• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendampingan Gerakan Pascapanen tanaman pangan

Dalam dokumen I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang (Halaman 68-74)

PENGHEMATAN/ EFISIENSI

E. Kegiatan Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan

4. Pendampingan Gerakan Pascapanen tanaman pangan

Tantangan yang dihadapi dalam upaya peningkatan produksi tanaman pangan disamping aspek budidaya seperti ketersediaan air irigasi, akses terhadap pupuk dan sarana produksi lainnya, juga dihadapkan pada masih tingginya angka susut hasil sebagai akibat penanganan panen dan pascapanen yang masih belum memadai. Untuk itu, maka sesuai dengan Catur Strategi Pembangunan Tanaman Pangan, dimana pengamanan produksi dari susut hasil (losses) melalui penanganan pascapanen harus menjadi perhatian dan diterapkan dengan baik.

Peran teknologi penanganan pascapanen tanaman pangan dengan berbagai tingkat teknologinya menjadi sangat strategis dalam rangka mengamankan produksi tanaman pangan, sehingga dapat menekan susut hasil (losses) dan mempertahankan mutu yang dihasilkan. Oleh karena itu, adopsi teknologi penanganan pascapanen tanaman pangan yang selalu

Laporan Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 69

mengalami perkembangan sudah menjadi kebutuhan mutlak pada proses produksi tanaman pangan secara efektif dan efisien.

Gerakan penanganan pascapanen tanaman pangan bertujuan untuk : (a) Mendorong dan Menggerakan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) untuk melaksanakan penanganan pascapanen secara baik dan benar (good handling practices); (b) Mendorong terciptanya kesadaran dari seluruh pemangku kepentingan mengenai pentingnya usaha untuk menurunkan tingkat susut hasil ; dan (c) Meningkatkan manajemen kelembagaan poktan/gapoktan dalam usaha pascapanen tanaman, dan (d) Mengoptimalkan pemanfaatan alat mesin pertanian dalam usaha tani.

Dalam upaya penerapan penanganan pascapanen tanaman pangan yang baik dan benar (Good Handling Practice/GHP) perlu disinergikan teknologi dan sarana pascapanen dalam bentuk Gerakan Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan. Berkaitan dengan hal tersebut, maka pada tahun 2015 dilakukan gerakan pascapanen untuk 3 (tiga) komoditas dengan lokasi masing-masing yaitu Padi (Provinsi Lampung, Jawa Barat, Sulawesi Selatan); Jagung (Provinsi Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Gorontalo) dan Kedelai (Provinsi Aceh, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara).

Gerakan penanganan pascapanen yang dilaksanakan pada tahun 2015 sebagai berikut :

a. Gerakan Penanganan Pascapanen Padi.

Gerakan Penanganan Pascapanen padi dilaksanakan di 3 (tiga) provinsi antara lain :

1) Provinsi Jawa Barat, pada tanggal 22 April 2015 di Desa Mariuk Kecamatan Tambak dahan, Kabupaten Subang, pada hamparan padi seluas 125 ha, menggunakan varietas IR-42, hasil ubinan sebesar 5 ton/ha.

2) Provinsi Sulawesi Selatan, pada tanggal 27 April 2015 di Percontohan Pertanian Modern Kelurahan Appanang,

Laporan Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 70

Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng.

3) Provinsi Lampung, pada tanggal 8 September 2015 di Pekon Sumber Agung Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu.

Tujuan Gerakan Penanganan Pascapanen Padi :

1) Mendorong dan menggerakkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) untuk melaksanakan penanganan pascapanen secara baik dan benar (good handling practices).

2) Mendorong terciptanya kesadaran dari seluruh pemangku kepentingan mengenai pentingnya usaha untuk menurunkan tingkat susut hasil padi.

3) Meningkatkan manajemen kelembagaan poktan/gapoktan dalam usaha pascapanen padi.

Sasaran Gerakan Penanganan Pascapanen Padi sebagai berikut : 1) Terlaksananya Gerakan Penanganan Pascapanen padi yang

baik dan benar dalam rangka menginisiasi penerapan penanganan pascapanen padi yang baik dan benar dalam rangka menurunkan kehilangan hasil padi dan mempertahankan mutu.

2) Meningkatkan kesadaran petani dan pemangku kepentingan untuk menyadari arti pentingnya kehilangan hasil meningkatkan mutu gabah .

3) Meningkatkan keterampilan petani dalam menerapkan teknologi-teknologi sarana pascapanen padi dan mengelola sarana teknologi tersebut dengan baik sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.

Hasil Pelaksanaan gerakan penanganan pascapanen padi sebagai berikut :

1) Sesi sambutan, pengarahan, temu wicara dari Pemda dengan petani/ poktan/gapoktan dan masyarakat setempat.

Laporan Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 71

2) Sesi materi berupa pembekalan materi kepada para peserta oleh narasumber gerakan penanganan pascapanen padi yang terdiri dari pemateri dari Dinas Pertanian Prov/Kab, peneliti dari Badan Litbang Kementan, Peneliti dari Perguruan Tinggi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, dan kegiatan diskusi dengan petani.

3) Sesi lapangan berupa gerakan panen/pascapanen bersama Pejabat Pemerintah Daerah setempat, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, petani, stakeholder dan instansi terkait.

Kegiatan Sesi lapangan terdiri dari :

a) Kegiatan panen di hamparan sawah yang siap panen dengan luas ± 100 ha. Gerakan ini merupakan kegiatan panen dengan menggunakan sarana teknologi pascapanen padi dengan berbagai tingkat teknologi yang tersedia seperti sabit bergerigi, paddy mower, reaper, power thresher, combine harvester kecil dan combine harvester besar.

Gerakan ini merupakan kegiatan panen yang dilakukan secara serentak dan bersama dalam satu hamparan sawah.

b) Kegiatan pascapanen padi dilakukan dengan meninjau dan mempraktek sarana pengeringan gabah dengan mekanik yaitu menggunakan sarana Vertical Dryer dan penggilingan gabah dengan menggunakan sarana Rice Milling Unit (RMU), Kegiatan ini sebagai bagian dari pembekalan teknis dan bentuk penerapan

b. Gerakan Penanganan Pascapanen Jagung

Gerakan Penanganan Pascapanen jagung dilaksanakan di 3 (tiga) provinsi antara lain :

1) Provinsi Gorontalo pada tanggal 4 September 2015 di Desa Dunggala, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo

2) Provinsi Sumatera Barat pada tanggal 7 Oktober 2015 di Desa Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman

Laporan Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 72

3) Provinsi Kalimantan Selatan pada tanggal 27 Oktober 2015 di Desa Tandui, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin.

Hasil Pelaksanaan gerakan penanganan pascapanen jagung sebagai berikut :

1) Gerakan pascapanen jagung bertujuan : (a) Mendorong dan menggerakkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) untuk melaksanakan penanganan pascapanen secara baik dan benar (good handling practices); (b) Mendorong terciptanya kesadaran dari seluruh pemangku kepentingan mengenai pentingnya usaha untuk menurunkan tingkat susut hasil jagung;

(c) Meningkatkan manajemen kelembagaan poktan/gapoktan dalam usaha pascapanen jagung; dan (d) Mengoptimalkan pemanfaatan alat mesin pertanian dalam usaha tani jagung.

2) Pembekalan materi oleh narasumber kepada para peserta/kelompok tani dan panen secara simbolik oleh Gubernur, Dirjen Tanaman Pangan, Bupati dan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, pada hamparan jagung.

3) Demonstrasi pemanenan jagung menggunakan Corn Combine Harvester pipilan, demonstrasi pemipilan jagung Corn Sheller dengan kelobot, melihat Transplanter dan beberapa alat pascapanen lainnya yang dibarengi dengan penjelasan inovasi teknologi pascapanen jagung oleh Kepala Balai Besar Pascapanen, Balitbang Kementerian Pertanian.

4) Penyerahan bantuan secara simbolis kepada poktan/gapoktan oleh Gubernur, Direktur Jenderal Tanaman Pangan dan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan

5) Pada Gerakan Penanganan Pascapanen Jagung terdapat stand Pameran dari Produsen dan Distributor Benih dari PT Syngenta, PT Pertiwi dan PT Asia dengan beberapa produk benih jagung

Laporan Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 73

unggulan seperti NK 212, NK 6326, Asia 92, Pak Tiwi 1, dan varietas Pertiwi 3.

c. Gerakan Penanganan Pascapanen Kedelai

Gerakan Penanganan Pascapanen kedelai dilaksanakan di 3 (tiga) provinsi antara lain :

1) Provinsi Sulawesi Tengah pada tanggal 3 – 5 Juni 2015 di Desa Nipa Kalimoan, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai.

2) Provinsi Aceh pada tanggal 26 - 28 Agustus 2015, di Desa Beurandang, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

3) Provinsi Sulawesi Tenggara pada tanggal 28 Oktober 2015 di Desa Wonuakoa Kecamatan Sabulakoa, Kabupaten Konawe Selatan.

Hasil Pelaksanaan gerakan penanganan pascapanen kedelai sebagai berikut :

1) Pembekalan materi kepada para peserta oleh narasumber gerakan penanganan pascapanen kedelai dan diskusi dengan peserta gerakan.

2) Panen kedelai dan demonstrasi alat perontok menggunakan Power Thresher Multiguna

3) Kegiatan gerakan penanganan pascapanen kedelai diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan para petugas daerah, penyuluh, Babinsa, serta petani sebagai pengelola usahatani terhadap penanganan pascapanen kedelai yang baik dan benar ; penerapan materi pembekalan di masing-masing kelompok ; mendorong dan menggerakkan seluruh pemangku kepentingan untuk melaksanakan penanganan pascapanen kedelai yang baik dan benar ; mendorong terciptanya kesadaran dari seluruh pemangku kepentingan

Laporan Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 74

mengenai pentingnya usaha untuk menurunkan tingkat susut hasil panen kedelai.

4) Pelaksanaan gerakan diharapkan juga berdampak terhadap introduksi penggunaan sarana pascapanen mekanis kepada petani serta peningkatan manajemen kelembagaan poktan/gapoktan dalam usaha pascapanen kedelai.

Dalam dokumen I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang (Halaman 68-74)