dengan menerbitkan SUN itu dapat diinvestasikan, walaupun diinvestasikan untukjangka pendek yang berresiko rendah.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Ditaoamkan kembali, diinvestir kembali dalam suatu investasi jangka pendek yug bersifat rendah. Jadi biar saja dia masuk dalam APBN lab itu, tidakusah kita putar-putar lagi. Yangnamanya resiko itu pasti ada, walaupun rendah tin.ggi, itutetap. Namanyaresiko ya resiko. Kalau dia agak mislukt di
sini~ yaAPBN nombok Jagi. Jadi tidak usah lab, kita ambil yang pasti saja lab.
Jadi blau ada uang lebih ya simpan saj a di APBN.
TerimakBIL KETUA RAPAT:
Baile, sel»elum saya teruskan diputar, saya ingin membacakan Pasal 4 ayat (c) DIM No.4 humf c berbunyi "Bahwa penerbitan Surat Utang Negara kepada publik merupakan salah satu potensi pembiayaan untuk mengurangi bebaa dan resiko
keuangan
bagi Negara di masa yang akan datang".Saya persilalan sekarang Fraksi PPP untuk menyampaikan argumeolatifuya atas usul perubaban.
Saya persiJakan Fraksi PPP.
ANGGOTA F.PPP (B.M. DANIAL TANDJUNG):
Jadi daoayangtedwmpul dariobligasi ini kan beban. Supaya tidak menjadi beiJaB, supa.yadiinvestasikan sehinggamenghasilkan walaupun dalamjangka pendek, beresiko rendah dan bahkan usul PPP itu membuka kesempatan lagi walaupon eli tempat yang lain sepanjang itu disetujui oleh DPR. Jadi kita mengbindarkan ada dana yang "nganggur'', padahal beban. Sebab dia akan terus kita bayar bunga. kan. Itu membuka kesempatan itu maka ada ayat ini, supaya tidak menjadi beban.
Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Saya
persilakan
Fraksi Reformasi tentang penjelasan.ANGGOTA W.RUORMASI (H. SYAMSUL BALDA,SE.,
MBA.,
MM., MSc..):TeriJDa bsih Pimpinan.
Jadi argumentasi kami begini, memang agak berbeda kalau seseorang yang berlatarbelakang pengusaha dengan birokrat berbeda Pak. J adi biasanya pengusaha ito tidak bisa melihat sesuatu itu "nganggur". Kalau perlu itu diiovestasikan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih besar lagi,
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
menguntungkan.Oleh karena itu, di sini kami mengusulkan ada suatu poin seperti yang diusulkan oleh Pemerintah dimana penanaman dana pada investasi jangka pendek yang beresiko rendah itu ada kalanya diperlukan.
Tetapi betul-betul harus dipilih usaha-usaha yang seminimal mungkin kemungkinan ruginya itu. Jangan sampai kita menanam seperti di QSAR itu.
Ini yang perlu Pak, karena untuk mengurangi beban-beban apabila itu dibiarkan saja "nganggur".
Say a kira begitu, terima kasih.
KETUA RAPAT:
Hanya Pak Samsul, apakah ini perlu diterapkan di sini atau nanti di
"Penjelasan Umum" atau di Pasal ini? Jadi kalau Pak Samsul di Penjelasan Umum nanti kita bahas di Panja. Saya rasa itu bisa disetujui. Penjelasan daripada Pasal.
Frak:si TNIIPOLRl tetap, tetapi nanti akan minta penjelasan terhadap istilah "beresiko rendah" kepada Pemerintah.
Silakan saya mulai saja dari tanggapan terhadap apa yang disampaikan FPPP, dan juga FPDIP, FP4 FPP dan Fraksi Refonnasi. Jadi saya mulai dari
FKB.
Saya persilakan dari FKB dulu untuk menanggapi PDIP, Golkar dan PPP sekaligus sa ja.
INTER UPS I:
ANGGOTA F.TNI/POLRI {Drs. SUDIRMAN, SE., MSi.):
Pimpinan, kalau tidak salah itu tadi sudah digilir. Tinggal giliran kami sebetulnya. J adi nanti kalau kami sudah komentari.
KETUA RAPAT:
Jadi tidak akan menunggu dulu penjelasan Menteri. TNIIPOLRI?
Sekarang menanggapi langsung yang di atas saja? Saya persilakan saja.
ANGGOTA F.TNIJPOLRI (Drs. SUDIRMAN, SE., MSi.):
Terimakasih.
Jadi menanggapi yang di atas, huruf g ini kan bagian dari ayat (2) dari Pasal, 9. Jadi dengan keberadaan huruf g ini, itu fleksibilitas .daripada pengelo laan Surat Utang Negara itu makin optimal. Dan di sini kan lebih ada manfaatnya daripada mudharatnya, yaitu kalau itu bisa ditanam ke investasi
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
jangka pendek, kenapa tidak? Apalagi resikonya itu rendah. Jadi kalau di sini sekali lagi menguntungkan, kenapa tidak? Itu pertama.
Yang kedua, dengan mencantumkan
ini
fleksibilitas daripada ayat (2) Pasal9 ini makin optimal. Sehingga dengan argumenta.si itu kami tetap tentang ayat ini. Dan kami minta dalam Penjelasan, karena di Penjelasan yang sekarang itu "cukup jelas". Itu dicantumkan "dimaksud dengan beresiko rendah itu apa?".Itu di Penjelasannya agar diberikan di suatu ilustrasi, sehingga yang membacanya mengerti bahwasanya dimaksud dengan beresiko rendah itu adalah apa yang dijelaskan pada Penjelasan itu.
Terima kasih.
KETUA RAPAT:
FPBB,
Pak Kahan silakan.ANGGOTA F.PBB (H. M. S. KABAN, SE., MSi.):
Terima kasih, Pimpinan.
Jadi sebenarnya kalau kami lihat kepada tujuan, ini seakan-akan ada inkonsistensi Sebab di Pasal4 itu tujuannya itu sudah begitu gamblang, tetapi kemudian di nomor 69 ini muncul dengan gagasan ada investasi seperti itu.
Jadi kalau kita mau konsisten pada tujuan, sebetulnya untuk poin ini tidak perlu ada. Karena memang ada satu hal yang nanti agak sulit kita, bagaimana yang disebut dengan investasi j angka pendek yang rendah resiko itu. Atau kalau berani, yang tidak ada resikonya lab. Itu pun masih tidak konsisten.
Jadi saya pikir begitu, kalau katni pendapatnya demikian Pimpinan, terima kasih.
KETUA RAPAT:
FPDU?
ANGGOTA F.PDU (Drs. H. ABDULLAH AL WAHDI):
Terima kasih Saudara Ketua.
Penanaman dana pada investasi jangka pendek yang beresiko rendah, itu adalah bagian daripada pengelolaan Surat Utang Negara yang haras kita cantumkan di dalam hal ini. Hanya kami harapkan "beresiko rendah" ini haras dijelaskan di dalam "Penjelasan", tidak hanya "cukup jelas".
Terima kasih.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
KETUA RAPAT:
Baik, Fraksi-fraksi tadi telah memberikan tanggapan Pak Menteri. Jadi mungkin ada pendapat dari Pemerintah. Saya persilakan.
PEMERINTAHIMENTERI KEUANGAN:
Terima kasih Saudara Pimpinan.
Memang tujuan dari adanya kemungkinan menanamkan basil issuence atau penerbitan suatu Surat Utang Negara pada suatu saat kita tanamkan untuk j angka pendek. Ini maksudnya hanya untuk 1 bulan atau 2 bulan untuk menunggu suatu saat dimana kebutuhan dana itu ada. J adi misalnya ada kemungkinan kita meng-issue pada bulan Juni, tetapi karena pasarnya pada saat itu bagus, tetapi sebenarnya Surat Utang yangjatuh waktu itu mungkin Juli atau Agustus. Ini ada tenggang waktu 1-2 bulan yang sebenarnya akan meringankan APBN apabila kita dimungkinkan untuk melakukan investasi jangka pendek.
Jadi menurut pendapat kam~ dan ini memang praktek di berbagai negara, praktek cukup luas bahwa dana yang ada pada satu peri ode ini, jangka pendek ini seyogyanya diputarkan untuk mendapatkan hasil. J adi seyogyanya dimungkinkan menurutpendapat kami ruang untuk melakukan investasijangka pendek ini. Tetapi kamijuga sangat mendukung ini adalah bahwa harus ada persyaratan bahwa investasi jangka pendek ini benar-benar dengan resiko minimal atau bahkan nol. Ini memang kita harus nanti bahas di dalam secara lebih mendalam. Ini memang saya kira prinsip yang dasar, tidak bisa kita belikan saham, kita belikan apa itu untuk investasi dimana yang kita tidak tabu nanti dia akan kembali atau tidak itu pasti dia akan merupakan suatu prinsip yang baik. Tetapi di berbagai negara itu ban yak uangjangka pendek yang ada di tangan Debt Management Unit atau di tangan Menteri Keuangan itu ditanamkan kepada paper-paper yang memang sama sekali resikonya itu hampir nol, yaitu misalnya saja adalah Surat Utang Negara lain yang misalnya T-Bills (?), itu bisa dibeli oleh treasurer di Jepang untuk melakukan supaya akan mendapatkan imbalan dari dana yang kalau tidak digunakan untuk itu akan menganggur tadi. Ini adalah saya kira lebih banyak ke masa depan Pak. N antinya barangkali kita harus diberi kemungkinan untuk melakukan hal seperti itu. Resiko dari membeli untuk 2 bulan T-Bill itu resiko
"dikemplang" itu nol. Tetapi pasti akan ada suatu nilai yang masuk ke APBN di sini. Jadi kalau ini dimungkinkan memang kita tidak akan melakukan ini
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
dalam waktu jangka pendek ini di negara kita satu-satunya yang bisa kita beli di sini barangkali SBl Pak Itu resikonyajuga nol. Tetapi inijelas harus dijelaskan .di dalam Penjelasan, kami setuju sekali Pak. Aparesiko-resiko ini? Jadi kalau
diperbolehkan barangkali ini kami usulkan untuk dibahas di Panja.
KETUA RAPAT:
Saya
rasa
memang ada2
pendapat. Ada yang minta Penjelasan terlebih dahulu, risk yang paling rendah itu apa? Baru dibahas pada DIM 69 ini. Dan ada juga yang meminta juga ini ditetapkan sekarang akan tetapi risk yang rendah dan nol itu yang bagaimana? Sayarasa ini tepat kalau usulan Pemerintah kita terima di-Panjakan saja. Nanti kita bahas lebih lanjut di Panja. Bisa disetujui?Silakan Pak Willeim.
ANGGOTA F.PDIP (WILLEIM M. TUTUARIMA, SB.):
Jadi saya sangat setuju di-Panjakan, karena ini kaitannya dengan DIM yang di depan, yaitu mengenai tujuan. Itu juga tadi masih ada yang masuk ke Panja. Sehingga saya setuju bahwa nanti ini kita selesaikan di Panja.
Sebentar iniada DIM 42b itujuga menutup, tujuannyakan salah satu tadi pertama adalah membiayai Anggaran Belanja, menutup kekurangan, kemudian yang c ini mengelola porto folio Utang Negara inijuga masuk ke Panja. Sehingga ini kalau menurut saya otomatis harus masuk ke Panja. Jadi penyelesaian ini tuntas dengan DIM
42,DIM43.
Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Cukup Pak Willeim. Silakan Pak Abdullah.
ANGGOTA F.PDU (Drs. H. ABDULLAH AL WAHDI):
Kalau pendapat saya tidak perlu di-Panjakan karena ini sudah jelas apa yang diuraikan oleb Menteri ini hampir sama dengan pendapat-pendapat kita semua. Hanya, Penjelasannya nanti lebih rendah penjelasan itu di dalam Penjelasannya. Oleh karena itu maka yang d ini, membuka peluang untuk kesempatan yang tadi diuraikan oleh Pak Menteri itu di dalam pengelolaan
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Surat Utang Negara sebagaimana ayat (2) ini. Saya pikir bisa diputuskan sekarang tidak perlu di Panja.
Mengapa kita putuskan sekarang? Saya pikir tidak perlu lagi kita terus ke Panja.
J adi begitu, terima kasih.
KETUA RAPAT:
Pemerintah sebagai pengusul
RUU
sudah setuju untuk di-Panja-kan.Jadi saya rasa kita Panja-kan saja ya?
Bisa disetujui?
(RAPAT SETUJU)
Baik, DlM No.70 ayat (h) "Aktifitas lain dalam rangka pengembangan pasar primer dan pasar sekunder Surat Utang Negara".
Dari PDIP huruf h ''tetap".
FP~ poin hmenjadi poin g, rumusan ''tetap".
FPPP, tidak memberikan pendapat.
FPKB, "dihapus", k.arena khawatir pelaksanaannya akan bias.
Fraksi Reformasitidak memberikan pendapat.
FTNIIPOLRI, ''tetap". Dengan keterangan dalam Penjelasan perlu penjelasan tentang aktifitas lain, kalau perlu dengan contoh.
FPB tidak memberikan pendapat.
FKKI ''tetap".
FPDU "tetap".
Saya rasa apakah ini kita langsung saj a nanti ke Panja, karena kaitannya erat dengan DIM 69. Pemerintah bagaimana?
ANGGOTA F. PG (ABDULLAH ZAINIE, SH.):
Saya kira bisa diputus ini Pak.
Kalau FPG itu kan poin h j adi poin g itu adalah konsekue.nsi daripada permintaan bahwa di dalarn DIM 69 poin g itu dihapus. Kalau poin g itu nanti ada, j adi tidak masalah, tetap juga dia h. J adi saya kira tidak ada masalah ini.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
KETUA RAPAT:
Mungkin kalau ada poin g ini~ kalau tidak ada? tidak apa-apa? Silakan
F~
.
ANGGOTA F.KB (Drs. H. AMIN SAID BUSNI):
Terima kasih.
Sebetulnya FKB mengusulkan agar ini "dihapus" karena menurut pendapai kami "aktifitas lain'' itu sangat membuka peluang terjadinya bias.
Karenadi sini tidakjelas. Mungkin paling tidak pertama kali Pemerintah bisa memberikan penjelasan kepada kita gambaran mengenai "aktifitas lain" itu seperti apa? Sehingga kekhawatiran-kekhawatiran yang muncul di benak kami itu dapat dilakukan. Karena kalau tidak ada penjelasan mengenai hal ini, khawatir ini akan menjadi pintu masuk untuk aktifitas yang kemudian tidak terkendali.
Terima kasih Ketua.
KETUA RAPAT:
Baik, kalau begitu, begin! saja. Kalau Fraksi TNI/POLRI meminta nanti penjelasan "aktifitas lain" itu di dalam "Pasal Penjelasan". Akan tetapi FPDIP minta saat ini dijelaskan oleh Pemerintah, ini pertanyaannya "aktifitas lain" itu apa1
Saya serahkan dulu sajakepada Pemerintah untuk memberikan penjelasan apa yang dimaksud dengan aktifitas lain ini. Supaya nanti Fraksi-:fraksi mendapatkan acuan dari Pemerintah sebagai pengusul RUU.
Silakan.
PEMERINTAHIMENTERI KEUANGAN:
Terima kasih Pak.
Di sini yang dimaksud "aktifitas lain" ini sebetulnya adalah aktifitas- aktifitas market development Pak, yaitu pengembangan dari infrastruktur pasar baik yang primer maupun sekunder untuk Surat Utang Negara ini. Salah satu contoh dan ini sangat penting pada saat-saat awal terutama. Saat-saat awal dimana memang belum ada terbentuk pasar primer maupun sekunder Surat UtangNegara yang sudah baku. Ini yang terjadi pada saat ini. Misalnya saja sekarang ini pasar sekunder Surat Utang atau Surat Obligasi Pemerintah ini masih sebenamya bukan pasaryang terorganisir, masih belum ada misalnya saja quotation mengenai satu harga itu berapa yang bisa dilihat oleh semua orang.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Oleh sebab itulah maka dalam wak.tu singk.at ini kitamembentuk yang namanya inter dealer market. lni maksudnya adalah untuk mengorganisir traksak:si- transaksi ini menjadi satu sistem dimana di situ akan ada kelihatan nilai transaksinya yang terjadi harganya berapa, yang kemudian bisa disebarkan kepada para pelaku pasar lainnya. Ini sangat membantu nantinya integrasi transparansi dari proses pasar itu sendiri. lni salah satu contoh dimana pembentukan pasar, market development ini harus dilakukan oleh Pemerintah.
Ini bukan untuk aktifitas-aktifitas lain yang tersembunyi untuk mendapatkan dana dan sebagainya atau melakukan investasi dan sebagainya. Tetapi khusus kita maksudkan untuk hal semacam ini. Primary market kita juga belum ada.
N anti kita harus memikirkan bagaimana kita memulai. Misalnya memilih beberapa pihak saja yang memang benar-benar sudah siap untuk primary dealer, baru kita nanti lakukan secara lebih luas lagi, kita perlebar. Ini adalah proses yang nantinya memerlukan langkah dari Pemerintah dalam hal ini, yang kita sebut sebagai ~'aktifitas lain" ini adalah market development activities.
Demikian Pak.
KETUA RAPAT:
Fraksi PDIP dan KB bagaimana? Mungkinada tanggapan dari penjelasan Pak Menteri.
ANGGOTA F.KB (Drs. R AMIN SAID HUSNI):
Baik, terima kasih Ketua.
Dengan penjelasan Pemerintah tadi kami dapat menerima ini tetap dengan satu asumsi bahwa ini nanti di dalam Penjelasan akan ditambahkan hal-hal yang tadi disampaikan oleh Pemerintah sebagai penj elasan terhadap DIM ini.
Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Jadi kalau dengan demikian, poin h usulan PKB menjadi poin g. Saya rasa ini hanya merupakan urutan saja, tidak ada masalah. Tetapi prinsipnya atas rumusan usulan Pemerintah di DIM No. 70, FKB "sepakat". Dan tadi FPDIP sudah memahami penjelasan Pemerintah. FKB juga sudah memahami penjelasan Pemerintah, akan tetapi sama dengan Fraksi TNIIPOLRI nanti perlu ada penj elasan di dalam "Pasal Penjelasan" tentang "aktifitas lain", kalau perlu dengan contoh-contoh.
Saya rasa ini bisa kita setujui ya?
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
{RAPAT SETUJU)
Baik,ki1alangsungkeDIMNo.71. Ini ada usulan dari FPPP, bunyinya
~enteiiutah IIanas menjaga rating dari Surat Utang Negara pada peringkat 1atadu dalammenjamin perolehan harga dan tingkat suku bunga".
Saya rasa Pak Danial Tandjung FPPP saya persilakan untuk :n:nyampaibnargumentasinya.
ANGCOTA J!.PPP (H. M. DANIAL TANDJUNG):
Saudam Ketua,
Dab ini bedai1an dengan pengelolaan Surat Utang Negara yang di daJamnya meliputi perencanaan strategi, kemudian juga penetapan strategi bbijalm _peogelolaan Surat Utang Negara, kemudian perencanaan dan peudapltt stmktorportofolio. Sedangkan di dalamnya pengertian pengelolaan managenreo oblipsi sebagai Surat Berharga sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar
mmnpn atauftnancial market
yang sangat dinamis dan penuh kompl.ebi1as.. ICarena ito maka FPPP mengajukan "usul tambahan" agar P'tmeiintah bakewajiban untnk menjaga rating Surat Utang Negara pada peringbt latwtu dalam menjamin perolehan harga dan tingkat suku bunga.Say& kim itu pertimbanganny~ barangkali mohon bisa ditanggapi.
Terima bsih..
KETUA. RAPA.T:
Jadi usulan FPPP ini dengan menambah 1 ay at, yaitu ay at i.
Saya persila.bm pertama kepada FPDIP untuk menyampaikan
1De~P~III1RJa tabadap usulan tambahan usulan ay at i dari FPPP.
ANGGOTA JI'.PDIP (WILLEIM M. TUTUARIMA., SH.):
Saya kira Fraksi PDI tetap pada konsep semula, karena belum bisa
meue~ima secara jelas apa yang dimaksud oleh Fraksi PPP.
KETIJJA. RAPAT:
FPG saya persilakan.
ANGGOTA F.PG (H. AZHAR MUCHLIS):
Terima bsih Ketua.