TRANSPORTASI PERKERETAAPIAN
B. Standar Fasilitas Keselamatan dan Keamanan di Stasiun
3) Pemipaan dan Komponen Hidran a) Pemipaan
Rangkaian jaringan pemipaan pada sistem hidran terdiri atas:
PT. DELIMA LAKSANA TATA V-32 (1) Pipa Hisap, adalah hidran yang dilengkapi dengan slang berdiameter 2,5” yang penggunaannya diperuntukan secara khusus bagi petugas Pemadam Kebakaran atau orang yang telah terlatih.
(2) Pipa Penyalur, adalah pipa yang terentang dari Pipa
Header sampai ke Pipa Tegak atau ke Hidran
Halaman. Diamater pipa berfariasi antara 4, 6 dan 8 inchi sesuai dengan besar kecilnya sistem hidran yang dipasang.
(3) Pipa Header, dapat dikatakan sebagai pipa antara yang ukuran diameternya biasanya lebih besar dari pipa lainnya di dalam rangkaian sistem hidran. Pipa ini merupakan tempat bertemunya pipa pengeluaran (discharge) dari Pompa Jockey, Pompa Utama maupun Pompa Cadangan sebelum kemudian ke Pipa Penyalur. Diameter Pipa Header ini berfariasi antara 6, 8 dan 10 inchi. Tergantung dari besar kecilnya sistem hidran yang dipasang. Dari Pipa Header ini, selain berhubungan dengan Pipa Penyalur, biasanya dihubungkan juga dengan pipa-pipa yang menuju ke Tangki Bertekanan (pressure tank), Tangki Pemancing (priming tank), Sirkulasi/by pass ke Reservoir (safety
valve), Pressure Switch dan ke Manometer indikasi
tekanan kerja pompa.
(4) Pipa Tegak (Riser), adalah pipa yang dipasang vertical dari lantai terbawah sampai dengan lantai teratas bangunan yang dihubungkan dari Pipa Penyalur. Diameter pipa berfariasi antara 3, 4 dan 6
PT. DELIMA LAKSANA TATA V-33 inchi sesuai dengan besar kecilnya sistem hidran yang dipasang. Sistem pipa tegak terdiri dari:
(a) Pipa tegak basah (wet riser), adalah suatu sistem hidran dimana pada jaringan hidran tersebut telah terisi air dengan tekanan statis. Air akan keluar pada saat katup di lantai-lantai dibuka dan pompa akan bekerja secara otomatis.
(b) Pipa tegak kering (dry riser), pada sistem jaringan Pipa Tegak tidak terisi air. Pasokan dan tekanan air disediakan oleh mobil unit Pemadam Kebakaran melalui sambungan siamese connection.
(c) Pipa tegak kering dengan sistem remote control, pada sistem ini jaringan pipa tegak juga kosong, namun aliran air akan diperoleh dari sistem hidran itu sendiri melalui operasi manual dengan mengaktifkan tombol manual yang terpasang pada kotak-kotak hidran di lantai-lantai.
(5) Pipa Cabang, adalah pipa yang dihubungkan dari pipa tegak sampai ke titik pengeluaran (outlet) hidran pada lantai-lantai bangunan. Diameter pipa bervariasi antara 3 dan 4 inchi.
b) Komponen Hidran
Komponen yang merupakan kelengkapan Sistem Hidran terdiri dari:
(1) katup-katup (valve);
(2) saklar tekanan (pressure switch); (3) tangki tekanan (pressure tank);
PT. DELIMA LAKSANA TATA V-34 (4) tangki pemancing (priming atnk);
(5) manometer;
(6) kotak hidran isi 1 set slang dan pipa pemancar (nozzle);
(7) katup petugas pemadam (landing valve);
(8) sambungan dinas pemadam (siamese connection).
c. Sistem Deteksi dan Tanda Terjadi Kebakaran (Fire Alarm) Sistem deteksi dan tanda terjadi kebakaran (fire alarm), adalah alat tanda yang menginformasikan terjadinya kebakaran, dengan mengeluarkan suara/bunyi atau tanda terjadinya kebakaran. Sistem deteksi dan tanda terjadi kebakaran (fire alarm) bisa juga diartikan sebagai suatu sistem terintegrasi yang didesain dan dibangun untuk mendeteksi adanya gejala kebakaran, untuk kemudian memberi peringatan (warning) dalam sistem evakuasi dan ditindak lanjuti secara otomatis maupun manual dengan sistem instalasi pemadam kebakaran (fire fighting System).
Peralatan utama yang menjadi pengendali sistem ini disebut Main
Control Fire Alarm (MCFA) atau Fire Alarm Control Panel
(FACP) yang berfungsi menerima sinyal masukan (input signal) semua detektor dan komponen pendeteksi lainnya, untuk kemudian memberikan sinyal keluaran (output signal) melalui komponen keluaran sesuai dengan setting yang telah diterapkan.
PT. DELIMA LAKSANA TATA V-35 Gambar V-15 Head Detector dan Smoke Detector Fire Alarm
Gambar V-16 Manual Push Button, Semi Addressable MFCA dan Simplex MFCA
Sistem deteksi dan peringatan dini perlu dipasang agar memberikan deteksi dini terhadap kebakaran. Sistem ini akan membantu di dalam memberitahukan kepada penghuni, staf dan personel gawat darurat dan membantu pengaktifan sistem penekan asap dan api pada waktu yang tepat seperti penyembur asap atau pemancar air. Semua sistem yang terpasang akan diawasi secara elektronik yang memungkinkan perawatan efektif terhadap sarana karena apabila gagal ataupun memerlukan perbaikan lain.
1) Sistem peringatan dini – sistem peringatan dini terhadap kebakaran ditempatkan diseluruh stasiun. Perlengkapan harus
PT. DELIMA LAKSANA TATA V-36 disetujui dengan standar yang merujuk dan otoritas yang memiliki juridiksi.
2) Sistem deteksi – detektor asap dan/atau panas yang layak untuk mengidentifikasi kondisi-kondisi kebakaran dan asap dengan mengaktifkan sistem peringatan dini dan penekanan. Sistem deteksi otomatis akan disediakan untuk kawasan non publik. Sistem deteksi kawasan publik akan disesuaikan dengan konfigurasi stasiun dan sesuai dengan analisis komprehensif tentang keselamatan jiwa dan kebakaran. 3) Horns dan strobe – horns dan strobe akan dilengkapi pada
kawasan publik dan kawasan non publik, dimana EVAC tidak efektif dan apabila diperlukan untuk mengingatkan oran-orang yang terganggu pendengarannya dan bahasa yang digunakan oleh penumpang selain daripada bahasa yang disiarkan di stasiun.
4) EVACS (Sistem komunikasi peringatan dini melalui suara tentang gawat darurat) – akan disediakan pada kawasan publik dan non publik sehubungan dengan sistem peringatan dini pencegahan kebakaran. Dimana audibiltitas di kawasan non publik (oleh karena kebisingan dari lingkungan mesin) dapat menjadi permasalahan, maka horns dan strobes hanya dapat digunakan dengan lebih layak.
5) Help point intercom (HPI) – help point intercom akan dilengkapi pada daerah-daerah publik agar penumpang dapat berkomunikasi dengan manajemen keselamatan dan keamanan. Unit-unit informasi layanan pelanggan ini akan memiliki dua jalur interkom yang bergabung pada pusat komando sentral. Unit-unit ini akan ditempatkan pada jarak
PT. DELIMA LAKSANA TATA V-37 perjalanan dari satu titik dikawasan publik yang jaraknya tidak lebih dari 100 meter. Peralatan gawat darurat seperti itu akan dibedakan dalam warna dan lokasinya akan ditunjukkan dengan tanda-tanda yang semestinya.
6) CCTV – unit-unit CCTV akan dipasang pada setiap HPI untuk memudahkan respon terhadap kondisi gawat darurat.
Dalam praktek, dikenal 3 sistem pendeteksian dan pengendalian, yaitu: