• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penanaman Akhlak Ala Salafus-Saleh

Dalam dokumen PANDUAN KULIAH BK PRA SEKOLAH (Halaman 72-77)

Anaku, buatlah amalanmu menjadi seperti garam dan adabmu seperti tepung. Artinya, perbanyaklah melakukan adab sampai ukurannya didalam perilakumu seperti ukuran tepung dengan garam yang ditaburkan diatasnya. Banyak adab dengan sedikit amal saleh masih lebih baik dari pada banyak amal saleh dengan sedikit adab.Adab-adab kenabian untuk anak Seperti berikut :

1. Adab kepada orang tua

Nabi SAW melihat seseorang bersama seorang anak kecil. Beliau berkata kepada anak itu, “siapa ini?”

Dia menjawab, “Bapakku.” Beliau bersabda, “jangan engkau berjalan didepannya, jangan menyebabkannya

dimaki-maki, jangan duduk sebelumnya dan jangan memanggilnya langsung dengan namanya.”Jangan melakukan sesuatu yang menyebabkan bapakmu memakimu sebagai hrdikan dan hukuman atas

perbuatanmu yang tidk disukainya.Rosululloh SAW bersabda, “Apabila orang tua melihat anaknya

kemudian merasa gembira, maka si anak memperoleh pahala membebaskan satu orang budak.” 2. Adab Pada Para Ulama

Adab kepada kedua orang tua berbanding lurus dengan adab kepada para ulama, bahkan lebih. Karena, para ulama adalah pewaris para nabi. Oleh karena itu, menghormati, menghargai, bersikap rendah hati, melayani, tidak bersuara keras dalam majelis, bersikap ramah dan lemah lembut kepada mereka peru dibiasakan kepada anak.

3. Adab penghormatan

Nabi SAW bersabda, “Bukanlah termsuk golongan orang yang tidak menyayangi orang yang lebih muda dan menghormati orang yang lebih tua.”Sesungguhnya diantara keagungan Alloh adalah memuliakan orang muslimyang sudah lanjut usia, pembawa al-Qur’an yang tidk melanggar batas2nya dan tidak menjauhi ajarannya, serta memuliakan penguasa yang adil.Pentingnya adab menghormati orang tua dan para ulama, serta mendahulukanorang yang lebih tua untuk bicara. Kecuali, apabila orang yang lebih muda diminta untuk bicara, atau momennya adalah momen tanya jawab.

4. Adab persaudaraan

Ditekankan bagi anak-anak, bahwa saudara paling tua memiliki kedudukan tersendiri dalam islam. Itu karena dia juga ikut memikul beban keluarga dan bertanggung jawab atas pendidikan dan penjagaan terhadap adik2nya. Apabila kedua orang tua menanamkan dalam diri anak tertua rasa cinta dan kasih sayang kepada adik-adiknya, kemudian menanamkan kedalam diri anak bungsu sikap hormat kepada kakaknya yang lebih tua, maka keluarga tersebut maka akan mencapai keseimbangan. Setiap orang akan mengetahui kewajibannya terhadap anggota keluarga yang lain sebelum mengenali haknya.

5. Adab bertetangga

Tetangga mmiliki hak yang cukup besar dalam syariat islam. Hal itu tak lain untk memperkuat ikatan masyarakat muslim. Seorang anak harus memiliki beberapa adab dalam berinteraksi dengan anak-anak tetangga. Rasulullah menganjurkan para ortu untuk membiasakan anak mereka untuk membiasakan adab- adab ini, antara lain peka terhadap derita tetangga dan tak menyakitinya dalam bentuk apapun. Misalnya, tak membiarkan anak untuk keluar rumah membawa makanan atau buah-buahan yang dia makan, karena perbuatan ini bisa memanas-manasi anak-anak tetangganya yang ortunya yang tak sanggup membelikannya akibat tak memiliki cukup uang. Dengan menjaga adab, si anak akan terbiasa untuk tak makan dijalan, tetapi makan dirumah, agar lebih mudah baginya untuk menjalankan berbagai adab secara umum.

6. Adab meminta izin

Adab meminta izin wajib dilakukan oleh semua orang baik masih kecil maupun dewasa. Adab ini memiliki kedudukan tersendiri dalam masyarakat islam yang dikhususkan Allah SWT dengan ayat-ayat yang sellu dibaca oleh seluruh generasi sepanjang zaman. Adab ini memiliki keutamaan besar dalam kehidupan bermasyarakat dan berkeluarga. Al-quran telah melatih anak untuk memnta izin. Al-quran memerintahkan kedua ortu untuk mengajarkan adab meminta izin kepada anak secara bertahap dalam hukumannya. Sebelum baligh, seorang anak harus meminta izin pada tiga waktu dalam keseharian kedua ortu, yaitu sebelum shalat fajar, siang hari dan sesudah shalat isya, yaitu waktu-waktu kedua ortu hendak tidur dan memakai pakaian khusus untuk tidur.Setelah si anak mencapai usia baligh dan masuk ppada usia beban kewajiban, maka dia diperintahkan untuk meminta izin disetiap waktu, baik didalam rumah maupun ditempat lainnya selama dia mendapati pintu (kamar ortunya) yang tertutup.

Bagaimana Rasulullah meminta izin???Bahwa Nabi SAW apabila berada didepan pintu hendak meminta izin, beliau tak menghadap ke pintu. Beliau menghadap kearah kanan/kiri. Apabila diberi izin beliau masuk kalau tidak, beliau pulang.Rasulullah meminta izin kepada anak-anak . Bahwasanya Rasulullah SAW diberi minuman. Beliau minum. Sementara beliau duduklah seorang anak, akan disamping kiri beliau duduk orang-orang dewasa. Beliau bersabda kepada anak itu, “Apakah engkau mengizinkan untuk member

minum kepada mereka (terlebih dahulu)?” Dia menjawab, “Tidak, aku tak kan memberikan bagianku

darimu kepada seorang pun.”

7. Adab makan

Aku masih anak-anak ketika berada dalam pengawasan Rasulullah SAW. Tanganku bergerak kesana

kemari dinampan makanan. Rasulullah SAW bersabda kepadaku “Hai anak kecil, ucapkanlah basmalah,

makanlah dengan tangan kanan dan makanlah yang ada dihadapnmu.” Sejak itu, begiu cara makanku.Sifat

a. Tidak mengambil makan delain dengan tangan kanan da harus membaca basmalah b. Makan apa yang ada dihadapannya

c. Tidak segera mengambil makanan sebelum orang lain

d. Tidak memelototi makanan atau orang yang sedang makan e. Tidak makan dengan terburu-buru

f. Mengunyah makan dengan sempurna

g. Tidak menyuap secara beruntun

h. Tidak mengusapkan makanan pada pakaian

i. Terkadang membiasakan mentimun dan roti tanpa kuah, karena kuah bukan suatu keharusan

j. Celaaan karena banyak makanan diucapkan dihadapannya. Demikian juga pujian bagi anak yang beradab dan makan secukupnya. Dianjurkan juga mendahulukan orange lain dalam makan dan terlalu menghiraukan makan yang di makan

k. Menerima makanan yang kurang berkualitas 8. Adab penampilan anak

Rasulullah SAW juga memerhatikan penampilan anak pada rambut dan pakaiannya ketika keluar rumah/dijalan

9. Adab menatap rambut

Mencukur sebagian rambut anak dan membuarkan sisanya. Model potongan rambut seperti in memliki 4 macam bentuk ::mencukur rambut kepala hanya dibeberapa tempat, mencukur bagian tengah kepala dan membiarkan kedua sisinya, seperti yang dilakukan para biarawan nasrani. mencukur kedua sisi kepala dan membiarkan bagian tengahnya (model Mohawk, seperti yang dilakukan para pemuda punkers/ penerjemah), mencukur bagian depan kepala dan membiarkan bagian kepalanya. Rambut anak perempuan Kita dapati rambut anak muslim berbeda dengan anak-anak yang lainnya, tidak mengikuti mode yang selalu berubah/ meniru selebrita fasik dan jauh dari segala pengarahan yang kontradiktif dengan kekasihnya, Rasulullah SAW

10. Adab berpakaian

Seorang anak juga hendaknya dijaga dari anak-anak ain yang terbiasa dengan kemewahan dan memakai pakaian2 mewah.Laki-laki haram memakai sutra Apabila yang memakainya anak kecil, maka yang menanggung dosanya adalah orang yang memakaikannya, bukan anak itu. Sebab, si anak tersebut tidak memiliki beban kewajiban. Sama halnya apabila dia diberi minuman keras, maka yang berdosa adalah orang yang member miras tsb, bukan anak tsb.Diharamkan atas wali untuk memakaikannya kpd anak-anak. Hal ini disebabkan sifat kewanitaan yang timbul dari jenis pakaian

11. Adab mendengarkan bacaan Al-quran 12. Menanamkan kejujuran pada anak

Perilaku jujur adalah salah ssatu dasarr penting dalam akhlak islam yang membutuhkan kerja keras daam menanamkannya dan mengokohkannya. Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus tentang penanaman perilaku ini pada diri anak. Beliau mengawasi perlakuan kedua ortu kpd anak mereka agar terhindar dari hinanya berdusta kepada anak. Beliau menetapkan 1 kaidah umum bahwa anak juga manusia yang memiliki hak-hak dalam hubungan social sesama manusia. Sehingga, kedua ortu tidak boleh menipu memohonnya dengan media dan sarana apapun.Perhatian ini besar dalam menanamkan perilaku ini ang tercabang dari menepati janji, baik janji orang dewasa kpd anak kecil, mapun janji anak-anak kpd anak- anak lainnya. Abdullah R.A : jangan menceritakan cerita-cerita bohong,sebab kebohongan tidak tepat untuk bersanding dengan keseriusan maupun canda. Jangan pernah salah seorang dari kalian berjanji kpd anaknya kemudian tidak menepatinya.

13. Mengajarkan anak untuk menjaga rahasia

Rasulullah SAW merasakannya pentingnya menumbuhkan anak dengan perilaku menjaga rahasia. Seba, itu merefleksikan kebaikan si anakdimasa sekarang dan masa mendatang serta keselamatan keluarga dan menjaga pembangunan masyarakat.Seorang anak yang terbiasa menjaga rahasia, dia akan tumbuh dengan memiliki keinginan kuat, tabah dan tertata lidahnya. Dengan demikian, akan tumbuh kepercayaan dalam masyarakat dlam masing-masing menjaga rahasia satu sama lain.

14. Menanamkan sikap amanah

Amanah adalah perilaku mendasar. Nabi kita SAW memiliki sifat ini sejak anak-anak hingga menjadi Rasull. Sampai kaum musyrikin memberinya sifat () orang yang jujur lagi amanhah. Ini meruakan pelajaran bagi anak muslim agar meneladani Rasulullah SAW untuk membantunya kelak berdakwa di jalan Allah SWT. Rasulullah SAW menentukan tanggug jawabseorang anak atas harta bapanya, sehingga dia menjadi orang yang diamanahi untuk membelanjakan harta bapaknya dengan tanpa berlebih-lebihkan.Perhatian Rasulullah SAW terhadap amanah dan penananamnnya didalam diri seorang anak beliau tidak memaafkan kesalahan anak pada aspek ini. Beliau menghukm si anak ketika dia tidak menjalankan amanah dengan baik. Beliau menjeweer telinganya.

15. Mendidik anak untuk menjauhi sifat iri-dengki

Bersihnya dari sifat iri dan dengki merealisasikan keseimbangan jiwa bagi manusia, membiasakannya mencintai kebaikan bagi masyarakat, dan melepaskan kekuatan kebaikan dalam jiwa manusia hingga mencapai puncaknya.Nabi SAW menyeru seorang anak yang sedang tumbuh, Anas bin malik, untuk selalu membersihkan kotoran jiwanya siang dan malam, memaafkan orang yang menyakitinya, mengosongkan

hai dar bisikan setandantiupannya dikepala dan jiwa.SurgA dan kebersamaan Rasulullah SAW bagi orang yang dapa menjadikan hatinya bersih dari penipuan, iri,dengki,dan sifat tercela.

16. Metode pengajaran anak ala Rasulullah

Rasulullah S.A.W sebagai pemimpin dan suri teladan bagi seluruh umat. Bagaimana beliau berinteraksi dengan anak-anak, memerintah mereka, melaraang, becanda, mendukung anak-anak, tersenyum, tidak marah-marah, tidak suka mencela dan menanamkan akidah takdir secara aplikatif dalam diri mereka. Perhatian Rasulullah S.A.W atas pembentukkan akhlak dan perilaku anak-anak secara aplikatif dengan memberikan teladan kepada mereka. Anak-anak itu pun tumbuh dengan perilaku yang baik dan pribadi yang kuat dihadapan berbagai tantangan materialism yang telah menunggu dan siap menerkamnya dalam kenyataan hidup bermasyarakat. Mereka tidak melupakan akhlak islami di hadapan badai berbagai aliran sesat yang disusupkan oleh masyarakat jahiliyah dalam jiwa-jiwa yang beriman pada zaman modern ini.

BAB 13.

Membentuk Perasaan Anak

Perasaan atau emosi menempati wilayah yang cukup luas dalam jiwa anak. yang sedang tumbuh. Perasaan inilah yang membentuk jiwa \nya dan membentuk kepribadiaannya. Apalagi diperlakukan secara seimbang kelak dia kan menjadi orang yang harmoni dalam seluruh aspek kehidupannya. Namun apapbila di perlakukan tidak demikiam, maka baik dengan bertambah (increase) atau berkurang (decrease). Maka kan berakibat tidak baik. Bertambah emosi/perasaan menjadikan anak tumbuh sebagai sosok yang berjiwa rapuh (melankoli). Tidak akan memikul bebean hidup yang serius dan sungguh-sungguh. Sebaliknya, berkurangnnya emosi/perasaan menjadikan si anak tumbuh menjadi sosok yang berjiwa dingin dan bengis kepada siapapun di sekitarnya.

Oleh karena itu, pembentukan emosi memiliki tempat tersendiri dalam membangun dan membentuk pribadi anak. Pembangunan ini di dominasi oleh peran kedua orangtua. Sebab kedua orangtualah yang menjadi landasan utama dalam membentuk emosi anak. Kedua orangtua adalah tiang utama tempat sianak bersandar untuk menikmati hangatnya perasaan, kebapakan dan keibuaan.

Diakhir pembahasan bab ini akan disinggung tentang perhatiaan besar yang diberikan kepada dua kategori anak yang kedua orangtuannya atau salah satunya kurang dalam memberikan kasih sayang kepadannya. Yaitu; anak perempuan dan anak yatim. Berdasarkan perhatian rosulullah shallallahu’alayhi

wa sallam, beliau memberika perhatian dan kedudukan khusus kepada dua kategori anak ini. Alangkah indahnya andaikata masyarakat muslim memainkan perasn sebagai bapak bagi si anak yatim. Alangkah

indahnyab apabila kedua orangtua memberikan pendidikan dan bimbingan yang sepadan kepada anak perempuan dengan saudara kandung laki-laki.

Tersisa satu pertanyaan; bagaimana kita membanguan emosi dan perasaan anak serta menunaikan haknya sebagai anak agar dapat berkembang menjadi manusia yang seimbang dalam kehidupannya kelak? Untuk pertanyaan ini marilah kita menelusuri hadis-hadis nabi dan menyimpulkan dasar ini yang dengan mempraktikannya kita dapat berjalan di atas petunjuk dan cahanya yang jelas.

Dalam dokumen PANDUAN KULIAH BK PRA SEKOLAH (Halaman 72-77)