PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
A. Urusan Wajib Yang Dilaksanakan
9. Penanaman Modal
Dengan pelaksanaan otonomi daerah, maka Pemerintah Daerah dituntut untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) yang salah satunya dilaksanakan melalui peningkatan investasi di Kabupaten Jembrana. Untuk menumbuhkan minat investasi perlu didukung dengan memantapkan sistem administrasi pemerintah dan pembangunan yang efektif dan efisien dengan tujuan terciptanya lingkungan yang kondusif.
Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah
162 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Jembrana Tahun 2013 9.1 Program dan Kegiatan Kegiatan
Urusan Penanaman Modal di Kabupaten Jembrana dilaksanakan melalui satu program dan dua kegiatan yaitu melalui program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi, terdiri dari dua kegiatan yaitu:
a. Koordinasi perencanaan dan pengembangan Penanaman modal b. Penyelenggaraan pameran investasi
9.2 Alokasi dan Realisasi Anggaran/Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan
Anggaran yang terasedia pada Program penanaman modal tahun anggaran 2013 sejumlah Rp.144.035.000,- dengan capaian fisik 44,13% dan capaian keuangan sebesar 44,13 %.
Urusan Penanaman Modal dilaksanakan oleh Badan Perencana Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal Kabupaten Jembrana yang melaksanakan dua kegiatan yang seluruhnya telah dapat dituntaskan sesuai target. Adapun realisasi anggaran pelaksanaan program dan kegiatan urusan penanaman modal adalah sebagai berikut:
Tabel 4.39
Alokasi dan realisasi anggaran urusan Penanaman Modal
No. Kegiatan Angaran Realisasi
Fisik(% ) Keu.(Rp) % 1 Koordinasi Perenc dan
Pengembangan Penanaman Modal 80.571.000 100 47.865.000 59 2 Penyelenggaraan Pameran Investasi 63.464.000 50 15.704.200 25
1. Koordinasi Perencanaan dan Pengembangan Penanaman Modal
Hasil yang dapat dicapai dari pelaksanaan kegiatan koordinasi perencanaan dan pengembangan penanaman modal adalah disepakatinya oleh Tim Koordinasi Penanaman Modal/Inventasi Kabupaten Jembrana Tahun 2013 mengenai penerimaan/penolakan realisasi penanaman modal baik PMA/PMDN disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku dan kondisi potensi daerah serta disepakatinya penyusunan kebijakan pengembangan dan pelayanan serta dievaluasi/dikendalikannya pelaksanaan pengembangan dan pelayanan Penanaman Modal di Kabupaten Jembrana. Untuk mencapai sasaran yaitu terlaksananya monitoring, evaluasi dan pelaporan pembangunan ekonomi daerah di Kabupaten Jembrana yang dilakukan melalui program peningkatan promosi dan kerjasama investsi dengan kegiatan Koordinasi perencanaan dan
Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah
163 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Jembrana Tahun 2013
pengembangan Penanaman Modal. Kegiatan ini dilaksanakan melalui rapat – rapat oleh Tim Koordinasi Penanaman Modal/Investasi Kabupaten Jembrana dengan dunia Investan, Konsultan/pakar di bidangnya dan konsultasi/koordinasi dengan SKPD terkait di Pemerintah Propinsi dan Pemkab/Pemkot lainnya serta dengan secara periodic melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan investasi.
Sesuai dengan pendataan yang dilakukan oleh Tim Koordinasi Penanaman Modal/Investasi Kabupaten Jembrana Tahun 2013 bahawa Pertumbuhan investasi di Kabupaten Jembrana dari tahun 2008-2012 seperti table berikut dan mengalami peningkatan yang cukup tinggi pada tahun 2010 sebesar 167,8% .
Tabel 3.40
Investasi Dalam dan Luar Negeri
No Tahun Jumlah Naik/Turun %
1 2008 53.603.976.541,00 -
2 2009 41.674.820.428,00 11.929.156.113,00 22,25 3 2010 111.619.200.000,00 69.944.379.572,00 167,80 4 2011 142.363.955.925,80 30.744.755.825,00 27,54 5 2012 101.646.637.254,88 40.717.318.671,00 28,60
6 2013 79.803.173.335 -21.843.463.920 21,49
Pencapaian kegiatan koordinasi perencanaan dan pengembangan penanaman modal Tahun 2013 dianggarkan pada APBD Kabupetan Jembrana Tahun 2013 sebesar Rp. 80.571.000,- dengan realisasi fisik sebesar 100 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 47.865.000,- atau 59 %. Hal ini terjadi efisiensi sebesar Rp. 32.706.000,- atau 41 %. Hal ini disebabkan karena adanya efisiensi dalam Tim yang tidak memanfaatkan tenaga ahli, bahan bakar minyak, dan perjalanan dinas.
2. Penyelenggaraan Pameran Investasi
Dalam upaya meningkatkan laju pertumbuhan / realisasi Penanaman Modal sebagai sarana utama peningkatan perekonomian suatu daerah, diperlakukan penciptaan iklim Penanaman Modal yang kondusif, promotif, yang memberikan kepastian hukum, keadilan dan efisiensi dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional dan ketentuan yang berlaku. Salah satu
Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah
164 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Jembrana Tahun 2013
upaya untuk terciptanya iklim Penanaman Modal yang terpadu adalah Penyelenggaraan Pameran Investasi. Indikator kinerja utama yang diharapkan dari program ini adalah tersebarnya potensi penanaman modal / investasi secara nasional yang dilaksanakan melalui pelaksanaan / penyelenggaraan pameran investasi baik secara nasional maupun regional dengan hasil yang diharapkan adalah meningkatnya jumlah penanaman modal/ investasi di Kabupaten Jembrana.
Capaian program / kegiatan penyelenggaraan pameran investasi di Kabupaten Jembrana Tahun 2013 dianggarkan pada APBD Kabupetan Jembrana Tahun 2013 sebesar Rp. 63.464.000,- dengan realisasi fisik sebesar 50 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 15.704.200,- atau 25 %. Hal ini terjadi efisiensi sebesar Rp. 17.001.800,- atau 75 %. Hal ini disebabkan karena adanya efisiensi dalam bahan bakar minyak, dan perjalanan dinas, dan hal yang terpenting tidak adanya undangan dari pusat untuk penyelenggaraan pameran investasi dari pusat.
9.3 Permasalahan dan Solusi
Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan dan pelayanan penanaman modal adalah:
1. Masih kurangnya kegiatan-kegiatan yang bersifat promosi, negosiasi, penyebar luasan informasi potensi penanaman modal baik pada event nasional maupun internasional dan kegiatan-kegiatan yang bersifat penciptaan iklim penanaman modal yang kondusif, hal ini terkait dengan keterbatasan anggaran.
2. Unit organisasi penanganan Penanaman Modal di Kabupaten Jembrana, masih pada level eselon III/b di bawah Bappeda dan PM, hal ini menjadi kendala pelaksanaan optimalisasi urusan penanaman modal di Kabupaten Jembrana, mengingat Penanaman Modal adalah motor penggerak utama dalam pembangunan perekonomian suatu daerah.
Solusi yang diperlukan dalam meningkatkan realisasi penanam modal adalah Perlu ditingkatkan alokasi anggaran dari APBD Kabupaten Jembrana atau dana Pemerintah lainnya untuk aktivitas-aktivitas yang bertujuan untuk menarik investasi.
Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah
165 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Jembrana Tahun 2013 10. Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah
Dalam rangka mensukseskan Program Pemerintah khususnya dalam Peningkatan ekonomi masyarakat dapat diwujudkan melalui pemberdayaan Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (K-UMKM). Dengan Pengembangan dan pemberdayaan K-UMKM diharapkan mampu memotivasi dan memfasilitasi tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif di masyarakat. Melalui lembaga koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, masyarakat akan mudah dapat mengakses permodalan, informasi, pengetahuan dan keterampilan baik teknis, Sosial maupun ekonomis. Koperasi didefinisikan sebagai badan Hukum yang didirikan orang perseorangan atau badan hukum koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal menjalankan usaha yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi. Disamping itu Program ini memiliki sasaran meningkatnya kualitas Sumber Daya Manusia Koperasi, Usaha Mikro dan Menengah, sehingga mampu berusaha secara mandiri, tangguh dan berdaya saing. Arah Kebijakan yang ditempuh adalah melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif dan peningkatan peran BUMN/BUMD/Swasta dalam pengembangan permodalan bagi Koperasi dan UMKM. Sedangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah didefinisikan sebagai berikut:
a. Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memiliki:
- Kekayaan bersih (asset) maksimal Rp. 50.000.000,- (tidak termasuk tanah dan bangunan)
- Omzet maksimal Rp. 300.000.000,- per tahun.
b. Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilalukan oleh orang perorangan dan/atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang memiliki :
- Asset antara Rp. 50.000.000,- s/d Rp. 500.000.000,- (non tanah dan bangunan).
- Omzet Rp. 300.000.000,- s/d Rp. 2.500.000.000,- per tahun.
Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah
166 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Jembrana Tahun 2013
c. Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang memiliki:
- Asset antara Rp. 500.000.000,- s/d Rp. 10.000.000.000,- (non tanah dan bangunan)
- Omzet antara Rp. 2.500.000.000,- s/d Rp. 50.000.000.000,-
Berbagai peraturan perundangan yang dijadikan landasan dalam pengembangan Koperasi dan UMKM, baik yang dibentuk oleh pusat maupun daerah adalah sebagai berikut:
1. Undang -Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian.
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 tahun 1994 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengesahan Akta Pendirian dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1995 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi.
5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 tahun 1997 tentang Kemitraan.
6. Keputusan Presiden Republik Indoensia Nomor 127 Tahun 2001 tentang Bidang/Jenis Usaha yang di Cadangkan untuk Usaha Kecil dan Bidang/Jenis Usaha Yang terbuka Untuk Usaha Menengah Atau Besar Dengan Syarat Kemitraan.
7. Intruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1995 tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan Dan membudayakan Kewirausahaan.
8. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1998 tentang Peningkatan Pembinaan dan Pengembangan Perkoperasian.
9. Peraturan Menteri Negara Koperasi Dan UKM RI Nomor 23/PER/M.KUKM/XI/2005 tentang Penumbuhan dan Pengembangan Sentra Usaha Kecil dan Menengah.
Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah
167 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Jembrana Tahun 2013
10. Peraturan Menteri Negara Dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia Nomor 15/PER/M.KUKM/XII/2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Negara Koperasi Dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 19/PER/M.KUKM/XI/2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam Oleh Koperasi.
11. Peraturan Menteri Negara Dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia Nomor 14/PER/M.KUKM/XII/2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Negara Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Republik Indonesia Nomor 20/PER/M/KUKM/XI/2008 tentang Pedoman Penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam Koperasi.
12. Keputusan Menteri Negara Koperasi dan UKM RI Nomor 32.1/KEP/M.KUKM/IV/2003, tentang Juknis Business Development Services (BDS).
13. Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Pemberdayaan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Lembaran Daerah Kabupaten Jembrana Tahun 2013 Nomor 33).
14. Peraturan Bupati Jembrana Nomor 10 Tahun 2006 tanggal 5 Mei 2006 Tentang Pemberian Modal Kerja (Dana Talangan) Kepada Koperasi Unit Desa (KUD) Dalam Rangka Pembelian Gabah Petani Dan Penyaluran Beras Kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Jembrana.
15. Keputusan Bupati Jembrana Nomor 45/Perindagkop/2012 Tanggal 10 Januari 2012 tentang Pemberian Modal Kerja (Dana Talangan) Kepada Koperasi Unit Desa (KUD) dalam rangka Pembelian Gabah Petani dan Penyaluran Beras Kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Jembrana.
16. Keputusan Bupati Jembrana Nomor 36/Disperindagkop/2012 Tanggal 10 Januari 2012 Tentang Penetapan Koperasi Unit Desa (KUD) Sebagai Penerima Modal Kerja (Dana Talangan) dalam Rangka Pembelian Gabah Petani dan Penyaluran Beras Untuk Pasar dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Jembrana Tahun 2012.
10.1 Program dan Kegiatan
Pada tahun 2013, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Jembrana melaksanakan 13 program dan 31 kegiatan. Namun
Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah
168 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Jembrana Tahun 2013
program dan kegiatan yang terkait dengan urusan koperasi dan usaha kecil dan menengah sebanyak 4 Program dan 9 kegiatan sebagai berikut:
1. Program Penciptaan Iklim Usaha UKM yang Kondusif.
Sasaran Program ini adalah meningkatnya jumlah UMKM Produktif. Adapun jenis kegiatan program ini, antara lain:
a. Kegiatan Perencanaan koordinasi. Sasaran dari kegiatan ini adalah meningkatnya jumlah UKM dengan Indikator kegiatan ini adalah meningkatnya jumlah binaan UMKM produktif yang mana di tahun 2013 ini ditargetkan jumlah binaannya adalah 190 UMKM atau 51 Desa/Kelurahan.
Kegiatan ini menyangkut penyusunan data base UMKM di Kabupaten Jembrana.
2. Program Pengembangan Kewirausahaan dan keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah.
Sasaran Program ini adalah meningkatnya jumlah wira Usaha baru dan meningkatnya pengetahuan dan Kompetensi Pengurus Koperasi/KUD. Adapun jenis kegiatan Program ini ada 2 kegiatan, antara lain:
a. Kegiatan Penyelenggaraan Pelatihan Kewirausahaan. Sasaran dari kegiatan ini adalah meningkatnya jumlah wira usaha baru, dan Indikator dari kegiatan ini adalah jumlah UMKM yang mendapat pelatihan kewirausahaan, yang targetnya di tahun 2013 ini adalah 75 UMKM/75 orang.
b. Kegiatan Pelatihan Manajemen Pengelolaan Koperasi/KUD. Sasaran Kegiatan ini adalah untuk meningkatnya Pengetahuan dan Kompetensi Pengurus Koperasi/KUD. Indikator kegiatan ini adalah Jumlah Pengurus Koperasi/KUD yang dilatih, dan targetnya adalah 50 koperasi dan 1 paket.
3. Program Pengembangan Sistem Pendukung Bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
Program ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemampuan sumber daya manusia pengelola Usaha Mikro, Kecil dan Menengah agar mampu mengelola usahanya dengan baik, sehingga menghasilkan produk yang mampu bersaing baik secara kualitas, kuantitas maupun kontinuitas sesuai
Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah
169 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Jembrana Tahun 2013
permintaan pasar serta mampu menyerap tenaga kerja lokal. Adapun Program ini terdiri dari 3 kegiatan, antara lain:
a. Kegiatan Peningkatan Jaringan Kerja sama antar Lembaga. Sasaran kegiatan ini adalah Meningkatnya UMKM yang mampu melakukan kerja sama dengan pihak Ketiga. Indikator dari kegiatan ini adalah jumlah UMKM yang mengikuti bintek pengelola Usaha dalam mengakses modal pasar dan manajemen, dan targetnya sebanyak 75 UMKM. Kegiatan tersebut menyangkut, antara lain:
- Bimbingan teknis peningkatan usaha UMKM pada kelompok usaha produktif/sentra UMKM
- Pendampingan dalam mengakses permodalan dengan lembaga keuangan
- Peningkatan akses pemasaran produk UMKM dengan pengusaha menengah
b. Kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Industri Rumah Tangga, Industri Kecil dan Menengah. Sasaran dari kegiatan ini adalah Meningkatnya Kualitas dan kuantitas Produk Unggulan UMKM. Indikator dari kegiatan ini adalah jumlah UMKM yang mendapat bimbingan/ pembinaan, jumlah UMKM yang menjadi pendampingan dalam pemasaran produk UMKM, jumlah terlaksananya pengembangan pasar UMKM. Target dari Indikator tersebut adalah sebanyak 375 UMKM, 375 UMKM dan 1 paket. Kegiatan tersebut menyangkut, antara lain:
- Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Produk UMKM
- Pendampingan Pengembangan dan Pemasaran Produk UMKM
c. Kegiatan Penyelenggaraan promosi produk usaha mikro kecil dan menengah Sasaran dari kegiatan ini adalah Meningkatnya Jumlah UMKM yang mampu memasarkan hasil Produksinya. Indikator dari Kegiatan ini adalah jumlah UMKM yang mengikuti pameran UMKM, serta target dari indikator ini adalah sebanyak 2 UMKM. Kegiatan tersebut menyangkut, antara lain:
- Pameran di luar daerah provinsi dan promosi produk UMKM di dalam daerah Provinsi
Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah
170 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Jembrana Tahun 2013 4. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi
Sasaran Program ini adalah Meningkatnya Kualitas Sumber Daya Manusia Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.dilaksanakan dalam rangka mewujudkan koperasi berprestasi, Koperasi berkualitas, Kesehatan Koperasi, Koperasi aktif berdasarkan prinsip-prinsip dan jati diri koperasi. Adapun Jenis kegiatannya, antara lain:
a. Kegiatan Pembangunan Sistem informasi Perencanaan Pengembangan Perkoperasian. Sasaran dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan SDM dan Pengembangan Usaha Koperasi. Indikator dari kegiatan ini adalah jumlah koperasi yang meningkat kualitas usaha koperasinya, serta target dari indikator tersebut adalah sebanyak 231 koperasi. kegiatan tersebut menyangkut bantuan hibah barang kepada Koperasi Kakao Kerta Samaya Samaniya.
b. Kegiatan Sosialisasi Prinsip-prinsip Pemahaman Perkoperasian.
Sasaran dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan SDM berkualitas dan Koperasi berprestasi. Indikator dari kegiatan ini adalah jumlah koperasi yang mengikuti penyuluhan dan pembinaan perkoperasian, jumlah pembentukan koperasi baru dan jumlah brosur dan leaflet koperasi yang tercetak, serta target dari indikator tersebut adalah sebanyak 231 koperasi, 10 koperasi, dan 1000 lembar. Kegiatan tersebut menyangkut:
- Kegiatan Bimbingan Teknis Kelembagaan, Pengawas Koperasi, Administrasi dan Akuntansi Koperasi.
- Penyuluhan dan Pembentukan Koperasi
c. Kegiatan Pembinaan Pengawasan dan Penghargaan Koperasi berprestasi.
Sasaran dari kegiatan ini adalah meningkatnya jumlah koperasi aktif dan berkualitas. Indikator dari Kegiatan ini adalah jumlah koperasi yang diperingkat, jumlah terlaksananya penilaian lomba koperasi, jumlah koperasi yang diaudit, jumlah koperasi yang dinilai kesehatan KSP/USPnya dan jumlah jenis koperasi yang dilombakan, serta target dari indikator tersebut adalah sebanyak 25 Koperasi, 1 kali, 5 Koperasi, 100 Koperasi dan 5 jenis kegiatan ini menyangkut:
Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah
171 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Jembrana Tahun 2013 - Lomba Koperasi dalam rangka HUT Koperasi ke – 65
- Kegiatan Pemeringkatan Koperasi - Kegiatan Audit Koperasi
- Peningkatan dan Pengembangan Jaringan Kerjasama Usaha Koperasi 10.2 Alokasi dan Realisasi Anggaran/Realisasi Pelaksanaan Program dan
Kegiatan
Anggaran dan realisasi program dan kegiatan urusan koperasi dan usaha kecil dan menengah baik secara fisik maupun keuangan dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.41
Alokasi dan Reaalisasi Anggaran/Program dan Kegiatan Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2013
No Program/Kegiatan
Program Penciptaan Iklim Usaha UKM yang Kondusif.
a. Perencanaan Kordinasi dan Pengembangan Usaha Kecil Menengah
Program Pengembangan dan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah.
a. Penyelenggaraan Pelatihan Kewirausahaan
b. Pelatihan Manajemen Pengelolaan Koperasi/KUD
Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah
a. Peningkatan Jaringan Kerja sama antar Lembaga
b. Penyelenggaraan Pembinaan Industri Rumah Tangga, Industri Kecil dan Industri Menengah c. Penyelenggaraan Promosi Produk
Usaha Mikro Kecil dan Menengah Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi.
a. Pembangunan Sistem Informasi Perencanaan Pengembangan
Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah
172 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Jembrana Tahun 2013 No Program/Kegiatan
Realisasi
Anggaran ( Rp )
Realisasi Fisik (%)
Realisasi Keuangan
(Rp.) ( % ) Pemahaman Perkoperasian.
c. Pembinaan, Pengawasan dan Penghargaan Koperasi Berperstasi
35.000.000 150.000.000
100 100
34.499.059 148.592.910
98.57 99.00
J u m l a h 471.950.000 100 460.487.956 97,57
DPA di Bidang Koperasi terdiri dari 4 Program dan 9 kegiatan, dengan total anggaran sebesar Rp.471.950.000,-(Empat Ratus Tujuh Puluh Satu Juta Sembilan Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah). Dari anggaran tersebut hanya dapat direalisasikan sebesar Rp.460.487.956,- (Empat ratus enam puluh juta empat ratus delapan puluh Tujuh ribu Sembilan Ratus Lima Puluh Enam Rupiah) atau sebesar 97,57% dari total anggaran. Realisasi tersebut dipergunakan antara lain untuk :
1. Program penciptaan iklim usaha UKM yang kondusif
Program ini dilaksanakan dalam rangka mendata dan mewujudkan UMKM produktif sekaligus mewujudkan validitas data base UMKM guna mendukung perencanaan tentang pembinaan dan pemberdayaan UMKM tahun berikutnya.
Adapun program ini menyangkut kegiatan:
a. Perencanaan kordinasi dan pengembangan Usaha Kecil Menengah,
Sasaran dari kegiatan ini adalah meningkatnya jumlah UKM dengan Indikator kegiatan ini adalah meningkatnya jumlah binaan UMKM produktif yang mana di tahun 2013 ini ditargetkan jumlah binaannya adalah 190 UMKM atau 51 Desa/Kelurahan. Kegiatan ini menyangkut penyusunan data base UMKM di Kabupaten Jembrana dengan sub kegiatan survey identifikasi penyusunan data base UMKM Kabupaten Jembrana. Kegiatan ini dilaksanakan dengan alokasi anggaran dari APBD sebesar Rp.49.900.000 (empat puluh Sembilan juta Sembilan ratus ribu rupiah) dengan realisasi keuangan sebesar Rp.49.806.800,- (empat puluh Sembilan juta delapan ratus enam ribu delapan ratus rupiah) atau sebesar 99,81% sedangkan realisasi fisik mencapai 100% dengan penggunaan anggaran sebagian besar untuk belanja jasa konsultasi kepada pihak ketiga. Manfaat dari kegiatan
Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah
173 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Jembrana Tahun 2013
ini adalah mempermudah untuk mengefaluasi sekaligus sebagai bahan perencanaan pembinaan dan pemberdayaan UMKM.
2. Program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif Usaha Kecil Menengah.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kopetensi pengelola UMKM sehingga memiliki Jiwa Enterpreneur (jiwa wirausaha) di dalam mengelola usahanya. Adapun program ini terdiri dari:
a. Kegiatan penyelenggaraan pelatihan kewiraushaan
Sasaran dari kegiatan ini adalah meningkatnya jumlah wira usaha baru, dan Indikator dari kegiatan ini adalah Jumlah UMKM yang mendapat pelatihan kewirausahaan, yang targetnya di tahun 2013 ini adalah 75 UMKM/75 orang. Kegiatan ini dilaksanakan dengan alokasi anggaran sebesar Rp.20.050.000,- (Dua Puluh Juta lima puluh ribu rupiah) dengan realisasi keuangan sebesar Rp.20.040.900,- (Dua Puluh Juta Empat Puluh Ribu Sembilan Ratus Rupiah) atau 99.96%. Sedangkan realisasi fisik mencapai 100% dengan penggunaan anggaran untuk honorarium instruktur, uang harian kepada peserta, biaya konsumsi dan biaya pendukung lainnya. Manfaat yang dirasakan adalah meningkatnya kompetensi dan jiwa wirausaha pengelola UMKM.
b. Kegiatan pelatihan manajemen pengelolaan koperasi/ KUD.
Sasaran Kegiatan ini adalah meningkatnya Pengetahuan dan Kompetensi Pengurus Koperasi/KUD. Indikator kegiatan ini adalah jumlah Pengurus Koperasi/KUD yang dilatih, dan targetnya adalah sebanyak 50 koperasi dan 1 paket. Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kopetensi SDM pengelola koperasi di bidang kelembagaan dan bidang administrasi/ Akuntansi koperasi, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.35.000.000,- (tiga puluh lima juta rupiah) dan realisasi keungan sebesar Rp.34.986.730 (tiga puluh empat juta sembilan ratus delapan puluh enam ribu tujuh ratus tiga puluh rupiah) atau 99,96% sedangkan realisasi fisik mencapai 100% dengan penggunaan anggaran untuk honorarium instruktur, uang harian kepada peserta, biaya konsumsi dan
Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah
174 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Jembrana Tahun 2013
biaya pendukung lainnya. Manfaat dari kegiatan ini adalah meningkatnya kompetensi SDM pengelola koperasi/KUD.
3. Program pengembangan system pendukung Usaha Mikro Kecil Menengah.
Program ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemampuan sumber daya manusia pengelola Usaha Mikro, Kecil dan Menengah agar mampu mengelola usahanya dengan baik, sehimgga menghasilkan produk yang mampu bersaing baik secara kualitas, kuantitas maupun kontinuitas sesuai permintaan pasar serta mampu menyerap tenaga kerja local. Adapun program ini terdiri dari 3 kegiatan, antara lain:
a. Kegiatan Peningkatan Jaringan Kerjasama antar Lembaga.
Sasaran kegiatan ini adalah Meningkatnya UMKM yang mampu melakukan kerja sama dengan pihak Ketiga. Dan Indikator dari kegiatan ini adalah jumlah UMKM yang mengikuti bintek pengelola Usaha dalam mengakses modal pasar dan manajemen, dan targetnya sebanyak 75 UMKM.
Kegiatan ini menyangkut sub kegiatan antara lain:
- Bimbingan teknis peningkatan usaha UMKM pada kelompok usaha produktif/sentra UMKM
- Pendampingan dalam mengakses permodalan dengan lembaga keuangan
- Peningkatan akses pemasaran produk UMKM dengan pengusaha menengah
Kegiatan peningkatan Jaringan kerjasama antar lembaga dengan realisasi keuangan sebesar Rp.34.987.900,- (tiga puluh empat juta Sembilan ratus delapan puluh tujuh ribu Sembilan ratus rupiah) dari anggaran sebesar Rp.35.000.000,- (tiga puluh lima juta rupiah) atau 99,97% dari total anggaran. Sedangkan realisasi fisik kegiatan ini adalah mencapai 100%
Penggunaan anggaran ini adalah untuk pembayaran Belanja Pegawai sebanyak 10 orang, yaitu untuk pembayaran honorarium instruktur peningkatan usaha UMKM, dan belanja trasportasi dan akomodasi peserta sebanyak 50 orang dan pembimbingan sebanyak 25 orang. Tujuan
Penggunaan anggaran ini adalah untuk pembayaran Belanja Pegawai sebanyak 10 orang, yaitu untuk pembayaran honorarium instruktur peningkatan usaha UMKM, dan belanja trasportasi dan akomodasi peserta sebanyak 50 orang dan pembimbingan sebanyak 25 orang. Tujuan