• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PEMANFAATAN LUBUK LARANGAN DESA

5.2 Bagi Masyarakat Luar Desa

5.2.2 Penyebaran Ikan

Manfaat lainnya bagi masyarakat diluar desa dengan adanya Lubuk Larangan Anak Yatim desa Tambangan Jae ini adalah ikan yang berada di dalam Lubuk Larangan berenang dari hulu ke hilir dan hlir ke hulu secara bebas, hal tersebut bisa membawa keberadaan ikan ke arus sungai yang mana saja walaupun sudah dipercaya di berikan pembatas melalui pawang lubuk yang dipercaya menjaga keberadaan ikan dalam Lubuk Larangan agar tidak melewati pembatasnya. Curah hujan dan air sungai yang meluap bisa mengakibatkan ikan

banyak terserat arus air sampai ke sungai Batang Gadis dan tertangkap oleh orang yang sedang memancing ataupun melakukan kegiatan pengambilan ikan. Hal tersebut juga menjadi keuntungan tersendiri bagi masyarakat di luar desa karena tidak ada larangan mengambil ikan yang telah keluar dari jarak batasnya.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan

Dari penelitian yang dilakukan terhadap lubuk larangan di desa Tambangan Jae Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal 1989-2012 dihasilkan beberapa kesimpulan :

1. Desa Tambangan Jae berada di Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara. Keadaan topografi dan letak geografisnya merupakan daerah lereng atau punggung bukit dari Bukit Barisan. Luas desa Tambangan Jae 402,91 Ha dengan hanya memiliki satu dusun. Selain daerahnya yang berada di lereng, desa ini juga dialiri sungai yang mendukung adanya lubuk larangan di desa ini. Penduduk yang ada di desa saling menjaga keberadaan lubuk larangan untuk kelestariannya serta menunjang pengelolaannya agar keberadaannya bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

2. Latar belakang terbentuknya lubuk larangan desa Tambangan Jae ini bermula dari keinginan satu orang warga yang mana saat itu keberadaannya tidak memberikan manfaat apapun untuk masyarakat dan desa. Oleh karena itu lubuk larangan tersebut sempat di tutup dan dibiarkan tanpa diurusi. Setelah keberadaannya dimusyawarahkan di ambil keputusan bahwa lubuk larangan akan kembali dibuka untuk dibentuk dengan memfokuskan manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat dan desa

yang dikelola oleh persatuan muda mudi desa yang disebut na poso na uli bulung.

3. Pemaanfaatan dari adanya lubuk larangan desa Tambangan Jae ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat desa saja namun juga oleh masyarakat di luar desa. Dimana bagi masyarakat desa setelah dibentuk kembali lubuk larangan ini mendatangkan manfaat bagi pembangunan desa seperti perbaikan masjid, sekolah atau madrasah dan kesejahteraan anak yatim-piatu yang berada di desa. Bagi masyarakat di luar desa manfaat yang dirasakan adalah bertambahnya tempat wisata yang dalam hal ini wisata ikan lubuk larangan dan terjadinya penyebaran ikan yang menguntungkan bagi penangkap ikan di hulu dan hilir sungai yang apabila terjadi banjir, ikan akan banyak yang terbawa arus sungai sampai ke sungai Batang Gadis.

4. Pengelolaan yang dilakukan masyarakat dengan keberadaan lubuk larangana ini dimulai dari pemenuhan kriteria untuk menjadi sebuah lubuk larangan yang meliputi : pemiilihan lokasi, penentuan batas serta panjang lubuk larangan dan pemberian nama, yang selanjutnya dilakukan pemeliharaan, pemanenan, kepengurusan, adanya pawang lubuk dan pembagian hasil.

5. Pengembangan lubuk larangan desa Tambangan Jae berkaitan dengan tujuan dibentuknya kembali lubuk larangan tersebut, yang mana kegiatan lubuk larangan yang dilakukan untuk keperuntukan hasil menyejahterakan anak yatim-piatu yang berada di desa Tambangan Jae.

6.2 Saran

Dari kesimpulan yg di dapat, dibuat beberapa saran. Untuk pihak masyarakat, pemerintah daerah Mandailing Natal, untuk daerah lain, dan akademisi.

1. Kepada kepala desa dan masyarakat sekitar agar membuat kedai tempat makan bagi para wisatawan yang datang dimana hal tersebut bisa menjadi pemasukan bagi masyaerakat desa terlebih lagi bila kedai makana tersebut menyediakan makanan khas dari desa bila ada atau bisa juga makanan khas Mandailing Natal.

2. Kepada pengurus lubuk larangan, agar lebih efisien lagi dalam menjadi pengurus dengan melengkapi data-datanya sebagai pengurus sebuah organisasi lubuk larangan walaupun hanya tingkat desa agar kelak bila ada yang ingin meneliti kembali lubuk larangan ini lebih dipermudah untuk mencarai bahan data.

3. Kepada pemerintah daerah diharapkan lebih memperhatikan keberadaan lubuk larangan yang ada di Mandailing Natal dengan memberikan bantuan rutin yang tidak hanya berupa bibit namun juga dana yang nantinya bisa dipergunakan oleh pengurus lubuk laranagan mengembangkan lubuk laranganya.

4. Lubuk larangan desa tambangan jae ini dan lubuk larangan lainnya yang terdapat di Kabupaten Mandailing Natal diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan sungai sebagai sumber daya perikanan air tawar yang terlestarikan dan berkesinambungan.

DAFTAR PUSTAKA

Ginting, Meneth. 2000. Lubuk Larangan : Kearifan Tradisional Pengelolaan Lingkungan Hidup Masyarakat Madina Sumatera Utara. Medan : Pers USU.

Gottschalk, Louis. 1985. Mengerti Sejarah, (diterjemahkan oleh Nugroho Notosusanto), Jakarta : Universitas Indonesia Press.

Harahap, Basyral Hamidy. 2005. Rakyat Mendaulat Taman Nasional Batang Gadis. Panyabungan : Pemkab Madina.

Hilda, Leyla. 2016. Revitalisasi Kearifan Lokal Dalihan Na Tolu Masyarakat Muslim Mandailing Dalam Menjaga Harmonisasi Lingkungan Hidup. Padangsidimpuan : Keguruan IAIN Padangsidimpuan.

Iskander, Willem. 2002. Si Bulus-Bulus Si Rumbuk-Rumbuk, (diterjemahkan oleh Basyral Hamidy Harahap). Jakarta : Sanggar Willem Iskander.

Kartodirjo, Sartono. 1982. Pemikiran dan Perkembangan Historiografi Indonesia.

Jakarta : Gramedia.

Putra, Erwin. 2001. Lubuk Larangan Sebagai Organisasi Masyarakat Ditinjau Dari Aspek Sosial Ekonomi Dan Aspek Lingkungan (Studi Kasus di Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara). Medan : Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara.

Sibarani, Robert. 2014. Kearifan Lokal : Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta : Asosiasi Tradisi Lisan.

Statistik Badan Pusat. 2010. Kecamatan Tambangan Dalam Angka, Kabupaten Mandailing Natal : Badan Pusat Stratistik Kabupaten Mandailing Natal/BPS.

Statistik Badan Pusat. 2011. Statistik Daerah Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal : Badan Pusat Stratistik Kabupaten Mandailing Natal/BPS.

Trubus Rahadiansyah, A, Prayitno. 2011. Transformasi Nilai Kearifan Lokal Dalam Pendidikan Bangsa: Dialektika Pentingnya Pendidikan Berbasis Local Genius. Jakarta : Penerbit Universitas Trisakti.

Panision Sopo. 2012. http://www.sumberonline.com/berita-18241-kearifan-lokal mandailing-dalam-pengurangan-resiko

bencana.html#sthash.ljz8mzcn.dpuf (diakses pada tanggal 14 November 2018)

DAFTRA INDORMAN

1. Nama : Abdul Wahab Lubis Jenis Kelamin : Laki-laki

Umur : 53 Tahun Pekerjaan : Kepala Desa 2. Nama : Dangsiah Nasution

Jenis Kelamin : Perempuan Umur : 52 Tahun

Pekerjaan : Petani (istri kepala desa yang juga mantan bendahara na poso na uli bulung)

3. Nama : Muhammad Husin Lubis Jenis Kelamin : Laki-laki

Umur : 66 Tahun

Pekerjaan : Petani (mantan kepala desa yang sekarang panitia lubuk larangan)

4. Nama : Mizwar Jenis Kelamin : Laki-laki Umur : 40 Tahun

Pekerjaan : Petani ( mantan ketua na poso na uli bulung) 5. Nama : Ammar Nasution

Jenis Kelamin : Laki-laki Umur : 28 Tahun

Pekerjaan : Ketua na poso na uli bulung 6. Nama : Alamuddin Lubis

Jenis Kelamin : Laki-laki Umur : 27 Tahun

Pekerjaan : Sekretaris na poso na uli bulung 7. Nama : Fitrianti Lubis

Jenis Kelamin : Perempuan Umur : 25 Tahun

Pekerjaan : Bendahara na poso na uli bulung 8. Nama : Parhatian Pohan

Jenis Kelamin : Laki-laki Umur : 48 Tahun

Pekerjaan : Camat Tambangan 9. Nama : Zulham Nasution

Jenis Kelamin : Laki-laki Umur : 60 Tahun Pekerjaan : Berkedai 10. Nama : Fikar

Jenis Kelamin : Laki-laki Umur : 55 Tahun Pekerjaan : Berkedai

LAMPIRAN 1

Peta Kecamatan Tambangan.

Sumber : Statistik Daerah Kecamatan Tambangan 2011

LAMPIRAN 2 Gambar 1 : Tugu.

Sumber : Dokumentasi Pribadi Minggu, 23 desember 2018

Gambar 2 : Musholla.

Sumber : Dokumentasi Pribadi Minggu, 23 desember 2018

Gambar 3 :

MCK Umum Yang Berada di Bawah Musholla Tampak Belakang Dari Sisi Jalan.

Sumber : Dokumentasi Pribadi Minggu, 23 desember 2018

Gambar 4 :

Sungai Bagian Hulu Tampak Dengan Pembatasnya Sepanjang 50 Meter.

Sumber : Dokumentasi Pribadi Minggu, 23 desember 2018

Gambar 5 :

Sungai Bagian Hilir Tampak Dengan Pembatasnya 50 Meter.

Sumber : Dokumentasi Pribadi Minggu, 23 desember 2018

Gambar 6 :

Hiasan Pada Dinding Lubuk Larangan Bagian Hulu

Sumber : Dokumentasi Pribadi Minggu, 23 desember 2018

Gambar 7 : Pondasi/Jalan

Sumber : Dokumentasi Pribadi Minggu, 23 desember 2018

Gambar 8 : Kotak Amal.

Sumber : Dokumentasi Pribadi Minggu, 23 desember 2018

Gambar 9 : Saluran Irigasi.

Sumber : Dokumentasi Pribadi Rabu, 26 Desember 2018

Gambar 10 :

Sungai Bagian Hulu.

Sumber : Dokumentasi Pribadi Rabu, 26 Desember 2018

Gambar 11 :

Sungai Bagian Hilir.

Sumber : Dokumentasi Pribadi Rabu, 26 Desember 2018

Gambar 12 : Selebaran.

Sumber : Pengurus Lubuk Larangan Desa Tambangan Jae 9 Juni 2019

Gambar 13 :

Struktur Organisasi.

Sumber : Pengurus Lubuk Larangan Desa Tambangan Jae, 9 Juni 2019 Gambar 14 :

AD/ART Kepengurusan.

Sumber : Pengurusan Lubuk Larangan Desa Tambangan Jae, 9 Juni 2019

Sumber : Pengurus Lubuk Larangan Desa Tambangan Jae 9 Juni 2019

Gambar 15 :

Warung Makanan 1.

Sumber : Dokumentasi Pribadi Minggu, 23 desember 2018

Gambar 16 :

Kedai 1 Dengan Jenis Jualannya.

Sumber : Dokumentasi Pribadi Minggu, 23 desember 2018

Gambar 17 :

Warung Makanan 2.

Sumber : Dokumentasi Pribadi Minggu, 23 desember 2018

Gamabar 18 : Kedua Kedai.

Sumber : Dokumentasi Pribadi Minggu, 23 desember 2018

Gambar 19 :

Suasana Saat Panen.

Sumber : Dokumentasi Pribadi 16 Juni 2019

Gambar 20 :

Penulis Dengan Masyarakat Sedang Melihat Panen.

Sumber : Dokumentasi Pribadi 16 Juni 2019

Gambar 21 :

Lubuk Larangan Saat Dilihat Dari Jalan.

Sumber : Dokumentasi Pribadi Minggu, 23 desember 2018

Gambar 22 :

Penulis Sedang Melakukan Wawancara Dengan Narasumber.

Sumber : Dokumentasi Pribadi Minggu, 23 desember 2018

Dokumen terkait