• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENCATATAN DAN PELAPORAN 4.1. Pencatatan dan Pelaporan

Dalam dokumen 215297830-Standar-Pustu-25-Sept-2014 (Halaman 54-59)

Kegiatan pencatatan dan pelaporan pelayanan kesehatan merupakan suatu proses untuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan untuk kepentingan pelayanan medikdan manajemen pelayanan kesehatan. Data dan informasi yang dihasilkan harus akurat dan dapat dipercaya.

4.1.1. Jenis Pelaporan

No Jenis Pelayanan Kelengkapan dokumen

1 Upaya Promosi Kesehatan 1) Formulir Laporan bulanan & Tribulanan Promosi Kesehatan

2) Formulir Laporan Tahunan Promosi Kesehatan & Pemberdayaan Masyarakat 2 Upaya Kesehatan Lingkungan 1. Kuesioner inspeksi rumah dan sarana

kesehatan lingkungan memuat tentang : 1) Komponen rumah ;

2) Sarana Sanitasi ; 3) Perilaku Penghuni ;

2. Kuesioner inspeksi sanitasi puskesmas pembantu tentang :

Sarana fasilitas sanitasi. Manajemen dalam ketertiban. Ruang tambahan.

3 Upaya Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak serta KB

a. Upaya Pelayanan Kesehatan Ibu

Pencatatan: 1) Kartu ibu

2) Formulir partograf 3) Buku KIA

4) Kartu Skor Podji Rochjati (KSPR) 5) Register Kohort ibu

6) Form pelacakan kematian maternal(OVM) 7) Register pelayanan korban tindak kekerasan

terhadap perempuan,anak dan KDRT 8) Formulir Asuhan Kebidanan

Pelaporan:

1) PWS-KIA (Ibu)

2) LB3 KIA(Lap. Bulanan KIA) 3) Laporan sarana prasarana B1,B2,B3 4) Laporan kematian Ibu

5) Laporan Penggunaan buku KIA 6) Laporan Pelaksanaan Kelasibu hamil 7) Laporan P4K

1) Laporan Pelayanan Korban Tindak Kekerasan terhadap Perempuan, Anak dan KDRT

b. Upaya Pelayanan Kesehatan Anak

Pencatatan: 1) Kartu anak

2) Formulir MTBM dan MTBS 3) Buku KIA

4) Register kohort bayi 5) Register kohort anak balita 6) Register kohort anak prasekolah

7) Register penyimpangan tumbuh kembang 8) Form pelacakan kematian perinatal (OVP) 9) Register anak usia Sekolah

10) Formulir skrining anak usia Sekolah

11) Register pelayanan korban tindak kekerasan terhadap perempuan, anak dan KDRT Pelaporan:

1) Laporan buku KIA

2) Laporan kematian bayi dan balita. 3) PWS-KIA ( Anak )

4) LB3KIA

6) Laporan bulanan program Kesehatan anak usia sekolah

c. Upaya Pelayanan Keluarga Berencana

Pencatatan:

1) Kartu status KB (K1) 2) Kartu peserta KB (K4) 3) Register kohort KB

4) Register alat & obat kontrasepsi Pelaporan:

1) LB3 USUB (laporan bulanan Usia Subur ) 2) PWS KB

3) Laporan PMTCT (PPIA) 4 Upaya Perbaikan Gizi

Masyarakat

1) LB 3 Gizi 2) Peta Kadarzi

3) Balita gizi buruk yang mendapat perawatan 4) Balita gizi buruk yang dapat intervensi 5) PWS Gizi

5 Upaya Pelayanan Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular dan Tidak Menular

1) Laporan kader (Form SBM/Surveilence Berbasis Masy)

2) Form Surveillance terpadu penyakit ( Laporan Bulanan)

3) Laporan Minggguan Wabah/PWS KLB. 4) Laporan KLB (W1)bila ada KLB

5) Laporan suspek kasus TB baru ditemukan 6) Laporan suspek baru kusta ditemukan 7) Laporan kasus Pneumonia Balita ditemukan

dan di obati/ dirujuk

8) Laporan kasus diare ditemukan dan di obati/ dirujuk

9) Laporan kasus / tersangka DBD yang ditemukan/dirujuk

10) Hasil Pemeriksaan Jentik 11) Laporan Imunisasi

12) RHA/Rapid Health Assesment 13) Form B1

3) Register Rawat Jalan

4) Pola penyakit ( 10 terbanyak)

5) Laporan Kegawatdaruratan sehari-hari 6) Laporan Kegawatdaruratan Bencana 7 Upaya Keperawatan Kesehatan

Masyarakat

1) Formulir Dokumentasi Keperawatan individu ( Form 1Perkesmas)

2) Family Folder (Form 2 Perkesmas)

3) Register Kohort Pembinaan Keluarga Rawan (Form 3 Perkesmas)

4) Rekapitulasi Pembinaan Keluarga Rawan (R-1 Perkesmas)

8 Laboratoratorium Sederhana 1) Laporan Lab Bulanan

9 Obat LPLPO

4.1.2. Alur dan Mekanisme Pelaporan

Alur dan mekanisme pelaporan adalah sangat penting dan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati oleh Puskesmas yang akan diteruskan ke dinas kesehatan.

1. Penanggungjawab Puskesmas pembantu mengumpulkan pelaporan dan harus sudah diserahkan ke Puskesmas selambat-lambatnya tanggal 1 bulan berikutnya. (penutupan pencatatan dan pelaporan dilakukan setiap tanggal 25 bulan berjalan)

2. Laporan Bulanan Puskesmas pembantu dianalisa dengan Monitoring dan Evaluasi Kinerja Pusksmas pembantu Triwulan I/II/III/IV (lampiran) dan dilaporkan ke Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya, selanjutnya dilaporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi beserta laporan pelaksanaannya (lampiran)

3. Untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat (telaah UKBM) karena penilaiannya 1 (satu) tahun sekali maka digunakan laporan tahunan (Formulir laporan tahunan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat) sebagaimana terlampir.

4.1.3. Monitoring Evaluasi Dan Pengendalian Mutu 4.1.3.1. Jenis Monitoring dan Evaluasi

Monitoring dan evaluasi Puskesmas pembantu adalah proses pemantauan dan penilaian kemajuan keberhasilan Puskesmas pembantu. Proses monitoring dan evaluasi ini

ditujukan untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas pembantu serta untuk menilai perkembangan dan kemajuan yang telah dicapai Pustkesmas pembantu menuju visi dan tujuan yang ingin dicapai.

A. Pengawasan:

1. Pengawasan internal dilakukan oleh Puskesmas maupun Dinas Kesehatan 2. Pengawasan eksternal dilakukan melalui :

a). Pengawasan oleh masyarakat berupa laporan atau pengaduan masyarakat b). Pengawasan dilakukan oleh institusi terkait

B.Pembinaan

1. Pembinaan tingkat Puskesmas

2. Pembinaan tingkat Kabupaten / Kota 3. Pembinaan tingkat Provinsi

4.1.3.2. Jadwal dan Pelaksanaan Monitoring Evaluasi

Setiap bulan Penanggungjawab Puskesmas pembantumelakukan evaluasi pelayanan dan melaporkan serta membandingkan kinerja program dengan target yang ingin dicapai, sehingga perbaikan dapat segera dilakukan.

Secara berkala,tiap 3 bulan dilakukan Pemantauan kinerjaPuskesmas pembantu(Lampiran) dilakukan oleh Puskesmas dan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota mengirimkan Pemantauan Kinerja dan Laporan Pelaksanaan (Lampiran) setiap 3 (tigabulan)ke Dinas Kesehatan Provinsi mengenai kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan ke Dinas Kesehatan.

Untuk memudahkan dalam melakukan monitoring dan evaluasi maka perlu acuan atau instrument monitoring dan evaluasi . Instrumen berupa check list .

BAB V PENUTUP

PedomanPuskesmas Pembantu Pembantu ini diharapkan dapat membantu penyelenggaraan pelayanan kesehatan agar dapat berjalan dengan baik sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal melalui pelayanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas.

PedomanPuskesmas Pembantu merupakan acuan kabupaten/kota dalam mengembangkan kebijakan operasional setempat sesuai dengan kondisi dan situasi daerah masing-masing. Diharapkan Pedoman ini bermanfaat dan dapat membantu Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam melaksanakan pembinaan dan pengawasan secara rutin terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Puskesmas Pembantu.

Penyusunan Pedoman ini telah diusahakan dengan sebaik-baiknya dengan melibatkan beberapa unsur terkait dan melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Namun demikian tentu masih terdapat kekurangan dan kekeliruan dalam penyusunan buku ini, untuk itu kami mengharap saran, perbaikan dan penyempurnaan pedoman ini dari berbagai pihak demi kesempurnaan buku ini.

Dalam dokumen 215297830-Standar-Pustu-25-Sept-2014 (Halaman 54-59)

Dokumen terkait