Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka penanggulangan kemiskinan Bantuan pemugaran rumah tidak layak huni 1000 unit rumah tiap tahun Bantuan peningkatan dan pembangunan PSD
Bantuan usaha kecil dan pelatihan keterampilan 2) Replikasi Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan masyarakat
Penyusunan Community Action Plan
Penyaluran Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) - PNPM Pendataan Masyarakat Penerima Manfaat
Penyusunan Community Action Plan
Fasilitasi penyaluran Bantuan Langsung Masyarakat 4.2.5.3.Pembiayaan Proyek Penyediaan Pengelolaan
Adapun struktur pembiayaan proyek penataan bangunan akan dikelompokkan berdasarkan sifat kegiatannya sebagai berikut :
a. Kegiatan Pelatihan, Diseminasi, Sosialisasi dan Peningkatan Kelembagaan (Capacity Building)
Meliputi kegiatan :
Diseminasi produk pengaturan bangunan gedung Peningkatan pemantapan kelembagaan BG Pelatihan-pelatihan teknis
Melakukan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat dalam memenuhi ketentuan bangunan gedung
Sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat dalam pendataan bangunan gedung Memberikan bimbingan, penyuluhan dan pelatihan
Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka penanggulangan kemiskinan Untuk kelompok kegiatan tersebut struktur pembiayaannya meliputi : 1) Administrasi proyek:
gaji, upah bahan dan atk perlengkapan kantor perjalanan dinas operasional kantor 1) Penyuluhan 2) Pelatihan 3) Sosialisasi 4) Pemberdayaan Masyarakat
b. Kegiatan Fasilitasi dan Penyusunan Kelembagaan Meliputi kegiatan :
Fasilitasi dan Bantuan teknis penyusunan raperda
Mempersiapkan kelembagaan yang menangani pendataan Fasilitasi penyaluran Bantuan Langsung Masyarakat
Untuk kelompok kegiatan tersebut struktur pembiayaannya meliputi : 1) Administrasi proyek:
gaji, upah bahan dan atk perlengkapan kantor perjalanan dinas operasional kantor 2) Penyiapan kelembagaan 3) Penyusunan Raperda
4) Penyiapan Peraturan, standar dan pedoman c. Kegiatan Penyusunan Raperda
Menyusun dan menyempurnakan perda bangunan gedung Menetapkan Ranperda menjadi Perda Bangunan Gedung Membuat perda tentang pengamanan kebakaran
Pengesahan Produk rancang bangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) Untuk kelompok kegiatan tersebut struktur pembiayaannya meliputi : 1) Administrasi proyek:
2) inventarisasi perda tentang bangunan
3) Inventarisasi sistem pengelolaan pembangunan
d. Kegiatan Bantuan Teknis, Penyusunan Perencanaan dan Community Action Plan Meliputi kegiatan :
Bantuan teknis percontohan pendataan bangunan gedung Bantuan teknis pembentukan sistem informasi bangunan gedung
Penyusunan program computer untuk system informasi bangunan gedung Pendataan bangunan gedung
Bantuan Teknis percontohan aksesibilitas di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kumun Debai
Kegiatan pengendalian pengawasan pemenuhan persyaratan bangunan
Bantuan teknis penyusunan RIK di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Rencana Tindak (CAP) Pemberdayaan Masyarakat, Rencana Investasi Fisik, DED,
Detail Architectural and Engineering Design (DAED) dalam rangka Revitalisasi kawasan sempadan Sungai Pengabuan.
Rencana tindak dalam Rencana Jangka Menengah Revitalisasi Kawasan Strategis Detail Architectural and Engineering Design (DAED)
Penyusunan Rencana Design Kawasan di ibukota Kecamatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Perencanaan RTH pada kota ibukota kecamatan. Bantek Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pendataan Masyarakat Penerima Manfaat
Untuk kelompok kegiatan tersebut struktur pembiayaannya meliputi : 1) Administrasi proyek:
2) Survei dan Pengelolaan data: 3) Studi dan penelitian:
4) Studi pedoman pelaksanaan keselamatan bangunan 5) Studi pedoman pelaksanaan tertib pembangunan 6) Perencanaan, pengawasan dan pengendalian: 7) Perancangan fisik lingkungan dan bangunan
8) Pengawasan/pengendalian pembangunan gedung negara dan non negara e. Kegiatan Pembangunan Fisik Kawasan
Penyediaan PSD di Kawasan Kumuh Perkotaan di Perkotaan Kuala Tungkal Peningkatan kualitas PSD di perkotaan kecamatan
Pembangunan fisik kawasan dalam rangka Revitalisasi kawasan sempadan sungai. Pembangunan fisik kawasan Strategis
Pembangunan Fisik Kawasan yang sudah disusun Design Kawasan nya Untuk kelompok kegiatan tersebut struktur pembiayaannya meliputi : 1) Administrasi proyek:
2) Pertanahan: penyediaan tanah untuk bangunan darurat, penyediaan tanah untuk prasarana fisik lingkungan
3) Pembangunan:
4) Prasarana fisik lingkungan
5) Prasarana pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran 6) Perbaikan:
7) Rehabilitasi bangunan fasilitas fisik lingkungan
8) Rehabilitasi prasarana pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran 9) Operasi dan pemeliharaan:
10)Prasarana pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran f. Kegiatan Penyaluran Bantuan
Bantuan pemugaran rumah tidak layak huni 500 unit rumah tiap tahun Bantuan peningkatan dan pembangunan PSD
Bantuan usaha kecil dan pelatihan keterampilan
Untuk kelompok kegiatan tersebut struktur pembiayaannya meliputi : 1) Administrasi proyek:
gaji, upah bahan dan atk perlengkapan kantor perjalanan dinas operasional kantor
4.3.
RENCANA INVESTASI SUB-BIDANG AIR LIMBAH
4.3.1.
Petunjuk Umum Pengelolaan Air Limbah
4.3.1.1.Umum
Air limbah (buangan) dapat didefinisikan sebagai air yang mengandung bahan pencemar fisik, biologi, atau kimia. Air buangan kota berasal dari kegiatan rumah tangga atau domestik dan dari kegiatan industri. Kedua air buangan ini harus ditangani secara terpisah karena karakteristiknya berbeda, dimana air buangan industri memiliki karakteristik yang lebih kompleks.
Air buangan yang dihasilkan oleh aktivitas manusia dapat menimbulkan pengaruh yang merugikan terhadap kualitas lingkungan sehingga perlu dilakukan pengolahan. Tingkat pengolahan yang akan diterapkan tergantung pada kualitas air buangan, yang erat kaitannya dengan jenis-jenis sumber air buangan tersebut. Pengolahan yang dilakukan terhadap air buangan dimaksudkan agar air buangan tersebut dapat dibuang ke badan air penerima menurut standar yang diterapkan, yaitu standar aliran (stream standard) dan standar effluent (effluent standard) (lihat Kep-02/MENKLH/I/1998 tentang Pedoman Penetapan Baku Mutu Lingkungan).
Pengelolaan limbah manusia, khususnya limbah air bekas dilakukan secara individual pada masing-masing rumah tangga atau memanfaatkan fasilitas umum seperti MCK umum. System yang digunakan adalah on-site (setempat). Untuk permukiman penduduk yang berada di tepian sungai, pada umumnya memanfaatkan sungai untuk keperluan mandi, cuci dan buang air. Biaya pengumpulan, pengolahan dan pembuangan limbah meningkat dengan cepat begitu konsumsi meningkat. Merencanakan hanya satu sisi penyediaan air tanpa memperhitungkan biaya sanitasi akan menyebabkan kota berhadapan dengan masalah lingkungan dan biaya tinggi yang tak terantisipasi.
4.3.1.2. Kebijakan, Program dan Kegiatan Pengelolaan Air Limbah dalam Rencana Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Dalam kegiatan pengelolaan air limbah Kabupaten Tanjung Jabung Barat beberapa kebijakan sebagai bahan acuan adalah sebagai berikut :
1. Undang-undang No. 11 Tahun 1974 tentang Pengairan,
2. Undang-undang No. 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman, 3. Undang-undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang,
4. Undang-undang No. 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Kebijakan pengelolaan air limbah adalah: Peningkatan akses pelayanan air limbah baik melalui sistem on site maupun sistem off site di perkotaan dan pedesaan.
Program pengelolaan air limbah adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan pola penanganan air limbah yang bersifat komprehensif (menyeluruh); b. Meningkatkan pelayanan di bidang penanganan air limbah yang bersifat menyeluruh; c. Meningkatkan sarana dan prasarana pengelolaan air limbah
Kegiatan pengelolaan air limbah adalah sebagai berikut:
a. Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan air limbah b. Meningkatkan kapasitas pengolahan melaui pembangunan IPAL
c. Meningkatkan pelayanan Air limbah melalui sistem terpusat (sewerage)
d. Melakukan pembinaan teknis dalam peningkatan peran pemerintah provinsi, kota/kab dalam pengembangan prasarana dan sarana air limbah
e. Memprioritaskan pembangunan prasarana dan sarana air limbah untuk masyarakat berpenghasilan rendah
f. Melakukan optimalisasi dan rehabilitasi Pengelolaan Sistem Air Limbah (IPAL &IPLT)
g. Melaksanakan pembinaan dan bimbingan teknis dalam peningkatan kerja Pengelolaan Sistem air limbah
4.3.2.
Profil Pengelolaan Air Limbah
4.3.2.1.Gambaran Umum Pengelolaan Air Limbah saat ini A. Tingkat Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan
Kemajuan pembangunan manusia secara umum dapat ditunjukkan dengan de-ngan melihat perkembangan indeks pembangunan manusia (IPM) yang men-cerminkan capaian kemajuan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Jika melihat perkembangan IPM dalam empat tahun terakhir, tampaknya kemajuan yang dicapai Tanjung Jabung Barat dalam pembangunan manusia meningkat dengan perlahan. Angka IPM Tanjung Jabung Barat hanya sedikit mengalami peningkatan dari 71,93 pada tahun 2008 menjadi 72,47 pada tahun 2009 kemudian menjadi 72,79 pada tahun 2010. Adapun tahun 2011, IPM Tanjab Barat telah mencapai 73,24. Pelannya kenaikan IPM ini bisa dimengerti mengingat dampak dari investasi pembangunan di bidang kesehatan dan pendidikan khususnya terhadap peningkatan indikator penyusun IPM terlihat hasilnya secara nyata dalam jangka waktu yang relatif panjang.
Perkembangan angka harapan hidup penduduk juga menunjukkan perkembangan selama 5 (lima) tahun terakhir namun memang belum signifikan, dimana terlihat pada tabel di bawah ini, angka harapan hidup penduduk Kabupaten Tanjung Jabung Barat dari tahun 2007- 2011 terus menunjukkan peningkatan, yang semula pada tahun 2007, angka harapan hidup sebesar 69,10 tahun meningkat menjadi 69,87 tahun.
Tabel. IV.3.1
Perkembangan Angka Harapan Hidup Penduduk Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2007-2011
Indikator Kesehatan Tahun
2007 2008 2009 2010 2011
Angka Harapan Hidup 69,1 69,3 69,5 69,70 69,87
Sumber : Propinsi Jambi Dalam Angka 2011