KEPRIBADIAN KONSELOR PENDIDIKAN
C. Pencapaian Kehidupan Bermakna
Kehidupan bermakna menjadi dambaan setiap manusia. Setiap orang senantiasa menginginkan dirinya menjadi berguna bagi keluarganya, lingkungan masyarakat dan bagi dirinya sendiri. Keinginan untuk mendapatkan kehidupan bermakna merupakan motivasi manusia untuk berkarya. Hasrat hidup bermakna pada gilirannya akan mendatangkan kebahagiaan.
Makna hidup merupakan hal–hal yang oleh seseorang dipandang penting, dirasakan berharga dan diyakini sebagai sesuatu yang benar serta dapat mencapai tujuan hidup. Makna hidup itu bersifat personal artinya sesuatu hal pada saat tertentu bermakna bagi seseorang akan tetapi belum tentu bermakna bagi orang lain.
Sifat lain dari makna hidup adalah konkrit dan spesifik yakni makna hidup benar–benar dapat ditemukan dalam pengalaman nyata dan kehidupan sehari–hari. Makna hidup tidak dapat diberikan kepada orang lain akan tetapi harus dicari dan ditemukan sendiri.
Terdapat tiga nilai yang merupakan sumber–sumber makna hidup, antara lain:
1) Nilai–nilai kreatif, nilai–nilai ini ada dalam bekerja dan berkarya serta melaksanakan tugas dengan keterlibatan dan tanggung jawab penuh terhadap pekerjaan.
2) Nilai–nilai penghayatan, nilai ini digunakan untuk mayakini dan menghayati kebenaran, kebajikan, keindahan, keadilan, keimanan, dan nilai–nilai lain yang diangggap berharga. 3) Nilai–nilai bersikap, mengambil sikap yang tepat terhadap
sekuat tenaga seoptimal mungkin akan tetapi tetap tidak berhasil.
Nilai kreatif dalam kehidupan yang dapat melahirkan kebermaknaan hidup terletak pada kreatifitas manusia dalam bekerja, berkarya dan berusaha. Usaha atau pekerjaan apapun yang digeluti merupakan sarana untuk menemukan dan mengembangkan makna hidup. Makna hidup terlahir dari cara dan sikap yang menggambarkan kepribadian dalam usaha atau pekerjaan.
Nilai penghayatan yang dapat melahirkan kebermaknaan hidup terletak pada pemahaman terhadap sesuatu dalam hal ini perasaan kasih sayang terhadap manusia dapat memberikan pengalaman–pengalaman penuh makna. Sedangkan nilai bersikap yang dapat melahirkan kebermaknaan hidup terletak pada sikap dalam menghadapi berbagai tantangan atau cobaan hidup. Menyikapi secara tepat terhadap segala kejadian dan mampu mengambil pelajaran atau manfaat akan memberikan makna tersendiri.
Nilai–nilai kreatif yang dapat melahirkan makna hidup tidak hanya ada dalam dunia usaha atau kerja akan tetapi dalam kehidupan sehari–haripun nilai kreatif diperlukan untuk mendatangkan kebermaknaan hidup. Berbuat kebaikan atau beramal shaleh dalam berinteraksi sosial akan memberikan makna tersendiri dan memberikan kemanfaatan bagi lingkungan juga dapat melahirkan kebermaknaan hidup.
Adapun nilai–nilai penghayatan yang bermuara pada nilai keimanan kemudian mengalir nilai–nilai yang lain seperti: nilai kebenaran, nilai kebajikan, nilai keindahan serta nilai keadilan akan dapat melahirkan kebermaknaan hidup jika mampu mengimplementasikan nilai-nilai keimanan secara sempurna. Sedangkan nilai–nilai sikap yang tercermin dalam sikap sabar dan tabah dalam menghadapi segala tantangan dan cobaan hidup mampu melahirkan kebermaknaan hidup.
Penghayatan akan hidup bermakna menunjukkan sikap kehidupan penuh gairah dan optimisme dalam menjalani kehidupan. Mereka yang telah menemukan makna hidup mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan mampu menentukan sikap terbaik dalam berinteraksi sehingga tetap teguh pendirian atau tidak kehilangan identitas diri di tengah– tengah pergaulan. Pada saat mereka berada dalam posisi yang kurang stabil atau tidak menyenangkan, mereka akan menyikapinya dengan besar hati dan penuh ketabahan karena mereka menyadari bahwa dibalik penderitaan pasti ada hikmahnya dan di balik kesukaran pasti ada kemudahan.
Dalam upaya memperoleh kehidupan yang bermakna (meaningful) dibutuhkan kepribadian yang mantap dan sehat karena tidaklah mudah untuk menemukan serta mengungkapkan makna hidup dari segala apa yang dialami manusia dan tersirat dalam pengalaman hidup sendiri dan juga orang lain.
Makna hidup dapat saja tersembunyi dalam bekerja atau dalam interaksi sosial atau dalam keyakinan akan kebenaran dan keadilan atau dalam pelaksanaan ritual agama atau dalam penderitaan yang hebat seperti sakit yang tidak tersembuhkan, dosa yang tidak terampuni atau saat menghadapi kematian di sana terdapat makna hidup.
Usaha untuk menemukan makna hidup memerlukan niat yang kuat, pemahaman yang mendalam tentang makna hidup dan penerapan metode–metode yang tepat serta lingkungan yang mendukung upaya menemukan makna hidup dan yang lebih diperlukan adalah bimbingan dan petunjuk Allah untuk menentukan keberhasilannya. Disinilah pentingnya iman dan taqwa. Orang–orang beriman dan bertaqwa akan tetap optimis dan mengharap petunjuk-Nya dalam menghadapi segala situasi dan keadaan. Musibah dan penderitaan yang dialami akan diterima dengan tabah dan sabar sebagai ujian keimanan serta penghapusan dosa.
Implementasi kepribadian konselor dengan potensi ruhaniah yang senantiasa mencerminkan nilai–nilai ketaqwaan dalam kehidupan akan mempunyai kemampuan untuk dapat menemukan kehidupan bermakna yang pada gilirannya mendatangkan kebahagiaan.
Dalam dunia konseling kebermaknaan hidup menjadi tujuan penting proses konseling karena sebagian besar faktor yang mendasari kebutuhan terhadap proses konseling adalah ketidak berhasilan seseorang menemukan makna hidup. Hal ini akan mengakibatkan frustasi, merasakan hidup yang hampa tak bermakna, putus asa, kehilangan arti dan tujuan hidup, hilangnya minat dan inisiatif, gairah kerja dan kreatifitas menurun dan gangguan–gangguan daya psikologis yang lain.
Konselor pendidikan sebagai pribadi yang lepas dari profesinya sebagai konselor juga manusia yang mendambakan kehidupan bermakna karena setiap manusia normal senantiasa menginginkan dirinya menjadi orang yang berguna dan berharga bagi keluarganya, lingkungan masayarakat dan bagi dirinya sendiri begitu juga dengan konselor. Keinginan untuk hidup secara bermakna merupakan motivasi utama manusia dalam melakukan kegiatan seperti halnya konselor, menjadi seorang konselor yang membantu orang lain dirasakan berarti dan berharga (being somebody) dengan kegiatan–kegiatan yang terarah kepada tujuan hidup yang jelas dan bermakna yakni menjadi konselor.
Konselor pendidikan sebagai agen perubahan yang membantu klien atau peserta didik untuk menemukan makna hidup merupakan contoh atau tauladan yang telah mampu menemukan makna hidup dari pengalaman–pangalaman kehidupannya. Kualitas kepribadian konselor dengan kecerdasan ruhaniahnya diimplementasiakan dalam upaya membantu klien menemukan makna hidup. Dalam proses pencarian makna hidup ini konselor mengajak klien untuk
menentukan keberhasilan dari upaya pencarian tersebut. Peningkatan kualitas keimanan lebih ditekan dan diutamakan disamping metode–metode atau tehnik– tehnik konseling yang tepat untuk digunakan.
Makna hidup dengan sifatnya yang personal, temporer dan unik, artinya apa yang dianggap penting dapat berubah dari waktu ke waktu dan berarti bagi seseorang belum tentu berarti bagi orang lain serta dapat berlangsung dalam sekejap ataupun untuk waktu yang lama. Dengan semua sifat makna hidup ini, sudah tentu makna hidup itu tidak dapat diberikan kepada orang lain akan tetapi harus dicari dan ditemukan sendiri. Orang lain (seorang konselor) hanya sekedar menunjukkan sumber makna hidup.
BAB 12
KONSEP LAYANAN KONSELING KELOMPOK