Terima kasih Saudara Pimpinan.
Memang tujuan dari adanya kemungkinan menanamkan basil issuence atau penerbitan suatu Surat Utang Negara pada suatu saat kita tanamkan untuk j angka pendek. Ini maksudnya hanya untuk 1 bulan atau 2 bulan untuk menunggu suatu saat dimana kebutuhan dana itu ada. J adi misalnya ada kemungkinan kita meng-issue pada bulan Juni, tetapi karena pasarnya pada saat itu bagus, tetapi sebenarnya Surat Utang yangjatuh waktu itu mungkin Juli atau Agustus. Ini ada tenggang waktu 1-2 bulan yang sebenarnya akan meringankan APBN apabila kita dimungkinkan untuk melakukan investasi jangka pendek.
Jadi menurut pendapat kam~ dan ini memang praktek di berbagai negara, praktek cukup luas bahwa dana yang ada pada satu peri ode ini, jangka pendek ini seyogyanya diputarkan untuk mendapatkan hasil. J adi seyogyanya dimungkinkan menurutpendapat kami ruang untuk melakukan investasijangka pendek ini. Tetapi kamijuga sangat mendukung ini adalah bahwa harus ada persyaratan bahwa investasi jangka pendek ini benar-benar dengan resiko minimal atau bahkan nol. Ini memang kita harus nanti bahas di dalam secara lebih mendalam. Ini memang saya kira prinsip yang dasar, tidak bisa kita belikan saham, kita belikan apa itu untuk investasi dimana yang kita tidak tabu nanti dia akan kembali atau tidak itu pasti dia akan merupakan suatu prinsip yang baik. Tetapi di berbagai negara itu ban yak uangjangka pendek yang ada di tangan Debt Management Unit atau di tangan Menteri Keuangan itu ditanamkan kepada paper-paper yang memang sama sekali resikonya itu hampir nol, yaitu misalnya saja adalah Surat Utang Negara lain yang misalnya T-Bills (?), itu bisa dibeli oleh treasurer di Jepang untuk melakukan supaya akan mendapatkan imbalan dari dana yang kalau tidak digunakan untuk itu akan menganggur tadi. Ini adalah saya kira lebih banyak ke masa depan Pak. N antinya barangkali kita harus diberi kemungkinan untuk melakukan hal seperti itu. Resiko dari membeli untuk 2 bulan T-Bill itu resiko
"dikemplang" itu nol. Tetapi pasti akan ada suatu nilai yang masuk ke APBN di sini. Jadi kalau ini dimungkinkan memang kita tidak akan melakukan ini
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
dalam waktu jangka pendek ini di negara kita satu-satunya yang bisa kita beli di sini barangkali SBl Pak Itu resikonyajuga nol. Tetapi inijelas harus dijelaskan .di dalam Penjelasan, kami setuju sekali Pak. Aparesiko-resiko ini? Jadi kalau
diperbolehkan barangkali ini kami usulkan untuk dibahas di Panja.
KETUA RAPAT:
Saya
rasa
memang ada2
pendapat. Ada yang minta Penjelasan terlebih dahulu, risk yang paling rendah itu apa? Baru dibahas pada DIM 69 ini. Dan ada juga yang meminta juga ini ditetapkan sekarang akan tetapi risk yang rendah dan nol itu yang bagaimana? Sayarasa ini tepat kalau usulan Pemerintah kita terima di-Panjakan saja. Nanti kita bahas lebih lanjut di Panja. Bisa disetujui?Silakan Pak Willeim.
ANGGOTA F.PDIP (WILLEIM M. TUTUARIMA, SB.):
Jadi saya sangat setuju di-Panjakan, karena ini kaitannya dengan DIM yang di depan, yaitu mengenai tujuan. Itu juga tadi masih ada yang masuk ke Panja. Sehingga saya setuju bahwa nanti ini kita selesaikan di Panja.
Sebentar iniada DIM 42b itujuga menutup, tujuannyakan salah satu tadi pertama adalah membiayai Anggaran Belanja, menutup kekurangan, kemudian yang c ini mengelola porto folio Utang Negara inijuga masuk ke Panja. Sehingga ini kalau menurut saya otomatis harus masuk ke Panja. Jadi penyelesaian ini tuntas dengan DIM
42,DIM43.
Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Cukup Pak Willeim. Silakan Pak Abdullah.
ANGGOTA F.PDU (Drs. H. ABDULLAH AL WAHDI):
Kalau pendapat saya tidak perlu di-Panjakan karena ini sudah jelas apa yang diuraikan oleb Menteri ini hampir sama dengan pendapat-pendapat kita semua. Hanya, Penjelasannya nanti lebih rendah penjelasan itu di dalam Penjelasannya. Oleh karena itu maka yang d ini, membuka peluang untuk kesempatan yang tadi diuraikan oleh Pak Menteri itu di dalam pengelolaan
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Surat Utang Negara sebagaimana ayat (2) ini. Saya pikir bisa diputuskan sekarang tidak perlu di Panja.
Mengapa kita putuskan sekarang? Saya pikir tidak perlu lagi kita terus ke Panja.
J adi begitu, terima kasih.
KETUA RAPAT:
Pemerintah sebagai pengusul
RUU
sudah setuju untuk di-Panja-kan.Jadi saya rasa kita Panja-kan saja ya?
Bisa disetujui?
(RAPAT SETUJU)
Baik, DlM No.70 ayat (h) "Aktifitas lain dalam rangka pengembangan pasar primer dan pasar sekunder Surat Utang Negara".
Dari PDIP huruf h ''tetap".
FP~ poin hmenjadi poin g, rumusan ''tetap".
FPPP, tidak memberikan pendapat.
FPKB, "dihapus", k.arena khawatir pelaksanaannya akan bias.
Fraksi Reformasitidak memberikan pendapat.
FTNIIPOLRI, ''tetap". Dengan keterangan dalam Penjelasan perlu penjelasan tentang aktifitas lain, kalau perlu dengan contoh.
FPB tidak memberikan pendapat.
FKKI ''tetap".
FPDU "tetap".
Saya rasa apakah ini kita langsung saj a nanti ke Panja, karena kaitannya erat dengan DIM 69. Pemerintah bagaimana?
ANGGOTA F. PG (ABDULLAH ZAINIE, SH.):
Saya kira bisa diputus ini Pak.
Kalau FPG itu kan poin h j adi poin g itu adalah konsekue.nsi daripada permintaan bahwa di dalarn DIM 69 poin g itu dihapus. Kalau poin g itu nanti ada, j adi tidak masalah, tetap juga dia h. J adi saya kira tidak ada masalah ini.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
KETUA RAPAT:
Mungkin kalau ada poin g ini~ kalau tidak ada? tidak apa-apa? Silakan
F~
.
ANGGOTA F.KB (Drs. H. AMIN SAID BUSNI):
Terima kasih.
Sebetulnya FKB mengusulkan agar ini "dihapus" karena menurut pendapai kami "aktifitas lain'' itu sangat membuka peluang terjadinya bias.
Karenadi sini tidakjelas. Mungkin paling tidak pertama kali Pemerintah bisa memberikan penjelasan kepada kita gambaran mengenai "aktifitas lain" itu seperti apa? Sehingga kekhawatiran-kekhawatiran yang muncul di benak kami itu dapat dilakukan. Karena kalau tidak ada penjelasan mengenai hal ini, khawatir ini akan menjadi pintu masuk untuk aktifitas yang kemudian tidak terkendali.
Terima kasih Ketua.
KETUA RAPAT:
Baik, kalau begitu, begin! saja. Kalau Fraksi TNI/POLRI meminta nanti penjelasan "aktifitas lain" itu di dalam "Pasal Penjelasan". Akan tetapi FPDIP minta saat ini dijelaskan oleh Pemerintah, ini pertanyaannya "aktifitas lain" itu apa1
Saya serahkan dulu sajakepada Pemerintah untuk memberikan penjelasan apa yang dimaksud dengan aktifitas lain ini. Supaya nanti Fraksi-:fraksi mendapatkan acuan dari Pemerintah sebagai pengusul RUU.
Silakan.
PEMERINTAHIMENTERI KEUANGAN:
Terima kasih Pak.
Di sini yang dimaksud "aktifitas lain" ini sebetulnya adalah aktifitas-aktifitas market development Pak, yaitu pengembangan dari infrastruktur pasar baik yang primer maupun sekunder untuk Surat Utang Negara ini. Salah satu contoh dan ini sangat penting pada saat-saat awal terutama. Saat-saat awal dimana memang belum ada terbentuk pasar primer maupun sekunder Surat UtangNegara yang sudah baku. Ini yang terjadi pada saat ini. Misalnya saja sekarang ini pasar sekunder Surat Utang atau Surat Obligasi Pemerintah ini masih sebenamya bukan pasaryang terorganisir, masih belum ada misalnya saja quotation mengenai satu harga itu berapa yang bisa dilihat oleh semua orang.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Oleh sebab itulah maka dalam wak.tu singk.at ini kitamembentuk yang namanya inter dealer market. lni maksudnya adalah untuk mengorganisir traksak:si-transaksi ini menjadi satu sistem dimana di situ akan ada kelihatan nilai transaksinya yang terjadi harganya berapa, yang kemudian bisa disebarkan kepada para pelaku pasar lainnya. Ini sangat membantu nantinya integrasi transparansi dari proses pasar itu sendiri. lni salah satu contoh dimana pembentukan pasar, market development ini harus dilakukan oleh Pemerintah.
Ini bukan untuk aktifitas-aktifitas lain yang tersembunyi untuk mendapatkan dana dan sebagainya atau melakukan investasi dan sebagainya. Tetapi khusus kita maksudkan untuk hal semacam ini. Primary market kita juga belum ada.
N anti kita harus memikirkan bagaimana kita memulai. Misalnya memilih beberapa pihak saja yang memang benar-benar sudah siap untuk primary dealer, baru kita nanti lakukan secara lebih luas lagi, kita perlebar. Ini adalah proses yang nantinya memerlukan langkah dari Pemerintah dalam hal ini, yang kita sebut sebagai ~'aktifitas lain" ini adalah market development activities.
Demikian Pak.
KETUA RAPAT:
Fraksi PDIP dan KB bagaimana? Mungkinada tanggapan dari penjelasan Pak Menteri.
ANGGOTA F.KB (Drs. R AMIN SAID HUSNI):
Baik, terima kasih Ketua.
Dengan penjelasan Pemerintah tadi kami dapat menerima ini tetap dengan satu asumsi bahwa ini nanti di dalam Penjelasan akan ditambahkan hal-hal yang tadi disampaikan oleh Pemerintah sebagai penj elasan terhadap DIM ini.
Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Jadi kalau dengan demikian, poin h usulan PKB menjadi poin g. Saya rasa ini hanya merupakan urutan saja, tidak ada masalah. Tetapi prinsipnya atas rumusan usulan Pemerintah di DIM No. 70, FKB "sepakat". Dan tadi FPDIP sudah memahami penjelasan Pemerintah. FKB juga sudah memahami penjelasan Pemerintah, akan tetapi sama dengan Fraksi TNIIPOLRI nanti perlu ada penj elasan di dalam "Pasal Penjelasan" tentang "aktifitas lain", kalau perlu dengan contoh-contoh.
Saya rasa ini bisa kita setujui ya?
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
{RAPAT SETUJU)
Baik,ki1alangsungkeDIMNo.71. Ini ada usulan dari FPPP, bunyinya
~enteiiutah IIanas menjaga rating dari Surat Utang Negara pada peringkat 1atadu dalammenjamin perolehan harga dan tingkat suku bunga".
Saya rasa Pak Danial Tandjung FPPP saya persilakan untuk :n:nyampaibnargumentasinya.
ANGCOTA J!.PPP (H. M. DANIAL TANDJUNG):
Saudam Ketua,
Dab ini bedai1an dengan pengelolaan Surat Utang Negara yang di daJamnya meliputi perencanaan strategi, kemudian juga penetapan strategi bbijalm _peogelolaan Surat Utang Negara, kemudian perencanaan dan peudapltt stmktorportofolio. Sedangkan di dalamnya pengertian pengelolaan managenreo oblipsi sebagai Surat Berharga sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar
mmnpn atauftnancial market
yang sangat dinamis dan penuh kompl.ebi1as.. ICarena ito maka FPPP mengajukan "usul tambahan" agar P'tmeiintah bakewajiban untnk menjaga rating Surat Utang Negara pada peringbt latwtu dalam menjamin perolehan harga dan tingkat suku bunga.Say& kim itu pertimbanganny~ barangkali mohon bisa ditanggapi.
Terima bsih..
KETUA. RAPA.T:
Jadi usulan FPPP ini dengan menambah 1 ay at, yaitu ay at i.
Saya persila.bm pertama kepada FPDIP untuk menyampaikan
1De~P~III1RJa tabadap usulan tambahan usulan ay at i dari FPPP.
ANGGOTA JI'.PDIP (WILLEIM M. TUTUARIMA., SH.):
Saya kira Fraksi PDI tetap pada konsep semula, karena belum bisa
meue~ima secara jelas apa yang dimaksud oleh Fraksi PPP.
KETIJJA. RAPAT:
FPG saya persilakan.
ANGGOTA F.PG (H. AZHAR MUCHLIS):
Terima bsih Ketua.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Pada hakekatnya apa yang diusulkan oleh FPPP, bahwa Pemerintah harus menjaga rating kita kembalikan pada posisi Pemerintah sendiri. Apakah itu nyata? Atau memang bisa dilakukan? Dengan demikian nanti kita akan tabu sikap dari Pemerintah itu lab yangjustru
akan
membuat keyakinan kita.Kalau Pemerintah setuju ya tentu kami tidak sulit untuk menyetujui. Tetapi kalau Pemerintah tidak setuju terns kita setuju kan lain. Karena ini arahnya kepada Pemerintah harus menjaga rating itu.
Terima kasih Ketua. -:
KETUA RAPAT:
FKB.
ANGGOTA F.PKB (Drs. H. AMIN SAID BUSNI):
Terima kasih Ketua.
Po in tambahan yang diusulkan oleh FPPP ini, kalau kita baca dari awal, ini masuk ke dalam ayat (2) yang mengatur mengenai "Pengelolaan Surat Utang Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya meliputi". Ini kalau disambungkan dengan us ulan FPPP menjadi kurangnya" menurut hemat kami, ini yang tidak menyambung. "sekurang-kurangnya meliputi Pemerintah harus menjaga", itu kalau dibaca seperti itu menjadi tidak tersambung.
Oleh karena itu menurut saya ini sebaiknya "tetap" saja, kecuali substansinya mungkin dapat ditampug entah di pasal mana nanti yang memerlukan adanya jaminan dari Pemerintah
untuk
menjaga rating dan tingkat suku bunga itu. Tetapi untuk dimasukkan di sini, di pasal tentang pengelo laan Surat Utang Negara, itu rasanya kok kurang tersambung menurut hemat kami.Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Fraksi Reformasi, "didrop" ini. Fraksi 1NIIPOLRI?
ANGGOTA F.TNIIPOLRI (Drs. SUDIRMAN, SE., MSL):
Jadi bila kita mengacu ke Pasal 2, Surat Utang N egara itu diperdagangkan dalam bentuk yang tidak diperdagangkan di pasar sekunder.
Jadi di sini tergantung kepada mekanisme pasar. Mekanisme pasar itu mengikuti hukum demand dan supply. Jadi tidak.bisa harus menjaga rating itu, berarti kita bertentangan dengan hukum demand dan supply tersebut.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Meauda•agarus pasaryang berlaku,jadi tidakkena hams menjaga rating.
ScclangJgm dalam pasarsekunderitu berlaku demand-supply, sehingga di situ dialledluktuasi dia sesuai deogan berapa.harga pasar, penawaran yang.berlaku.
Jadiblaul:itacantumkan hams menjaga rating, kita akan bertentangan dengan I'Pifl••isme pasartersebut. Jadi menurut Pak Samsul ini tidak cocok, sehingga saya ibt Pak Samsul saja, jadi "tetap" saja seperti Pemerintah.
Terima kasih.
KE'I'UA RAPAT:
Jadi artinya "didrop" pasal i
ini
Saya persilak:an FPDU.ANGGOTA I".PDU (Drs. B. ABDULLAH AL WAHDI):
Terima bsih Saudara K.etua.
Xalau
ki1a
pel~ dan kita baca usulan FPPP ini tidak hanya masalab DJM No.7 I, tctapi DIM No. 71, 72, 73. Ini sekaligus saja. Dan dari materi yangdisimpulbndi daJam usulan FPPP ini, huruf i, g dank saya melihattidak ada satu relevansinya ke maksud daripada ayat (2) ini adalah "pengelolaan Sunt Utaog Negara. sebagaimana dimaksud ay at ( 1) sekurang-kurangnya JIDCJiputi ini, ini". Jadi kalau kata lain kalau Pak . .. .menyatakanini
tidak wj1dllbuog, sayapikir jugabampir sama lah, kira-kira begitu. saya barangkali lciJih teps lagi.Oleltlauala ito maka tidak perlu ini.
Terimabsih.
DTUARAPAT:
);deli-drop..
Abn1dapi saya msa ki1ajuga perlu mendengar dari Pemerintab. Karena
bJauPcmetdah~u ya bemti
pasa1
ini nanti kita Panja-kan. Saya persilakan Pak. MCDteri..MENKEU:
Taimakasih SaudaraPimpinan.
Pimpinan dan Anggota Dewan yang saya hormati.
Apt sulit bagi Pemerintah tennasuk Pemerintah negara yang paling maju pun UDtuk menjamin rating daripada paper-nya. Karena rating ini chlabanakan oleb pibak iodependen. Rating apak:ah itu ... (tidak jelas)
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
ataukah oleh ... (tidakjelas)apakaholeh ... (tidakjelas). Merekaitu sangat independen menentukan rating apakah paper dari Jepang, apakah dari Indonesia nantinya itu dirate AA atau B atau apapun.
Ini
atas dasar pandangan mereka sendiri, analisa mereka sendiri. Jadi sangat sulit bagi Pemerintah untuk menjamin, bahkan menjadi pada tingkat-tingkat tertentu. Karena ini memang sangat dipengaruhi oleh bukanhanyasituasi di dalam negeri, tetapijuga situasi global. Jadi kalau ada semacam pesimisme secara total atau global itu saya kira mempengaruhi semua rating dari soverign bond dari negara manapun.Oleh sebab itu memang sangat sulit untuk memasukk:an ini sebagai suatu kewajihan dari Pemerintah untuk menjaga ini. Meskipun saya kira kita semua tabu bahwa hams kita upayakan ratingnya itu sebaik mungkin. Karena ini akan menentukan harga dari Surat Utang itu di pasar atau risk premiumnya ini lah yang akan ditentukan oleh rating ini.
Menjaga rating yang cukup baik, selalu baik bagi Surat Utang Negara Republik Indonesia nantinya. Tetapi kalau diharuskan menj aga pada tingkat-tingkat rating tertentu barangkali tidak mungkin bagi Pemerintah untuk melaksanakan.
Demikian Pak.
KETUA RAPAT:
Saya kembalikan ke FPPP.
Tadi Pemerintah telah menjelaskan bahwa Pemerintah tidak sanggup kalau ditentukan ratingnya, karena ini terkait dengan pihak Independen untuk menentukanrating. Dansaya perlujelaskanjuga dari 7 Fraksi yang sekarang hadir,
6
Fraksi minta "didrop".Jadi saya kembalikan ke FPPP.
ANGGOTA F.PPP (Drs. H. NU'MAN ABDUL HAKIM):
Saudara Ketua, saya sudah menduga karena banyak Fraksi tidak mengusulkan altematifini. Tetapi
ini
lah saya kira suara hatiini.
Kalau mernang pasal ini secara formal masuk, tetapi secara substansial kew~ iban Pemerintah untuk menjaga rating ini, itu sangat perlu. Kalau Pemerintah tidak punya kemampuan, tidak ada kemauan mting ini, maka sebetulnya harta S urat Utang ini bisahancur. Ini bagaimanajuga?BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Karena itu Pemerintah sebagai pengelola Surat Obligasi harus punya kewajiban moral untuk menjaga rating ini. Jadi saya yakin Pemerintahjuga berat dengan kalimat ini. Tetapi juga kalau memang kita bisa pahami, sayakira kita tidak keberatan untuk "didrop". Tetapi ini harus menjadi komitmen bagi Pemerintah agar rating ini harus dij aga.
Terima kasih Ketua.
KETUA RAPAT:
Saya rasa apa yang disampaikan oleh FPPP Pak Menteri benar. Dan ini akan menj adikan catatan _ dalam risalah kita nanti sebagai semangat kita bersama terutama Pemerintah untuk rhSjAga betul-betul Surat Utang Negara ini mempunyai rating atau manfaat yang besar bagi kepentingan bangsa. Saya rasa ini bisa menjadikan catatan risalah rapat.
Baik, usulan FPPP penambahan "ayat" ini kita "drop", tetapi dengan catatan nanti di risalah rapat bahwa semangat menjaga kredibilitas ini harus menjadi semangat kita.
Bai~ bisadisetujui yadi-drop?
(RAPAT SETUJU)
DIM No.72. Usulan kembali FPPP ditambah ayat j, jadi bunyinya
"Pemanfaatan dana
hasil
penjualan Surat Utang N egara sepenuhnya diserahlcan kepada Pemerintah dengan mengacu pada APBN yang telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat".Saya kembalikan kepada FPPP untuk menyampaikan argumentatimya.
ANGGOTA F.PPP (Drs. H. NU'MAN ABDUL HAKIM):
Sebel urn "didrop" o leh Fraksi-fraksi saya kira, saya ingin menyampaikan sebuah latar belakang. Kami mohon komentar Fraksi-fraksi saja saya kira.
Terima kasih.
KET-UA RAPAT:
Walaupun ini sebetulnya otomatis hasil daripada obligasi itu harus
· dikembalikan untuk menutup APBN. Akan tetapi karena ini usulan yang perlu juga kita tanggapi dan kita hormati, maka saya persilakan PDIP untuk menyampaikan.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
ANGGOTA F.PDIP (WILLEIM M.. 'IUTIJJARDIA, SH.):
Karena Fraksi PPP sudall merasaba hlhwa ini alaut didrop, saya kim kami sepakat saja "didrop"".
KETUA RAPAT:
FPG saya persilabn..
ANGGOTA F.PG (lr.. ACIIMAD HARZ ZAWAWI, Mk) Saya kira berlebihan ~ bla ada lnabm ito, makmh ini. IDii sudah diatur di Bah N Pasall dan sebel1111111ya h. Jadi saya kim~- ~a.
KETUA RAPAT:
Kalau makruh saya rua 1iclak, bn:aa ini okDalis sebetulnya. FKB saya persilakan.
ANGGOTA F.PKB (Dn. B. AMINf SAID HIJTSM):
Terima kasih K.etua..
Menurut FKB pada DIMNo.39 SM . . i 43, di siiD sudaltclicaDt•••dqm mengenai tujuan
penerbita
Slot~ Nepa, olc:b bn:na i1u 5aJB kira tidak diperlukan 1agi adanya 1alnlwlwa J.rufj crebaJpimma ttiusulba oleh FPPP ini. Karena eli dalamtJ.Paa
pcaerhita Sunil: lhng Nepm ito sadahjelas bagaimana pemanfaatu daliS1RtlJbngNeprayamgdiUbillaoldt Pemerintah. Sehinggausul bmi cdidmp"" ..
Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Silakan Fraksi Refonnasi l"NWWLRljup?
ANGGOTA F.TNIIPOLRI (Dn. SIIDIRMAN, SE., MSL):
Jadi ini kan denganseuJiriuJa,j.titid*pcrlu ~ ~
KETUA RAPAT:
PDU?
ANGGOTA F..PDU (Dn. B. ABDIJJUAH AL WABDI):
Saya kira ini adalah kewajiban PanreriD1ah JUg lm1IS clilahapphq Oleh karena ito mab Ianni 1adi creJag,iagau dalam peotbicataaa awal ini bahwa i, j, k
ini
tidak perlu ""'dita• . . bn"" eli da1ant RUU iniBIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Pemerintah, silakan Pak mungkin ada pendapat.
PEMERINTAHIMENTERI KEUANGAN:
Pemerintah tentunya mengikuti mayoritas Pak. Nampaknya memang ini sudah tugas Pcmerintah untuk melakukan hal seperti itu.
Raker SUN, 9 Sept. 2002 KETUA RAPAT:
Baik, kalau dengan demikian saya mob on persetujuan bahwa usulan PDIP ini dengan catatan karena sudah otomatis, mak:a saya minta persetuj uan untuk
"didrop~' ya?
(RAPAT SETUJU)
DlM No. 73. Usulan FPPP juga adalah memunculkan ayat k, bunyinya
"Setiap orang yang memanfaatkan dana hasil penjualan Surat Utang Negara diluar yang telah ditetapkan dalam APBN, tanpa persetujuan DPR dipidana dengan pidana penjara paling sedikit 10 tahun dan paling lama25 tabun, serta waj ib mengembalikan dana yang sudah disalahgunakan disertai denda sebesar Rp.25 Milyar".
Saya persilakan PPP untuk menyampaikan argumentasi usulan ini.
ANGGOTA F.PPP (Drs. H. NU'MAN ABDUL HAKIM):
Saudara Ketua, sebelurn usulan kami dibantai saya cepat-cepat untuk menarik ini, karena ini berkaitan dengan · Ketentuan mengenai pidana. J adi saya pindahkan nanti ke ~'Bah Vll Ketentuan Pi dana''. J adi ini menyangkut sanksi saya kira. Ini salah, ditarik dulu untuk dimasukkan ke Bab Vll nanti.
Jadi "DIM No. 73'' tidak ada.
KETUA RAPAT:
Baik, karena pengusul sudah menarik dan nanti dia akan menyampaikan di pasallain. Saya rasa usul k ini di "DIM No.73 didrop", tanpa perlu minta persetujuan ini.
DiDIM'No.74, ini usulan FraksiReformasi. Jadi usulannyaadahurufi
"Penanaman dana pada investasi yang dilakukan Pemerintah adalah untuk
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
menjaga nilai riil dana bukan untuk