Laporan Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 1
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengembangan subsektor tanaman pangan merupakan salah satu strategi dalam upaya memacu pertumbuhan ekonomi wilayah. Oleh sebab itu, komoditas tanaman pangan memegang peranan utama dalam memenuhi kebutuhan pangan, pakan, dan industri dalam negeri yang setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan seiring pertambahan jumlah penduduk dan berkembangnya industri pangan dan pakan.
Visi dan Misi Presiden RI Tahun 2015-2019 tertuang dalam bentuk trisakti antara lain : 1) kedaulatan politik, 2) Berdikari dalam ekonomi, 3) Kepribadian dalam kebudayaan dan dirumuskan dalam Nawacita. Salah satu sasaran dalam Nawacita yaitu meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing nasional (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015- 2019), arah tersebut dituangkan dalam pembangunan pertanian berkelanjutan yaitu meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas pertanian, serta meningkatkan pendapatan petani. Sedangkan sasarannya adalah kesejahteraan masyarakat pertanian meningkat, dan kedaulat pangan serta berkelanjutan dapat terwujud serta tercapainya pengembangan subsektor tanaman pangan yang menjadi salah satu strategi dalam upaya memacu pertumbuhan wilayah/kawasan.
Dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan, Pemerintahan Kabinet Kerja telah menetapkan target pencapaian swasembada berkelanjutan padi dan jagung serta pencapaian swasembada kedelai pada tahun 2017. namun komoditas lain secara sinergi terus untuk dikembangkan dalam substitusi pengganti beras menuju kedaulatan pangan terutama komoditas aneka umbi.
Penanganan pascapanen tanaman pangan sebagian besar masih ditangani secara tradisional dan relatif tertinggal yang ditandai oleh penggunaan peralatan sarana pascapanen yang sederhana dan kurang optimal.
Permasalahan yang mendasar dalam hal penanganan pascapanen tanaman
Laporan Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 2
pangan antara lain susut kuantitas dan kualitas, keamanan pangan, terbatasnya sumberdaya manusia pertanian dan keterbatasan dalam penerapan inovasi teknologi pascapanen, serta modal yang terbatas.
Pada tahun 2015 telah ditetapkan sasaran produksi padi sebesar 73,40 juta ton gabah kering giling (GKG); jagung sebesar 20,31 juta ton pipilan kering;
kedelai 1,50 juta ton biji kering; kacang tanah sebesar 742,75 ribu ton biji kering; kacang hijau sebesar 291,55 ribu ton biji kering; ubikayu sebesar 26,53 juta ton umbi basah dan ubi jalar sebesar 2,65 juta ton umbi basah.
Peningkatan sasaran produksi tanaman pangan setiap tahun, perlu didukung dengan upaya pengamanan produksi secara mutlak.
Salah satu upaya dalam pengamanan hasil adalah melalui penanganan pascapanen yang baik dan benar sehingga dapat menurunkan susut hasil.
Kondisi saat ini tingkat susut hasil yang terjadi di lapangan masih tinggi, angka susut hasil padi sebesar 10,43% (berdasarkan survei susut hasil padi tahun 2012), susut hasil jagung 5,2%, susut hasil kedelai 15,5%, susut hasil kacang tanah 15,2%, susut hasil ubikayu 12,5%, dan susut hasil ubijalar 18%. Target penurunan susut sesuai dengan Rencana Strategis Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan maka pada tahun 2015 untuk padi sebesar 0,50%; jagung sebesar 0,20%, kedelai sebesar 0,20%, kacang tanah 0,10%, ubikayu sebesar 0,50%, dan ubijalar sebesar 0,50%.
Pengamanan hasil dan penurunan susut hasil tanaman pangan akan dapat terlaksana dengan baik, apabila dilakukan peningkatan terhadap pengetahuan dan keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian, seperti aparat/petugas dan penyuluh pertanian serta para petani dalam kelompok tani (poktan)/gabungan kelompok tani (gapoktan). Di samping peningkatan kedua faktor tersebut, juga dialokasikan kegiatan pendukung lainnya berupa fasilitasi sarana pascapanen tanaman pangan, sehingga terbina sinkronisasi antara kemampuan teknis dan operasionalisasi sarana pascapanen yang tersedia.
Untuk mendukung upaya khusus pencapaian swasembada berkelanjutan padi dan jagung serta swasembada kedelai, Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan memberikan dukungan sarana fasilitasi bantuan sarana pascapanen
Laporan Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 3
Tanaman Pangan baik dari APBN maupun APBN-P Tahun 2015 berupa Combine Harvester Kecil, Vertical Dryer Padi, Corn Sheller, Vertical Dryer jagung dan Power Thrseher Multiguna. Diharapkan dengan bantuan sarana pascapanen tersebut akan membantu petani pada proses penanganan panen, mengamankan produksi, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Kegiatan pengelolaan pascapanen tanaman pangan dalam bentuk anggaran Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Sistem pengganggaran tahun 2015 untuk kegiatan pengelolaan pascapanen tanaman pangan sudah dialokasikan di Satuan Kerja (Satker) Provinsi, sehingga terdapat DIPA Dekonsentrasi (Dekon) dan Tugas Pembantuan (TP) Provinsi.
Secara keseluruhan kegiatan dan anggaran penanganan pascapanen tanaman pangan meliputi kegiatan Bimbingan Teknis Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan, Pemutakhiran Database Sarana Pascapanen Tanaman Pangan, Monitoring dan Evaluasi Bantuan Sarana Pascapanen Tanaman Pangan.
Untuk melaksanakan kegiatan pascapanen tanaman pangan tahun 2015, berdasarkan Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Nomor : SP.DIPA- 018.03.1.238251/2015 tanggal 14 November 2014, Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan mendapatkan alokasi anggaran APBN sebesar
Rp.71.498.554.000,- dengan rincian a) anggaran Pusat Rp.6.548.500.000,- b) Dekonsentrasi Rp. 6.990.500.000,- c) Tugas Pembantuan (provinsi) Rp. 57.959.554.000,- meliputi kegiatan dukungan sarana pascapanen jagung
Rp. 52.231.554.000,- dan pembinaan/monev Rp. 5.728.000.000,-
Berdasarkan revisi ke-2 DIPA tanggal 6 Maret 2015 terdapat penambahan anggaran untuk kegiatan UPSUS peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai (alokasi dana APBN-P) sebesar Rp. 5.400.000.000, pembinaan dan pengawalan UPSUS (Sumsel) Rp.1.600.000.000,-sehingga total anggaran Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan menjadi Rp.78.498.554.000,- (semula Rp.71.498.554.000, naik 9,79%) yang terdiri dari anggaran Pusat sebesar Rp.11.948.500.000,-(semula Rp. 6.548.500.000, naik 82,46 %) Dekonsentrasi sebesar Rp.8.590.500.000,- (semula Rp.6.990.500.000,-
Laporan Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 4
naik 22,89%) dan Tugas Pembantuan Provinsi sebesar Rp.57.959.554.000,- (tidak mengalami perubahan) meliputi kegiatan dukungan sarana pascapanen jagung sebesar Rp.52.231.554.000,- dan pembinaan/monev sebesar Rp.5.728.000.000.
Dalam rangka mendukung Program Upaya Khusus (UPSUS) Percepatan Pencapaian Swasembada padi, jagung dan kedelai tahun 2017 melalui perbaikan jaringan irigasi dan sarana pendukungnya, berdasarkan Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (SPDIPA) Induk Tahun Anggaran 2015 Nomor SP.DIPA-018.08.0/2015 tanggal 14 November 2014, Persetujuan Revisi Kedua Nomor SP DIPA-018.08.1/2015 tanggal 6 Maret 2015, Direktorat Pascapanen Tanaman pangan mendapatkan alokasi Anggaran APBN-P Pada DIPA Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) sebesar Rp. 844.675.625.000,- meliputi ; a) kegiatan Dukungan fasilitasi bantuan sarana pascapanen sebesar Rp.832.350.000.000,- dan pembinaan/monev sebesar Rp.12.325.625.000,-
Berdasarkan revisi sisa hasil penghematan tanggal 13 November 2015 terdapat penambahan anggaran untuk kegiatan dukungan sarana Pascapanen
Tanaman Pangan sumber dana APBN-P sebesar Rp.83.160.802.000,- sehingga total anggaran Direktorat Pascapanen Tanaman
Pangan sumber APBN-P menjadi Rp.927.836.427.000,- (semula Rp.844.675.625.000 naik 9,85%) yang terdiri dari anggaran kegiatan Dukungan fasilitasi bantuan sarana pascapanen sebesar Rp.915.168.402.000,- (semula
Rp.832.350.000.000,-, naik 8,28%) dan pembinaan/monev sebesar Rp 12.668.025.000, (semula Rp.12.325.625.000,- naik 2,78%)
Sebagai laporan pertanggungjawaban terhadap pelaksanaan kegiatan selama kurun waktu 1 (satu) tahun, maka perlu disusun laporan kegiatan dan dirangkum sebagai laporan tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015.
B. Tujuan
Tujuan penyusunan laporan tahunan adalah memaparkan hasil yang telah dicapai dari pelaksanaan kegiatan di tahun 2015, dan sebagai evaluasi serta acuan dalam melakukan kegiatan di tahun berikutnya.
Laporan Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 5
II. PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Rancangan Kebijakan Pascapanen Tanaman Pangan.
Penanganan pascapanen tanaman pangan merupakan upaya yang sangat strategis dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional karena mempunyai peranan yang cukup besar baik secara langsung maupun tidak langsung. Penanganan pascapanen secara langsung memiliki peranan dalam menekan susut hasil (losses), mempertahankan mutu hasil dan meningkatkan nilai tambah, daya saing serta pendapatan petani.
Pemerintah Indonesia pada program pembangunan pertanian telah menetapkan komoditas prioritas utama untuk subsektor tanaman pangan yaitu padi, jagung dan kedelai, namun komoditas lain secara sinergi terus untuk dikembangkan dalam substitusi pengganti beras menuju kedaulatan pangan terutama komoditas aneka umbi. Penanganan pascapanen tanaman pangan sebagian besar masih ditangani secara tradisional dan relatif tertinggal yang ditandai oleh penggunaan peralatan sarana pascapanen yang sederhana dan kurang optimal. Permasalahan yang mendasar dalam hal penanganan pascapanen tanaman pangan antara lain susut kuantitas dan kualitas, keamanan pangan, terbatasnya sumberdaya manusia pertanian dan keterbatasan dalam penerapan inovasi teknologi pascapanen, serta modal yang terbatas.
Keadaan ini semakin sulit dengan munculnya tantangan yang harus dihadapi Indonesia, khususnya dalam menghadapi diterapkannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai akhir tahun 2015 yaitu persaingan daya saing produk pertanian meliputi : (1) Tuntutan standarisasi produk & proses, (2) Tuntutan
kandungan pangan yang tidak berbahaya, rendah residu bahan kimia, (3) Tuntutan integrasi pengelolaan rantai pasok (supply chain management),
dan (5) Peningkatan kualitas mutu & keamanan pangan.
Untuk mengatasi berbagai permasalahan dan tantangan di atas, maka perlu dianalisa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam hal penanganan
Laporan Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 6
pascapanen tanaman pangan sehingga perlu dilaksanakan program dan kegiatan yang berkesinambungan dan terintegrasi antar Kementerian/
Lembaga/Instansi di tingkat Pusat, serta antara Pusat dan Daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota) dalam hal penanganan pascapanen tanaman pangan.
Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, perlu diterapkan suatu strategi dalam hal penanganan pascapanen tanaman pangan yang diterapkan atau diimplementasikan melalui program dan kegiatan. Implementasi tersebut selanjutnya dijabarkan dalam bentuk Rancangan Program RKA-K/L Tahun 2015 dan mempersiapkan perencanaan anggaran untuk Rencana Kerja (Renja) Lima Tahun yaitu 2015-2019.
Output Rancangan Kebijakan terkait dengan RKA-K/L Direktorat Pascapanen Tahun 2015 disusun dalam dokumen RKA-K/L TA 2015 meliputi 4 (empat) rancangan, yaitu : 1) Rencana Kerja Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2016, 2) Rancangan Kegiatan dan Anggaran (RKA-K/L) Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2016, 3) Rencana Strategis Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015 - 2019, dan 4) Penyusunan Satuan Harga Sarana Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2016.
1. Anggaran dan Kegiatan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015.
Pagu alokasi anggaran Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan tahun 2015 berdasarkan hasil penelaahan RKAK/L Ditjen Tanaman Pangan Tahun 2015 dengan Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan tanggal 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut:
a) Pagu anggaran definitif Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan tahun 2015 sebesar Rp.71.498.554.000,- dengan rincian kegiatan Satker Pusat Rp. 6.548.500.000,-, Dekon Rp.6.990.500.000,- dan Tugas Pembantuan Provinsi Rp.57.959.554.000,- meliputi kegiatan dukungan sarana pascapanen jagung Rp.52.231.554.000,- dan pembinaan/monev Rp.5.728.000.000,-
b) Kegiatan fasilitasi dukungan sarana pascapanen refocusing jagung tahun 2015 senilai Rp. 52.231.554.000,- terdiri dari:
Laporan Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 7
1) Bantuan sarana pascapanen model jagung (corn sheller, crusher, vertical dryer dan bangunan, dan corn combine harvester) untuk mendukung kawasan GPPTT jagung sebanyak 108 unit dengan anggaran Rp.33.168.000.000,- yang dialokasikan di 7 provinsi pada 7 kabupaten (Aceh, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur);
2) Bantuan sarana pascapanen regular jagung (corn sheller, flat bed dryer+bangunan, corn combine harvester) 133 unit dengan anggaran Rp.19.063.554.000,- yang dialokasikan di 28 provinsi pada 85 kabupaten.
c) Pagu anggaran definitif Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan (APBN) tahun 2015 Pusat dan Daerah, sebagaimana tabel berikut:
Tabel 1 : Kegiatan dan Anggaran Pascapanen Tahun 2015 per 31 Desember 2015
Anggaran
Satuan Volume (Rp.000)
1765 Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan 71,498,554,000
A. PUSAT 6,548,500,000
1 Rancangan Kebijakan Rancangan 4 329,840,000
2 Pedoman Bidang Pascapanen Pedoman 4 597,357,000
3 Bahan Informasi Bidang Pascapanen Buku 14 748,048,000
4 Laporan Kegiatan Penanganan Pascapanen Laporan 43 3,500,439,000
5 Rapat Koordinasi Pascapanen Rapat 3 542,339,000
6 Layanan Perkantoran Bulan 12 357,820,000
- Alat Pengolah Data Unit 31 182,353,000
- Peralatan Perkantoran Unit 23 91,892,000
7 Rehab kantor Paket 1 198,412,000
B. PROVINSI 64,843,054,000
1 Dekonsentrasi 6,990,500,000
- Bimtek, Monev, Database Provinsi 28 4,750,500,000
- Gerakan Pascapanen Provinsi 9 2,070,000,000
- SIPP Ubikayu Provinsi 1 170,000,000
2 Tugas Pembantuan 57,852,554,000
- Bantuan Sarana Pascapanen Unit 241 52,231,554,000
- Pengawalan, Monev, Database Kabupaten 92 5,621,000,000
C. KABUPATEN 107,000,000
- SIPP Ubikayu Kabupaten 1 107,000,000
Kegiatan dan Anggaran Pascapanen Tahun 2015
No. Kegiatan Output
Per 31 Desember 2015
Laporan Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 8
d) Kegiatan fasilitasi dukungan sarana pascapanen tanaman pangan tahun 2015 (APBN-P) di DIPA Ditjen Prasarana Dan Sarana Pertanian senilai Rp. 832.350.000.000,- terdiri dari:
1) Combine Harvester Kecil, 2790 unit, dengan anggaran Rp. 362.700.000.000,-
2) Vertical Dryer Padi, Kapasitas 3,5-6 ton/proses, 170 unit, dengan anggaran Rp. 158.950.000.000,-
3) Vertical Dryer Jagung, Kapasitas 3,5-6 ton/proses, 220 unit, dengan anggaran Rp. 205.700.000.000,-
4) Corn Sheller, 2000 unit, dengan anggaran Rp. 60.000.000.000,-
5) Power Thresher Multiguna, 1500 unit, dengan anggaran Rp. 45.000.000.000,-
2. Rancangan Anggaran Dan Kegiatan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2016.
a) Pagu alokasi anggaran Direktorat Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan tahun 2016 setelah penghematan 45 Milyar
sebesar Rp. 843.172.816.000,- meliputi kegiatan Pusat Rp. 25.222.816.000,- Dekon Rp. 34.204.000.000,- dan Tugas
Pembantuan Provinsi sebesar Rp.783.746.000.000,- (terdiri dari anggaran dukungan sarana pengolahan dan pemasaran hasil
tanaman pangan7600 unit dengan anggaran sebesar Rp. 764.086.000.000,- dan anggaran pembinaan, bimtek, monev
sebesar Rp. 19.660.000.000 di 32 provinsi dan 398 kabupaten).
b) Kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil tanaman pangan di satker PUSAT dengan anggaran Rp. 25.222.816.000,- dengan rincian kegiatan sebagai berikut :
1) Kegiatan Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan TA. 2016 terdiri dari kegiatan Perencanaan dan pelaporan, selengkapnya disajikan pada tabel berikut :
Laporan Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 9
Tabel 2 : Kegiatan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan di Satker Pusat Tahun 2016 (per 31 Desember 2015)
1 KEGIATAN DIREKTORAT 1,467,264,000
1765.994.056 PERENCANAAN DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL TP 1,467,264,000
051 Menyusun Kebijakan Program dan Anggaran Direktorat Pengolahan Hasil Tanaman Pangan 1,467,264,000
A Pedoman/Petunjuk Teknis Kegiatan Sarana Pascapanen Tanaman Pangan 122,239,000 B Renstra Direktorat Pengolahan Dan Pemasaran Hasil TP TA.2016-2019 194,313,000 C Renja Direktorat Pengolahan Dan Pemasaran Hasil TP TA. 2017 157,772,000
D RKAKL Direktorat Pengolahan Dan Pemasaran Hasil TP TA.2017 131,750,000
E Rapat Koordinasi Pengolahan Dan Pemasaran Hasil TP 591,450,000
F Buku Saku Kegiatan Direktorat Pengolahan Dan Pemasaran Hasil TP TA. 2016 18,975,000
G Focus Group Discussion 250,765,000
1765.994.057 PELAPORAN DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL TP 100,300,000
051 LAPORAN BULANAN, TAHUNAN DAN LAKIP 100,300,000
F Laporan Bulanan 51,300,000
G Laporan Tahunan 34,400,000
H LAKIP 14,600,000
052 SPI DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL TP 1,093,000,000
A Pedoman SPI Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan 50,900,000 B Pengawalan SPI Direktorat Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan 642,100,000 C Rapat Evaluasi Kegiatan Direktorat Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan 400,000,000
NO KEGIATAN ANGGARAN (RP.000)
2) Kegiatan Subdit Pascapanen
Kegiatan Subdit Pascapanen selegkapnya disajikan pada tabel berikut
Tebel 3 : Kegiatan Subdit Pascapanen Tahun 2016
1 KEGIATAN SUBDIT PASCAPANEN 12,331,501,000
1765.994.051 PENGAMANAN SUSUT HASIL PRODUKSI TANAMAN PANGAN 12,331,501,000 052 Melaksanakan Sosialisasi dan Bimbingan Kegiatan Penanganan Pascapanen
Tanaman Pangan 1,873,361,000
A Bimbingan Teknis Penanganan Pascapanen TP 213,500,000 C Penguatan Pengelolaan Sarana Pascapanen Tanaman Pangan 2016 1,238,950,000 E Pengawalan Kegiatan Dit PPHTP dan Ditjen Tanaman Pangan 420,911,000 053 Melaksanakan Penyaluran Alsintan Pascapanen 10,000,000,000 A Pengadaan Sarana Pascapanen Tanaman Pangan 10,000,000,000 054 Melaksanakan Gerakan Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan 252,276,000 B Pendampingan Gerakan Pascapanen Tanaman Pangan 252,276,000 055 Melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan penanganan pascapanen TP 205,864,000 D Monitoring dan Evaluasi Penanganan Pascapanen TP 205,864,000
NO KEGIATAN ANGGARAN
(RP.000)
Laporan Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 10
3) Kegiatan Subdit Pengolahan Hasil Tanaman Pangan
Kegiatan Subdit Pengolahan Hasil Tanaman Pangan selegkapnya disajikan pada tabel berikut :
Tabel 4 : Kegiatan Subdit Pengolahan Hasil Tanaman Pangan Tahun 2016
2 KEGIATAN SUBDIT PENGOLAHAN HASIL TANAMAN PANGAN 3,228,205,000 1765.994.052 PENINGKATAN PENGOLAHAN HASIL TANAMAN PANGAN 3,228,205,000
052 Melaksanakan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pengolahan Hasil Tanaman
Pangan 1,246,630,000
A Bimbingan Teknis 303,170,000
B Database Sarana Pascapanen dan Pengolahan Tanaman Pangan 422,600,000 C Bahan Informasi Pengolahan Hasil Tanaman Pangan 127,860,000 D Gelar Teknologi Pengolahan Tanaman Pangan 393,000,000 054 Melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan penanganan pengolahan hasil 1,981,575,000 D Pengawalan UPSUS Peningkatan Produksi PJK 1,793,500,000
E Monitoring dan Evaluasi 188,075,000
NO KEGIATAN ANGGARAN
(RP.000)
4) Kegiatan Subdit Standardisasi dan Mutu
Kegiatan Subdit Standardisasi dan Mutu selengkapnya disajikan pada tabel berikut :
Tabel 5 : Kegiatan Subdit Standardisasi dan Mutu Tahun 2016
4 KEGIATAN SUBDIT STANDARDISASI DAN MUTU 1,465,776,000
1765.994.053 PENGEMBANGAN STANDARDISASI DAN MUTU 1,465,776,000
052 Melaksanakan Sosialisasi dan Bimbingan Standardisasi dan mutu hasil tanaman
pangan 802,526,000
A Rapat Koordinasi Pengembangan Mutu Komiditi Strategis TP 447,731,000
B Perumusan SNI Tanaman Pangan 226,095,000
C Bahan Informasi Mutu dan Standardisasi 128,700,000
053 Melaksanakan Fasilitasi Sertifikasi 343,700,000
D Pengawalan Penerapan Mutu dan Organik 343,700,000
054 Melaksanakan Monitoring, Evaluasi dan pelaporan standarisasi dan mutu 319,550,000
E Monitoring dan Evaluasi 319,550,000
NO KEGIATAN ANGGARAN
(RP.000)
Laporan Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 11
5) Kegiatan Subdit Pemasaran dan Investasi
Kegiatan Subdit Pemasaran dan Investasi selengkapanya disajkikan pada tabel berikut :
Tabel 6 : Kegiatan Subdit Pemasaran dan Investasi Tahun 2016
5 KEGIATAN SUBDIT PEMASARAN HASIL DAN INVESTASI 4,557,250,000 1765.994.054 PENGEMBANGAN PEMASARAN HASIL DAN INVESTASI 4,557,250,000
052 Melaksanakan Sosialisasi dan Bimbingan pengembangan pemasaran hasil dan
investasi 919,300,000
E Akselerasi Ekspor Komoditi Tanaman Pangan 371,400,000 H Gelar Potensi dan Peluang Investasi Tanaman Pangan 547,900,000 053 Melaksanakan Pengembangan informasi harga 1,237,000,000
B Koordinasi Pelayanan Informasi Pasar 975,000,000
C Pengembangan Informasi Pasar 262,000,000
055 Melaksanakan promosi dan investasi tanaman pangan 2,001,660,000
A Promosi dan Investasi Tanaman Pangan 988,260,000
F Promosi Produk Tanaman Pangan (Dalam dan Luar Negeri) 1,013,400,000 056 Melaksanakan pemantauan stok hasil tanaman pangan 274,590,000
D Pemantauan stok Hasil Tanaman Pangan 274,590,000
057 Melaksanakan Monitoring, evaluasi dan pelaporan pengembangan pemasaran
hasil dan investasi 124,700,000
I Monitoring dan Evaluasi 124,700,000
NO KEGIATAN ANGGARAN
(RP.000)
6) Kegiatan Ketatausahaan dan Kepegawaian
Kegiatan Ketatausahaan dan Kepegawaian selengkapanya disajikan pada tabel berikut :
Tabel 7 : Kegiatan Ketatausahaan dan Kepegawaian Tahun 2016
5 KEGIATAN KETATAUSAHAAN DAN KEPEGAWAIAN 979,520,000
1765.994.055 KETATAUSAHAAN DAN KEPEGAWAIAN 979,520,000
051 KETATAUSAHAAN DAN KEPEGAWAIAN 979,520,000
A Ketatausahaan dan Kepegawaian 244,370,000
B Keuangan dan Perlengkapan 57,200,000
C Pengadaan alat pengolah data 510,500,000
D Pengadaan Peralatan Perkantoran 167,450,000
NO KEGIATAN ANGGARAN
(RP.000)
Laporan Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 12
c) Kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil tanaman pangan di satker Dekonsentrasi dengan anggaran Rp. 34.204.000.000,- selengkapnya disajikan pada tabel berikut :
Tabel 8 : Kegiatan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Tahun 2016 di Satker Dekonsentrasi (per 31 Desember 2015)
No Kegiatan Satuan
(Rp)
Alokasi Anggaran
(Rp) Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman
Pangan 34,204,000
II DEKONSENTRASI 34,204,000
1 Rapat Koordinasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil
Tanaman Pangan 32 Prov 80,000 2,560,000
2 Bimtek Pascapanen 32 Prov 3,605,000
Gerakan Pascapanen Tanaman Pangan 3 Prov 750,000
a. Gerakan Pascapanen Padi (Sultra) Prov 250,000
b. Gerakan Pascapanen Jagung (Sulteng) Prov 250,000
3 c. Gerakan Pascapanen Kedelai (Sulsel) Prov 250,000
4 Sosialisasi Penerapan Penanganan Pascapanen Ubi
Kayu/GHP (Jawa Timur) 1 Prov 130,000 130,000
Monev Pascapanen 32 Prov 30,000 960,000
5 Fasilitasi Pengadaan Sarana pascapanen dan
pengolahan hasil tanaman pangan 32 Prov 625,000
6 Database Sarana Pascapanen 32 Prov 2,620,000
7 Bimtek Pengolahan Hasil Tanaman Pangan 32 Prov 60,000 1,920,000
8 Monev Pengolahan Hasil Tanaman Pangan 32 Prov 30,000 960,000
9 Database Sarana Pengolahan Hasil Tanaman Pangan 32 Prov 20,000 640,000
10 Penerapan Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan 26 Prov 80,000 2,080,000
11 Fasilitasi sertifikasi pangan organik berbasis kelompok 26 Prov 4,614,000
12 Monev dan Evaluasi Standardisasi dan Mutu 26 Prov 30,000 780,000
13 Koordinasi Pelayanan Informasi Pasar (PIP) 34 Prov 40,000 1,360,000
14 Pengembangan Informasi Pasar (PIP) Provinsi 34 Prov 48,000 1,632,000
15 Pengembangan Informasi Pasar (PIP) Kabupaten 276 Prov 18,000 4,968,000
17 Pemantauan Stok dan Harga 34 Prov 40,000 1,360,000
18 Promosi dan Investasi Tanaman Pangan 33 Prov 50,000 1,650,000
19 Monitoring dan Evaluasi Pemasaran dan Investasi TP 33 Prov 30,000 990,000
Volume
d) Kegiatan dukungan sarana pengolahan dan pemasaran hasil tanaman pangan di satker Tugas Pembantuan Provinsi, dengan anggaran sebesar Rp. 746.086.000.000,- selengkapanya disajikan pada tabel berikut :
Laporan Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 13
Tabel 9 : Kegiatan Dukungan Sarana Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan di satker Tugas Pembantuan Provinsi Tahun 2016
NO SARANA VOLUME
(UNIT)
SATUAN (RP.000)
ANGGARAN
(RP.000) ALOKASI
1 Combine Harvester Kecil 1954 130,000 254,020,000 25 Prov, 247 Kab 2 Combine Harvester Sedang 1500 170,000 255,000,000 23 Prov, 233 Kab 3 Combine Harvester Besar 200 485,000 97,000,000 14 Prov, 74 Kab 4 Vertical Dryer Padi 30 Ton/proses 2 2,749,000 5,498,000 1 Prov, 1 Kab 5 Vertical Dryer Padi 3,5 - 6 Ton/proses 3 794,000 2,382,000 1 Prov, 1 Kab
6 Power Thresher 950 20,000 19,000,000 25 Prov, 197 Kab
7 Fasilitasi RMU 100 374,000 37,400,000 26 Prov, 95 Kab
8 Corn Sheller 2000 28,000 56,000,000 27 Prov, 193 Kab
9 Vertical Dryer Jagung 3,5 - 6 Ton/proses 1 814,000 814,000 1 Prov, 1 Kab
10 UPH JAGUNG 60 150,000 9,000,000 20 Prov, 37 Kab
11 Power Thresher Multiguna (Wilayah Barat) 264 28,000 7,392,000 18 Prov, 85 Kab 12 Power Thresher Multiguna (Wilayah Timur) 36 30,000 1,080,000 5 Prov, 15 Kab
13 UPH KEDELAI 30 150,000 4,500,000 15 Prov, 21 Kab
14 SARANA PENGANGKUT 500 30,000 15,000,000 31 Prov, 283 Kab
TOTAL 7600 764,086,000
e) Alokasi dukungan sarana pengolahan dan pemasaran hasil tanaman pangan di 32 provinsi pada 398 kabupaten, selengkapnya disajikan pada tabel berikut :
Tabel 10 : Alokasi Dukungan Sarana Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Tahun 2016
UNIT UNIT UNIT UNIT UNIT UNIT UNIT
TOTAL ALOKASI 1,954 1,500 200 2 3 950 100 1
ACEH 88 79 - - - 20 4 2
SUMUT - 145 29 - - 24 4 3
SUMBAR - - - - - 30 - 4
RIAU 64 16 - - - 18 - 5
JAMBI 54 4 - - - 10 2 6
SUMSEL 25 39 16 - - 43 8 7
BENGKULU 8 - - - - 85 2 8
LAMPUNG 136 141 15 - - 10 6 9
DKI - - - - - - - 10
JABAR 151 21 - - 3 142 8 11
JATENG 338 103 - - - 126 7 12
DI YOGYAKARTA 32 - - - - 16 1 COMBINE
HARVESTER KECIL (UNIT)
COMBINE HARVESTER
SEDANG (UNIT)
COMBINE HARVESTER BESAR (UNIT)
VERTIKAL DRYER PADI +
BANGUNAN KAP 30 TON/PROSES
(UNIT)
VERTIKAL DRYER PADI +
BANGUNAN KAP 3,5-6 TON/PROSES
(UNIT)
POWER THRESHER
(UNIT)
FASILITASI RMU + BANGUNA
N (UNIT) DUKUNGAN SARANA PASCAPANEN TANAMAN PANGAN TAHUN 2016
NO. SATKER
Laporan Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 14
UNIT UNIT UNIT UNIT UNIT UNIT UNIT
13
JATIM 108 283 - - - 154 7 14
KALBAR 60 36 - - - - 2 15
KALTENG 90 - - - - 10 2 16
KALSEL 144 53 9 - - 14 3 17
KALTIM 65 48 - - - 6 2 18
SULUT 65 10 - - - 10 2 19
SULTENG 59 15 - - 12 3 20
SULSEL - 170 65 2 - - 6 21
SULTRA - 75 16 - - 10 2 22
BALI 47 - 1 - - 41 4 23
NTB 127 50 9 - - - 3 24
NTT 48 30 6 - - 21 3 25
MALUKU 52 12 - - - 27 - 26
PAPUA - 35 8 - - - 3 27
MALUT 84 15 - - - - - 28
BANTEN 66 - - - - 42 4 29
BABEL 20 - - - - 12 - 30
GORONTALO - 46 5 - - 30 5 31
KEPRI - - - - - 32
PAPUA BARAT 35 - - - - - - 33
SULBAR 30 30 6 - - - 5 34
KALTARA 17 - - - - 37 2
NO. SATKER COMBINE
HARVESTER KECIL (UNIT)
COMBINE HARVESTER
SEDANG (UNIT)
COMBINE HARVESTER BESAR (UNIT)
VERTIKAL DRYER PADI +
BANGUNAN KAP 30 TON/PROSES
(UNIT)
VERTIKAL DRYER PADI +
BANGUNAN KAP 3,5-6 TON/PROSES
(UNIT)
POWER THRESHER
(UNIT)
FASILITASI RMU + BANGUNA
N (UNIT) DUKUNGAN SARANA PASCAPANEN TANAMAN PANGAN TAHUN 2016
UNIT UNIT UNIT UNIT
TOTAL ALOKASI 2,000 1 300 500 1
ACEH 65 - 21 15 2
SUMUT 100 - 18 23 3
SUMBAR - - - 9 4
RIAU 25 - 6 13 5
JAMBI 45 - 10 16 6
SUMSEL 85 - 12 27 7
BENGKULU 25 - 10 15 8
LAMPUNG 95 - 15 17 9
DKI - - - - 10
JABAR 105 1 23 23 11
JATENG 115 - 23 22 12
DI YOGYAKARTA 9 - - 6 13
JATIM 180 - 24 32 14
KALBAR 40 - - 13 15
KALTENG 10 - - 13 16
KALSEL 65 - 8 18 17
KALTIM 10 - - 12 18
SULUT 156 - 8 11 19
SULTENG 60 - 11 13 20
SULSEL 247 - 14 50 21
SULTRA 90 - 17 14 22
BALI 15 - 9 5 23
NTB 135 - 25 20 24
NTT 107 - 8 18 25
MALUKU 20 - - 16 26
PAPUA - - 11 16 27
MALUT 20 - - 10 28
BANTEN 6 - 10 10 29
BABEL - - - 2 30
GORONTALO 130 - 5 12 31
KEPRI - -
32
PAPUA BARAT - - 6 14 33
SULBAR 40 - - 15 34
KALTARA - - 6 - CORN SHELLER
(UNIT)
DUKUNGAN SARANA PASCAPANEN TANAMAN PANGAN TAHUN 2016
VERTIKAL DRYER JAGUNG + BANGUNAN KAP 3,5-6
TON/PROSES (UNIT)
POWER THRESHER MULTIGUNA (UNIT)
NO. SATKER SARANA PENGANGKUT HASIL
PERTANIAN (UNIT)
Laporan Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 15
B. Pedoman Bidang Pascapanen
1. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Pascapanen Tanaman Pangan.
Pedoman pelaksanaan kegiatan penanganan pascapanen tanaman pangan merupakan acuan dalam pelaksanaan kegiatan Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan Tahun Anggaran 2015 bagi Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota sehingga kegiatan menjadi lebih terarah.
Pedoman pelaksanaan bersifat umum, sehingga dalam aplikasinya harus dijabarkan kedalam pedoman teknis dan dijabarkan di tingkat Provinsi dan Kabupaten. Diperlukan koordinasi yang baik antara Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam melaksanakan program dan kegiatan penanganan pascapanen tanaman pangan. Keberhasilan program dan kegiatan Tahun 2015, sangat tergantung kepada komitmen semua pihak (stakeholder) yang terkait baik tingkat Pusat dan Daerah.
Melalui pedoman pelaksanaan Kegiatan Pascapanen Tanaman Pangan diharapkan program dan kegiatan dari APBN Tahun Anggaran 2015 dapat terlaksana dengan baik sehingga menyelamatkan hasil dan menurunkan susut hasil tanaman pangan.
Tujuan Pedoman Pelaksanaan penanganan pascapanen tanaman pangan sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan, sehingga dapat berjalan secara efektif, efisien, akuntabel dan transparan, serta sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Sasaran Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan antara lain :
a. Meningkatnya pemahaman atau persamaan persepsi petugas di Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan Program dan Kegiatan Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015 agar dalam pelaksanaan kegiatan dapat lebih terarah dan sesuai anggaran yang tersedia.
Laporan Tahunan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan | 16
b. Meningkatnya koordinasi dalam pelaksanaan Program dan Kegiatan Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan antara pihak pelaksana di tingkat Pusat dan Daerah.
c. Meningkatnya efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan kegiatan dan anggaran pascapanen tanaman pangan sehingga mempermudah dalam pengendalian, monitoring dan evaluasi sesuai sasaran yang sudah ditetapkan.
d. Memberikan penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan kegiatan pascapanen tanaman pangan dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh berbagai pihak yang terlibat termasuk Dinas Pertanian Provinsi, Kabupaten/ Kota, dan poktan/gapoktan.
Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan Tahun 2015, dilengkapi dengan tabel dan lampiran penting sebagai referensi lokasi yang lebih rinci terkait program dan kegiatan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan.
2. Petunjuk Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan.
a. Petunjuk Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern (SPI) Kegiatan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan.
Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) SPI Kegiatan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan dirancang untuk memberikan pembekalan yang memadai bagi pimpinan dan pegawai lingkup Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan agar dapat melaksanakan pembinaan atas penyelenggaran SPI dan meningkatkan efektifitas pengawasan dan pengendalian di lingkungan masing-masing instansi.
Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) SPI Kegiatan Direktorat Pascapanen Tanaman Pangan bertujuan:
1) Mewujudkan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan