Kegiatan pemutakhiran Basis Data Terpadu (BDT) dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:
1. Memperbarui data rumah tangga yang sudah terdaftar dalam BDT untuk menyesuaikan dengan kondisi terkini. Pembaruan data rumah tangga dalam hal ini meliputi perubahan lokasi domisili rumah tangga, kematian atau kelahiran atau penambahan atau pengurangan anggota rumah tangga, penyesuaian nama anggota rumah tangga menurut data administrasi kependudukan (Adminduk), melengkapi data nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK), menambahkan informasi tentang kepesertaan dalam program-program perlindungan sosial yang sedang berjalan, serta karakteristik sosial ekonomi rumah tangga (pekerjaan, pendidikan, kondisi fisik rumah, kepemilikan aset, dan sebagainya).
a. Unit Pengelola BDT meminta kepada si penyampai-keluhan untuk
menyampaikan data rumah tangga perlu didata menggunakan formulir penyampaian keluhan.
b. Dilakukan pendataan terhadap rumah tangga yang dicalonkan tersebut dengan prosedur Pemutakhiran BDT. 3. Bila jumlah rumah tangga dalam BDT untuk wilayah tersebut ternyata lebih tinggi daripada kuota, maka Unit Pengelola BDT akan menginformasikan jumlah rumah tangga yang dinilai dan penjelasan singkat mengenai kriteria yang digunakan oleh BDT dalam mengklasifikasikan rumah tangga miskin dan tidak miskin kepada si penyampai- keluhan.
Alur Keputusan Keterangan
Jenis keluhan
1. Keluhan dicatat dalam sistem informasi manajemen BDT
2. Dilaksanakan pengkajian internal oleh Unit Pengelola BDT.
3. Unit Pengelola BDT menyiapkan dan mengirimkan respon sesuai dengan hasil pengkajian internal.
Penyampai keluhan (rumah tangga, program, atau lainnya) mengklaim bahwa staf yang menangani BDT pada Unit Pengelola BDT tidak memberikan layanan yang sesuai dengan prosedur penerbitan data dan panduan langkah-langkah Sistem Penanganan Keluhan.
4) Keluhan mengenai layanan Unit Pengelola BDT terkait BDT
Keluhan dicatat dalam sistem informasi manajemen BDT dan diteruskan kepada penyelenggara program.
Penyampai keluhan melaporkan keluhan mengenai layanan program yang menggunakan BDT – tidak terkait dengan penargetan (misalnya, masalah operasional)
5) Keluhan mengenai layanan program yang menggunakan BDT
Standar Pengelolaan Basis Data Terpadu Untuk Program Perlindungan Sosial
69
PEMUTAKHIRAN BDT
2. Meningkatkan efektivitas penargetan program perlindungan sosial dengan menjangkau rumah tangga miskin yang belum tercakup dalam BDT. Tidak ada batasan waktu ketika melakukan pemutakhiran BDT. Penentuan waktu untuk melakukan pemutakhiran BDT perlu mempertimbangkan dinamika perubahan kondisi rumah tangga, faktor-faktor yang dapat memengaruhi kondusivitas masyarakat (misalnya kegiatan pemilihan kepala daerah/pilkada), kesiapan dan dukungan dari pemerintah daerah selaku pihak yang mengoordinasi pelaksanaan kegiatan di tingkat daerah, serta kesediaan anggaran pemerintah. Pemutakhiran BDT dapat dilakukan sekaligus pada seluruh rumah tangga sasaran sebagai suatu kegiatan antarwaktu, atau sebagai proses yang kontinu sejalan dengan sistem penanganan keluhan terkait kepesertaan dalam program perlindungan sosial.
Pada 2015, Pemerintah Indonesia melaksanakan pemutakhiran sekaligus pada seluruh rumah tangga sasaran dalam BDT. Kegiatan pemutakhiran BDT tahun 2015 dilaksanakan melalui dua tahapan, yaitu tahapan konsultasi publik dan pendataan. Pada tahapan konsultasi publik, daftar rumah tangga yang terdaftar dalam BDT diverifikasi oleh Forum Konsultasi Publik (FKP) yang terdiri dari kepala dusun/ketua RW, perangkat desa/kelurahan), tokoh agama dan tokoh masyarakat di tingkat desa/kelurahan. FKP mengindikasikan rumah tangga mana yang sudah pindah domisili atau dianggap sudah mampu/tidak membutuhkan bantuan sosial dari pemerintah. Daftar rumah tangga yang sudah diverifikasi oleh FKP tersebut kemudian disahkan oleh kepala daerah setempat (bupati/walikota) dan menjadi daftar sasaran rumah tangga yang menjadi sasaran dalam tahap pendataan.
Pendataan rumah tangga dilaksanakan oleh tim pendata yang telah dilatih dan dikoordinasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Pada saat pendataan, petugas pendata juga melakukan konsultasi dengan rumah tangga miskin dan penyisiran (sweeping) sebagaimana yang dilakukan pada PPLS 2011 untuk mengidentifikasi rumah tangga miskin dan kurang mampu yang belum masuk dalam daftar hasil verifikasi FKP. Dalam kegiatan pemutakhiran BDT di tahun 2015, sejumlah indikator sosial ekonomi rumah tangga ditambahkan untuk melengkapi indikator-indikator yang digunakan dalam PPLS 2011. Indikator yang ditambahkan antara lain adalah kepemilikan lahan sawah dan ternak serta omzet usaha. Penambahan indikator dilakukan untuk meningkatkan akurasi dalam analisis tingkat kesejahteraan suatu rumah tangga, serta untuk mengakomodasi kebutuhan program-program perlindungan sosial dalam pemilihan sasaran penerima manfaaT.
Pemutakhiran BDT selanjutnya diharapkan dapat dilaksanakan sebagai suatu kegiatan yang kontinu yang sejalan dengan sistem penanganan keluhan. Dalam konsep pemutakhiran BDT yang kontinu tersebut, proses pemutakhiran dipicu oleh laporan/keluhan mengenai masuk atau tidak masuknya suatu rumah tangga/keluarga/individu dalam daftar peserta/ penerima manfaat program perlindungan sosial yang diselenggarakan pemerintah. Laporan/keluhan tersebut ditangani melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan secara berurutan sebagai berikut:
Standar Pengelolaan Basis Data Terpadu Untuk Program Perlindungan Sosial
70
PEMUTAKHIRAN BDT
1. Pengecekan data rumah tangga/keluarga/individu yang bersangkutan dalam BDT. 2. Konfirmasi apakah rumah tangga/keluarga/individu yang bersangkutan sudah terdaftar dalam BDT.
3. Konfirmasi apakah data rumah tangga/keluarga/individu yang bersangkutan menunjukkan kecocokan dengan kriteria penerima manfaat program sebagaimana yang telah ditetapkan oleh instansi penyelenggara program.
4. Untuk rumah tangga/keluarga/individu yang dikonfirmasi belum terdaftar dalam BDT (kegiatan nomor 1), dilakukan pengumpulan data sekunder untuk memverifikasi kelaikan rumah tangga/keluarga/individu tersebut sebagai sasaran pendataan rumah tangga miskin dan kurang mampu. Data sekunder yang digunakan dapat berupa keterangan dari ketua RT/RW di lokasi domisili rumah tangga/keluarga/ individu yang bersangkutan.
5. Berdasarkan hasil verifikasi kelaikan sebagai sasaran pendataan (kegiatan nomor 4), dilakukan pendataan pada rumah tangga/keluarga/individu yang bersangkutan menggunakan alat dan metode yang sama dengan yang digunakan untuk pemutakhiran BDT tahun 2015.
6. Data rumah tangga yang diperoleh dalam kegiatan nomor 5 ditambahkan ke dalam BDT dan digunakan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan rumah tangga dan menetapkan apakah kondisi rumah tangga/keluarga/individu yang bersangkutan sesuai dengan kriteria penerima manfaat program.
7. Hasil analisis (kegiatan nomor 6) disampaikan kepada instansi penyelenggara program sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan terkait kepesertaan rumah tangga/keluarga/individu yang bersangkutan dalam program.
Keterlibatan pemerintah daerah, khususnya Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), sangat penting dalam pelaksanaan sistem penanganan keluhan dan pemutakhiran BDT secara kontinu. Peran aktif pemda/TKPK terutama diharapkan dalam tahapan memverifikasi kelaikan rumah tangga sebagai rumah tangga miskin atau kurang mampu dan mengoordinasikan penyampaian hasil proses penanganan keluhan kepada rumah tangga/keluarga/individu yang bersangkutan.