PENCEGAHAN UMUM TOKSOPLASMOSIS IBU HAMIL DENGAN IMUNITAS RENDAH
MENCEGAH RISIKO PENULARAN DARI
MAKANAN
MENCEGAH RISIKO PENULARAN DARI
LINGKUNGAN
MENCEGAH PENULARAN DI LABORATORIUM
S
ampai sekarang belum ditemukan vaksin untuk mencegah infeksi toksoplasmosis kongenital pada manusia yang dibuat dari Toxoplasma gondii yang dimatikan. Vaksin dari parasit yang dilemahkan berasal dari Toxoplasma gondii strain yang tidak persisten sudah digunakan untuk mencegah abortus pada domba di Eropa dan Selandia Baru.PENCEGAHAN UMUM TOKSOPLASMOSIS
Tindakan-tindakan umum yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan toksoplasmosis di masyarakat luas terutama ditujukan pada perempuan usia subur dan ibu hamil yang memerlukan perhatian khusus.
Pendidikan kesehatan bagi perempuan pada usia subur dengan memberikan pengetahuan tentang pencegahan toksoplasmosis melalui pengolahan daging yang benar dan menghindari pemaparan dengan tanah yang tercemar tinja kucing. Penyuluhan kesehatan sebaiknya diberikan pada waktu kunjungan pertama ibu hamil tentang higiene makanan dan mencegah paparan dengan tinja kucing.
Penyuluh kesehatan yang menangani ibu hamil harus memberi penjelasan tentang masalah penting terkait pemeriksaan serologi Toxoplasma. Pertama, bahwa pemeriksaan serologi tidak dapat menentukan secara pasti kapan terjadinya infeksi pertama dengan Toxoplasma, dan yang kedua bahwa di daerah dengan insiden infeksi Toxoplasma yang rendah, hasil uji IgM yang positif mungkin sebenarnya adalah positif palsu.
Pemerintah dan industri daging harus selalu mengupayakan daging yang bebas Toxoplasma.
Untuk mencegah terjadinya infeksi dapatan Toxoplasma gondii, berbagai tindakan harus dilakukan oleh masyarakat dan keluarga antara lain adalah:
1. Daging hendaknya dimasak sampai matang (minimum 66o Celsius) sebelum dimakan.
2. Tangan supaya dicuci dengan air sabun sebelum menangani daging.
3. Jangan memberi makan daging mentah atau yang kurang matang pada kucing. Boleh diberikan daging yang dikeringkan, dikalengkan, atau yang sudah dimasak.
4. Kucing sebaiknya dipelihara di dalam rumah, dan kotak kotoran (litter box) supaya diganti setiap hari. Rendaklah kotak litter di dalam air mendidih.
5. Tinja kucing harus dibuang ke dalam kloset atau dibakar. 6. Jika berkebun sebaiknya menggunakan sarung tangan.
7. Kotak pasir untuk bermain anak hendaknya selalu ditutup jika sedang tidak digunakan,
IBU HAMIL DENGAN IMUNITAS RENDAH
Untuk ibu hamil atau yang imunitasnya rendah (immunocompromised) tindakan pencegahan berikut ini harus lebih diperhatikan:
1. Jangan mengganti litter box kucing, atau gunakan sarung tangan jika terpaksa mengganti litter box dan cuci tangan dengan air sabun panas sesudahnya.
2. Peliharalah kucing agar selalu berada di dalam rumah.
3. Ibu sedang hamil jangan memelihara kucing liar terutama anak kucing liar. Jangan memelihara kucing baru.
MENCEGAH RISIKO PENULARAN DARI MAKANAN
Memasak makanan. Untuk memasak daging sebaiknya digunakan
termometer makanan untuk mengukur tingginya temperatur internal. Jangan mencicipi makanan sebelum makanan benar-benar telah matang. USDA ( United States Department of Agriculture) merekomendasi tatacara mengolah daging sebagai berikut:
Daging potongan (tidak termasuk daging unggas). Masak sedikitnya sampai 66o Celsius dan ukur dengan termometer makanan yang diletakkan di bagian daging yang paling tebal. Biarkan lebih dahulu tiga menit (rest time) sebelum dimakan. Rest time adalah waktu dimana produk daging dibiarkan sesudah dikeluarkan dari alat pemasak (oven, pemanggang, atau alat pemanas lainnya). Biasanya suhu daging selama rest time masih berada pada suhu akhir.
Daging asal yang belum diiris (ground meat) yang bukan daging unggas harus dimasak sampai temperatur di atas 71o Celsius, baru bisa langsung dimakan.
Daging unggas. Semua jenis daging unggas baik daging irisan maupun gound meat harus dimasak sedikitnya 74o Celsius dan daging dibiarkan dalam keadaan rest time selama tiga menit sebelum bisa dikonsumsi.
Pembekuan daging. Daging dibekukan di dalam ruang pembeku (freezer) yang bersuhu di bawah 0o Fahrenheit atau minus 18o Celsius selama beberapa hari, sebelum diolah untuk mengurangi kemungkinan infeksi.
Buah dan sayuran. Buah dan sayuran dikupas atau dicuci sebersih mungkin
sebelum dimakan.
Perlengkapan memasak. Cucilah papan pemotong, piring, mangkuk,
perlengkapan masak lainnya dan tangan dengan air sabun panas jika sebelumnya telah terpapar dengan daging mentah, daging unggas, hewan laut (seafood), buah atau sayur yang belum dicuci.
MENCEGAH RISIKO PENULARAN DARI LINGKUNGAN
Untuk mencegah risiko penularan toksoplasmosis yang berasal dari lingkungan dapat dilakukan dengan cara:
Hindari minum air yang belum diproses.
Gunakan sarung tangan pada waktu berkebun atau setiap kali terpapar tanah atau pasir karena mungkin telah tercemar tinja kucing yang mengandung Toxoplasma. Cucilah tangan yang terpapar tanah dan pasir dengan sabun dan air hangat.
Anak-anak diberi penyuluhan pentingnya mencuci tangan untuk mencegah infeksi.
Kotak pasir untuk bermain anak selalu ditutupi jika sedang tidak digunakan.
Kucing hanya diberi makanan kaleng atau makanan kering atau yang sudah dimasak, jangan diberi makan daging mentah atau kurang matang.
Ganti litter box tiap hari, karena parasit Toxoplasma gondii mulai infektif 1-5 hari sesudah dikeluarkan bersama tinja kucing.
MENCEGAH PENULARAN DI LABORATORIUM
Meskipun risiko infeksi di laboratorium biasanya rendah, dengan melaksanakan standard umum higiene di laboratorium risiko infeksi dapat lebih diturunkan.
Selain itu tindakan-tindakan di bawah ini juga harus dilakukan:
1. Serum pekerja laboratorium harus diperiksa untuk menentukan antibodi terhadap Toxoplasma menggunakan Dye test. Pekerja dengan antibodi yang positif dapat bekerja dengan aman.
2. Setiap menangani hewan yang terinfeksi harus menggunakan kacamata pelindung dan sarung tangan. Untuk mencegah pencemaran karena cipratan atau semburan, antara pekerja dan hewan coba diberi pembatas dari plastik tebal atau kaca.
3. Pipet yang digunakan untuk memindahkan parasit harus diberi kapas pelindung.
4. Larutan desinfektan dan sabun harus selalu tersedia di meja kerja. 5. Jika terjadi kecelakaan di laboratorium, daerah yang tercemar harus
segera dicuci dengan sabun dan air. Jika bahan infektif masuk ke dalam mulut melalui pipet, mulut harus segera dibersihkan dengan air sabun. Jika mata terpapar bahan infektif, cuci segera mata dengan banyak air. Periksa segera antibodi serum pekerja yang terpapar. Jka antibodi positif tidak perlu dilakukan tindakan lebih lanjut.
Jika pekerja tidak diketahui titer antibodinya atau sero-negatif, harus diberikan kemoterapi sedikitnya selama 2 minggu sebagai berikut:
Pirimetamin sebanyak 4 dosis @ 50 mg setiap 12 jam, diikuti dosis @25 mg setiap 12 jam selama 4 hari, kemudian 25 mg sekali sehari; dan
Sulfadiazin , 2-4 g sebagai dosis awal, kemudian 1 g setiap 6 jam.
Pekerja harus diberi banyak minum, dan leukosit dan hitung jenis darah (differential blood counts) diperiksa 2 kali seminggu. Setiap hari pekerja diberi juga 2 “yeast cake” dan 5-15 mg
leukovorin.
Dye test dipantau secara teratur.
Pekerja yang digigit hewan terinfeksi toksoplasmosis harus ditindak lanjuti dengan cara yang sama.